P. 1
Carut Marut Turotsi a.k.a Perhimpunan Al Irsyad

Carut Marut Turotsi a.k.a Perhimpunan Al Irsyad

|Views: 550|Likes:
Dipublikasikan oleh fakta
Carut marut, begitu istilah yang kita sebutkan pada sebuah keadaan yang sudah tidak menentu. “Perhimpunan Al-Irsyad melaporkan Direktur Bina Media Sabili, Lutfi Attamimi ke pihak kepolisian dengan tuduhan pencemaran nama baik. Hal ini disampaikan sendiri oleh Ketua Umum DPP Perhimpunan Al-Irsyad, Yusuf Baisa, di Sekretariat Perhimpunan Al-Irsyad, Jalan Matraman Raya no. 70, Jakarta Timur, Selasa sore (6/10).” Demikian ungkap Republika tanggal 6 Oktober 2009 kemarin, nampak kental adanya aroma pertikaian sesama Al Irsyad.

Siapa Lutfi Attamimi ? Dialah musuh besar Perhimpunan Al-Irsyad (PAI) yang dinahkodai Yusuf Utsman Bai’sa, Lc (dai resmi Ihya at Turots al Islami, Kuwait, lihat gambar 4). Lufti berposisi sebagai Sekretaris Majelis Hubungan Luar Negeri di Al Irsyad periode 2000 – 2005, yang dipimpin rival Yusuf Baisa, yakni Ir. Hisyam Thalib. Beberapa bulan kemudian posisi ketua umum PP Al Irsyad Islamiyyah pimpinan Hisyam Thalib digantikan oleh Abdullah Mubarak Djaidi.[1]

Demi menyukseskan perhelatan akbar, agar bisa mengukuhkan diri Yusuf Ba’isa, maka mereka rela merogoh kocek sebesar setengah milyar rupiah, guna mengadakan muktamar perdana wadah Al Irsyad baru, Perhimpunan Al Irsyad.[2] Dengan begitu resmi sudah adanya dua organisasi bernama Al Irsyad, sama-sama memiliki DPP, DPW, DPC.

Yang satu bernama Perhimpunan Al Irsyad (PAI) tanpa “Islamiyyah”, mungkin agar warga Al Irsyad non muslim bisa bergabung ? Wallahu a’lam. Sementara yang satu Perhimpunan Al Irsyad Islamiyyah (PAII) yang lebih dikenal sebagai Al Irsyad Al Islamiyyah. Lambang kedua organisasi tersebut mirip dan hanya merubah obor merah menjadi bintang, sisir menjadi bulan sabit dan perubahan huruf Arab dari berbunyi “Al-Irsyad Al-Islamiyah‘’ menjadi “Jam’iyah Al-Irsyad” . [3]

Praktek Demoskratos pada Turotsi
“Lewat Muktamar 2009 Perhimpunan Al Irsyad, Yusuf bin Usman bin Muhammad Baisa diangkat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perhimpunan Al Irsyad.” Demikian tulis majalah Gema Al Irsyad terbitan PAI, yang menyampaikan tanggal 23 – 25 Maret 2009 silam diangkatnya Yusuf Baisa menjadi Ketum PAI. PAI adalah organisasi tandingan Perhimpunan Al Irsyad Al Islamiyyah (PAII). Ya, paska kemenangan Al Irsyad Al Islamiyyah Hisyam Thalib, Yusuf Baisa kehilangan kantor nan mahal di bilangan Kramat Raya, yang nilainya sekitar 2 milyar rupiah. Yusuf menggulirkan nama baru berbau ‘Al Irsyad’ juga, dengan nama Perhimpunan Al Irsyad. [4]

Di kalangan pengikut, pembela dan simpatisannya, Al Irsyad kubu Yusuf Baisa cs ini diberi sentuhan keakraban dengan julukan “Al Irsyad yang Salafi” (agar mudah dalam membedakan dengan kubu Al Irsyad lainnya), iya semestinya mereka lebih terpuji jika jujur menamakannya sebagai Perhimpunan Al Irsyad Demoskratos.

Yusuf demi mempertahankan pendapat dan pendapatan sekaligus, rela menyewa body guard dari Jogja. Namun dasar nasib lagi apes, Yusuf tetap terpaksa harus menggigit jarinya. Walau sudah menyerang Lutfi Amir At Tamimi (PP Al Irsyad Al Islamiyyah, Sekretaris Hubungan Luar Negeri), sehingga harus mengganti kacamata dan wajahnya dicerowok oleh sang preman.[5] Namun tindakan fisik Dja’far Umar Thalib tersebut dibiarkan saja, tanpa berani melaporkan kasusnya kepada kepolisian yang sedang siaga disana.[6]

Jelas disini ada dua kubu besar Al Irsyad di Indonesia yang masih berseteru, kubu Hisyam Thalib & Abdullah Jaidi vs kubu Yusuf Utsman Ba’isa, Lc. Chalid Bawazir plus sang teman akrab Ali Hasan cs (markaz Albani, Yordania) yakni tuan Abdurrahman At Tamimi, Lc (Direktur STAI Ali bin Abi Thalib, Surabaya) berada di bawah tandzim Al Irsyad Yusuf Ba’isa. Ormas bentukan Yusuf tersebut, resmi terdaftar di Departemen Dalam Negeri dengan Surat Keterangan Terdaftar tertanggal 14 November 2007.[7] Sejak saat itulah, Yusuf resmi pada tanggal tersebut Yusuf menyempal dari Al Irsyad Al Islamiyyah. Peranakan hizbiyyah menghasilkan hizbiyyah bentuk lain…[8]

Kita semua berhak untuk tidak menunda pertanyaan kepada para pengam
Carut marut, begitu istilah yang kita sebutkan pada sebuah keadaan yang sudah tidak menentu. “Perhimpunan Al-Irsyad melaporkan Direktur Bina Media Sabili, Lutfi Attamimi ke pihak kepolisian dengan tuduhan pencemaran nama baik. Hal ini disampaikan sendiri oleh Ketua Umum DPP Perhimpunan Al-Irsyad, Yusuf Baisa, di Sekretariat Perhimpunan Al-Irsyad, Jalan Matraman Raya no. 70, Jakarta Timur, Selasa sore (6/10).” Demikian ungkap Republika tanggal 6 Oktober 2009 kemarin, nampak kental adanya aroma pertikaian sesama Al Irsyad.

