Anda di halaman 1dari 9

DAMPAK KRISIS KEUANGAN DI INDONESIA

TERHADAP SEKTOR EKONOMI

MAKALAH

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah


Manajemen Keuangan

Disusun Oleh:
NINA ROSTIKA NIM : 07102001
“KOMPUTER AKUNTANSI”

LEMBAGA PENDIDIKAN BISNIS


ADMINISTRASI INDONESIA
(LPBAi)
2009
KATA PENGANTAR

Assalamua’laikum Wr. Wb.


Puji syukur alhamdulillah penyusun panjatkan kehadirat Illahi
Robbi karena berkat ridho rahmat-Nya penyusun dapat
menyelesaikan makalah ini, penyusun mengambil judul “Dampak
Krisis Keuangan di Indonesia Terhadap Sektor Ekonomi”. Materi
penyusunan makalah ini disusun dan disajikan untuk memenuhi
salah satu tugas mata kuliah Manajemen Keuangan.

Pada kesempatan ini penyusun tidak lupa menyampaikan rasa


terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Orang Tua, Ayah yang selalu memberi masukan dan nasehat
untuk terus bersemangat menyelesaikan makalah ini, Ibu
yang selalu mendo’akan dan memberikan perhatian. Terima
kasih banyak.
2. Ibu Hilda Purnamawati, SE.,MSi., selaku dosen mata kuliah
Manajemen Keuangan. Terima kasih banyak.
3. Kakak dan Adik, yang selalu mendukung, menjadi inspirasi
dan yang selalu menjadi teman terbaik. Terima kasih
banyak.

Besar harapan penyusun akan makalah ini, semoga dapat


bermanfaat dan berguna pada saat ini ataupun dikemudian hari.
Penyusun pun menyadari masih banyak kekurangan-kekurangan
dalam penyusunan makalah ini, mudah-mudahan dengan
adanya kekurangan tersebut dapat dijadikan bahan pemikiran
yang positif bagi kemajuan yang lebih baik.

Bandung, Januari 2009


Penyusun,

NINA ROSTIKA
DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR ……………………………………………………….
DAFTAR ISI ……………………………………………………………….

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang …………………………………..
1.2. Identifikasi Masalah ………………………….

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III PEMBAHASAN

BAB IV PENUTUP
4.1. Kesimpulan ………………………………………..
4.2. Saran ………………………………………………..

BAB V DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Kita tak pernah tahu bahwa diawal tahun 2009 Indonesia
menghadapi perekonomian yang sangat berat yang
berdamapak besar terhadap sektor ekonomi, sehingga
perekonomian kita penuh dengan ketidakpastian dan kita
tak pernah tahu kapan krisis yang melanda semua negara
berkembang termasuk Indonesia akan berakhir. Selain itu,
untuk mengatasi situasi ini, pemerintah belum
memberikan solusi yang benar-benar dapat menenangkan
hati masyarakat agar dapat keluar dari krisis keuangan ini.
Maka dari itu, penyusun berkeinginan untuk mengetahui
lebih lanjut tentang krisis keuangan ini. Apa yang
menyebabkan krisis ini muncul, dampak besar yang
diakibatkan oleh krisis ini dan bagaimana sikap pemerintah
menghadapi krisis keuangan ini.

1.2. Identifikasi Masalah


Berdasarkan latar belakang, penyusun menyampaikan
beberapa identifikasi masalah yang muncul, yaitu sebagai
berikut:
1. Sebab-sebab apa saja yang membuat krisisi keuangan
ini muncul?
2. Dampak apa yang timbul setelah terjadinya krisis
keuangan ini?
3. Solusi apakah yang terbaik yang dapat membuat krisis
keuangan ini tidak semakin membuat Indonesia
kacau?
BAB III
PEMBAHASAN

3.1. Sebab-sebab Terjadinya Krisis Keuangan


Situasi krisis keuangan ini disebabakan oleh banyak faktor
yang saling berkaitan. Faktor ekstern yang dipicu oleh
memburuknya perekonomian Amerika Serikat dengan
adanya kasus subprime mortgage (krisis kredit macet
perumahan) di negara itu, sedangkan faktor intern
dipengaruhi oleh lonjakan harga minyak mentah dunia
yang sudah lebih dulu menggoyang perekonomian nasional
dan lumpuhnya sistem perbankan global. Dan inti dari
telaknya dampak ekonomi global terhadap negara ini
adalah karena lemahnya struktur ekonomi yang
menyangkut bahan-bahan pokok pangan.

