Anda di halaman 1dari 29

PEMERINTAH KABUPATEN BLORA

DINAS PENDIDIKAN NASIONAL

SMK NEGERI 1 BLORA


Alamat : Jl. Gatot Subroto Km. 4,1 Blora, Jawa
Tengah, Indonesia 58252 Telp. / Fax. (0296)
531565

No. 01 100 059077

Email : smk1blora@yahoo.com

PENGUKURAN POSISI VERTIKAL (PPV) METODE TACHIMETRY


BIDANG KEAHLIAN
PROGRAM
KEAHLIAN
MATA DIKLAT
KOMPETENSI

TEKNIK BANGUNAN
TEKNIK SURVEY DAN PEMETAAN
SURVEY DAN PEMETAAN
PENGUKURAN POSISI VERTIKAL

MELAKUKAN PENGUKURAN POSISI


SUB KOMPETENSI
VERTIKAL (PPV) TACHIMETRY
MENGGUNAKAN PESAWAT
TEODILIT TL 20 DF
ALOKASI WAKTU
2 ( 8 JAM x 45 MENIT) = 630 MENIT
A. STANDART KOMPETENSI :
1. Siswa dapat melakukan Pekerjaan Pengukuran Posisi Vertikal (PPV) dan
Posisi Horizontal (PPH) menggunakan Pesawat Teodolit.
B. KOMPETENSI DASAR:
Sebelum

melakukan

pembelajaran

Pengukuran

Metode

Tachimery

menggunakan alat Teodolit, tiap siswa hasur sudah mempunyai kompetensi


kompetensi dasar
1. Pengukuran Jarak Langsung dengan meteran
2. Sistim Pengukuran Sudut Datar dan Sudut Vertikal
3. Penguasaan Pesawat Teodolit dan Pesawat Waterpasing
4. Penguasaan Sistim Pengukuran Waterpasing / Sipat Datar
5. Perhitungan Beda Tinggi (h)
6. Perhitungan Penentuan Tinggi Elevasi Titik
7. Penguasan Prinsip Trigonometri dalam matematika
8. Penguasaan Administrasi Pengelolaan Alat Ukur
9. Penguasaan Pembuatan Rekaman Peralatan dan Praktek termasuk Laporan
10. Penguasaan Mantenance, Repair, Penyimpanan Peralatan Ukur (PPD)
RPP/PPV Tachymetry/TSP/Revisi.Juli.2011/teguh H

Page 1

C. INDIKATOR KEBERHASILAN :
1. Siswa dapat membuat sket Rencana Pengukuran
2. Siswa Mempunyai Data Hasil Pengukuran (PPV) dan (PPH) Metode
Tachimetry
3. Perhitungan hasil ukur berupa h, Perhitungan Elevasi Titik, Jarak
Langsung sisi sisi polygon)
4. Gambar hasil ukur Individu memakai sistim proyeksi dan sekala benar
5. Laporan Hasil Pengukuran secara lengkap
6. Bukti Rekaman lengkap proses Pengukuran
7. Ketuntasan perolehan Nilai Teori dan Praktek 7.00
8. Pemenuhan Administrasi Peralatan Ukur dan MR Alat Ukur.
D. TUJUAN PEMBELAJARAN PRODUKTIF :
Setelah Siswa mengikuti Pembelajaran :
1. Kompeten dalam melakukan pengambilan data atau menghimpun data
melalui

Pengukuran

Posisi

Vertikal

(PPV)

metode

tachimetry

menggunakan pesawat teodolit (TL 20 DF) yang meliputi pekerjaan :


a. Pengukuran Sudut Datar pada polygon tertutup maupun polygon
terbuka (jika diperlukan)
b. Pengukuran Sudut Vertikal (V)
c. Pengukuran jarak datar langsung / berantai pada sisi sisi polygon
2. Dapat

melakukan

perhitungan

hasil

pengukuran

PPV

dan

PPH

menggunakan konsep Trigonometri dengan benar


3. Dapat menyajikan dan mengiformasikan hasil pengukuran PPV dan PPH
yang berupa gambar memakai sistim proyeksi dan sekala dengan benar

RPP/PPV Tachymetry/TSP/Revisi.Juli.2011/teguh H

Page 2

PEMBELAJARAN PRODUKTIF
TEKNIK SURVEY DAN PEMETAAN

Sub Kompetensi : Pengukuran Penyipat datar Metode Tachimetry


I. Pendahuluan :
Teodolit adalah salah satu alat ukur tanah berupa teropong yang digunakan
untuk mengukur sudut mendatar dan sudut tegak. Hasil bacaan sudut satuan
Sexagesimal (Derajat, Menit, Detik).
Dalam pekerjaan pekerjaan ukur tanah, teodolit sering digunakan dalam
pengukuran polygon, pemetaan situasi Teodolit juga bisa dipergunakan untuk
pengukuran Posisi Vertikal atau pengukuran waterpasing atau pengukuran sipat
datar yang menggunakan PPD. Pengukuran Penyipat Datar menggunakan
Pesawat Teodolit ini sering disebut Pengukuran Penyipat Datar Metode
Tachimetry atau Metode Trigonometri dan jika dilihat dari tempat / posisi
Teodolit berdiri maka termasuk pengukuran di atas titik dengan demikian
Tingggi Alat / Instrumen (TA) mutlak diukur, sedangkan data data lainnya
yang diukur dari lapangan adalah Jarak Datar, Sudut Vertikal (V) untuk
menghitung beda tinggi antara dua titik, sudut horizontal (H) atau sudut
untuk keperluan menghitung koreksi

pada pengukuran polygon tertutup

maupun terbuka., sedangkan data data lainnya sebagai pendukung misalnya


mengenai legenda legenda lapangan yang penting saja.
Diskripsi : (lihat gambar sketsa pengukuran Tachimetry/ Trigonometri)
1.

Waterpasing sistim Tachimetry adalah pengukuran beda tinggi antara 2


(dua) titik yang menggunakan perhitngan antara jarak miring (Dm) dan
sudut miring (V).

2. Sedangkan penempatan pesawat Teodolith adalah di atas titik ukur


3. Jarak miring adalah jarak antara dua titik target ukur mulai dari sumbu I
(Pesawat Teodolith) sampai dengan Rambu Ukur yang sejajar dengan
permukaan tanah,diperoleh dari perhitungan (BA-BB)x100 dan
biasanya disebut dengan Jarak Optik (JO) dan diberi notasi Dm
4. Oleh karena itu bacaan BT pada Rambu Ukur harus setinggi TA

RPP/PPV Tachymetry/TSP/Revisi.Juli.2011/teguh H

Page 3

5.

TA adalah tinggi alat diukur mulai dari perpotongan Garis Bidik dengan
Sumbu I sampai dengan permukaan tanah atau baut elevasi pada patok.

