Anda di halaman 1dari 1

Nusa

Diare Tewaskan 17 Warga Flores Timur dan Belu, NTT


Selasa, 25 Januari 2005 | 14:32 WIB TEMPO Interaktif, Jakarta:Korban tewas akibat diare di dua kabupaten di Nusa Tenggara Timur terus bertambah. Sampai hari ini jumlah korban yang dipastikan tewas total menjadi 17 orang. Korban meninggal di Kabupaten Flores Timur mencapai 15 orang, enam diantaranya adalah anak-anak dan sembilan lainnya orang dewasa. Sedangkan total korban yang telah terserang sebanyak 959 orang, 22 diantaranya dalam kondisi kritis dan masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit dan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas). Selain Kabupaten Flores Timur, wabah diare juga telah menyerang Kabupaten Belu sejak akhir pekan lalu. Sampai hari ini telah menewaskan dua orang serta puluhan lainnya masih menjalani perawatan. Kepala Sub Bagian Kesejahteraan Biro Bina Sosial Sekretariat daerah Nusa Tenggara Timur Fransiska Palan Bolen mengatakan, kasus diare yang terjadi Flores Timur telah ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB). Menurut dia, Gubernur NTT Piet A. Tallo telah mengeluarkan intsruksi kepada Satuan Koordinasi Penanggulangan Bencana untuk mengaktifkan kembali posko pemantau KLB guna melakukan pendataan, sekaligus mengambil langkah konkrit berupa pencegahan dan tindakan preventif bagi para korban. Pemerintah telah mengirim beberapa koli obat-obatan untuk membantu mengobati para korban, kata Fransiska di Kupang hari ini. Sementara itu, Kepala Sub Dinas Penaggulangan Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Timur Fransiskus A. Pello menjelaskan, ada delapan kabupaten di wilayah ini yang tergolong rawan diare, yakni Kabupaten Kupang, Kota Kupang, Kabupaten Belu, Timor Tengah Selatan, Rote Ndao, Sikka, Flores Timur, dan Manggarai Barat. Kebanyakan kasus diare terjadi di Nusa Tenggara Timur karena masalah kesulitan air bersih. Warga masih mengkonsumsi air mentah yang diambil dari sumber-sumber air yang sudah terkontaminasi dengan bakteri ecoli, kata Fransiskus Pello. Sebelumnya, wabah diare menyerang warga Kabupaten Sikka dan Manggarai Barat, menyebabkan sedikitnya 10 orang tewas pada November 2004 lalu. Jems de Fortuna - Tempo