Anda di halaman 1dari 84

Serambi

Gusti Allah Mboten Sare


Ir. Saat Suharto Amjad
(Ketua Pengurus KJKS TAMZIS)

ari itu saya sedang di Wonosobo, dan ketika gempa terjadi pikiran langsung melayang pada Merapi yang tengah batuk-batuk. Tak ada fikiran bahwa ada sesuatu yang besar yang tengah terjadi. Hingga jam 6 pagi dering HP terdengar dan masuklah SMS dari Pak Rahmad Riyadi, pimpinan dari Dompet Dhuafa suatu lembaga pengelola zakat dan bantuan kemanusiaan yang besar dan terkenal di Jakarta. Isi SMS-nya sangat jelas Mas Saat, saya mendengar gempa di Yogya menelan korban yang sangat besar dan kerusakan yang sangat parah. Saya meminta Mas Saat untuk menjadi Team Leader untuk memimpin bantuan dan pembuatan posko sampai team lebih besar dari Jakarta yang akan datang. Meski belum pernah sekalipun dilatih dalam tugas relief semacam itu, apalagi memimpin, akan tetapi dengan mengucap bismillah, disertai Pak Budi Santoso, Manajer TAMZIS, yang asli bantul, saya pamit kepada istri untuk berangkat ke Yogya. Sesampai di Yogya, di tengah situasi yang kalang-kabut, sirine yang tidak berhenti, porak-poranda, keruntuhan di mana-mana, dan apalagi malam harinya gelap karena tidak ada listrik dan hujan yang turun. Ditambahi lagi desas-desus tentang kemungkinan adanya penjarahan, ujung malam itu berakhir di emperan kantor BMT Beringharjo memastikan ketersediaan barang dan kebutuhan serta membuat rencana kerja untuk 5 posko yang hari itu dapat didirikan. Ditingkahi hujan dan bayangan warga yang tak dapat merebahkan badan, saya diminta untuk membuat tulisan untuk spanduk yang akan dipasang di sudutsudut kotaYogya dan dimaksudkan agar dapat menggugah dan memberi semangat. Pesan dalam spanduk itu haruslah sesuai dengan alam pikiran orang Jawa dan pada saat yang sama dapat pula menggugah keimanan, bahwa bencana ini adalah suatu sarana Allah untuk menguji kita dan menjadikan hamba-Nya menjadi makin kuat. Oleh karena itu, muncullah dalam spanduk-spanduk tersebut, suatu kalimat yang sangat akrab dalam telinga-jiwa orang Jawa yang menggambarkan bahwa Allah itu Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur.Gusti Allah Mboten Sare. Selama tiga bulan kemudian bersama team TAMADDUN dan teman-teman Baitul Maal BMT-BMT anggota Perhimpunan BMT Indonesia, kami membersamai mereka untuk membangkitkan tenaga iman dalam diri sendiri dan membangun sinergi dengan beberapa rombongan, berbasis kerelawan dan semangat menolong
Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

Serambi
diri sendiri dan masyarakat sekitar. Ternyata, Yogya pulih dengan sangat cepat, dan kini justru lebih tertata, lebih memiliki infrastruktur yang mendukung untuk berkembang kedepan, pokoknya Yogya menjadi lebih baik dari sebelumnya. Beberapa waktu kemudian erupsi Merapi terjadi, teman-teman Baitul Maal BMT-BMT anggota Perhimpunan BMT dan juga team TAMADDUN kita sudah jauh lebih berpengalaman. Secara sigap mereka menata posko bantuan, mendistribusikan bantuan yang mengalir dari seluruh BMT-BMT di Jawa Tengah bahkan Jawa Barat-pun turut pula mengantarkan bantuannya. Dalam masa tanggap darurat, BMT meletakkan Poskonya di tiga tempat yaitu di Muntilan, Cepogo dan Kaliurang. Team Taawun dari TAMZIS pun cukup sigap, sehingga kurang dari satu bulan dari erupsi, pembiayaan yang terdampak oleh erupsi sehingga mengalami kerugian sehingga kerjasama dengan TAMZIS terkena dampaknya. Maka dengan program Taawun tadi pembiayaan yang terdampak erupsi tersebut dinyatakan diputihkan atau lunas, dan dikucurkan pembiayaan baru kepada para pedagang. Bukan hanya saat tanggap darurat, akan tetapi program rekonstruksi pasca erupsi pun dilakukan di daerah Dukun Muntilan oleh BMT Bima dan di daerah Selo oleh BMT Tumang. Akhir Januari 2014 lalu, saya berkunjung kepada ibu-ibu ketua Kelompok Usaha Masyarakat (POKUSMA), yaitu suatu kelompok usaha yang terdiri dari ibu-ibu yang penuh semangat dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi serta harapan masa depan yang besar. Saya membersamai Bapak Zainul Abidin Rasyeed (Mantan Menteri Luar Negeri Singapura) ke desa Jrakah Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, berdialog dengan ibu-ibu dalam kelompok POKUSMA yang merupakan binaan BMT Tumang pasca erupsi Merapi. Dusun tersebut satu bulan lamanya tidak boleh dimasuki dan mereka berada di pengungsian dua bulan lamanya. Akan tetapi hari ini nyaris tak ada bekas erupsi, kecuali di puncak Merapi yang masih menyimpan jutaan kubik material pasir. Justru yang terlihat masyarakat yang lebih makmur, ternakternak yang sehat, pohon yang lebih menghijau dan buah yang dipanen lebih banyak dari sebelumnya Abu Merapi telah menjadi pupuk dari tanah-tanah kami ucap mereka. Sebuah bencana tentulah menorehkan luka, ada kepedihan, bahkan mungkin mengorbankan nyawa. Akan tetapi ketika kita memilih untuk menerima bencana tersebut sebagai bagian dari kasih sayang Allah yang diberikan kepada hamba-Nya untuk lebih memperkuat mereka, maka bencana yang diawalnya terasa begitu pahit, akan tetapi pada akhirnya justru terasa menjadi sebuah berkah. Begitulah, jika menengok kebelakang, maka beberapa pengalaman pahit yang pernah kita rasakan pun, ketika disikapi dengan rasa syukur dan mengambil sisi positifnya, ternyata pengalaman pahit itu merupakan suatu pintu bagi kemudahankemudahan, sebagaimana Allah firmankan. Inna maal usri yusro fainnamaal usri yusro. Pembaca Tamaddun yang budiman, semenjak akhir tahun hingga awal tahun ini, bertubi-tubi bencana melanda negeri kita, dan baitul maal kita juga telah melakukan bantuannya, dapatlah dicatat mulai tanah longsor di Wadaslintang, banjir di Purworejo, banjir di Pekalongan, Kudus, Pati dan Jepara, dll. Secara nasionalpun sahabat-sahabat yang tergabung di Baitul Maal Perhimpunan BMT bergerak memberikan pelayanannya. Tentulah saya tidak tahu apakah hikmah dari bencana yang sedang melanda negeri ini. Akan tetapi saya yakin bahwa Allah memberikan yang terbaik bagi kita, dan pada akhirnya bagi hambahamba-Nya yang khusnudzan terhadap maksud Allah menghadirkan bencana ini pasti akan menemukan hikmah dan mengakhiri dengan senyuman yang mengembang. Ya Rabb tidak ada yang Engkau ciptakan, termasuk semua cobaan dan bencana ini dengan sia-sia. Gusti Allah Mboten Sare hal ini termasuk jika kita membacanya bahwa Allah-pun akan melihat kepada hamba-Nya yang mau peduli dan membantu sesama. Marilah kita peduli dan membantu mereka. []

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

Salam Redaksi
Assalamualaikum Wr . Wb. Tahun 2014, tahun yang penuh dengan nama atau sebutan. Ada yang menyebutkan tahun politik. Ada pula yang menyebut tahun bencana. Bagi BMT-BMT, tahun 2014 merupakan tahun baitul maal. Artinya, tahun dimana BMT mulai dengan serius membangkitkan lagi raksasa tidur kejayaan Islam di masa silam, yakni baitul maal. Bila meniru masa kekhalifahan Umar bin Khatab, baitul maal peran dan fungsi utamanya adalah membantu umat yang menitikberatkan prinsip kesetaraan dan keadilan, serta kemaslahatan umat. Kalau ditelisik lebih jauh, keberadaan baitul maal pada dasarnya merupakan benteng yang membentengi aqidah, perekomonian dan pengakuan secara sosialogis. Terkait dengan akidah, bukannya kita sering mendengar sabda Nabi Muhammad bahwa kefakiran mendekatkan seseorang pada kekufuran. Secara ekonomi, banyak sekali masyarakat miskin yang jatuh pinjam pada rentenir karena kebutuhan ekonomi yang mendesak. Apalagi secara sosiologis, anak yang miskin yang tidak mampu sekolah dan tidak bisa berobat. Bukankah itu berita-berita yang begitu memilukan. Tak sebatas itu, kita juga sering jumpai anak-anak miskin dan yatim piatu yang meminta-minta di jalan. Baitul maal sebagai rumah yang mampu memberi santunan, memberi bimbingan dan memberi pemberdayaan selalu ditunggu oleh masyarakat. Yang pasti, bila semua ketimpangan akidah, kejomplangan ekonomi dan diskriminasi secara sosiologis dapat ditangani oleh baitul maal BMT, niscaya negara kita, Indonesia akan sejahtera, makmur dan akan selalu dapat rahmat dari Allah Swt. Oleh karena itu, tanggungjawab kita bersama sekarang adalah bagaimana membangun kembali kejayaan Islam dimasa lalu? Mengawali tahun 2014 ini, Tamaddun sengaja menyajikan sajian utama terkait dengan baitul maal secara lebih utuh. Diawali dengan artikel Baitul maal bangkit, umat jadi makmur dan mulia. Kemudian dilanjutkan dengan wawancara eksekutif Tamaddun dengan motivator dan inspirator Hidup Sukses Mulia, Dr. Jamil Azzaini, saat memberi training pada acara Silaturrahmi Nasional (SILATNAS) baitul maal PBMT Indonesia di UNY, Yogyakarta terkait dengan Baitul maal BMT Indonesia; Program dan karakter yang harus dimiliki. Dan ditutup dengan suguhan ghirah (semangat) baitul maal Ruh BMT adalah ghirah baitul maal. Mengapa peran baitul maal begitu penting. Kita tahu, tahun 2014 banyak sekali terjadi bencana alam. Baik banjir, gempa, longsor dan gunung meletus. Artinya, lembaga-lembaga sosial seperti baitul maal menemukan momentum yang baik dan harus membuktikan pada masyarakat yang tertimpa bencana ataupun yang tidak bahwa Islam betul-betul rahmatan lil alamin. Dan dirasakan secara nyata. Baik dari sisi bisnis (tamwil) dan sisi sosial (maal). Mengingat banyaknya bencana yang terjadi, redaksi Tamaadun juga menghadirkan suplemen khusus berkaitan dengan bencana banjir, khususnya yang terjadi di Pati, Jawa Tengah. Mudah-mudahan kehadiran suplemen ini membawa angin segar bahwa kehadiran baitul maal sudah ditunggu-tunggu umat secara luas. Terakhir, Tak lupa, kami ucapkan Selamat Tahun Baru 2014 M. Semoga tahun ini semua rintangan dapat kita lalui dengan senyuman. Anda, kita dan kita semua berdoa masyarakat yang tertimpa bencana bisa kembali hidup normal dan hidup penuh berkah serta bisa mengambil hikmah dari semua cobaan berupa bencana tersebut. Amin. [red] Wassalamualaikum Wr . Wb.
Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

Foto Cover: Evakuasi korban banjir di Pati

Redaktur Ahli: Edi Ryanto, Anwar T ribowo Dewan Redaksi: Maksun, Anung Karyadi, Attabik Ali, T ri Wuryanto, Erwin Saleh, M. Alfarid Agus Pemimpin Redaksi: Muhammad Irkham Redaktur Pelaksana: Zubaeri Distribusi: Agustin, Indri, Adam Andi Usman Layout: Tim Creative Tamaddun Alamat Redaksi: Gd. TAMZIS. Jl. S. Parman 46, Wonosobo (56311) Telp. (0286) 325303 Fax. (0286) 325064 E-mail: redaksitamaddun@gmail.com Website: www.TAMZIS.com Diterbitkan oleh: Baituttamwil TAMZIS, sebagai media komunikasi dan edukasi ekonomi syariah

Daftar Isi

22

Baitul Maal BMT Indonesia; Program dan Karakter yang Harus Dimiliki
Jamil Azzaini Kalau orang baitul maal karakter yang harus dimiliki adalah orangnya kreatif, mempunyai daya tahan yang cukup kuat, dan senang berbagi. Secara umum kerangkanya begitu.

44 TAMZIZ Menjawab

Aksi Bencana TAMZIS? Mengetahui Saldo Lewat SMS

46 Ekonomi Syariah
Mengenal Jual Beli (Murabahah)

49 Kamus Ekonomi Syari'ah 50 Pustaka Syariah 51 Jendela Keluarga


Ngaji Qur'an dan Belajar Bisa Jalan Bersama

1 Serambi
Gusti Allah Mboten Sare

20 Dinamika

6 Cover Story

Mantan Menteri Senior Singapura Berkunjung ke BMT TAMZIS Upgrading Skills Pembiayaan Mikro Syariah T AMZIS TAMZIS Adakan DIKLATSUS;Demi Meningkatkan Kompetensi MES dan Gerakan Ekonomi Syari'ah (Gres !) TAMZIS Berbagi Ilmu Bersama BMT El-Amanah TAMZIS Business Plan 2014 Membangun Infrastruktur Pembiayaan yang Tangguh Team Building TAMZIS Area Jakarta

54 Inspirasi

Bencana; Duka dan Hikmah

Yoe Chien Shen, Jadi Waras, Jadi Sukses Tarjo Suparjo, Menemani Arang dengan Sederhana dan Bersahaja Lilis Enowati, Mengasah Ketrampilan, Membuka Lapangan Pekerjaan Suranto: Sukses Membatik, Tradisi Jadi Apik

8 Sajian Utama
Baitul Maal Bangkit Bersama, Umat jadi Makmur dan Mulia

Baitul Maal BMT Indonesia; Program dan Karakter yang Harus Dimiliki RUH BMT Adalah Ghirah Baitul Mall

67 Santap Kuliner
Rujak Mbah Tar, Sekali Mencoba Takkan Terlupa

30 Profil
TAMZIS Ujung Berung: Menjadi TAMZIS Sesuai Syari'ah Besar dan Sehat Pasar Modern BSD City; Nyaman, Bersih dan Lengkap

38 Sosok
H. Asep Sudrajad, SH (Ketua LKMS BMT Mardlotillah Sumedang) BMT itu Hidayah dan Mencari berkah demi Mardhotillah

69 Tegar

Mbah Siyami Berjualan Bermodal Tanggungjawab

71 Refleksi

Antara Menu Resto Hotel dan Islah

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

Cover Story

Bencana;
Sejak akhir tahun lalu hingga awal 2014 ini, mulai dari meletusnya gunung Sinabung, gempa hingga banjir yang terjadi dimana-mana. Kamis malam (13/2) gunung Kelud Kediri pun meletus. Bencana-bencana yang terjadi mengisyaratkan bumi sudah tua. Makanya manusia harus membantu merawatnya. Sedang banjir di Pati kemarin, merupakan banjir yang terbesar selama sejarah. Semua orang ikut turun membantu. Relawan profesional maupun orang-orang awam. Salah satu dari sekian relawan itu adalah para pegiat BMT (Baitul maal Wa Tamwil). Melalui bagian sosialnya, yakni baitul maal bencana Pati dapat segera tertangani dan tertolong dengan segera. Mesti belum ada kesiapan yang mumpuni, baitul maal melalui forum baitul maal Pati, salah satunya baitul maal BMT Fastabiq, bersama-sama baitul maal Jateng, turun tangan membantu mengevakuasi para korban banjir. Memang, Ketika bencana, nyawa begitu istimewa. Makanya evakuasi para penghuni yang rumahnya terendam banjir harus secepat mungkin dilakukan. Memang beberapa desa di Pati saat itu banjir merata. Ketinggianpun bermacam-macam, ada yang hanya selutut orang tua. Ada yang setengah badan orang dewasa hingga ada pula yang ketinggiannya mencapai setinggi rumah. Dalam situasi dan kondisi tersebut, perahu karet menjadi sarana yang paling tepat dan cepat. Selain bisa langsung menuju rumahrumah warga yang terkena banjir parah. Perahu

Duka dan Hikmah

nak kecil itu terlihat begitu trauma diatas perahu karet. Wajahnya antara sedih atau menangis susah dibeda. Kakek dan neneknya terlihat begitu pasrah. Sambil memegang cucunya agar tentram berada. Meski tatapan kakek masih kosong. Ibunya tak kuasa dan tak tahu lagi apa yang mesti dilakukakannya. Diam bersandar di perahu karet. Gambaran inilah yang dialami, entah berapa keluarga korban. Ketika banjir menimpa di bulan Januari lalu. Tak ada pula yang mengira bahwa air meluber hingga tengah kota. Sawah-sawah terlihat seperti samudra. Bencana datang begitu mengejutkan. Tiba-tiba. Tak bisa dikira-kira. Semua bencana seolah-olah begitu patuh pada perintah Sang Maha Kuasa. Bencana banjir itu tak hanya melanda kabupaten Pati. Tapi juga Semarang, Kudus, Jepara dan Pekalongan. Ibu kota Jakarta pun, banjir seolah menjadi bagian hidup warga kota. Bencana banjir hanya satu dari sekian macam bencana yang menimpa Indonesia.

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

Bencana akan menjadi hikmah bagi orang-orang yang selalu melakukan perbaikan diri dan selalu mendekatkan diri pada Tuhannya. Artinya, bencana merupakan takdir Tuhan dipenuhi hikmah (pelajaran) dan rahmat berupa ujian bagi manusia
karet juga bisa menjangkau daerah-daerah yang sulit dilalui mobil. Mengingat kemampuan kendaraan dalam menerjang air sangat terbatas. Dengan diringi beberapa relawan, mulai dari SAR, baitul maal BMT-BMT dan juga terlihat relawan Dompet Dhuafa (DD) hadir membantu evakusi. Kita tahu, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan ketika ada bencana alam terjadi, antara lain; Pertama, mengevakuasi korban demi menyelamatkan nyawa. Kedua, melakukan pemenuhan kebutuhan logistik terutama soal makan dan minum. Hal ini dimaksudkan agar semua korban bencana memilki ketahanan tubuh. Ketiga, menyiapkan tempat pengungsian atau tenda-tenda khusus bagi korban. Keempat, memberi pengobatan. Dan terakhir, kelima, memberi bimbingan dan

pendampingan bisa terkait dengan kesehatan. Bisa juga terkait dengan pemberdayaan. Nah, disinilah letak peran baitul maal BMT. Tidak hanya memberi dan menolong ketika pas bencana terjadi. Seperti memberi bantuan sembako, pakaian, dan sarana kebersihan lainnya saja. Tetapi baitul maal dituntut pula untuk memberi bimbingan secara ruhani (agama) dan juga membantu mengembalikan keadaan sebagaimana semula. Program pemberdayaan masayarakatlah yang bisa menjawabnya. Tanpa pemberdayaan, masyarakat akan menanggung duka secara psikis dan juga memikul beban kehidupan keluarga. Khususnya biaya hidup yang hanyut bersama bencana banjir yang melanda. Selama ini, BMT melalui pembiayaan anggotanya yang terkena musibah langsung di bebaskan. Atau paling tidak, BMT mengakad ulang pembiayaan yang telah dilakukan. Sedang baitul maal BMT sendiri harus merencanakan dan mendorong umat untuk bangkit kembali. Dan hidup semula seolah bencana banjir tak pernah ada. Kita sadari, bencana itu berarti duka bagi orang-orang yang banyak melakukan banyak kerusakan dan tidak mau menjaga keseimbangan semesta. Bencana akan menjadi hikmah bagi orang-orang yang selalu melakukan perbaikan diri dan selalu mendekatkan diri pada Tuhannya. Artinya, bencana merupakan takdir Tuhan dipenuhi hikmah (pelajaran) dan rahmat berupa ujian bagi manusia. Kalau begitu, berbagai bencana yang terjadi pada hakikatnya adalah kasih sayang Tuhan pada umatnya. Yang kuat diberi ruang untuk membantu orang yang sedang tertimpa bencana. Yang kaya, diberi kesempatan untuk beramal dengan hartanya. Yang dokter, dimohon untuk menyembuhkan pasien-pasien korban bencana. Akhir kata, kita berdoa dan berharap kepada Allah gunung Kelud merupakan bencana yang terakhir kalinya. Semua yang tertimpa bencana diberi kekuatan kesabaran dan segera bangkit. Dan hidup sebagaimana semula, bahkan bisa lebih baik. Amin. [red]

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

Sajian Utama

Baitul Maal BANGKIT BERSAMA,


Umat Jadi Makmur dan Mulia
Dalam sejarah kejayaan Islam, pengelolaan keuangan yang profesional dan transparan menjadi faktor yang mampu membawa kemajuan dan kemakmuran umat Islam pada masa kekhalifahan melalui lembaga pemerintahan Islam yang bernama baitul maal.

ecara resmi, baitul maal alias rumah harta berdiri pada zaman kekuasaan Khalifah Umar bin Khattab yang memerintah pada tahun 13 H/ 634 M-23 H/ 644 M. Menurut Jhon L Esposito dalam Ensiklopedi Oxford Dunia Islam Modern, sejak zaman Nabi Muhammad SAW, tercatat ada beberapa lembaga yang didirikan untuk mendukung aktivitas kenegaraan. Mulai yang berfungsi sebagai pengumpul pajak dan pembelanjaan pendapatan negara. Tetapi, lembaga keuangan yang paling berpengaruh pada awal peradaban Islam adalah baitul maal. Sedang baitul maal sendiri adalah lembaga keuangan negara yang bertugas menerima, menyimpan, dan mendistribusikan uang negara sesuai dengan aturan syariah. Baitul maal dapat disamakan dengan kas negara yang ada dewasa ini. Abu Al-Ala Al-Maududi, pemikir muslim asal Pakistan, memandang bahwa baitul maal adalah lembaga keuangan yang dibangun atas landasan syariah. Oleh sebab itu, pengelolaannya harus atas dasar aturan syariat pula. Menurutnya, baitul maal adalah amanat Allah SWT., dan masyarakat Muslim. Oleh

karenanya, tidak diizinkan memasukkan sesuatu atau mendistribusikan sesuatu yang dilarang dan berlawanan dengan apa yang ditetapkan syariat. Secara definisi, baitul maal berasal dari dua kata bahasa Arab, yakni bayt sebagai mudhaf (kata benda yang disandarkan) dan al-mal sebagai mudhaf ilaihi (kata benda yang menjadi sandaran). Bayt berarti rumah, sedangkan almal berarti harta, sehingga baitul maal berarti rumah harta. Menurut Ahmad Ifham Sholihin dalam buku Pintar Ekonomi Syariah (2010), secara istilah baitul maal berarti suatu lembaga atau pihak yang mempunyai tugas khusus menangani segala harta umat, baik berupa pendapatan maupun pengeluaran negara. Pengertian itu didasarkan pada uraian Abdul Qadim Zallum (1983) dalam Al-Amwal fi Dawlah al-Khilafah. Selain itu, Ifham Sholihin juga memberikan dua pengertian lain. Pengertian pertama mengartikannya sebagai lembaga negara yang mengelola penerimaan dan pengeluaran negara yang bersumber dari zakat, kharaj (cukai atas tanah pertanian), jizyah (pajak yang dibebankan pada penduduk non muslim yang tinggal di negara Islam), ghanimah

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

(rampasan perang), kaffarat (denda), wakaf, dan lain-lain yang di-tasyarufkan untuk kepentingan umat. Pengertian kedua menyebutkan bahwa baitul maal berarti rumah harta, yang pada zaman Nabi berfungsi sebagai perbendaharaan negara. Dulunya, baitul maal adalah departemen yang berurusan dengan pendapatan dan segala hal keekonomian negara. Ada enam sumber pemasukan yang dikelola baitul maal alias rumah harta; Pertama, berasal dari zakat maal yang mencapai 2,5 persen dari penghasilan. Sumber pemasukan itu hanya dihimpun dari umat muslim saja. Kedua, berasal dari jizyah yakni pajak perlindungan yang ditarik dari non muslim yang tinggal di wilayah muslim. Meski begitu, non muslim yang sakit, miskin, wanita, anakanak, orang tua, pendeta serta biarawan dibebaskan dari jizyah. Ketiga, bersumber dari ushr yakni pajak tanah yang khusus diberlakukan bagi perusahaan-perusahaan besar. Nilainya mencapai satu per sepuluh dari produksi. Keempat, berasal dari khiraj, yakni pajak tanah. Kelima, bersumber dari ghanimah, yakni satu per lima dari hasil rampasan perang. Keenam, berasal dari pajak yang dipungut dari saudagar atau pengusaha non muslim, karena mereka tak membayar zakat. Dana yang berhasil dihimpun baitul maal itu lalu disalurkan untuk menjamin kesejahteraan rakyat miskin yang membutuhkan. Tak hanya itu, rakyat yang lemah dan cacat baik muslim maupun non muslim mendapat santunan dari baitul maal. Orang tua yang tak mampu lagi mencari penghasilan juga mendapat jaminan kehidupan dari baitul maal. Anak-anak yatim-piatu yang tak lagi memiliki pelindung mendapat jaminan dari negara yang dananya berasal dari baitul maal.

Baitul Maal Bangkit Kembali


Setelah lebih dari seribu abad lamanya, baitul maal sayup-sayup sampai di telinga umat Islam, kini pengelolaan lembaga keuangan yang profesional dan transparan layaknya perbankan

bangkit kembali. Tentu dengan istilah modern, yakni Baitul Mal wa Tamwil yang disingkat BMT. Memang, ada satu perbedaan mendasar mengenai konsep penerapan baitul maal, yakni keterlibatan negara dalam pengelolaannya. Pada masa khilafah, baitul maal merupakan sebuah lembaga pemerintah yang mengelola keuangan negara. Sementara pada zaman modern, ia merupakan lembaga swasta yang tidak saja berfungsi sebagai penerima dan penyalur harta (mal) bagi yang berhak. Ia juga mengupayakan pengembangan dari harta itu sendiri (tamwil), yang dilandaskan atas prinsip-prinsip ekonomi Islam. Adapun sumber pemasukan yang dikelola baitul maal di era modern bila dibandingkan dengan baitul maal masa kejayaan Islam jauh lebih sedikit dan itupun belum dimaksimalkan. Antara lain, pertama, dari pendapatan zakat. Padahal zakat sendiri perlu ada kesadaran dan ketaatan pada agama suatu masyarakat. Kedua, sedekah dan infak. Ketiga, wakaf. Dimana wakaf uang menjadi program yang akan menjadi unggulan. Nah, Indonesia memiliki lembaga keuangan mikro syariah yang menggabungkan antara sisi bisnis (Tamwil ) dan sisi sosial (Maal) yang dikenal dengan BMT sebagai lembaga yang mampu membantu dan mengatasi kemiskinan. Baik secara ekonomi maupun memperbaiki taraf hidup manusia yang lebih mulia. Selama ini BMT telah terbukti dan teruji dalam rangka membangun model kesejahteraan ekonomi umat, baik secara material maupun spiritual. Tentu, dengan ukuran-ukuran yang sesuai dengan maqashid syariah. Yakni menjaga agama (ad-Dien), ilmu pengetahuan (al-Aql), menjaga keturunan (nafs), menjaga jiwa (nasl) dan menjaga harta (maal). Maksud dan tujuan syariat diturunkan itulah yang menjadi motivasi baitul maal di zaman rasul yang harus dibangkitkan kembali. Baitul maal yang tercantum dalam BMT sudah waktunya bangkit, memakmurkan dan memuliakan umat. [red]
Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

Sajian Utama

Program dan Karakter yang Harus Dimiliki


Dalam mengembangkan ekonomi nasional atau global, BMT pada dasarnya adalah sebuah bentuk usaha yang paling ideal karena bisnis dan sosial menjadi satu kesatuan tak terpisah dan sesuai dengan prinsip syariah. Selain itu, BMT juga merupakan media dakwah ekonomi yang menjadi soko guru perekonomian untuk kesejahteraan umat.