6.

Sudut Miring adalah sudut yang dibentuk oleh Garis Bidik dan Garis
Horizontal atau Garis Normal dan diberi notasi (V) atau sudut V.

7.

Sudut Datar () adalah Sudut Dalam pada segi banyak segi n (untuk
polygon tertutup) atau sudut yang diukur dengan posisi kanan atau posisi
kiri dari polygon terbuka.

II. Data data Kelengkapan :


Dalam pengukuran Penyipat Datar Sistim Tachimetry ini agar hasilnya
dapat dihitung dan dapat diiformasikan dalam bentuk produk (Evidence of
Learning Competency Based Pruduct) maka data data yang harus
dikumpulkan berupa :
1. Koordinat Titik tetap (Bench Mark) atau Koordinat Setempat (X, Y, Z)
2. Jarak Datar berantai Sisi sisi polygon yang diukur
3. Sudut Datar ( / H) dan sudut Vertikal ( / V)
4. Gambar Sket Situasi Pengukuran
5. Referensi lainnya yang diperlukan.
III. Peralatan :
Untuk mengumpulkan data data lapangan pada pengukuran ini diperlukan
sejumlah peralatan diantaranya :
1.

Pesawat Teodolit (TL 20 DF) atau (DT 209 F)

2.

Bak Ukur / Rambu Ukur

3.

Alat hitung elektronik

4.

Patok Sementara

5.

Daftar Perhitungan

6.

Data Board

7.

Alat Ukur Jarak langsung (Rol Meter / Steel Tape Measurement )

RPP/PPV Tachymetry/TSP/Revisi.Juli.2011/teguh H

Page 4

IV. Keselamatan Kerja :


Seorang Surveyor pada saat melakukan pekerjaan pengukuran di lapangan
agar memperoleh hasil yang maksimal dan data yang akurat, maka perlu
memperhitungkan aspek aspek yang dikelola agar memenuhi keselamatan
kerja (Safety Work), diantaranya meliputi :
1. Faktor Manusia (Human Safety) :
a.

Bacalah Bassmallah sebelum bekerja.

b.

Bekerjalah dalam keadaan badan yang sehat jasmani dan


rohani.

c.

Isilah daftar hadir peserta pengukuran secara tertib.

d.

Pelajari dan cermati Konsep Pengukuran dengan baik

e.

Bekerjalah sesuai dengan tugas pokok dan seksi masing


masing dan
senantiasa memelihara kejujuran, ketertiban, kesabaran, ketelitian

f.

Pergunakanlah pakaian kerja lapangan sesuai ketentuan

g.

Perhatikan pentunjuk Instruktur

h.

Dilarang bersenda gurau pada saat pengukuran berlangsung

i.

Bekerjasamalah dalam kelompok secara efisien, efektif, tertib

j.

Jaga nama baik almamater.

2. Faktor Keselamatan Alat Ukur / instrument Ukur (Safety


Equipment Measurement) :
a) Buatlah administrasi peralatan dengan baik dan tertib (Bon Alat,
Berita Acara Pemakaian Alat Ukur) baik sebelum maupun sesudah
pekerjaan pengukuran.
b) Periksalah semua peralatan ukur sebelum dan sesudah dipergunakan
serta pastikan semua peralatan dapat dipergunakan dengan baik
c) Pergunakanlah semua peralatan kur sesuai dengan fungsi, prosedur
dan kapasitasnya
d) Lindungi Pesawat Teodolit dan alat ukur lainya dari pengaruh
eksternal yang dapat merusakkannya seperti (Jatuh, Terik Matahari,
benturan keras, udara lembab, cairan yang mempunyai daya korosif
tinggi, kotoran organic dan anorganik).
RPP/PPV Tachymetry/TSP/Revisi.Juli.2011/teguh H

Page 5

e) Alat ukur yang sedang tidak dipakai pada waktu pengukuran


berlangsung, maka amankan di tempat yang tidak mengganggu proses
pekerjaan
f)

Jika pekerjaan pengukuran lapangan telah selesai maka lakukan


pembersihan, perawatan, penyimpanan alat alat ukur dengan tertib,
sesuaikan dengan nomor seri, jenis, ukuran di tempat / almari

g) Laporkan kepada instruktur atau guru jika pekerjaan telah selesai


dengan disertai dengan bukti hasil pengukuran serta minta tanda
tangannya.
3. Keselamatan Data hasil Pengukuran (Safety of the measurement
data) :
a) Sebelum pekerjaan Pengukuran dimulai maka siapkan instrument
untuk merekam data berupa daftar ukur gambar sket dengan baik dan
tertib.
b) Hidari melakukan pekerjaan pengukuran pada saat-saat yang banyak
gangguan dan tidak menguntungkan (misalnya : kerumnan orang
banyak, terik matahari jam 11.30 ~ 13.00 atau cuaca gelap / hujan)
c) Catalah secara langsung di tempat pekerjaan semua data hasil
pengukuran ke dalam daftar ukur berupa Identitas Juru Ukur, juru
Hitung, Hari / Tanggal, Lokasi Ukur, Waktu, Cuaca, jenis dan Nomor
Seri Pesawat Ukur, Arah, Jarak datar dan Sudut Vertikal maupun
sudut Horizontal maupun legenda lainnya yang penting.
d) Tulisan angka dan huruf harus jelas, menggunakan bahasa standar
(EYD) dan tidak mengandung dua arti, bersih dari coretan.
e) Pergunakanlah Signature , Legenda atau symbol symbol sesuai
dengan ketentuan dalam kode etik pekerjaan Survey dan Pemetaan
f)

Lindungi semua data hasil pengukuran dari hal hal yang dapat
merusakkannya seperti ; hilang, sobek, Kotor, banyak coretan, air
hujan.

g) Jika terjadi penggantian daftar ukur usahakan data lama yang sejelek
apapun jangan dibuang karena masih ada data yang dapat
dipergunakan.
RPP/PPV Tachymetry/TSP/Revisi.Juli.2011/teguh H

Page 6

h) Minta tanda tangan instruktur di lembar rekaman data.


i)

