Anda di halaman 1dari 11

STASE ONKOLOGI

KARSINOMA MAMMAE Periode : 10 Februari 15 Februari 2014

Oleh : Anisa Febrina D Nur Jiwo W G 99122015 G 99131059

Pembimbing dr. Kristanto Yuli Yarsa, SpB(K)Onk

KEPANITERAAN KLINIK BEDAH ONKOLOGI SMF BEDAH FK UNS / RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA 2014

KARSINOMA MAMMAE

I.

DIAGNOSIS A. ANAMNESIS 1. Keluhan di payudara atau ketiak dan riwayat penyakitnya. Benjolan Kecepatan tumbuh Rasa sakit Nipple discharge Nipple retraksi dan sejak kapan Krusta pada areola Kelainan kulit: dimpling, peau dorange, ulserasi, venektasi Perubahan warna kulit Benjolan ketiak Edema lengan

2. Keluhan ditempat lain berhubungan dengan metastasis, al : Nyeri tulang (vertebra, femur) Rasa penuh di ulu hati Batuk Sesak Sakit kepala hebat, dll

3. Faktor-faktor risiko Usia penderita Usia melahirkan anak pertama Punya anak atau tidak Riwayat menyusukan Riwayat menstruasi menstruasi pertama pada usia berapa keteraturan siklus menstruasi menopause pada usia berapa Riwayat pemakaian obat hormonal Riwayat keluarga sehubungan dengan kanker payudara atau kanker lain.

Riwayat pernah operasi tumor payudara atau tumor ginekologik Riwayat radiasi dinding dada

B. PEMERIKSAAN FISIK Payudara dibagi dalam empat kuadran oleh garis horisontal dan vertikal yang melalui papilla mamae (kuadran kanan atas, kanan bawah, kiri atas dan kiri bawah). Untuk menunjukkan lokasi lesi pada payudara dapat ditunjuk dengan jam dan dengan jarak tertentu dalam sentimeter dari papila mamae. 1. Inspeksi a. Posisi duduk tegak, kedua lengan menggantung di samping badan. Amati payudara secara keseluruhan : Bentuk kedua payudara Ukuran dan simetrinya, apakah terdapat perbedaan ukuran mamae, areola mamae dan papila mamae. Perubahan pada kulit: Kemerahan, dimpling, edema, nodul satelit Peau dorange, ulserasi

Adakah tampak massa, retraksi/lekukan, tonjolan/benjolan. Nilai: Lokasi Ukuran Konsistensi Permukaan Bentuk dan batas tumor Jumlah tumor Terfiksasi atau tidak ke jaringan sekitar payudara, kulit, m. pektoralis dan dinding dada Papila mamae diamati : Ukuran dan bentuk Arahnya : tertarik (retraksi) Ujud kelainan kulit atau ulserasi : erosi, krusta Discharge

b. Posisi mengangkat kedua lengan di atas kepala.

c. Posisi kedua tangan di pinggang. Kedua posisi ini adalah untuk melihat lebih jelas adanya kelainan retraksi atau benjolan. Amati sekali lagi bentuk payudara, perubahan posisi dari papila mamae, lokasi retraksi, benjolan

d. Posisi duduk/berdiri dengan membungkukkan badan ke depan, bersandar pada punggung kursi atau lengan pemeriksa. Posisi ini diperlukan jika payudara besar atau pendular. Payudara akan bebas dari dinding dada, perhatikan adakah retraksi atau massa. 2. Palpasi Penderita disuruh berbaring, jika payudara tidak mengecil, tempatkan bantal tipis di punggung, sehingga payudara terbentang rata, dan lebih memudahkan menemukan suatu nodul. Palpasi dilakukan menggunakan permukaan volar tiga jari yang ditengah, dengan gerakan perlahan-lahan, memutar menekan secara halus jaringan mamae terhadap dinding dada. Lakukan palpasi pada setiap kuadran, payudara bagian perifer, kauda aksilaris dan areola mamae, bandingkan payudara kanan dan kiri.