Baitul Maal BMT Indonesia;

alam perjalanannya, BMT lebih berkembang pada sisi bisnis daripada sosialnya sehingga baitul maal terkesan sebagai pelengkap. Padahal pada zaman nabi, baitul maal justru menjadi tonggak dalam menjamin kesejahteraan umat. Bagaimana mengembalikan ruh baitul maal dimasa kini? Berikut wawancara khusus Zubaeri At dari Tamaddun dengan Jamil Azzaini saat Silaturrahmi Nasional (Silatnas) Baitul Maal PBMT Indonesia di Jogjakarta. Sejauhmana Bapak mengetahui tentang Baitul Maal PBMT Indonesia? Era sekarang, kalau kepingin maju dan sukses tidak boleh berpikir hanya aku tapi harus berpikir tentang kita. Menurut saya, PBMT itu adalah wujud berpikir tentang kita. Dalam berpikir, manusia memiliki empat cara berpikir. Pertama, aku yang punya mimpi berjuang untuk hidup. Kedua, aku yang terlatih dan terasah. Ketiga, berpikir tentang kita dan keempat, yang paling bagus adalah kita yang terkoneksi, kita yang terhubung dengan yang lain. PBMT itu sudah masuk yang terakhir, yakni kita yang terkoneksi. Satu persoalan BMT dianggap sebagai persoalan bersama. Kini, era aku sudah berakhir, berganti dengan era Kita. PBMT itu adalah media kita.

PBMT memiliki mimpi Haluan BMT 2020, kira-kira bisa tidak diwujudkan?
Itu bisa, bila sudah dimulai dari sekarang. Era kita ini akan sampai kiamat. Orang yang berpikir hanya aku, aku dan aku atau orang berpikir yang penting BMT ku yang selamat dan berkembang, biarkan saja BMT orang lain. Cara berpikir tersebut sudah bukan masanya. Dan bila ada BMT yang berpikir tentang aku dan tidak berpikir terhadap yang BMT lain, maka BMT tersebut tidak akan sampai tahun 2020 sudah tutup.

Seberapa penting, adanya BMT dalam membangun ekonomi masyarakat?


Faktanya, ekonomi kita berpihak pada ekonomi menengah dan atas. Sedang BMT fokus pada mikro-kecil atau bahkan mikro saja. Sangat diperlukan, mengingat masyarakat mikro belum digarap oleh pemerintah. Miskipun sekarang, bank-bank sudah mulai masuk ke pasar tradisional. BMT masih dibutuhkan masyarakat.

Apa kontribusi BMT yang riil, dalam mengantisipasi ekonomi global ke depan?
Kalau ingin bertahan, menurut saya, BMT tidak hanya membina orang per orang, tetapi mereka didorong untuk membuat komunitaskomunitas agar tumbuh berkembang, karena

10

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

BMT itu dikembangkan sesuai prinsip syariah, kalau kita berbagi, saling tolong menolong maka keberkahan itu akan ada.
- Jamil Azzaini-

memang era kita dan komunitas-komunitas itu sudah mulai muncul. Bila BMT masih mengelola individu-individu, energinya akan capek, habis tetapi hasilnya tidak signifikan. Kita beri pembiayaan 10 juta, akan meningkat hanya sampai 12,5 juta. Secara inflasi juga tinggi. tetapi bila kita membangun komunitas-komunitas yang lebih solid, bisa jadi kontribusi pada BMT akan lebih bagus dan peran BMT terhadap masyarakat juga akan lebih luas. Seperti komunitas pasar Wonosobo, komunitas pasar Jogjakarata, antara satu dengan lainnya dapat saling komunikasi dan saling kontribusi. Selain itu, agar dapat menumbuhkan jiwa kita diantara mereka, tidak hanya berpikir tentang diri sendiri. Dalam bahasa saya, yuk kita hidup sukses mulia. Kita berhasil dan keberadaan kita memberi manfaat. Dan itu bukan hanya milik BMT, tetapi juga masyarakat yang menjadi anggota BMT juga memiliki kesuksesan itu juga. Berhasil dan keberhasilannya memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.

Ada guyonan orang memandang BMT, BMT Tamwilnya (bisnisnya) yang berjalan, sedang baitul maalnya (sosialnya) belum berjalan. Menurut bapak, bagaimana agar baitul maal dan baitul tamwil bisa sejajar dalam pengembangan BMT?
Betul, memang ada BMT yang tumbuh besar, sehingga pola pelayanannya menjadi transaksional. Hitung-hitungan. Sedang baitul maal itu adalah sosial yang dianggap tidak memberi dampak pada BMT. Itu cara berpikir ekonomi sekarang. Padahal, BMT itu dikembangkan sesuai prinsip syariah, kalau kita berbagi, saling tolong menolong maka keberkahan itu akan ada. Dalam bahasa agama, barang siapa bersedekah, rizkinya berlimpah. Siapa yang peduli, rizkinya akan bertambah. Barangsiapa yang berbagi, maka kehidupannya akan berkah. Seharusnya itu yang diunggulkan, tentu dengan tetap mengedepankan pengelolaan profesional pada baitul maal. Bukan karena untuk umat, kemudian dikelola dengan asal-asalan. Profesional itu

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

11

Sajian Utama
Profil
Nama : Jamil Azzaini Lahir : Kutoarjo, Jumat, 9 Agustus 1968 Istri : Dwiani Juliastuti, Sofie Beatrix Anak : Nadhira Arini, Ahmad Sholahuddin An-Nabhani, Amirullah Izzan, Hana Fadhila Firdausi Pendidikan: 1. Sosial Ekonomi Pertanian Institut Pertanian Bogor 2. SMAN Way Halim, 1987 3. SMP Tri Bhakti Utama KARIR: 1. Dosen Pascasarjana IPB 2. Founder PT Kubik Kreasi Sisilain 3. Founder Dompet Dhuafa Republika 4. Founder Baitul Maal wa Tamwil (BMT) 5. Penggagas Indonesia Inspiring Movement (I2Move) BUKU: 1. Ingin Sukses? Jangan Jadi Penonton, 2012 2. Makelar Rezeki, 2012 3. Rahasia Penyalur Energi Sukses dan Mulia, 2012 4. Tuhan, Inilah Proposal Hidupku, 2010 5. DNA Sukses Mulia, 2010 6. Menyemai Impian Meraih Sukses Mulia, 2008 7. Kubik Leadership. Solusi Esensial Meraih Sukses dan Hidup Mulia, 2008 SOCIAL MEDIA: 1. http://jamilazzaini.com 2. http://www.kubik.co.id 3. http://www.i2movenetwork. com 4. Facebook: Jamil Azzaini 5. www.twitter.com/JamilAzzaini

bukan pada tingkat transaksional. Karena di maal kemudian digaji kecil, bukan seperti itu. Profesinoal dalam arti, harus ada target ini sebagai lembaga yang bisa dipercaya dan memberi manfaat yang besar bagi masyarakat hingga mati. Bukankah, pahala akan terus mengalir, ketika yang kita bantu dapat tumbuh berkembang di masyarakat. Anak dan cucunya juga ketibanan berkahnya.

Apa strategi yang harus dilakukan bagi lembaga baitul maal agar berkembang?
Tentu, harus memberi pemahaman bahwa ekonomi syariah itu berbagi. Sebagaiman pada zaman rasul, harta dibagi menjadi empat, sepertiga untuk disedekahkan, sepertiga untuk dibagi, sepertiga untuk melunasi Madinah yang memiliki hutang dan sepertitiga untuk mengembangkan bisnis. Sehingga BMT-BMT tidak menghitung secara kapitalis, dimana semua dihitung dengan logika manusia. Padahal logika Allah itu berbeda dengan logika manusia. Satu tambah satu dalam matematika ada dua. Satu tambah satu dalam ilmu kreatifitas ada sebelas. Satu tambah satu dalam sholat adalah dua puluh tujuh. Tetapi satu tambah satu dalam sedekah itu berlimpah. Seharusnya itu harus ditanamkan dan ditumbuhkan. Bagaimana ketika kita menghidup-hidupkan baitul maalnya, baituttamwilnya akan semakin berkah. Asal tidak pilih kasih, ini tamwil (bisnis) bisa membeli mobil, membangun gedung, dikelola dengan serius. Sedang, ketika mengelola baitul maal tidak serius. Seharusnya, mengelola sesuatu yang bisa diukur itu serius dan mengelola sesuatu yang tidak bisa diukur itu juga harus serius. Padahal dalam pengelolaan keduanya harusnya sama. Walaupun kontribusinya tidak terlihat. Bagi pengelola baituttamwil, harus memahami bahwa ada tangible aset dan ada untangible aset. Ada aset yang terukur dan ada aset yang tidak bisa diukur oleh manusia, tapi berpengaruh. Orang yang hanya fokus pada tangible aset, BMT ini aset sekian, atau total aset yang dimiliki BMT sekian, katakan 100 milyar. Maka ketika dijual akan laku 100 milyar. Tetapi bila di dalam BMT itu ada untangible aset, berupa nama baik, ada perjuangan, popularitas, sehat dan syariah misalnya, mungkin asetnya 100 miyar, mungkin kalau dijual akan laku 1 trilyun. Mengapa bisa besar? Karena ada faktor untangible aset yang besar. Makanya pegiat BMT harus ditanamkan untangible aset. Perlu diketahui, hidup ini tidak sekedar tangible aset, tapi juga ada unsur untangible aset. Seorang muslim terlihat baik, terlihat dari perilakunya. Tetapi untangible asetnya, apakah perbuatan tersebut terhubung dengan nilai kehambaan kepada Allah. Dan itu betul-betul ibadah kepada Allah. Itu semua adalah untangible aset.

12

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

Kita sebagai pegiat BMT seharusnya memandang bahwa antara tangible aset dengan untangible aset adalah sama pentingnya. Kadang dalam hal-hal tertentu untangible aset lebih penting.

Menurut Bapak, apa yang mesti dikembangkan dalam baitul maal (zakat, infak, sodaqah atau wakaf) agar stabilitas baitul maal bisa kuat atau bahkan bisa berkembang di tahun-tahun mendatang?
Kalau menurut saya sedekah, kalau zakat itu mentok 2,5 %. Infak paling 10%. Kalau wakaf sendiri masih perlu penyadaran, perlu edukasi pada masyarakat. Karena persepsi orang sekarang, yang namanya wakaf harus berupa aset yang nyata. Wakaf tunai belum berkembang. Kalaupun wakaf dikembangkan masih terjadi polemik. Makanya, menurut saya, agar dapur baitul maal mengebul (berasap) dan berjalan, seharusnya baitul maal didorong untuk sedekah. Karena faktor di lapangan, banyak orang yang mengembangkan sedekah tumbuhnya lebih cepat dan pesat. Di Jogja misalnya, ada Sedekah Rombongan, dimana kurang lebih dua tahun sudah mencapai 2 milyar. Padahal tidak punya gedung, dan tidak punya administrasi yang formal, hanya memiliki jejaring sosial media, facebook, twiter dan lewat blog. Di Jakarta ada Makelar Sedekah. Sekarang ini kesadaran sedekah mulai tumbuh terutama pada generasi-generasi muda dan itu yang ditangkap dengan program-program yang tidak terlalu rumit, tapi berdampak. Berbeda dengan kita (baitul maal), kadang terlalu banyak konsep dan rumit. Programnya tidak jalan, operasionalnya menghabiskan lebih banyak. Kalau begitu, untuk apa adanya baitul maal. Sehingga temanteman baitul maal harus memilih program yang cerdas dan diperlukan oleh masyarakat serta tidak terlalu rumit. Dan tidak banyak prosedur.

masing. Kebanyakan dari baitul maal itu kebanyakan tergoda ingin menangani baituttamwil, artinya melayani bisnis. Padahal baitul maal itu sosial. Orang di baitul maal itu mentalnya bukan bisnis, makanya jangan menjalani usaha-usaha bisnis. Yang terjadi pemberdayaannya tidak berjalan dan tidak berhasil. Sedang kalau di tamwil, orang-orangnya sudah terbiasa dengan bisnis, analisanya bisnis, pendekatannya bisnis, anggota pasti lebih percaya. Kalau baitul maal mengadakan pemberdayaan ekonomi, yakinlah pada saya tidak akan berhasil. Karena baitul maal mentalnya sosial, mengajari bisnis. Dosen ngajari bisnis, ya susah. Kalau mau mengajari bisnis, ya pelaku bisnis. Jadi, kalau membuat program harus disesuaikan dengan ruh baitul maalnya, seperti menolong orang, menjadi katalisator sebagai pengelola, fokus saja disitu. Tidak usah tergoda dengan program-program yang muluk-muluk tapi sulit untuk direalisasikan. Menurut saya, bila baitul maal di Indonesia mau memberdayakan ekonomi malalui bisnis akan susah mencari orang-orangnya. Mending menjalankan program-program yang pokokpokok tapi berdampak.

Karakter seperti apa yang harus dimiliki oleh pegiat baitul maal?
Sebenarnya, baituttamwil dan baitul maal masing-masing mempunyai karakter sendirisendiri. Kalau orang baitul maal karakter yang harus dimiliki adalah orangnya kreatif, mempunyai daya tahan yang cukup kuat, dan senang berbagi. Secara umum kerangkanya begitu. Kalau tidak kreatif, program baitul maal akan sunatan masal terus. Berbagi sembako terus. Kalau gak punya daya tahan, kerja di baitul maal kok menjaga gengsi mana tahan. Kalau tidak senang berbagi, melayani orang, seolah-olah orang yang butuh kepada kita. Padahal orang baitul maal itu harus punya kesadaran bahwa dialah yang perlu masyarakat, bukan masyarakat yang perlu kepada dia. Ketika ketiga kesadaran hal diatas, dimiliki pegiat baitul maal, insya Allah baitul maal akan tumbuh kembang. [zbr]
Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

Apa kira-kira program yang bagus bagi baitul maal?


Masing-masing baitul maal punya kekhasan dan kebutuhan daerahnya masing-

13

Sajian Utama

Adalah Ghirah Baitul Maal


Ekonomi syariah adalah ekonomi yang mempertemukan manusia dengan tujuan hidupnya di dunia maupun akhirat. Menurut Islam kesejahteraan dan kebahagiaan yang harus diperjuangkan tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi kesejahteraan dan kebahagiaan sesama manusia.
edoman hidup muslim sangat jelas, yaitu, Dan carilah kebahagiaan negeri akhirat pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS. Al-Qashas: 77). Semua orang berkeyakinan, bahwa dalam mewujudkan kesejahteraan dan kebahagian umat manusia, sektor ekonomi bisnis menjadi lokomotif utama. Padahal ada yang lebih penting dari itu, lembaga sosiallah yang menyempurnakan agar lokomotif ekonomi bisnis berjalan dengan baik. Terkait dengan BMT, ghirah (semangat) baitul maal-lah yang menjadi ruhnya. Menurut Syafaruddin Alwi, Dewan pengawas BPD Syariah DIY, ada tiga tanggung jawan sosial lembaga keuangan syariah. Pertama, pelayanan masyarakat (community servis). Program ini untuk memenuhi kepentingan masyarakat secara umum. Antara lain, program peningkatan kesehatan, bantuan kepada korban bencana alam, program pengembangan prasarana dan umum serta bantuan sarana dan prasarana ibadah. Kedua, pemberdayaan masyarakat (community empowering). Program ini untuk menunjang kemandirian masyarakat. Meliputi, program pendidikan dan pelatihan, program pengembangan kelompok swadaya masyarakat dan organisasi profesi, program peningktan kapasitas usaha masyarakat berbasis potensi

RUH BMT

sumber daya setempat dan program pelestarian lingkungan. Ketiga, hubungan masyarakat (community relation), yaitu kegiatan-kegiatan yang menyangkut komunikasi dan informasi. Diantaranya, pelayanan konsultasi publik, penyuluhan dan khususnya bisnis praktis berbasis syariah. Semua program tersebut diharapkan lebih menumbuhkan kesadaran untuk menggunakan lembaga syariah sebagai patner pengembangan usaha. Dengan begitu, BMT sebagai bagian lembaga keuangan syariah yang mempunyai visi dakwah mampu menjembatani antara sosial dan bisnis sekaligus. Tak hanya itu, BMT juga dapat menghantarkan anggota memperoleh keberuntungan dunia dan kebahagiaan akhirat. Dalam konteks sistem ekonomi, Islam juga memiliki sistem ekonomi yang secara fundamental berbeda dari sistem yang tengah berjalan. Dimana ekonomi Islam selaras dengan prinsip-prinsp syariah yang mempunyai tujuan bukan bersifat materi semata. Tujuannya tak lain adalah membuat bahagia (falah) manusia dan kehidupan yang lebih baik (hayatan thoyyiban) yang menekankan pada aspek persaudaraan (ukhuwah), keadilan sosio-ekonomi, dan pemenuhan kebutuhankebutuhan spiritual umat manusia. Sekarang ini, di Indonesia telah terbentuk banyak lembaga sosial yang berkosentrasi dalam pemberdayaan masyarakat berbasis sosial atau nirlaba dan juga lembaga yang mengelola zakat, infak, sedekah dan wakaf (baitul maal). Beberapa diantaranya, misalnya; Rumah Zakat, Tabung Wakaf Indonesia, Baznas, Dompet Dhuafa (DD), Badan Wakaf Indonesia

14

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

(BMI), Rumah zakat, Baitul Maal PBMT Indonesia, LAZISMU, LAZISNU, PKPU dan banyak lembaga lainnya. Meskipun berbeda payung, lembagalembaga tersebut bervisi sama, yakni memberdayakan kaum dhuafa. Baik lewat pendidikan, kesejahteraan ekonomi, sosial, kesehatan, atau yang sering dikenal dengan tercukupinya sandang, pangan, papan dan pendidikan. Untuk mengetahui lebih jauh profil lembaga dan juga ghirahnya, berikut ini, Tamaddun menyajikan beberapa diantara lembaga yang mengelola zakat, infak, sedekah dan wakaf (baitul maal), serta lembaga-lembaga sosial.

BAZNAS
Sebagai gambaran ghirah baitul maal juga dilakukan oleh BAZNAS. Tahun 2014, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) akan melakukan gerakan zakat terpadu seluruh Lembaga Amil Zakat (LAZ) swasta nasional. KH. Didin Hafidhuddin, Ketua Umum Baznas menjelaskan (Republika, 1/1/2014), pada 2013 ini Baznas bersama seluruh LAZ swasta nasional telah melakukan konsolidasi awal penguatan peran zakat di masyarakat. Dan 2014, fokus pada kegiatan pembangunan masyarakat berbasiskan zakat melalui Zakat Community Development (ZCD), kata kyai Didin Hafidhuddin, Senin (30/12). Pada 2013 kali ini, ia menjelaskan, Baznas mengembangkan ZCD kepada kurang lebih 100 desa dan menyiapkan dana pemberdayaan senilai Rp 5 miliar. Menurut Didin, program pemberdayaan zakat bagi para mustahik dengan tujuan utama menjadikan mereka mandiri untuk kemudian menjadi muzaki. Program ini akan menjadi kelanjutan program gebrakan pada 2014. Ditambah penguatan konsolidasi bersama LAZ dari kelembagaan, Sumber Daya Manusia (SDM) zakat yang semakin berkualitas, dan sistem information technology (IT) terintegrasi. Didin Hafidhuddin menjelaskan, akhir 2013, Baznas memperkirakan realisasi zakat mencapai Rp 2,5 hingga Rp 3 triliun. Dengan gebrakan program penguatan dan konsolidasi Baznas dan LAZ serta pembangunan

masyarakat berbasis zakat tersebut, diharapkan pada 2014 mendatang peran zakat Indonesia lebih besar, dan realisasi zakat semakin maksimal

Dompet Dhuafa
Sebagai lembaga maal swasta yang sudah bergerak lebih dari 20 tahun, Dompet Dhuafa menurut Imam Al Faruq, bagian Program social development Dompet Dhuafa (DD) saat diwawancarai Tamaddun di kantor pusat Ciputat menjelaskan, DD hadir dari dan untuk masyarakat. Menurutnya, kaum dhuafa hanya ingin mengambil haknya atau menuntut haknya. DD hanya sebagai lembaga penyaluran dana dari kewajiban masyarakat yang mampu untuk sampai pada yang berhak. Dompet Dhuafa hadir dalam setiap kebutuhan dhufa, pendidikan, kesehatan hingga pemberdayaan ekonominya. Memang, ketika masuk setiap wilayah, DD menggunakan pendekatan ekonomi. Bisanya melalui Koperasi Syariah (KJKS). Masyarakat dikumpulkan pada masing-masing kelompok, disitu yang dikelola ada dana baitul maal dan ketika sudah berputar dana tersebut sudah menjadi milik masyarakat dan modal pokoknya akan diputarkan kembali pada kelompok yang lain. Dalam perkembangannya, tak hanya ekonomi, DD juga mewarnai masyarakat dengan sistem yang sudah ada, bagaimana amalan harian mereka juga berjalan. Sejauh ini, DD dengan BMTnya memandang bahwa masyarakat selama ini, meski tidak semua, masih terlalaikan dengan kesibukan dengan tamwilnya (bisnisnya). Tidak memperhatikan
Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

15

Sajian Utama
ruhaniah masyarakat yang dikelola. Nah, DD tahun 2014 akan konsentrasi ke kegiatan maalnya (sosialnya). Karena DD adalah gerakan Islam mendunia dan DD juga gerakan ruh Islam. Mengelola akhlak maksudnya? Mengelola suatu kelurahan misalnya mengambil 1.000 kepala keluarga sebagai sample, kemudian DD menyalurkan 1 milyar. Disamping kegiatan pemberdayaan ekonomi juga ada pendampingan keluarga. DD hadir dalam setiap pekannya untuk mengawasi dan mengevaluasi bagaimana usahanya, bagaimana keluarganya, bagaimana dengan amalan hariannya, apakah ada yang belum sekolah, apakah ada yang belum sholat, bagaimana bacaan Quran mereka dan bagaimana akhlaknya. DD punya binaan di Bekasi. Disana DD melakukan support mulai dari aqidah hingga urusan ekonominya. Sehingga mereka bisa mapan dan bisa yakin akan agamanya. Dalam menjaga muzaki agar tetap dan loyal, DD utamanya selalu melakukan perbaikan diri terlebih dahulu, maksudnya adalah memperbaiki kinerja, memperbaiki layanan, memperbaiki perhatian dan yang lebih penting adalah memperbaiki kualitas program. Karena itu yang dilihat. Sebagus apapun layanan kita, selicin apapun lantai kita, tapi kalau program kita tidak tepat sasaran masyarakat, masyarakat tidak akan datang. Makanya perbaiki kualitas programnya. DD mempunyai empat program pokok. Satu, program kesehatan. Ada Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) yang melayani kesehatan kaum dhuafa dan rumah sehat terpadu. Dua, pendidikan meliputi smart ekselensia, beastudi Indonesia, sekolah guru Indonesia dan makmal pendidikan (educational laboratorium) dan institut kemandirian. Tiga, program relief yang terdiri dari lembaga pelayanan masyarakat (community service), penanggulangan bencana berbasis informasi dan keahlian (Disaster Management Center-DMC), advokasi, pengembangan serta peningkatan kemandirian buruh migran baik dalam dan luar negeri (migran instutute). Empat, program ekonomi. Terdiri dari lembaga pertanian sehat, kampoeng ternak, masyarakat mandiri, zona madina dan bank bagi masyarakat miskin (social Trust Fund-STF). Kalau bicara layanan, program kesehatan menjadi bahan jualan yang cukup potensial sekali. Mau wakaf bisa membuat rumah sakit, mau infak bisa untuk operasional rumah sakit, mau zakat bisa juga untuk pasien yang tidak mampu. Sifatnya mau di pemberdayaan, bisa di ekonomi. Ada juga program Indonesia berdaya yang akan mengelola aset-aset yang selama ini masih dikelola oleh asing agar kembali ke tangan masyarakat. Seperti membeli tanah yang tidak dikelola kemudian melibatkan peran aktif masyarakat setempat dan hasilnya akan dikembalikan pada masyarakat. Intinya, ingin mengembalikan bahwa aset-aset tersebut adalah milik masyarakat dan harus dikembalikan pada masyarakat. Sehingga mereka menjadi tuan di negerinya sendiri. Diharapkan di tahun 2025, DD sudah tidak ada. Ketika semua hak-hak masyarakat sudah di kelola dengan baik, jujur dan amanah oleh pemerintah. Sebelum hal itu terwujud akan tetap mendampingi masyarakat. Bila bicara BMT, sebagai otokritik BMT Dompet Dhuafa, Imam mengatakan, kembalikan fungsi baitul maal secara maksimal, karena memang yang harus didahulukan adalah baitul maal daripada tamwil. Artinya, keberadaan BMT banyak diakses oleh orang-orang yang mampu. Kalau mampu mengapa tidak dibankan saja. Padahal antara bank dan rentenir ada lembaga di tengah-tengah yang akan membantu itulah

DD hadir dari dan untuk masyarakat. Menurutnya, kaum dhuafa hanya ingin mengambil haknya atau menuntut haknya. DD hanya sebagai lembaga penyaluran dana dari kewajiban masyarakat yang mampu untuk sampai pada yang berhak.
16
Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

BMT. Baitul maalnya yang harus berperan disitu. Memang semua adalah proses, dan DD sangat menghargai proses tersebut. Imam mengakui, bahwa ruh BMT adalah maalnya, bukan tamwil. Dengan semua program diatas, DD tetap memegang semangat mengangkat martabat dan meneguhkan pengabdian serta bersihkan hati, putihkan jiwa hingga Islam menjadi rahmatan lil alamin.