Data ukur asli dimasukan dalam file laporan akhir

4. Lingkungan pekerjaan (An Enviromental work safety) :


Pekerjaan Survey dan Pemetaan sebagian besar waktunya dilakukan di
luar gedung (di lapangan) sehingga deskripsi lingkungan pekerjaan
meliputi aspek aspek status kepemilikan lahan (pribadi, pemerintah,
desa, swasta, yayasan) , luasan, dan jenis dan seorang surveyor harus
dapat memanaj dengan baik tentang hal hal :
a) Jika diperlukan buat surat perijinan atau minta ijin kepada pemilik
lahan dan atau pejabat setempat yang kebetulan akan dilewati /
dipakai untuk pengukuran
b) Jangan mengambil tanpa ijin, memindah, merusak barang atau
tanaman di tempat pengukuran.
c) Dilarang membuat atau mengeluarkan hal hal yang menimbulkan
polusi lingkungan (suara gaduh, asap kendaraan, kotoran lainnya)
sehingga mengganggu masyarakat setempat.
5. Adminstrasi (Administration) :
Persyaratan keselamatan kerja lain sebelum menuju ke lapangan untuk
melakukan pekerjaan pengukuran adalah pemenuhan / pembuatan
adminsitrasi peralatan ukur baik manual maupun alat ukur optic
diantaranya :
a) Berita acara pengukuran
b) Pembuatan bon peralatan
c) Rekapitulasi hasil diskusi kelompok tentang pengukuran yang akan
dilakukan
d) Pengisian daftar hadir praktik siswa
e) Agenda harian KBM
f) Surat surat ijin jika dilakukan pengukuran di luar lingkungan
sekolah

RPP/PPV Tachymetry/TSP/Revisi.Juli.2011/teguh H

Page 7

V. Prosedur Pokok Pengukuran Penyipat Datar Tachimetry :


Lakukan pengukuran PPV Tachimetry ini di atas titik koordinat :
1.

Pembagian Tugas dalam kelompok, Persiapan alat, Konsep, daftar Ukur,


dan Administrasi Peralatan Ukur.

2. Gambar Sketsa Tempat pengukuran


3. Tentukan Target Titik Ukur
4. Ukur Jarak Miring langsung menggunakan meteran sebagai pembanding
5.

Setting Pesawat Teodolit di atas titik koordinat dengan baik

6. Ukur tinggi alat / instrument Teodolit (TA) mulai baut koordinat pada titik
tetap sampai dengan perpotongan antara sumbu teropong dengan sumbu I
7.

Bacalah data BA, BT, BB pada rambu ukur (Jika Pengukuran Tachymetry
hanya diukur BT=TA dan Jarak miring Dm)

8.

Lakukan pengukuran Sudut Vertikal (V) Sudut Datar () minimal 3 kali


pada tiap titik polygon kemudian buat rata-ratanya.

9. Lakukan perhitungan data ukur dalam daftar pengukuran meliputi :


Ubahlah besar bacaan tiap sudut vertikal menjadi desimal
Hitunglah Jarak Miring (Dm) dengan Rumus : =(BA-BB)x100 Cos (V)
Hitunglah Jarak Datar (Ddt)dengan Rumus : =(BA-BB) x100 Cos2 (V)
Hitunglah Beda Tinggi dengan Rumus : =(BA-BT) X 100 x Dm x Sin
(V)
10. Lakukan pekerjaan nomor 6, 7, 8 pada setiap pindah titi ukur polygon.
11. Pengukuran Sudut Horizontal belakang dan muka atau kiri dan kanan
(Back Side Measurement Horizontal Angle) minimal 3 kali pada tiap titik
poligon
12. Catat semua data hasil pengukuran dengan tertib dan dengan tulisan yang
jelas ke dalam Daftar Ukur
13. Jika jalur pengukuran berupa Polygon Tertutup atau Polyon Terikat
sempurna maka lakukan koreksi sudut dan koreksi absis

(X) dan

ordinat (Y) translasi.


14. Buat gambar hasil pengukuran dengan sistim proyeksi dan sekala yang
benar dan proporsional
15. Buat laporan secara lengkap
RPP/PPV Tachymetry/TSP/Revisi.Juli.2011/teguh H

Page 8

VI. Teori Pengukuran Penyipat Datar Tachimetry (Trigonometri) :

SKEMA PPV TACHIMETRY


(Pengukuran di atas titik)



TL

TL

TL

Dm

Dm

Dm

TL

h2
h1

h3

P3
P2

P1

Ddtr

Ddtr

P4

Ddtr



h1

POT MEMANJANG

(Gambar : 1)

Rb
BA

SKETSA PPV TACHIMETRY

BT
BB

Dm

TL

TA

Ddtr

(Gambar : 2)
Keterangan :
1). TA
2). Rb
3). Ddtr
4). BA,BT,BB

= Tinggi Alat (Teodolit)


= Rambu Uur
= Jarak Datar
= Benang Diafrahma

RPP/PPV Tachymetry/TSP/Revisi.Juli.2011/teguh H

5). TL
6). Dm
7). H
8). V

= Teodolith
= Jarak Miring
= Beda tinggi P ~ Q
= Sudut Miring (Heling)
Page 9

Rb
BA

SKETSA PPV TACHIMETRY

BB
Q

TA

TL

TA

BT

DATA YANG DIUKUR


1. SUDUT DATAR
2. SUDUT VERTIKAL V
3. TAP =BTQ
4. JARAK METERAN (UNTUK
KONTROL)

AR
AH

PEN

GU

KU

RA
N

(Gambar : 3)

Rb
A'

Rb
A' A

Dm

B'

B'
Dm

TA

MateriPPV Tachimetry/ TSP/SMK N 1 Blora/ Teguhh/Jan


Dt 08

(Gambar : 3)

RPP/PPV Tachymetry/TSP/Revisi.Juli.2011/teguh H

Page 10

PENURUNAN RUMUS :
Diketahui :
(1). PQRdi R; PTAdi T PTBdi T.PS = TQ
(2). Dt = Jarak Datar
(3). Dm = Jarak Miring
(4). H = Beda Tinggi antara Q dengan S
(5). = Sudut Miring (V)
(6). TA = Tinggi Alat (Teodolit)
(7). P = Teodolit
Rumus Umum : (Lihat PQR di R), maka
Jarak Datar

Dt = (BA- BB) . 100

Jarak Miring

Dm = Dt. Cos , sehingga


Dm = (BA- BB).100. Cos

Beda Tinggi

Sin =

TR
TR = Dm.Sin
Dm

H = (BA BT).100.Dm.Sin

Lihat PTAdi T PTBdi T :


Cos =

TA'
TA' = TA.Cos..........( I )
TA

Cos =

TB '
TB ' = TB.Cos..........( II ) ..Jika TA+TB = BA-BB
TB

(I)+(II) = TA.Cos + TB.Cos..