Siapa Lutfi Attamimi ? Dialah musuh besar Perhimpunan Al-Irsyad (PAI) yang dinahkodai Yusuf Utsman Bai’sa, Lc (dai resmi Ihya at Turots al Islami, Kuwait, lihat gambar 4). Lufti berposisi sebagai Sekretaris Majelis Hubungan Luar Negeri di Al Irsyad periode 2000 – 2005, yang dipimpin rival Yusuf Baisa, yakni Ir. Hisyam Thalib. Beberapa bulan kemudian posisi ketua umum PP Al Irsyad Islamiyyah pimpinan Hisyam Thalib digantikan oleh Abdullah Mubarak Djaidi.[1]

Demi menyukseskan perhelatan akbar, agar bisa mengukuhkan diri Yusuf Ba’isa, maka mereka rela merogoh kocek sebesar setengah milyar rupiah, guna mengadakan muktamar perdana wadah Al Irsyad baru, Perhimpunan Al Irsyad.[2] Dengan begitu resmi sudah adanya dua organisasi bernama Al Irsyad, sama-sama memiliki DPP, DPW, DPC.

Yang satu bernama Perhimpunan Al Irsyad (PAI) tanpa “Islamiyyah”, mungkin agar warga Al Irsyad non muslim bisa bergabung ? Wallahu a’lam. Sementara yang satu Perhimpunan Al Irsyad Islamiyyah (PAII) yang lebih dikenal sebagai Al Irsyad Al Islamiyyah. Lambang kedua organisasi tersebut mirip dan hanya merubah obor merah menjadi bintang, sisir menjadi bulan sabit dan perubahan huruf Arab dari berbunyi “Al-Irsyad Al-Islamiyah‘’ menjadi “Jam’iyah Al-Irsyad” . [3]

Praktek Demoskratos pada Turotsi
“Lewat Muktamar 2009 Perhimpunan Al Irsyad, Yusuf bin Usman bin Muhammad Baisa diangkat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perhimpunan Al Irsyad.” Demikian tulis majalah Gema Al Irsyad terbitan PAI, yang menyampaikan tanggal 23 – 25 Maret 2009 silam diangkatnya Yusuf Baisa menjadi Ketum PAI. PAI adalah organisasi tandingan Perhimpunan Al Irsyad Al Islamiyyah (PAII). Ya, paska kemenangan Al Irsyad Al Islamiyyah Hisyam Thalib, Yusuf Baisa kehilangan kantor nan mahal di bilangan Kramat Raya, yang nilainya sekitar 2 milyar rupiah. Yusuf menggulirkan nama baru berbau ‘Al Irsyad’ juga, dengan nama Perhimpunan Al Irsyad. [4]

Di kalangan pengikut, pembela dan simpatisannya, Al Irsyad kubu Yusuf Baisa cs ini diberi sentuhan keakraban dengan julukan “Al Irsyad yang Salafi” (agar mudah dalam membedakan dengan kubu Al Irsyad lainnya), iya semestinya mereka lebih terpuji jika jujur menamakannya sebagai Perhimpunan Al Irsyad Demoskratos.

Yusuf demi mempertahankan pendapat dan pendapatan sekaligus, rela menyewa body guard dari Jogja. Namun dasar nasib lagi apes, Yusuf tetap terpaksa harus menggigit jarinya. Walau sudah menyerang Lutfi Amir At Tamimi (PP Al Irsyad Al Islamiyyah, Sekretaris Hubungan Luar Negeri), sehingga harus mengganti kacamata dan wajahnya dicerowok oleh sang preman.[5] Namun tindakan fisik Dja’far Umar Thalib tersebut dibiarkan saja, tanpa berani melaporkan kasusnya kepada kepolisian yang sedang siaga disana.[6]

Jelas disini ada dua kubu besar Al Irsyad di Indonesia yang masih berseteru, kubu Hisyam Thalib & Abdullah Jaidi vs kubu Yusuf Utsman Ba’isa, Lc. Chalid Bawazir plus sang teman akrab Ali Hasan cs (markaz Albani, Yordania) yakni tuan Abdurrahman At Tamimi, Lc (Direktur STAI Ali bin Abi Thalib, Surabaya) berada di bawah tandzim Al Irsyad Yusuf Ba’isa. Ormas bentukan Yusuf tersebut, resmi terdaftar di Departemen Dalam Negeri dengan Surat Keterangan Terdaftar tertanggal 14 November 2007.[7] Sejak saat itulah, Yusuf resmi pada tanggal tersebut Yusuf menyempal dari Al Irsyad Al Islamiyyah. Peranakan hizbiyyah menghasilkan hizbiyyah bentuk lain…[8]

Kita semua berhak untuk tidak menunda pertanyaan kepada para pengam

More info:

Categories:Types, Research
Published by: fakta on Oct 14, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/24/2012

pdf

text

original

Carut Marut Turotsi a.

