Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN

SOSIALISASI PELAKSANAAN
PERDA NO. 2 TAHUN 2005 TENTANG PAJAK HOTEL DAN
PERDA NO. 3 TAHUN 2005 TENTANG PAJAK RESTORAN
Pontianak, 19 – 20 September 2006

.A PENDAHULUAN

Kedudukan Dinas Pendapatan Daerah Kota Pontianak berdasarkan

Peraturan Walikota Pontianak Nomor : 39 Tahun 2005 Tentang Petunjuk

Pelaksanaan Uraian Tugas Jabatan Pada Dinas Pendapatan Daerah Kota

Pontianak adalah sebagai berikut :

1. Dinas Pendapatan Daerah adalah unsur pendukung tugas Walikota

dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah dibidang

pendapatan.

2. Dinas Pendapatan Daerah dipimpin oleh seorang Kepala Dinas

yang bertanggungjawab kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah.

Dinas Pendapatan Daerah Kota Pontianak yang mempunyai tugas

melaksanakan sebagian urusan rumah tangga di bidang pendapatan daerah

juga dituntut agar dapat mengemban perannya sebagai koordinator dalam

bidang pendapatan daerah yang sekaligus juga melakukan pengelolaan Pajak

Daerah (Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan, Pajak Reklame, Pajak

Penerangan Jalan Umum, dan Pajak Parkir) serta sebagai pelaksana dalam

penagihan Pajak Bumi dan Bangunan ( PBB ).

Dengan demikian, maka kedudukan, tugas dan fungsi Dinas Pendapatan

1
Daerah Kota Pontianak sebagai pelaksana kebijaksanaan Kepala Daerah di

bidang pendapatan daerah adalah sebagai koordinator seluruh kegiatan yang

berkaitan dengan pemungutan, pengumpulan dan pemasukan penerimaan yang

berasal dari Pajak Daerah serta Pajak Bumi dan Bangunan ( PBB ).

Adapun target dan realisasi penerimaan pajak daerah yang telah dicapai

oleh Dinas Pendapatan Daerah Kota Pontianak selama dua tahun terakhir

adalah sebagai berikut :

Tabel .1 Target & Realisasi Penerimaan Pajak Daerah Tahun 2005 - 2006

JENIS PAJAK DAERAH TAHUN 2005 TAHUN 2006


TARGET REALISASI TARGET REALISASI
2.907.000.00 2.957.586.78
PAJAK HOTEL 2.480.000.000 2.510.536.375 0,00 8,00
5.455.000.00 5.637.096.66
PAJAK RESTORAN 4.577.000.000 4.743.194.491 0,00 9,00
1.609.100.00 1.810.418.35
PAJAK HIBURAN 1.407.500.000 1.507.351.716 0,00 7,00
2.497.000.00 2.654.649.66
PAJAK REKLAME 1.489.500.000 1.446.781.504 0,00 3,00
PAJAK PENERANGAN 15.255.800.00 15.896.086.50 16.395.383.03 16.583.741.49
JALAN UMUM 0 6 6,00 1,00
400.000.0 401.065.30
PAJAK PARKIR 250.000.000 221.610.125 00,00 2,00
200.000.000, 155.262.761,
TUNGGAKAN PAJAK 200.000.000 270.272.267 00 93
20.000.000, 19.608.224,
DENDA PAJAK 20.000.000 15.650.048 00 00
150.000.000, 5.333.500,
SUMBANGAN PIHAK KETIGA 150.000.000 120.250.915 00 00
6.357.573.704, 3.947.328.553,
PBB 5.687.946.700 3.630.139.478 00 00
JUMLAH 31.517.746.700 30.361.873.425 35.991.056.740 34.172.091.308,93
(Sumber: Dinas Pendapatan Daerah Kota Pontianak)

Hasil yang telah dicapai ini tentunya tidak terlepas dari dukungan seluruh

pihak serta personil Dinas Pendapatan Daerah Kota Pontianak yang terdiri dari

74 Pegawai Tetap (PNS) yang memiliki kepangkatan yang diatur sesuai

dengan ketentuan yang berlaku dan 27 orang Pegawai Honorer yang diangkat

berdasarkan Keputusan Walikota Pontianak.

2
Susunan Organisasi Dinas Pendapatan Daerah terdiri dari :
a. Kepala Dinas
b. Bagian Tata Usaha
c. Bidang Perencanaan dan Pendataan.
d. Bidang Penetapan dan Penagihan.
e. Bidang Pembukuan dan Pengawasan.
f. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
g. Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan
h. Seksi Pendaftaran dan Pendataan.
i. Seksi Perencanaan dan Dokumentasi.
j. Seksi Perhitungan dan Penerbitan Surat Ketetapan Pajak (SKP).
k. Seksi Penagihan.
l. Seksi Pembukuan
m. Seksi Pengendalian dan Pengawasan.

.B LATAR BELAKANG

Pertumbuhan ekonomi Kota Pontianak sebagai Kota Perdagangan dan

Jasa dari tahun ke tahun relatif semakin mengalami peningkatan. Adapun

Sektor yang memberikan kontribusi cukup besar dalam peningkatan

pertumbuhan ekonomi Kota Pontianak adalah sektor tersier (Perdagangan,

Hotel dan Restoran).