Baitul Maal PBMT Indonesia


Sebagai lembaga yang berdiri dua tahun, Baitul maal PBMT berperan untuk mengkoordinasikan lembaga maal BMT yang menjadi anggota PBMT Indonesia. Sesuai dengan rekomendasi Munas BMT se-Indonesia untuk membangkitkan ghirah baitul mal. H. Karsiwi Tri Setiyantoro, selaku Manager Baitul maal PBMT mengatakan bahwa tahun 2014, bagi PBMT Indonesia merupakan tahun baitul maal. Karsiwi menjelaskan, bahwa dalam baitul maal yang terpenting ada tiga hal yakni ada struktur dan orangnya, ada penghimpunan dana dan ada program yang akan dijalankan. Adapun program Baitul Maal PBMT Indonesia meliputi; penguatan MPZ DD baik secara kwalitatif dan kwantitatif, meningkatkan produktifitas nadzir wakaf uang, merealisasikan Badan Wakaf PBMT Indonesia, melanjutkan road show baitul maal ke luar Jateng, mengoptimalkan program taawun dan program MSS (masterpiece). Dalam setiap program memang harus memiliki fokus yang harus digarap, Baitul maal PBMT Indonesia akan fokus menggarap wakaf uang. Mengapa? Pertama, potensinya sangat besar. Kedua, bisa untuk memperbesar equitas BMT. Ketiga, penggunaannya sangat fleksibel. Keempat, menjadi aset tetap BMT. Kelima, benefitnya sangat besar. Karsiwi mengilustrasikan wakaf, jika BMT memiliki 1.500 anggota dan dalam sebulan anggota tersebut mewakafkan uang Rp 5.000 saja, maka perolehan wakaf tersebut per bulan mencapai Rp 75 juta. Jumlah itu tentu luar biasa sebagai sumber pembiayaan kegiatan-kegiatan sosial, terutama di bidang pendidikan dan keagamaan, katanya. Baitul maal PBMT juga ingin mengoptimalisasikan dana tolong menolong

Sesuai dengan rekomendasi Munas BMT se-Indonesia untuk membangkitkan ghirah baitul mal. H. Karsiwi Tri Setiyantoro, selaku Manager Baitul maal PBMT mengatakan bahwa tahun 2014, bagi PBMT Indonesia merupakan tahun baitul maal.
(taawun). Hal tersebut sebagai wujud nyata bahwa Baitul maal PBMT berperan lebih besar bagi anggotanya. Sehingga kemanfaatannya dianggap satu kesatuan tak terpisahkan dengan bisnis (tamwil). Makanya sosialisasi ke anggota, mewajibkan semua anggota perhimpunan mengikuti program taawun dan mensinkronkan program IT taawun dengan PT. Rowasia menjadi penting. Hingga kini, perkembangan dana taawun Baitul maal PBMT hingga November 2013 total sumbangan taawun yang terkumpul Rp 1.819.638.246,00. Total klaim Rp 1.339.982.318,00 . sedang saldo sumbangan Rp 479.655.928,00. Dengan perincian jumlah klaim kematian sebanyak 76 orang, jumlah klaim kebakaran sebanyak 7 Pasar/ Toko dan jumlah peserta taawun terdiri 52 BMT. Baitul Maal BMT Fastabiq Pati Siang itu, udara kabupaten pati begitu mendung. Jalan-jalan besar masih terlihat berlubang setelah diterjang banjir yang terjadi di bulan Januari lalu. Setelah sampai di Pati, Tamaddun langsung menuju BMT Fastabiq untuk bertemu dengan pengurus Baitul Maal Fastabiq. Baru setelah sholat dhuhur bisa ketemu dengan Agus Jamaluddin, Manager SDI yang merangkap Direktur Baitul Maal Fastabiq. Agus menjelaskan, bahwa pada dasarnya tamwil (bisnis) dan maal (sosial) tidak bisa dipisahkan, inginnya tumbuh secara
Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

17

Sajian Utama
bersamaan. Program Baitul Maal Fastabiq fokus pada, pertama, RS. Fastabiq sehat PKU Muhammadiyah. Kedua, kampung muslim. Yakni membangun satu komplek yang lengkap mulai dari masjid, sekolah, perumahan hingga asrama dokter yang semua itu dibiayai oleh dana Baitul Maal. Ketiga, setiap idul fitri, Baitul Maal Fastabiq membagikan sedekah 20 ton gula pada 15 ribu umat. Terkait penghimpunan dana, Baitul Maal Fastabiq secara internal menghimpun dari karyawan dan anggota yang bermitra dengan BMT Fastabiq. Sedang secara eksternal, Baitul Maal Fastabiq, kata Agus, mengajak masyarakat itu harus ada bukti fisiknya, makanya kita membangun RS Fastabiq Sehat dan Masjid At-taqwa. Hal ini agar masyarakat betul-betul percaya terhadap program yang dilakukan dan alhamdulillah masyarakat mulai percaya dan ikut serta dalam membangun program diatas. Sedang untuk empowering (pemberdayaan), Baitul Maal Fastabiq memberikan beasiswa pesantren. Beasiswa ini diberikan pada anak kurang mampu tetapi mempunyai kemampuan dalam pendidikannya. Tentu, antara anak dan orang tuanya memiliki motivasi yang kuat untuk maju, dengan syarat harus di pesantren dan ketika sudah lulus harus kembali ke Pati. Program ini sebagai bentuk tanggungjawab baitul maal dalam kaderisasi ulama. Dari 4 beasiswa yang diberikan, baru satu orang yang lulus. Selain itu, program Baitul Maal Fastabiq adalah wirausaha. Seperti, kampung ternak tetapi belum berhasil. Kata Agus, problem pokok dalam wirausaha ini, bukan sekadar modal tetapi lebih pada mentalitas yang lemah. Mereka mau diberi modal, akan tetapi tidak mau didampingi dan dievaluasi. TAMZIS. Dua, Beasiswa Ustad/Ustadzah (BETA) TPA/TPQ. Tiga, Pusat Jajanan Selama Ramadhan (PUJASERA), sebagai pemberdayaan masayarakat. Empat, Pasar Beriman, sebagai bentuk kepedulian kebersihan pasar. Lima, Mosque Boy Empowering (MBE), sebagai bentuk kepedulian TAMADDUN pada kebersihan dan kerapian masjid. Enam, Tree Parent, memberdayaakan para petani dhuafa dalam perawatan pohon sebagai bentuk kepedulian pada lingkungan khususnya penghijauan. Diharapkan, para petani dhuafa menjadi orang tua pohon dalam perawatannya, sedangkan donasi diperoleh dari para aghniya berupa infak atau sedekah secara kontinyu. Sehingga para petani dhuafa bisa produktif, melestarikan alam dan tidak ada lagi pohon yang berstatus yatim. Tujuh, Peduli Yatim. Tahun kemarin TAMADDUN mengadakan santunan 1.000 yatim. TAMADDUN meyakini, bahwa tanda bagusnya agama seseorang dibuktikan dengan hirau pada keberadaan kaum miskin dan anak yatim. Delapan, Pelatihan Ekonomi Syariah, sebagai bentuk edukasi dan kepedulian TAMADDUN pada kesadaran masyarakat untuk selalu melakukan transaksi muamalah dengan sistem syariah. Sembilan, Desa Madani. Dalam jangka panjang, desa dianggap sebagai potensi penyumbang urbanisasi dan keterbelakangan ekonomi. Program Desa Madani ini merupakan upaya untuk menggali sejumlah potensi desa miskin guna dikembangkan demi kesejahteraan penduduk desa. TAMADDUN merupakan fasilitator agar masyarakat menyadari akan potensi desanya, dan mereka bisa menjadi subyek atas pembangunan di desanya. Muara dari sebuah pembangunan desa tidak hanya kemajuan fisik dan ekonomi saja, namun bagusnya moral, kemajuan intelektual dan spiritual juga menjadi tolok ukur kemajuan sebuah desa. Singkat kata, membangun karakter bangsa, kita mulai dari Desa Madani ini. Dengan adanya sinergisitas semua baitul maal, masyarakat miskin teratasi, ekonomi berkembang, moral dan akhlak akan berjalan dengan baik. Dengan begitu, peradaban Islam akan berjaya. Baitul Maal-lah ruhnya. []

TAMADDUN
TAMADDUN adalah divisi Baitul maal dari KJKS Baiuttamwil TAMZIS yang terbentuk sejak gempa Yogyakarta 2006. Meski dilatar belakangi rasa kepedulian dan tanggap bencana-bencana, TAMADUN mencoba untuk tetap fokus pada pendidikan dan pemberdayaan. Beberapa program-program TAMADDUN antara lain, Satu, Tebar Hewan Kurban, dimana sasarannya adalaha karyawan dan anggota

18

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

Dinamika

W
20

Berkunjung ke BMT
oleh tim dari PBMT Ventura, yakni; Ir. Saat Suharto Amjad (CEO PBMT Ventura), Hardjono, dan Jamil Abbas. Dan juga Eko Purnomo (Manajer BMT Melati dan juga Ketua PBMT Wonosobo). Rasheed sendiri memiliki fokus kegiatan pada hubungan diplomatik Singapura dengan dunia Muslim, dan juga pada berbagi pengetahuan tentang pengalaman Singapura hubungan antarbudaya dan antar agama dengan negara-negara populasi Muslim besar. Rasheed dikenal luas di dalam negeri, setelah memegang berbagai posisi kepemimpinan sepanjang karirnya di bidang jurnalistik, buruh yang terorganisir dan mewakili persentase besar Singapura Muslim. Pada 2013 ia

Mantan Menteri Senior Singapura

onosobo. Akhir Januari 2014 menjadi momen penting bagi beberapa BMT di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Hal ini karena para pegiat ekonomi syariah BMT mendapat kunjungan khusus dari mantan Menteri Senior Negara untuk Urusan Luar Negeri Singapura dan walikota distrik utara timur Singapura, H.E. Zainul Abidin Rasheed. Kunjungan ini berlangsung selama dua hari, tanggal 29-30 Januari 2014. Rasheed datang dari Singapura bersama dengan dua orang lainnya, yakni; Suhaimi (putranya) dan Alfi yang sekaligus juga sebagai pemandu. Sesampainya di Yogyakarta, mereka didampingi
Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

diangkat sebagai duta besar untuk Kuwait. Ketertarikan Rasheed berkunjung ke BMT di Indonesia berawal dari perkenalannya dengan pengurus pusat PBMT Indonesia. Dimana sekitar bulan Oktober 2013, PBMT Indonesia menggelar acara Silatnas PBMT di Singapura. Dari pertemuan itulah kemudian Rasheed membuktikan ketertarikannya kepada BMT yang ada di Indonesia.

Blusukan Meninjau Langsung Mengawali kunjungan hari pertama (29/1) di Yogyakarta, Rasheed bersama rombongan menggunakan becak meninjau anggota binaan BMT Beringharjo bernama Yunus. Anggota dengan karakter urban, dengan usaha produksi kaos. Selanjutnya, meninjau lokasi anggota binaan BMT Bina Ummah bernama Arie Wibowo. Anggota dengan karakter rural, dengan usaha budidaya perikanan. Hari kedua (30/10, Setibanya di di BMT Melati Wonosobo, melihat slide show penayangan kegiatan BMT Melati oleh TV NHK Jepang dan foto-foto dokumentasi penyaluran kegiatan baitul maal. Kemudian dilanjutkan meninjau lokasi salah satu binaan baitul maal BMT Melati yaitu Miftakhul Syukur. Beliau adalah petani khusus pembibitan sayur mayur, yang saat ini sudah mempekerjakan dari kalangan dhuafa sebanyak 6 orang untuk mengolah sentra pembibitan sayur mayur di desa Kembaran Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo. Selanjutnya, ia berkunjung ke TAMZIS Kertek Wonosobo. Tak lama kemudian, ia beserta rombongan didampingi tim Tamaddun dan Manajer Area TAMZIS Wonosobo, Lukman Nugroho, bertemu dengan para pedagang pasar Kertek. Ia melihat langsung proses pelayanan (kolekting) TAMZIS di pasar tradisional. Selain dengan cara jemput bola (anggota dilayani di tempat usaha), proses kolekting juga telah memanfaatkan handphone sebagai alat pencatatan. Dan juga dilengkapi dengan mini printer untuk memberikan bukti transaksi kepada para anggota. Hal ini menarik minat Rasheed untuk bertanya-tanya soal kemudahan yang dirasakan anggota. Mulai dari pedagang di kios depan, kaki lima hingga pedagang di ujung pasar Kertek, mereka disapa dan diajak ngobrol. Para pedagang ditanya

Rasheed berbincang dengan Bayu, anggota TAMZIS di pasar Kretek, Wonosobo

tentang usahanya? Sudah berapa lama jadi anggota TAMZIS? Bagaimana pelayanannya selama ini? Bagaimana jika ingin pembiayaan dengan TAMZIS?. Rasheed mampir sekaligus istirahat sebentar di Kantor TAMZIS Pusat di Jalan S. Parman 46 Wonosobo, Jateng. Baru setelah itu, kunjungan dilanjutkan ke BMT Marhamah. Kemudian meninjau langsung anggota dengan usaha jamur tiram, dan pembibitan serta pembudidayaan yang berada di Parakan Canggah, Banjarnegara. Serta ke usaha peternakan telur burung puyuh di desa Sawangan, Kec. Leksono milik Riyanto. Menurut Rasheed, ia kagum dengan pemberdayaan yang dilakukan oleh BMT di Indonesia. Terlebih setelah mengunjungi langsung pedagang pasar dan juga sektor mikro binaan dari masing-masing baitul maal. BMT di Indonesia khas dan tidak ada duanya di dunia, berbeda dengan yang dilakukan oleh Muhammad Yunus dengan grameen banknya ujar Rasheed. [ir]

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

21

Dinamika
pembiayaan yang dilaksanakan 1011 Januari 2014 di wisma Sargede, Jl. Pramuka, Yogyakarta. Diikuti oleh 30 peserta, terdiri dari MMC (Manajer Marketing Cabang), MAC (Manajer Administrasi Cabang) dan MA (Manager Area). Pelatihan ini bekerja sama dengan SBTC (Sharia Bangking Training Center) dan langsung dipandu oleh Tulus widodo dan Alfian Noor Sofyan. Adapun materi pelatihannya, sudah disusun bersama antara pihak TAMZIS dan SBTC yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan TAMZIS. Secara umum, materi pelatihan upgrading skills ini terdiri dari kepemimpinan, manajemen resiko, manajemen strategi dan market serta negosiasi skills. Tak lupa, dalam ranah syariah, pelatihan-pelatihan TAMZIS selalu membiasakan diri dengan sholat berjamaah, kultum dan tahajud bersama di malam harinya. Hal ini sebagai peningkatan secara ruhaniah karyawan TAMZIS yang notabene mujahid atau dai ekonomi syariah. Meskipun yang akan disampaikan sama, tetapi aplikasinya akan disesuaikan dengan levelnya masing-masing. Pelatihan ini diharapkan mampu memberi perubahan sikap dan wawasan baru untuk meningkatkan SDI TAMZIS. Setelah pelatihanpun nantinya akan ada monitoring antara pihak TAMZIS dan SBTC, ada peningkatan atau tidak? Targetnya jelas, peningkatan kualitas dan kuantitas pembiayaan serta SDI yang mempunyai karakter sesuai dengan syariah tambah Erwin. Dengan pelatihan upgrading inilah, TAMZIS cukup optimis dan penuh keyakinan bahwa tahun 2014 adalah tahun peningkatan pembiayaan, tahun pengembangan SDI dan tahun ekspansi kantor TAMZIS. Dengan begitu, peningkatan pelayanan dan berdakwah ekonomi syariah akan semakin luas dan merata. [zbr]

TAMZIS Upgrading Skills


ogyakarta. Banyak pengamat ekonomi mengatakan, tahun 2014 adalah tahun yang harus diwaspadai karena ketidakpastian akan terjadi, khususnya naikturunnya perekonomian. Salah satu indikatornya, memasuki tahun politik yakni pemilihan umum 2014. Ditambah lagi nilai Rupiah mempunyai kecenderungan menurun (inflasi). Kondisi-kondisi ekonomi tersebut oleh TAMZIS dianggap sebagai tantangan sekaligus peluang untuk terus melakukan pengembangan kantor dan pertumbuan aset. Bukan tanpa alasan, karena TAMZIS mempunyai pengalaman pada tahun 1998 saat krisis ekonomi. Justru TAMZIS mengalami pertumbuhan aset secara signifikan. Meski begitu, usaha dan pengembangan pengetahuan dan skills terus ditingkatkan. Ditahun 2014 ini, TAMZIS akan mengadakan pelatihan upgrading skills sembilan sampai sepuluh kali pelatihan dengan masing-masing level. Level pertama, terdiri dari manajer cabang dan manajer administrasi cabang. Level kedua, pelatihan untuk supervisor. Dan level ketiga, untuk kolektor dan administrasi. Sebagaimana dikatakan oleh Manajer SDI, Erwin Saleh, bahwa pelatihan upgrading skills ini merupakan tindak lanjut dari TAMZIS Business Plan (RAB) 2014 yang terkait dengan program, target dan capaian di tahun 2014. Pelatihan ini sebagai upaya menambah energi dalam meningkatkan pengetahuan dan skills. Pelatihan upgrading skills ini mengusung tema Membangun pribadi TAMZIS yang berkarakter untuk penguatan

22

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

onosobo, Perubahan ekonomi global sangat mempengaruhi terhadap pertumbuhan ekonomi di Tahun 2014, terutama nilai Rupiah yang semakin hari terus melemah. Hal ini menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia akan menghadapi tantangan ekonomi yang lebih berat. Imbasnya, semua lembaga keuangan baik bank dan nonbank harus bekerja lebih ekstra dan lebih jeli dalam merespon perkembangan dan pertumbuhan ekonomi. Begitu juga dengan BMT, atau lebih khususnya TAMZIS harus menyiapkan diri dan infrastruktur lembaga semakin kokoh sehingga tetap kuat akan apapun perubahan ekonomi yang sulit diprediksi di tahun depan. Dalam merespon kondisi tersebut, TAMZIS melalui Divisi HRD mengadakan Pendidikan dan Latihan Khusus (Diklatsus) demi meningkatkan kompetensi dan kemampuan manajerial di level manajer cabang yang akan datang. Acara tersebut diadakan selama empat hari, mulai Rabu hingga Sabtu, 18 - 21 Desember 2013, bertempat di TAMZIS Training Center Jalan alternatif Marong Prumbanan, Karang Luhur, Kertek, Wonosobo, Jawa tengah. Adapun pesertanya terdiri dari 18 peserta dari MMC (Manager Marketing Cabang) dan MAC (Manager Administrasi Cabang) baru dari beberapa kantor TAMZIS seluruh Indonesia. Dalam Diklatsus peserta dibekali kemampuan dalam penyusunan RAB (Rancangan Anggaran Belanja) dan realisasinya, Pembiayaan TAMZIS (prospek, analisa, survey, komite, realisasi, maintenance, remediasi), funding, internal kontrol, penyegaran akad-akad syariah, administrasi yang cepat dan tepat serta

TAMZIS Adakan DIKLATSUS;


Demi Meningkatkan Kompetensi
bagaimana service excellent bagi anggota. Sebagaimana dikatakan Erwin Saleh, Manager Bisnis TAMZIS, bahwa pertama, diadakannya Diklatsus mempunyai maksud dan tujuan agar MMC atau MAC dapat mempercepat pengetahuan tentang pekerjaan akan efektif dan efisien. Kedua, MMC dan MAC dapat merespon kondisi ekonomi tahun 2014 yang tak menentu dengan cepat. Ketiga, MMC dan MAC dapat mengerti dan memahami RAB 2014 secara maksimal. Selain itu, Erwin juga berharap, bahwa Diklatsus ini dapat melahirkan pemimpin yang berkarakter, artinya memahami betul tugas dan fungsinya. Secara eksternal, adanya peningkatan kepercayaan anggota kepada TAMZIS sebagai lembaga mikro syariah, terbaik dan utama. Dan tak kalah penting, Diklatsus ini diharapkan mampu menstandarkan pola kepemimpinan di masing-masing kantor TAMZIS. Dengan begitu, target angka ataupun non angka dapat terlampaui. Tentu, dengan dibuktian adanya peningkatan mulai Januari 2014 nantinya ucap Erwin. Itulah yang kami sebut kompeten Erwin menambahkan. [zbr]

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

23

Dinamika

MES dan Gerakan Ekonomi Syari'ah (Gres !)

ogyakarta. Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY 14 Desember 2013 kemarin mengadakan musyawarah wilayah periode 2010-2013 di Benteng Wanderberg, Yogyakarta. Dengan tema Membumikan syariah tanpa lelah karena ibadah. Adapun peserta musyawarah tersebut terdiri dari utusan pengurus pusat, pengurus harian wilayah DIY, anggota MES wilayah DIY dan utusan pimpinan daerah atau komisariat. Drs. Sri Purnomo, Msi, Ketua MES DIY dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam periode ini MES DIY memiliki prioritas program kerja antara lain, pertama, memperkuat edukasi dan percepatan sosialisasi ekonomi syariah pada masyarakat. Kedua, memperkuat sistem organisasi agar berfungsi secara lebih optimal. Ketiga, mengajak lebih banyak elemen masyarakat untuk turut terlibat dalam ekonomi syariah, terutama sektor non keuangan dan perbankan syariah. Keempat, turut mendorong dan membantu melakukan advokasi dan memberikan solusi atas problem yang

terjadi pada pelaku ekonomi syariah. Diakhir sambutannya, Sri juga menyampaikan bahwa peran kecil MES ini bukanlah cermin utuh atas perilaku ekonomi syariah di DIY, maka pelibatan elemen masyarakat secara lebih utuh sangat dibutuhkan. MES diharapkan mencari contoh atau suri tauladan dan implementasi ekonomi syariah bagi masyarakat, maka diperlukan komitmen dan konsistensi. Semoga Allah memudahkan jalan menuju ekonomi syariah. Amin. tutupnya sebelum salam. Bersamaan dengan Musywil MES DIY, diadakanlah rangkaian acara GRES (Gerakan Ekonomi Syariah) mulai tanggal 14-15 Desember 2013. Agendanya, seperti, pameran produk halal, lomba foto narsis tapi islami, lomba poster yang wajib dibawa saat jalan santai, donor darah bersama PMI kota Yogyakarta, lomba lukis dan mewarnai, lomba TTS, menulis dan lomba seragam kampanye GRES antar lembaga. Hari Minggu pagi, demi kebersamaan antar lembaga keuangan syariah, digelar Jalan sehat GRES, bersama bahagia barokah semua perbankan syariah, BPRS dan BMT-BMT di Yogyakarta juga berpartisipasi meramaikan Gerakan Ekonomi Syariah. Mudah-mudahan kedepan ekonomi syariah selalu GRES. [zbr]

24

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

onosobo. Berbagi ilmu untuk kemajuan ekonomi umat itulah salah satu prinsip TAMZIS yang selalu dipegang. Semakin sering ilmu itu dibagi pada sesama akan semakin besar manfaatnya. Kita tahu, bahwa sifat ilmu itu mencerahkan, menyadarkan serta menggerakkan setiap orang menjadi lebih baik. Maka benar, bila Nabi memerintahkan menuntut ilmu hingga di negeri China sekalipun. Sabtu (1/02), bertempat di TAMZIS Pusat lantai 5, Wonosobo Jawa tengah. BMT El-Amanah 225 Tukdana berkunjung ke TAMZIS untuk menimba ilmu dan belajar untuk mengembangkan lembaganya. Sebagaimana dikatakan Sakiwan, selaku bendahara BMT El-Amanah menyampaikan terima kasih atas sambutannya dari TAMZIS. BMT kami baru berdiri empat tahun yang lalu dan kemaren setelah dari BMT AlFikri Yogyakarta melanjutkan ke TAMZIS. Kami kagum pertama kali melihat gedung TAMZIS yang megah dan tinggi kesan Sakiwan. Sebagai BMT yang berdiri tahun 2009, Sakiwan mengajak enam karyawan BMT El-Amanah lainnya untuk belajar beberapa hal antara lain; belajar kesuksesan operasional TAMZIS, belajar pembiayaan, belajar menangani masalah kemacetan, sistem apa saja yang digunakan TAMZIS, manajemen yang diterapkan, membuka cabang baru hingga belajar membuat laporan dan neraca. Dari kedelapan materi diatas, Rena Bangun Luhur, selaku Wakil Manajer Operasional yang didampingi Lukman Nugroho

TAMZIS Berbagi Ilmu


Bersama BMT El-Amanah
(Manager Area Wonosobo) dan Wien Arum Dhani (Wakil Area Wonosobo) menemani sharing masalah-masalah yang dihadapi BMT El-Amanah. Kita dari TAMZIS, setiap ada kunjungan, kami selalu katakan bahwa kita sama dan saling belajar. Semakin banyak yang mengunjungi kami (TAMZIS), kami akan turut mengambil ilmu. Makanya, setiap kunjungan kita mendahulukan prinsip saling berbagi ilmu dan pengalaman beserta suka dukanya Rena menjelaskan. Sebagai mujahid ekonomi syariah, kita tidak bisa bekerja dibatasi oleh jam kantor sebagaimana para karyawan lembaga lainnya. Artinya, sebagai mujahid harus siap menjalankan tugas kapan saja dibutuhkan. Misalnya, ketika ada kemacetan, sangat tidak logis bila hanya menagih di jam-jam kantor. Bisa jadi orang yang kita tagih masih bekerja atau ke ladanga dan sebagainya. Maka pas bila menagih di jam-jam pas ada di rumah tambahnya. Rena menjelaskan, Dengan begitu, mujahid harus siap tidak hanya dalam penarikan, tapi juga harus siap bila ada tetangga yang meminta bantuan terkait dengan syiar-syiar Islam di masyarakat. Bekerja di BMT harus bisa menjalankan apa-apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Itulah mengapa BMT disebut sebagai lembaga dakwah. Dengan membantu secara bisnis (Baitul tamwil) maupun membantu secara sosial (Baitul maal). [zbr]

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

25

Dinamika

TAMZIS Business Plan 2014

Membangun Infrastruktur Pembiayaan yang Tangguh


ogyakarta. Siang itu, satu persatu Manajer Cabang dan Manajer Administrasi TAMZIS seluruh Indonesia sampai ke Hoten Ros-In Yogyakarta yang terletak di pinggir ringroad selatan. Ada yang datang secara rombongan, ada pula datang dengan mengendarai motor dari rumah masing-masing. Semua memakai baju batik dan terlihat segar di wajahnya (14/12/2013). Acara ini diikuti lebih dari 200 peserta yang terdiri dari pengurus, para manajer pusat dan manajer cabang serta manajer administrasi cabang TAMZIS. TAMZIS Business Plan 2014 mengusung tema Membangun infrastruktur pembiayaan yang tangguh untuk peningkatan kerja. Dalam sambutannya, Budi Santoso, Manajer Utama TAMZIS, mengatakan aset yang penting dalam perusahaan adalah SDI (Sumber Daya Insani). Meski begitu, SDI tak pernah tercantum pada laporan dalam perusahaan. Bicara Islam, Budi menyampaikan, bahwa di dunia ada dua negara yang sering dibicarakan, pertama adalah Andalusia (Spanyol) dan kedua, Indonesia. Memang, Islam masuk eropa, melalui Andalusia dengan pendekatan militer/ kekuasaan. Tapi hilangnya pun tak terasa, begitu cepat pula. Prinisp-prinsip Islampun hampir hilang tanpa jejak. Kita tahu, Spanyol merupakan pusat pemerintahan
Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

khalifah. Sedang Islam Indonesia, masuk melalui pendekatan perdagangan, sosial, budaya khususnya ekonomi. Hingga lebih dari tujuh abad masih bertahan bahkan menjadi muslim terbesar di dunia. Dan mudahmudahan Indonesia menjadi pemimpin ke depannya. TAMZIS tidak ada kata selesai, TAMZIS tumbuh terus dan tidak berhenti belajar ujar Budi. Infrastruktur pembiayaan merupakan akibat dari infrastruktur yang baik tambah Budi. Ketua Pengurus TAMZIS, Saat Suharto Amjad dalam sambutannya menjelaskan cukup puas dengan TAMZIS Business Plan 2014, karena sudah ada pembaharuan dalam menyiapkannya di masing-masing

26

cabang. Cuma, saya ingatkan bahwa tahun 2014 Indonesia akan memasuki situasi ekonomi yang berat. Selain tahun pemilihan umum, juga tahun dimana akan terjadi inflasi yang tak bisa didugaduga. Kalau tidak buat rencana dengan baik, Anda akan berjalan bukan saja tidak terencana, tapi juga akan dijalankan sesuai rencana orang lain kata Saat. Saat juga menjelaskan bahwa tahun 2014, Indonesia akan memasuki situasi ekonomi yang sama dengan krisis 1998, tetapi bedanya, kini bank-bank banyak masuk ke mikro. Makanya, TAMZIS harus menajamkan pembiayaan.