TA+TB = (TA. + TB )Cos BA - BB = (TA. + TB )Cos
Lihat PTAdi T:
Cos =

Dt
Dt = Dm.Cos .
Dm

Jika Dm = (BA-BB).100. Cos , (Dm = Jarak Miring) . Maka


Dt= Dm x Cos
Dt = [(BA-BB).100.Cos ]. Cos
Dt = (BA-BB). 100.Cos2 (Dt = Jarak Datar)
KUMPULAN RUMUS :
RPP/PPV Tachymetry/TSP/Revisi.Juli.2011/teguh H

Page 11

Jarak Miring Dm = (BA-BB).100. Cos ................(Rumus Matematika)

=(C56-C58)*100*COS((G57-360)*PI()/180)....(Rumus Excel)....(1)
Jarak Datar Dt = (BA-BB). 100.Cos2 ................(Rumus Matematika)
=(C56-C58)*100*COS((G57-180)*PI()/180)*COS((G57-180)*PI()/180)

)....(Rumus Excel)(2)

Beda Tinggi : H = (TA BT).100.Dm Sin ........(Rumus Matematika)

=(B15-C15)*100*SIN(G15-180)*PI()/180)....(Rumus Excel)(3)
SOAL 1 :
Diketahui hasil suatu pengukuran metode Tachimetry mendapatkan data data ,
Sudut beta (), Jarak Miring = Dm, Sudut Miring / sudut vertical = (V) seperti
terlihat pada gambar, jika Koordinat titik P1=100,200,300, Azimut Awal = Awal
271,3620
Diminta :
(1). Mengoreksi Sudut beta :1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 9, 9
(2). Menghitung Koordinat titik - titik polygon 1 ~ 9
P1(X1,Y1)=.,

P2(X2,Y2)=.,

P3(X3,Y3)=.,

P4(X4,Y4)=.,

P4(X4,Y4)=.,

P5(X5,Y5)=., P6(X6,Y6)=., P7(X7,Y7)=., P8(X8,Y8)=., P9(X9,Y9)=.,


(3). Mengitung Elevasi tiap titik koordinat
(4). Menghitung Luas segi banyak tidak beraturan
NU
1
2
3
4
5
6
7
8
9

NAMA
TITIK

TINGGI
ALAT

P1
P2
P3
P4
P5
P6
P7
P8
P9
JUMLAH

1,72
1,70
1,75
1,71
1,73
1,74
1,75
1,72
1,71

BACAAN
RU
BA,BT,BB
Lihat
daftar
hasil
pengukur
an di
bawah

RPP/PPV Tachymetry/TSP/Revisi.Juli.2011/teguh H

BESAR SUDUT
Vert
Datar ()
(V)
116,48270 -4,11390
129,54400 -6,86020
113,18440 -5,04470
198,51740 -3,56210
127,34100 4,09690
115,04500 3,99800
143,51000 4,50990
156,12640 3,27590
160,24900 7,27570

JARAK
MIRING
(m)
41,4642 m
28,5753 m
26,7066 m
25,6134 m
29,7122 m
27,9367 m
26,1822 m
23,8442 m
22,3927 m

Page 12

SOAL PPV TACHIMETRY


1

P1

HASIL UKUR TACHIMETRY 9

(Gambar : 4)

RPP/PPV Tachymetry/TSP/Revisi.Juli.2011/teguh H

Page 13

PENJELASAN PENGISIAN DAFTAR PERHITUGAN (1):


Catatan : (Lihat Daftar Perhitungan halaman 18 dibawah).

Untuk pengukuran Sipat Datar / Waterpasing Tachimetry (Trigonometri) jika


Data yang diukur berupa : Rambu Ukur dibaca (BA,BT,BB), Tinggi Alat (TA),
dan Sudut Vertikal (V)

Telah dikatahui Elevasi Titik P13 = 802,567 m

Lihat Gambar Nomor : 3 halaman 10 dan

Rumus rumus (1), (2), (3) halaman 11

1. Kolom A diisi dengan nomor urut titik ukur


2. Tinggi alat (TA) diukur pada setiap Teodolith berdiri tiap slag pengukuran kemudian
dimasukkan dalam kolom B.
3. Hasil pengukuran Sudut Vertikal untuk Derajat masukkan ke dalam kolom D,
Menit dalam kolom E, dan Detik masuk kolom F, kemudian konversikan dalam
bentuk Desimal
4. Jarak Miring (Dm) : kolom H dihitung dengan :
Rumus Trigonometri (BA-BB) .100.Cos V V=Sudut Vertikal di A
a. Dm P13~A=(BA-BB)A .100.Cos VA=(1,780-1,530).100.Cos (175,960)=24,938 m
b. Dm A~B=(BA-BB)B .100.Cos VB=(1,792-1,567).100.Cos (178,590)=22,493 m
c. Dm B~C=(BA-BB)C.100.Cos VC=(1,877-1,644).100.Cos (178,510)=23,292 m
d. DmC~D=(BA-BB)D .100.Cos vD=(1,315-1,120).100.Cos (178,610)=19,494 m
e. DmD~E=(BA-BB)E .100.Cos VE=(1,592-1,441).100.Cos (178,680)=15,095 m
f. DmE~F=(BA-BB)F .100.Cos VF=(1,906-1,680).100.Cos (178,580)=22,593 m
g. DmF~G=(BA-BB)G.100.Cos VG=(2,156-1,962).100.Cos (178,580)=19,394 m
h. DmG~H=(BA-BB)H .100.Cos VH=(2,753-2,531).100.Cos (358,760)=22,195 m
i. DmH~I=(BA-BB)I .100.Cos VI=(1,173-0,983).100.Cos (358,760)=18,996 m
j. DmI~J=(BA-BB)J.100.Cos VJ=(1,234-0,983).100.Cos (358,740)=13,597 m
k. DmJ~K=(BA-BB)K .100.Cos VK=(1,297-1,160).100.Cos (358,680)=13,696 m
l. DmK~L=(BA-BB)L .100.Cos VL=(1,700-1,651).100.Cos (359,060)=4,899 m
m. DmL~M=(BA-BB)M .100.Cos VM=(1,629-1,371).100.Cos (359,160)=25,797m
n. DmM~N=(BA-BB)N .100.Cos VN=(1,190-1,010).100.Cos (359,120)=17,998 m
o. DmN~P13=(BA-BB)P13.100.Cos VP13=(1,190-1,010).100.Cos(359,120)=17,998 m
p. Rumus Excel : =(C15-C17)*100*COS((G16-180)*PI()/180) = .. m
RPP/PPV Tachymetry/TSP/Revisi.Juli.2011/teguh H

Page 14

Tugas Siswa mengoreksi daftar perhitungan(Dm)