Seiring dinamika perubahan dan pertumbuhan ekonomi serta telah

ditetapkannya Peraturan Daerah (Perda) yang baru , yaitu Perda No.2 tahun

2005 tentang Pajak Hotel dan Perda No.3 Tahun 2005 tentang Pajak Restoran,

maka Dinas Pendapatan Daerah Kota Pontianak selaku koordinator di bidang

pendapatan dan sebagai pelayan publik memiliki kewajiban untuk

3
melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat khususnya terhadap Wajib Pajak.

.C MAKSUD DAN TUJUAN KEGIATAN

1. MAKSUD

Kegiatan Sosialisasi Pelaksanaan Perda No.2 Tahun 2005 tentang Pajak

Hotel dan Perda No.3 tahun 2005 tentang Pajak Restoran dimaksudkan

sebagai media dalam penyampaian informasi kepada para Wajib Pajak.

2. TUJUAN

Kegiatan Sosialisasi Pelaksanaan Perda No.2 Tahun 2005 tentang Pajak

Hotel dan Perda No.3 tahun 2005 tentang Pajak Restoran bertujuan :

 Meningkatkan kesadaran Wajib Pajak akan pentingnya Pajak

Daerah sebagai wujud partisipasi masyarakat dalam pembangunan

Kota Pontianak.

 Dapat memberikan pemahaman dan penjelasan kepada Wajib

Pajak tentang perubahan / pembaruan peraturan yang berlaku,

khususnya Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur masalah

pemungutan Pajak Hotel dan Restoran.

 Wajib Pajak menyadari pentingnya penggunaan Bon Bill

ataupun Roll Cash Register yang telah diperforasi sebagai dasar

penetapan omset perhitungan pajak.

.D PELAKSANAAN KEGIATAN

1. WAKTU

4
Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 19 – 20 September 2006.

2. TEMPAT

Aula Sultan Syarif Abdurrachman Kantor Walikota Pontianak.

3. JADWAL KEGIATAN

Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan selama dua hari dengan rencana

kegiatan sebagai berikut :

 Kegiatan Sosialisasi Pelaksanaan Perda No.2 Tahun 2005

tentang Pajak Hotel dilaksanakan pada tanggal 19 September 2006;

 Kegiatan Sosialisasi Pelaksanaan Perda No.3 Tahun 2005

tentang Pajak Restoran dilaksanakan pada tanggal 20 September 2006.

Adapun susunan acara dari kegiatan-kegiatan tersebut adalah :

Pukul Acara Penyaji / Pemateri


08.00 - 08.30 Registrasi / Pengisian Buku Panitia
Kehadiran
08.30 - 08.45 Pembukaan Wakil Walikota Ptk
Kata Sambutan Bpk.Sutarmidji, SH.M.Hum
08.45 - 10.30 Hari Pertama :
Penjelasan Materi Pelaksanaan
Perda No.2 tahun 2005 tentang
Pajak Hotel. Kadispenda Kota Ptk
Hari Kedua : Ibu.Dra.Hj.Suharni Riduan
Penjelasan Materi Pelaksanaan
Perda No.3 tahun 2005 tentang
Pajak Restoran.

10.30 - 11.30 Session Tanya Jawab Peserta (Wajib Pajak Hotel


dan Restoran)
11.30 – 12.00 Penutupan

5
.E PESERTA

Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh 75 Wajib Pajak (WP) yang terdiri dari 40

WP Hotel dan 35 WP Restoran. (Data terlampir).

.F PENDANAAN

Pendanaan dari kegiatan ini sepenuhnya dibebankan kepada Anggaran

Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Pontianak Tahun Anggaran

2006.

.G KENDALA – KENDALA YANG DIHADAPI DALAM

PELAKSANAAN

Dalam rangkaian proses pelaksanaan kegiatan ini, mulai dari perencanaan

hingga realisasi pelaksanaan, tentunya tidak terlepas dari kendala-kendala

ataupun hambatan. Adapun beberapa hal yang menjadi kendala dalam

pelaksanan kegiatan ini antara lain :

• Terbatasnya waktu, dana dan sarana yang ada, sehingga tidak

memungkinkan untuk mengundang seluruh Wajib Pajak baik Wajib Pajak

Hotel maupun Wajib Pajak Restoran untuk dapat hadir mengikuti kegiatan

sosialisasi ini;

• Masalah pemadaman listrik yang akhir-akhir ini sering kali terjadi

turut menjadi kendala dalam proses penayangan visualisasi presentasi,

mengingat terbatasnya kapasitas mesin generator set (genset) yang

tersedia;

6
• Pemberian copy materi / naskah Peraturan Walikota (Perwa) yang

menjadi petunjuk pelaksanaan Perda kepada Wajib Pajak beberapa saat

sebelum kegiatan dimulai tidak memberikan cukup waktu bagi Wajib

Pajak dalam memahami isi materi, sehingga menyulitkan dan cukup

menjadi kendala dalam proses atau session tanya jawab.

.H HASIL YANG DIHARAPKAN SETELAH KEGIATAN

Output ataupun hasil yang diharapkan setelah kegiatan sosialisasi ini

dilaksanakan adalah :

 Meningkatnya kesadaran Wajib Pajak dalam membayar Pajak

Daerah;

 Wajib Pajak dapat memahami dan mengerti tentang dasar

penetapan pajak, teknis perhitungan serta tata cara pemungutan Pajak

Hotel Dan Restoran;

 Wajib Pajak dapat segera menerapkan penggunaan Bon Bill

atau Roll Cash Register yang telah diperforasi sebagai alat bukti yang sah

baik dalam hal penetapan omset maupun sebagai bukti pembayaran bagi

konsumen.

7
8