Anda di halaman 1dari 22

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA EKSPANSI KEBUDAYAAN INDONESIA BIDANG KEGIATAN: PKM-GT

DIUSULKAN OLEH:

YULIANA SARI SUPRIADI PUJIATI SARI

(A 241 07 004) (A 241 08 040) (A 231 08 009)

UNIVERSITAS TADULAKO PALU 2010


LEMBAR PENGESAHAN USUL

1. Judul Kegiatan 2. Bidang Kegiatan 3. Ketua Pelaksana Kegiatan a. a!a "engkap b. IM *. Ju%usan d. +ni,e%sitas e. &la!at .u!a/ dan o. Telp.01P

: Ekspansi Kebudayaan Indonesia : PKM-GT

: #uliana $a%i : & 2'1 () ((' : Pendidikan MIP& : Tadulako- Palu : Jl. agaya I2- Pondok Ka%ya o.1"IK Bu!i .o,iga- Kel. TondoPalu-$ula3esi Tenga/ 45'1167 o. 1P: (682'12(5186 9. &la!at E!ail : yuli:s*/ola%s/ips;ya/oo.*o! '. &nggota Pelaksana Kegiatan0Penulis : 2 o%ang 8. <osen Penda!ping a. a!a "engkap : <%. +nggul =a/yono- M.$i b. IP : 15>6(11>1553(31((1 *. &la!at .u!a/ dan o. Telp.01P : Jl. $isinga Manga%a?a- "%. 3 o. 'Palu-$ula3esi Tenga/ o. 1P: (611'8(2138

Palu- 2) Ma%et 2(1( Menyetu?ui =akil0Pe!bantu <ekan III Kegiatan Bidang Ma/asis3a Ketua Pelaksana

4<%s. "uk!an ad?a!uddin- M. 1u!7 IP. 15>>(>211552(3 1 ((' =akil0Pe!bantu .ekto% III Bidang Ke!a/asis3aan

#uliana $a%i 7 IM. & 2'1 () (('

<osen Penda!ping

$up%iadi- $.1- M.1u! 7 4<%. +nggul =a/yono- M.$i7 IP. 158)()2)156'(3 1 ((2 IP. 15>6(11>1553(3 1 ((1 KATA PENGANTAR Subhanallah, walhamdulillah, walailahailallah, wallahuakbar. Segala puja dan puji hanyalah untuk Allah SWT semata, serta

ii

Salam dan salawat atas Junjungan Besar Nabi Muhammad SAW. Limpahan rahmat Nya senantiasa ter!urah kepada kita sekalian. Pu?i syuku% penulis /atu%kan dengan penu/ suka *ita atas ke/adi%at &lla/ $=T yang senantiasa !eli!pa/kan %a/!at- tau9ik dan /idaya/- yala/- se/ingga penysunan ka%ya tulis il!ia/ dala! P%og%a! K%eati,itas Ma/asis3a Gagasan Te%tulis 4PKM-GT7 2(1(- yang be%?udul @Animati"n and #lash $layer sebagai Media %n&"rmati"n Te!hn"l"gy 4TI7 dala! Pe!bela?a%an AisikaB ini dapat te%selesaikan. &dapun !aksud dan tu?uan penyusunan PKM-GT ini adala/ ka%ya tulis ini dapat !en?adi sa%ana bagi penulis- dala! !e!be%ikan su!bangsi/ piki%an atau ide-ide k%eati9 penulis- sebagai %espons intelektual atas pe%soalanpe%soalan aktual yang di/adapi !asya%akat pada u!u!nya- dan tenaga penga?a% 4gu%u7 pada k/ususnya. a!un- disada%i ba/3a apapun yang te%tuang dala! ka%ya tulis ini !asi/ butu/ kese!pu%naan- ka%ena dibuat ole/ !anusia yang tidak te%lepas da%i kesala/an dan kek/ila9an. +ntuk itu- kebe%adaan tulisan ini !asi/ sangat !e!butu/kan k%itik dan sa%an da%i se!ua pi/ak. Penyelesaikan ka%ya tulis PKM-GT ini- tentunya tidak te%lepas da%i dukungan dan bantuan se!ua pi/ak. +ntuk itu- !elalui kese!patan ini penulis !engu*apkan %asa te%i!a kasi/ dan %asa /o%!at sedala!-dala!nya kepada: 1. <i%ekto%at Penelitian dan Pengabdian kepada Masya%akat- <i%ekto%at Jende%al Pendidikan Tinggi 4<IKTI7 <epa%te!en Pendidikan asionalselaku penyelengga%a dan pe!be%i kese!patan bagi penulis untuk !e!enu/i undangan su!bangsi/ ka%ya tulis ini. 2. .ekto% +ni,e%sitas Tadulako 3. Pe!bantu .ekto% III +ni,e%sitas Tadulako '. <ekan Aakultas Kegu%uan dan Il!u Pendidikan +ni,e%sitas Tadulako 8. Pe!bantu <ekan III Aakultas Kegu%uan dan Il!u Pendidikan +ni,e%sitas Tadulako >. Ketua Ju%usan Pendidikan MIP& Aakultas Kegu%uan dan Il!u Pendidikan +ni,e%sitas Tadulako ). Ketua P%og%a! $tudi Pendidikan Aisika Pendidikan MIP& Aakultas Kegu%uan dan Il!u Pendidikan +ni,e%sitas Tadulako 6. Bapak <%. +nggul =a/yono- M.$i selaku <osen Penda!ping yang tela/ banyak !e!be%i !asukan dan sa%an yang sangat !e!bantu penulisdala! !enyusun ka%ya tulis ini. 5. Bapak0Ibu <osen =ali yang tela/ !e!be%ikan a%a/an dan bi!bingan kepada penulis. 1(. Bapak0Ibu $ta9 Penga?a% di lingkungan P%og%a! $tudi Pendidikan Aisika Pendidikan MIP& AKIP +ni,e%sitas Tadulako 11. &ya/anda dan Ibunda penulis- te%i!a kasi/ atas pengo%banan!u- *inta dan kasi/ sayang yang begitu !endala!- se%ta tiada batasnya sa!pai ak/i%at kelak. 12. $elu%u/ te!an penulis- senio% dan ?unio%- !a/asis3a Pendidikan Aisika AKIP +ni,e%sitas Tadulako- yang !e!be%ikan !oti,asi dan bantuan kepada penulis.

iii

&k/i%nya penulis be%/a%ap se!oga ka%ya tulis ini- dapat be%!an9aat bagi setiap insan yang !e!ba*anya- k/ususnya bagi insan yang !engabdikan di%inya untuk !en*a%i il!u dan be%bagi il!u anta%sesa!a di selu%u/ Indonesia.

Palu- 28 Ma%et 2(1( Penuli

DA!TAR ISI 1ala!an BAGIAN AWAL 1&"&M& J+<+" CCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCC. i 1&"&M& PE GE$&1& +$+" .................................................................. ii K&T& PE G& T&. CCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCC.. iii <&AT&. I$I CCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCC. , .I GK&$& CCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCC ,i BAGIAN INTI iv

PE <&1+"+& CCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCC. TE"&&1 P+$T&K& CCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCC METD<E PE +"I$& CCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCC & &"I$I$ <& $I TE$I$ CCCCCCCCCCCCCCCCCCCC. PE +T+P CCCCCCCCCCCCCCCCCCC.................................. BAGIAN AKHIR <&AT&. P+$T&K& CCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCC. <&AT&. .I=&#&T 1I<+P CCCCCCCCCCCCCCCCCCCC "&MPI.& CCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCC

1 2 > > 1' 18 ,ii ,iii

EKSPANSI KEBUDAYAAN INDONESIA


PENDAHULUAN Beberapa tahun terakhir, telinga dan mata penulis menjadi akrab dengan kata sapaan Annyon haseyo!, yang kurang lebih berarti Hai, apa kabar! dalam bahasa Korea. Cukup banyak teman penulis yang menggunakan kata itu sejak mereka menonton film film drama Korea yang diputar di televisi. !elain itu banyak juga tambahan kosakata baru seperti Kamsahamnida, "terima kasih#, Sarang haeyo, "I love you# dan sebagainya. $eman teman penulis "terutama yang perempuan# kerap sibuk membahas aktor aktor drama Korea yang katanya lu%u dan ganteng, menghafal lagu lagu soundtrack-nya, bahkan ada pula yang keranjingan membahas semua hal yang berbau Korea mulai dari masakan, pakaian, bahasa dan sebagainya. Korea !elatan adalah salah satu pemain baru yang sukses memasok produk produk budayanya di pasar global. &elombang kebudayaan modern Korea atau yang sering disebut Hallyu sejak tahun '(() an telah menyapu banyak negara di *sia dan ka+asan lainnya. ,i -ndonesia sendiri, gelombang Hallyu mulai dirasakan sejak tahun .))) an ketika film film Korea banyak diputar di televisi nasional dan mendapat sambutan hangat dari para pemirsa. !ebelum diterjang oleh gelombang Korea, -ndonesia juga sudah diterjang lebih dahulu oleh gelombang -ndia, /epang, 0ropa, 1atin, dan tentu saja *merika. 2aka v

berbagai respon pun bermun%ulan menanggapi terjangan budaya asing di negeri kita. !elama ini, yang selalu diulang ulang kepada kita adalah seruan untuk +aspada terhadap globalisasi dan ekspansi budaya global. Hati hati terhadap bahaya +esternisasi!, 1indungi generasi muda dari pengaruh buruk budaya asing!. !eruan sema%am itu pada dasarnya tidak salah, karena merupakan suatu usaha untuk mempertahankan budaya dan identitas kita. !osiolog -bnu Khaldun menjelaskan bah+a %iri %iri bangsa yang kalah adalah terjadinya imitasi massal terhadap %ara hidup bangsa pemenang seperti dalam model pakaian, kendaraan, gaya arsitektur, jenis makanan, bahasa, hingga pemikiran dan adat kebiasaan. Ciri %iri itu sangat relevan dengan negara negara dunia ketiga seperti -ndonesia saat ini yang terkatung katung dalam peta kebudayaan global. Benar, kita sedang kalah. $api resistensi dan sikap sikap defensif yang %enderung menutup diri juga tidak bisa dibiarkan berlarut larut, karena suka atau tidak suka globalisasi telah sampai di rumah rumah kita. Ketakutan yang berlebihan terhadap ekspansi budaya global hanya makin menunjukkan bah+a kita bangsa yang inferior, yang selalu menjadi objek paparan budaya asing tanpa mampu berbuat apapun. 2aka strategi bertahan yang paling tepat adalah dengan menjadi bagian yang signifikan dari arus globalisasi itu sendiri. !etelah memegang daftar inventaris budaya -ndonesia, maka berikutnya kita perlu menggegas industrialisasi budaya. Hanya dengan memberikan nilai ekonomi yang tinggi, maka kebudayaan kita akan memiliki daya jual yang meningkatkan daya saing dan kemampuan survivalnya, memberi imbas positif bagi kesejahteraan masyarakat serta menjadi jalan menuju ekspansi budaya besar besaran. Bagaimana industrialisasi budaya mendorong ekspansi budaya3 Hal ini terjadi karena industri membutuhkan pasar yang besar, dan pasar dari industri budaya adalah orang orang yang berminat terhadap budaya tersebut. 2aka kesuksesan industri budaya berbanding lurus dengan kesuksesan ekspansi budaya. *dapun ekspansi budaya membutuhkan produk produk yang agresif, yaitu produk produk berorientasi ekspor yang mampu memba+a nama -ndonesia ke seluruh dunia. $api ada satu kebanggaan bagi kita, di luar negeri sana, %erita teman penulis yang lain yang tengah berada di negeri 4aman !am, /ember Fashion Carnaval (/5C# kini telah menjadi salah satu ikon -ndonesia. -ndonesia tak lagi hanya diidentikkan dengan Bali. ,ynand seorang pendiri a+al /5C telah mengajari sekaligus menginspirasi nasionalisme, dengan menyampaikan pesan untuk menyatukan dan mendamaikan dunia krisis global, krisis pangan, krisis ekonomi, krisis budaya, dan krisis sosial seharusnya menyatukan manusia. 6leh karenanya, sebelum -ndonesia hanya tinggal nama, le+at tulisan ini, penulis ingin memberikan suatu kontribusi pemikiran yang dapat dijadikan alternatif solusi untuk menanggulangi lemahnya perlindungan kebudayaan negeri

vi

dan lemahnya rasa nasionalisme bangsa. Harapannya kebudayaan kebudayaan tradisional negeri yang kita miliki tidak dapat diklaim seenaknya lagi oleh negara lain dan rasa nasionalisme akan semakin terpupuk dan meningkat. !emoga tulisan ini penulis dapat menginspirasi kita semua dalam memaknai dan membangun nasionalisme pada -ndonesia ter%inta, menjaga kualitas dan kuantitas kebudayaan -ndonesia yang telah ada dari pengaruh kebudayaan asing, dan men%iptakan karya %ipta budaya yang bermakna pendidikan bagi setiap elemen masyarakat. /adi, kita merasa bangga dan tak malu menjadi 76rang -ndonesia7. !ekali lagi nasionalisme bukan sekedar kata kata, juga bukan sekedar rasa bangga yang membun%ah ji+a, nasionalisme dalah akumulasi dari rasa bangga, kreatifitas, inovasi, dan kerja keras yang konsisten dalam sebuah karya nyata, untuk kejayaan -ndonesia ter%inta.

TELAAH PUSTAKA 8asionalisme sedahsyat itu! Karena itu, dalam banyak hal nasionalisme menemukan bangsa dan mengumumkan negara dan dalam prosesnya bagi negara menemukan bangsa ",aniel ,hakida#. Berbi%ara soal nasionalisme, maka pemaknaan kita tidak bisa lepas dari proses politik. 8asionalisme seakan menjadi doktrin yang terus diproduksi. *khirnya, bangsa sebagai ruang kolektivitas sosiologis dan nation, dibayangkan sebagai komunitas yang tidak peduli terhadap ketidakadilan. Bangsa selalu dipahami sebagai kesetiaka+anan. 4ada akhirnya selama berabad abad banyak orang yang rela melenyapkan orang lain demi doktrin bangsa yang diasumsikan *nderson sebagai yang terbatas. Hal ini yang menjadi persoalan besar dari nasionalisme, yaitu mengenal hubungannya dengan kekuasaan. *da banyak definisi bisa diajukan, tapi yang paling pokok di sini adalah bah+a %ara pandang baru manusia dalam mengidentifikasi iri dan komunitas sosial yang melingkupinya, kemudian menjadi komoditas politik yang paling laris manis. ,alam Declaration o the !ight o "an #$%& "oleh para pakar, deklarasi tersebut sering dianggap sebagai +ahyu nasionalisme yang selama dua abad terakhir menjadi agen perubahan politik paling kuat#, 2ajelis 8asional 4eran%is memun%ulkan klausul9 Bangsa pada dasarnya merupakan sumber semua kekuasaan: seorang individu atau sekelompok orang, tidak memiliki hak untuk memegang kekuasaan yang se%ara jelas tidak berasal dari bangsa. Beberapa saat setelah itu segeralah semangat kebangsaan menduduki urutan pertama pada ruang ruang berpikir orang 0ropa. $ulisan seorang teoritisi nasionalisme 4eran%is, *bbe !ieyes "';<= '=>?# bisa me+akili9 Bangsa mendahului segala sesuatu. Kehendak bangsa selalu absah9 Bangsa adalah hukum itu sendiri.