ka Perhimpunan Al Irsyad (PAI) Carut marut, begitu istilah yang kita sebutkan pada sebuah keadaan yang sudah tidak menentu. “Perhimpunan Al-Irsyad melaporkan Direktur Bina Media Sabili, Lutfi Attamimi ke pihak kepolisian dengan tuduhan pencemaran nama baik. Hal ini disampaikan sendiri oleh Ketua Umum DPP Perhimpunan Al-Irsyad, Yusuf Baisa, di Sekretariat Perhimpunan Al-Irsyad, Jalan Matraman Raya no. 70, Jakarta Timur, Selasa sore (6/10).” Demikian ungkap Republika tanggal 6 Oktober 2009 kemarin, nampak kental adanya aroma pertikaian sesama Al Irsyad. Siapa Lutfi Attamimi ? Dialah musuh besar Perhimpunan Al-Irsyad (PAI) yang dinahkodai Yusuf Utsman Bai’sa, Lc (dai resmi Ihya at Turots al Islami, Kuwait, lihat gambar 4). Lufti berposisi sebagai Sekretaris Majelis Hubungan Luar Negeri di Al Irsyad periode 2000 – 2005, yang dipimpin rival Yusuf Baisa, yakni Ir. Hisyam Thalib. Beberapa bulan kemudian posisi ketua umum PP Al Irsyad Islamiyyah pimpinan Hisyam Thalib digantikan oleh Abdullah Mubarak Djaidi.[1] Demi menyukseskan perhelatan akbar, agar bisa mengukuhkan diri Yusuf Ba’isa, maka mereka rela merogoh kocek sebesar setengah milyar rupiah, guna mengadakan muktamar perdana wadah Al Irsyad baru, Perhimpunan Al Irsyad.[2] Dengan begitu resmi sudah adanya dua organisasi bernama Al Irsyad, sama-sama memiliki DPP, DPW, DPC. Yang satu bernama Perhimpunan Al Irsyad (PAI) tanpa “Islamiyyah”, mungkin agar warga Al Irsyad non muslim bisa bergabung ? Wallahu a’lam. Sementara yang satu Perhimpunan Al Irsyad Islamiyyah (PAII) yang lebih dikenal sebagai Al Irsyad Al Islamiyyah. Lambang kedua organisasi tersebut mirip dan hanya merubah obor merah menjadi bintang, sisir menjadi bulan sabit dan perubahan huruf Arab dari berbunyi “Al-Irsyad Al-Islamiyah‘’ menjadi “Jam’iyah Al-Irsyad” . [3] Praktek Demoskratos pada Turotsi “Lewat Muktamar 2009 Perhimpunan Al Irsyad, Yusuf bin Usman bin Muhammad Baisa diangkat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perhimpunan Al Irsyad.” Demikian tulis majalah Gema Al Irsyad terbitan PAI, yang menyampaikan tanggal 23 – 25 Maret 2009 silam diangkatnya Yusuf Baisa menjadi Ketum PAI. PAI adalah organisasi tandingan Perhimpunan Al Irsyad Al Islamiyyah (PAII). Ya, paska kemenangan Al Irsyad Al Islamiyyah Hisyam Thalib, Yusuf Baisa kehilangan kantor nan mahal di bilangan Kramat Raya, yang nilainya sekitar 2 milyar rupiah. Yusuf menggulirkan nama baru berbau ‘Al Irsyad’ juga, dengan nama Perhimpunan Al Irsyad. [4] Di kalangan pengikut, pembela dan simpatisannya, Al Irsyad kubu Yusuf Baisa cs ini diberi sentuhan keakraban dengan julukan “Al Irsyad yang Salafi” (agar mudah dalam membedakan dengan kubu Al Irsyad lainnya), iya semestinya mereka lebih terpuji jika jujur menamakannya sebagai Perhimpunan Al Irsyad Demoskratos. Yusuf demi mempertahankan pendapat dan pendapatan sekaligus, rela menyewa body guard dari Jogja. Namun dasar nasib lagi apes, Yusuf tetap terpaksa harus menggigit jarinya. Walau sudah menyerang Lutfi Amir At Tamimi (PP Al Irsyad Al Islamiyyah, Sekretaris Hubungan Luar Negeri), sehingga harus mengganti kacamata

dan wajahnya dicerowok oleh sang preman.[5] Namun tindakan fisik Dja’far Umar Thalib tersebut dibiarkan saja, tanpa berani melaporkan kasusnya kepada kepolisian yang sedang siaga disana.[6] Jelas disini ada dua kubu besar Al Irsyad di Indonesia yang masih berseteru, kubu Hisyam Thalib & Abdullah Jaidi vs kubu Yusuf Utsman Ba’isa, Lc. Chalid Bawazir plus sang teman akrab Ali Hasan cs (markaz Albani, Yordania) yakni tuan Abdurrahman At Tamimi, Lc (Direktur STAI Ali bin Abi Thalib, Surabaya) berada di bawah tandzim Al Irsyad Yusuf Ba’isa. Ormas bentukan Yusuf tersebut, resmi terdaftar di Departemen Dalam Negeri dengan Surat Keterangan Terdaftar tertanggal 14 November 2007.[7] Sejak saat itulah, Yusuf resmi pada tanggal tersebut Yusuf menyempal dari Al Irsyad Al Islamiyyah. Peranakan hizbiyyah menghasilkan hizbiyyah bentuk lain…[8] Kita semua berhak untuk tidak menunda pertanyaan kepada para pengampu Markaz Al Albani, Yordania (apalagi mereka sekarang sedang berada di Indonesia), sejak kapan Demoskratos boleh-boleh saja ? Tidakkah Perhimpunan Demoskratos Al Irsyad yang menyelenggarakan acara tuan di Indonesia? Kalau dibilang dalam ta’lim mereka demokrasi haram, pemilu juga dihindari, namun Yusuf Utsman Ba’isa, sang ketua PAI menyatakan lain. Dalam artikel berjudul “Perhimpunan Al Irsyad Imbau warganya Tak Golput”, terungkap bahwa Ketua Umum Perhimpunan Al Irsyad Yusuf Utsman Baisa mengimbau umat Islam khususnya warga Al Irsyad untuk menggunakan hak pilih mereka pada Pemilu 2009. “Kita mengajak umat Islam, khususnya anggota Perhimpunan Al Irsyad untuk tidak golput tetapi gunakanlah hak pilih pada Pemilu 2009 untuk memilih wakil rakyat dan para pemimpin yang baik dan mau berjuang untuk Islam dan umatnya,” katanya di Jakarta, Jumat (20/3/2009).[9] “Kepada seluruh warga Perhimpunan Al-Irsyad diserukan untuk melaksanakan hak pilihnya secara bertanggungjawab, sesuai tuntutan hati nurani melalui organisasi sosial politik peserta pemilu yang memperjuangkan aspirasi umat Islam, bagi kemajuan bangsa Indonesia. Perhimpunan Al-Irsyad senantiasa berpartisipasi pada pelaksanaan pemilu dan pilkada dengan cara mendorong kadernya mencalonkan atau dicalonkan dalam Pemilu legislatif maupun pilkada mendatang”, demikian seru majalah Gema Al Irsyad.[10] Kalau mereka pernah mencerca Mukernas yang beraroma hizbiyyah dan kita telah bertaubat, dengan kalimat : “Tentunya ini berbeda dengan muktamar Laskar Jihad di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, yang mana mereka dengan sengaja mengundang orang-orang hizby untuk ikut serta duduk-duduk dalam majlis mereka.”[11] Kini mereka berbangga dengan sampah yang telah dibuang saudaranya, mereka juga mengundang politikus, bahkan lebih parah karena mereka tahu pengalaman pahit LJ tersebut. Dengan membusungkan dada, mereka menyelenggarakan Muktamar Perdana PAI di Jakarta pada tanggal 23 – 25 Maret 2009. Kira-kira apa sebabnya mereka bercapek-capek menyewa Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, mengundang 700 peserta, mengundang utusan 14 DPW dan 86 DPC di seluruh Indonesia ? [12] Sang Sekjen Amin Radjab[13] akhirnya harus rela kalah dari bursa Ketum dan Ali Said Bamajbur terpilih secara demokrasi sebagai Sekum Yusuf.