Oleh karena itu, tahun 2014 adalah tahun penuh antusiasme dan harapan. Apalagi, Juli sudah hari raya. Makanya akhir tahun 2013 dan Januari hingga Maret pembiayaan TAMZIS harus lebih produktif lagi. Perkembangan tersebut tak lepas dari ciri utama insan TAMZIS yakni menjadi finansial sejati, dai sejati dan pemberdayaan sejati. Dengan begitu, akan ada keselarasan antara apa yang ingin kita capai di dunia dengan cita-cita di akhirat nantinya. Terkait dengan infrastruktur, TAMZIS diharapkan menjadi pelopor dan selalu maju. Makanya, SDI harus kuat sehingga dapat membuka cabang-cabang yang baru di tahun 2014. Apalagi, infrastruktur teknologi informasi (IT) TAMZIS sudah siap bekerja dengan baik dan cepat. TAMZIS Business Plan 2014 ini juga sekaligus menjadi ajang pelatikan Manajer Cabang yang baru, yang memang sudah menjadi peraturan untuk rolling dari satu cabang ke cabang yang lain. Hal tersebut dimaksudkan, setiap manajer cabang harus banyak pengalaman, banyak belajar dan mampu melayani anggota sebaik mungkin. [zbr]

AMADDUN (Baitul Maal TAMZIS) adalah lembaga sosial yang berada di bawah naungan manajemen TAMZIS Baituttamwil. Kehadiran TAMADDUN adalah salah satu bentuk kepedulian TAMZIS Sebagai lembaga syariah mikro finance yang tidak berorientasi pada keuntungan, tetepi memiliki kepekaan terhadap tanggung jawab sosial. Sebagai wujud tanggung jawab sosial TAMZIS kepada masyarakat sekitarnya, TAMADDUN telah meluncurkan program yang dikemas dengan nama BETA (Beasiswa Ustadz/dzah) TAMADDUN. Pendidikan merupakan modal utama kemajuan umat, maka Pendidikan kaum dhuafa perlu perhatian yang serius. Disisi lain setiap insan, termasuk kaum dhuafa memiliki kewajiban untuk peduli kepada sesama. Program ini bermaksud untuk meraih dua manfaat, yaitu membantu pendidikan kaum dhuafa sekaligus mereka adalah insan insan yang rela berbagi, mengajar ngaji di TPQ/TPA demi kemajuan agama Islam. Pembinaan BETA TAMADDUN terus berkelanjutan, apabila prestasi dari mereka terus meningkat, TAMADDUN akan menyekolahkan mereka sampai lulus sarjana. Peserta binaan TAMADDUN selalu dievaluasi setiap bulan,agar selalu ada kemajuan. Evaluasi ini dilaksanakan pada hari Sabtu pekan pertama tiap bulan. Materi yang diujikan dalam pembinaan ada tiga macam, yang

Beasiswa Ustad,

Berdayakan Umat
pertama Ustad/ustadzah akan diseleksi bacaan Al Qurannya, materi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas para ustadz/dzah dalam membaca Al Quran. Yang kedua yaitu hafalan jus 30/ surat surat pendek, dan yang terakhir adalah spiritual motivation/ pembangunan semangat untuk berjuang dalam membangun agama. TAMADDUN telah memberi beasiswa kepada 29 Ustad/dzah yang belajar di tingkat SMA dan sebagian besar lainnya di tingkat perguruan tinggi. Jumlah ini masih jauh dari target, target BETA TAMADDUN adalah 1.000 Ustad/dzah menjadi sarjana. Dari target ini akan disebarluaskan ke daerah/ kota di wilayah kantor TAMZIS beroperasi. Biaya yang disalurkan untuk beasiswa TAMADDUN mencapai Rp 5.750.000,-/ bulan, ini terbagi menjadi beberapa golongan, untuk golongan SMP sebesar Rp 100.000.-, SMA sebesar Rp 150.000.dan Perguruan tinggi sebesar Rp 300.000.00,-/bulan. Kepada para dermawan bisa menyisihkan dan menyalurkan sebagian hartanya melalui TAMADDUN sebagai wujud kepeduliannya kepada kaum dhuafa dan sekaligus kepedulian kita terhadap Indonesia ke depan. [nur]
Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

27

Dinamika
Depok. Masing-masing kelompok harus bekerja sama dan kompak dalam tim untuk memenangkan setiap game. Kedua tim bermain dengan semangat tinggi walaupun bajunya basah semua. Terpancar kegembiraan dan keceriaan dari wajah semua peserta ketika menikmati serunya permainan. Dalam setengah permainan peserta beristirahat sejenak sambil menikmati semangkuk bakso. Badan terasa hangat kembali setelah menyantap hidangan bakso lalu permainan dilanjutkan kembali hingga seluruh permainan selesai. Total game yang telah dimainkan terdiri dari 23 macam , yaitu : game polisi dan teroris, game chinesse vampire, bamboo train, trust fall, pipa bocor, triple bakiak, lomba kelompok terpanjang, the dreams, balap rakit, flying fox dan lainlain. Setelah sholat dhuhur berjamaah dilanjutkan makan siang bersama dengan menu sederhana ayam bakar, sayur asem, lalap, ikan asin, sambal dan kerupuk. Walaupun sederhana namun rasanya nikmat karena perut terasa lapar. Acara selanjutnya adalah tukar menukar kado diantara peserta dengan nilai maksimal Rp. 20.000,- . Rangkaian acara ditutup dengan pesan dari Manajer Area Jakarta, Haendarsah Prijotomo mengenai manfaat kegiatan outbound kali ini. Melalui kegiatan permainan di alam terbuka yang memiliki konsep interaksi antara peserta dan dengan alam, diharapkan dapat memberikan suasana yang menyenangkan (fun) serta untuk membentuk sikap, cara berpikir, dan persepsi yang kreatif dan positif dari setiap peserta guna membentuk rasa kebersamaan, kejujuran/ sportivitas, kepemimpinan/ leadership, percaya diri/ self confidence, kecepatan berpikir dan bertindak, serta kemampuan memecahkan masalah ujar Haendar. Selain itu peserta juga mampu untuk mengembangkan potensi diri baik secara individu (personal development) maupun dalam kelompok (team development) dengan melakukan interaksi dalam bentuk komunikasi yang efektif, manajemen konflik, manajemen resiko, dan pengambilan keputusan serta inisiatif tambahnya. Pada akhirnya kegiatan ini diharapkan mampu memberikan semangat kebersamaan bagi semua karyawan TAMZIS Area Jakarta untuk bekerja lebih baik lagi di tahun 2014 agar mampu mencapai target yang telah ditetapkan. Bersama-sama kita bisa..together we can!. [haendprij]

Team Building TAMZIS

Area Jakarta

ogor. Ciseeng merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Bogor Jawa Barat. Udaranya masih asri dan alami, alamnya sangat indah, jauh dari polusi udara dan suara, tidak seperti di Jakarta. Terdapat beberapa obyek wisata menarik yang dapat dikunjungi untuk sejenak melepaskan penat dan kejenuhan bekerja. Salah satu obyek wisata di daerah Ciseeng yaitu PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Pelita Desa. Tempat ini sengaja dipilih TAMZIS Area Jakarta sebagai tempat outbound dan team building dengan tema Bersama kita bisa karena kita keluarga (Together we can because we are family). Hari Ahad tanggal 29 Desember 2013 sekitar jam 07.00 WIB para peserta berkumpul di kantor TAMZIS Depok karena lokasi obyek wisata outbound di Ciseeng lebih dekat. Tepat pada jam 07.30 WIB rombongan berangkat konvoi dengan mempergunakan sekitar 12 sepeda motor menuju Ciseeng. Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit akhirnya tibalah di lokasi obyek wisata outbound PKBM Pelita Desa Ciseeng. Udara pagi yang cerah dan suasana alam yang masih asri disambut dengan welcome drink berupa jagung rebus ditambah teh manis yang hangat terasa sangat nikmat. Setelah semua siap, aktifitas bermain game dimulai pada jam 08.30 WIB. Peserta dibagi menjadi 2 kelompok yang terdiri dari campuran karyawan Kantor TAMZIS Buncit Raya dan Kantor TAMZIS

28

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

29

Profil

A
30

da beberapa alasan mengapa TAMZIS membuka kantor di Ujung Berung, antara lain: satu, memaksimalkan potensi anggota Bandung bagian timur. Kedua, jarak yang terlalu jauh bila diakses dari kota Bandung sehingga dalam melayani kurang maksimal. Ketiga, agar TAMZIS lebih produktif dalam pemberdayaan ekonomi khususnya berdakwah melalui ekonomi syariah. Alasan diatas cukup beralasan mengingat, anggota TAMZIS Uber ketika dipisah mencapai 2.220 anggota, sedang yang aktif mencapai 1.700 anggota. Dengan modal awal sekitar tiga milyar Rupiah dengan pembiayaan setiap bulan mencapai 538 juta Rupiah. Terbukti, kini

TAMZIS Uber sudah meningkat lebih dari 200% dalam jangka waktu kurang dari setahun. Letak kantor TAMZIS Uber mudah dijumpai, tepatnya berada di Ruko blok A 10 Bandung timur plaza, Jl. A.H. Nasution kav. 46 A Bandung.

Potensi Wilayah
TAMZIS Uber yang membawahi pasar Ujung Berung, sebagian pasar Gedebage, pasar Kiara Condong, pasar Leuwipanjang, dan sebagian pasar Cicadas dan Kosambi. TAMZIS Uber berusaha untuk menguasai seluruh potensi yang ada di pasar tersebut, baik dari sisi penghimpunan maupun pembiayaan. Dengan memanfaatkan potensi wilayah yang luas baik di dalam pasar tradisional maupun di luar pasar

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

TAMZIS Ujung Berung;

Sesuai Syariah, Besar dan Sehat


Demi melayani lebih maksimal, TAMZIS selalu melakukan pengembangan. Salah satunya adalah TAMZIS Ujung Berung. Pisah dari TAMZIS Bandung yang dulu bernama BOT (Bandung Otista), mulai pisah secara manajemen dan administrasi sejak Februari 2013. Awal TAMZIS Ujung Berung (Uber) berkantor satu atap dengan TAMZIS Bandung.
maka pembiayaan maupun pendanaan terus ditingkatkan. TAMZIS Uber berpeluang sangat luas untuk mengembangkan diri baik dari sisi pendanaan maupun pembiayaan yang dicairkan karena letak wilayah kecamatan Ujung Berung yang luas dan strategis. Sektor yang paling menonjol adalah perdagangan, jasa dan pendidikan, sedang sisanya adalah pertanian yaitu 462 ha (berdasarkan hasil sensus pertanian 2013 oleh BPS). Karena wilayah Ujung Berung berpotensi maka banyak kompetitor pembiayaan yang masuk ke dalamnya, baik dari bank konvensional, syariah, koperasi, BMT dan yang lainnya. Artinya, potensi kebutuhan masyarakat akan modal atau pembiayaan memang cukup besar. Dan itu yang menjadi motivasi TAMZIS Uber untuk terus berkembang. Dalam memajukan TAMZIS Uber, Moh. Ghufran (MMC) bersama Entin Kurniawa (MAC) dibantu tim yang lainnya Hilmi Yunan (AO), Yanuar Muhammad (AO), RM. Agiel Nurhadi Kusumo (funding), Magie Mardiyan (marketing), Yudhistira Avieano (marketing), Slamet Haryadi (marketing) dan Ujang Aos Alanshari (marketing).

TAMZIS

Menjadi

Edukasi Syariah bagi Pedagang


Bicara ekonomi, peningkatan pembiayaan akan memiliki pengaruh penting atau tidak, tergantung pada sejauhmana pedagang

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

31

Profil
memiliki pengetahuan yang cukup terhadap apa-apa yang dilakukan. Artinya, paham betul terhadap setiap transaksi yang dilakukan. Membaca pasar, mengemas barang dagangan, hingga bagaimana mengelola keuangan dalam perdagangan. Nah, disitulah pentingnya edukasi. TAMZIS Uber kini berdiri sendiri. Oleh karena itu berhak membuat kebijakan dan pilihannya. Tentu tidak melanggar SOP lembaga dan juga mampu memenuhi target dan tak lupa bahwa TAMZIS adalah lembaga keuangan mikro syariah. Sebagai lembaga syariah itulah yang menjadi tantangan bagi anggotanya, khususnya anggota pasar tradisional. Sebagai pegiat ekonomi syariah, TAMZIS Ujung Berung menerapkan pola edukasi yang dilakukan pada anggotanya, sebagaimana dikatakan Ghufron, antara lain; pertama, edukasi meniru Walisongo. Seperti apa? Menerapkan SOP secara bertahap setengah demi setengah hingga sempurna. Karena edukasi syariah harus dilakukan secara bertahap disesuaikan dengan kemampuan pedagang. Mengingat pedagang pasar berasal dari orang yang berpendidikan rendah, makanya disesuaikan dengan pengetahuannya. Kedua, kata Ghufran, pedagang harus ditanya terlebih dulu, pinjam pembiayaan itu untuk keperluan apa? Untuk modal, untuk beli barang atau untuk membayar sekolah? Itu akad syariahnya berbeda-beda. Maka kemudian menjelaskan satu persatu dari awal. Mau mari, tidak mau juga gak apa-apa kata Ghufran. Ketiga, terkait dengan mudharabah. Memang TAMZIS rata-rata pembiayaannya menggunakan akad mudharabah. Maka harus dijelaskan pula bahwa mudharabah itu pembiayaan untuk modal usaha yang dibagi hasilkan adalah keuntungannya. Nominal bagi hasilpun menurun setiap bulan. Apabila tidak mengangsur akan berpengaruh pada bagi hasilnya pula. Kalaupun ditutup, akan dilihat sudah jatuh tempo atau belum? Keempat, TAMZIS juga menjelaskan, ibu rajin dan ibu yang malas membayar tidak sama. Artinya, bolong mengangsur akan berpengaruh pada bagi hasil. Dengan begitu, ibu pedagang akan senantiasa membayar sesuai dengan kesepakatan akad awal. Budaya TAMZIS Ujung Berung TAMZIS sebagai lembaga keuangan mikro syariah yang diperlukan adalah membangun budaya produktif dan syari. Mengingat lembaga keuangan sangat bertumpu pada kepercayaan dan kinerja yang terorganisir. Dalam membangun budaya perusahaan kata Ghufran, minimal ada tiga hal; pertama, membangun teamwork yang kokoh dan terencana. Dalam merekatkan teamwork, sebagaimana TAMZIS Uber lakukan, satu, pendekatan struktural dan emosional secara bersamaan. Seperti ada karyawan kurang rajin, bagaimana membantu agar rajin dan ulet. Bila ada karyawan yang sering lupa juga harus terus diingatkan. Dan seterusnya. Dua, mencari solusi ketika karyawan mendapatkan kesulitan dengan pedagang. Terutama terkait dengan kemacetan (NPF). Tiga, membuat daftar checklist bagi NPF, jatuh tempo dan bila ada pembiayaan baru yang masuk. Bisa harian, mingguan bahkan bisa juga bulanan. Kedua, budaya teamwork di kantor. Terutama terkait dengan administrasi dan marketing harus saling support agar ada kesesuaian antara data di kantor dengan data pedagang. Administrasi saling mengingatkan terkait dengan koreksi dan kewajiban anggota dalam pembayaran. Ketiga, membangun budaya komunikasi dan interaksi secara sehat. Artinya, TAMZIS

TAMZIS sebagai lembaga keuangan mikro syariah yang diperlukan adalah membangun budaya produktif dan syari. Mengingat lembaga keuangan sangat bertumpu pada kepercayaan dan kinerja yang terorganisir.
32
Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

Uber selalu mendahulukan rasa kekeluargaan, selain itu menjaga kebersamaan dalam segala hal dan antar satu karyawan harus saling memberi contoh yang baik. Dengan budaya tersebut, semua karyawan menjadi marketing. Ketika ditanya tentang akad, nisbah dan pembiayaan semua karyawan harus menguasai semua kata Ghufron. Suka dan duka harus ditanggung bersama dan seorang pemimpin harus berani pasang dada Ghufran menambahkan. Tak hanya membangun budaya perusahaan secara profesional dan syari. TAMZIS Uber juga memiliki cara tersendiri dalam meningkatkan skills dan kinerja dalam melayani anggota antara lain: Satu, karyawan diwajibkan untuk hafal margin yang akan ditawarkan pada anggota. Dua, memberi program excel terkait dengan angka yang bisa dibaca apabila kesulitan. Tiga, akadakad antara marketing (AO) dan administrasi disaksikan oleh karyawan. Dengan begitu, ketika ada kesalahan dengan anggota dengan mudah terdeteksi sejak awal. Empat, dalam menerapkan akad, marketing TAMZIS harus menanyakan pada pedagang seperti untuk apa? pertanyaan tersebut terkait dengan akad yang akan dipakai.

Untuk meningkatkan pembiayaan, TAMZIS memiliki strategi yang cukup bagus dan runtut seperti memaksimalkan potensi pasar, menambah anggota, menawari anggota yang telah lama tidak melakukan pembiayaan, meningkatkan plafon, membuat database bagi anggota yang bagus-bagus dan membuat database bagi anggota di luar pasar. Dari strategi tersebut, TAMZIS Uber setiap bulannya meningkat rata-rata 10 %.
karena masih dominan dari kampung, mereka memiliki karakter yang bagus dan omongannya bisa dipegang. Meminjam karena untuk memenuhi kebutuhan dan digunakan untuk usaha. Sedang Bandung kota karakternaya sudah banyak pengalaman, ketika melakukan pembiayaan kebanyakan digunakan untuk konsumtif. Makanya, TAMZIS Uber menerapkan pembiayaan lebih selektif dan ketat. Ghufran sebagai MMC TAMZIS Uber memiliki harapan bahwa TAMZIS yang melayani Bandung bagian timur ini bisa lebih besar, lebih bagus dan ekonomi syariah pun bisa lebih populer hingga pedagang pasar. Pembiayaan pun bisa syari, besar dan sehat. [zbr]

Pola Pembiayaan TAMZIS Ujung Berung


Sebagai lembaga jasa keuangan, pertumbuhan TAMZIS sangat tergantung dengan tingginya pembiayaan bagi anggota. Maka upaya-upaya strategis harus selalu meningkat dari bulan ke bulan selanjutnya. Untuk meningkatkan pembiayaan, TAMZIS memiliki strategi yang cukup bagus dan runtut seperti memaksimalkan potensi pasar, menambah anggota, menawari anggota yang telah lama tidak melakukan pembiayaan, meningkatkan plafon, membuat database bagi anggota yang bagus-bagus dan membuat database bagi anggota di luar pasar. Dari strategi tersebut, TAMZIS Uber setiap bulannya meningkat rata-rata 10 %. Selain strategi, karyawan TAMZIS Uber juga diberikan pemahaman terkait dengan karakter orang Bandung. Secara umum, karakter Bandung timur (Ujung Berung)

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

33

Profil

Pasar Modern BSD City;

Nyaman, Bersih dan Lengkap

P
34

asar adalah tempat transaksi dalam memenuhi kebutuhan hidup. Dimana ada populasi pastilah membutuhkan pasar. Pasar yang bersih dan nyaman adalah dambaan setiap warga. Deddy Wirman, Ketua Pengelola Pasar Modern BSD City menjelaskan bahwa konsep Pasar BSD City awalnya merupakan tuntutan kawasan BSD yang populasinya menengah atas. Dari kondisi pasar tradisional sebelumnya yang belum mencukupi kenyamanan. Dari kekurang-nyamanan tersebut, kemudian pihaknya mencoba untuk mengabret atau memperbarui semua yang terkait dengan pasar tradisional tadi, mulai dari bangunan, saluran air atau sanitasinya, sistem

pengelolaannya hingga pembinaan pedagangnya. Deddy sadar, bahwa pedagang pasar kita adalah menengah ke bawah atau UKM. Pasar Modern BDS City mulai aktif 1 Juli 2004. Memang prosesnya tak gampang, dan lebih banyak melakukan proses edukasi pada pedagang lama. Merombak mainset mereka, dimana mereka merasa nyaman dalam kondisi yang tidak nyaman. Ia mencoba mengedukasi pedagang perlahan-lahan, dengan bangunan baru dan sistem baru. Kendala yang sering pedagang keluhkan ketika bangunan baru yang lebih bersih dan nyaman, pastilah harga sewa akan tinggi. Konsumen yang belanjapun sedikit, karena berpikir harganya pasti mahal.

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

Pedagang dan pembeli berpikir seperti itu wajar. Tetapi sebagai pengelola, Deddy mencoba untuk mendampingi secara penuh mulai dari promosi, edukasi pedagang dan pembeli, serta mengelola sesuai dengan harapan konsumen. Sejak awal, pengelola menggunakan studi kelayakan secara menyeluruh, mulai dari bangunan, lapak, kios, toko, berapa tingggi atap pasar, pencahayaan yang cukup terang, kebersihan agar tetap memenuhi standar kesehatan, hingga pintu pasar. Kemudian baru ada grand opening. Biaya promosi memang cukup tinggi. Cuma bagi pedagang lama dibantu dengan subsidi dan biaya sewa yang masih relatif murah. Pengelola juga membantu promosi sepenuhnya. Alhamdulillah tahun ke II, semua lapak terisi. Walaupun kondisi masih belum stabil, sekitar 10 %. Pengelola juga melakukan pembinaan mulai dari display barang, keamanan, kebersihan hingga parkirnya, semua kita dampingi jelas Deddy. Kini, masyarakat mulai berpikir, bahwa pasar BSD City layak untuk dikunjungi. Karena pasar segar, tertata dengan rapi, barang dagangan sesuai zonasi. Dan pembelipun merasa nyaman. Pengelola pasar BSD city membantu pembeli dengan mudah mencari dan memenuhi kebutuhannya. Deddy menjelaskan, agar pasar menjadi nyaman, intinya, pertama, komitmen pengelola menerapkan tata tertib dan pengawasan. Artinya, komitmen terhadap perjanjian yang telah dibuat dengan pedagang. Apabila ada pedagang yang salah, harus ada sanksi yang diterapkan. Kedua, sistem pelayanan pasar. Seperti servis, keamanan, parkirnya semuanya harus selalu dilakukan perbaikan. Ketiga, manajemen keuangan harus mengikat. Apabila telat bayar harus ada denda. Diterapkan juga pembayaran langsung dengan bank, pengelola tidak menerima setoran tunai. Dan bukti setoran yang diserahkan pada pengelola. Selain itu, pasar BSD juga membangun citra Pasar bersih, nyaman dan paling lengkap. Sehingga pengunjung yang datang akan terpenuhi kebutuhannya. Setiap tahun ada penambahan produk, untuk tahun ini pihak pasar menambah flora, fauna dan salon

mobil tegasnya. Pengunjung bila sedang parkir lebih suka melihat flora dan fauna ataupun salon mobil tambah Deddy. Deddy juga mengakui bahwa Pasar Modern BSD City adalah pasar swasta, pihaknya komitmen tidak ada pedagang liar, ketika ada pedang liar langsung ditertibkan.

Edukasi Pedagang
Agar keadaan pasar BSD City dalam waktu yang panjang tetap memiliki citra yang baik dan nyaman. Salah satu faktornya adalah memberi kesadaran pada pedagang di dalamnya. Maka edukasi adalah jalan keluarnya. Edukasi pedagang yang digagas oleh pengelola BSD City umumnya melalui bebepara cara. Pertama, pemanggilan apabila ada pelanggaran. Kedua, 6 bulan sekali rutin ada perpanjangan kontrak. Sekaligus memberi pengarahan, dimana letak kekurangan dan kelebihannya. Ketiga, Pengelola juga memberi edukasi terkait dengan mendisplay barang, agar menarik. Bagaimana timbangan mereka supaya pengunjung tidak dirugikan. Pengelola juga menyediakan timbangan alternatif bagi konsumen, jadi ketika konsumen tidak puas bisa langsung ditimbang sendiri. Keempat, pedagang juga mendapat edukasi tentang wawasan layak dan tidak layaknya produk yang dijual, mulai barang kadarluarsa hingga zat-zat yang membahayakan konsumen. Kelima, edukasi pedagang terkait dengan kerapian. Bagaimana melayani konsumen dengan pakaian yang rapi, sopan dan tidak merokok. Dan pedagang juga tidak boleh melewati area lapaknya sendiri dalam berdagang. Pedagangpun memiliki report masing-masing. Dengan begitu, pembeli akan merasa nyaman. Selama ini, ketika bicara pasar tradisional, image masyarakat pasti kotor. Nah, untuk mengubah image tersebut, pengelola pasar BSD mencoba menjaga bahwa pasar harus ramai dan bersih. Semua hal adalah proses, tetapi minimal pasar harus tidak ada sampah, tidak ada sampah yang penuh dan menginap, tidak ada air yang mampet, tidak ada serangga, kecoak dan tikus, serta pelaku pedagang sendiri yang rapi dan bagus.

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

35

Profil

Pedagang sayur pasar modern BSD City

Pengelola pasar BSD, tak jarang juga mengundang Depkes dan WHO untuk mensupport yang baik mulai dari peralatan. Meminta masukan, khususnya toilet. Karena toilet adalah sumber segala penyakit. Dan apaapa yang sekiranya pedagang butuhkan. Tapi tetap ada pengawasan.

