Anda di halaman 1dari 19

CONTOH PROPOSAL

PENELITIAN

EMPIRIS
FORMAT/SISTEMATIKA PROPOSAL
PENELITIAN EMPIRIS

A. Judul
B. Latar belakang
C. Rumusan Masalah
D. Tujuan Penelitian
E. Kontribusi Penelitian
F. Kajian Pustaka
G. Metode Penelitian
H. Daftar Pustaka
I. Jadual Penelitian  SAMPAI DISINI
J. Biaya Penelitian
K. Personalia Penelitian (untuk penelitian
kelompok)
L. Curriculum Vitae tidak usah
Judul:
AKSELERASI PENYELESAIAN
KASUS-KASUS TENAGA KERJA
PEREMPUAN DI JAWA TIMUR
BERBASIS STAKE-HOLDERS
LATAR BELAKANG MASALAH
Masalah Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja ke luar negeri
mulai mengemuka lagi ketika pembangunan di pedesaan
Indonesia dengan revolusi hijaunya mempunyai implikasi
yang menyebabkan banyak tenaga kerja terutama
perempuan, terdorong ke luar (push-factor) dari pedesaan,
terutama di pedesaan di Jawa. Di sisi lain, perkembangan
relokasi industri di negara-negara tempat Tenaga Kerja
Indonesia bekerja merupakan penariknya (pull-factor).
Pada awalnya mereka bermigrasi terjadi tanpa ada pihak
yang menjadi pengerahnya, informasi dari teman, saudara
dan tetangga, merupakan jalan mereka. Tapi ketika jumlah
Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja ke luar negeri
menjadi semakin banyak, maka pada pertengahan 1980-
an mulai muncul perusahaan-perusahaan pengerah yang
memberikan jasa (perantara) antara buruh yang mencari
pekerjaan ke luar negeri dan majikan yang memerlukan
buruh. Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI)
yang demikian ini, makin lama menjadi semakin banyak
dan pada dekade itulah pemerintah mulai mengatur proses
pengerahannya, walaupun dalam peraturan-peraturan
yang dibuat tersebut kebanyakan mengatur masalah
perusahaan jasanya (PJTKI-nya), tidak soal-soal
perlindungan terhadap Tenaga Kerja Indonesianya yang
lagi mencari penghasilan ke luar negeri.
Ketika jumlah PJTKI menjadi seperti jamur di musim
hujan, persaingan antar mereka menjadi semakin
ketat, penyimpangan terhadap proses pengerahan
menjadi semakin tinggi dan korban mulai
bermunculan. “Jual beli” tenaga kerja dan jual beli
job order antar PJTKI merupakan salah satu modus
operandi yang menyebabkan terjadinya “kehilangan
kontak” antara buruh migran dengan keluarganya;
kekerasan saat proses rekrutmen dan saat bekerja di
negara tujuan juga banyak dialami telah Tenaga
Kerja Indonesia tersebut, demikian pula pada saat
pemulangan mereka. Belum lagi penipuan jenis
pekerjaan yang ditawarkan dengan yang benar-
benar dilakukan (tawarannya bekerja di restoran,
ternyata bekerja di pelacuran). Kasus-kasus yang
terjadi tersebut kebanyakan dialami oleh perempuan
karena dia perempuan (LBH, 2002), jadi kasus-kasus
tersebut merupakan kasus yang berbasis gender
(gender based violence). Kasus-kasus tersebut yang
dapat diselesaikan hanya bisa dihitung dengan jari
(Tina, 2003); baik karena kurang berpihaknya hukum
yang ada kepada korban, maupun karena hukum
yang tidak ditegakkan.
Selama ini ada beberapa lembaga-lembaga swadaya
masyarakat yang mempunyai program bantuan
hukum untuk para Tenaga Kerja Indonesia yang
menghadapi masalah. Lembaga Bantuan Hukum
(LBH) di Surabaya dan Pos Malang, Konsorsium
Pembela Buruh Migran Region (Kopbumi) Jawa
Timur, Women’s Crisis Centere di Jombang, Pusat
Pengembangan Hukum Perburuhan dan
Ketenagakerjaan, meruapakan beberapa lembaga
yang “membantu” para Tenaga Kerja Indonesia
yang menghadapi masalah tersebut.
Pada hal catatan kasus yang ada di Kopbumi Jatim hanya
19 kasus dan yang terselesaikan sampai tuntas hanya
11 kasus (Tina, 2004), sedangkan di Pusat
Pengembangan Hukum Perburuhan dan
Ketenagakerjaan Fakultas Hukum Universitas
Brawijaya, hanya 2 kasus yang dilaporkan dan hanya
satu kasus yang dapat diselesaikan (Susanto, 2004),
demikian pula kasus yang ada di LBH Surabaya dan
Malang, ada 8 kasus yang dilaporkan hanya 5 kasus
yang dapat diselesaikan (Kanti, 2004), Women’s Crisis
Centere hanya ada 3 kasus yang dilaporkan dan 2
terselesaikan. Data ini menunjukkan bahwa beberapa
lembaga telah punya pengalaman dalam menyelesaikan
kasus-kasus yang dihadapi oleh Tenaga Kerja Indonesia
ke luar Negeri, namun jumlah kasus yang diselesaikan
tidak banyak, apalagi kasus yang tercatat dan yang
dilaporkan jumlahnya jauh dari memadai. Hal ini terjadi
karena Tenaga Kerja yang menghadapi masalah tidak
mengetahui bahwa ada lembaga yang dapat membantu
mereka untuk menyelesaikan kasusnya. Oleh karena itu
penting untuk diteliti tentang jenis kasus, upaya korban
dalam menyelesaikan kasus, hambatan dan kendala
yang dihadapi oleh Tenaga Kerja Indonesia khususnya
perempuan.
Sementara itu di beberapa kecamatan di
Kabupaten Blitar telah dibentuk
kelembagaan yang beranggotakan mantan
dan calon Tenaga Kerja Indonesia dan
anggota keluarganya yang telah dilatih
untuk menyediakan dan melayani informasi
tentang bekerja di luar negeri dan
trafficking (perdagangan orang). Namun
demikian belum ada lembaga yang dibentuk
untuk memberikan pemahaman tentang
hak-hak Tenaga Kerja Perempuan, sehingga
menyadari bahwa ada pihak yang
melakukan pelanggaran peraturan (perdata
maupun pidana), kemudian melaporkan dan
menyelesaikan kasusnya. Apalagi lembaga
yang khusus menyelesaikan kasus-kasus
yang dialami oleh Tenaga Kerja Perempuan.
Dengan demikian penting untuk meneliti jenis
kasus yang sering dialami, pelaporannya,
proses pnyelesaian, hambatan dan kendala
dalam proses tersebut.
PERUMUSAN MASALAH

