Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN R-LAB

CALORI WORK

Nama NPM Fakultas Departemen/Jurusan Grup Kode Praktikum Tanggal Praktikum

: Moch. Agung Gunandar : 1306446401 : Teknik : Teknik Kimia : B-6 : KR02 : 28 Februari 2013

UNIT PELAKSANA PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN DASAR (UPP-IPD) UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK 2014

Tujuan Menghitung nilai kapasitas kalor suatu kawat konduktor. Peralatan a. Sumber tegangan yang dapat divariasikan b. Kawat konduktor ( bermassa 2 gr ) c. Termometer d. Voltmeter dan Ampmeter e. Adjustable power supply f. Camcorder g. Unit PC beserta DAQ dan perangkat pengendali otomatis Landasan Teori Energi Listrik Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha. Maka, energi listrik dapat diartikan sebagai kemampuan untuk melakukan atau menghasilkan usaha listrik (kemampuan yang diperlukan untuk memindahkan muatan dari satu titik ke titik yang lain). Energi listrik dilambangkan dengan W. Perumusan yang digunakan untuk menentukan besar energi listrik adalah : W = Q.V...............( Q = I . t ) Joule W=V.I.t keterangan : W = Energi listrik ( Joule) I = Arus listrik ( Ampere ) Q = Muatan listrik ( Coulomb) t = Waktu ( s ) V = Beda potensial ( Volt )

Apabila persamaan tersebut dihubungkan dengan hukum Ohm ( V = I.R) maka persamaan diatas akan berbentuk : W=I.R.I.t

Satuan energi listrik lain yang sering digunakan adalah kalori, dimana 1 kalori setara dengan 0,24 Joule. Pemanfaatan Energi Listrik Energi listrik dapat berubah menjadi berbagai bentuk energi lainnya. Energi listrik menjadi energi kalor, alat yang digunakan yaitu setrika listrik, kompor listrik, microwave, dan sebagainya. Energi listrik menjadi energi cahaya, alat yang digunakan, yaitu lampu pijar, lampu neon, dan sebagainya. Energi listrik menjadi energi gerak, alat yang digunakan yaitu kipas angin, penghisap debu, dan sebagainya. Energi Panas (Kalor) Kalor didefinisikan sebagai energi panas yang dimiliki oleh suatu zat. Secara umum untuk mendeteksi adanya kalor yang dimiliki oleh suatu benda yaitu dengan mengukur suhu benda tersebut. Jika suhunya tinggi maka kalor yang dikandung oleh benda sangat besar, begitu juga sebaliknya jika suhunya rendah maka kalor yang dikandung sedikit. Dari hasil percobaan, besar kecilnya kalor yang dibutuhkan suatu benda (zat) akan bergantung pada 3 faktor, yaitu (1) massa zat (2) jenis zat (kalor jenis) (3) perubahan suhu Sehingga secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut. Q = m.c. Q : kalor yang dibutuhkan (J) : perubahan suhu (OC) Kalor ada dua jenis yaitu kalor yang digunakan untuk menaikkan suhu dan kalor yang digunakan untuk mengubah wujud (kalor laten), persamaan yang digunakan dalam kalor laten ada dua macam Q = m.U dan Q = m.L. Dengan U adalah kalor uap (J/kg) dan L adalah kalor lebur (J/kg) Pada pembelajaran kalor terdapat dua kosep yang hampir sama, tetapi berbeda, yaitu kapasitas kalor (H) dan kalor jenis (c). Kapasitas kalor adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu benda sebesar 1 derajat celcius. ...............( =Ti T0 ) c : kalor jenis (J/kgoC)

m : massa benda (kg)

Kalor jenis adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1 kg zat sebesar 1 derajat celcius. Alat yang digunakan untuk menentukan besar kalor jenis adalah kalorimeter.

Kedua persamaan di atas dapat digabungkan menjadi :

Grafik perubahan wujud pada es yang dipanaskan sampai menjadi uap.

