Anda di halaman 1dari 12

TEKNIK METALURGI DAN MATERIAL UNIVERSITAS INDONESIA

MAKALAH HEPATITIS
INEZ TOGINA (1306448451)
MPKT B-24

Kata Pengantar
Pertama, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, penulis mengucapkan puji dan syukur

yang sebanyak-banyaknya karena hanya dengan rahmat-Nya lah makalah ini dapat terselesaikan meskipun di tengah perjalanan pembuatan makalah ini dijumpai banyak rintangan dan halangan yang telah terselesaikan. Di makalah ini, penulis membahas mengenai topik utama hepatitis, dari topic utama ini akan di kaitkan dengan beberapa topik mengenai manusia sebagi manajer alam. Seperti yang kita ketahui jika alam tidak dijaga dengan baik dan manusia semena-mena terhadap alam tersebut, maka akan banyak akibat yang di timbulkan. Salah satunya adalah hepatitis. Oleh sebab itu, penulis merasa sangat prihatin dengan kondisi yang seperti itu dan mengharapkan solusi yang mungkin bisa mengurangi kerusakan dan juga menjaga agar kondisi lingkungan tidak semakin memburuk sehingga tidak menimbulkan penyakit-penyakit. Akhir kata, penulis sadar bahwa tidak ada sesuatu yang sempurna di dunia ini kecuali milik-Nya, dan penulis mengharapkan kritik dan saran dalam pengembangan makalah ini. Semoga makalah ini berguna bagi pembaca

Bekasi, 26 Oktober 2013

Penulis

ABSTRAK

Hepatitis A merupakan salah satu jenis penyakit Hepatitis. Penyakit ini memiliki peluang kesembuhan 99% dan 0,5% akan menjadi fulminan (Hepatitis berat). Selain itu, penderita penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa minggu. Maka dari itu, Hepatitis ini termasuk jenis Hepatitis yang ringan. Meskipun penyakit ini tergolong ringan, perlu dicatat bahwa penyakit ini perlu pencegahan dan penanganan agar tidak menjadi suatu wabah, seperti yang terjadi di Kota Depok. Wali Kota Depok menetapkan Kota Depok dalam status Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit Hepatitis A setelah mengetahui 39 siswa dan guru SMA Negeri 4 Depok terjangkit penyakit ini. Sebagai tindakan penanganan, didirikanlah posko kesehatan Hepatitis A di sekolah tersebut. Beberapa alasan ilmiah muncul menjelaskan mengapa kejadian ini bisa terjadi, salah satunya adalah belum membudayanya pola hidup sehat di kalangan masyarakat. Setelah dikaji secara lebih mendalam, ternyata tidak hanya faktor pola hidup sehat yang menjadi penyebab penyakit Hepatitis A. Faktor pengolahan sampah yang tidak baik dan infrastruktur yang tidak memadai untuk pola hidup sehat merupakan penyebab yang lain. Maka dari itu, perlu dilakukan suatu tindakan sebagai pencegahan agar virus ini tidak menyebar.

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Hepatitis merupakan inflamasi dan cedera pada hepar, penyakit ini dapat disebabkan oleh infeksi atau oleh toksin termasuk alkohol dan dijumpai pada kanker hati. Hepatitis terdiri dari hepatitis A,B,C,D,E,F, dan G yang tingkat keparahan dan cara penularannya berbeda-beda. Dari semua macam virus hepatitis ini, hepatitis A merupakan yang paling ringan dibandingkan dengan hepatitis jenis yang lainnya. Penyakit hepatitis merupakan urutan pertama dari berbagai penyakit hati diseluruh dunia. Penyakit ini sangat berbahaya bagi kehidupan karena penykit hepatits ataupun gejala sisanya bertanggung jawab atas 1-2 juta kematian setiap tahunnya. Infeksi virus hepatitis bisa berkembang menjadi sirosis atau pengerasan hati bahkan kanker hati. Masalahnya, sebagian besar infeksi hepatitis tidak menimbulkan gejala dan baru terasa 10-30 tahun kemudian saat infeksi sudah parah. Pada saat itu gejala timbul, antara lain badan terasa panas, mual, muntah, mudah lelah, nyeri diperut kanan atas, setelah beberapa hari air seninya berwarna seperti teh tua, kemudian mata tampak kuning dan akhirnya seluruh kulit tubuh menjadi kuning. Pada umumnya penderita penyakit hepatitis ini mengalami Anoreksia atau penurunan nafsu makan dimana gejala ini diperkirakan terjadi akibat pelepasan toksin oleh hati yang rusak untuk melakukan detoksifikasi produk yang abnormal sehingga penderita haruslah mendapatkan nutrisi yang cukup agar dapat memproduksi enegi metabolik sehingga tidak mudah lelah. Pentingnya mengetahui penyebab hepatitis bagi penderita adalah apabila ada anggota keluarga menderita penyakit yang sama, supaya anggota keluarga dan penderita mampu menyiapkan diri dengan pencegahan dan pengobatan yaitu: penyediaan makanan dan air bersih yang aman, sistem pembuangan sampah yang efektif, perhatikan higiene secara umum, mencuci tangan, pemakaian kateter, jarum suntik dan spuit sekali pakai serta selalu menjaga kondisi tubuh dengan sebaik-baiknya. Karena jika hepatitis ini dianggap hal yang sepele dan tidak dicegah dengan baik dan benar akan menyebabkan komplikasi yang berujung pada kematian.