Apa sebab mereka mengadakan pemilihan ala demoscratos apakah memilih Yusuf ataukah Amin ? Nah, melihat ini semua, silakan pembaca tafsirkan sendiri. Mau tahu lagi praktek demoskratos di PAI mereka selain di Muktamar tanggal 23 – 25 Maret 2009 ? “Ustadz Ahmad Banawir terpilih sebagai Ketua Formatur DPW Perhimpunan Al Irsyad Jawa Timur dalam musyawarah di Kraksaan, Probolinggo, pada 26 April 2009. Ia tampil sebagai ketua setelah mengantongi suara terbanyak dibanding lima kandidat lainnya. Dalam musyawarah yang dihadiri 25 peserta dari 12 cabang Perhimpunan Al-Irsyad yang ada di Jatim, Ahmad Banawir meraih sembilan suara. Dengan sembilan suara itu, Ahmad Banawir unggul atas Cholid Bawazeer (8 suara), Helmi Gana (4), Sudjak bin Kuddah (3), Humam Salim Baktir (2).”[14] Kepriben sih kiye, bos Abu Salma Muhammad Rachdi Pratama, S.Si di pabrik Odol Siwak-F kok ikutan pemilu kecil ? Demoskratos tetep oye, katanya !

Gambar 1. Screen shot situs resmi PAI [15], nampak nama teman akrab Abdurrahman at Tamimi, Cholid Aboud Bawazeer dan Ali Saman Hasan ada disana.[16] Siapa saja di Organisasi PAI ini ? Yang jelas nama sang tim formatur ada nama Yusuf Utsman Ba’isa, Amin Radjab, Ahmad Baraas, Farhat Umar, Farouk Zein Badjabir, Cholid Bawazeer, Imam Sumedi. Dan posisi majelis Dakwah, ada nama Ali Saman Hasan. Sementara Dewan Syuro PAI, disebut nama Faisol Baasir, Cholid Aboud Bawazeer, Ahmad Banawir, Dr. Basyir Achmad, Husein Ali Afif, Yahya Huraibi, Shobri Achmad Syawi, Kholid Abdullah Seff dan Amin Radjab. [17]

Gambar 2. Screen shot situs resmi PAI, yang berkantor di Jl. Matraman Raya 20, Jakarta Timur [18]. Tampak foto pada sang pendiri Al Irsyad (Ahmad Surkatti As Sudani)[19] yang diagungkan – malah diberi gelar indah sebagai Syaikh Salafi oleh Sy. Ali Hasan diusulkan jadi pahlawan di halaman atas kanan, padahal (na’udzubillah) dia tak lebih dari penjejak dakwah seorang Syi’ah Rafidhah, Jamaluddin Al Afghani dkk. Lihat link Dalam Negeri yang direkomendasikan adalah situs yayasan Al Sofwah[20] dan situs Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari Yogyakarta[21]. Kalau ‘hanya’ masalah gambar makhluk hidup, YPIA (Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari muslim.or.id), Abu Salma Muhammad Rachdie Pratama, S.Si [22], sudah sepakat untuk memasang gambar makhluk hidup, halal sekali, boleh banget. Masih ingat gambar kartun kelinci di Siwak-F Junior produksi bosnya, Chalid Bawazer ? Termasuk video Yusuf Baisa di situs resminya[23], foto-foto di website dan majalah Gema Al Irsyad [24], termasuk foto Ahmad Surkati bertengger di situs PAI itu. Tak luput dari perhatian kita, penghalalan foto-foto waktu bertemu presiden[25] ataupun saat bertemu politikus HNW.[26] Kita tahu film/video adalah rangkaian gambar (frame) yang diurutkan, lantas disimpan dengan cara khusus dan siap ditampilkan dalam bentuk gambar bergerak menjadi video[27]. Tidak perlu mengundang sarjana Teknik Informatika untuk menanyakan, cukup anak kecil TK saja ditanyai, itu gambar makhluk hidup atau kartun ? Anak-anak SD saja dulu pintar membuat gambar kartun di ujung kanan

sebuah buku, lantas dibuka secara cepat, seakan-akan menjadi gambar video. Lantas bagaimana mungkin menyatakan foto haram, tapi video OK saja, sementara sebelum diklik Play, video masih berbentuk foto makhluk hidup, dan itu dipasang di website mereka 24 jam x 7 hari !?

Gambar 3. Tampak pamflet kampusnya Abu Auf Abdurrahman bin Abdul Karim at Tamimi, Lc dan Mubarak Bamualim, Lc (santri STAIN Surabaya), STAI Ali Bin Abi Thalib dipajang di situs majalah Gema Al Irsyad yang penuh gambar dan foto [28] Jelas mereka sudah masuk dalam kancah politik, menyepakati foto halal dan pemajangannya bebas, mendukung partai politik, demokrasi. Bagaimana ini bapak Abu Auf Abdurrahman bin Abdul Karim At Tamimi, dan para sarjana Lc, MA, Doktor, Firanda, Muhammad Arifin Badri, Abdullah Taslim ? Apakah engkau tetap bernaung di bawah tandzim Yusuf Ba’isa yang baru ? Hari berganti hari, bulan terus bergulir, kini saatnya Lutfi Amir Attamimi, sebagai anggota Al Irsyad versi Abdullah Jaidi membalas perbuatan orang-orang PAI. Lewat jabatannya sebagai direktur di PT Bina Media Sabili, Lutfi menyerang di majalah Sabili dengan menyatakan Perhimpunan Al Irsyad adalah organisasi teroris. Inilah sekelumit kisah carut-marutnya pertikaian Al Irsyad, perebutan jabatan, harta berupa gedung megah, dll, yang tiada henti dari dulu, perebutan PP Al Irsyad Al Islamiyyah sampai sekarang.[29] Bukankah itu ciri khas hizbiyyah pada mereka ?

Jaringan Terorisme ? Memang bisa dimaklumi, organisasi Ihya At Turots Afghanistan dan Pakistan terkoneksi dengan jaringan Al Qaidah, sehingga negeri kafir amrik mendeteksi hubungan akrab tersebut dan memblacklist rekening bank Ihya At Turats di dua negara tersebut.[30] Sementara Yusuf Baisa sendiri adalah dai resmi Ihya Turots Kuwait, yang jelas nampak hubungannya dengan para hizbiyyun lainnya dari kalangan Syi’ah, Ikhwanul Muslimin dll disana. [31] Dan telah kita maklumi bersama, para tokoh Turotsi Indonesia yang ada dalam jajaran PAI pimpinanYusuf Utsman Ba’isa, Lc, Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari (YPIA) Yogyakarta yang terkait dengan Abu Sa’ad Muhammad Nur Huda, MA, Yayasan Imam Bukhari Solo besutan bapak Khalid Syamhudi, Lc, amat jelas berhubungan dan membela Yayasan Ihya at Turots Kuwait. Mungkin karenanya, mereka dituduh terlibat dalam masalah dana dengan para pendukung teroris ?