5. Jarak Datar (Dt) kolom I didapat dengan menghitung
a. Dt P13~A=(BA-BB)A .100.Cos VA=(1,780-1,530).100.Cos (175,960)2

=24,938 m

b. Dt A~B=(BA-BB)B .100.Cos VB=(1,792-1,567).100.Cos (178,590) 2

=22,493 m

c. Dt B~C=(BA-BB)C.100.Cos VC=(1,877-1,644).100.Cos (178,510) 2

=23,292 m

d. Dt C~D=(BA-BB)D .100.Cos vD=(1,315-1,120).100.Cos (178,610) 2

=19,494 m

e. Dt D~E=(BA-BB)E .100.Cos VE=(1,592-1,441).100.Cos (178,680) 2

=15,095 m

f. Dt E~F=(BA-BB)F .100.Cos VF=(1,906-1,680).100.Cos (178,580) 2

=22,593 m

g. Dt F~G=(BA-BB)G.100.Cos VG=(2,156-1,962).100.Cos (178,580) 2

=19,394 m

h. Dt G~H=(BA-BB)H .100.Cos VH=(2,753-2,531).100.Cos (358,760) 2

=22,195 m

i. Dt H~I=(BA-BB)I .100.Cos VI=(1,173-0,983).100.Cos (358,760) 2

=18,996 m

j. Dt I~J=(BA-BB)J.100.Cos VJ=(1,234-0,983).100.Cos (358,740) 2

=13,597 m

k. Dt J~K=(BA-BB)K .100.Cos VK=(1,297-1,160).100.Cos (358,680) 2

=13,696 m

l. Dt K~L=(BA-BB)L .100.Cos VL=(1,700-1,651).100.Cos (359,060) 2

=4,899 m

m. Dt L~M=(BA-BB)M .100.Cos VM=(1,629-1,371).100.Cos (359,160) 2

=25,797m

n. Dt M~N=(BA-BB)N .100.Cos VN=(1,190-1,010).100.Cos (359,120) 2

=17,998 m

o. Dt N~P13=(BA-BB)P13.100.Cos VP13=(1,190-1,010).100.Cos(359,120) 2=17,998 m


p. Rumus Excel =(C15-C17)*100*COS((G16-180)*PI()/180)*COS((G16-180)*PI()/180)=..
m

Tugas Siswa mengoreksi perhitungan (Dt) dalam daftar.


6. Beda Tinggi (h)
Jika dihitung dengan rumus :(TA-BT) . 100.Sin (jumlah h = 0)
a. h(P13~A)= (TA-BT)A.100.Sin VA=(1,480-1,620).100.Sin(175,960)

= -0,191 m

b. h(A~B)= (TA-BT).B..100.Sin V.B.=(1,420-1,680).100.Sin(178,59,0) =


c. h(B~C)= (TA-BT).C..100.Sin V.C.=(1,470-1,760).100.Sin(178,510)

0,448 m

= 0,505 m

d. h(C~D)= (TA-BT).D..100.Sin V.D.=(1,600-1,217).100.Sin(178,610) = - 0,658 m


e. h(D~E)= (TA-BT).E..100.Sin V.E.=(1,575-1,516).100.Sin(178,580)

= - 0,102 m

f. h(E~F)= (TA-BT).F..100.Sin V.F.=(1,575-1,793).100.Sin(178,580)

= 0,376m

g. h(F~G)= (TA-BT).G..100.Sin V.G.=(1,643-2,053).100.Sin(178,580)

= 0,707m

h. h(G~H)= (TA-BT).H..100.Sin V.H.=(1,450-2,641).100.Sin(358,760) = - 0,067m


i. h(H~I)= (TA-BT).I..100.Sin V.I.=(1,450-1,078).100.Sin(358,760)
RPP/PPV Tachymetry/TSP/Revisi.Juli.2011/teguh H

= 0,196m
Page 15

j. h(I~J)= (TA-BT).J..100.Sin V.J.=(1,431-1,165).100.Sin(358,740)

= 0,152 m

k. h(J~K)= (TA-BT).K..100.Sin V.K.=(1,340-1,228).100.Sin(358,680) = 0,074m


l. h(K~L)= (TA-BT).L..100.Sin V.L.=(1,330-1,748).100.Sin(359,060) = -0,007m
m. h(L~M)= (TA-BT).M..100.Sin V.M.=(1,350-1,500).100.Sin(359,160) = 0,023m
n. h(M~N)= (TA-BT).N..100.Sin V.N.=(1,310-1,100).100.Sin(359,120)

= -0,017m

o. h(N~P13)= (TA-BT).P13..100.Sin V.P13.=(1,310-1,100).100.Sin(359,120)= -0,017m


p. Rumus Excel

: =(B16-C16)*100*SIN(G16-180)*PI()/180 = - 0,191 m

Tugas Siswa mengoreksi (h) dalam daftar perhitungan


7. Menghitung Koreksi Beda Tinggi (f h)
karena jumlah semua beda tinggi mulai dari titik ukur awal P13 sampai dengan titik
akhir

P13

ternyata

menghasilkan

..=(-0,191)+(0,448)+(0,505)+(-0,658)+(-

0,102)+(0,376)+(0,707)+
(-0,634)+(0,196)+(0,152)+(0,074)+(-0,007)+(0,023)+(-0,017)+(-0,017)=

0,855

(terjadi koreksi negatip), maka harus dikoreksi dengan cara Rata-rata atau
Bowdith menggunakan referensi Jarak Datar sebagai rasio/pembanding.
Rumus
fh A =

Umum

Jarak .Datar.Slag . ybs


xTotal .Beda.Tinggi.(Beda.Tinggi )
Jarak .Datar.Total
24,876

a. Rumus Matematika

: fhA = 282,351 x0,855 = 0,075.m dan seterusnya

b. Rumus Excel

: fhA = I 60 xJ 61 = 282,351 x0,855 = 0,075.m

I 16

24,876

Hitunglah seterusnya sampai dengan terkhir..fP13Tugas Siswa untuk


melanjutkan menulis rumus dan mengoreksi hitungan dalam daftar.
8. Meghitung Tinggi / Elevasi Titik (Nilai koordinat Z)
:A, B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, L, M, N, P13. dengan Rumus
a. Rumus.Matematika
Elevasi P13 diketahui : + 802,567 m
Elv. A = P13 + hA + ( fhA) = 802,567 + ( 0,191) + (0,075) = 802,301.m
Elv.B = Elv. A + hB + ( fhB ) = 802,301 + (0,448) + (0,068) = 802,681.m
Elv.C = Elv.B + hC + ( fhC ) = 802,681 + (0,505) + (0,071) = 803,115.m
RPP/PPV Tachymetry/TSP/Revisi.Juli.2011/teguh H

Page 16

Elv.D = Elv.C + hD + ( fhD ) = 803,115 + ( 0,658) + (0,059) = 802,398.m


Elv.E = Elv.D + hE + ( fhE ) = 802,398 + ( 0,102) + (0,046) = 802,250.m
Elv.F = Elv.E + hE + ( fhE ) = 802,250 + (0,376) + (0,068) = 802,558.m
Elv.G = Elv.F + hG + ( fhG ) = 802,558 + (0,707) + (0,059) = 803,206.m
Elv.H = Elv.G + hH + ( fhH ) = 803,206 + ( 0,634) + (0,067 ) = 802,505.m
Elv.I = Elv.H + hI + ( fhI ) = 802,505 + ( 0,196) + (0,058) = 802,644.m
Elv.J = Elv.I + hJ + ( fhJ ) = 802,644 + ( 0,152) + (0,041) = 802,755m

