Anda di halaman 1dari 16

JOURNAL READING

Improved outcomes of incarcerated femoral hernia: a multivariate analysis of predictive factors of bowel ischemia and potential impact on postoperative complications

Oleh: Aswin Fauziah

Abstrak

Banyak penelitian yang fokus pada faktor resiko dari reseksi usus pada hernia inguinalis, hanya sedikit penelitian pada hernia femoralis Studi ini mengindentifikasikan temuan klinis dan parameter analitik yang berhubungan dengan iskemia usus pada pasien hernia femoralis inkarserata. 86 pasien dengan hernia femoralis inkarserata dianalisa, hasilnya 8 pasien menjalani reseksi usus. Faktor yang berhubungan dengan iskemia usus adalah dengan pemberian oral antikoagulan dan durasi dari gejala lebih dari 3 hari Tidak ada hubungan antara leukositosis, tanda-tanda radiografi dari obstruksi usus dengan tingkat reseksi usus. Morbiditas dan mortalitas dapat diturunkan melalui rujukan ke rumah sakit segera, pemeriksaan pra operasi yang cepat dan operasi cito.

Pendahuluan

Hernia femoralis 2%-8% dari semua hernia inguinalis pada orang dewasa Terjadi pada dekade keempat dan ketujuh Wanita 2-5 kali lebih sering dari laki-laki Sering dengan inkarserata Diagnosis dini penting penundaan iskemia+nekrosis jaringan reseksi usus morbiditas dan mortalitas tinggi Terapi operasi segera

STUDI DAN DESAIN PENELITIAN

metode analitik, longitudinal, observasional, studi kohort retrospektif 86 pasien dewasa yang menjalani perawatan darurat untuk hernia femoralis inkarserata di Rumah Sakit Umum La Mancha Centro, Ciudad Real, Spanyol, antara tahun 1995-2009 Cek pre op (analisis darah, ekg, radiografi thorax dan abdomen serta konsultasi anestesi) untuk pasien pada terapi anti koagulan, secepatnya diterapi dengan (vit K, infus plasma dan atau pengaktifan protrombin kompleks). Identitas pasien, klinis, hasil lab, rontgen, komplikasi pasca operasi, infeksi, teknik bedah, lama ranap, kematian

ANALISIS

Uji t, chi square, uji fisher, signifikan jika p<0.05 Indentifikasi faktor prediksi reseksi usus yg disebabkan oleh iskemia dg analisis regresi logistik berganda Variabel dependen: ada tidaknya iskemia usus Regresi logistik sederhana utk menentukan hubungan masing2 variabel prediksi potensial dg variabel dependen (p 0,25)

HASIL
Tabel 1. karakteristik pasien
Variabel Jenis kelamin (%) Laki-laki Perempuan Usia Durasi Gejala Gejala Penyerta Tidak Ada Ada Penyakit Cardiopulmonar Tidak ada Ada Oral Antikoagulan Tidak ada Ada DM Tidak ada Ada Tumor Femoralis Tidak ada Ada Nyeri Tidak ada Ada Mual-muntah Tidak ada Ada Demam Tidak ada Ada Tanda Obstruksi usus pada radiografi abdomen Tidak ada Ada Leukositosis Tidak ada Ada Lama Rawat Inap Teknik Operasi Anterior Total (N=86) 20 (23,3) 66 (76,7) 68,4 18,3 2,2 1,3 56 (65,1) 30 (34,9) 57 (62,3) 29 (33,7) 76 (88,4) 10 (11,6) 82 (95,3) 4 (4,7) 22 (25,6) 64 (74,4) 9 (10,5) 77 (89,5) 42 (48,8) 44 (51,2) 84 (97,7) 2 (2,3) 49 (56,9) 3 (43,1) 55 (63,9) 31 (36,1) 5,6 3,6 46 (53,5) Tanpa Reseksi Usus (N=78) 17 (21,8) 61 (78,2) 67,7 18,8 2,1 1,2 53 (67,9) 25 (32,1) 52 (66,7) 26 (33,3) 71 (91,1) 7 (8,9) 74 (94,9) 4 (5,1) 21 (26,9) 57 (73,1) 7 (8,9) 71 (91,1) 40 (51,3) 38 (48,7) 78 (100) 0 46 (58,9) 32 (48,7) 53 (67,9) 25 (32,1) 4,8 2,6 44 (56,4) Dengan Reseksi Usus (N=8) 3 (37,5) 5 (62,5) 75,7 10,4 3,3 1,5 3 (37,5) 5 (62,5) 11 5 (62,5) 3 (37,5) 0,0471 5 (62,5) 3 (37,5) 11 8 (100) 0 0,6741 1 (12,5) 7 (87,5) 0,1961 2 (25) 6 (75) 0,2661 2 (25) 6 (75) 0,0081 6 (75) 2 (25) 0,2821 3 (37,5) 5 (62,5) 0,0231 2 (25) 6 (75) 13,3 3,1 2 (25) P value 0,381

