Anda di halaman 1dari 8

MODUL VIII

e. Tegangan lentur (Bending stress)


Merupakan tegangan yang diakibatkan oleh bekerjanya momen lentur pada benda. Sehingga pelenturan benda disepanjang sumbunya menyebabkan sisi bagian atas tertarik, karena bertambah panjang dan sisi bagian bawah tertekan, karena memendek. Dengan demikian struktur material benda di atas sumbu akan mengalami tegangan tarik, sebaliknya dibagian bawah sumbu akan menderita tegangan tekan. Sedangkan daerah diantara permukaan atas dan bawah, yaitu yang sejajar dengan sumbu benda tetap, tidak mengalami perubahan, ini disebut sebagai bidang netral. Persamaan umum tegangan lentur, adalah : ML / I L / y ! /" inersia pada sumbu benda #I$$ atau Iyy%. jarak dari bidang netral ke permukaan luar benda. modulus elastisitas / &oung. radius kelengkungan benda.

Dimana : I y ! "

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Dadang S.Permana ELEMEN MESIN I

'b. (plikasi tuas mekanik


Contoh soal untuk pembebanan lentur pada rancangan batang penyangga penampang empat persegi panjang :

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Dadang S.Permana ELEMEN MESIN I

".

Tegangan lulu# (Crushing / Bearing stress)


Merupakan tegangan yang timbul akibat terkonsentrasi / terpusatnya gaya tekan pada suatu daerah kontak yang sangat ke)il, diantara dua elemen mesin yang sedang melakukan kerja sama dalam meneruskan tenaga. *egangan jenis ini umumnya terjadi pada elemen / komponen mesin yang ber+ungsi sebagai penyambung / pengun)i, seperti : pasak, paku keling, pin, baut dan lain,lain.

'ambar :

Dari gambar diatas terlihat, distribusi gaya tekan pada pin akibat tarikan mata setang tidak merata, karena akan dipengaruhi oleh bentuk permukaan kontak dan si+at +isik material kedua komponen. -esulitan dalam menentukan distribusi tegangan akibat hal tersebut, umumnya disederhanakan dengan mengambil luas proyeksi daerah kontaknya pada sumbu benda yang tegak lurus terhadap arah kerja gaya. Dengan demikian persamaan tegangannya adalah :

.b / (b

dimana : (b luas proyeksi permukaan kontak pada sumbu benda #pin% yang tegak lurus terhadap arah kerja gaya. l .d l d panjang daerah kontak diameter pin

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Dadang S.Permana ELEMEN MESIN I

g.

Tegangan %arena &ana' (Thermal stress)


Perubahan temperatur pada benda apapun di dunia ini #naik atau turun%, tentu

saja akan menyebabkan pemuaian atau penyusutan pada struktur material benda. (kibatnya, akan terjadi pertambahan atau pengurangan #de+ormasi% pada ukuran benda. /ika proses ini dibiarkan bebas berlansung, tentunya tidak akan berdampak apa,apa terhadap benda. *etapi, jika proses tersebut dihalangi, jelas sekali akan menyebabkan timbulnya tegangan di dalam struktur material benda. (dapun jenis tegangannya, tergantung dari de+ormasi yang terjadi. Misalnya : l t panjang benda semula kenaikan temperatur koe+isien muai panas material benda.

Maka perubahan panjang yang terjadi :

l . .t

/ika ujung,ujung benda #batang% ditahan pada tumpuan yang kaku, akibatnya proses pemuaiannya terhalangi. "egangan tertahan yang terjadi adalah : l / l. #l . . t% / l .t

Sedangkan tegangan karena panas yang timbul besarnya : !. !..t

0atatan : , /ika elemen mesin terbentuk dari dua material atau lebih #dengan berbeda% yang saling berkontak lansung, maka kenaikan temperatur akan menyebabkan tegangan tekan pada material yang lebih tinggi. Sebaliknya akan menyebabkan tegangan tarik pada material yang lebih rendah. 'ambar :

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Dadang S.Permana ELEMEN MESIN I

#. Tegangan %e)ut (Impact stress)


Saat melaksanakan +ungsinya kadangkala elemen mesin dikenai oleh sejumlah beban yang besar dan waktu datangnya tidak terduga. Si+at kerja yang mendadak, tentu saja bersi+at merusak pada elemen mesin, karena jenis bebannya sudah berada berada diluar aspek peran)angan. 1eban jenis ini dikenal sebagai beban kejut.. Penyebab terjadinya pembebanan jenis ini berbagai ma)am, tergantung dari si+at kerja alat. Se)ara umum dapat dinilai dari jumlah energi kinetik yang dihasilkan dari tumbukan yang terjadi. 'ambaran sederhana bisa diberikan dalam bentuk sejumlah energi yang dikandung benda berbobot #2% terjatuh dari suatu ketinggian #h%. 'ambar :

L h L L

!+ek dari bobot jatuh #2% terhadap benda yang dikenainya berupa beban kejut, tentu saja menyebabkan terjadinya tegangan kejut #impa)t stess% dalam struktur material benda. *urunan persamaannya diambil dari persamaan energi : dimana : !nergi yang diterima sistim 3,4 . . . L 3,4 . i . ( . energi potensial yang dimiliki beban pada ketinggian h 2 . #h 5 L% * 2 . #h 5

i .L
E
dan

i .L
E

dengan :

i . (

i .L
E

+ sehingga :

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Dadang S.Permana ELEMEN MESIN I

A.L W .L . i 6 , . i 7 2.h 2.E E dengan demikian : i W .#85 A


1+ 2.h. A.E % W .L

dimana : ( ! L L . i 9 luas bidang penampang batang modulus young panjang batang de+ormasi batang gaya yang menyebabkan batang terde+leksi tegangan yang terjadi dalam struktur material benda. ketinggian jatuh

'ambar motor bakar : Motor bakar merupakan bagian mesin yang paling lengkap dalam mendapatkan berbagai bentuk tegangan akibat beban kerja.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Dadang S.Permana ELEMEN MESIN I

./nt/# '/al untu% &erma'ala#an &em0e0anan %e)ut 1 impact / shock load 2 3

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Dadang S.Permana ELEMEN MESIN I

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ir. Dadang S.Permana ELEMEN MESIN I