vii

Konflik konflik yang terjadi di masa yang akan datang lebih disebabkan oleh faktor faktor budaya daripada ekonomi atau ideologi (/a%@ues ,elors, 'uestion Concerning (uro)ean Security*+ 4ernyataan /a%@ues ,elors ini ada benarnya juga melihat permasalahan yang dihadapi oleh -ndonesia de+asa ini. Hal ini dapat dilihat dari kasus klaim budaya -ndonesia oleh pihak 2alaysia. 2ulai dari gamelan, +ayang, reog ponorogo, sampai yang terakhir adalah $ari 4endet. Kejadian tersebut memun%ulkan sikap kemarahan terhadap 2alaysia dan seruan seruan &anyang 2alaysia kembali berkumandang. -ni menunjukkan bah+a ternyata budaya memang mampu menimbulkan suatu konflik. $amparan keras yang kita peroleh dari 2alaysia memberikan pelajaran berharga bah+a bangsa ini belum mampu memberikan perlindungan terhadap aset aset budaya. Ketakutan beberapa kalangan budaya+an tampaknya akan menjadi kenyataan budaya kita akan menemui ,-he end o story.. -ni menjadi sebuah peringatan yang perlu menjadi perhatian lebih. !e%ara tidak disadari pen%aplokan budaya oleh 2alaysia membangkitkan nasionalisme kita. 0rnest Aenan pernah berkata bah+a bangsa adalah satu ji+a. $erbukti tidak hanya orang /a+a yang geram ketika +ayang kulit diklaim, tidak hanya orang Bali yang marah ketika $ari 4endet dikomersialkan 2alaysia, tampaknya semua masyarakat bangsa ini juga ikut gondok. Aasa saling memiliki budaya di tiap tiap daerah membuat alam ba+ah sadar bergejolak dan merasa tersinggung, ketika budaya yang kita banggakan direbut oleh pihak asing. $anpa disadari benih benih nasionalisme yang ada di dada kita bangkit. 0ra globalisasi membuat daya saing antarnegara bahkan antarindividu di seluruh dunia menjadi meningkat dan untuk dapat bertahan di era ini, setiap negara harus memiliki nilai unggul. 8amun, sangat disayangkan sifat ketergantungan ini membuat -ndonesia tidak memiliki suatu nilai unggul yang dapat bersaing dengan negara negara lainnya dalam era globalisasi ini. 2erujuk pada data yang dikeluarkan lembaga dunia, posisi -ndonesia memang miris. ,ata yang dikeluarkan B8,4 tahun .))= kemarin tentang -ndeks 4embangunan 2anusia menempatkan -ndonesia di urutan ')(. $erpaut jauh dari 2alaysia di urutan ?>. 2asih dari sumber yang sama, -ndeks Kemiskinan yang dirilis B8,4 pada tahun .))= menempatkan -ndonesia di urutan ?( dari '>C negara dunia. Benar juga apa yang dikatakan oleh Koil dalam lagu Sistem Ke)emilikan tentang -ndonesia. ,Ini negara /odoh yang sangat aku /ela, layaknya kekasih tercinta.. !ejujurnya, apa sih yang bisa dibanggakan dari -ndonesia. 2engurusi dirinya sendiri masih kelimpungan. Belum lagi upaya membangun reputasi di mata -nternasional. 2asih saja menjadi mainan negara lain. Kebanggaan menjadi -ndonesia justru seringkali dirampok. 4arahnya, perampokan itu tak lain dan tak bukan dilakukan oleh orang dalam. ,engan kata lain orang -ndonesia sendiri. Hutan dibabat, pulau dijual, belum lagi batik yang tak dijaga baik baik dari lemari.

viii

&lobalisasi budaya identik dengan budaya pop dan postmodernisme yang bersifat fleksibel dan berubah ubah. Budaya pop a+alnya merupakan hegemoni budaya Barat "terutama *merika#, ditandai dengan merebaknya gaya hidup *merika melalui industri budayanya seperti musik, olahraga, ast ood, mode pakaian, dan film film *merika di seluruh dunia. 8amun kondisi ini pun tidak selalu statis. !esuai sifatnya yang fleksibel dan berubah ubah, budaya pop menjadi sangat terbuka untuk diisi oleh budaya mana pun. &lobalisasi budaya memungkinkan dibukanya kelas kelas yoga di 8e+ Dork dan restoran sushi di Ku+ait. 4eran media massa dalam menyebarkan informasi menjadikan proses ini makin %epat, dengan persinggungan antarbudaya yang mengalir deras melahirkan variasi kebudayaan yang sangat beragam. !alah seorang teman laki laki penulis, memakai baju koko dan %elana jeans, duduk di kantin memesan sepiring nasi kuning, sambil memba%a komik ,oraemon, sesekali meng u)date status ace/ook serta mendengarkan lagu !$'. yang disetel di 24> ponsel teman lainnya. Ketika penulis mengamati dan menanyakannya, dalam situasi seperti ini pilihannya hanya mempengaruhi atau dipengaruhi. /ika kita tidak mampu menghindar dari pengaruh, mengapa kita tidak ikut memberi pengaruh3 Karena itu, sudah saatnya kita bersikap serius untuk terjun dalam globalisasi budaya dan turut memba+a kebudayaan kita kepada dunia. *langkah baiknya mula mula kita tentukan ialah definisi kebudayaan kita sendiri. *pa itu budaya -ndonesia3 Batik, angklung, +ayang, mandau, tari paule %inde, tari saman, gotongroyong, paguyuban, nagari, apapun itu, daftarkan satu per satu baik budaya tradisi maupun kontemporer, baik budaya konkrit maupun abstrak. !ebelum mulai menyebarkan budaya, kita perlu mengenali dulu budaya kita. -ni penting terutama ketika kita berurusan dengan masalah hak %ipta, kekayaan intelektual dan kekayaan budaya. Budaya+an /epang Damada !hoji mengatakan bah+a ada dua hal yang bertentangan dalam budaya yakni perilaku EmemilikiF sekaligus EmenyebarkanF. 4aradoks ini kita temui tatkala terjadi saling klaim atas suatu budaya seperti yang kita alami akhir akhir ini dengan 2alaysia. $entu saja, ini menjadi satu kesulitan tersendiri, karena di satu sisi kita semestinya bangga terhadap luasnya penyebaran budaya kita. *kan tetapi di sisi lain kita merasa hak milik kita dirampas. Kebudayaan -ndonesia pun nyatanya sangat banyak yang merupakan pengaruh kebudayaan asing. *pakah salah jika kita mengikutsertakan barongsai dan potehi dalam festival budaya -ndonesia3 4enulis juga tak ingin rakyat -ndia mendemo kita karena memainkan lakon lakon Aamayana. 2aka inventarisasi terhadap aset aset kebudayaan kita penting untuk dilakukan, namun dengan tetap menis%ayakan asimilasi dan akulturasi. Berbagai BB 4erlindungan Budaya yang telah ada selayaknya dimaksimalkan. 4rof. ,r. !lamet 2uljana mengartikan nasionalisme sebagai manifestasi kesadaran bernegara atau semangat bernegara. !edangkan Bung Karno dalam Di 0a1ah 0endera !evolusi 2ilid II membedakan nasionalisme di barat dengan nasionalisme di -ndonesia. Beliau beranggapan bah+a nasionalisme eropa ialah suatu sistem yang melahirkan kolonialisme serta imperialis yang besifat iG