Gambar 4. Yusuf Utsman Baisa, Lc, dai dari kota Udang Cirebon, sekaligus da’i Lajnah Al Khairiyyah Al Musytarakah, Jumi’yyah Ihya Turots Kuwait cabang Indonesia, sekaligus da’i Al Sofwah, dua sumber pendapatan dalam dan luar negeri ![32] Salah satu bukti tertulis dukungan Ihya Turots pada Al Irsyad, tercatat nama Asas el Izzi Makhis, dalam artikel Dokumen Rahasia Daurah Masyayikh, nomor 121 nampak tergores namanya.[33] Wakil resmi Jumiyyah Ihya’ Turots Indonesia (JITI), yang beralamat jalan Basuki Rahmat 8B Jatinegara, Jaktim, dalam daurah tahun 2004 yang diselenggarakan Chalid Bawazir dan Abdurrahman at Tamimi. Yusuf Ba’isa sendiri

juga pernah digelari da’i resmi Ihya Turots dari kota Udang, Cirebon. (Lihat gambar 4 di atas) [34] Pantas saja, Al Irsyad versi Yusuf akan selalu membela mati-matian Ihya Turots, inilah sikap ashobiyyah dalam membela yayasan hizbiyyah Kuwait. Sementara kedekatan para pemuka PAI dengan kalangan bomber teroris pernah terdeteksi, terbukti daftar hadir peserta kajian yang diundang tahun 2004 dari kalangan panas, yakni Muzayyin dan Mustaqim, simak di artikel berjudul “Dokumen Rahasia Seputar Daurah Masyayikh[35], link buktinya di http://img242.imageshack.us/img242/3249/khawarijalmukmindarusyact1.jpg Dua nama tersebut, Muzayyin adalah link Al Irsyad Yusuf Ba’isa dari Pondok Pesantren Al-Mukmin, Ngruki, Solo, yang jelas akrab banget dengan nama pemberi gelar bomber Bali & Mariot sebagai mujahid, Abu Bakar Ba’asyir. Sementara Mustaqim yang menjadi utusan dari Ponpes Dar Asy-Syahadah Boyolali, pondok ini memiliki kaitan dengan manhajnya dengan ponpes Al-Mukmin-Solo. Karena itulah tidak mengherankan jika Dar Asy-Syahadah ini salah satu hasil didikannya terlibat dalam kasus bom Bali. Tertera juga nama Farid Okbah dalam undangan daurah Masyayikh yang diadakan Turotsi tersebut, nampak pada nomor 98 [36], hal ini menunjukkan hubungan Yusuf Baisa, Chalid Bawazir, Abdurrahman Tamimi cs dengan teman akrab Abu Muhammad Jibril Abdul Rahman (napi kasus terorisme). Perlu diketahui, Abu Muhammad Jibril adalah ayahanda Muhammad Jibril Pemred Arrahmah.com yang diketahui menjabat sebagai ketua Hubungan Dalam dan Luar Negeri tandzim Al Qaidah Asia Tenggara. Keakraban antara Farid Okbah dengan Abu Jibril, jaringan Abu Bakar Ba’asyir, terjalin lama bisa dilihat saling rekomendasi di situs Abu Jibril [37] dan situs Farid Okbah ketua Yayasan Alislamu.[38] Tidaklah diragukan lagi, mereka amat berkaitan erat dan satu manhaj. Kemantapan manhaj Abu Muhammad Jibril dalam bombardir dan menteror terungkap saat mengomentari bom Mariot II : “Kini, kita berada di suatu waktu dimana jihad hukumnya fardhu a’in atas kaum muslimin dimana pun, baik secara fisik, finansial, maupun lisan. Berdasarkan kemampuan mereka. Jihad dan terorisme bukanlah suatu hal untuk ditakuti ataupun dihindari, dikarenakan menteror musuh Allah adalah perintah agama Islam.” [39]

Gambar 5. Tampak gambar scan dari majalah Al Furqan terbitan Ihya atTurots Kuwait, sedangkan menampilkan serdadu perang yang mereka dukung[40] Sementara siraman api konyol Abu Bakar Ba’asyir, yang selama ini menyakini bahwa para teroris bomber (baca: perusuh) itu mati syahid, tergambar dalam rekaman berikut: 1. “Eko dan Air adalah Mujahid mudah-mudahan mereka sahid, karena darahnya masih mengalir, ” katanya (Baasyir: Eko Joko Sarjono dan Air Setyawan Adalah Mujahid, Satunews 13/08/2009).[41] 2. Menurut Baasyir, mereka selama ini hanya mengincar daerah vital milik kepentingan AS dengan anteknya. Baasyir mengangap Eko Joko Sarjono dan Air Setyawan, dua tersangka teroris yang tewas tertembak oleh Densus 88 di Jati Asih, Bekasi ini adalah seorang mujahid. “Eko dan Air adalah Mujahid mudahmudahan mereka sahid, karena darahnya masih mengalir, ” katanya.( Baasyir: Eko dan Air Adalah Mujahid, Metronews 13/08/2009) [42] 3. “Pengasuh Pondok Pesantren Al Mukmi Ngruki Abu Bakar Baasyir tetap menganggap Noordin M Top sebagai mujahid. Hal tersebut disebutkan ustad Abu terlepas dari benar atau tidak kejadian di Temanggung. Demikian diungkap ustad Abu saat menggelar jumpa pers sekitar pukul 16.00 WIB di kantor Pondok Pesantren Al