0,242 0,0172 0,1211

< 0,0012 0,1381

HASIL
Tabel 2. Durasi dari gejala pasien saat dirawat di rumah sakit
Total Durasi (N=8 gejala 6) 3 hari < 3 hari 73 13 69 (94,5) 9 (69,2) 4 (5,5) 0,016 4 (30,8) usus (N=78) % usus (N=8) % value Tanpa reseksi Dengan reseksi P

Tabel 3. Faktor Resiko reseksi usus karena iskemia

Faktor Resiko
Lama gejala >3 hari Oral Antikoagulan

P value
0,015 0,016

OR (95% CI)
2,1 (1,15-3,67) 9,6(1,53-60,76)

Tabel 5. Komplikasi post operasi


Variabel Total (N=86) Tanpa reseksi usus (N=78) Komplikasi umum Tidak Ya Pneumonia (%) 77 (89,5) 9 (10,5) 74 (94,9) 4 (5,1) 3 (37,5) 5 (62,5) < 0,001 Dengan reseksis usus (N=8) p value

Tidak
Ya Luka infeksi (%) Tidak Ya Mortalitas (%) tidak

84 (97,7)
2 (2,3)

77 (98,7)
1 (1,3)

7 (87,5)
1 (12,5)

0,18

79 (91,9) 7 (8,1)

75 (96,2) 3 (3,8)

4 (50) 4 (50)

0,001

84 (97,7)

78 (100)

6 (75)

0,008

Ya

2 (2,3)

0 (0)

2 (25)

PEMBAHASAN
menunjukkan 2 faktor resiko independen untuk reseksi usus pada pasien dengan hernia femoralis inkarserata 1. Pasien yang menggunakan oral antikoagulan memiliki resiko lebih tinggi terkena iskemia usus 2. Lama durasi gejala (>3 hari) sampai dengan waktu operasi dengan risiko yang lebih tinggi untuk reseksi usus

KESIMPULAN
bahwa ada hubungan yang signifikan antara asupan oral antikoagulan dan durasi gejala pada pasien dengan hernia femoralis inkarserata dan nekrosis usus Perlu operasi cito tingkat rata-rata reseksi usus antara pasien dengan hernia femoralis inkarserata dapat dikurangi jika faktorfaktor tersebut dikendalikan dengan baik.

TINJAUAN PUSTAKA

PATOFISIOLOGI
Pintu masuk hernia femoralis adalah anulus femoralis selanjutnya ke kanalis femoralis yang berbentuk seperti corong sejajar dengan vena femoralis dan keluar pada fosa ovalis dilipat paha (Sjamsuhidajat & De jong, 2010).

Hernia femoralis memiliki risiko terjepit yang tinggi karena kanalis femoralis sempit dan aliran darah menuju visera dalam kantung hernia mudah terganggu sehingga sering terjadi sumbatan usus (Faiz & Moffat, 2004)

diagnosis
Hernia reponibel : benjolan di lipatan paha muncul waktu mengangkat barang dan batuk (meningkatkan tekanan intra abdomen Hernia inkerserasi/ strangulasi : nyeri, mual, muntah
(Sjamsuhidajat & De jong, 2010).

Pemeriksaan fisik: Benjolan lunak di lipatan paha di bawah ligamentum inguinale. Medial v.femoralis, lateral tuberkulum pubikum
(Sjamsuhidajat & De jong, 2010).

Ziemen test Posisi berbaring, bila ada benjolan dimasukkan dulu (biasanya oleh penderita). Hernia kanan diperiksa dengan tangan kanan. Penderita disuruh batuk bila rangsangan pada : jari ke 2 : Hernia Inguinalis Lateralis. jari ke 3 : hernia Ingunalis Medialis. jari ke 4 : Hernia Femoralis.

Diagnosis banding

terapi
Prinsip operasi hernia femoralis Herniotomi dengan eksisi komplit dari kantong hernia Menggunakan benang yang tidak diserap Hernioplasti dengan reparasi defek fasia transversalis dengan ligamentum cooper atau mesh, degan tujuan mempersempit anulus femoralis (Sjamsuhidajat & De jong, 2010).

a) Didekati dari krural --> tanpa membuka kanalis inguinalis, biasanya pada perempuan b) Pendekatan inguinal --> membuka kanalis inguinalis sambil menginspeksi dinding poteriornya, biasanya pada laki-laki sebab sering disertai hernia inguinalis medialis c) Pendekatan kombinasi --> dipilih pada hernia inguinalis inkerserata, hernia residif atau kombinasi dengan hernia inginalis (Sjamsuhidajat & De jong, 2010).

Alhamdulillah

terimakasih