menghisap, merampas, dan menjajah. Beda dengan nasionalisme -ndonesia yang ingin terbebas dari penjajahan karena baginya nasionalisme sejati lahir karena semangat menuntut keadilan dan mela+an penindasan. Kata kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta 0uddhayah yang merupakan bentuk jamak dari kata budhi yang memiliki arti budi atau akal. ,ari sini kebudayaan diartikan sebagai hal hal yang bersangkutan dengan budi atau akal. 2enurut Clifford &eertH, Kebudayaan (culture* sebagai sebuah pola makna atau ide ide yang termuat dalam simbol simbol yang dengannya masyarakat menjalani pengetahuan mereka tentang kehidupan. !edangkan menurut Auth Benedi%t, kebudayaan adalah kun%i utama untuk bisa memahami peradaban. 4un ia sekaligus berguna buat memahami manusia sebagai )erson. 8asionalisme merupakan sarana untuk mengungkap jati diri bangsa yang nantinya berfungsi untuk penetapan identitas. $erkadang nasionalisme mun%ul seperti sebuah orientasi kultural sehingga sering ditemui dalam tindakan politik. Kunto+idjoyo mengintrodusir bah+a paralelisme transformasi sosial berarti bah+a perubahan perubahan memang sedang terjadi dalam skala dan ke%epatan yang lebih, sementara antara perubahan struktural dan perubahan kultural tidak sejalan, sehingga terjadi anomie pada perangkat nilai. Anomie terjadi karena kesenjangan antara industrialisasi, teknologisasi, dan urbanisasi di satu pihak, dan konservatisme budaya tradisional di lain pihak. -ndustrialisasi telah melahirkan budaya massa yang mengarah ke semangat kolektif dalam tata nilai: teknologisasi telah menuntut penerapan metode dan teknik dalam segala bidang: urbanisasi telah menyebabkan runtuhnya nilai nilai komunal sebuah masyarakat tradisional. 5ilm merupakan 1hole )ackage karena mampu mengakomodasi unsur unsur budaya lain seperti bahasa, musik, pakaian, adat, kebiasaan, nilai nilai dan lain sebagainya. 2isalnya suatu film -ndonesia akan menampilkan keseharian masyarakat -ndonesia, para pemerannya berdialog dengan bahasa -ndonesia, menyantap masakan -ndonesia, memamerkan alam dan budaya -ndonesia, dan sebagainya. Bagi negara negara yang sama sekali asing dengan -ndonesia, film akan menjadi ajang perkenalan sekaligus promosi budaya. !edangkan perbedaan bahasa dapat diatasi dengan su/title daing n du//ing. $ugas dari film film ini adalah untuk menjadi sepopuler mungkin di negara negara tujuan, karena budaya pop menjanjikan suatu kelas fanatik yang sangat setia yaitu fans. !elain sebagai konsumen utama produk produk budaya kita, mereka lah yang juga kita harapkan akan mampu menjadi agen budaya kita di samping media massa seperti televisi, majalah dan internet. 4enulis ingin mengambil %ontoh, di kampus penulis terdapat sebuah klub yang membahas semua hal tentang /epang. 2ereka a+alnya adalah fans dari satu atau beberapa produk budaya /epang seperti komik, anime, dan / ,orama. Hampir setiap hari mereka membahas bagian tertentu dari budaya /epang seperti artis, festival, masakan, permainan, sampai hantunya. $entu saja mereka tidak dibayar oleh pemerintah

/epang untuk melakukan semua itu. 2aka potensi fans sangat besar bagi ekspansi budaya, tergantung dari seberapa besar produk budaya yang digandrungi kemudian mengarahkannya pada produk lain. 5ilm sebagai perintis ekspansi memiliki efek domino yang besar karena kesuksesannya akan membuka peluang bagi kesuksesan unsur unsur yang terkandung di dalamnya. -ndustri perfilman -ndonesia yang tengah bangkit saat ini dapat diandalkan untuk memimpin ekspansi budaya kita ke man%a negara. /ika ekspor film film -ndonesia sukses di negara negara tujuan, maka hal itu diharapkan akan membuka pintu bagi pemasaran produk produk budaya kita di negara lain. $arget ekspor budaya kita diharapkan mampu menjangkau ka+asan *sia, $imur $engah, *frika, *merika 1atin, hingga dunia Barat. Bntuk masalah ini kita perlu berguru kepada /epang karena negara ini merupakan negara maju yang tidak lupa akan budayanya, serta memiliki ji+a nasionalisme yang tinggi. Keistime+aan bangsa /epang adalah kuatnya memegang tradisi. 2ereka merasa malu jika telah mengabaikan atau tidak tahu akan budayanya. 2eskipun terkenal dengan kemajuan teknologi dan informasi, tetapi hal ini tidak lantas mengubah %ara hidup rakyatnya. 4enerapan tradisi masih bisa dilihat dari segi sikap, %ara berpikir, berpakaian, berbahasa, %ara menghormati orang lain, serta %ara makan makanan, mereka bisa melakukan penyerapan budaya luar yang disesuaikan dengan budaya lokal. -ni menunjukkan bah+a ternyata tidak semua budaya menghambat modernisasi. ,an buktinya kita bisa melihat /epang. Bukan berarti penulis memihak /epang, tapi kita +ajib menjadikan teladan bagi kita untuk memajukan bangsa tanpa membuang budaya atau tradisi yang dianggap kuno.

METODE PENULISAN &agasan tertulis ini, disusun oleh penulis berdasarkan melihat realita kehidupan yang ada, lingkungan tempat tinggal dan lingkungan kampus se%ara khusus, dan keadaan -ndonesia pada umumnya. Kemudian, tulisan ini juga dapat diselesaikan berdasarkan hasil telaah pustaka, jelajah internet dan teknik +a+an%ara kepada narasumber. 4ada akhirnya, penulis menyusun berbagai sumber informasi tersebut menjadi sebuah tulisan bermakna dan semoga menjadi salah satu referensi bagi masyarakat -ndonesia ter%inta.

ANALISIS DAN SINTESIS 4aradigma yang ada, sesuatu yang tradisional diangap ketinggalan Haman. !eolah olah kita telah menjadi satu bangsa tiruan yang lupa akan kulitnya. Kita menganggap budaya barat lebih bagus dibandingkan dengan

Gi

budaya kita, sehingga semua budaya sendiri ditinggalkan. -nilah yang dinamakan !amuel 4. Huntington dalam bukunya -he Clash o Civili3ation and -he !emaking o 4orld 5rder sebagai Benturan 4eradaban atau Ia%lav Havel menyebutnya konflik konflik kultural. 2enurut beliau lagi, 4eradaban adalah entitas paling luas dari budaya. Kita saat ini hampir kalah mela+an budaya barat ketika men%ermati penduduk -ndonesia. Konsep yang dita+arkan Bung Karno mengenai 6ation 0uilding and Character 0uilding bukannya tanpa sebab. 4elarangan menyanyikan musik musik barat bertujuan agar kita men%intai musik tradisional dalam negeri. $etapi hal ini banyak ditentang masyarakat -ndonesia dan baru sekarang terasa dampaknya, ketika angklung diakui sebagai alat musik 2alaysia. Bila dibiarkan terus terusan yang tejadi adalah kita akan kehilangan identitas kebangsaan, karena budaya kita akan diambil oleh negara lain atau hilang dengan sendirinya akibat terabaikan oleh masyarakatnya. 4adahal begitu banyak suku, bahasa daerah, tarian, lagu, serta budaya yang hidup dan berasal dari negeri ini tetapi yang diketahui dan dilestarikan begitu sedikit. Bahkan dalam kunjungan Bung Karno ke *merika !erikat yang +aktu itu dipimpin oleh /ohn 5. Kennedy, pernah berkata $uan boleh punya bom atom, tapi kami punya seni yang tinggi. Banyak komentar bermun%ulan mengenai klaim negara tetangga tersebut atas beberapa kebudayaan yang berasal dari negara kita. !ejumlah pihak mengatakan bah+a 2alaysia telah men%uri kebudayaan -ndonesia, bahkan ada yang berpendapat bah+a akan ada ganyang 2alaysia edisi --. Komentar komentar tersebut memperkuat anggapan bah+a sepertinya yang salah dalam masalah ini adalah hanya pihak 2alaysia. 4adahal jika kita mau intropeksi diri, kesalahan tersebut tidak sepenuhnya datang dari 2alaysia. Kesalahan itu juga terdapat pada kita "ba%a9 bangsa -ndonesia#. 6leh karena itu, kita juga harus mulai berpikir apa sebenarnya kesalahan kita dan segera membenahinya. 2enurut penulis fakta fakta di atas menunjukkan bah+a rasa nasionalisme bangsa -ndonesia sudah kian memudar. Aasa memiliki bangsa terhadap kebudayaan tradisional negeri sebagai simbol dan identitas -ndonesia sudah sangat lemah. Bangsa kita sudah tidak terlalu peduli lagi terhadap kebudayaan kebudayaan yang dimilikinya. Hal tersebut ditunjukkan dengan lemahnya perlindungan terhadap kebudayaan kebudayaan tersebut. !elain itu, bangsa kita akhir akhir ini juga lebih tertarik untuk mengikuti kebudayaan asing daripada kebudayaannya sendiri yang akhirnya menyebabkan kebudayaan asli bangsa ini semakin terpinggirkan. !atu pertanyaan menarik dari klaim 2alaysia terhadap kebudayaan -ndonesia sebagaimana disebutkan di a+al adalah bagaimana klaim itu bisa terjadi. *pakah 2alaysia tidak tahu bah+a kebudayaan kebudayaan tersebut sudah beratus ratus tahun menjadi milik bangsa -ndonesia, sehingga 2alaysia Gii