Mukmin Ngruki, Solo, Sabtu (8/8/2009).” (Ustad Abu Tetap Sebut Noordin M Top Sebagai Mujahid, Arrahmah 09/08/2009) [43] Maka tidak samar lagi, tokoh Jama’ah Anshorut Tauhid (JAT), mantan Amir Majelis Mujahidin, Abu Bakar Ba’asyir, yang dia suka menggelari para bomber teroris Mariot, bomber Bali, menghadiri pemakamannya, mendoakan syahid, menggelari Mujahid dan keyakinan bahwa bom bunuh diri itu syar’i yang diungkapkan dalam ucapannya di atas. Teroris pemikiran semacam ini perlu sekali ditanggulangi dan diwaspadai, agar kejahatan terorisme tidak menyebar ke generasi muda dan khalayak. Semoga pemerintah kita memberikan terapi khusus atas kejanggalan pemikiran itu. Masalah Turotsi Sudah Final Siapa yang tidak kenal dengan alamat ini ? Yayasan Lajnah khairiyah Musytarakah, Jl Jend Basuki Rakhmat 8-B, Bali Mester, Jatinegara, Jakarta Timur, JAKARTA 13410 Telpon 021-8512281, 8512282, Fax 021-8512281, 021-8512283, 0218519881. Atau alamat ini Yayasan Lajnah Khairiyah Musytarakah, Kp Pasir Tgh RT 013/03, Cijeruk, BOGOR 16740, 0251-8211868 ? [44] Mungkin yang biasa membela Ihya at Turots Kuwait, kirim proporsal dan mengemis ke cabang Ihya at Turats maktab Indonesia (JITI) ini, akan hafal nomor telpon, fax, alamat tersebut. Mungkin juga akan hafal nama personnya, Ahmad Zawawi bin Nawawi, Lc, Suryana Abdullah, Lc, Wahyu, Asas el Izzi Makhis, bila dia amat akrab dengan JITI dkk. Menyikapi pro kontra masalah JITI, Jumiyyah Ihya at Turats Kuwait dkk ini, salah satu da’i yang kita kenal gigih dalam membela manhaj Salaf, al Ustadz Askari, telah menganggap masalah Ihya Turots sudah final. Hanya saja memang sebagian dari mereka yang jahil atau berpura-pura jahil yang masih berusaha mementahkan kesesatan mereka. Salah satunya blog penyesat satusalafy dan aktif disebarkan pemikiran bingungnya di jejaring sosial forum ikhtilath dan khalwat, penuh gambar, yakni facebook. Salah satu akibat buruk dari pergaulan dengan Jum’iyyah Ihya at Turots, yakni mereka suka memfitnah para ulama. Diketahui bahwa saat daurah Ilmiyyah bersama masyayikh tahun 1430 H berlangsung, bersama Syaikh Dr. Abdullah bin Abdurrahim Al-Bukhari hafizhahullah, beliau mengungkap ulah durjana Firanda Andirja. Firanda diminta syaikh Abdullah untuk datang ke rumah beliau di Madinah untuk meminta maaf dan menarik fitnah yang disebarkannya. Dalam pertemuan tersebut, Syaikh Abdullah Al-Bukhari menjelaskan kepada mereka yang hadir dalam majelis itu yaitu: Dr. Muhammad Arifin Badri, Lc, MA, Abdullah Taslim, Lc, MA, Muhammad Nur Ihsan, Lc, MA dan Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja bin Abidin As Soronji, Lc. Syaikh kemudian menjelaskan kepada mereka tentang Ihya At-Turats (IT) dan kesesatannya. Mereka hanya mengatakan dengan berlagak culun : “Kami tidak mengetahui hal itu kecuali sekarang, ya Syaikh.” Padahal kita tahu buku dan tulisan mereka jelas sekali mereka amat tahu, sampai-sampai kitab Ihya At Turots berjudul Syahadah Muhimmah disebut buku Emas oleh sang pengagum beratnya.[45] Buku yang sama (Syahadah Muhimmah) diacung-acungkan oleh Abu Abdillah, pemilik blog Satusalafy, yang bersemangat menyatukan ‘salafi’ menjadi satu tuk

mendukung Ihya At Turots, alias menjadi Turosi semuanya. Terang saja salafiyyin tulen menolak mentah-mentah ide tersebut. Pengagum IT dan JITI menyebut buku tersebut sebagai “Buku Emas”, karena mendukungnya akan mengalirkan dinar emas bantuan dari hizbiyyun, pemecah belah salafiyyin, Ihya at Turats.[46] Kendati asatidzah Salafiyyin dan ulama Salafy telah banyak menerangkan kesesatan Ihya at-Turots, rupanya Firanda pura-pura tidak tahu kesesatan IT. Firanda Andurjana yang baru saja diberikan penjelasan Syaikh Abdullah Bukhari, tak segan berdusta di hadapan kawan-kawannya seide. Bahkan berpura-pura menjanjikan di hadapan Syaikh untuk menarik bukunya dan menulis bantahan terhadap buku pembelaannya terhadap Ihya At-Turats (IT). Namun tidak pernah kita ketahui bahwa Firanda ruju’ dari keyakinannya yang menyimpang, syaikh Abdullah Bukhari pun menanyakan pada salah satu ustadz Salafi, Askari dan beliau menjawab : “Setahu ana tidak ada, wahai Syaikh, bahkan para pengikutnya masih menjadikan bukunya tersebut sebagai tameng untuk bermuamalah dengan Ihya At-Turats.”. “Maka Syaikh pun berkata tentang Firanda—semoga Allah memberi hidayah kepadanya—: “KADZDZAB KHABITS DAJJAL” (Pendusta besar, Jahat, Dajjal).” Dan Majelis ini dihadiri beberapa ustadz, diantaranya ustadz Usamah Mahri, Abdus Shamad, dll. Demikian sekilas info, semoga bermanfaat,” ujar al Ustadz Askari. Ali Hasan cs Sudah Final Silakan simak artikel Tahdzir Ulama atas Ali Hasan : Tanggapan Syaikh Rabi’ ibn Haadi al Madkhali[47], Tahdzir atas Ali Hasan : Bukan Pertikaian Syaikh Ahmad Bazmul vs Ali Hasan [48], Tahdzir Ulama atas Ali Hasan Al Halabi yang Menyimpang [49] Berderet-deret nama yang menyikapi Ali Hasan bin Abdul Hamid, Syaikh Rabi’ Ibn Hadi al Madkhali, Asy Syaikh Muhammad bin Hadi al Madkhali, Asy Syaikh ‘Ubaid al Jabiri, Asy-Syaikh Ahmad bin ‘Umar bin Salim Bazmul, AsySyaikh Prof. DR. Muhammad bin ‘Umar bin Salim Bazmul, Syaikh Hisyam ibn Fahmi Al-‘Arif, Syaikh Sa’ad ibn Fathi ibn Sayyid az-Za’tari, Syaikh Abdullah Al Bukhari, dll. [50] Syaikh Rabi’ bin Hadi mengomentari kritikan keras dan lengkap dari kitab Syaikh Sa’ad ibn Fathi ibn Sayyid az-Za’tari (Palestina), yang dibawakan syaikh Ahmad bin ’ Umar bin Saalim Bazmul pada 15/01/1430AH ( 12/01/2009), beliau menyatakan : “Aku sudah membaca buku secara keseluruhan, dan penulis telah melakukan baik sekali. Dan al-Halabi telah ditundukkan dalam (penjelasannya) dalam berbagai kasus-kasus yang berbeda, dan telah dibuat bantahan untuk meluruskan cara berpendirian (Ali Hasan). Dan hal itu adalah tentu saja bantahan yang didasarkan hujjah yang kuat, masya Allah Ta’ala, semoga Allah memberikan balasan yang setimpal yang berlipat ganda”.

