Anda di halaman 1dari 10

ENZYME INTRODUCTION

Fitriatul Mafula Alief Rodhlian Wahyudi Stevani Pratiwi Mutiara Nisa Haidlir Aditya Putri Utami Suci Ayu Fatmawati Rifqi Masetyo 135040201111197 135040201111210 135040201111236 135040201111256 135040201111261 135040201111263 135040201111284

Kata enzim berasal dari bahasa Yunani enzyme yang berarti di dalam sel. Willy Kuchne (1876). Enzim dapat diproduksi oleh mikroba atau bahan lainnya seperti hewan dan tumbuhan.

SIFAT ENZIM
Enzim merupakan biokatalisator (dijelaskan) Bersifat Thermolabil (dijelaskan) Merupakan senyawa protein Dibutuhkan dalam jumlah sedikit Bekerja didalam sel (endoenzim) dan diluar sel (ektoenzim) Umumnya enzim bekerja mengkatalis reaksi satu arah, meskipun ada yang mengkatalis reaksi dua arah Bekerjanya spesifik Umumnya enzim tidak dapat bekerja tanpa adanya suatu zat non protein tambahan yang disebut kofaktor

TATANAMA ENZIM
Pada mulanya nama enzim menggunakan akhiran in. 1. Enzim pepsin (dijelaskan) 2. Enzim tripsin (dijelaskan) 3. Enzim renin (dijelaskan)

Pada akhir abad ke-19, E. Duclaux mengusulkan penggunaan akhiran ase untuk mengakhiri nama substrat atau sebagian nama substrat. Karbohidrasea dalam enzim yang mempunyai substrat karbohidrat, serta proteinase adalah enzim yang mempunyai substrat protein.

SPESIFITAS ENZIM

Kemampuan enzim untuk mengatalisis suatu reaksi merupakan hal yang spesifik. Ini berarti bahwa suatu enzim hanya mampu menjadi katalisator untuk reaksi tertentu. Spesifisitas enzim tersebut disebabkan oleh bentuknya yang unik dan gugus polar atau nonpolar yang terdapat pada struktur kimia enzim tersebut.

suatu enzim hanya mampu mengatalisis salah satu bentuk stereoisomer substrat tertentu. Kespesfikan sterokimia dibedakan atas : 1. Kespesifikan optic (dijelaskan ada d makalah) 2. Kespesifikan geometric (dijelaskan ada d makalah)

REGULASI ENZIM
Regulasi adalah aturan sistem yang ada di dalam tubuh makhluk hidup untuk dapat hidup seimbang, mempertahankan keadaan teratur, konservasi energi, dan sebagai respon terhadap perubahan lingkungan. Regulasi enzim terdapat 2 bentuk 1. Kovalen (dijelaskan ada d makalah) 2. Non kovalen (dijelaskan ada d

Regulasi enzim pada metabolisme sangat kompleks. Regulasi enzim dapat dicapai dengan mengubah aktifitas enzimatik melalui : 1. Kontrol genetik (dijelaskan ada d makalah) 2. Modifikasi kovalen (dijelaskan ada d makalah) 3. Enzim allosterik (dijelaskan ada d makalah) 4. Kompartementasi (dijelaskan ada d makalah)

ENERGI AKTIVASI

Energi aktivasi adalah energi minimum yang harus dipenuhi agar reaksi dapat berjalan. Istilah energi aktifasi (Ea) pertama kali diperkenalkan oleh Svante Arrhenius dan dinyatakan dalam satuan kilojule per mol.

Contoh dalam kehidupan sehari hari dapat dilihat dalam berbagai reaksi pembakaran yang bersifat eksoterm, contohnya korek api. Sedangkan yang bersifat endoterm, contohnya mencairnya es dalam wadah.