3.2. Dampak yang terjadi akibat Krisis Keuangan


Banyak dampak yang harus ditangggung oleh Indonesia
akibat terjadinya krisis keuangan, baik pada bursa saham,
pasar modal, pasar uang dan sistem perbankan,
diantaranya:
1. Daya beli yang merosot tajam, baik karena penurunan
pendapatan secara nominal maupun akibat
melonjaknya harga pangan dan barang-barang
kebutuhan pokok lain, konsumen dan berbagai sektor
dalam perekonomian juga dipaksa mengurangi
konsumsi. Masyarakat pun mulai merasakan
memburuknya kualitas kehidupan mereka, seperti
akses ke pemenuhan pangan, pendidikan, kesehatan
dan hancurnya infrastruktur dasar.
2. Banyaknya pengangguran karena sektor industri tidak
lagi berjalan seperti biasa yang disebabkan oleh
adanya penurunan produksi.
3. Penurunan indeks di lantai bursa karena sentuhan
negative dari bursa global yang mengakibatkan para
investor mengalami kerugian.
4. Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang semakin
menurun karena banyak para eksportir yang
membutuhkan uang dollar untuk bertransaksi dengan
pihak asing.
5. Sektor riil domestik dan internasional terhubung
secara langsung melalui aktivitas ekspor dan impor
karena sebagian negara maju pun mulai mengalami
resesi sehingga permintaan ekspor komoditas
Indonesia akan berkurang.

6. Di pasar keuangan domestik hanya berdampak berupa


pelepasan surat berharga domestik terutama SUN dan
SBI oleh investor asing

3.3. Solusi menghadapi Krisis Keuangan


Untuk menyelamatakan bursa saham, pasar uang dan
sistem perbankan, pemerintah melaksanakan lima
langkah, diantaranya:
1. Menyangkut masalah market to market.
2. Yang berhubungan dengan buy back
(pembelian kembali saham).
3. Operasi APBN untuk menambah likuiditas
dengan pencairan anggaran dari
kementerian/lembaga.
4. Pembelian saham BUMN yang mengalami
koreksi walaupun secara fundamental tidak
memiliki masalah dan memiliki nilai strategis
bagi pemerintah.
5. Penegakkan hukum terhadap pelaku tindak
pidana pasar modal.
Untuk mengembangkan sektor riil, pemerintah dapat
membuat formulasi kebijakan yang bersifat operasional
untuk merevitalisasi sektor riil berbasis ekonomi
kerakyatan. Kebijakan itu dapat dilakukan melalui tujuh
kebijakan secara terpadu, diantaranya:
1. Melakukan perbaikan fungsi intermediasi perbankan
dan lembaga nonblank, terutama bagi rakyat kecil
dengan cara penurunan tingkat suku bunga komersial.
Pemerintah dapat pula mendesain kredit program
dengan suku bunga lebih murah dan persyaratan
pinjaman lunak bagi usaha ekonomi rakyat kecil,
terutama bagi sektor pertanian, kelautan, perikanan
dan UKM lainnya.
2. Untuk merevitalisasi sektor riil adalah dengan
perbaikan dan pengembangan infrastruktur
pembangunan.
3. Revitalisasi sektor riil tidak terlepas dari mantapnya
kebijakan dalam perbaikan kondisi ketenagakerjaan.
Dimana pemerintah, pengusaha dan buruh mampu
menciptakan harmonisasi hubungan antara pekerja
dan perusahaan (industri) sehingga bersifat saling
menguntungkan (win-win cooperation) dan saling
memperkuat (strengthening to each other)
4. Perbaikan iklim investasi dan usaha ekonomi.
5. Pemerintah harus memfokuskan pembangunan pada
industri-industri yang berbasis sumber daya alam
(resource-based indrusties) melalui penerapan IPTEK
dan manejemen professional.
6. Peningkatan kualitas SDM dan IPTEK.
7. Untuk merevitalisasi sektor riil perlu penegakan
hukkum dan supremasi hukum.
BAB IV
PENUTUP

4.1. Kesimpulan
Berdasarkan pemmbahasan di atas penyusun dapat
kesimpulan bahwa penyebab dari terjadinya krisis
keuangan ini adalah karena terjadinya kasus Suprime
Mortgage dan lemahnya stuktur ekonomi di Indonesia.
Dan dampak yang terjadi adalah daya beli masyarakat
yang semakin menurun, indeks yang merosot, nilai tukar
rupiah yang terdepresi, ekspor yang berkurang,
bertambahnya pengangguran dan adanya pelepasan surat
berharga oleh beberapa perusahaan.
Serta solusi yang terbaik adalah kita harus optimis

4.2. Saran
Kita semua harus tetap optimis dan bersinergi untuk
menghadapi krisis keuangan, tetap mempertahankan nilai
pertumbuhan yang sudah ditargetkan, menegakan kembali
penggunaan produk dalam negeri sehingga pasar domestik
akan bertambah kuat.
BAB V
DAFTAR PUSTAKA

Anda mungkin juga menyukai