Anda di halaman 1dari 31

REFERAT

OSTEOSARKOMA

PEMBIMBING :

dr. EKA M, Sp.OT., SH., Mkes., MHKes


DISUSUN OLEH : FITRIA APRILIANI 1102009117

PENDAHULUAN
Neoplasma adalah pertumbuhan sel baru, abnormal dan progresif dimana sel tersebut tidak pernah menjadi dewasa. Insiden neoplasma tulang lebih jarang bila dibandingkan dengan neoplasma jaringan lunak Neoplasma dapat dikatakan ganas apabila memiliki kemampuan untuk mengadakan sebaran ke tempat atau organ lain.

primer Neoplasma tulang

neoplasma yang berasal dari sel yang membentuk jaringan tulang sendiri

Sekunder

apabila merupakan anak sebar dari organ lain.

Klasifikasi tumor didasarkan atas asal sel


Kelainan tulang reaktif

Hamartoma

Neoplasma tulang sejati

Kelainan tulang reaktif

Osteogenik
Osteoma osteoid Osteoblastoma benigna

Kolagenik
Defek kortikal subperiosteal

Hamartoma

Osteogenik :
Osteoma Osteokondroma

Kondrogenik :
Endokondroma

Kolagenik :
Angioma Kista tulang aneurisma

Neoplasma tulang sejati

Tumor yang membentuk tulang (Osteogenik) Jinak : Osteoid Osteoma Ganas: Osteosarkoma Osteoblastoma Parosteal Osteosarkoma Osteoma

Neoplasma tulang sejati

Tumor yang membentuk tulang rawan (Kondrogenik) Jinak : Kondroblastoma Ganas : Kondrosarkoma Kondromiksoid Fibroma Enkondroma Osteokondroma

Neoplasma tulang sejati

Tumor jaringan ikat (Fibrogenik) Jinak : Non Ossifying Fibroma Ganas : Fibrosarkoma

Neoplasma tulang sejati

Tumor sumsum tulang (Myelogenik) Myeloma sel plasma Tumor Ewing Sarkoma sel reticulum Penyakit Hodkin

ANATOMI TULANG

Osteogenesis

DEFINISI
Osteosarkoma disebut juga osteogenik sarkoma adalah suatu neoplasma ganas yang berasal dari sel primitif (poorly differentiated cells) di daerah metafise tulang panjang. Disebut osteogenik oleh karena perkembangannya berasal dari seri osteoblastik sel mesenkim primitif.

EPIDEMIOLOGI
Menurut Errol Untung Hutagalung, seorang guru besar dalam Ilmu Bedah Orthopedy UI dalam kurun waktu 10 tahun (1995-2004) tercatat 455 kasus tumor tulang yang terdiri dari 327 kasus tumor tulang ganas (72%) dan 128 kasus tumor tulang jinak (28%). lebih sering menyerang kelompok usia 15 25 tahun (pada usia pertumbuhan ). Rata-rata penyakit ini terdiagnosis pada umur 15 tahun. Angka kejadian Laki- laki = Perempuan

ETIOLOGI

Penyebab pasti dari osteosarkoma tidak diketahui Faktor resiko :


Pertumbuhan tulang yang cepat Faktor lingkungan : paparan radiasi Predisposisi genetik :
penyakit paget Fibrousdysplasia Li-Fraumeni syndrome Rothmund-Thomson syndrome

KLASIFIKASI

Klasik /konvensional (75%)


paling sering pada metafisis: distal femur (52%),proximal tibia (20%),humerus proximal (9%).

Varian (25%)
klinis: osteosarkoma post radiasi, atau osteosarkoma paget; morfologi, seperti pada osteosarkoma telangiectatic, osteosarkoma small-cell, atau osteosarkoma epithelioid; Lokasi :osteosarkoma parosteal dan periosteal.