mengklaim kebudayaan kebudayaan tersebut3 *taukah bangsa -ndonesia sendiri yang sesungguhnya bermasalah dengan perlindungan kebudayaannya, sehingga 2alaysia bisa melakukan klaim3 ,ari kedua kemungkinan tersebut, kemungkinan kedua adalah kemungkinan yang paling masuk akal, karena ke%il kemungkinan 2alaysia tidak mengetahui bah+a Aeog 4onorogo berasal dari -ndonesia, sementara 2alaysia mengimpor $openg Aeog dari -ndonesia. 4erlindungan terhadap kebudayaan tradisional di -ndonesia memang sangat lemah. Hal tersebut terbukti dari sistem hukum yang mengaturnya. !istem hukum yang ada belum begitu %ukup mengakomodir pelindungan terhadap kebudayaan tradisional. $erlihat misalnya pada minimnya pengaturan tentang perlindungan kebudayan dan kesenian. !atu satunya undang undang yang se%ara langsung mengatur tentang perlindungan kebudayaan adalah Bndang Bndang 8o. '( tahun .)). tentang Hak Cipta "BBHC#, itupun belum diatur se%ara rin%i. !elain itu, permasalahan mentalitas masyarakat -ndonesia yang lebih suka mengekor pada kebudayaan asing daripada kebudayaan bangsa sendiri juga menjadi salah satu penyebab rentannya kebudayaan tradisional kita diklaim oleh bangsa asing. Hal ini sangat berbahaya karena akan dapat mengeliminir kebudayaan asli yang dimiliki oleh bangsa ini yang pada akhirnya ketika kebudayaan itu tidak lagi dipedulikan oleh bangsa ini akan sangat mudah diklaim bangsa asing. /ika dilihat dari segi dampak, kebudayaan massa seringkali dirisaukan karena penyebarannya berjalan beriringan dengan kemajuan perkembangan komunikasi. !inetron "sebagai %ontoh kebudayaan massa# yang memiliki rating yang tinggi di kalangan masyarakat, itu pun hasil dari kontribusi perkembangan media komunikasi audio visual: televisi. Kembali kepada sinetron -ndonesia, < hal di atas ter%akup semuanya di dalam sinetron -ndonesia tanpa terke%uali. /ika memang masyarakat -ndonesia tidak sedang 7sakit keras7 maka berarti mereka tidak mempunyai pilihan tayangan untuk ditonton. 1alu masihkah kita berdiam diri3 !ebagian besar kita mungkin tengah mengalami krisis nasionalisme, atau bahkan kita malu menjadi orang -ndonesia. 8egara dengan sejumlah predikat terburuk di dunia, sarang koruptor, pembajak bahkan mungkin teroris. $erbelit sejumlah masalah multidimensi seperti angka kemiskinan yang spektakuler. /umlah pengangguran yang fantastis dan terus meningkat, kualitas !,2 yang rendah, ditambah lagi kualitas pendidikan dan kesehatan yang rendah, serta an%aman terhadap keamanan dan integrasi. Kita juga negara paradoks, kaya tapi sebagian rakyatnya hidup dalam kemiskinan bahkan mati kelaparan, seperti yang pernah terjadi di 4apua. -ndonesia kaya akan sumber daya alam tapi punya hutang luar negeri yang sangat besar jumlahnya, hingga masuk kelompok 8egara negara 2iskin 4enghutang Berat "Highly Inde/ted 7oor Countries,

Giii

HI7S#: banyak rakyat miskin dan kelaparan tapi para pejabatnya justru bergelimang keme+ahan. -ndonesia merupakan negara berkembang. *pa itu negara berkembang3 8egara berkembang adalah sebuah negara dengan rata rata pendapatan yang rendah, infrastruktur yang relatif terbelakang, dan indeks perkembangan manusia yang kurang, dibandingkan dengan norma global "8egara Berkembang: Jikipedia#. 4ada dasarnya, satu hal yang menghambat -ndonesia menjadi negara maju, yaitu ketergantungan. Ketergantungan -ndonesia terhadap Jorld Bank, -25, dan negara negara maju seperti *merika !erikat membuat -ndonesia tidak beranjak dari posisi berkembang menuju maju. 4adahal tidak diragukan lagi bah+a kekayaan alam -ndonesia itu sangat melimpah ruah, namun dengan sifat ketergantungan ini membuat posisi -ndonesia lemah di hadapan negara negara maju lainnya. ,apat kita lihat 4apua, seluruh kekayaan alam yang terkandung dimiliki *merika dengan 4$. 5reeport -ndonesia nya. 4$. $elkom $bk. yang <(K sahamnya dimiliki publik, hampir sebagian besar sahamnya dimiliki oleh pihak asing. 4erusahaan perusahaan s+asta di -ndonesia pun banyak yang dimiliki oleh pihak asing. Ketika kita dihadapkan pada keadaan identitas yang hilang, yang terjadi adalah penyesalan. ,i samping itu, pemuda yang menjadi generasi penerus telah tidak sadar kalau sedang dijajah. 4enjajahan saat ini memang bukan se%ara fisik, tetapi penjajahan budaya yang terjadi se%ara terang terangan. $elah terjadi modernisasi dan +esternisasi yang kita telan mentah mentah. 0ksisnya berupa universalisasi kultur tanpa memperhatikan budaya kita lagi dan menganggapnya kuno. 2aka daripada itu dibutuhkan formula untuk menjaga tradisi, serta khasanah budaya bangsa jangan sampai kita tidak mengenal diri kita sendiri. 4ermasalahan ini sangat dapat terjadi akibat dari "salah satunya# lemahnya sistem pendidikan di -ndonesia. Hal ini sangat mempengaruhi masa depan -ndonesia. Hanushek et al ".))=# menemukan bah+a pertumbuhan ekonomi dan budaya sangat berkaitan dengan kualitas sistem pendidikan. /ika sistem pendidikan -ndonesia tetap tidak mampu mengembangkan kepemimpinan dan sikap mempertahankan kebudayaan, maka bangsa ini akan semakin berkutat dalam masalah masalah dan menjadi semakin tertinggal bila dibandingkan dengan negara negara lain. !elama ini sistem pendidikan di -ndonesia terlalu menekankan materi yang bersifat hafalan bukannya kemampuan peme%ahan masalah "ba%a9 kemampuan kepemimpinan#. $abrina "Kompas, .C 2ei .))(# misalnya melaporkan bah+a sistem pendidikan -ndonesia tidak memberikan ruang untuk pemikiran alternatif yang dalamnya menguji kreativitas dan imajinasi. 2enurut $abrina, pendidikan yang ideal adalah yang dapat menuntun anak didik untuk bisa meme%ahkan masalah masing masing. 2eski banyak materi dalam