1. Jenis-jenis kasus apa saja yang terjadi pada


Tenaga Kerja Indonesia Perempuan selama
dua tahun terakhir?
2. Bagaimana proses penyelesaian kasus-kasus
Tenaga Kerja Indonesia Perempuan yang
terjadi selama dua tahun terakhir oleh stake
holders?
3. Bagaimana hambatan dan kendala yang
dihadapi oleh stake-holder maupun para
korban dalam upaya penyelesaian kasus-
kasusnya?
4. Bagaimana upaya-upaya yang telah dilakukan
oleh stake-holders maupun para korban
dalam proses penyelesaian kasus-kasus
tersebut.
TUJUAN PENELITIAN

1. Mengidentifikasi dan mendeskripsikan jenis-jenis


kasus apa saja yang terjadi pada Tenaga Kerja
Indonesia Perempuan selama dua tahun terakhir.
2. Mendeskripsikan dan menganalisis proses
penyelesaian kasus-kasus Tenaga Kerja Indonesia
Perempuan yang terjadi selama dua tahun terakhir
oleh stake holders.
3. Mendeskripsikan dan menganalisis hambatan dan
kendala yang dihadapi oleh stake-holder maupun
para korban dalam upaya penyelesaian kasus-
kasusnya.
4. Mendeskripsikan dan menganalisis upaya-upaya yang
telah dilakukan oleh stake-holders maupun para
korban dalam proses penyelesaian kasus-kasus
tersebut.
KEGUNAAN PENELITIAN

1. Bagi korban (Tenaga kerja Perempuan) dan anggota


keluarganya dapat dikuatkan, sehingga mampu
melaporkan, mengawasi aparat pemerintah dan
penegak hukum melaksanakan penegakan hukum
dalam menyelesaikan kasus-kasus yang dihadapi,
dan kasus yang menimpa teman, tetangga, sanak-
saudara mereka beserta anggota keluarganya.
2. Bagi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia
merupakan informasi penting untuk memberikan
masukan, supaya menjadi lebih berhati-hati dalam
proses penempatan.
3. Bagi aparat pemerintah dan penegak hukum juga
merupakan informasi penting sebagai masukan,
supaya dapat melaksanakan tugasnya untuk
menyelesaikan kasus-kasus secara adil dan pasti.
TINJAUAN PUSTAKA

