Anda di halaman 1dari 8

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN 3.

1 Kesetimbangan Etanol Air Hubungan antara fraksi volume etanol dengan konsentrasi etanol awal dalam oBrix dapat dilihat pada Tabel 3.1 dan Gambar 3.1. Tabel 3.1 Hubungan antara Fraksi Volum tanol "wal#$w %oBrix& Fra si !ol"m Etanol #$% 1' (' 3' *' )' +' Konsentrasi Etanol A&al'(& #oBri)% (.) * ).) +.' '.) , tanol dengan !onsentrasi

Berdasarkan data -ang terdapat pada Tabel 3.1 menun.ukkan bahwa perbandingan antara fraksi volum etanol dengan konsentrasi etanol awal adalah berbanding lurus. /emakin tinggi fraksi volum etanol -ang digunakan semakin tinggi pula nilai konsentrasi etanol awal -ang diperoleh.

*ambar 3.1 !urva /tandar Hubungan antara Fraksi Volum tanol dengan !onsentrasi tanol "wal#$w %oBrix&

0apat dilihat dari Gambar 3.11 semakin besar fraksi volum etanol maka semakin besar pula $w. Hal ini disebabkan karena $w itu sendiri merupakan satuan untuk mengukur konsentrasi etanol dalam 2ampuran etanol air. 3adi1 apabila fraksi volum etanol besar maka $w .uga semakin besar. 3.+ Kom,osisi -a, #.D% /an 0air #(1% ter2a/a, Etanol /alam 0airan /an /alam Kon/ensat serta Etanol /an Air Pa/a Kesetimbangan Tabel 3.+ Hubungan Fraksi Volum tanol dengan !onsentrasi tanol Fasa 4ap %5D& dan 6air %$w& dalam oBrix Fra si !ol"m Etanol #$% 1' (' 3' *' )' +' Konsentrasi Etanol #Per3obaan% -a,4 .D #oBri)% 0air4 (1 #oBri)% '.) 7.) +.) 1 + (.) ).) ) *.) ).) * '

Berdasarkan Tabel 3.( diperoleh data perbandingan antara konsentrasi etanol dalam fasa uap dan 2air terhadap fraksi volum etanol berbanding terbalik. 8ilai konsentrasi etanol pada fasa uap mengalami penurunan dengan semakin bertambahn-a fraksi volum etanol1 sedangkan nilai konsentrasi etanol pada fasa 2air mengalami kenaikan dengan semakin bertambahn-a fraksi volum etanol. Tabel 3.3 0ata Tem,erat"r #K% 3'111) 3'711) 3+91+) 3+711) 3),11) 3))11) "ir dan tanol tiap Temperatur Psat air #mmHg% '7'13+ +,(119 ++91,, *+,1,( *331+9 3,)113 Psat etanol #mmHg% 1),11)( 1)(+19 1)7711' 17+11*7 9,*1(3 ,''1(,

Tabel 3.3 men-ediakan data untuk memudahkan dalam memperoleh nilai fraksi volum etanol pada 2airan dan kondensat -ang tidak di2ari dengan alat hand refracto meter.

3.3

Perban/ingan Antara Fra si Massa Etanol Dalam 0airan /an Dalam Kon/ensat /ari Data Per3obaan /engan Data Literat"r Hubungan komposisi uap %50& dan 2air %$w& etanol dalam 2airan dan dalam

kondensat pada per2obaan dan literatur terhadap temperatur kesetimbangan dapat dilihat pada Tabel 3.3. Tabel 3.5 Hubungan !omposisi 4ap %50& dan 6air %$:& 6airan Kom,osisi -m,an #Etanol% 1' ; ('; 3'; *'; )'; +'; Tem,erat"r Kesetimbangan #o0% 9, 9' 9+1) ,' ,) ,( dan dalam !ondensat terhadap !esetimbangan Konsentrasi Etanol A&al #oBri)% (1) * )1) +1) '.) , Konsentrasi Etanol #Per3obaan% -a,4 .D 0air4 (1 #oBri)% '1) +1) + )1) ) * #oBri)% 71) 1 (1) ) )1) '17 Konsentrasi Etanol #Literat"r% -a, .D 0air4 (1 #oBri)% 7119,3 71(+(1 71(9*7 71++() 71'7+* 71''1 #oBri)% 717(179 717313' 7173+) 71(11) 71(,,* 71) tanol dalam Temperatur