Giv

kurikulum yang seharusnya mengasah kemampuan peme%ahan masalah seperti matematika dan fisika, titik berat pengajaran tetap terletak pada hafalan pendekatan pendekatan untuk menyelesaikan persoalan persoalan tertentu tanpa pemahaman dan apresiasi makna yang melandasinya. *kibatnya, hasil pengajaran tersebut termasuk pola pikir sistematis dan etika berpengetahuan, sukar untuk diaplikasikan dalam kehidupan nyata. Kebanggan akan -ndonesia lalu menjadi persoalan yang mengemuka, terlebih bila dikaitkan dengan banjir arus informasi sebagai imbas dari perkembangan teknologi komunikasi. 2emang dengan makin terbukanya kran informasi, -ndonesia tidak ketinggalan dari negara lain, minimal dalam hal u)date isu isu mutakhir dunia. 8amun di sisi lain, banjir informasi tadi perlahan tapi pasti juga menggerus budaya lokal khas -ndonesia. -ni yang perlu menjadi perhatian serius. 4ersoalannya adalah bagaimana menyadarkan masyarakat. Bpaya penyadaran akan kebanggaan menjadi bagian dari bangsa besar bernama -ndonesia, selama ini dihadapkan pada nasionalisme semu. 8asionalisme ala buku teks pelajaran sekolah serta upa%ara kenegaraan. 8asionalisme yang selama ini membodohi karena masyarakat dibiarkan bermimpi dalam kondisi kondisi ideal yang sebenarnya semu. Bagaimana slogan seperti adil makmur berhadapan dengan kenyataan bah+a hampir >) juta masyarakat -ndonesia masih hidup di ba+ah garis kemiskinan. 2asyarakat kemudian menjadi bosan dan jenuh dengan slogan slogan seperti Cinta -ndonesia yang sudah kadung menganggap jargon jargon tadi tak lebih dari sekedar pepesan kosong belaka. 74erubahan7, satu kata yang tak asing dilontarkan oleh masyarakat di -ndonesia. 4ria +anita, tua muda, kaya miskin, semua menuntut perubahan terhadap negeri ter%inta kita, -ndonesia. Aakyat miskin menuntut perubahan akan kesejahteraan sosial, mahasis+a menuntut perubahan terhadap sistem pendidikan, +anita menuntut perubahan akan persamaan hak, seluruh pihak yang merasa tidak puas terhadap keadaan akan menuntut suatu perubahan, sedangkan pihak yang sudah nyaman dengan keadaan tidak akan berbuat apa apa dan %enderung tidak peduli akan tuntutan perubahan yang diajukan masyarakat yang merasa tidak puas "unsatis ied )eo)le#. 8amun, satu hal yang perlu diketahui, perubahan tidak akan terjadi tanpa tindakan. !eluruh masyarakat menuntut tanpa ada tindakan dan tanpa ada yang mendengarkan, maka tuntutan tersebut akan sia sia, per%uma, -ndonesia sangat membutuhkan suatu perubahan dari berbagai bidang. !alah satu bidang yang urgen akan perubahan adalah pendidikan.

Melindungi Kebudayaan Tradisional Sebagai Wu ud Nasionalis!e 8asionalisme merupakan manifestasi kesadaran nasional yang mengandung %ita %ita dan pendorong bagi suatu bangsa, baik untuk merebut kemerdekaan atau mengenyahkan penjajahan maupun sebagai pendorong untuk Gv

membangun dirinya maupun lingkungan masyarakat, bangsa dan negaranya. Kita sebagai +arga negara -ndonesia, sudah tentu merasa bangga dan men%intai bangsa dan negara -ndonesia. Hal ini senada dengan pandangan 4rof. !artono Kartodirdjo yang mengungkapkan bah+a nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa %inta yang +ajar terhadap bangsa dan negara, dan sekaligus menghormati bangsa lain. *pabila nasionalisme dipahami seperti dijelaskan di atas maka upaya perlindungan terhadap kebudayaan tradisional sangat relevan dengan semangat nasionalisme. Karena upaya perlindungan tersebut merupakan bentuk dari usaha rakyat -ndonesia untuk mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan negaranya sekaligus juga sebagai bukti bah+a rakyat juga men%intai dan bangga terhadap negara dan bangsanya dengan peduli terhadap hasil karya dan produk produknya. ,engan demikian, tidak terasa berlebihan apabila dikatakan bah+a adanya suatu upaya merevitalisasi perlindungan terhadap kebudayaan tradisional yang akhir akhir ini sering diklaim oleh bangsa asing merupakan +ujud rasa nasionalisme rakyat -ndonesia. 6leh karenanya upaya tersebut harus dilakukan se%ara optimal dengan harapan rasa nasionalisme rakyat -ndonesia akan semakin terpupuk dan meningkat yang dengannya akan men%iptakan rasa kepemilikan atas dasar %inta yang mendalam terhadap apa saja yang berbau bangsa dan negara -ndonesia ter%inta termasuk kebudayaan tradisionalnya. ,alam perspektif masyarakat China, masalah hari ini adalah peluang di masa datang. 4andangan ini pun hendaknya menjadi pijakan kita dalam menyelesaikan bayangan masalah yang potensial timbul dalam usaha menabur benih nasionalisme konsumen di -ndonesia. &enerasi digital sebagai garda terdepan dalam usaha ini, perlu mendesain ulang aksi dan +a%ananya agar bayangan masalah tersebut dapat menjadi peluang untuk menan%apkan nasionalisme di tubuh konsumen -ndonesia. ,alam proses ekspansi budaya ini, kita pun memerlukan metode penyebaran yang tepat. 2eskipun kita telah melakukan industrialisasi batik, namun permintaan batik di luar negeri tidak akan serta merta melonjak karena pasar harus tertarik lebih dahulu dengan produk batik. 1alu bagaimana kita akan mempromosikan begitu banyak budaya kita kepada pasar luar negeri3 Bahkan untuk memperkenalkannya saja sudah sulit. 2enurut $urner "'(=<#, budaya pop dan media massa memiliki hubungan simbiotik di mana keduanya saling tergantung dalam sebuah kolaborasi yang sangat kuat. Kepopuleran suatu budaya sangat bergantung pada seberapa jauh media massa gen%ar mengampanyekannya. Begitu pula media massa hidup dengan %ara mengekspos budaya budaya yang sedang dan akan populer. 2aka kita harus memprioritaskan terlebih dahulu produk produk budaya yang berkaitan dengan komunikasi massa. 4enulis memilih industri film sebagai langkah a+al ekspansi