Elv.K = Elv.J + hK + ( fhK ) = 802,755 + (0,074) + (0,041) = 802,787.m


Elv.L = Elv.K + hJ + ( fhJ ) = 802,787 + ( 0,007) + (0,007) = 802,765.m

Elv.M = Elv.L + hM + ( fhM ) = 802,765 + (0,023) + (0,078) = 802,710.m


Elv.N = Elv.M + hN + ( fhN ) = 802,710 + ( 0,017) + (0,055) = 802,638.m
Elv.P13 = Elv.N + hP13 + ( fhP13 ) = 802,638 + ( 0,017) + (0,055) = 802,567.m

Elevasi P13 hasil perhitungan harus sama dengan Elevasi P13 yang Diketahui yaitu
+802,567 m

RPP/PPV Tachymetry/TSP/Revisi.Juli.2011/teguh H

Page 17

Contoh 1 : Jika Perhitungan Jarak Miring (Dm) memakai Bacaan Rambu Ukur.

NO TTK. UKUR

DAFTAR PERHITUNGAN
BACAAN
TINGGI BA, BT, BB
ALAT MUKA
m
B

BACAAN SUDUT
VERTIKAL

JARAK

BD. TINGGI KOREKSI

DATAR

( h)

DESI

(BA-BB)x

(BA-BB) x

(TA-BT) x

( f h)

MAL

100 Cos
H

100 Cos
I

100 Sin
J

L
802.567

175 57 40 175.96

24.938

24.876

-0.191

0.075

802.301

178 35 10 178.59

22.493

22.486

0.448

0.068

802.681

178 30 30 178.51

23.292

23.284

0.505

0.071

803.115

178 36 20 178.61

19.494

19.488

-0.658

0.059

802.398

178 34 50 178.58

15.095

15.091

-0.102

0.046

802.250

178 35

178.58

22.593

22.586

0.376

0.068

802.558

178 34 55 178.58

19.394

19.388

0.707

0.059

803.206

358 45 39 358.76

22.195

22.190

-0.634

0.067

802.505

358 45 50 358.76

18.996

18.991

0.196

0.058

802.644

358 44 12 358.74

13.597

13.593

0.152

0.041

802.755

358 41

13.696

13.693

0.074

0.041

802.787

359 3

40 359.06

4.899

4.899

-0.007

0.015

802.765

359 9

30 359.16

25.797

25.794

0.023

0.078

802.710

359 7

359.12

17.998

17.996

-0.017

0.055

802.638

359 7

359.12

17.998

17.996

-0.017

0.055

802.567

0.855

0.855

m
0

' "
E

BEDA TGG. TITIK IKAT

1.480

1.420

1.470

1.600

1.575

1.575

1.643

1.450

1.450

1.431

1.340

1.330

1.350

1.310

P13

1.310

1.780
1.620
1.530
1.792
1.680
1.567
1.877
1.760
1.644
1.315
1.217
1.120
1.592
1.516
1.441
1.906
1.793
1.680
2.156
2.053
1.962
2.753
2.641
2.531
1.173
1.078
0.983
1.234
1.165
1.098
1.297
1.228
1.160
1.700
1.748
1.651
1.629
1.500
1.371
1.190
1.100
1.010
1.190
1.100
1.010

358.68

JUMLAH JARAK
JUMLAH BEDA TINGGI
JML. KOREKSI BEDA TINGGI

282.351

RPP/PPV Tachymetry/TSP/Revisi.Juli.2011/teguh H
RUMUS JARAK MIRING

RUMUS JARAK DATAR :

P1 ~ Pn
(m)

P13
A

DUGA

MIRING

=(BA-BB)x100 Cos m
=(C56-C58)*100*COS((G57-360)*PI()/180)
=(BA-BB) x100 Cos 2 m
=(C56-C58)*100*COS((G57-180)*PI()/180)*COS((G57-180)*PI()/180)

Page 18

PENJELASAN PENGISIAN DAFTAR PERHITUGAN (2):


Catatan : (Lihat Daftar Perhitungan halaman 22 dibawah).

Pada Pengukuran Sipat Datar / Waterpasing Tachimetry (Trigonometri) kedua


ini data yang diukur adalah berupa :
a. Jarak Miring (Dm), Tinggi Alat (Teodolith = TA) diukur hanya untuk
menentukan ketinggian bacaan BT pada Rambu Ukur
b. Sudut Vertikal (Vertical Engle = V), dan
c. Sudut Horizontal / Horizontal Angle ()

Jenis pengukuran Poligon Tertutup Terikat Sempurna

Telah diketahui koordinat 3D : X,Y,Z P5 = (-8.793,266; -4.772,787; 793,339)

Perhitungan data gunanya adalah untuk mencari nilai koordinat X,Y,Z pada
tiap titik polygon yang telah diukur

1. Kolom A diisi dengan nomor urut titik ukur


2. Kolom B ~J dipergunakan untuk :
a. Menghitung jumlah sudut datar terukur.
b. Menghitung koreksi kesalahan sudut datar (), dan
c. Menghitung konversi derajat ke dalam decimal
Nomor 2, a, b, c di atas telah dipelajari pada pokok bahasan polygon terdahulu.
3. Menghitung Sudut Jurusan,
jika diketahui sudut Azimut Awal (.P5~P4) = 98,1880 dan P4=199,6140, maka Sudut
Jurusan dihitung dengan ketentuan sebagai berikut :

Jika (P4~1) + (P4)5400., maka (P4~1)= - 5400.(dikurangi dengan 5400)

Jika (P4~1) + (P4)1800., maka (P4~1)= 1800.(ditambah/dikurangi 1800)

Hitungan Sudut Jurusan (Kolom K):


RPP/PPV Tachymetry/TSP/Revisi.Juli.2011/teguh H

Page 19

a. (P4~1) =98,1880 +199,6140=297,8090-1800

=117,8090.

b. (1~2) =117,8090+201,8460=319,6550-1800

=139,6550.

c. (2~3) =139,6550+91,9740=231,6290-1800 =51,6290.


d. (3~4) =51,6290 +170,8880=222,5160-1800

=42,5160.

e. (4~5) =42,5160 +126,2530=168,7690-1800

=348,7690.

f. (5~6) =348,7690 +115,2920=464,0620-1800

=284,0620.

g. (6~7) =284,0620 +170,6720=454,7340-1800

=274,7340.

h. (7~8) =274,7340 +196,5060=471,2400-1800

=291,2400.

i. (8~9) =291,2400+150,9370=442,1770-1800

=262,1770.

j. (9~10) =262,1770+194,3120=456,4890-1800

=276,4890.

k. (10~11) =276,4890+129,2440=405,7130-1800

=225,7130.

l. (11~P5) =225,7130+97,3560=323,0690-1800

=143,0690.

m. ( P5~P4) =143,0690+135,2610=278,3300-1800

=98,3300.