Berdasarkan Tabel 3.* diperoleh hubungan komposisi uap %50& dan 2air %$w& etanol dalam 2airan dan dalam kondensat pada per2obaan dan literatur terhadap temperatur kesetimbangan adalah berbanding lurus dan berbanding terbalik. Berbanding terbalik antara nilai konsentrasi etanol pada literatur baik dalam fasa uap maupun 2air dan konsentrasi etanol pada per2obaan dalam fasa 2air dengan temperatur kesetimbangan. /emakin tinggi temperatur semakin rendah perolehan konsentrasi etanol baik dari per2obaan maupun literatur1 ke2uali konsentrasi etanol per2obaan dalam fasa uap1 ter.adi penurunan perolehan konsentrasi etanol seiring dengan penurunan temperatur. Tafsiran data Tabel 3.3 dapat dilihat pada Gambar 3.( sampai dengan Gambar 3.). Tabel 3.6 0ata !esetimbangan tanol<"ir =er2obaan Tem,erat"r Kesetimbangan #K % Fra si !ol"me Etanol Pa/a 0airan Fra si !ol"me Etanol Pa/a Kon/ensat Fra si Massa Etanol Pa/a 0airan Fra si Massa Etanol Pa/a Kon/ensat

3'111) 3'711) 3+91+) 3+711) 3),11) 3))11)

<717*(+ 7171(( 7113(, 713)(1 7139)9 71)(')

71)'1* 71*,3+ 71*39, 7139)9 7137,( 71(+*3

<313+11* 719+(), 171*''9( ('1',7+9 311(3+)1 *11+19')

<71733 7179+' 7117'9 71377 713*13 71*+,,

0ari Tabel 3.) dapat dilihat bahwa semakin besar fraksi volum etanol maka temperatur kesetimbangann-a semakin menurun. Hal ini disebabkan karena titik didih etanol lebih ke2il dibandingkan air1 sehingga semakin ban-ak konsentrasi etanol dalam 2ampuran maka titik didih 2ampuran akan turun dan temperatur kesetimbangan 2ampuran .uga akan semakin turun. Fraksi volum etanol pada kondensat -ang tidak di2ari dengan alat hand refracto meter sewaktu praktikum dilakukan dapat dihitung dengan menggunakan persamaan>

.............................................................................................

1&

*ambar 3.+ !urva !omposisi 4ap %50& dan 6air %$:& =er2obaan terhadap Temperatur !esetimbangan !urva pada Gambar 3.( menun.ukkan semakin tinggi temperatur semakin tinggi perolehan konsentrasi etanol dalam fasa uap %50& dan semakin rendah perolehan konsentrasi etanol dalam fasa 2air %$:& pada per2obaan.

*ambar 3.3 !urva !omposisi 4ap %50& dan 6air %$:& ?iteratur terhadap Temperatur !esetimbangan !urva pada Gambar 3.3 menun.ukkan semakin tinggi temperatur semakin rendah perolehan konsentrasi etanol dalam fasa uap %5 0& dan fasa 2air %$:& pada literatur.

*ambar 3.5 !urva !omposisi Fasa 6air =er2obaan dan ?iteratur terhadap Temperatur !esetimbangan !omposisi fasa 2air pada per2obaan dan literatur terhadap temperatur kesetimbangan pada Gambar 3.* menun.ukkan perolehan konsentrasi etanol fasa 2air mengalami penurunan seiring dengan kenaikan temperatur.

*ambar 3.6 !urva !omposisi Fasa 4ap =er2obaan dan ?iteratur Terhadap Temperatur !esetimbangan !omposisi fasa uap pada per2obaan mengalami kenaikan dengan meningkatn-a temperatur1 sedangkan komposisi fasa uap pada literatur mengalami penurunan seiring dengan meningkatn-a temperatur. 3.5 Perban/ingan Konstanta Kesetimbangan =erbandingan konstanta kesetimbangan data per2obaan dan konstanta kesetimbangan literatur terhadap temperatur kesetimbangan dapat dilihat pada tabel 3.+. Tabel 3.7 =erbandingan 8ilai !onstanta %!& !esetimbangan berdasarkan =er2obaan dan ?iteratur Tem,erat"r Kesetimbangan #o0% K Per3obaan K Literat"r Konstanta Kesetimbangan Literat"r Data Per3obaan /an Kesetimbangan ter2a/a, Tem,erat"r

9, 9' 9+1) ,' ,) ,(

1) +1) (1* 111 719 71)'

91*7 ,13) ,17) 3113 (1** 11)*(

Berdasarkan Tabel 3.+ menun.ukkan bahwa perbandingan nilai konstanta %!& kesetimbangan berdasarkan per2obaan dan literatur adalah berbanding lurus terhadap temperatur kesetimbangan. /emakin tinggi kenaikan temperatur semakin tinggi pula perolehan nilai konstanta kesetimbangan.

*ambar 3.7 =erbandingan 8ilai !onstanta !esetimbangan -ang didapat =ada =er2obaan dan ?iteratur terhadap Temperatur !esetimbangan 0ari gambar 3.+ dapat dilihat bahwa konstanta kesetimbangan %!& hasil praktikum dan literatur memiliki pola -ang sama -aitu ! semakin besar dengan kenaikan temperatur kesetimbangan. "kan tetapi nilai ! hasil praktikum berbeda .auh dengan ! berdasarkan literatur. Hal ini disebabkan karena dalam melalukan praktikum penanganan etanol -ang kurang 2epat ketika akan mengukur oBrix n-a

dengan alat hand refractometer, sementara etanol memiliki sifat -ang mudah menguap.