STADIUM

PATOFISIOLOGI
Tubuh kehilangan gen suppressor tumor sel-sel tulang membelah tanpa terkendali jaringan lunak diinvasi oleh sel tumor

Periosteum tulang yang baru dapat tertimbun dekat tempat lesi

Destruksi tulang local

Reaksi tulang normal Osteolitik (destruksi tulang) Osteoblastik (pembentukan tulang)

Pertumbuhan tulang yang abortif

MANIFESTASI KLINIS

Nyeri :
pada ekstremitas Saat aktivitas Dapat menyebabkan kekakuan

Pembengkakan Massa Gejala sistemik (jarang):

Demam Keringan malam

PEMERIKSAAN FISIK

Look :
peningkatan vaskularitas pada kulit

Feel :
Massa Nyeri tekan Hangat

Move :
Penurunan range of motion pada sendi yang sakit

PEMERIKSAAN PENUNJANG
1.

Laboratorium
LDH ALP (kepentingan prognostik) Hitung darah lengkap Hitung trombosit Tes fungsi hati:
AST, ALT, bilirubin, dan albumin. Sodium, potassium, chloride, bicarbonate, calcium, magnesium, phosphorus. blood urea nitrogen (BUN), creatinine

Elektrolit :

Tes fungsi ginjal: Urinalisis

PEMERIKSAAN PENUNJANG
2. Radiografi o X-Ray o MRI o CT-Scan Didapat 3 macam gambar radiologi yaitu:
Gambaran osteolitik Gambaran osteoblastik Gambaran campuran antara proses destruksi dan proses pembentukan tumor tulang.

X-Ray

gambaran Codman triangle (arrow) dan difus, mineralisasiosteoid diantara jaringan lunak.

Perubahan periosteal berupa Codman triangles (white arrow) dan masa jaringan lunak yang luas (black arrow).

Sunburst appearance pada osteosarkoma di femur distal

MRI

Gambaran MRI menunjukkan kortikal destruksi dan adanya massa jaringan lunak

PEMERIKSAAN PENUNJANG
3. USG 4. Nuclear Medicine 5. Patologi Anatomi 6. Angiografi

DIAGNOSIS BANDING
Ewings sarcoma Osteomyelitis Osteoblastoma Giant cell tumor Aneurysmal bone cyst Fibrous dysplasia

PENATALAKSANAAN

Medikamentosa
Kemoterapi : doxorubicin, ifosfamide, cisplatin, dan methotrexate

Operasi
Amputasi Limb salvage

PENANGANAN JANGKA PANJANG

RAWAT INAP
Siklus kemoterapi Demam dan neutropenia Kontrol lokal

RAWAT JALAN
Hitung jenis darah Kimia darah Monitoring rekurensi Follow-up jangka panjang

PROGNOSIS

Angka harapan hidup mencapai 60% jika belum terjadi penyebaran ke paru-paru Pada permulaannya prognosis Osteosarkoma adalah buruk 5 years Survival Rate-nya hanya berkisar antara 10-20%. dengan terapi adjuvan berupa sitostatik yang agresif dan intensif yang diberikan prabedah dan pasca bedah maka Survival Rate menjadi lebih baik dapat mencapai 60-70%

DAFTAR PUSTAKA

Bechler JR, Robertson WW, Meadows AT, Womer RB. Osteosarcoma as asecond malignant neoplasmin children. J Bone Joint Surg Am1992. 74:1079-83. Gebhardt, Mark C, Hornicek, Francis J. Osteosarcoma. Orthopaedic knowledgeupdate musculoskeletal tumors. American Academy of Orthopaedic Surgeons.2002.p.175-82. 1st ed. McGraw-Hill: New York Mehlman T. Charles. 2010.Osteosarcoma.http://emedicine.medscape.com/article/1256857overview Reksoprodjo, Soelarto. Kumpulan kuliah ilmu bedah. 2008. Edisi 2. Hal.522-533.Binarupa Aksara : Tangerang. Salter, Robert B. Textbook of disorders and injuries of the musculoskeletal system. 3rd ed.; 1999.p.400-3. Lippincott Williams & Wilkins : Philadeiphia. Skinner, Harry B. Current diagnosis & treatment in orthopaedics. Lange MedicalBook. 3rd ed. 2003.p.312-8. McGraw-Hill : NewYork Tsuji Y, Kusuzaki K, Kanemitsu K, et al. Calcaneal osteosarcoma associated with werner syndrome. The Journal of Bone and Joint Surgery 2000;82:9-12. Rasjad Chairuddin. Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi. 2009. Jakarta,Yarsif Watampone.