Pada Q1 es mendapat kalor dan digunakan menaikkan suhu es, setelah suhu sampai pada 0 oC kalor yang diterima digunakan untuk melebur (Q2), setelah semua menjadi air barulah terjadi kenaikan suhu air (Q3), setelah suhunya mencapai suhu 100 oC maka kalor yang diterima digunakan untuk berubah wujud menjadi uap (Q4), kemudian setelah berubah menjadi uap semua maka akan kembali terjadi kenaikan suhu kembali (Q5). Hubungan antara Energi Listrik dengan Energi Kalor Seperti yang dikatakan dalam hukum kekekalan energi, energi tak dapat dimusnahkan atau dihilangkan, energi hanya dapat diubah dari suatu bentuk ke bentuk lainnya. Energi listrik dapat

diubah menjadi energi kalor dan juga sebaliknya. Di bawah ini adalah hubungan antara energi listrik dengan energi kalor. W=Q V.I.t=m.c. I.R.I.t=m.c. Pada praktikum ini, diterapkan hukum kekekalan energi, yaitu dengan mengkonversikan energi listrik menjadi energi kalor. Energi listrik dihasilkan oleh suatu catu daya pada suatu konduktor yang mempunyai resistansi dinyatakan dengan persamaan : W = V .I . t .. (1) Energi kalor yang dihasilkan oleh kawat konduktor dinyatakan dalam bentuk kenaikan temperatur. Jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikan suhu zat dinyatakan dengan persamaan : Q = m . c . T ...(2) Sebuah kawat dililitkan pada sebuah sensor temperatur. Kawat tersebut akan dialiri arus listrik sehingga mendisipasikan energi kalor. Perubahan temperatur yang terjadi akan diamati oleh sensor kemudian dicatat oleh sistem instrumentasi. Tegangan yang diberikan ke kawat dapat dirubah sehingga perbuahan temperatur dapat bervariasi sesuai dengan tegangan yang diberikan. Dibawah ini adalah tabel nilai kapasitas kalor dari beberapa benda.
Zat Berat Kapasitas Kapasitas Molekul Kalor Molar Kalor Molar G/Mol (Kal/Moloc) (J/Moloc) Aluminium 0,215 0,900 27,0 5,82 24,4 Karbon 0,121 0,507 12,0 1,46 6,11 Tembaga 0,0923 0,386 63,5 5,85 24,5 Timbal 0,0305 0,128 207 6,32 26,5 Perak 0,0564 0,236 108 6,09 25,5 Tungsten 0,0321 0,134 184 5,92 24,8 Nilai Cp untuk beberapa benda padat (pada temperatur kamar dan p = 1,0atm) Kalor Jenis (Kal/Goc) Kalor Jenis (J/Goc)

Langkah Kerja 1. Mengaktifkan Web cam ! (klik icon video pada halaman web r-Lab). 2. Memberikan tegangan sebesar V0 ke kawat konduktor. 3. Menghidupkan Power Supply dengan mengklik radio button disebelahnya. 4. Mengambil data perubahan temperatur , tegangan dan arus listrik pada kawat. konduktor tiap 1 detik selama 10 detik dengan cara mengklik icon ukur. 5. Memerhatikan temperatur kawat yang terlihat di web cam, tunggulah hingga mendekati temperatur awal saat diberikan V0 . 6. Mengulangi langkah 2 hingga 5 untuk tegangan V1, V2 dan V3

Hasil dan Evaluasi 1. Membuat grafik yang menggambarkan hubungan antara temperatur dan waktu untuk setiap tegangan yang diberikan ke kawat konduktor, berdasarkan dari data yang didapat. 2. Menghitung nilai kapasitas panas ( c ) dari kawat konduktor yang digunakan, untuk tegangan V1 , V2 dan V3. 3. Menentukan jenis kawat konduktor yang digunakan, berdasarkan nilai c yang diperoleh. 4. Memberi analisis dari hasil percobaan.

Data dan Pengamatan


Waktu 3 6 9 12 15 18 21 24 27 30 3 6 9 12 15 18 21 24 27 30 I 23.84 23.84 23.84 23.84 23.84 23.84 23.84 23.84 23.84 23.84 35.36 35.36 35.36 35.36 35.36 35.36 35.36 35.36 35.36 35.36 V 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.66 0.66 0.66 0.66 0.66 0.66 0.66 0.66 0.66 0.66 Temp 19.9 19.9 19.9 19.9 19.9 19.9 19.9 19.9 19.9 19.9 19.9 20.0 20.2 20.4 20.6 20.7 20.8 21.0 21.1 21.3 Waktu 3 6 9 12 15 18 21 24 27 30 3 6 9 12 15 18 21 24 27 30 I 51.56 51.56 51.56 51.56 51.56 51.56 51.56 51.56 51.45 51.45 42.32 42.32 42.32 42.32 42.32 42.32 42.32 42.32 42.32 42.32 V 1.59 1.59 1.59 1.59 1.59 1.59 1.59 1.59 1.60 1.60 1.07 1.07 1.07 1.07 1.07 1.07 1.07 1.07 1.07 1.07 Temp 20.9 21.3 22.2 23.2 24.1 25.0 25.8 26.5 27.1 27.7 23.7 23.6 23.9 24.2 24.4 24.6 24.9 25.1 25.3 25.4