Sistem Pengelolaan Pasar BSD City


Terkait pengelolaan, pasar BSD memiliki SOP yang jelas, misalnya, ketika merekrut pedagang sudah diatur dari A hingga Z. Begitu juga dengan uang sewa, kebersihan, keamanan, semuanya tercantum jelas dalam kontrak. Ini penting, agar setiap kerusakan yang yang terjadi harus segera diatasi. Bagi pengelola pasar, Deddy menjelaskan bahwa setiap anggaran sudah ada pos masingmasing (budgeting) mulai dari adminitrasi, kasir, perawatan, komplain dan promosi sudah tersedia. Pasar BSD sebenarnya dikelola tidak profit oriented, tetapi betul-betul menghitung biaya maksimal yang dibutuhkan dalam

mengelola pasar. Apalagi setiap tahun ada penambahan pengunjung yang datang. Tugas selanjutnya bagaimana pasar BSD City tetap mempertahankan kenyamanan pengunjung. Tambahan fasilitaspun dibutuhkan. Misalnya, kipas angin, pencahayaan hingga CCTV. Tak lain, untuk kenyamanan. Lapak pasar BSD sebanyak 310 dengan sewa 900 ribu Rupiah. Kios 320 unit, tidak ada sewa adanya retribusi sebesar 200 ribu Rupiah. Sedang, ruko ada 100 unit dengan uang retribusi 300 ribu Rupiah. Ditambah dengan kafe tenda sebanyak 90 unit. Pasar BSD buka mulai pukul 04.00 pagi hingga jam 17.00. Sedang ruko dan kafe tidak ada batas waktu kata Deddy. Pengunjung pasar BSD setiap hari ada 4.000-an mobil sedang motor lebih kurangnya sebanyak 2.000 motor. Jadi jumlah orang yang berkunjung lebih kurang 12 ribu. Artinya, konsumen pasar BSD city lebih banyak kelas menengah keatas. Dan untuk hari Sabtu dan Minggu, area parkir sudah tidak muat lagi.

36

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

Terkait pengelolaan, pasar BSD memiliki SOP yang jelas, misalnya, ketika merekrut pedagang sudah diatur dari A hingga Z. Begitu juga dengan uang sewa, kebersihan, keamanan, semuanya tercantum jelas dalam kontrak.
- Deddy Wirman -

Hambatan dan Kelebihan Pasar BSD Kini


Hambatannya, hanya satu karena ramai saja jawab Deddy. Jadi jelas tuntutannya akan lebih banyak. Seperti parkir harus luas, keamanan perlu ditingkatkan, kenyamanan pasar harus ada tambahan personal agar tidak menurun, kipas angin harus ditambah, jalan-jalan juga harus diperbaiki, bagi pedagang juga butuh gudang-gudang untuk penyimpanan barang yang sudah tak muat. Daddy yang menjadi pengelola pasar BSD City sejak tahun 2010 ini, mengatakan akan membuat pasar BSD ke-II dan tetap dalam satu manajemen. Karena tuntunan populasi sudah tidak muat lagi dan demi menjaga kenyamanan pembeli serta konsepnya pasar BSD ke-II akan menyempurnakan yang pertama. Sehingga dapat mengurai keramaian. Kebanyakan orang menilai bahwa, pertama, pasar BSD City adalah pasar yang nyaman. Nyaman di sini menyangkut semua mulai dari kebersihan, keamanan, parkir dan mudah mencari kebutuhan sehari-hari. Kedua, pasar BSD ramai. Kebanyakan pasar itu ramai, tapi tidak nyaman. Meskipun ramai, pasar tetap nyaman dan itulah yang banyak orang cari. Ketiga, parkir yang luas. Meskipun parkir BSD sekarang sudah tidak muat lagi. Keempat, pasar identik dengan tawar menawar dan itu mendekatkan secara emosional antara pembeli dan pedagang. Kelima, barang yang dijual lengkap. Sehingga banyak pembeli dari Jakarta jauh-jauh datang ke pasar BSD karena alasan lengkap dan kualitas barang dagangannya bagus-bagus. Selain itu, pasar BSD dikenal dengan pasar yang menyuguhkan kuliner yang banyak dan favorit bagi pelanggannya. Seperti umpow, Uni

elo, pastelia, mie Bogor dan kue-kue tradisional lainnya. Dalam mengelola, Deddy dibantu oleh beberapa personalia, 23 security, 21 cleaning servis, 5 orang untuk toilet, yang menangani sampah ada 5 orang, taman ada 5 orang, sedang yang bagian kontrol ada 3 orang. Pembuangan sampah ke TPS ada 2 orang. Sedang pasar BSD menempati lahan seluas 2.400 m2 dan memiliki luas bangunan 1.400 m2. Pasar BSD memiliki 310 lapak, 320 kios, dan 100 ruko. Untuk saat ini pengelola pasar BSD sudah tidak ada lagi promosi. Cuma ketika ada eveneven tertentu saja ketika Imlek biasanya ada pagelaran Barong Sai. Dan ketika ada agustusan. Pada even Agustus itu sekaligus sebagai pemberian reward bagi pedagang yang bagus dan memberi sanksi bagi pedagang yang tidak sesuai peraturan yang telah ada. Memang, sudah banyak pasar-pasar tradisional yang studi banding ke pasar BSD. Banyak juga yang sudah mulai berbenah. Tetapi bagi Deddy, pasar-pasar tersebut yang pertama, pengelola harus konsisten dalam menerapkan peraturan yang sudah dibuat, terutama ketika melakukan kontrak dengan pedagang. Kedua, banyak pasar yang dibangun, tetapi ketika sudah jadi tidak dirawat dengan baik. Ketiga, membuat pasar harus memperhatikan studi kelayakan, desain, kenyaman di dalam pasar serta sistem pengelolaannya. Terakhir, keempat, biasanya pasar-pasar tradisional tergantung juga dengan kebijakan dari pemerintah setempat. Jadi banyak sekali yang terkait dan semua harus berjalan bersama sehingga tujuan dari ada pasar bisa berjalan dengan baik. Nyaman, bersih dan lengkap. [zbr]
Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

37

Sosok

ergiat di ekonomi syariah adalah jalan hidup bagi Asep. Pria yang punya nama lengkap H. Asep Sudrajat ini, berkisah bahwa awal dapat inspirasi dari seorang teman yang mengatakan bahwa ada model keuangan syariah yang tidak membutuhkan modal besar. Pada waktu itu, setelah lulus sarjana hukum dengan skripsi hukum perbankan, Asep tidak percaya bila ada model keuangan syariah yang tidak membutuhkan modal besar. Kemudian, teman tadi menunjukkan salah satu BMT Nur Islam, di Pondok Gede Jakarta. Asep pun mempelajari operasional BMT tersebut bagaimana menggalang dana dari para pendiri dan simpanan dari anggota-anggota. Terbukti, BMT memang tidak perlu modal besar untuk membantu masyarakat lebih sejahtera. Meski begitu, ketika Asep ingin mendirikan BMT, tahun 1996, ia belajar kembali sekaligus melamar bekerja pada BMT Al-Muhajirin Serang, Banten yang merupakan salah satu penggerak awal. Di BMT ini Asep mengabdi selama 7 bulan. Setelah itu, pindah ke Bandung untuk bergabung dengan BMT Guna Dien Nusa, di Ujung Berung sebagai Marketing selama 3 bulan. Asep kemudian memutuskan untuk membuka BMT sendiri bersama delapan rekannya di kampus. Hanya satu orang yang lulusan ekonomi tambah Asep. Ia mengakui bahwa spirit awal mendirikan BMT bukan profit tetapi status sosial sebagai pengangguran intelektual dan ingin berkarya pada masyarakat, ini pertama. Kedua, melihat kondisi masyarakat mikro yang sulit mendapat akses pada perbankan. Asep sendiri, meski sarjana hukum tidak tertarik atau tidak nyaman untuk menjadi pengacara ataupun advokat. Kemudian ia bersama teman lainnya menghadap Pembantu Dekan III Fakultas Hukum, Subarsah, Universitas Pasundan Bandung dan menceritakan rencana mendirikan BMT, tetapi tidak mempunyai modal awal. Nah, dari situ, kemudian dikumpulkan alumni hukum, dan Asep diberi waktu untuk presentasi terkait dengan BMT. Saat itu, terkumpul uang 2,5 juta Rupiah dari 8 orang dan 5 juta Rupiah dari Subarsah. Maka berdiri BMT Mardhotillah di Tanjung Sari, Sumedang, Jawa Barat, tepatnya tanggal 10 April 1997. Dan baru memperoleh badan hukum resmi pada tanggal 24 Desember 1998. Pria yang lahir 4 Mei 1972, bercerita, di tahun pertama, dari modal 2,5 juta Rupiah terkumpul aset sebesar 73 juta Rupiah. Baru tahun 2001 bisa membeli tanah dan dibangun hingga empat lantai. Secara struktural organisasi, sejak awal diketuai oleh Subarsah. Asep Sudrajat sebagai Sekretaris sekaligus Manager, Cecep sebagai Bendahara. Ada juga Yudi (accounting), Rusli (marketing), H. Hendi, almarhum Didi Rahman (pengawas) dan Cecep Suryana (marketing).

dan Mencar

Bmt

38

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

t Itu Hidayah
Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

H. Asep Sudrajat, SH (Ketua LKMS BMT Mardlotillah Sumedang)

ri Berkah Demi Mardhotillah

39

Sosok
Nama Lengkap Alamat Rumah Telp/HP Email Pekerjaan Alamat Kantor Status : H. ASEP SUDRAJAT, S.H. : Ds. Jatimekar No. 4 RT 01/ 01 Kec. Situraja Kab. Sumedang : 0261-2703237 /081-22359873 : asudrajat7321@yahoo.com : Ketua Lembaga Keuangan Mikro Syariah BMT Mardlotillah Sumedang : Jl. Pasar Utara No. 15 D Tanjungsari Sumedang Telp./Fax. 022-7912308
email : bmtmardlotillah@yahoo.com

Tempat/Tanggal Lahir : Serang, 4 Mei 1972

Tantangan Bergiat di BMT


Pria yang pernah menjabat Sekjen Asosiasi BMT Se-Indonesia (ABSINDO) JawaBarat 2006-2010 ini, mengatakan bahwa ada beberapa tantangan dalam ekonomi syariah khususnya BMT. Yakni pertama, membuka atau mempermudah akses masyarakat mikro untuk memperoleh pembiayaan. Kedua, rentenir yang merajalela dalam membelit pengusaha mikro. Bila menggunakan pola konvensional, saya sebagai orang yang pernah belajar agama di pesantren tidak nyaman. Makanya sejak awal, bagaimana membuat lembaga keuangan ekonomi syariah ucap Asep tegas. Ketidaknyamanan bila tidak menggunakan syariah itu dalam artian, lebih pada keyakinan agama. Perbankan konvensional itu masih menggunakan bunga (riba). Pria yang juga Ketua 1 Perhimpunan BMT Indonesia ini, juga rela dan tak tergoda, seandainya teman-teman lulusan hukumnya berhasil menjadi lawyer dan punya mobil mewah. Ia mempunyai tekad untuk tetap berjuang di ranah syariah, yakni gerakan BMT. Asep merasa lebih puas bila dengan mendirikan BMT karena dapat memberi solusi pada masyarakat dan membantu orang lain bisa tumbuh berkembang. Apalagi memang secara pribadi, Asep tidak begitu tertarik pada materi. Meski tidak berniat munafik juga dengan tidak mau materi. Tapi dengan jalan yang benar (syariah), Insya Allah rizki akan berkah ujarnya. Dalam penamaan BMT menggunakan Mardhotillah pun, pria yang sedang melanjutkan pendidikan Magister Managemen STIE Pasundan Bandung ini agar memberi kesan islami, meski terlihat kuno dan dengan nama tersebut diharapkan setiap orang maju bersama dan berjamaah menuju ridha Allah Swt. Ketua BMT Mardhotillah ini pada tahun 2000 dianugrahi sebagai Pemuda Pelopor di bidang Koperasi tingkat Kabupaten Sumedang karena mampu membawa gagasan koperasi syariah di Sumedang. Meski begitu, awalnya dalam dua tahun mengelola keuangan, khususnya belajar membuat neraca selalu

: Menikah 1 Istri dan 3 Putri.

Riwayat Pendidikan Formal 1. SDN Pegandikan I Kec. Pontang Serang-Banten 1984. 2. SMP Muhammadiyah Serang 1987 3. SMA Negeri Ciruas-Serang 1990 4. Fak. Hukum jur. Keperdataan Univ. Pasundan Bandung 1994 5. S2 Magister Managemen STIE Pasundan Pengalaman Pekerjaan 1. Direktur PINBUK Kab. Sumedang 2001-sekarang 2. Dosen STMIK & STAI Univ. Sebelas April Sumedang 2001-sekarang. 3. Instruktur/ Fasilitator Training Pengelola Lembaga Keuangan Mikro Syariah 1997 sekarang. 7. Manager BMT Mardlotillah Sumedang 1997-2008. 8. Ketua KJKS BMT Mardlotillah 2008-Sekarang. 9. Div. Pemberdayaan SDM PINBUK Jabar 2001-2004. 11. Sekjen Asosiasi BMT Se-Indonesia (ABSINDO) JawaBarat 2006-2010. 12. Disainer Tarining LKMS/BMT/ KJKS Jawa Barat, 2000 sekarang 13. Ketua 1 Perhimpunan BMT Indonesia (BMT Center) 2010 - Sekarang Pengalaman Organisasi 1. Biro Pendidikan Senat Mahasiswa Hukum Unpas 1992-1993 2. Koord. Kerohanian Senat Mahasiswa Hukum Unpas 1993-1994 3. Ketua IKA SMAN Pontang Serang 1994-1995 4. Ketua Karang Taruna HIMAWAR Ds. Jatimekar Situraja 1998-Sekarang Prestasi 1. Pemuda Pelopor Bid. Koperasi tingkat Kabupaten Sumedang Tahun 2001 2. Ketua Kloter jemaah haji mitra dari service group 49 Mekkah KSA 2002.

40

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

gagal. Tapi ia tidak putus asa. Ia berkeyakinan sebagai umumnya masyarakat Ala bisa, karena biasa (bisa karena sudah biasa). Yakni selalu belajar dari kesalahan. Hal itu baru ketahuan salahnya bila ada pelatihan accounting. Jadi pelatihan itu juga bermakna ajang untuk belajar sekaligus membetulkan kesalahan. Pertumbuhan aset BMT Mardhotillah dari tahun ke tahun terus meningkat. Asep mengatakan pertumbuhan BMT Mardhotillah rata-rata 30 %. Hal itu bisa dilihat, tahun 1997 aset BMT sudah 73 juta dari modal 2,5 juta. Tahun 2000, aset mencapai 333 juta. Tahun 2003, aset mencapai 1,1 milyar. Tahun 2006, aset mencapai 2,4 milyar. Tahun 2007, mencapai 3 milyar. Tahun 2008, mencapai 4,3 milyar. Tahun 2009, mencapai 5,6 milyar. Tahun 2010, mencapai 7 milyar. Tahun 2011, mencapai 10,7 milyar dan tahun 2012, mencapai 12 milyar.

Membangun SDI Demi Kepercayaan Masyarakat


Sebagai instruktur/ Fasilitator Training Pengelola Lembaga Keuangan Mikro Syariah 1997 sekarang, Asep percaya bahwa meningkatkan kepercayaan masyarakat akan cukup baik bila kantor BMT ditata dengan baik pula. Selain itu, pertemuan dengan masyarakat atau kedekatan dengan anggota di pasar menjadi faktor pertumbuhan utama BMT. Dan itu harus diperhatikan oleh para pegiat BMT. Memang, dalam memperoleh kepercayaan masyarakat tidak bisa lepas dari SDI (Sumber Daya Insani). Manajemen akan bagus, bila memilki SDI yang bagus pula. Bicara SDI BMT, ada beberapa yang harus diperhatiakan. Satu, memang ada yang setia dan istiqomah dan ada yang tidak istiqomah, ketika ada tawaran yang dianggap lebih bagus akan pindah. Tak bisa dipungkiri bila ada yang mengatakan, Kamu capek-capek mendidik karyawan sudah pintar kemudian pindah ke lembaga lainujar Asep. Dalam membangun SDI yang istiqomah harus dimulai dari rekruitmen karyawan. Hal yang harus ada dan dipertanyakan serta menjadi penilaian adalah baca tulis Quran, pengetahuan syariah, motivasi masuk BMT, karena materi atau dakwah. Mau meningkatkan kemampuan. Pemahaman tentang rizki. Selain itu, BMT juga mampu memberi perhatian antara hak dan kewajiban bagi karyawan. Artinya, kontribusi bagus, harus diberi imbal balik yang bagus pula. Yang pasti kata Asep, biaya SDI lebih mahal dari biaya yang lain.

awalnya dalam dua tahun mengelola keuangan, khususnya belajar membuat neraca selalu gagal. Tapi ia tidak putus asa. Ia berkeyakinan sebagai umumnya masyarakat Ala bisa, karena biasa (bisa karena sudah biasa). Yakni selalu belajar dari kesalahan.
Dua, untuk meningkatkan SDI seorang manajer harus bisa memerankan porsi kewenangan pada bawahannya tidak one man show. Artinya harus ada pendelegasian yang harus dilakukan. Tiga, ketidakdisiplinan SOP dan Business Plan. Kata Asep, hal ini yang sering menimbulkan masalah. efeknya, masyarakat menganggap pola syariah terkesan hanya masih istilah saja. Padahal SOP itu yang akan mengedukasi masyarakat pada kepatuhan syariah. Secara simulatif, harus menggunakan runtutan prosedur seperti apakah pengajuan pembiayaan itu di Acc? Berapa? Akadnya apa? Menggunakan notaris atau tidak? Dan sebagainya. Sehingga akadnya menjadi jelas. BMT Mardhotillah porsi mudharabah 50%, 40% murabahah dan sisanya qord jelas Asep. Empat, konsisten sesuai SOP. Agar anggapan masyarakat, pinjam di BMT dianggap damai walaupun tidak bayar damai. BMT tidak seseram lembaga keuangan yang

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

41

Sosok
telah ada, kalau marah dianggap sebagai ceramah. Makanya, BMT harus konsisten dalam menerapkan aturan sebagaimana perbankan. Karena dengan begitu maindset masyarakat akan berubah dengan sendiri. Hal itu juga termasuk edukasi syariah pada masyarakat. Seperti, pertama, bisa sekali nunggak dalam pembiayaan harus langsung diingatkan atau terguran kecil. Kalau tidak bayar lagi, ada surat somasi dan seterusnya. Agar anggota juga sadar tanggungjawabnya dan anggota tidak menganggap pelayanan BMT itu lemah. Kedua, karyawan BMT harus memiliki maindset bahwa anggota pada prinsipnya memberi rizki pada BMT, anggota baik berarti rizki juga baik. Rizki anggota yang tidak baik, maka tidak baik pula bagi BMT. Asep mengatakan, bahwa kita BMT harus sadar, mengapa masyarakat memilih BMT juga mempunyai alasan yakni pertama, santun. Sesuai dengan prinsip akhlak Rasulullah. Kedua, kedekatan dengan masyarakat. Ketiga, akses yang mudah dengan BMT. Keempat, kelebihan tersebut harus dijaga oleh BMT.

Makanya, BMT harus konsisten dalam menerapkan aturan sebagaimana perbankan. Karena dengan begitu maindset masyarakat akan berubah dengan sendiri. Hal itu juga termasuk edukasi syariah pada masyarakat.
Senang Berkoperasi Syariah
Pria yang juga alumni Pondok Pesantren Atthobroniyyah Serang ini mengaku, menjadi Ketua PINBUK hanya wadah komunikasi. Artinya, apapun wadahnya yang penting komunikasi itu bisa jalan dengan baik. Baik itu ABSINDO, Puskopsyah dan PBMT Indonesia semuanya satu atap untuk kemajuan umat dalam ekonomi melalui ekonomi syariah. Asep mengaku, awal-awal sulit, karena ada BMT yang merasa besar. Padahal adanya organisasi fungsinya agar besar bersama dan berjamaah. Makanya ia setiap bulan melakukan silaturrahim rutin ke masing-masing BMT anggotanya. Selain sebagai monitoring, juga meminta laporan BMT-BMT, mengingat PINBUK adalah perhimpunan plat merah (pemerintah). Selain itu, Asep mengadakan pertemuan antar BMT setiap bulannya. Sedang sumber dananya dari BMTBMT anggota. Tidak itu saja, setiap bulan juga kadang didatangkan narasumber untuk memberi pengetahuan dan memecahkan masalah yang dihadapi oleh BMTBMT. Dengan begitu, BMT-BMT mendapatkan manfaat dari kumpul berjamaah itu. Asep berkisah. Hampir setiap tiga bulan juga diadakan training-training tambahnya. Hingga kini, kata Asep, beberapa BMT Jawa Barat bila belajar tentang BMT biasanya datang ke Sumedang. Mulai dari desain program, kurikulum, hingga pelatihan. Memang pernah, ada BMT yang mempertanyakan, dulu sebagai PINBUK kok sekarang bergabung dengan PBMT

42

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

Indonesia. Bagi Asep yang sejak awal tahu betul berbagai organisasi terkait dengan BMT tidak kaget. Bagi dia, semua organisasi BMT itu adalah wadah untuk berjamaah. Memang, Asep juga mengakui bahwa organisasi PBMT Indonesia mempunyai sisi kelebihan antara lain; kedekatan secara kekeluargaan, punya visi yang disertai aksi. Jangan mencari imam masbuk ujar Asep. Dalam organisasi, Asep tidak membedabedakan antara pemerintah atau bukan, bagi dia, mana oraganisasi bisa membawa kemajuan bagi BMT-BMT, itu yang kan diikutinya. Hal yang lain tergantung pada komunikasi saja. Asep mengatakan, kini, bukan saatnya lagi untuk tidak berjamaah, yang gede-gede saja suka berjamaah. BMT yang selamat untuk kedepannya adalah BMT yang mau berjamaah. Dari awalnya hanya ada 12 BMT, kini di Sumedang berdiri 19 BMT. Dan rata-rata BMT memiliki aset 3 milyar hingga 4 milyar. Meski ada juga yang sampai 28 milyar seperti BMT Mardhotillah dan 5 milyar BMT Al-Amanah. Memang, menurut Asep, sikap pemimpin itu harus dekat dengan teman-teman. Ia berkisah, pernah ada suatu BMT ada konflik yang mengharuskan untuk turun tangan

kini, bukan saatnya lagi untuk tidak berjamaah, yang gede-gede saja suka berjamaah. BMT yang selamat untuk kedepannya adalah BMT yang mau berjamaah.
- H. Asep Sudrajat, SH langsung memimpin BMT tersebut. Hal itu dilakukan agar dapat menyelesaikan masalah lebih dekat dan tidak ada konflik yang berkepanjangan. Alhamdulillah BMT tersebut bisa berjalan dengan baik hingga sekarang kata Asep. Intinya, tugas pemimpin itu bagi Asep bisa disingkat dengan KIS yakni media Konsultasi, Informasi dan Sinkronisasi antara BMT satu dengan BMT yang lain. Maka peran dan fungsinya pemimpin menjadi 3 P yakni, sebagai Perekat, Pendorong dan Penguat. Waktu kecil, Asep bercita-cita menjadi camat. Bagi dia, BMT itu adalah hidayah. Karena berjuang di BMT itu mengaji, mencari nafkah dan menolong orang yang dekat. Jadi orang solehpun kini menjadi cita-citanya. [zbr]

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

43

TAMZIZ Menjawab

1). Aksi Bencana TAMZIS?


Saya anggota TAMZIS, dan saya tahu di TAMZIS ada TAMADDUN sebagai baitul maal yang mengelola dana sosial. Dari akhir tahun hingga awal tahun ini banyak terjadi bencana, seperti banjir, gunung meletus, dan longsor. Yang mau saya tanyakan, bagaimana TAMADDUN merespons bencana tersebut? Seperti apa yang dilakukan? Kalau mau ikut andil sebagai donatur bagaimana caranya? Terimakasih Nur Salam di Banjarnegara Jateng

Jawab : Terima kasih atas pertanyaannya. Benar bahwa di TAMZIS ada Divisi TAMADDUN, yang programprogramnya fokus pada masalah-masalah sosial, terutama membantu kalangan yang kurang mampu. Program-program TAMADDUN misalnya: BETA (Beasiswa untuk ustadz TPQ yang dhuafa), Desa Madani (Pembangunan desa tertinggal), Pujasera (Pinjaman Qordul hasan untuk kalangan kurang mampu), Tree Parent (Santunan bulanan, semacam royalty) untuk petani miskin yang gemar menanam pohon di pegunungan, Disaster Care (Peduli terhadap bencana), dan sebagainya. Khusus untuk korban bencana, (baik bencana alam maupun yang lainnya), TAMADDUN sudah sering menyalurkan bantuan. Misalnya untuk gempa Yogya, tsunami Aceh, Mentawai, erupsi Merapi, banjir Purworejo, Demak, Kudus, Pati, tanah longsor dan gempa bumi di Wonosobo, dan sebagainya. Bantuan bisa berupa uang, bahan makanan, obat-obatan, serta tenaga relawan. Penyaluran bantuan dari TAMADDUN kadang kami lakukan sendiri kepada korban bencana, namun kami sering bersinergi dengan lembaga lain, misalnya bergabung dalam Forum Baitul Maal Perhimpunan BMT Indonesia.

Dana yang kami gunakan untuk membantu korban bencana tersebut berasal dari dana infak, baik dari karyawan, perusahaan maupun masyarakat. Kami selalu menghimpun dana infak, walaupun tidak ada bencana, karena kami memiliki banyak kegiatan yang membutuhkan anggaran hingga ratusan juta setiap tahunnya. Untuk berpartisipasi, Anda bisa menyalurkan donasi melalui kantor-kantor TAMZIS di seluruh Indonesia. Insya Alloh, setiap 2 bulan, kami memberikan laporan keuangan serta kegiatan di Majalah Tamaddun yang bisa Anda dapatkan di kantor-kantor TAMZIS. Terima kasih. Wassalam.

RUBRIK TAMZIS Menjawab berisi tanya jawab seputar Manajemen TAMZIS, Ekonomi Syariah dan Sektor Mikro. Kirimkan pertanyaan Anda ke alamat redaksi kami atau email: redaksitamaddun@gmail.com

44

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

2). Mengetahui Saldo Melalui SMS?