Gvi

budaya se%ara serius. 5ilm yang penulis maksud meliputi film layar lebar dan sinetron di televisi. 5ormat audio visual memungkinkan film untuk menarik perhatian lebih besar, menjadikannya efektif dalam komunikasi massa. *lur %erita akan memudahkan para menonton untuk menangkap maksud film dengan %ara yang menyenangkan, sementara film juga mudah disisipi pesan pesan sampingan yang tidak begitu disadari seperti iklan dan propaganda. *pabila produk produk budaya yang kita pelopori oleh perfilman telah berhasil meraih pasar dan menumbuhkan minat terhadap budaya -ndonesia di man%a negara, maka tugas berikutnya adalah memelihara dan mengembangkan minat itu dari sebuah infiltrasi menjadi suatu gelombang budaya -ndonesia yang deras. 4ada tahap ini, produk produk budaya lainnya seperti musik, literatur, hingga fashion akan berperan penting untuk menarik dan mengikat minat budaya itu lebih juah dan lebih kokoh lagi. /ika kelompok kelompok fans telah terbentuk di man%a negara, maka para selebriti -ndonesia akan meraih momentumnya untuk go international. $rend trend yang berlaku di -ndonesia akan turut digandrungi pula di negara negara yang telah menerima ekspansi budaya kita. -ni bisa diiringi pula dengan masuknya produk produk lain seperti beragam manufaktur yang memba+a nama dan gaya hidup -ndonesia. !elangkah demi selangkah, kita menuju hegemoni budaya -ndonesia. ,an jika saatnya tiba, kita boleh tersenyum melihat budaya -ndonesia berkibar di mana mana. 4enulis telah memikirkan untuk men%apai keberhasilan dalam memajukan kebudayaan -ndonesia. 4elajaran pertama yaitu tentang bagaimana memaknai sebuah nasionalisme, jangan pernah tinggalkan -ndonesia. Aasa malu dan muak pun harus kita tinggalkan. 4elajaran kedua untuk beranilah bermimpi, hingga membuahkan hasil yang spektakuler! !ama halnya dengan -ndonesia dalam konteks negara. -ndonesia memiliki potensi meskipun juga terbelit dengan begitu banyak masalah multidimensi. Kita harus optimis dan berani bermimpi, bah+a kita mampu menjadi negara yang besar di kemudian hari. 4elajaran ketiga yaitu 2ust /e yoursel + Kita tak harus menjadi orang lain untuk menjadi berguna bagi -ndonesia. 2ust /e you8 Kenali diri, gali potensi dan maksimalkan sosok berpotensi yang harus tumbuh dan berkembang di semua lini kehidupan9 politik, ekonomi, sosial, seni dan budaya, pendidikan dan pertanian, peternakan, kesehatan, dan semuanya, sebagai tiang penyangga yang akan membangun mimpi besar -ndonesia di kemudian hari. 4elajaran berharga keempat adalah think glo/ally, act locally+ 2isalnya, seorang ,ynand bermimpi menjadikan /ember sebagai Kota Karnaval yang setara dengan Kota Karnaval kelas dunia dengan menjadikan Aio de /enairo sebagai pembanding. ,an pelajaran yang terakhir atau kelima adalah or1ard looking atau berpikir jauh ke depan dan meren%anakan apa yang akan kita lakukan satu atau tiga bahkan beberapa tahun ke depan.

Gvii

!elain itu, pemerintah perlu melakukan terobosan dengan memberlakukan Hari Budaya 8usantara. Hari di mana tiap tiap provinsi atau minimal desa memiliki hari budaya masing masing yang telah disepakati oleh perangkai pemerintah setempat. !etiap daerah +ajib menggali budaya daerah serta mentransformasikannya ke dalam sebuah pertunjukkan budaya di daerah tersebut. 4enentuan hari budaya juga tidak sembarangan karena harus memiliki nilai nilai history serta muatan lokal yang berkembang di daerah masing masing. *da beberapa keuntungan yang bisa diperoleh dengan diselenggarakannya Hari Budaya 8usantara bagi pemerintah dan +arga setempat. 4ertama, inventarisasi aset budaya bangsa. ,engan hari tersebut, kita bisa mempatenkan budaya tiap tiap daerah serta bisa juga membuat data/ase seluruh budaya -ndonesia. /adi, kita mampu membungkam anggapan bangsa asing bah+a kita mengabaikan budaya kita sendiri! Kedua, nation /uilding and character /uilding yang ter+ujud. *genda ini mampu membangkitkan +a+asan kebangsaan. ,engan mengetahui nilai nilai budaya dan sejarah yang terkandung dalam Hari Budaya 8usantara di tiap tiap daerah, akan mampu membangkitkan rasa nasionalisme serta mampu membentuk karakter bangsa yang asli. 6rang -ndonesia yang rajin, ramah, telaten, dan beradab akan menjadi %ermin bah+a pembangunan budaya juga ikut andil dalam pembangunan karakter bangsa. ,iharapkan dengan ini kita juga bisa memadukan kearifan lokal nilai nilai global, sehingga adopsi yang kita lakukan mampu membentuk budaya dan karakter yang unik dan khas untuk -ndonesia. !ikap mental sebagian besar masyarakat -ndonesia belum %o%ok untuk pembangunan. 6leh sebab itu sikap mental bangsa -ndonesia harus diubah, di%o%okkan dan dimatangkan untuk pembangunan. $erutama konsep memandang buruk, apabila seseorang menonjol "yang merupakan salah satu aspek dari pranata gotong royong# menjadi penghalang bagi manusia -ndonesia untuk berkembang dan terus menerus menyempurnakan mutu karyanya, disebabkan oleh ejekan ejekan dan tuduhan masyarakat, bah+a ada orang yang ingin maju sendiri. Ketiga, mengangkat ekonomi masyarakat dan negara. Hari Budaya 8usantara yang berbeda tiap daerah memungkinkan setiap saat dikunjungi +isata+an domestik maupun internasional. !e%ara otomatis akan menambah devisa negara dan menjadi penghasilan tambahan bagi masyarakatnya. $idak boleh dilupakan juga perlunya promosi, pengelolaan serta bantuan pemerintah untuk membantu budaya di tiap tiap daerah untuk terlaksana dan berkembang karena hal ini bersifat mutualisme. 4enulis berpikir bah+a strategi utama untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah dengan membangun sinergitas 5nline dan 5 line. !inergi antara dunia 5nline dan o lline ini dapat ter+ujud menjadi . "bentuk# bentuk, yaitu Gviii

pertama, sinergi dalam +a%ana dan kampanye %inta produk dalam negeri. Ja%ana dan kampanye memupuk nasionalisme konsumen di ranah maya sudah sangat baik. 8amun, mengingat mayoritas masyarakat -ndonesia belum familiar dengan dunia internet maka semestinya kampanye tersebut juga dilakukan di ranah 5 line. 4ara pengusung gerakan ini dapat melakukannya seperti yang dilakukan oleh para pebisnis pebisnis ke%il di *!. 2ereka melakukan kampanye tersebut dengan turun langsung ke lapangan guna mengedukasi masyarakat akan pentingnya membeli produk produk lokal. 4ara pengusung kampanye ini pun dapat men%ipta pelbagai seminar, penyuluhan ataupun program program sosial lainnya guna menabur benih nasionalisme konsumen di -ndonesia. ,engan sinergi ini, usaha menabur benih nasionalisme konsumen akan lebih nyaring, karena dengan internet ide tersebut akan %epat menyebar dan dengan aktivitas darat ide tersebut akan %epat mengakar. Kedua, menguatkan keterlibatan publik melalui 6I64 dan !6H6. Bsaha menabur benih nasionalisme konsumen selama ini %enderung digiring pada logika pemenuhan patriotisme dan nasionalisme belaka. Bsaha ini terkadang menihilkan agenda utama di balik kampanye ini9 kemandirian dan kreativitas bangsa. 2enurut penulis, selain kampanye di ranah maya, pemerintah dan generasi digital perlu membangun keterlibatan masyarakat dalam men%ipta produk produk lokal. ,i /epang, pemerintahnya telah mengeluarkan kebijakan 6ne Iillage 6ne 4rodu%t "6I64#. !etiap desa di /epang, diharuskan untuk menghasilkan minimal satu produk unggulan yang dapat menjadi sumber penghasilan daerahnya. 4rogram ini mestinya dapat ditiru oleh pemerintah -ndonesia. !etiap desa dituntut untuk mengeluarkan produk sesuai potensi yang dimilikinya sehingga produk tersebut dapat menjadi ikon desa tersebut. 4rogram ini memiliki beberapa manfaat sekaligus, yaitu mengasah kreativitas masyarakat dalam memberdayakan potensi daerahnya, men%iptakan lapangan kerja baru dan berkontribusi dalam dinamika produksi yang pada akhirnya terus menggiatkan roda perekonomian negara.