Contoh Rumus Logika MS. Excel sbb: (alamat cell menyesuaikan yang ada)
=IF(J9+I10>=540,J9+I10-540,IF(J9+I10>=180,J9+I10-180,J9+I10+180))
4. Perhitungan Jarak Datar (Dt) lihat (Kolom M)Rumus Dt = Dm x Cos V.
a. Dt(P4~1)=Dm x Cos V1

=28,360 x Cos (920 34 350) = 28,331 m.

b. Dt(1~2)=Dm x Cos V1

=37,50 x Cos (900 16 330)

= 37,50 m.

c. Dt seterusnya Tugas siswa untuk mengoreksi daftar perhitungan.


d. Keliling (jarak total) = 388,96 m
5. Perhitungan Koordinat Titik Poligon,
Data Sudut Jurusan () dan Jarak Datar (Dt)
Data Koordinat Titik P5 (X, Y, Z) = (- 8.793,266; -4.772,787; 793,339) m
Sehingga koordinat dapat dihitung sbb: (contoh koordinat titik P4 dan 1)
a. (XP4) = DtP4 x Sin (P4~1). = 28,331 x Sin (117,8090) = 25,059 m.(Kolom R,S)
(YP4) = DtP4 x Cos (P4~1) = 28,331 x Cos (117,8090) = -13,22 m.(Kolom V,W)
(ZP4) = DmP4 x Cos V(P4~1) atau DmP4.Sin V(P4~1) = -1,275 m..(Kolom Z,AA)
Koordinat Titik P4:..( -8.727,360; -4.782,370; 793,381)m dihitung sbb:
RPP/PPV Tachymetry/TSP/Revisi.Juli.2011/teguh H

Page 20

XP4=XP5+(XP4)+(fXP4) = -8.793,266+25,059+(0,469)

= -8.727,360 m

YP4=YP5+(YP4)+(fYP4) = -4.772,787+(-13,22)+(-0,280)

= -4.782,370 m

ZP4=ZP5+(ZP4)+(fZP4) = 793,339+(-1,275)+(-0,067)

= 793,381 m

Koordinat Titik 1 :( -8.701.832; -4.795,867; 792,039) m dihitung sbb :


b. (X1) = Dt1 x Sin (1~2). = 37,500 x Sin (139,6550) = 24,277m. ..(Kolom R,S)
(Y1) = Dt1 x Cos (1~2) = 37,500 x Cos (139,6550) = -28,58 m.(Kolom V,W)
(Z1) = Dm1 x Cos V(1~2) atau DmP4.Sin V(1~2) = -0,181 m(Kolom Z,AA)
X1=XP4+(X1)+ (fX1) = -8.727,360 +24,277+0,621

= -8.701.832 m

Y1=YP4+(Y1)+(Y1) = -4.782,370 +(-28,58)+(-0,370) = -4.795,867 m


Z1=ZP4+(Z1)+(fZ1) = 793,381+(-0,181)+(-0,089)

= 792,039 M

c. Koordinat Titik Poligon yang lainnya merupakan Tugas siswa untuk


mengoreksi daftar perhitungan
KOMPULAN RUMUS-RUMUS LOGIKA (IF) :
Konversi ke Desimal : =(F10/1)+(G10/60)+(H10/3600)
Menghitung Sudut Jurusan :
=IF(J9+I10>=540,J9+I10-540,IF(J9+I10>=180,J9+I10-180,J9+I10+180))
Menghitung Jarak Datar : Dm.Cos2 V :
=IF(P10<45,K10*COS(P10*PI()/180),K10*SIN(P10*PI()/180))
Menghitung : Dt.Sin /X (positip) :
=IF(J9>=180,SIN(J9*PI()/180*0)*L9,IF(J9<=180,SIN(J9*PI()/180)*L9))
Menghitung : Dt.Sin /Y (negatip) :
=IF(J9<=180,SIN(J9*PI()/180*0)*L9,IF(J9>=180,SIN(J9*PI()/180)*L9))
Menghitung Absis (X):
=IF(Q10=0,(T10+R10+S10),IF(R10=0,(T10+Q10+S10)))
Menghitung : Dt.Cos /Y (positip) :
=IF(J10<=90,COS(J10*PI()/180)*L10,IF(J10<=270,COS(J10*PI()/180)*0*L10,
IF(J10<=360,COS(J10*PI()/180)*L10)))
Menghitung : Dt.Cos /Y (negatip) :
=IF(J10<=90,COS(J10*PI()/180)*L10*0,IF(J10<=270,COS(J10*PI()/180)*L10,
IF(J10<=360,COS(J10*PI()/180)*L10*0)))
Menghitung Ordinat (Y) :
=IF(U10=0,(X10+V10+W10),IF(V10=0,(X10+U10+W10)))
Menghitung : Dm.Cos V/h (positip) :
=IF(P10<90,K10*COS(P10*PI()/180),K10*SIN(P10*PI()/180)*0)
RPP/PPV Tachymetry/TSP/Revisi.Juli.2011/teguh H

Page 21

Menghitung : Dm.Sin V/h (negatip) :


=IF(P10<90,K10*SIN(P10*PI()/180*0),K10*COS(P10*PI()/180))
Menghitung Beda Tinggi (h) :
=IF(Y10=0,(AB10+Z10+AA10),IF(Z10=0,(AB10+Y10+AA10)))
Catatan :
Rumus-rumus di atas harus disesuaikan dengan Alamat Cell masing-masing

RPP/PPV Tachymetry/TSP/Revisi.Juli.2011/teguh H

Page 22

Contoh 2 : Perhitungan Jarak Miring (Dm) diukur menggunakan Meteran


POLYGON TERTUTUP TERIKAT SEMPURNA
Nama Alat/ Instrumen

: Teodolite Topcon TL-6 DE

Hari Tanggal

: Rabu; 9 Sep 2004

Diukur/Dihitung
Diukur/ Dihit.

: GROUP 2

Cuaca

: Cerah

Nama Juru Ukur

: 1. Dadang S(Bandung Jabar); 2. Teguh H (Blora Jateng)


: 3. Charles Pangaribuan (Bima NTB) ; 4. Yayuk Lismaniah (Pekanbaru )

Lokasi

: Keliling Kantor Pusat

A
No.
Ttk.

Sdt. Datar
d

E
Kor.

S.Dtr.Kor.