Keterangan warna :

V0

V1

V2

V3

Grafik hubungan antara temperatur dan waktu untuk setiap tegangan yang diberikan ke kawat konduktor.

Menghitung nilai kapasitas panas (c) dari kawat konduktor yang digunakan dari setiap v1, v2, v3
Dengan V1

V2 Rata-rata arus = 20% . 51.45 + 80% . 51.56 = 51.54

Rata-rata tegangan = 20% . 1.60 + 80% . 1.59 = 1.59

V3

Menentukan jenis kawat konduktor yang digunakan berdasarkan nilai c yang diperoleh

Dengan

100.1306 J/KgoC Maka kapasitas kalor dari kawat konduktor yang dipakai pada praktikum ini adalah : =(

100.1306 ) J/KgoC

Setelah melihat literatur, percobaan yang saya lakukan ternyata mendekati harga kalor jenis karbon. Dengan memakai rumus dibawah ini, kita dapat menghitung kesalahan relatif pengukuran kalor jenis.

| |

| x 100% |x100% = 2.85%

Analisis Percobaan ini dilakukan dengan pengaliran listrik pada sebuah kawat tertentu. Lalu terjadi perubahan temperatur pada kawat yang dialiri listrik. Sehingga terbukti bahwa hukum kekekalan energi berlaku dimana energi tidak akan pernah hilang dan hanya akan berubah bentuk, pada percobaan kali ini perubahan bentuk energi tersebut adalah dari energi listrik menjadi energi kalor, karena adanya perubahan temperatur tersebut. Terdapat empat kali pengukuran dengan V yang berbeda pada percobaan ini, antara lain percobaan dalam tiga puluh detik dengan V0=0, V1=0.66, V2=1.59-1.60, V3=1.07, pengukuran ini dilakukan dalam tiga puluh detik dengan melakukan pendataan di setiap tiga detik. Pada setiap detik, kawat yang dialiri listrik akan mengalami kenaikan temperatur kecuali pada pengukuran yang tidak dialiri listrik / V0. Untuk kapasitas kalor yang saya dapatkan sudah sesuai dengan teori dimana kalor yang terdisipasi pada kawat akan sebanding dengan perubahan tegangan dan arus namun dengan berbanding terbalik dengan kapasitas kalor yang sama pada ketiga percobaan maka kapasitas kalor yang diperoleh akan hampir sama pada ketiga percobaan. Berdasarkan pengolahan data yang telah dilakukan melalui prinsip hukum kekekalan energi, Energi Listrik yang dihasilkan oleh catu daya berubah menjadi energi kalor yang mengakibatkan kenaikan temperature dari kawat. Dari sini kita dapat mencari kapasitas kalor (tenaga yang dibutuhkan untuk menaikkan temperatur benda sebesar satu derajat) dari kawat konduktor. Berdasarkan perhitungan didapatkan kapasitas kalor sebesar 521 J/oC Kesimpulan Ketika kawat dialiri listrik maka temperatur kawat tersebut akan naik. Semakin tinggi arus listrik yang mengalir maka temperatur kawat akan semakin besar. Benda yang memiliki kalor jenis kecil, hal tersebut menandakan bahwa benda tersebut mempunyai konduktivitas yang tinggi, karena dapat menaikkan suhunya dengan energi yang kecil. benda yang memiliki kalor jenis besar, hal tersebut menandakan bahwa konduktivitasnya rendah, karena berarti benda tersebut membutuhkan energi yang besar untuk menaikkan suhunya.

Daftar Pustaka Giancoli, D.C.; Physics for Scientists & Engeeners, Third Edition, Prentice Hall, NJ, 2000. Halliday, Resnick, Walker; Fundamentals of Physics, 7th Edition, Extended Edition, John Wiley & Sons, Inc., NJ, 2005.