Saya mempunyai tabungan di TAMZIS, biasanya saya sempatkan datang ke kantor TAMZIS untuk mengecek saldo tabungan dan Ijabah (deposito). Bagaimana kalau saya ingin mengetahui saldo tabungan dan Ijabah tanpa harus datang ke kantor. Bisakah mengetahui lewat HP atau SMS saja? Bagaimana caranya? Terimakasih Muhammad Fikri di Yogyakarta

Jawab: Kabar baik untuk anggota TAMZIS bahwa sistem informasi TAMZIS sekarang memungkinkan anggota untuk dapat mengecek saldo simpanan/pembiayaan baik itu tabungan, Ijabah maupun pembiayaan melalui SMS selama 24 jam, 7 Hari seminggu. Caranya dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini: 1. Anggota terlebih dahulu harus melakukan registrasi/ mendaftarkan nomor HP yang akan digunakan untuk mengecek saldo tersebut, dengan cara datang ke kantor cabang TAMZIS terdekat, membawa buku anggota (tabungan/ Ijabah) dan KTP. 2. Silahkan meminta kepada petugas TAMZIS untuk mengaktifkan layanan SMS. 3. Anggota akan menerima SMS yang berisi Konfirmasi keberhasilan pendaftaran layanan beserta nomor PIN dikirim ke nomor yang tadi didaftarkan. 4. Silahkan jaga kerahasiaan PIN Anda, PIN inilah yang nantinya akan digunakan dalam SMS pengecekan saldo. 5. Berikut contoh format SMS untuk mengecek

saldo: SALDO<spasi>PIN_anda dikirim ke nomor TAMZIS Center: 085-77777-8461 6. Untuk keamanan silakan ganti PIN Sms Anda secara berkala, format penggantian PIN adalah: GPIN<spasi>PIN_lama<spasi>PIN_baru dikirim ke nomor TAMZIS Center: 085-77777-8461 7. Layanan SMS ini juga bisa untuk mengecek nisbah (bagi hasil) Ijabah bulan terakhir. Berikut formatnya: INFO<spasi>IJABAH dikirim ke nomor TAMZIS Center: 085-77777-8461 Bagaimana jika lupa PIN? Jika lupa PIN, Anda harus datang ke kantor TAMZIS terdekat, untuk meminta PIN baru. Karena sifat kerahasiaannya, maka PIN akan langsung di SMS ke nomor anggota tanpa melalui perantara petugas TAMZIS.

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

45

Ekonomi Syari'ah

Mengenal Jual Beli (Murabahah)


Landasan syariah LKS adalah ketentuan-ketentuan hukum muamalah, khususnya menyangkut hukum perjanjian (akad). Ada sejumlah akad yang dijadikan landasan bagi operasionalisasi perbankan syariah, seperti jual-beli (al-bai) dengan berbagai jenisnya, sewa-menyewa (al-ijarah), perkongsian (al-musyarakah), bagi hasil (al-mudharabah), gadai (ar-rahn), hutang-piutang (al-qard), pemindahan hutang (al-hiwalah), penanggungan hutang (al-kafalah), dan pemberian kuasa (perwakilan, al-wakalah).
entuk-bentuk akad jual-beli yang telah dibahas para ulama dalam fiqih muamalah terbilang sangat banyak. Dari sekian banyak itu, ada tiga jenis jual-beli yang telah banyak dikembangkan sebagai sandaran pokok dalam pembiayaan modal kerja dan investasi dalam perbankan syariah, yaitu bai almurabahah, bai as-salam, dan bai al-istishna. Dan secara khusus, dalam tulisan singkat ini hanya mengulas tentang bai al-murabahah .

Murabahah dalam Fiqh Berdasarkan salah satu kategorinya, jualbeli dibedakan menjadi jual-beli tawar-menawar (bai al-musawamah), dan jual-beli amanah/

kepercayaan (bai al-amanah). Yang dimaksud jual-beli tawar-menawar (al-musawamah) adalah suatu bentuk jual-beli dimana pembeli tidak diberi tahu harga pokok barang yang dibeli oleh penjual. Sedang dikatakan jual-beli kepercayan (bai al-amanah), karena pembeli bersandar pada kejujuran penjual semata tentang informasi harga barang yang dibelinya dan berapa keuntungan yang diambilnya. Salah satu jual-beli amanah (bai al-amanah) adalah bai murabahah. Kata al-murabahah berasal dari kata ar-ribh, yang berarti tambahan (keuntungan). Dengan kata lain, jual-beli murabahah adalah suatu bentuk jual-beli dimana penjual memberi tahu

46

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

kepada pembeli tentang harga pokok (modal) barang dan pembeli membelinya berdasarkan harga pokok tersebut kemudian memberikan margin keuntungan kepada penjual sesuai dengan kesepakatan. Praktek bai al-murabahah ini tidak dikenal pada masa Nabi dan para sahabat. Dan mulai muncul pertama kali pada Abad ke-2 H. Namun menurut Imam Malik, bahwa praktek murabahah ini dilakukan penduduk Madinah. Hal ini sebagaimana dikatakan Imam Malik bahwa penduduk Madinah telah berkonsensus akan legitimasi orang yang membeli pakaian di sebuah toko dan membawanya ke kota lain untuk dijual dengan adanya tambahan keuntungan yang telah disepakati. Imam Malik dan Imam Syafii sepakat kebolehannya bai murabahah ini karena termasuk dalam praktek jual-beli yang dihalalkan oleh Allah dalam Alquran. Secara Prinsip bahwa akad murabahah termasuk dalam kategori akad yang berbasis jual-beli. Sehingga syarat dan rukun jual-beli juga harus dipenuhi dalam akad ini.

Murabahah dalam Praktek Pijakan praktek akad bai murabahah adalah fatwa NO: 04/DSN-MUI/IV/2000 tentang murabahah. Dalam kitab-kitab fiqih praktek murabahah lazimnya hanya melibatkan dua pihak yaitu penjual dan pembeli. Namun dalam praktek di Lembaga Keungan Syariah saat ini, murabahah melibatkan pihak ketiga sebagai pemasok barang yang dibutuhkan oleh calon anggota atau nasabah. Dengan demikian dalam akad murabahah saat ini ada tiga pihak yang terlibat. Yaitu LKS, anggota dan pemasok. Dalam fatwa di atas ada tiga teknik dalam berakad murabahah. Teknis dan prosedur tersebut harus diikuti dengan ketat agar tidak terjebak pada hal yang dilarang. Teknik pertama adalah murabahah bashito (Murabahah sederhana). Dalam murabahah ini, pihak LKS dan anggota/ nasabah dapat langsung berakad murabahah. Karena barang yang dibutuhkan oleh anggota/ nasabah telah tersedia atau LKS mempunyai stok barang. Hanya hal ini jarang terjadi dimana LKS mempunyai persedian barang. Karena LKS bukan stockist. Adapun skemanya sebagai

berikut. Teknik kedua adalah Murabaha lil-amir bi-sira (Murabaha berdasarkan pesanan pembeli). Praktek murabaha ini, pihak LKS membeli barang atas pesanan dari anggota / nasabah. Akad Murabaha baru dilaksanakan ketika barang secara prinsip sudah dimiliki oleh LKS. Atau LKS sudah membeli barang dari pemasok sesuai pesanan anggota / nasabah. Setelah barang sudah dimiliki LKS kemudian menawarkan barang tersebut kepada anggota/nasabah dan nasabah harus menerima (membeli)-nya sesuai dengan janji yang telah disepakatinya, karena secara hukum janji tersebut mengikat; kemudian kedua belah pihak harus membuat kontrak jual beli Murabaha. Dalam hal ini LKS dibolehkan meminta anggota/ nasabah untuk membayar uang muka (urbun)saat menandatangani kesepakatan awal pemesanan. Jika nasabah kemudian menolak membeli barang tersebut, biaya riil LKS harus dibayar dari uang muka tersebut. Jika nilai uang muka kurang dari kerugian yang harus ditanggung oleh LKS, LKS dapat meminta kembali sisa kerugiannya kepada anggota/

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

47

Ekonomi Syariah
nasabah. Adapun skemanya sebagai berikut. Teknik ketiga adalah murabahah bashitoh bil wakalah. Praktek ini, pihak LKS mewakilkan kepada anggota/nasabah untuk membeli barang yang dibutuhkan sebagaimana yang tercantum dalam surat permohonan pembiayaan. Jika LKS hendak mewakilkan kepada anggota/nasabah untuk membeli barang dari pihak ketiga, akad bai murabahah harus dilakukan setelah barang, secara prinsip menjadi milik LKS. Teknik ini bagi LKS sangat beresiko, karena ketika LKS mewakilkan kepada anggota untuk membeli barang, LKS memberikan uang cash. Sehingga sangat mungkin uang tersebut akan digunakan tidak sesuai kebutuhannya bahkan bisa dibawa lari oleh anggota/nasabah. Maka LKS dapat melakukan perjanjian khusus dengan anggota/nasabah berkaitan dengan akad wakalah ini. Dengan cara meminta jaminan/ agunan yang dapat dipegang oleh LKS. Berikut skemanya. tahun. Maka selama 1 tahun tersebut anggota/ nasabah harus melunasi sebesar 12 juta Rupiah dengan angsuran 1 juta Rupiah setiap bulan. Jika sudah jatuh tempo, ternyata anggota masih menyisakan hutang 2 juta Rupiah. Maka LKS tidak boleh meminta tambahan sedikitpun dari sisa pembiayaan. Lalu apa yang dilakukan LKS? Merujuk pada fatwa NO. 48/DSNMUI/II/2005 tentang Penjadwalan Kembali Tagihan Murabahah, LKS boleh melakukan penjadwalan kembali (rescheduling) tagihan murabahah bagi anggota/nasabah yang tidak bisa menyelesaikan/melunasi pembiayaannya sesuai jumlah dan waktu yang telah disepakati, dengan ketentuan: satu, tidak menambah jumlah tagihan yang tersisa; Dua, pembebanan biaya dalam proses penjadwalan kembali adalah biaya riil; Tiga, perpanjangan masa pembayaran harus berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Penjadwalan kembali (rescheduling) disini bukan diakad ulang murabahah. Tetapi hanya membuat komitmen pembayaran pembiayaan murabahah yang tersisa. Mengapa? Kalau diakad murabahah lagi, apa yang dijual oleh LKS? Bukankah dengan akad murabahah diawal barang secara prinsip sudah berpindah hak menjadi miliki anggota/nasabah? Disinilah cela riba dalam murabahah. Maka, Imam Malik pernah memerintahkan gubernur Madinah untuk mengumpulkan para pelaku bisnis dan pedagang pasar untuk beliau uji. Jika beliau jumpai ada yang tidak menguasai ketentuan dan aturan main yang ditetapkan oleh Islam dalam dunia bisnis serta tidak memiliki kemampuan untuk membedakan halal haram dalam usaha, maka beliau akan melarangnya berjualan di pasar sambil berkata kepadanya; Pelajarilah aturan jual-beli baru buka usaha di pasar. Siapa saja yang tidak menguasai fikih jual beli mau tidak mau dia akan memakan harta riba. Wallahu alam bisshowab. [Maksun. dari berbagai sumber]

Jual Beli Menimbulkan Hutang Secara prinsip akad murabahah adalah jual-beli. Ketika pembeli membayar secara tunai barang yang dipesan maka putuslah akad tersebut. Namun dalam prakteknya, Bai murabahah yang dilakukan oleh LKS pembayarannya dilakukan dengan cara taqsit (menyicil). Maka menimbulkan hutang bagi pembeli atau anggota. Dengan demikian hukum dasar hutang berlaku dalam akad murabahah. Sebagaimana dalam kaidah, Setiap hutang yang mengambil manfaat maka itu adalah riba. Misalnya, jika LKS dan anggota/ nasabah sudah sepakat bahwa harga jual dari barang adalah 12 juta Rupiah. Dengan jangka waktu 1

48

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

Kamus Ekonomi Syariah

IQALAH
Secara bahasa berarti pembatalan. Dalam istilah fiqh muamalah iqalah diartikan sebagai bentuk akad pembatalan transaksi. Aktivitas iqalah memiliki beberapa syarat yang harus dipenuhi: Pertama, kerelaan (taradhin) dari para pihak yang terlibat dalam iqalah. Kedua, penyerahan dan serah terimanya dilaksanakan pada waktu akad iqalah berlangsung. Ketiga, iqalah dilakukan dengan mengacu pada pengertian fasakh (membatalkan). Keempat, objek atau bendanya masih ada dalamkeadaan utuh saat akad dilakukan.

ITTIHAD AL-MAJLIS
Suatu istilah yang dipakai oleh para ahli fiqh muamalah untuk menggambarkan bersatunya pelaku akad (ahl al aqidain) dalam satu majelis. Dengan demikian peristiwa ijab dan qabul dapat berlangsung secara berkesinambungan (dawam wa istimrar).

AKAD MAUQUFAH
Secara bahasa berarti akad yang ditangguhkan. Maksudnya ialah akad yang dilakukan oleh seseorang/badan hukum yang dipandang sebagai cakap hukum (orang yang dapat bertindak hukum tanpa bantuan orang lain) namun ia tidak bisa melangsungkan akad tersebut karena kekuasaannya terhadap objek akad belum ada padanya.

AKAD RIDHAIYAH
Akad yang dilakukan oleh para pihak/badan hukum atas dasar kerelaan atau suka sama suka (taraadhin) tanpa adanya paksaan (ikrah) dari pihak lain. Akad Ridhaiyah Akad yang dilakukan oleh para pihak/badan hukum atas dasar kerelaan atau suka sama suka (taraadhin) tanpa adanya paksaan (ikrah) dari pihak lain.

AKAD MAMNUUAH
Akad yang terlarang menurut syara, seperti membeli ikan dalam kolam dan membeli buah-buahan yang masih di pohon.

AKAD GHAIR MUSAMMAH


Bentuk akad yang namanya diberikan oleh dan timbul dari masyarakat menurut perkembangan dan kebutuhannya dengan ketentuan tidak keluar dari nilainilai dan prinsip umum dalam muamalah. Misalnya: Bai al Wafa dan Bai Istishna.

AKAD MAJHUL
Akad yang mengandung unsur penipuan dan spekulatif (gharar) yang akan mengakibatkan kerugian bagi salah satupihak. Contoh, akad jual beli dengan mencegat para kafilah (pedagang) di tengah jalan yang membawa barang dagangan mereka ke pasar
Sumber: Kamus Ekonomi Syariah Alifa Digital Media

AKAD NAFIZ
Akad yang telah memenuhi rukun dan syarat serta tidak terdapat halangan (mani) dalam merealisasikan (proses) akad tersebut.

WIHDAH ALIQTISHADIYAH
Merupakan suatu kaidah dalam fiqh muamalah yang menggambarkan independensi jaminan keuangan (financial). Maksudnya adalah manajemen perusahaan harus punya kejelasan dari sifat kepemilkian perusahaan (firm) dan sifat kepemilikan pribadi pemilik perusahaan (owner).

AKAD MUSTAMIR
Akad yang memerlukan waktu untuk melangsungkan atau merealisasikannya. Contoh: akad ijarah.

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

49

Pustaka Syariah

Judul

Produk Standar Ekonomi Syariah Dalam Kilas Sejarah Penulis Nashihul Ibad Elhas, S.H.I. M.S.I Penerbit Pustaka Ilmu Yogya Tahun 2013

Judul ON Penulis Jamil Azzaini Co Writer Sofie Beatrix Penerbit Mizania Bandung Tahun 2013

Kajian ekonomi syariah kini menarik perhatian berbagai kalangan mahasiswa, dosen, peneliti, ekonom, politisi, hingga masyarakat umum. Untuk memahami secara mendalam tentang ekonomi syariah diperlukan pemahaman yang komprehensif dari berbagai aspek, termasuk dari aspek historisnya. Buku ini hadir berusaha mengupas konsep bisnis syariah dalam kitab Fathul Qarib al-Mujib, terutama akad-akad muamalah yang kini juga menjadi produk standar perbankan syariah di Indonesia, yakni salam, istisna, murabahah (bay), musyarakah (syirkah), mudharabah (qiradh), wadiah, ijarah, dan ijarah muntahiya bi tamlik. Buku ini juga mengulas profil singkat kitab Fathul Qarib al-Mujib serta sejumlah hal yang berkaitan dengan akad-akad muamalah di dalamnya, seperti konsep mata uang dan aplikasi kontraktual-transaksional. Penulis sengaja memilih ktab Fathul Qarib al-Mujib sebagai objek penelitian karena kitab kuning ini menjadi salah satu referensi utama dalam bidang fiqh di dunia pesantren, dan merupakan bagian dari produk intelektualitas umat Islam abad 15 M, bahkan hingga kini masih sering dikaji dan jadi bahan penelitian.

Dalam hidup kita selalu ingin menyelesaikan masalah yang dihadapi, baik menyangkut keuangan, jodoh, jabatan, dan keluarga. Cukup menekan tombol ON saja, kita sebenarnya telah bisa mengatasi segudang masalah. Penulis buku ini mengusulkan cara menekan tombol ON tersebut yang tentunya telah terbukti dan teruji. Move On itu artinya bergerak, berpindah dari sebuah situasi ke situasi yang lainnya. Perpindahan ke arah yang lebih tinggi, berkelas, bermartabat, alias lebih baik. Jika saat ini Anda sedang mengalami galau yang luar biasa, boleh jadi karena utang yang menumpuk, keluarga yang berantakan, setiap hari adu mulut dengan orang-orang di sekitar Anda, karier yang juga tidak naik bisnis yang stagnan, keuangan yang selalu pas-pasan, target yang tidak tercapai, hidup yang rutin dan menjemukan, rumah tangga yang hambar tanpa rasa, itu tandanya Anda harus segera Move On. Dan buku ini penuh dengan inspirasi, motivasi dan ghirah agar Anda bisa Move On.

50

Tamaddun edisi 39/th.09/Januari-Februari 2014

Jendela Keluarga

Ngaji Quran dan Belajar

Bisa Jalan Bersama


Kedatangan wali santri tadi membuat saya dan istri berembug kembali, jangan-jangan selama ini kami salah. Atau bahkan anak-anak habis waktunya untuk ngaji sehingga pelajaran dan sekolahnya terbengkalai. Tidak lama kemudian, kamipun berbicara dengan anakanak. Tujuannya biar ada titik temu, ngaji dan sekolah bisa jalan bersama. Hasil dari obrolan kami dengan anak-anak diluar dugaan kami. Kami awalnya berpikir nanti akan ada yang yang lebih memilih ngaji terus atau bahkan ada yang memilih mundur ngaji. Tapi kenyataannya dua-duanya bisa jalan bersama. Kita bersepakat untuk ngaji 45 menit kemudian dengan belajar pelajaran sekolah atau mengerjakan PR 45 menit. Jadi 1,5 jam semuanya bisa berjalan bersama. Jadwal yang baru ini sudah berjalan hampir dua mingguan. Saya melihat anakanak cukup bersemangat. Datang tepat waktu, membawa buku-buku sekolah dengan tas

eberapa waktu lalu datang ke rumah kami salah seorang wali santri. Kebetulan setiap habis maghrib di rumah kami biasa digunakan untuk mengaji Quran oleh anak-anak. Kebanyakan berusia SD dan sebagian kecil berusia SMP. Suasana begitu ramai dan riuh, tapi menenangkan dan membahagiakan. Jika sore hari, sehabis ashar mereka ngaji di TPQ (Taman Pendidikan Quran), sedang khusus habis maghrib ngaji di rumah kami. Hal ini sengaja untuk meramaikan rumah kami yang kebetulan mewah(mepet sawah). Salah seorang wali yang datang tadi kemudian mengutarakan maksudnya untuk mengizinkan anaknya tidak ikut ngaji lagi. Alasannya sederhana, seringkali ketika si anak disuruh belajar atau mengerjakan PR, katanya sudah capek atau mau ngaji. Sehingga sebagai orang tua ia berpikir untuk tidak ngaji lagi biar fokus dengan PR atau pelajaran sekolahnya.

Tamaddun edisi 39/th.09/Januari-Februari 2014

51

Jendela Keluarga
di punggung dan memeluk Quran dengan satu tangan di dada. Setelah ngaji Quran satu persatu, kemudian masing-masing mengeluarkan buku sekolahnya. Ustadzah saya diajari bahasa Arab ya, ini ada PR bahasa Arab kata Sania dengan semangat. Berbeda dengan Sania yang telah MTs, Mutia yang masih SD kemudian menyusul bertanya, Ustadzah, bahasa Inggrisnya termos apa ya?. Dengan mudah istri saya menjawab, bukan bahasa Inggrisnya termos, tapi Coba lihat saja di bungkus termos yang kemarin saya beli, ada di dapur jawabnya. Mutiapun segera beranjak ke dapur, tak lama kemudian kembali, Vacuum flask Ustadzah katanya dengan senang. Istri saya yang tadinya tidak tahupun kemudian tahu bahwa termos dalam bahasa Inggris itu vacuum flask. Di pojok ruangan, Albin yang agak pendiam sedang membuka-buka buku matematika sambil memutar-mutar peci hitamnya. Berbeda lagi dengan Arina yang masih TK, ia sibuk mencorat-coret buku gambarnya. Semuanya menikmati dengan gembira, bahkan seringkali kami menyuruh mereka pulang dulu karena jam belajar sudah lewat, dan kembali lagi besok.

mengaji Quran dan belajar materi sekolah apalagi mengerjakan PR adalah dua hal yang tidak terpisah. Artinya, keduanya ilmu yang wajib dipelajari anak-anak kita
Kedua, kewajiban mendidik anak (mengajari belajar Quran) adalah kewajiban orang tuanya. Jika orang tua tidak bisa mengajari anak, maka ia wajib menyerahkannya ke lembaga seperti TPQ, TPA atau Madin (Madrasah diniyah). Sehingga dengan begitu, kewajibannya telah gugur atau terpenuhi. Ketiga, mengaji Quran dan belajar materi sekolah apalagi mengerjakan PR adalah dua hal yang tidak terpisah. Artinya, keduanya ilmu yang wajib dipelajari anak-anak kita. Sehingga jangan sampai kita memisah-misahkan, bahwa ngaji Quran itu urusan akhirat, sedang belajar materi sekolah atau PR itu urusan dunia. Keempat, bahwa kesuksesan anak dalam ngaji Quran maupun sekolah, terpengaruh setidaknya tiga komponen; orang tua, pendidik/ ustadzah-ustadzah, dan anakanak/santri itu sendiri. Ketiga komponen tersebut harus sefaham, selaras dan saling mendukung. Sehingga tiadanya dukungan dari salah satunya misalnya, maka akan membuat ketimpangan dan gagalnya tujuan dari ngaji maupun sekolah. Semoga anak-anak kita akan mencintai ngaji Quran seperti ketika ia senang mengerjakan PR, atau bahkan lebih dari itu. Mereka akan bersemangat beramai-ramai berangkat ke TPQ, TPA atau Madin sesemangat ketika berangkat sekolah, bahkan lebih lagi. Kita sebagai orang tua, bersemangatlah dalam mendaftarkan, mengantar, menjemput, bahkan memotivasi anak-anak kita ke TPQ, TPQ, atau Madin, sesibuk kita dalam mendaftarkan, mengantar, maupun menjemput anak-anak kita ketika bersekolah. Semoga!. [abu arina]

Hikmah Bagi Kita Semua


Singkat cerita, bahwa sang wali santri yang sebelumnya datang ke rumah kamipun akhirnya merasa senang karena anaknya bisa ngaji Quran dan mengerjakan PR atau mengulang pelajaran sekolah. Sehingga, jika kita melihat dengan seksama, setidaknya ada beberapa pesan yang bisa kita ambil bersama, khususnya sebagai orang tua. Pertama, ngaji Quran itu penting, begitu pula belajar pelajaran sekolah juga penting. Jangan sampai kemudian ada dalam pikiran kita bahwa anak akan semakin ketinggalan pelajaran sekolah jika banyak waktu yang digunakan untuk ngaji. Dari pengalaman saya pribadi, justru anak yang rajin ngaji kemudian juga mudah menyerap pelajaran ngaji, ia justru berprestasi dalam pelajaran sekolahnya. Sania, Mutia dan Albin adalah beberapa contohnya.

52

Tamaddun edisi 39/th.09/Januari-Februari 2014

Berita Karyawan

Pernikahan

Telah Melangsungkan Pernikahan


Zulaekha Wulandari (CSO TAMZIS Pusat), dengan Wicak Harimukti. Akad nikah, Sabtu 18 Januari 2014 di Wonosobo. Segenap keluarga besar TAMZIS mengucapkan selamat atas pernikahan tersebut, semoga terbina keluarga sakinah mawadah warahmah. Amiin

Kelahiran

Dianugrahi Putra-Putri:
1. Shidqi Tiffano, putra dari pasangan Tri Wahyono (Kolektor TAMZIS Wates Kulonprogo) dan Khanna Munifa. Lahir di Purworejo, 06 November 2013. 2. Bima Hamizan, putra dari pasangan Gunawan Tri Adji (MAC TAMZIS Sokaraja Purwokerto) dan Peny Dwi Tirtosari. Lahir di Purwokerto, 21 Desember 2013. Segenap keluarga besar TAMZIS mengucapkan selamat atas kelahiran putra-putri tersebut, semoga menjadi anak yang sholeh-sholehah, berguna bagi agama, bangsa dan negara. Amiin

Berita Lelayu

Turut berdukacita atas meninggalnya:


1. Bapak Sudarmadji (alm), ayahanda dari Bekti Ahmad (Admin TAMZIS Magelang). Meninggal pada tanggal 30 Oktober 2013 di Magelang. 2. Bapak H. Abdul Hadi Marjuned (alm), ayahanda dari Fitriyana Laily (Admin TAMZIS Bantul Yogyakarta). Meniggal pada tanggal 15 Januari 2014 di Yogyakarta. Segenap keluarga besar TAMZIS turut berdukacita atas musibah tersebut semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT dan bagi keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran. Amiin

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

53

Inspirasi

YOE CHIEN SHEN;

Jadi Waras, Jadi Sukses

oe Chien Shen (36) itulah nama China dari Andi Sutrisno, sering dipanggil Asing. Ia adalah salah satu pengusaha toko obat tradisional China Jadi Waras dan apotek Merdeka. Bersama istrinya, Lenny Lianawati (36)Sarjana ilmu komputer ini, melanjutkan usaha sang ayah Budi Strisno yang telah dimulai 34 tahun lalu, tepatnya, 1979. Ayahnya sendiri mengawali bisnisnya dari sebuah toko kelontong kecil, kemudian toko listrik, baru fokus pada obat-obatan. Tahun 1995, sudah fokus pada pengobatan khususnya pengobatan China Sinshe. Ketika Tamadun bertanya pada Asing, apa alasan bapaknya membuka toko obat dan pengobatan? ia menjawab bahwa ayahnya merasa ada panggilan hati dan merasa cocok saja. Selain itu, ingin membantu masyarakat yang sering sakit melalui obat-obat China yang tidak terlalu mahal. Mulai tahun 2000 terjadi perkembangan pesat, sehingga pada tahun 2005 membuka apotek Merdeka. Asing bercerita, ketika

mau mendirikan apotek Merdeka tidak boleh menggunakan nama Merdeka karena dalam satu karisidenan kedu sudah ada apotek yang bernama Merdeka. Makanya kemudian menggunakan toko obat Jadi Waras. Baru ketika sudah ada otonomi daerah, dan semua izin diserahkan pada masing-masing kabupaten, baru boleh menggunakan nama Merdeka jadilah yang sekarang Apotek MERDEKA tersebut. Pada tahun 2000, sang ayah memanggil Asing yang saat itu masih bekerja di Jakarta, Pulang, diopeni tokone (diurus tokonya). Tidak boleh tidak, Asing pulang kampung dan mencoba kembali ikut membantu mengurus toko dan memulai melanjutkan pengobatan yang semakin hari semakin ramai. Budi Sutrisno, ayah Asing, secara tradisi telah mengajarinya nama-nama obat dan pengobatan. Baru tahun 2003, toko obat Jadi Waras secara manajemen diserahkan pada Asing.