Gambar 6. PR untuk Ali Hasan belum rampung, belum selesai untuk memperbaiki dirinya terlebih dahulu, setelah dikritik sekian ulama dan disepakati Syaikh Rabi’ ibn Hadi al Madkhali. [51] Bahkan Syaikh Ahmad bin Umar bin Salim Bazmul hafidhahullah membuat kitab khusus untuk membantah si Ali Hasan ini, ditulis dalam 19 bab berjudul ‫صيانة السلفي من‬ ‫( .وسوسة وتلبيسات الحلبي‬Pemeliharaan Salaf dari talbis-talbis Al Halabi) bisa didownload di http://www.salafishare.com/arabic/33MNS7XU5HFH/7T9V36U.rar (lihat judulnya di gambar 6). Dalam surat yang dibacakan oleh santri di Dammaj Yaman, pada tgl 13 Rabi’ul Awal 1430 H, telah terjadi “gugatan cerai” antara syekh Salim Ied Al Hilaly dengan Syekh Ali Hasan al Halabi.[52] Hal ini semakin menunjukkan pada kita betapa carutmarutnya Markaz Al Albani sendiri, dan betapa carut-marutnya Al Irsyad itu sendiri, serta kekacauan terjadi disana-sini. Penutup Ada ungkapan yang cukup menggelitik, salah seorang ikhwah mendapati jawaban, bahwa Ali Hasan hanya dikritik bukunya, yang salah bukunya, tapi orangnya tetap dianggap ulama yang berilmu dan bermanhaj lurus. Bagaimana mungkin, seorang yang telah mengungkapkan isi akal dan pikirannya, menuangkan dalam kitab berjudul Manhajus-Salafis-Saalih fi Tarjihil-Mashaalih wa Tathwihil-Mafaasid wal-Qabaaih fi Ushulin-Naqd wal-Jarh wan-Nasaaih“. Dalam kitab tersebut tercetak jelas

keyakinan Ali Hasan, makanya para ulama berbondong-bondong mengkritik habis dan Imam Jarh wat Ta’dil Syaikh Rabi’ ibn Hadi mendukungnya.

Gambar 7. Tampak gambar pamflet kegiatan dari PAI yang jelas diprakarsai Abdurrahman At Tamimi cs, yang mengundang dai markaz Al Albani, Yordania yang penuh masalah, pembela Ihya Turots Kuwait. Ali Hasan Al-Halabi dan Dr Moh Musa Husein Nashr yang disikapi sama oleh para ulama. Semoga sekelumit artikel ini bisa menyambut datangnya sang tokoh markas Al Albani di Indonesia, yang dijadualkan pada tanggal 10 – 16 Oktober 2009 mendatang di Trawas, Mojokerto dan bakal mengisi di Istiqlal setelah rampung di Mojokerto. Acara tersebut digagas oleh PAI (lihat gambar 7), perlu pembaca berhati-hati mengingat masih banyak penyakit yang dibawa oleh Ali Hasan yang belum jelas sudah sembuh itu. Wallahul musta’an. (/ah)

Footnote [1] http://alirsyad.net/index.php?option=com_content&task=view&id=21&Itemid=38 [2] http://www.gatra.com/2009-05-15/versi_cetak.php?id=126063 [3] http://www.gatra.com/2009-05-15/versi_cetak.php?id=126063 [4] Nahkoda Al-Irsyad dari Tengaran, http://gema.al-irsyad.com/2009/06/nahkoda-al-

irsyad-dari-tengaran/ [5] http://fakta.blogsome.com/2008/10/05/jut-jafar-umar-taubat-1/ [6] http://www.scribd.com/doc/6384681/Kronologi-Eksekusi-Gedung-Al-Irsyad-JlKramat-Raya-25-Jakarta [7] http://www.tvone.co.id/berita/view/9937/2009/03/20/perhimpunan_al_irsyad_imbau_ warganya_tak_golput [8] Salinan akta pendirian perhimpunan al irsyad http://www.scribd.com/doc/20972130/akta-pendirian-bughotis-abunawasperhimpuna-al-irsyad-tanpa-al-islamiyyah, nampak nama yang tertera sebagai pendiri diantaranya Drs. Amin Rajab, Drs. Ahmad Baraas, M.Sc, Ahmad Mubarak Banawir, Prof Dr Anisah Basleman, Msc, Ir. As’ad Muhammad Nagib, Awod Mubarak Makky, Cholid Bawazir, Fauzi Ali Asseweth, Abdullah Helmi Gana, Khalid Abdullah Seff Haji, Mu’adz Masyadi, Salim Basyaeb, Ir Seif Thoriq Sungkar, Sudjak Kuddah, Yusuf Utsman Baisa, Husen Afifi, Muhammad Suja’i Anhar, Ir Farhat Umar, M.Sc [9]http://www.tvone.co.id/berita/view/9937/2009/03/20/perhimpunan_al_irsyad_imba u_warganya_tak_golput [10] http://gema.al-irsyad.com/2009/06/usulkan-gelar-pahlawan-nasional-bagisyeikh-soorkati/ [11] http://groups.yahoo.com/group/assunnah/message/14740 [12] Sumber http://al-irsyadtamiang.blogspot.com/. Adapun menurut Gema Al Irsyad, http://gema.al-irsyad.com/2009/06/muktamar-sukses-pesantren-internasionalmenyusul/ ditulis 300 peserta muktamar, berasal dari 106 DPC dan 18 DPW. [13] http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/06/tgl/13/time/211 823/idnews/956034/idkanal/10 [14] http://gema.al-irsyad.com/2009/06/ahmad-banawir-pimpin-dpw-perhimpunanal-irsyad-jatim/ [15]http://al-irsyad.org/ind/index.php? option=com_content&view=article&id=55&Itemid=64&lang=en [16] http://al-irsyad.org/ind/index.php? option=com_content&view=article&id=55&Itemid=64&lang=en [17] http://al-irsyad.org/ind/index.php? option=com_content&view=article&id=55&Itemid=64&lang=en [18]http://al-irsyad.org/ind/index.php? option=com_content&view=article&id=77&lang=en [19] Diarsipkan di http://img399.imageshack.us/img399/4743/situsresmialirsyad.jpg [20] http://fakta.blogsome.com/2006/12/19/al-sofwa-al-muntada-pendukungnya/ [21] http://fakta.blogsome.com/2007/12/26/lbia-lembaga-satelit-yayasan-majelis-atturots-al-islami/ [22] http://fakta.blogsome.com/2007/01/31/open-house-bersama-rachdie-31012007/ [23] http://gema.al-irsyad.com/2009/06/ada-apa-dengan-al-irsyad/ [24] http://gema.al-irsyad.com/category/laporan-utama/ [25] http://gema.al-irsyad.com/2009/06/perhimpunan-al-irsyad-temu-presiden-ri/ [26] http://gema.al-irsyad.com/2009/06/perhimpunan-al-irsyad-temu-ketua-mpr/ [27] http://www.chip.co.id/tips-and-technologies/h.264-satu-standar-untuk-beragamvideo.html [28] http://gema.al-irsyad.com/wp-content/uploads/2009/06/iklan-sekolah-ali-bin-abitholib-besar.jpg dan diarsipkan di