B.

Tujuan 1. 2. 3. 4. 5. 6. Mengetahui jenis-jenis pencemaran yang terjadi di bumi Mengetahui dampak-dampak akibat pencemaran yang ada Mengetahui jenis-jenis hepatitis Mengetahui hubungan pencemaran lingkungan dengan hepatitis Mengetahui cara-cara pencegahan hepatitis Mengetahui solusi-solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah hepatitis

C.

Rumusan Masalah 1. 2. 3. 4. 5. 6. Apa saja jenis-jenis hepatitis? Apa dampak pencemaran yang ada terhadap kehidupan makhluk hidup di bumi? Bagaimana cara-cara pencegahan hepatitis? Apa itu e-health dan peranan dalam bidang kesehatan? Apa dampak pembangunan infrastruktur terhadap kesehatan? Solusi apa saja yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah-masalah yang ada?

BAB II ISI

2.1. Pengertian Hepatitis

Hepatitis A adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus yang disebarkan oleh kotoran/tinja penderita, biasanya melalui makanan bukan melalui aktivitas seksual atau melalui darah. Hepatitis A paling ringan dibanding hepatitis jenis lain Sementara hepatitis B dan C disebarkan melalui media darah dan aktivitas seksual dan lebih berbahaya dibanding Hepatitis A. Hepatitis adalah inflamasi/radang dan cedera pada hepar karena reaksi hepar terhadap berbagai kondisi terutama virus, obat-obatan dan alkohol. Hepatitis adalah suatu proses peradangan pada jaringan hati. Hepatititis dalam bahasa awam sering disebut dengan istilah lever atau sakit kuning. Namun banyak asumsi yang berkembang di masyarakat mengartikan lever adalah penyakit radang hati. sedangkan istilah sakit kuning sebenarnya dapat menimbulkan keracunan, karena tidak semua penyakit kuning disebabkan oleh radang hati, teatapi juga karena Dari beberapa pengertian di atas dapat di simpulkan bahwa hepatitis adalah suatu penyakit peradangan pada jaringan hati yang disebabkan oleh infeksi virus yang menyebabkan sel sel hati mengalami kerusakan sehingga tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. 2.2. Jenis-Jenis Virus Hepatitis 2.2.1. Virus hepatitis A Virus hepatitis A terutama menyebar melalui vecal oral. Penyebaran ini terjadi akibat buruknya tingkat kebersihan. Di negara-negara berkembang sering terjadi wabah yang penyebarannya terjadi melalui air dan makanan. 2.2.2. Virus hepatitis B Penularannya tidak semudah virus hepatitis A. Virus hepatitis B ditularkan melalui darah atau produk darah. Penularan biasanya terjadi di antara para pemakai obat
6

yang menggunakan jarum suntik bersama-sama, atau di antara mitra seksual (baik heteroseksual maupun pria homoseksual). Ibu hamil yang terinfeksi oleh hepatitis B bisa menularkan virus kepada bayi selama proses persalinan. Hepatitis B bisa ditularkan oleh orang sehat yang membawa virus hepatitis B. Di daerah Timur Jauh dan Afrika, beberapa kasus hepatitis B berkembang menjadi hepatitis menahun, sirosis dan kanker hati. 2.2.3. Virus hepatitis C Menyebabkan minimal 80% kasus hepatitis akibat transfusi darah. Virus hepatitis C ini paling sering ditularkan melalui pemakai obat yang menggunakan jarum bersamasama. Jarang terjadi penularan melalui hubungan seksual. Untuk alasan yang masih belum jelas, penderita "penyakit hati alkoholik" seringkali menderita hepatitis C. 2.2.4. Virus hepatitis D Hanya terjadi sebagai rekan-infeksi dari virus hepatitis B dan virus hepatitis D ini menyebabkan infeksi hepatitis B menjadi lebih berat. Yang memiliki risiko tinggi terhadap virus ini adalah pecandu obat. 2.2.5. Virus hepatitis E Virus hepatitis E kadang menyebabkan wabah yang menyerupai hepatitis A, yang hanya terjadi di negara-negara terbelakang. 2.2.6. Virus hepatitis G Jenis baru dari virus hepatitis yang telah terdeteksi baru-baru ini. namun belum terlalu diketahui 2.3. Sistem Kesehatan Elektronik (e-health) E-health merupakan suatu bentuk layanan kesehatan secara elektronis yang mempunyai tujuan untuk mendukung kegiatan layanan kesehatan secara umum serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Secara komprehensif e-health mencakup : a. b. Pelayanan pasien Penelitian
7

c. d. e.