1. Globalisasi dan dampaknya bagi negara-


negara berkembang
2. Strategi pembangunan dan implikasinya
terhadap Ketenagakerjaan di Indonesia
3. Tenaga Kerja Perempuan yang bekerja ke
luar negeri
4. Kualitas sumber daya perempuan yang
menjadi Tenaga Kerja Indonesia yang
bekerja di luar negeri
5. Penegakan hukum
METODE PENELITIAN
1. PENDEKATAN
Penelitian ini akan menggunakan pendekatan empiris,
karena
 hendak meneliti tentang proses penyelesaian kasus-kasus
yang dialami oleh Tenaga Kerja Perempuan oleh korban
dan stake-holders
 hendak meneliti tentang hambatan, kendala yang dialami
dan upaya yang telah dilakukan oleh para korban maupun
stake-holders
2. LOKASI
Penelitian ini akan dilaksanakan:
 di Ponorogo karena merupakan kabupaten yang terbanyak
menempatkan TKP di luar negeri dari daerah kulonan.
 Di Jember karena merupakan kabupaten yang banyak
menempatkan TKP di luar negeri dari daerah wetanan
METODE PENELITIAN (lanjutan)

3.1. VARIABEL
Bagi perempuan korban:
umur lama bekerja
pendidikan negara tujuan

3.2. Aspek yang hendak diteliti


posisi kasus
hambatan
kendala
upaya
METODE PENELITIAN (lanjutan)

4. JENIS DATA
Data yang diambil dalam penelitian ini adalah:
a. Data primer: (deskripsikan data seperti 3.1 dan 3.2.
pada variabel dan aspek yang hendak diteliti
b. Data sekunder:
berkas kasus data dari LSM
berita acara pemeriksaan data dari disnaker
data dari hasil penelitian orang lain, dll.

5. SUMBER DATA
a. Data primer: TKP dan anggota keluarganya, calo,
pendamping dari LSM atau lembaga-lembaga lain,
PJTKI, dinas.
b. Data sekunder: dari Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan,
LSM pendamping, disnaker
METODE PENELITIAN (lanjutan)
5.a. Sumber data primer
Untuk subyek penelitiannya (responden) 
Populasi  harus ada kriteria yang jelas, bisa
kasus, bisa orang, dll.
 Kasus tentang insest; kasus kekerasan fisik,
dll.
 Hakim yang telah bertugas selama 10 tahun
dan pernah menangani kasus-kasus kekerasan
terhadap perempuan dan anak
Sampel  adalah sebagian dari populasi 
teknik pengambilan sampel:
probabilitas cluster snowball
purposive accidental
METODE PENELITIAN (lanjutan)
5.a. Sumber data primer (lanjutan)
Informan adalah orang yang mengetahui tentang perilaku
subyek penelitian (responden – populasi – sample):
Bisa kepala suatu instansi
Bisa ketua kelompok sosial
Bisa pejabat pemerintah, dll.

Jadi dalam proposal tunjukkan dengan jelas jabatan dan


lembaga/institusinya!!
Contoh:
Kepala BPN Malang
Staf bagian kredit BNI Cabang Malang, dll.
METODE PENELITIAN (lanjutan)

6. Teknik pengambilan data


Wawancara bebas dengan menggunakan pedoman
wawancara (interview guide) kepada korban, dan stake
holders lainnya
Untuk data-data yang sensitif, digunakan teknik
pengambilan data melalui FGD yang diadakan 3 kali: (a)
FGD bagi korban; (b) FGD bagi PJTKI; (c) FGD bagi
aparat penegak hukum dan LSM pendamping.
Studi dokumen pada berkas-berkas perkara.

7. Teknik analisis data


Menggunakan analisis isi (content-analysis) untuk
berkas perkara
Deskriptif analitis bagi hasil wawancara bebas
Menggunakan triangulasi sumber dan teknik
pengambilan data untuk menunjukkan validitas datanya
METODE PENELITIAN (lanjutan)

DAFTAR PUSTAKA
Tulis daftar pustaka yang digunakan saja
Cara menulis:

Muhammad, Abdulkadir; 2003; Hukum dan Penelitian


Hukum; PT. Citra Aditya Bakti, Bandung

Stookey; John A.; 1977; “The Victim’s Perspective on


American Criminal Justice”; dalam Joe
Hudson Criminal Justice, a Critical of
Assesment of Sanction; Lexington Books

Harus konsisten!!!