Bila ditemukan adanya nodul perhatikan dan catat : - Lokasi, dengan cara menggunakan kuadran atau jam dengan jarak berapa centimeter dari papila mamae. - Ukuran (cm) - Bentuk, bulat/pipih, halus/berbenjol-benjol - Konsistensi, kenyal/keras - Batas dengan jaringan sekitar, jelas atau tidak - Nyeri tekan atau tidak - Mobilitas terhadap kulit, fascia pektoralis dan dinding dada di sebelah bawahnya. 3. Pemeriksaan aksila Jika ditemukannya karsinoma mamae, kemungkinan sudah terjadi metastasis ke limfe nodi regional. Posisi penderita duduk, kedua lengan rikleks di samping badan. a. Inspeksi Inspeksi kulit aksila, perhatikan adakah rash, infeksi, ulkus, benjolan. b. Palpasi Letakkan jari-jari tangan kanan di bawah aksila kiri, rapatkan untuk mencapai sejauh mungkin apek fossa aksilaris. Suruh lengan kiri penderita rileks, dan topang lengannya dengan tangan/lengan kiri pemeriksa. Kemudian tekan jari-jari pemeriksa ke dinding dada, coba cari limfonodi grup aksila sentralis yang terletak di tengah dinding dada dari aksila. Angkat lengan penderita lebih jauh, raba dan cari limfonodi grup aksila lateral yang terletak di lengan atas dekat pangkal humerus, kemudian raba dan cari limfonodi grup pectoral yang terletak di tepi lateral m. pektoralis mayor, serta raba dan cari limfonodi grup subskapular yang terletak di tepi depan m. latisimus dorsi. Limfonodi. aksila sering dapat diraba, biasanya lunak, kecil dan tidak nyeri. Pemeriksaan dilanjutkan dengan meraba limfonodi grup infraklavikular dan supraklavikular. Perhatikan dan catat, adakah

pembesaran limfonodi, perubahan konsistensi, bentuk dan adakah nyeri tekan. Untuk pemeriksaan aksila kanan, pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan tangan kiri pemeriksa.

Status kelenjar getah bening: KGB aksila : jumlah, ukuran, konsistensi, terfiksir satu sama lain atau jaringan sekitar KGB infraklavikula : idem KGB supra klavikula : idem

4. Pemeriksaan pada daerah yang dicurigai metastasis: Lokasi organ (paru, tulang, hepar, otak)

C. PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. Pemeriksaan Radiodiagnostik/Imaging a. Diharuskan (recommended) USG payudara dan mamografi untuk tumor <3cm Foto toraks USG abdomen (hepar)

b. Optional (atas indikasi) Bone scanning atau dan bone survey (bilamana sitologi atau klinis sangat mencurigai pada lesi >5cm) CT scan

c. Pemeriksaan Fine Needle Aspiration Blopsy-sitologi Dilakukan pad lesi yang secara klinis dan raiologik curiga ganas d. Pemeriksaan Histopatologi (Gold Standard Diagnostic) Pemeriksaan histopatologi dilakukan dengan potong beku dan/atau parafin. Bahan pemeriksaan histopatologi diambil melaui: Care biopsy Biopsi eksisional untuk tumor ukuran >3cm Biopsi insisional untuk tumor: operabel ukuran > 3 cm operasi definitif inoperabel Spesimen mastektomi disertai dengan pemeriksaan kgb Pemeriksaan Imunohistokimia: ER, PR, c-erbm-2 (HER-2 nou), cathepsin-D, p53

e. Laboratorium Pemeriksaan laboratorium rutin dan pemeriksaan kimia darah sesuai dengan perkiraan metastasis.

D. SCREENING Metode : 1. SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) SADARI dilaksanakan pada wanita mulai usia subur, setiap bulan pada 1 minggu setelah hari pertama menstruasi terakhir 2. Pemeriksaan fisik Oleh dokter secara legeartis 3. Mammografi pada wanita diatas 35 tahun-50 tahun pada wanita diatas 50 tahun : setiap 2 tahun : setiap 1 tahun

II.

STADIUM Stadium kanker payudara ditentukan berdasarkan TNM system dari UICC/AJCC tahun 2002 adalah sebagai berikut : T = ukuran tumor primer Ukuran T secara klinis , radiologis dan mikroskopis adalah sama. Nilai T dalam cm, nilai paling kecil dibulatkan ke angka 0,1 cm. Tx : Tumor primer tidak dapat dinilai. T0 : Tidak terdapat tumor primer. Tis : Karsinoma in situ. Tis(DCIS) : Ductal carcinoma in situ. Tis (LCIS) : Lobular carcinoma in situ Tis (Paget) : Penyakit Paget pada puting tanpa adanya tumor. T1 : Tumor dengan ukuran diameter terbesarnya 2 cm atau kurang. T1mic : Adanya mikroinvasi ukuran 0,1 cm atau kurang. T1a : Tumor dengan ukuran lebih dari 0,1 cm sampai 0,5 cm. T1b : Tumor dengan ukuran lebih dari 0,5 cm sampai 1 cm. T1c : Tumor dengan ukuran lebih dari 1 cm sampai 2 cm. T2 : Tumor dengan ukuran diameter terbesarnya lebih dari 2 cm sampai 5 cm. T3 : Tumor dengan ukuran diameter terbesar lebih dari 5 cm.