Se u!la" Home Work #P$% -ndustrialisasi budaya merupakan sebuah pilihan dilematis, akan industri yang %enderung berorientasi pasar dikha+atirkan justru akan menurunkan kualitas budaya, karena menyerahkannya pada selera pasar yang belum tentu bermutu. Hal ini bisa kita saksikan misalnya pada dunia sinetron kita yang sangat memprihatinkan. $ayangan yang sifatnya membodohi bahkan merusak seperti ini memang meresahkan. 6leh karena itu, pemerintah harus %ampur tangan dengan mengontrol kualitas produk produk budaya sebagai bentuk tanggung ja+ab sosial budaya sekaligus strategi pen%itraan -ndonesia di mata dunia. 4roduk produk budaya yang yang berorientasi ekspor akan memba+a misi budaya kita GiG

ke seluruh dunia. !ehingga patut diberi perhatian. /angan sampai sinetron dan film film sampah bisa lolos ekspor. !ebagai konsekuensi dari peningkatan kualitas produk, maka pemerintah pun +ajib mengeluarkan kebijakan yang memudahkan sektor industri budaya kita. Beban pajak yang tinggi selama ini dikenakan kepada produk dan aktivitas kebudayaan harus dikurangi, atau pengalokasiannya ditujukan se%ara jelas bagi perkembangan budaya itu sendiri. !elain itu, pemerintah juga dapat memberlakukan subsidi silang dengan menggunakan pajak pajak dari sektor budaya pop untuk membiayai keberlangsungan higher culture. Kita semua sangat menanti dukungan dan peran aktif pemerintah. Kemudian ada hal hal yang masih mengganjal bagi penulis mengenai kebudayaan kita ini. !ementara kita membi%arakan ekspansi budaya, ada ketimpangan yang sangat nyata dalam perkembangan kebudayaan kita selama beberapa dekade terakhir. Kebijakan sentralisasi yang dulu diterapkan telah menjadikan /akarta sebagai satu satunya episentrum kebudayaan di -ndonesia yang memberi pengaruh langsung ke seluruh negeri. Katakan apa itu film nasional3 Bohong, yang ada hanya lah film film dan artis artis /akarta. Koran koran dan televisi televisi /akarta. *pa itu 2onas3 2onumen nasional3 Bohong, itu monumen yang ada di emblem 4emerintah ,aerah "4emda# ,K- /akarta. 2ungkin kita perlu mengingat kembali apa itu kebudayaan nasional. ,alam penjelasan pasal >. Bndang undang ,asar '(<C diterangkan bah+a, Ke/udayaan /angsa ialah ke/udayaan yang tim/ul se/agai /uah usaha /udi rakyat Indonesia seluruhnya+ Ke/udayaan lama dan asli yang terda)at se/agai )uncak-)uncak ke/udayaan di daerah-daerah di seluruh Indonesia, terhitung se/agai ke/udayaan /angsa+ 9saha ke/udayaan harus menu:u ke arah kema:uan ada/, /udaya, )ersatuan, dengan tidak menolak /ahan-/ahan /aru dari ke/udayaan asing yang da)at mem)erkem/angkan atau mem)erkaya ke/udayaan /angsa sendiri, serta mem)ertinggi dera:at kema:uan /angsa Indonesia+ 4ara penyusun undang undang ini sadar bah+a masyarakat kita sejak dulu telah memiliki banyak pun%ak kebudayaan, bukan hanya satu. Konsep kebangsaan kita unik karena memayungi ratusan suku, bangsa, budaya, dan bahasa yang berbeda ke dalam satu identitas baru yaitu -ndonesia. Harus diakui, konsep kebangsaan kita memang didefinisikan oleh penjajah. -tu menjelaskan mengapa masyarakat Aiau harus berbeda bangsa dengan masyarakat /ohor meski mereka berbagi budaya yang sama di masa lalu. /uga mengapa mayarakat $imor $imur dan $imor Barat harus berbeda bangsa meski sesama anak $imor. /uga putra putri ,ayak, 4apua, dan lainnya yang terbelah oleh batas batas teritorial yang dulu dibuat oleh para penjajah dan kini di+ariskan dalam bentuk negara negara bangsa "nation-states# modern seperti yang kita kenal saat ini.

GG

PENUTUP 6leh karena itu, nasionalisme yang kita miliki sepatutnya dipahami se%ara bijak. Bah+a bangsa -ndonesia terdiri dari bangsa bangsa yang berbeda, yang dulu memutuskan untuk bersatu karena kesamaan nasib di ba+ah penjajah yang sama. ,an karena nasionalisme kita bertujuan memerdekakan seluruh negeri dari penjajah, maka sangat tidak pantas jika Aepublik -ndonesia dijadikan alat penjajahan baru. Bentuk negara kesatuan tidak boleh dijadikan alasan untuk mematikan keragaman identitas bangsa bangsa yang kini bernaung dalam rumah -ndonesia. 0ra reformasi saat ini menjadi tantangan bagi masyarakat -ndonesia untuk mematahkan dominasi pusat terhadap kebudayaan nasional. ,alam semangat desentralisasi saat ini, penulis sangat berharap di masa depan nanti perkembangan kebudayaan nasional kita akan berlangsung lebih adil. Kita butuh lebih banyak lagi pusat pusat kebudayaan di seluruh dunia, bukan hanya di /akarta. Beberapa +aktu lalu, penulis mendengar berita tentang peresmian $rans !tudio di 2akassar. $erlepas dari sejumlah kritik mengenai efek efek negatif yang ditimbulkannya, penulis %ukup salut karena pembangunan pusat hiburan sebesar itu merupakan suatu bentuk keberanian untuk berpaling dari /akarta. 4erkembangan kebudayaan nasional se%ara dinamis yang didorong oleh desentralisasi akan menghadirkan +ajah kebudayaan -ndonesia yang lebih integratif dan representatif. ,an apabila putra putri -ndonesia telah mampu untuk berdiri lebih setara dari !abang sampai 2erauke, maka kita akan lebih mudah bersatu untuk melebarkan sayap kebudayaan kita ke man%a negara. 2arilah kita memaknai se%ara penuh arti sebuah nasionalisme, betapapun kita tak bangga bahkan mungkin muak dan malu menjadi orang -ndonesia, jangan pernah tinggalkan -ndonesia! Aasa malu dan muak itu harus kita yang melakukannya! ,arinya penulis bisa menyimpulkan, ke depan interaksi antarnegara dalam rangka saling mengartikulasikan kepentingan kepentingannya akan semakin intens, dan kompetisi pun akan kian mengentara. ,i titik inilah sebuah negara yang besar dan kuat bisa menatap masa depannya dengan lebih optimis, sehingga mampu keluar dari kungkungan pesimistis dan mampu bertindak dengan efektif menyelesaikan masalah.

DA&TA$ PUSTAKA

GGi

*nderson, Benedi%t. .)).. Imagineg Communities8 Komunitas-komunitas -er/ayang. Dogyakarta9 -nsist 4ress dan 4ustaka 4elajar Beberapa Kebudayaan -ndonesia yang ,iklaim 2alaysia, dalam http9LL+++.malingsia.%omL.))(L)=Lbeberapa kebudayaan indonesia y diklaim malaysiaL, diakses tanggal .) 2aret .)') http9LL+++.ni%hibun.a%.jpLresear%hLteamMar%hiveLar%vhive.)Me.htmlNe -bn Khaldun, 5ranH Aosenthal, 8. /. ,a+ood. '(?;. -he "u;addimah8 An Introduction -o History. 4rin%eton9 Bniversity 4ress $unggul *lam, Ja+an "ed#. .))'. 0ung Karno8 Demokrasi -er)im)in "ilik !akyat Indonesia+ /akarta9 &ramedia $urner, Kathleen /. '(=<. "ass "edia and 7o)ular Culture. Chi%ago9 !%ien%e Aesear%h *sso%iates

GGii