54

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

Hidup harus seimbang, tidak kekurangan dan tidak pula kelebihan. Terutama seimbang antara tubuh, jiwa dan ruh
- Yoe Chien Shen Sebelum take over toko obat dari ayahnya, Asing memang sudah dipersiapkan oleh ayahnya dengan beberapa tahap. Pertama, mendampingi dalam praktek melayani pasien yang berobat. Kedua, belajar dari buku-buku pengobatan. Ketiga, mengamati dan melihat secara seksama bagaimana mengobati yang benar sesuai prosedur. Keempat, menghafalkan nama-nama obat beserta fungsi dan tingkat kebutuhan pasien. Tahun 2009 ayahnya meninggal dunia, pada tahun 2012 Asing untuk lebih mendalam dalam melayani anggota kemudian sekolah akupuntur di Semarang.

Manajemen Toko Obat


Dalam melanjutkan roda bisnis ayahnya, Asing dan istrinya memiliki peran dan tugas yang berbeda. Istri bagian menggaji karyawan, memeriksa barang yang sudah habis, order barang ke sales. Sedang Asing sendiri melayani pasien dan memabayar tagihan dari sales ketika sudah jatuh tempo. Selama menjalani usaha, Asing tidak pernah merasa ada yang berat, karena pemerintah mendukung dengan memberi izin secara mudah. Tetapi justru yang berat bagi Asing ketika ada pasien yang mengidap penyakit berat tetapi mengharap kesembuhan dengan pengobatan China, sedang ia terbatas. Kesembuhan hanya dari Tuhan kata Asing. Dalam praktek mengobati pasien, Asing secara umum menggunakan tiga tahapan. Pertama, mendiagnosa pasien dengan denyut nadi dan alat deteksi detak jantung dan tekanan darah. Kedua, terapi titik tertentu

dengan menggunakan stimulator yang dapat mengalirkan aliran listrik. Dan ketiga, memberi obat dan terapi sesuai dengan tingkat penyakitnya. Asing cerita, pernah menangani pasien yang dianggapnya mengidap penyakit yang tak biasa, lidahnya berwarna hitam hingga selaput lidahnyapun berwarna hitam. Setiap harinya, ia melayani lebih dari lima puluh orang. Dengan dibantu 14 karyawan, omset setiap harinya mencapai puluhan juta Rupiah. Tidak etis ketika saya menyebutnya ucap Asing. Tamaddun penasaran, menanyakan apa resep agar seseorang tetap sehat selalu? Asing dengan menghela nafas mengatakan dengan bahasa sedikit filosofis yakni Hidup harus seimbang, tidak kekurangan dan tidak pula kelebihan. Terutama seimbang antara tubuh, jiwa dan ruh Tubuh mempunyai kebutuhan untuk olah raga dan mengatur pola makan sehat. Jiwa mempunyai kebutuhan untuk selalu bersyukur dan ikhlas. Dan ruh mempunyai kebutuhan untuk ibadah sesuai dengan keyakinan masing-masing. Kedua, senang berlebihan gak bagus, menderita berlebihan juga gak bagus. Ketiga, bersyukur dan ikhlas dalam segala hal. Jadi, Ketiganya harus seimbang. Falsafah keseimbangan ini yang harus dipahami setiap manusia.

Memilih TAMZIS
Bagi Asing, lebih memilih Ijabah di TAMZIS dengan beberapa pertimbangan. Pertama, kemudahan dalam menyetor uang karena ada karyawan yang menjemput, begitu juga sebaliknya ketika mengambil tinggal telpon atau sms pelayanan. Kedua, sistem Ijabah yakni bagi hasil lebih manusiawi. Lebih manusiawi maksudnya, sama-sama diuntungkan. Dari Ijabah digunakan untuk pedagang di pasar tradisional yang juga menggunakan sistem bagi hasil. Kalau di lembaga keuangan biasa menggunakan bunga. Ketiga, pelayanan TAMZIS baik, ramah, bagus dan tidak membedakan dari golongan agama dan suku. [zbr]

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

55

Inspirasi

Menemani Arang dengan Sederhana dan Bersahaja


Keputusan merantau seolah final. Mengingat sulitnya lapangan kerja di kampung halaman. Bandunglah menjadi tujuan. Sebagai perantau, bekerja apapun ia lakukan. Demi sesuap nasi dan menghidupi keluarga.

TARJO SUPARJO

ulai dari kuli bangunan, tukang becak, dagang asongan di terminal, kuli panggul di pasar Anyar, kerja dengan bos terkait dengan ikan basah dan terakhir, kerja di tukang arang sama bos. Dan kurang lebih 3 tahun, baru bisa buat sendiri. Meski sudah mempunyai keahlian dalam membuat arang. Tarjo, ketika ingin membuka usaha sendiri harus berpikir ulang. Modallah yang menjadi pertimbangan pokok. Kendala tersebut terlewati ketika koperasi pasar meminjami modal. Waktu itu, 500 ribu Rupiah. Dari modal tersebut, 300 ribu Rupiah untuk kontrak tempat. Dan 200 ribu Rupiah sisanya untuk modal membuat arang. Yang penting mandiri pikiran itulah yang selalu mendorong. Meski kehidupan rumah Tarjo masih kontrak. Baru pada tahun 2001, ia baru bisa membeli rumah di Desa Jelekong berada di Kecamatan Balendah, Kabupaten Bandung. Letaknya kurang lebih berjarak 12 km dari kota Bandung. Rumah pria 63 tahun ini memang penuh cerita. Ada seseorang mau menjual rumah, tetapi Tarjo tidak memiliki uang yang cukup sehingga penjual rumah itu bilang, bayar saja yang kamu punya, sisanya kamu cicil setiap bulan. Tarjopun setuju, hingga kini ditempati. Tarjo terlihat sedih, bila mengingat perjuangan awal-awal dalam perantauan. Tapi

kemudian senyum terlihat di wajahnya ketika mengatakan bahwa yang dipikir selalu mencari nafkah yang halal saja. Tarjo mengaku hanya sekolah sampai kelas satu SD karena harus merawat adiknya yang ditinggal orang tua mencari nafkah. Yang penting gaul dengan teman-teman. Alhamdulillah barokah dari Allah, semua rintangan diterima saja ucapnya lirih.

Usaha Tak Banyak Hitungan


Dalam usaha, ayah tiga putri ini mengaku tidak banyak perhitungan, yang penting jalan, sisanya berapa saja dibawa pulang. Tetapi Tarjo mampu memcicil pembiayaan ke TAMZIS sampai 180 ribu Rupiah dan 40 ribu Rupiah untuk menabung. Memang, usaha arang dan tempurung dari kakek enam cucu ini lumayan berkembang dari tahun ketahun. Meskipun perkembangan tidak selalu digunakan untuk mengembangkan usaha di pasarnya. Kadang dibelikan motor dan kadang pula dibelikan tanah ketika ada tetangga yang akan menjual. Ketika ditemui Tamaddun, Tarjo tak terlihat seperti pengusaha yang berpenghasilan cukup. Terlihat dari pakaian dan gaya bicaranya tetap saja rendah hati. Dengan sekalikali mengucap Alhamdulillah sebagai bukti kesyukurun rizki yang diberikan Allah. Bahan arang yang dibeli 90 ribu Rupiah perkarung itu kemudian dikelola dan dijual kembali. Sedang arang tempurung dari bahannya 10 ribu Rupiah perkarung, ketika sudah jadi, diecer

56

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

akan dijual 5 ribu Rupiah perkilogram. Meski tidak sampai lulus SD, ayah Susila, Warningsih dan Rohaiti ini mempunyai keyakinan akan agama yang kuat. Semua orang itu gak punya, yang punya hanya Allah ucap Tarjo.

Bermitra dengan TAMZIS


Bagi TAMZIS, pedagang adalah mitra kerja yang saling menguntungkan. Tarjo menjadi anggota TAMZIS sudah lebih dari dua tahun lamanya. Biasanya melakukan pembiayaan, awalnya hanya 3 juta Rupiah, 5 juta Rupiah dan terakhir sampai 10 juta Rupiah. Sebenarnya sudah diminta untuk menambah, tapi saya jawab, cukup dulu. Kalau besar takut tidak kuat bayar ujarnya. Untuk membeli kios pun, istri dari Daimah (53) ini, awalnya mencicil ke dinas pasar. Setiap hari membayar 18 ribu Rupiah untuk ukuran 3X2 meter. Pria kurus tersebut mengisahkan, tak jarang juga diomeli karena telat bayar. Baru lunas tiga tahun. Saya pun tidak pernah menghitung, berapa jumlah cicilan yang sudah saya berikan katanya. Setiap harinya, Tarjo dan istrinya pulang-pergi ke pasar lebih suka naik angkot meski kalau dihitung-hitung biaya 32 ribu Rupiah untuk dua orang. Biasanya, naik angkot setengah jam sampai satu jam. Berangkat setelah sholat subuh hingga bakda

Tarjo tak terlihat seperti pengusaha yang berpenghasilan cukup. Terlihat dari pakaian dan gaya bicaranya tetap saja rendah hati. Dengan sekalikali mengucap Alhamdulillah sebagai bukti kesyukurun rizki yang diberikan Allah.
57

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

Inspirasi
ashar atau kadang juga sampai jam lima sore baru pulang kembali. Pekerjaan sehari-hari di pasar, Tarjo yang ditemani istinya, hanya menimbang arang. Dan membersihkan tempurung arang sebelum dibakar. Memang, Tarjo mengakui dalam usaha arang mempunyai beberapa hambatan, antara lain; pertama, modal. Kedua, bahan dasar yang susah. Jadi seadanya. Intinya, semua pekerjaan harus dijalani agar menghasilkan rizki. Ketiga, untung-rugi tidak pernah berisik. Yang penting, dapur rumah masih bisa ngebul (bisa memasak). Keempat, hanya dua pedagang yang jual arang. Kelima, pembeli biasanya komplain bila arang yang diterima basah. Sedang enaknya menjual arang kata Tarjo, yakni, pertama, bisa mandiri. Karena usaha yang kita jalankan tidak tergantung orang lain. Kedua, dalam bekerja tidak disuruh-suruh orang lain. Dan itu nikmat. Ketiga, kalau dipikir agak dalam, kata Tarjo, tidak ada yang namanya pekerjaan itu nikmat seratus persen. Tinggal pintar-pintar saja dalam menentramkan pikiran. Apa adanya saja.

Dalam berdagang, Tarjo mempunyai keyakinan bahwa berusaha selalu menikmati perjalanan hidup dan tidak pernah mengeluh. Bagi dia, rizki tidak diatur oleh manusia, dan hanya Allahlah yang mengatur.

Karakter Sederhana dan Bersahaja


Dalam usaha, Tarjo sebisa mungkin berjalan sesuai dengan hati nuraninya. Tidak pernah memiliki keinginan yang muluk-muluk. Lebih banyak menerima dan berusaha sebaik mungkin dalam melayani konsumennya. Ia menjelaskan, sesuai dengan pengalamannya berpuluhpuluh tahun berdagang. Kalau ingin konsumen tetap membeli barang dagangan kita, minimal ada tiga hal yang harus selalu jadi pedoman, Khususnya saya, kata Tarjo. yakni, jangan terlalu sering marah (jawa: judes). Kedua, ramah tamah pada konsumen, sehingga merasa puas terhadap barang yang telah dibelinya. Ketiga, konsumen kurang membayar sedikitpun dibiarin. Hitung-hitung amal pada komsumen katanya. Dalam berdagang, Tarjo mempunyai keyakinan bahwa berusaha selalu menikmati perjalanan hidup dan tidak pernah mengeluh. Bagi dia, rizki tidak diatur oleh manusia, dan hanya Allahlah yang mengatur. Ketika Tamaddun menanyakan pelayanan TAMZIS, menurutnya, karyawan TAMZIS ramah-ramah. Seperti anak sendiri. Dan senang humor. Alhamdulillah bergabung dengan TAMZIS sedikit demi sedikit ada peningkatan kata pria yang yang juga rajin mengikuti pengajian malam Selasa ini. [zbr]

58

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

Membuka Lapangan Pekerjaan


Bagi sebagian orang, seiring dengan perkembangan zaman, acara pernikahan khususnya, menjadi momen yang patut dipersiapkan. Mulai dari undangan, rias pengantin dan dekorasi, tak ketinggalan resepsi serta konsumsi. Bahkan ketika dibuat sederhanapun, seringkali tidak lepas dari kebutuhan tersebut. Peluang inilah yang ditangkap oleh Lilis Enowati (32), pemilik usaha salon dan rias pengantin Lies Salon di Kaliwiro, Wonosobo, Jawa Tengah.

Mengasah Ketrampilan,

LILIS ENOWATI;

bu dua anak ini telah membuka usahanya sendiri sejak tahun 2005 silam. Awalnya, ia hanya bekerja di salon milik orang lain selama sekitar empat tahun. Di tahun pertama, ia bukan sebagai tukang rias atau potong rambut dan sejenisnya. Ia hanya sebagai penunggu wartel (warung telepon) dan menyapu lantai. Aktifitas ini ia jalani hampir satu tahun. Selama itu pula ia hanya mengamati rekan-rekannya yang sudah mahir merias. Ia sama sekali belum berani mengutarakan keinginannya agar diajari. Lama-kelamaan, Lis, begitu sapaan akrabnya, tak tahan juga memendam keinginanya untuk bisa merias dan menjadi ahli seperti lainnya. Berbekal pengamatan selama ini, kemudian telah mendapatkan izin
Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

59

Inspirasi
dari majikannya, iapun kemudian mencoba belajar secara mandiri, tidak diajari orang lain. Namun, sang majikan memberikan satu syarat untuk memotong rambut misalnya, hanya diberikan kesempatan memotong rambut anakanak saja. Ya saya hampir satu tahun hanya praktek memotong rambut anak kecil kenang Lis. keluarga atau teman-temanya. Sehingga secara otomatis Lies Salon dikenal banyak orang khususnya Kaliwiro dan sekitarnya. Di awal-awal usahanya, ia hanya membuka salon saja. Belum melayani rias pengantin. Setelah berkembang ia baru menerima rias pengantin. Usaha Lis pun berkembang dalam waktu satu tahun, kemudian ia pindah tempat untuk meningkatkan usaha sekaligus mencari tempat yang lebih representatif/ layak. Ia menyewa kios tak jauh dari tempatnya yang lama, hanya saja letaknya strategis dan ukurannya lebih besar 6x3 meter. Sedikit demi sedikit, Lis mulai melengkapi peralatan salonnya. Ia biasanya membeli alat langsung ke Jogjakarta. Ketika ditanya alasannya, menurutnya karena di Jogja lebih lengkap dan lebih murah. Tepatnya tahun 2007, Lis membeli kios yang tadinya disewa tersebut. Itu semua dari hasil salon yang disisihkan ditambah uang sendiri. Selain itu, untuk mengembangkan usaha ia kemudian mengangkat satu orang karyawan untuk membantunya. Setiap hari Lies Salon buka mulai jam 07.30 pagi hinga 17.30 sore. Para pelanggan tetap biasanya sudah merasa cocok, cepat dan hasilnya juga bagus, bahkan sering juga kalau datang sudah mau tutup besoknya datang lagi ujar Lis menirukan pelanggan. Salah satu pelanggan, Tanti (20), mengaku sudah menjadi pelanggan sejak 5 tahun lalu. Menurutnya, ia merasa cocok, cepat selesai dan sudah faham apa yang dikehendaki. Puncak ramai-ramainya Lies Salon biasanya ketika pasaran pahing(hari pasaran di pasar Kaliwiro). Banyak orang yang sengaja datang untuk potong rambut usai berbelanja di pasar.

Mandiri dengan Usaha Sendiri


Bagi Lis, masa-masa prihatin sebagai pekerja dan juga proses belajar telah terlewati. Semuanya bermula ketika ia menikah kemudian dikaruniai anak. Awalnya ia berhenti bekerja, namun setelah nganggur sesaat, semangat dan keinginannya untuk bekerja ternyata masih begitu kuat. Oleh karenanya, ia memutuskan untuk membuka usaha sendiri. Saya hanya punya sedikit ketrampilan, saya bingung dan ragu, kira-kira nanti kalau buka usaha laku apa tidak ujar Lis. Namun, keraguan itu sedikit demi sedikit sirna, terkalahkan dengan harapan dan cita-citanya untuk mandiri dengan usaha sendiri. Modal pengalaman dan ketrampilan saja tidak cukup. Butuh keberanian yang kuat tambahnya. Istri dari Dwi Cahyo (32) ini , menamai usaha salonnya dengan nama Lies Salon yang diambil dari namanya sendiri Lilis. Dengan modal awal 2,5 juta Rupiah ia bisa membeli peralatan sederhana dan menyewa kios berukukan 2x3 meter tak jauh dari pasar Kaliwiro. Selain peralatan salon sederhana, dulu hanya ada satu kaca dan satu kursi katanya. Maklum, karena belum dikenal banyak orang, yang datang untuk potong rambut masih jarang. Setiap hari satu hingga lima orang saja. Ongkosnya 5.000 Rupiah per orang. Lis memaknai hal ini sebagai ujian awal dan kesabaran untuk usahanya tersebut. Sehingga iapun tidak pernah mengeluh. Hari berganti hari, salonnya mulai dikenal orang, beberapa orang bahkan sudah menjadi pelanggan tetapnya. Ada juga pelangganya yang dulu ketika ia masih bekerja pada orang lain. Menariknya, pelayanan dan keramahan Lis menjadikan promosi tersendiri bagi para pelanggannya. Tidak jarang pelanggan yang sudah datang, diwaktu berikutnya membawa

Terus Mengembangkan Diri


Meski sekarang sudah cukup mapan dalam usaha, namun Lis tetap berusaha mengembangkan ketrampilannya. Misalnya dengan mengikuti seminar tentang rias pengantin, pelatihan treatman dan potong rambut, serta beberapa pelatihan lainnya bahkan sampai ke Jogja dan Magelang. Dari pelatihan yang diikuti, ia mengaku, selain mendapatkan pengetahuan

60

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

ia merasa nyaman dengan pelayanan TAMZIS yang cepat. Selain itu ia merasa dimudahkan karena tidak harus datang ke kantor TAMZIS. Untuk menambah simpanan maupun mengambil pun mudah tinggal telpon atau sms saja ujarnya.
dan ketrampilan baru, ia juga seringkali mendapatkan ide untuk menambah peralatan salon, atau bahkan untuk mengembangkan usahanya. Terbukti ketika ia mengembangkan dengan menerima rias pengantin. Biasanya selain rias wajah, dilengkapi juga dengan gaungaun khas adat. Itu semua ia pelajari lewat pelatihan yang diikuti. Khusus untuk rias pengantin, awalnya hanya melayani beberapa teman saja, tapi kemudian meluas ke masyarakat sekitar, Mereka biasanya tahu dari orang lain lewat mulut ke mulut ujar Lis. Menurutnya, untuk rias pengantin ia menerapkan strategi khusus, yakni dengan membuat tiga paket rias. Tujuannya biar masyarakat memilih sendiri sesuai keinginan dan budget yang dimiliki. Pertama, paket rias biasa, yakni rias dilengkapi dengan baju-baju. Harganya berkisar 1 juta Rupiah. Kedua, paket rias plus foto, harganya sekitar 1.25 juta Rupiah. Ketiga, paket rias ditambah foto dan dekorasi. Harganya berkisar 3,5 4 juta Rupiah. Dari satu karyawan, kini Lis telah memiliki 3 karyawan. Satu orang diantaranya sudah bisa diandalkan. Jadi ketia Lis mendapat undangan rias pengantin, dengan tenang ia meneyerahkan tanggung jawab salon pada karyawannya itu.

Percaya dengan TAMZIS


Sejak awal Lis telah menjadi anggota TAMZIS Kaliwiro. Menurutnya ia merasa nyaman dengan pelayanan TAMZIS yang cepat. Selain itu ia merasa dimudahkan karena tidak harus datang ke kantor TAMZIS. Untuk menambah simpanan maupun mengambil pun mudah tinggal telpon atau sms saja ujarnya. Ketika ditanya soal membuka kursusan atau membuka cabang bagi salonya, Lis menjawab sudah ada rencana tapi menunggu anak-anak besar dulu. Melihat kemampuan yang dimiliki serta potensi kedepan, Lis merasa optimis jika suatu saat akan bisa terus membesarkan usahanya, yang artinya iapun akan bisa membuka lapangan pekerjaan. Setiap tahun Lis tidak lupa menyisihkan 2,5% dari penghasilannya untuk zakat. Biasanya ia menyerahkan sendiri kepada fakir miskin atau yatim piatu di sekitarnya. Hal ini sudah ia biasakan sejak awal membuka usaha. Menurutnya dengan berzakat hati menjadi tenang dan usaha menjadi berkah. [Ir]

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

61

Inspirasi

SURANTO:

SUKSES MEMBATIK, Tradisi Jadi Apik


62
Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

Setiap orang pastilah mengidamkan pekerjaan yang ringan tapi menghasilkan sesuatu yang besar. Tentu, dengan tujuan bisa menopang kehidupan keluarga lebih baik. Tak luput dengan Suratno (42) yang awalnya merupakan sopir truk, antar kota dan antar propinsi. Hal itu dilakoni sejak 1993 hingga 2006.

sudah kolaps dan tutup, mulai bangkit untuk memenuhi kebutuhan pasar, baik domestik maupun luar negeri.

Batik Penuh Motif dan Kreasi


Dalam teori ekonomi, pasarlah yang menentukan. Tak luput, terkait dengan batik. Kata Suranto, ketika pasar sudah lesu dan barang tidak laku, disitulah pengrajin batik dituntut berkreasi untuk mengeluarkan corakcorak baru dan mendesain seapik mungkin agar pembeli tertarik dan senang. Makanya, kata Suranto, batik Estin miliknya ini terus menerus menciptakan corak dan desain model yang disukai pasar. Memang, pengrajin mengakui bahwa ide ataupun kreatifitas tidak muncul bila tidak terdesak. Pengrajin sadar, bahwa mata pencaharian mereka itu membatik sekaligus topangan hidup. Memenuhi kebutuhan pasar akhirnya menjadi pilihan yang aman. Aman dalam pertumbuhan aset usaha dan bisa jalan terus. Motif yang sering dipakai secara umum terbagi dua; satu, motif batik tulis. Seperti motif sekar jagat, grinsing, wahyu temurun, babon angrem dan guldo. Kedua, batik cap. Karena yang lagi diminati masyarakat adalah motif kombinasi. Seperti motif kawung prabu, nitik, parang, cuding, klitik, grompol, srimpi, kembang tanjung dan kusumo. Memang, setiap motif mempunyai makna filosofis sendiri- sendiri yang memiliki keterkaitan pada zaman kerajaan. Saya tidak berani mengubah motif-motif yang sudah paten. Kita sekarang hanya tinggal melanjutkan saja kata Suranto. Secara umum, Suranto memiliki daya baca dan mendengar serta menyimpulkan kemauan pasar sehingga apapun hasil kreasinya dapat diminati oleh konsumen. Seperti batik abstrak atau batik pola. Dua macam batik tersebut akhir-akhir ini banyak diminati oleh kaum muda. Tidak terlalu menonjolkan batiknya. Kadang batiknya hanya sekedarnya saja.
Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

ulai 2006 ini, ia bersama sang istri, Istina (36) mulai Fokus wirausaha batik. Ketika batik sudah menjadi bahan sandang (kebutuhan sekunder). Memang, Suranto terlahir dari seorang ibu pengrajin batik lukis. Membatik bagi ibunya sudah menjadi budaya dan mempertahankan tradisi. Hal itu dimulai dari tahun 1988. Meski masih sebatas batik lukis dan membatik kipas. Karena perkembangkan batik lukis dan batik kipas lesu, mulai tahun 2006, mulai membuat batik baju. Suranto bercerita, semenjak batik mendapat pengakuan UNESCO, industri batik mulai ramai. Yang awalnya para pengrajin batik yang

63

Inspirasi
untuk seragam sekolah. Semua pengrajin bati membuat semua.

setiap motif mempunyai makna filosofis sendirisendiri yang memiliki keterkaitan pada zaman kerajaan. Saya tidak berani mengubah motif-motif yang sudah paten. Kita sekarang hanya tinggal melanjutkan saja.
- Suranto Sedang batik kombinasi itu seperti tiga atau empat macam motif batik dijadikan satu motif dalam satu pakaian. Itupun kalau ada permintaan ujar Suranto.

Kendala Pengrajin Batik


Dalam perkembangan usaha, selain modal. Kendala yang sering dihadapi adalah pemasaran. Hingga saat ini, para pengrajin menyerahkan pada pengepul. Itupun sudah bersyukur karena masih ada sisa dan untung. Dan usahapun masih tetap berjalan. Kalau ke pengepul itu tidak maksimal penghasilannya. Tetapi untungnya, berapapun produksi kita akan ditampung. Sedang kenaikannya, setiap tahun hanya 2% sampai 5%. Tidak bisa harga yang maksimal. Selisihnya bisa 40% bila kita bisa jual sendiri. Dan kita tidak bisa protes. kata Suranto. Kendala yang lain adalah soal cuaca. Itupun sering tidak dipermasalahkan karena memang sudah alamnya. Yang biasanya satu minggu jadi molor menjadi sepuluh hari. Terutama musim hujan jelas Suranto. Sebenarnya sudah berusaha melakukan pemasaran sendiri dengan sistem persenan. Artinya, barangsiapa bisa menjualkan batik akan dapat prosentase keuntungan bagi yang menjualkan. Rata-rata dapat 5% dari penjualan. Ada juga model pemasaran, dengan kerjasama dengan kantor-kantor dan sales-sales. Kita mempunyai satu marketing yang bertugas untuk menangani sistem tersebut ucap Suranto. Suranto juga melakukan pemasaran ke beberapa toko-toko di sekitarnya seperti Godean, Magelang, Bantul dan Sleman. Hal tersebut untuk meningkatkan pendapatan sekaligus sebagai jaringan dalam menengetahui minat pembeli dan keinginan pembeli.