T4 : Ukuran tumor berapapun dengan ekstensi langsung ke dinding dada atau kulit. T4a : Ekstensi ke dinding dada (tidak termasuk otot pektoralis). T4b : Edema ( termasuk peau d'orange ), ulserasi, nodul satelit pada kulit yang terbatas pada 1 payudara. T4c : Mencakup kedua hal diatas. T4d : Mastitis karsinomatosa. N (Node) = Kelenjar getah bening regional.\ Nx : Kgb regional tidak bisa dinilai ( telah diangkat sebelumnya ). N0 : Tidak terdapat metastasis kgb. N1 : Metastasis ke kgb aksila ipsilateral yang mobil. N2 : Metastasis ke kgb aksila ipsilateral terfiksir, berkonglomerasi, atau adanya pembesaran kgb mamaria interna ipsilateral tanpa adanya metastasis ke kgb aksila. N2a : Metastasis pada kgb aksila terfiksir atau berkonglomerasi atau melekat ke struktur lain. N2b : Metastasis hanya pada kgb mamaria interna ipsilateral secara klinis dan tidak terdapat metastasis pada kgb aksila. N3 : Metastasis pada kgb infraklavikular ipsilateral dengan atau tanpa metastasis kgb aksila atau klinis terdapat metastasis pada kgb mamaria interna ipsilateral klinis dan metastasis pada kgb aksila ;atau metastasis pada kgb supraklavikula ipsilateral dengan atau tanpa metastasis pada kgb aksila / mamaria interna. N3a : Metastasis ke kgb infraklavikular ipsilateral. N3b : Metastasis ke kgb mamaria interna dan kgb aksila. N3c : Metastasis ke kgb supraklavikula. Patologi (pN)a pNx : Kgb regional tidak bisa dinilai (telah diangkat sebelumnya atau tidak diangkat) pN0 : Tidak terdapat metastasis ke kgb secara patologi , tanpa pemeriksaan tambahan untuk "isolated tumor cells" ( ITC ). pN0(i-) : Tidak terdapat metastsis kgb secara histologis , IHC negatif. pN0(i+) : Tidak terdapat metastasis kgb secara histologis, IHC positif, tidak terdapat kelompok IHC yang lebih dari 0,2 mm. pN0(mol-) : Tidak terdapat metastasis kgb secara histologis, pemeriksaan molekular negatif ( RT-PCR) b.

pN0(mol +): Tidak terdapat metastasis kgb secara histologis, pemeriksaan molekular positif (RT-PCR). pN1 : Metastasis pada 1-3 kgb aksila dan atau kgb mamaria interna (klinis negatif*) secara mikroskopis yang terdeteksi dengan sentinel node diseksi. pN1mic : Mikrometastasis (lebih dari 0,2 mm sampai 2,0 mm). pN1a : Metastasis pada kgb aksila 1 - 3 buah. pN1b : Metastasis pada kgb mamaria interna (klinis negatif) secara mikroskopis terdeteksi melalui diseksi sentinel node. pN1c : Metastasis pada 1-3 kgb aksila dan kgb mamaria interna secara mikroskopis melalui diseksi sentinel node dan secara klinis negatif (jika terdapat lebih dari 3 buah kgb aksila yang positif, maka kgb mamaria interna diklasifikasikan sebagai pN3b untuk menunjukkan peningkatan besarnya tumor). pN2 : Metastasis pada 4-9 kgb aksila atau secara klinis terdapat pembesaran kgb mamaria interna tanpa adanya metastasis kgb aksila. pN2a : Metastasis pada 4-9 kgb aksila (paling kurang terdapat 1 deposit tumor lebih dari 2,0 mm). pN2b : Metastasis pada kgb mamaria interna secara klinis tanpa metastasis kgb aksila. pN3 : Metastasis pada 10 atau lebih kgb aksila ; atau infraklavikula atau metastasis kgb mamaria interna (klinis) pada 1 atau lebih kgb aksila yang positif ; atau pada metastasis kgb aksila yang positif lebih dari 3 dengan metastasis mikroskopis kgb mamaria interna negatif ; atau pada kgb supraklavikula. pN3a : Metastasis pada 10 atau lebih kgb aksila (paling kurang satu deposit tumor lebih dari 2,0 mm), atau metastasis pada kgb infraklavikula. pN3b : Metastasis kgb mamaria interna ipsilateral (klinis) dan metastasis pada kgb aksila 1 atau lebih; atau metastasis pada kgb aksila 3 buah dengan terdapat metastasis mikroskopis pada kgb mamaria interna yang terdeteksi dengan diseksi sentinel node yang secara klinis negatif pN3c : Metastasis pada kgb supraklavikula ipsilateral. M : metastasis jauh. Mx : Metastasis jauh belum dapat dinilai. M0 : Tidak terdapat metastasis jauh. M1 : Terdapat metastasis jauh.

Stadium: Stadium 0 I IIA Tumor Tis T1 T0 T1 T2 IIB T2 T3 IIIA T0 T1 T2 T3 T3 IIIB T4 T4 T4 IV T Node N0 N0 N1 N1 N0 N1 N0 N2 N2 N2 N1 N2 N0 N1 N2 N Metastase M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M0 M1