http://img261.imageshack.us/img261/3088/staisurabaya.jpg [29] http://alirsyad.net/index.php? option=com_content&task=view&id=157&Itemid=2 [30] http://www.hm-treasury.gov.uk/d/sanctionsconlist.txt. Tampak Ihya Turats diteroriskan amrik karena bergabung dgn al Qaidah. JAMIA IHYA UL TURATH;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;Afghanistan;UN Ref QE.R.100.03 post UK listing. Only the Pakistan and Afghanistan offices of this entity are designated. Listed under both AlQaida and Terrorist Financing;Entity;AKA;Al-Qaida and Taliban (AlQaida);11/01/2002;26/07/2006;7210 JAMIA IHYA UL TURATH;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;Pakistan;UN Ref QE.R.100.03 post UK listing. Only the Pakistan and Afghanistan offices of this entity are designated. Listed under both Al-Qaida and Terrorist Financing;Entity;AKA;Terrorist Financing;09/01/2002;26/07/2006;7210 JAMIA IHYA UL TURATH;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;Pakistan;UN Ref QE.R.100.03 post UK listing. Only the Pakistan and Afghanistan offices of this entity are designated. Listed under both Al-Qaida and Terrorist Financing;Entity;AKA;Al-Qaida and Taliban (AlQaida);11/01/2002;26/07/2006;7210 JAMIA IHYA UL TURATH;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;Afghanistan;UN Ref QE.R.100.03 post UK isting. Only the Pakistan and Afghanistan offices of this entity are designated. Listed under both Al-Qaida and Terrorist Financing;Entity;AKA;Terrorist Financing;09/01/2002;26/07/2006;7210 [31] Artikel Bukti & Fakta Ihya’ut Turots , http://tukpencarialhaq.wordpress.com/bukti-fakta-it/ [32] http://www.alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatkegiatan&id=37 dan diarsipkan di http://img522.imageshack.us/img522/5002/daiihyaturots.jpg [33] Artikel (Dokumen) Data Rahasia Seputar Daurah Masyayikh http://fakta.blogsome.com/2007/06/02/dokumen-data-rahasia-seputar-daurahmasyayikh/, bukti di arsipkan di http://img241.imageshack.us/img241/4441/pesertadaurahalirsyad06ch8.jpg [34] http://www.alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatkegiatan&id=37 [35] http://fakta.blogsome.com/2007/06/02/dokumen-data-rahasia-seputar-daurahmasyayikh/ [36] Diarsipkan di http://img241.imageshack.us/img241/4441/pesertadaurahalirsyad06ch8.jpg [37] http://www.abujibriel.com/ajib/2009/06/ & http://www.abujibriel.com/ajib/2009/06/download-ceramah-kuliah-umum-6-juni2006/ [38]http://alislamu.net/backups/1/index.php? option=com_content&task=blogcategory&id=27&Itemid=3&limit=5&limitstart=20 [39] http://www.abujibriel.com/ajib/2009/07/jw-marriot-terorisme/ [40] http://img246.imageshack.us/img246/1682/ihyadansenjata.jpg [41] http://satunews.com/read/4310/2009/08/13/baasyir—eko-joko-sarjono-dan— html [42]http://metrotvnews.com/index.php/metromain/news/2009/08/13/2072/Baasyir.Ek o.dan.Air.Adalah.Mujahid [43] http://www.arrahmah.com/index.php/news/read/5289/ustad-abu-tetap-sebutnoordin-m-top-sebagai-mujahid [44]http://www.yellowpages.co.id/browse_companies.aspx? subcat=F1734K&parid=&city=All+Cities&p=659 [45] Simak di artikel Lerai Pertikaian “Made In” Firanda As-Soronji,

http://fakta.blogsome.com/2006/12/16/lerai-pertikaian-made-in-firanda-as-soronji/ [46] Artikel berjudul “Apa yang telah diberikan oleh Atturats kuwait?”, di blog satusalafy, nampak sekali Abu Abdillah amat ‘sangat polos’, bantuan dari musuh dakwah, hizbi, dibilang tanpa embel-embel sama sekali. Bukankah sikap kompak dari Turotsi penadah dana Ihya Turots, untuk bela Ihya Turots dan tdk beberkan kesesatan hizbiyyahnya, dan memerangi salafiyyin yang mengkritiknya, akibatnya sehingga terpecah-belahnya Salafiyyin ? Jelas ini konsekwensi dari manhaj Turotsi tersebut dan sedang engkau praktekkan dengan amat khusyuk. [47] http://fakta.blogsome.com/2009/02/02/tahdzir-ulama-atas-ali-hasan-tanggapansyaikh-rabi-ibn-haadi-al-madkhali/ [48] http://fakta.blogsome.com/2009/01/30/pertikaian-syaikh-ahmad-bazmul-vs-alihasan-sahaja/ [49] http://fakta.blogsome.com/2009/01/23/tahdzir-ulama-atas-ali-hasan-al-halabiyang-menyimpang/ [50] http://www.salafitalk.net/st/viewmessages.cfm?Forum=9&Topic=7798 [51] http://img201.imageshack.us/img201/6652/judulkitabbantahalihasa.jpg [52] http://my.opera.com/infodammaj/blog/2009/04/01/surat-syaikh-saliem-ied-alhilaly-kepada-syaikh-yahya

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->