Awal Proses Membatik


Suami dari Istina ini bercerita, mulai ikut usaha batik sejak tahun 2006. Waktu itu, modalnya hanya 3 juta Rupiah. 1 juta Rupaih untuk membeli kain. Seingat Suranto, hanya dapat 54 potong. 1 juta Rupiah lagi digunakan untuk serep pembuatan selanjutnya. Dan 1 juta Rupiah lagi untuk keperluan membeli alat dan bahan-bahan batik. Uang 1 juta Rupiah itu saya putarkan hingga satu tahun jelas nya. Suranto mengatakan, dalam waktu satu tahun, alhamdulillah berkembang. Permintaan pun banyak. Dari modal 3 juta Rupiah tersebut saya tidak mampu. Dalam satu tahun tersebut dari 3 juta Rupiah menjadi 17 juta Rupiah. Tapi satu tahun lo mas, dan saya kerjakan sendiri ia sambil tertawa. Semenjak ada tambahan modal, kemudian menambah karyawan. Dalam satu tahun baru lunas. Nah, pada tahun 2010, ada booming batik karena ada program Batik Geblek Renteng yang diwajibkan oleh kabupaten Kulonprogo

Manajemen Mengelola Batik


Setiap pengusaha harus berpikir kedepan. Terutama perkembangan dan melihat peluang yang akan dihadapi. Suranto tidak mau ketinggalan dalam mengembangkan usahanya. Izin-izin usaha dan NPWP semua dilengkapi, meskipun konsekuensinya dalam satu tahun selain wajib bayar pajak juga harus memberi laporan ke dinas. Keuntungan setiap bulannya 6-8 juta Rupiah, tapi kalau ramai bisa 12 juta Rupiah. Sedang ia masih mempunyai stok yang belum

64

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

terjual di outlet rumah kalau diuangkan bisa mencapai 100 juta Rupiah. Untuk mengelola usaha batiknya, Suranto menggunakan sistem target. Dalam satu bulan harus bisa memproduksi berapa potong. Kalau ramai, dalam sebulan bisa mencapai 800 potong. Kalau sepi sekitar 400 potong harus keluar. Memang dalam usaha harus punya target. Kalau tidak, akan susah dan tidak berkembang. Dan kedepannya akan menjadi bumerang ketika membutuhkan dana atau modal lagi. Itu sama artinya dengan menutup jalan kita sendiri jelas Suranto. Soal pembeli, Suranto mempunyai penilaian sendiri, memang kebanyakan yang membeli batik adalah pertama, memang maniak batik. Kedua, semenjak batik diakui dunia dengan pengakuan UNESCO, masyarakat sudah mulai gemar menggunakan batik. Apalagi bangsa kita juga senang menggunakan batik. Ketiga, sesuai dengan riset kecil-kecilan, Suranto berkesimpulan bahwa masyarakat sudah senang bergonta ganti batik. Kalau sudah kuno, biasanya akan ganti dengan model, corak dan warna serta motif yang baru.Kita tidak takut omset menurun. Apalagi kita akan selalu melakukan inovasi-inovasi baru katanya. Dalam berwirausaha itu semuanya tergantung diri sendiri. Adapun terkait orang lain atau lembaga lain, itu merupakan faktor pendukung saja.

Ketika pengunjung melihat proses batik, biasanya mereka menganggap batik mahal itu wajar mengingat proses pembuatannya sulit dan harus melalui beberapa tahap pengelolaan hingga siap pakai.
biasanya kalau waktunya sudah mepet, omset mulai turun. Baru setelah otak atik baru jadi motif baru. Ide tidak bisa datang setiap hari. Sebagai pengusaha batik, Suranto juga sadar bahwa perkembangan batik tergantung pada inovasi dan selera pasar. Kita tidak semerta menciptakan motif baru misalnya, bila pasar tidak menghendaki juga tidak akan laku katanya. Batik itu unik. Selain memiliki kekayaan dan kejayaan leluhur, terutama terletak pada nilai motif-motif klasik juga terletak pada ketelitian dan kesabaran para pengrajin batik. Khususnya batik tulis. Karena batik tulis yang bagus mulai dari corak, warna dan motifnya harganya tidak akan ternilai dengan uang. Disitulah letak kekuatan ide itu diperlukan.

Ide Inovasi
Ada tren baru gaya hidup masyarakat, ada beberapa orang, katakan pembeli batik tak hanya sekedar datang ke toko atau mall untuk membeli batik. Mereka mencari kepuasan lain seperti datang ke tempat produksi dan melihat langsung proses pembuatannya. Suranto melihat peluang itu, banyak orang luar Jawa, dari Riau, Lampung dan Padang datang ke rumah Suranto untuk membeli batik dan juga ingin lihat proses membatiknya. Ketika pengunjung melihat proses batik, biasanya mereka menganggap batik mahal itu wajar mengingat proses pembuatannya sulit dan harus melalui beberapa tahap pengelolaan hingga siap pakai. Terkait inovasi, ide inovasi tidak datang serta-merta. Kata Suranto, ide itu datang

Harapan kedepan
Pria yang memiliki usaha batik merek Estin ini kedepan, untuk meningkatkan usahanya harus merambah sekmen pasar menengah dan atas. Meskipun begitu, yang kecil-kecil tetap harus dipertahankan agar tetap berjalan dan tetap produksi. Kedepan juga ingin memiliki galeri sendiri. Kunci sukses hanya ada dua yakni ulet dan bekerja keras Suranto menutup obrolan dengan Tamaddun. [zbr]
Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

65

Info Bisnis

PUTRA MUSTIKA ART GALLERY Melayani: pigura, kanvas, kaligrafi, fiber, kuningan. Alamat: Jl. Kaliurang Km. 8,3 Prujakan, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman (Utara pom bensin). Yogyakarta. Kontak: Sigit. Hp. 081328021188, 087738266877 BELIA HIJAB Sedia Jilbab segitiga, segiempat, dan pashmina ekslusive, desain terbatas. Made by order, terima pesanan. Harga mulai dari Rp. 25.000,Setiap pembelian 4 item diskon 10%, bisa grosiran. Alamat: Jl. Turonggo No. 32F Pakuncen, Wirobrajan Yogyakarta Kontak: Ibu Nur. Hp. 0857 4366 1263 GIYONO KUNINGAN Produsen pernak-pernik dan accesoris dari kuningan. Alamat: Purbayan Rt/ Rw 55/13 Purbayan Kotagede Yogyakarta. Telp. 027496659741 BATIK ESTIN II Menerima pesanan: batik tulis, batik cap, batik kombinasi, batik lukis, kaos batik dll. Alamat: Mendiro, Gulurejo, Lendah, Kulon Progo, Yogyakarta 55663. Kontak: Suranto. Hp. 081328733755, 087839616464

RUMAH CARICA MURNI ALAMI Jl. Raya Dieng Km. 24 Patak Banteng, Wonosobo. (Sirup Carica, Kripik Carica, Dodol Carica, Kripik Jamur, Purwaceng dll) Kontak: Bu Nur Hidayah. Hp. 085227313876/ 085641937699 NWS CENDANY CRAFT Pusat kerajinan bambu cendani Alamat; Pagude pagerkukuh Wonosobo Kontak: Nur Wahyu Santoso. Hp. 085293397500

66

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

Santap Kuliner

Rujak Mbah Tar,

rujak Mbah Tar ini khas dan spesial? Mari kita cicipi bersama-sama. Dialah Tarsiem (82), nenek 15 cucu yang sejak tahun 1954 telah membuka warung rujak. Tepatnya di jalan Raya Klampok Banjarnegara. Karenanya, orang kemudian menyebutnya rujak Mbah Tar. Sekilas rujak Mbah Tar sama dengan rujak pada umumnya. Namun, jika kita mampir kemudian mencicipinya, maka ketahuan beda dan khasnya. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa seringkali kenikmatan rujak salah satunya dipengaruhi usia pembuatnya. Semakin tua pembuatnya, maka semakin enak rasanya. Hal ini berarti juga, semakin tua semakin berpengalaman merajik dan membuat rujak.

Sekali Mencoba

Takkan Terlupa

erjalan-jalan ke Banjarnegara Jawa Tengah terasa ada yang kurang jika belum mencicipi dawet ayu khas kota ini. Kesegaran rasanya telah populer dikalangan para penikmat kuliner ataupun pernah melewati kota yang juga terkenal akan candi Diengnya ini. Selain dawet ayu, satu lagi menu kuliner yang ada di Banjarnegara dan telah berusia lebih dari setengah abad. Menu inipun rasanya tak asing ditelinga kita, ya... Rujak Mbah Tar. Kenapa

Paduan Resep dan Keahlian


Rujak Mbah Tar sendiri merupakan paduan antara resep warisan dan juga keahlian dalam mengolahnya. Pertama, bumbu-bumbu yang dipaTamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

67

Santap Kuliner
Yang menarik, Mbah Tar menyajikan dua menu rujak yang bisa kita pilih sesuai selera. Pertama, rujak buah, bisa pakai kupat ataupun tidak. Kedua, rujak sayur, juga sama bisa pakai kupat atau tidak. Selain itu, rasa pedas bisa disesuaikan selera kita, tinggal pesan saja. Khusus untuk rujak sayur, Mbah Tar menggunakan sayur kangkung. Menurutnya, selama ini pelangganya suka dengan sayur kangkung. Sehingga, Mbah Tarpun menami rujak sayurnya dengan rujak kangkung. Untuk kupat sebagai pelengkap, Mbah Tar menamainya kupat bluwang. Hal ini karena kupatnya berwarna merah kecoklatan dan rasanya agak asin. Kupat bluwang sendiri dikukus dengan air yang dicampur dengan abu blukang. Sehingga marnanya merah kecoklatan dan agak asin tersebut. Setiap hari Mbah Tar dibantu dua orang. Namun, menurut Mbah Tar, para pelanggan biasanya tidak mau dibuatkan rujak oleh orang lain. Meskipun diberikan resep yang sama, rasanya tetap beda, ucap Mbah Tar menirukan para pelanggan. Semuanya bisa jadi karena memang tangan Mbah Tar yang sudah puluhan tahun ahli meracik rujak. Hal ini tidak bisa dipelajari. Hanya racikan rujak lewat tangan langsung Mbah Tarlah yang khas dan lezat. Resep bisa diwariskan, tapi pengalaman dan keahlian bertahun-tahun itu yang tidak bisa diwariskan. Setiap hari Mbah Tar tidak sepi pengunjung. Mereka banyak pelanggan dari luar kota yang melewati Klampok. Selain itu banyak pegawai kantoran yang setiap hari sengaja datang untuk menikmati rujak Mbah Tar. Beberapa berlama-lama menghabiskan waktu istirahat sembari ngopi dan mencicipi gorengan sebagai pelengkapnya. Bahkan seringkali pejabat kabupaten datang dan memesan lotek disini ujar Mbah Tar. Pak Kuat salah seorang pelanggan Mbah Tar mengaku, ia sudah biasa njajan rujak sejak masih anak-anak. Dulu sering diajak bapak, dari dulu hingga sekarang rasanya tidak berubah masih tetap ngangeni, rasanya pas, cocok sesuai selera saya katanya. [ir]

kai alami, seperti gula, garam, kacang dan cabai. Kacang yang digunakan Mbah Tar selalu ditumbuk sendiri. Ditumbuke nganggo mesin rasane ora enak (dihaluskan pake mesin rasanya jadi tidak enak) ungkap Mbah Tar. Kedua, buah yang digunakan juga masih segar, bengkoang, timun, asem, dondong dan nanas. Ketiga, semuanya satu demi satu diracik dalam sebuah ciri (cowet/cobek) batu yang diameternya berukukan 50 cm. Menurut Mbah Tar, selain mudah memungkinkan semuanya diulek berulang-ulang dan bersama-sama sehingga semakin menambah kelezatan. Ciri niki ws ganti bola-bali, menawi tumbah mboten enten, kudune pesen (cowek/cobek ini sudah sering ganti, kalau beli tidak ada harus pesan) katanya. Ketika Tamaddun datang ke warung rujak Mbah Tar, yang bersebelahan dengan kantor pos Klampok, Tamaddun langsung saja memesan satu porsi rujak Mbah Tar. Dan hasilnya, tiada duanya. Rujak begitu luget, enak, gurih. Pedas dan manisnya pas. Benar kata beberapa orang yang pernah mencicipi rujak Mbah Tar ini, sekali mencoba takkan terlupa. Untuk mendapatkan kenikmatan rujak Mbah Tar cukup dengan merogoh kantong 7.500 Rupiah. Bisa dimakan ditempat, atau bisa juga dibungkus dibawa pulang. Kata Mbah Tar, kalau dibawa pulang tahan sampai setengah hari. Warung Mbah Tar setiap hari buka mulai jam 07.00 pagi hingga jam 03.00 sore.

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

68

Tegar

Mbah Siyami

Berjualan Bermodal

Tanggung jawab

wan menyelimuti pagi dan udara dingin masih begitu terasa. Jam dinding menunjukkan baru pukul 03.30 pagi. Di luar rumah, nyaris belum ada aktifitas warga. Namun, Mbah Slamet, demikian sapaan akrab bagi Siyami (90), telah bersiap-siap menunggu angkot di pinggir jalan Gaplok, Kledung, Temanggung. Aktifitas ini telah ia jalani selama separuh lebih dari usianya. Pekerjaannya sebagai pedagang sayur membuatnya harus berangkat pagi-pagi betul, bahkan saat hari masih gelap. Sekitar satu jam kemudian, iapun telah sampai di Pasar Parakan, Temanggung, Jawa Tengah. Pasar telah ramai, karena pedagang yang ingin kulakan dan penjual sayur dari kampung-kampung memang tumpah ruah ke pasar saat dini hingga pagi hari. Siang sedikit, mereka sudah punya pasar sendiri-sendiri. Pasar Parakan sendiri merupakan salah satu pasar induk untuk sayur mayur. Tanpa pernah mengeluh, nenek yang satu ini melakoni pekerjaannya sebagai pedagang sayur kaki lima. Dengan berbekal timbangan yang sudah banyak karat, yang dikelilingi lombok besar, kubis, kentang, bawang putih dan sayur tewel yang sudah siap dimasak.

Dari waktu ke waktu, dagangan Mbah Siyami hampir tidak pernah bertambah. Kecuali ketika ada panen yang berlimpah atau ia memiliki penghasilan sendiri dari rumahnya, seperti menjualkan pisang tetangga atau panen apa saja dari tetangga. Itupun modelnya menjualkan, nanti kalau laku berapun akan dilaporkan kepada yang punya barang. Mbah Siyami ingin menjualkan dengan harapan, memiliki keuntungan dari harga yang sudah dipatok oleh yang memiliki barang tersebut. Ia tetap istiqomah dan menjalaninya dengan senang hati. Ia berjualan mulai pukul setengah empat pagi hingga jam tiga sore, dua belas jam sehari. Biasanya, ketika sepi dalam berdagang dan tidak dapat uang, ia berdoa Ya Allah Gusti, wong dodol kok ora oleh duit, njur piye lek nyaor
Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

69

Tegar
menangi (ngalami) mata uang sen atau dengan istilah-istilah yang jarang sekali kita dengar sekarang seperti 25 gilo yang sama nilainya dengan 2.500 Rupiah dan 3 ketip yang sama dengan nominal 3.000 Rupiah. Dalam berdagang, Mbah Siyami tidak lagi memperhatikan, Kadang bati, kadang njeh mboten (kadang untung, kadang tidak untung). Dagang itu hiburan selama taseh roso (masih kuat). Hal tersebut terlihat, setiap harinya ia pulang pergi naik angkot sebesar 6.000 Rupiah dari penghasilannya sebesar 10.000 Rupiah. Lapak dagangan Mbah Siyami seluas 1,5 miter, ia biasanya berjualan di dalam pasar. Cuma ketika pagi dan siang memilih berjualan di pinggir jalan dengan niat mudah dilihat pembeli yang akan masuk pasar dan membeli dagangannya. Mbah Siyami sambil mengupas kentang dagangnya, bercerita, kalau kentang dagangannya di pasok oleh penjual dari Kejajar, Wonosobo. Dagangan Mbah Siyami, tak sebanyak pedagang lain, hanya modal timbangan yang sudah tua, bawang putih tak lebih dari lima kilogram, cabe yang tak lebih dari tiga kilogram dan kubis. Sedang pisangnya sudah laku tadi pagi, ucap Mbah Siyami. Menjadi anggota TAMZIS, sejak TAMZIS ada di Parakan, kurang lebih sepuluh tahun lalu, mulai pembiayaan 250 ribu Rupiah, 500 ribu Rupiah hingga kini sudah 1 juta rupiah. Ngutang kulo tanggung jawab, tak rewangi prihatin, sederhana lan ora boros (hutang saya tanggung jawab, saya jalani dengan prihatin, sederhana dan tidak boros), tutur Mbah Siyami. Dulu, pernah pinjam ke orang batak (rentenir), nagih kalian nyentak-nyentak, pengin kulo kemplak mawon (menagih dengan bentakbentak, ingin saya pukul aja). Padahal, seng penting wektu nyaor utang, ngeh nyaor utang (yang penting, waktu bayar hutang, ya bisa bayar hutang) ujarnya. [zbr]

Ngutang kulo tanggung jawab, tak rewangi prihatin, sederhana lan ora boros (hutang saya tanggung jawab, saya jalani dengan prihatin, sederhana dan tidak boros),
- Mbah Siyami -

utang (ya Allah Tuhanku, orang jualan kok tidak dapat uang, terus bagaimana kalau bayar utang). Ketika ditanya Tamaddun, berapa biasanya dapat uang sehari? Mbah Siyami mengatakan dengan logat Jawa yang kental, Sok oleh, sok mboten, njeh sok mboten timbang (kadang datang, kadang tidak dapat, bahkan tidak timbang segala). Memang, timbangan bagi pedagang di pasar sering di maknai sebagai ukuran tranksaksi yang dilakukan dalam melayani pembeli.

Wani Tanggungjawab
Soal hutang, Mbah Siyami mempunyai prinsip Wani ngutang, wani nglakoake dan wani tanggung jawab artinya, berhutang adalah suatu sikap berani dalam memperhitungkan untuk usaha, menjalani usaha dan sekaligus tanggung jawab dalam melunasi hutanghutangnya. Begitu juga ketika diamanahi menjualkan barang-barang oleh tetangganyapun ia bertanggung jawab. Simbah yang murah senyum ini masih

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

70

Refleksi

Antara Menu Resto Hotel dan Islah

eberapa bulan lalu, TAMZIS mengadakan Bisnis plan 2014 di Hotel Ros-In Yogyakarta. Salah satu hotel yang baru dibangun. Pagi itu, semua Manager Marketing Cabang (MMC) dan Manager Area Cabang (MAC) serta para manager dan pengurus TAMZIS bersamasama sarapan di resto hotel. Berbagai menu tersedia di meja. Mulai dari pecel, sayuran dan tak ketinggalan gudeg juga tersedia. Semua menu menggugah selera. Tanpa banyak pertimbangan, saya langsung mencari menu makanan pembuka dulu. Sambil menikmati hidangan pembuka susu campur sereal. Tak sadar, saya mengamati sebagian orang yang sarapan pagi tersebut. Kemudian berpikir, ternyata, sebagian orang tadi meskipun tersedia berbagai pilihan menu yang lezat, hanya memilih satu menu dengan porsi yang cukup mengenyangkan. Selesai menghabiskan susu sereal. Kemudian saya lanjutkan mencicipi nasi goreng, cukup setengah porsi, karena biar masih bisa mencicipi menu yang lain. Tapi ada pula beberapa orang yang juga menikmati sarapan dengan berbagai menu. Selain sudah jadi fasilitas hotel, juga mungkin hobi kuliner,

seperti saya. Cerita tadi mengilhami pikiran saya, sebagaimana filsafat Jawa yang menyatakan bahwa dunia tidak selebar daun kelor, tampaknya benar. Bicara bisnis plan TAMZIS tentu masih banyak peluang, wilayah atau bahkan negara di dunia kita jangkau untuk melakukan pengembangan usaha. Permasalahannya adalah apakah kita mengetahui dan menyadari tentang betapa banyaknya potensi tersebut. Atau malah tidak tahu. Bahwa masih banyak menu-menu untuk mengembangkan usaha serta peluang di sekitar kita. Memang, bukan perkara mudah mengetahui adanya peluang bisnis. Hanya mereka yang punya intuisi dan indra keenam yang bisa menyadari hal tersebut. Dan orang-orang inilah yang mampu menentukan visi dan misi dalam sebuah bisnis. Mereka pula yang memiliki pandangan yang jauh ke depan. Sehingga dalam menjalankan misinya tersebut butuh beberapa tahun, bisa 20 tahun bahkan bisa jadi butuh 100 tahun. Apple misalnya. Tanpa terasa nasi goreng di piring sudah habis. Mesti masih nyari makanan penutup. Hmm... tampaknya ada bubur garut/pati irut. Wah, perlu dicicipi sekalian itung-itung bisa berguna buat obat maag. Melihat keujung meja sebelah, terlihat,
Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

71

Refleksi
Dilihat dari pengertian di atas, islah merupakan kewajiban bagi umat Islam, baik secara personal maupun sosial. Penekanan islah ini lebih terfokus pada hubungan antara sesama umat manusia dalam rangka pemenuhan kewajiban kepada Allah Swt. Dalam proses islah ini kita seharusnyalah sebisa mungkin menyelaraskan dengan tujuan bisnis, biar antara kepentingan pribadi dan bisnis bisa sama-sama jalan dan sukses. Bagi orang TAMZIS tentu sudah tahu cara untuk menggapai falah. Ada beberapa aspek islah yang hendak dilakukan dan sudah nampak di kalender meja TAMZIS. Jelas tertulis bahwa tujuan islah yang ingin dicapai adalah meliputi aspek spiritual, intelektual, kesehatan, finansial dan sosial. Wah..., mau mulai darimana dulu ini. Tampaknya, semua berkaitan kalau dari aspek spiritual mau melakukan ibadah umroh misalnya, mesti ada dukungan finansial dan kesehatan. Bayar umroh pakai dollar, artinya butuh finansial. Kalau tidak sehat juga tidak bisa berangkat, artinya sehat itu penting. Tak hanya itu, terkait islah, manusia juga diperintahkan oleh Allah dan Rasulnya untuk selalu meningkatkan pengetahuan. Maka pas, bila saya ingin mengembangkan cakrawala dengan membaca buku dan membaca keadaan sekitar. Kepekaan sosial juga penting, agar manusia memiliki rasa peduli pada lingkungan sekitar yang lagi kekurangan. Ataupun bencana seperti yang terjadi akhir-akhir ini. Artinya, bisa seseorang memiliki rasa sosial yang tinggi. Rasa kesyukuran akan nikmat yang Allah berikan akan tinggi pula. Nah, itu akan nyampung dari sisi spiritualitas. Memang begitulah, sebuah tujuan ternyata mesti dilakukan demi mencapai tujuan. Semua hal konsepnya harus integral bukan parsial. Berpikir, sekaligus harus bertindak. Menyeluruh, tidak bisa hanya sebagian. Hmm..., alhamdulillah... lezatnya bubur garut ini. Mau nambah gak enak malu rasanya sama mba dan mas yang nungguin resto tersebut. Wah ini mungkin sepenggal cerita. Semoga bisa diambil manfaatnya. Bahwasanya, hidup itu indah kalau kita tahu cara menjalani hidup itu dengan indah dan keindahan hidup hanya bisa dinikmati ketika dijalankan sesuai syariah-Nya. Happy life happy syariah. [Tri Wuryanto]

islah merupakan kewajiban bagi umat Islam, baik secara personal maupun sosial. Penekanan islah ini lebih terfokus pada hubungan antara sesama umat manusia dalam rangka pemenuhan kewajiban kepada Allah Swt.
ternyata Resto hotel Ros-in juga menyediakan kuliner tradisional yang sudah termasuk barang langka. Baru tersadar. Kembali ke diri sendiri. Bahwa saya tampaknya perlu berlatih dan banyak membaca, bagaimana agar bisa menemukan kesadaran. Kesadaran bisnis yang begitu banyak peluang, banyak tantangan dan banyak sekali yang bisa kita lakukan. Tentunya akan lebih baik, kalau yang dibaca dan dipelajari adalah buku yang sudah berisi gambaran bisnis dalam jangka panjang sesuai bidang yang dijalani. Dan tentunya, mungkin untuk kita kerjakan agar peluang tersebut menjadi pintu gerbang kesuksesan. Wah, tampaknya sudah ada gambaran beberapa buku yang mau saya baca dan pelajari. Tinggal action nya nih yang harus dimantapkan. Sebagaimana sering saya mendengar Ustad Saat Suharto, Ketua Pengurus TAMZIS mengatakan bahwa sebagai pribadi mujahid kamu harus selalu islah (perdamaian) dan perbaikan serta melakukan peningkatan kapasitas diri terus menerus untuk mencapai falah (kebahagian dunia dan akhirat). Memang, islah sendiri berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti memperbaiki, mendamaikan dan menghilangkan sengketa atau kerusakan. Artinya, seseorang harus selalu berusaha menciptakan perdamaian, membawa keharmonisan, menganjurkan orang untuk berdamai antara satu dan lainnya, melakukan perbuatan baik berperilaku sebagai orang suci (baik).

72

Tamaddun edisi 39/ th.09/ Januari-Februari 2014

LAPORAN TAMADDUN (BAITUL MAAL TAMZIS)

Start With Smile


Mulailah hari-hari Anda dengan sedekah, paling tidak dengan senyum yang ramah
Tamaddun edisi 39/th.09/Januari-Februari 2014

LAPORAN TAMADDUN (BAITUL MAAL TAMZIS)

LAPORAN Penerimaan ZAKAT, INFAK DAN WAKAF Tamaddun Bulan Januari 2014

PENERIMAAN ZAKAT

PENERIMAAN INFAK

PENERIMAAN INFAK

Tamaddun edisi 39/th.09/Januari-Februari 2014

LAPORAN Kas ZAKAT & INFAK Tamaddun Bulan Januari 2014


PENERIMAAN WAKAF

Mudah-mudahan Allah memberi pahala kepadamu atas apa yang telah engkau berikan, dan menjadikannya pensuci dosa bagimu, dan memberkati atas apa yang masih ada ditanganmu

Tamaddun edisi 39/th.09/Januari-Februari 2014

LAPORAN NISBAH (BAGI HASIL) IJABAH

Laporan Bagi Hasil IJABAH TAMZIS Periode November 2013- Januari 2014 per Rp. 1.000.000,Ijabah (Bulan) 1 s/d 2 3 s/d 5 6 s/d 11 12 s/d 23 >=24 Nisbah Anggota:TAMZIS 32,50%:67,50% 40,00%:60,00% 45,00%:55,00% 47,50%:52,50% 50,00%:50,00%

NO 1 2 3 4 5

November 7.500 9.240 10.390 10.970 11.550

Desember 7.460 9.180 10.330 10.910 11.480

Januari 7.470 9.200 10.350 10.930 11.500

Foto: Kantor TAMZIS Klampok Banjarnegara Jawa Tengah

Berkembang penuh barokah

Tamaddun edisi 39/th.09/Januari-Februari 2014

Foto-foto: koleksi Baitul Maal BMT Fastabik Pati, Forum Baitul Maal Wonosobo dan Majalah Tamaddun

Arofa Bakh ar