Anda di halaman 1dari 13

Oleh: Jessie, Irfan & Safwan 5PISMP SN

Suku Bugis adalah suku yang tergolong di dalam suku

Melayu-Deutro atau Melayu muda. Mereka masuk ke Nusantara setelah gelombang migrasi pertama dari daratan Yunan. Penyebaran Suku Bugis di seluruh Tanah Air disebabkan mata pencarian orang Bugis umumnya adalah nelayan dan pedagang. Sebahagian daripada mereka suka merantau, berdagang dan bekerja di negeri orang.

Adat Pernikahan
Adat Pernikahan Dalam sistem perkawinan adat Bugis terdapat perkawinan ideal: 1. Assialang Maola Ialah perkawinan antara saudara sepupu darjat pertama, baik dari pihak ayah

maupun ibu.
2. Assialanna Memang Ialah perkawinan antara saudara sepupu darjat kedua, baik dari pihak ayah mahupun ibu. 3. Ripaddeppe Abelae Ialah perkawinan antara saudara sepupu darjat ketiga, baik dari pihak ayah mahupun ibu atau masih mempunyai hubungan keluarga.

Tahap tahap dalam perkawinan secara adat :

1. Lettu ( lamaran) Ialah kunjungan keluarga si laki-laki ke calon mempelai perempuan untuk menyampaikan keinginannya untu melamar calon mempelai perempuan. 2. Mappettuada. (kesepakatan pernikahan) Ialah kunjungan dari pihak laki-laki ke pihak perempuan untuk membicarakan waktu pernikahan mas kawin,balanja atau belanja perkawinan penyelanggaran pesta dan sebagainya

3. Madduppa (Mengundang) Ialah kegiatan yang dilakukan setelah tercapainya kesepakatan antara kedua bilah pihak untuk memberi tahu kepada semua kaum kerabat mengenai perkawinan yang akan dilaksanakan.

4. Mappaccing (Pembersihan)
Ialah ritual yang dilakukan masyarakat bugis (Biasanya hanya dilakukan oleh kaum bangsawan), Ritrual ini dilakukan pada malam sebelum akad nikah di mulai, dengan mengundang para kerabat dekat sesepuh dan orang yang dihormati untuk melaksanakan ritual ini, cara pelaksanaan nya dengan menggunakan daun pacci (daun pacar),kemudian para undangan di persilakan untuk memberi berkah dan doa restu kepada calon mempelai, konon bertujuan untuk membersihkan dosa calon mempelai, dilanjutkan dengan sungkeman kepada kedua orang tua calon mempelai.

Adapun perkawinan perkawinan yang dilarang dan

dianggap sumbang (salimara): 1. perkawinan antara anak dengan ibu / ayah 2. perkawinan antara saudara sekandung 3. perkawinan antara menantu dan mertua 4. perkawinan antara paman / bibi dengan kemenakan 5. perkawinan antara datuk / nenek dengan cucu

Kepercayaan
Kebanyakan orang Bugis sudah ramai yang memeluk

agama Islam. Pada asalnya orang Bugis menganut fahaman animisme. Orang Bugis yang lampau dalam kehidupannya menyembah berhala di dalam gua atau gunung atau pohon keramat

Mata Pencarian
Masyarakat Bugis kebiasaannya hidup sebagai petani

dan nelayan. Mereka tinggal di kawasan dataran rendah yang subur dan pesisiran pantai. Berdagang. Selain itu masyarakat Bugis juga mengisi birokrasi pemerintahan dan bidang pendidikan

Makanan
1. COTO MAKASSAR
4. PISANG EPE

2. KONRO

3. SOP SAUDARA

7. PALA BUTUNG

8. NASU PALEKKO (Bebek)

Permainan
Beberapa permainan khas yang sering dijumpai di masyarakat Bugis Mallogo Mappadendang

Magasing

Mattoajang (ayunan)

Mappasajang (layang-layang)

Malonggak

Sekian, Terima kasih