I
Sudut Dtr

98

11

17

98.188

Azimuth

M
Jarak

Sdt.z/m

der men det

Desm

D.Sinalpha (absis)

Ko-

Koordinat

reksi

(Sumbu X)

D.Cos alpha(ordt)

Y
Koordinat

reksi

(Sumbu Y)

65.921

-8793.266

9.485

P4 199 36

51

25.7

199 37

17 199.621 297.809 117.809 28.360

28.331

92

34

35

92.576

25.059

0.469

-8727.360

-13.22

-0.280

201 50

18

26.0

201 50

44 201.846 319.655 139.655 37.500

37.500

90

16

33

90.276

24.277

0.621

-8701.832

-28.58

91

58

14

11.8

91

26

170 52

53

22.0

126 14

54

115 17

AA

Beda Tinggi

AB

AC

AD

Ko-

Tinggi

TTK

Titik

Naik

Turun

reksi

793.339

P5

-4782.370

-1.275

-0.067

793.381

P4

-0.370

-4795.867

-0.181

-0.089

792.039

-4772.787

91.974 231.629 51.629

45.300

45.280

91

43

91.717

35.499

0.750

-8676.934

28.11

-0.447

-4824.818

-1.357

-0.108

791.769

170 53

15 170.888 222.516 42.516

31.450

31.364

94

14

94.235

21.196

0.519

-8640.685

23.12

-0.309

-4797.157

-2.322

-0.075

790.304

16.3

126 15

10 126.253 168.769 348.769 20.000

19.437

76

22

40

76.378

-3.79

0.322

-8618.969

19.07

-0.192

-4774.348

4.710

-0.046

787.907

18

14.8

115 17

33 115.292 464.062 284.062 29.650

29.642

88

38

23

88.640

-28.75

0.491

-8622.433

7.20

-0.292

-4755.475

0.704

-0.070

792.572

170 39

58

22.0

170 40

20 170.672 454.734 274.734 40.700

40.700

89

49

30

89.825

-40.56

0.674

-8650.696

3.36

-0.402

-4748.565

0.124

-0.097

793.205

196 29

58

25.3

196 30

23 196.506 471.240 291.240 40.930

40.930

89

49

30

89.825

-38.15

0.678

-8690.583

14.83

-0.404

-4745.608

0.125

-0.097

793.233

150 55

53

19.4

150 56

12 150.937 442.177 262.177 32.840

32.840

89

49

30

89.825

-32.53

0.544

-8728.054

-4.47

-0.324

-4731.184

0.100

-0.078

793.260

194 18

19

25.0

194 18

44 194.312 456.489 276.489 30.160

30.160

89

49

30

89.825

-29.97

0.499

-8760.045

3.41

0.00

-0.298

-4735.978

0.092

-0.072

793.283

10 129 13

16.6

129 13

26 129.224 405.713 225.713 27.600

27.600

89

49

30

89.825

-19.76

0.457

-8789.512

-19.27

-0.272

-4732.867

0.084

-0.066

793.303

10

21

12.5

97

22

25.180

89

49

30

89.825

15.129

0.417

-8808.812

-20.13

-0.248

-4752.411

0.077

-0.060

793.322

11

P5 135 15

21

17.4

135 15

0.000

90

53

59

90.900

-8793.266

-4772.787

793.339

P5

388.96

121.16

-193.5

65.906

99.09

-85.7

9.583

6.017

-5.135

0.000

72.347

6.441

11

97

58

66.600

X
Ko-

(")

98.188

Datar

P5

Opt./Mir

vertikal:0o/180o

21

97.356 323.069 143.069 25.180

38 135.261 278.330 98.330

0.000

P4
JUMLAH

255

### 417 435 (Jumlah Sdt.Datar)


1980.070833
###

15

0.000

6.44

(f = kesalahan sudut datar/ minus)

Keterangan : Alamat Cell P5 : A9; Cell P4 : A10dst.


RPP/PPV Tachymetry/TSP/Revisi.Juli.2011/teguh H

3.838

-3.84

0.042

0.882
0.924
793.297

1980.0000 =(13-2)*1800 pengukuran sudut dalam


-0.0708333

13.421
0.000

-0.924

Page 23

Soal 2 :

PERINTAH
GAMBARLAH KOORDINAT (ABSIS/X , ORDINAT/ Y ) SAJA
DI BAWAH INI MENGGUNAKAN AUTOCAD
Tinggi

TTK

Titik
793.339

P5

793.381

P4

792.039

791.769

790.304

787.907

792.572

793.205

793.233

793.260

793.283

793.303

10

793.322

11

793.339

P5

Koordinat Titik

Elevasi ttk

Absis ( X)

Ordinat (Y)

(Z)

-8793.266
-8727.360
-8701.831
-8676.926
-8640.687
-8618.982
-8622.455
-8650.722
-8690.613
-8728.097
-8760.084
-8789.555
-8808.835
-8793.266

-4772.787
-4782.370
-4795.856
-4824.790
-4797.105
-4774.279
-4755.402
-4748.500
-4745.559
-4731.153
-4735.967
-4732.878
-4752.435
-4772.787

793.339
793.381
792.039
791.769
790.304
787.907
792.572
793.205
793.233
793.260
793.283
793.303
793.322
793.339

P4
0.042

RPP/PPV Tachymetry/TSP/Revisi.Juli.2011/teguh H

Page 24

Gambar : 5 Merupakan Plotting dimensi X,Y (2D) Hasil Perhitungan Polygon Tertutup

10

11

P11

Azimuth

P5

P4

1
(Gambar : 5)

Untuk Elevasi / Ketinggian Titik Poligon dilihat dalam daftar perhitungan 2 di atas
RPP/PPV Tachymetry/TSP/Revisi.Juli.2011/teguh H

Page 25

320

Pengukuran sudut 0selalu dr Utara


(Metode Reiterasi)

IT

VISIR

H
330

340

320

40

310

30
40

60

50

VISIR

LOC

270

120

240

280

260

250

110

270

100

100

260

90

90

B IA SA

80

LOB

LOC

290

KIRI

80

70

P5

70

60

300

350 0 10 20

50

350 0 10 20
340
30
330

ZE

310

300

S UDU

290

KANAN

280

UT

NIT

T
SU DU

LU A R B IA SA 1 8 0 ~ 3 6 0

D
SU

ZE

P6

230

130
K i r
i
u

250

220

210

240

170 180 190 200

230

160

130
140
150

160

170 180 190 200

210

220

SU D U T

150

120

0~ 18
0

140

110

Su

dut

T e r u k u r Ka n a

Su

du

SUDUT DATAR

SUDUT VERTICAL

RPP/PPV Tachymetry/TSP/Revisi.Juli.2011/teguh H

LOC

Page 26

RPP/PPV Tachymetry/TSP/Revisi.Juli.2011/teguh H

Page 27

RPP/PPV Tachymetry/TSP/Revisi.Juli.2011/teguh H

Page 28

RPP/PPV Tachymetry/TSP/Revisi.Juli.2011/teguh H

Page 29

Beri Nilai