Anda di halaman 1dari 6

SNI 13-6350-2000

Standar Naslond Indomesla

Demarkasi di lorong, jalan lintas, daerah bebas rintangan, dan tempat penyimpanan barang

K S 73.020

Badan Stantkrdisasl NasJonal

Latar belakang Dernarkasi atau garis batas berwarna. di lokasi kerja perlu rnendapat perhatian dalarn upaya peningkatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Pernberian batas dernarkasi dilakukan di lorong ternpat penyirnpanan barang, ternpat perlintasan, dan di suatu ternpat yang hams bebas dari rintangan. Penerapar: dernarkasi diharapkan dapat rnencegah te rjadinya kecelakaan Oleh karena itu, demarkasi di lorong, jalan lintas, daerah bebas rintangan dan ternpat penyirnpanan barang perlu distandarkan.

Daftar isi

Halaman
1.

Ruang lingkup ................................................... Acuan .............................................................

1 dari 3
1 dari 1 dari 3

2.
3.
4.

............................................................. Defin~sl
Standar warna dan lebar garis demarkasi ................

..

2 dari 3

Demarkasi di lorong, jalan lintas, daerah bebas rinbngan, dan ternpat penyimpanan barang

1. Ruang lingkup Standar ini meliputi, acuan, definisi, standar warna dan leoar demarkasi untuk dl lorcng, jalan lintas, daerah bebas ~ n t a n c a n ,dar: penyirnpanan barang . !ernpat

2. Acusn

a. Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Republik Indonesia No. 555.K126/M.PEl 1995 pasal 107 Penempatan Alat Pemadarn Api.

b. National Occupational and Safety Association (NOSA) Standard 1.21.


Aisles and storage demarcated Demarcation code and dimension Audit guidelines Health and safety standard, implementation
c

Australian Standard

AS 1657, 1992 Fixed Platforms, walkways,

stairways and ladder -deign, constructions and installation. d. Australian Standard AS 1318, 1985. Use of color for marking of physical hazard and the identification of certain equipment in industry e. Australian Standard AS 2700, 1996. Color standar for general purposes.

3. Definisi

a. Dernarkasi adalah tanda batas berupa garis yang terdapat di lantai dan ditandai dengan perbedaan warna sesuai dengan kegunaannya.
b. Lorong adalah jalan kecil dalam daerah kerja.
c. Jalan lintas adalah jalan yang dlkhususkan bagi pejalan kaki.

d Tempat penyimpanan barang adalah tempat atau lokasi penunipukan

barang.

4.

Standar warna dan lebar garis demarkasi a. Seluruh lorong haws diberi dernarkasi dengan warna kuning, terang yang jelas dengan lebar 75 rnrn (Garnbar 1).

kuning terang Garnbar 1 Demarkasi untuk lorong


:

b. Jalan lintas harus diberi dernarkasi dengan garis yang berwarna merah

) . tua dengan lebar 75 rnrn (Garnbar 2

Garnbar 2. Dernarkasi jalan lintae


c. Daerah ternpat penyirnpanan peralatan K3 hams didemarkasi dengan

latar belakang warna putih disertai dengan garis miring warna hijau selebar 75 rnrn dengan jarak antaranya 75 rnrn (Garnbar 3). putih tebal 75 rnrn hijau tebal 75 rnrn Garnbar 3. Dernarkasi tempat penyinpanan peralatan K3 d. Daerah yang bebas dari tumpukan barang di depan panel listrik tidak boleh kurang dari 800 rnrn. Daerah ini hanis didernarkasi dengan warna hijau selebar 75 rnm di lantai yang ada didepan panel listrik (Garnbar 4).

Garnbar 4. Demarkasi daerah bebas tumpukan di depan panel listrik

e. Seluruh daerah tempat penyimpanan barang hams dengan jelas diberi garis demarkasi berwarna abu-abu dengan lebar 75 rnm dibagian dalam dan berdampingan dengan garis tepi berwarna kuning selebar

75 mm (Gambar 5). +abu - abu


Gzrnbar 5. Dpmarkasi daerah penyimpanan
f. Warna gat% demarkasi tidak boleh pudar.

g. Daerah demarkasi tidak boleh terhalang oleh benda apapun

3 dari 3