Pendidikan bidang kesehatan Pengendalian penyakit Pemantauan kesehatan masyarakat.

Untuk pengembangan dan implementasi e-health harus melibatkan beberapa institusi, yaitu : a. b. c. d. Pemerintah (jajaran Kementrian dan Dinas Kesehatan) Institusi pelayanan kesehatan (rumah sakit, klinik, apotek) Institusi pendidikan Institusi pembiayaan kesehatan (asuransi).

2.4. Pembangunan Berkelanjutan Infrastruktur berkelanjutan merupakan hasil penggabungan antara infrastruktur ekologi dan infrastruktur manusia. Perkembangan infrastruktur berkelanjutan terdiri atas : a. b. c. Pola yang berkelanjutan Konstruksi yang berkelanjutan Operasi dan Pemeliharaan yang berkelajutan.

Tiga komponen yang mempengaruhi infrastruktur berkelanjutan yaitu ekonomi, sosial dan lingkungan. Ketiganya saling mempengaruhi satu sama lain sehingga tercipta infrakstruktur yang terus berkelanjutan. Polusi udara disebabkan oleh banyak pabrik dan kendaraan bermotor. Air dan tanah juga dicemari oleh pabrik pabrik dan manusia dengan limbah dan kotorannya. Maka dari itu, diperlukan teknologi ramah lingkungan sebagai solusi dari masalah ini. Solusi tersebut harus ramah lingkungan dan hemat dalam menggunakan bahan bakar fosil. Berikut ini adalah contoh teknologi ramah lingkungan: a. b. Toilet Pengomposan (Composting Toilet) Tenaga Surya (Solar Power)

2.5. Pencegahan Hepatitis Kasus-kasus ringan Hepatitis A biasanya tidak memerlukan pengobatan dan kebanyakan orang yang terinfeksi sembuh sepenuhnya tanpa kerusakan hati permanen. Perilaku hidup bersih seperti mencuci tangan pakai sabun sebelum makan dan sesudah dari toilet adalah salah satu cara terbaik untuk melindungi diri terhadap virus Hepatitis A. Imunisasi hepatitis A bisa dilakukan dalam bentuk sendiri (Havrix) atau bentuk kombinasi dengan vaksin
8

hepatitis B (Twinrix). Imunisasi hepatitis A dilakukan dua kali, yaitu vaksinasi dasar dan booster yang dilakukan 6-12 bulan kemudian, sementara imunisasi hepatitis B dilakukan tiga kali, yaitu dasar, satu bulan dan 6 bulan kemudian. Tidak ada pengobatan yang spesifik untuk Hepatitis A, sebab infeksinya sendiri biasanya akan sembuh dalam 1-2 bulan. Namun untuk mengurangi dampak kerusakan pada hati sekaligus mempercepat proses penyembuhan, beberapa langkah penanganan berikut ini akan diberikan saat dirawat di rumah sakit. 1. Istirahat. Tujuannya untuk memberikan energi yang cukup bagi sistem kekebalan tubuh dalam memerangi infeksi. 2. Anti mual. Salah satu dampak dari infeksiHhepatitis A adalah rasa mual, yang mengurangi nafsu makan. Dampak ini harus diatasi karena asupan nutrisi sangat penting dalam proses penyembuhan. 3. Istirahatkan hati. Fungsi hati adalah memetabolisme obat-obat yang sudah dipakai di

dalam tubuh. Karena hati sedang mengalami sakit radang, maka obat-obatan yang tidak perlu serta alkohol dan sejenisnya harus dihindari selama sakit.

BAB III PENUTUP


3.1. Kesimpulan Banyak sekali aktivitas-aktivitas manusia yang menimbulkan pencemaran lingkungan. Dari lingkungan yang tercemar ini, banyak penyakit yang ditimbulkan. Salah satu contohnya adalah hepatitis. Pencegahan-pencegahan yang dilakukan bisa mengurangi jumlah penderita hepatitis. Selain itu kita sebagai manusia juga harus sadar untuk menjaga lingkungan sekitar. Banyak langkah-langkah kecil yang bisa dilakukan, salah satu contohnya adalah membuang sampah pada tempatnya. Dengan membuang sampah pada tempatnya kita tidak mencemari perairan dengan sampah-sampah. Karena perairan yang tercemar merupakan sumber dari penyakit hepatitis.

10

Daftar Pustaka

http://scele.ui.ac.id/ http://id.wikipedia.org

11

12