Anda di halaman 1dari 3

1.

Pemberian Obat Pervaginam

1.1 Pengertian Pemberian Obat Pervaginam Merupakan cara pemberian obat dengan memesukkan obat melalui vagina, yang bertujuan untuk mendapatkan terapi obat dan mengobati saluran vagina atau serviks. Obat ini tersedia dalam bentuk krim dan suppositoria yang digunakan untuk mengobati infeksi lokal.

1.2 Tujuan Pemberian Obat Pervaginam 1.Mengobati infeksi pada vagina 2. Menghilangkan nyeri, rasa terbakar dan ketidaknyamanan pada vagina 3. Mengurangi peradangan

1.3 Indikasi dan Kontraindikasi 1. Indikasi Vaginitis, keputihan vagina dan serviks (leher rahim) karena berbagai etiologi, ektropia dan parsio dan serviks. Servik sebagai hemoestasis setelah biopsy dan pengangkatan polip di serviks, erosi uretra eksterna dan popiloma uretra kondiloma akuminata. Luka akibat penggunaan instrument ginekologi untuk mempercepat proses penyembuhan setelah electron koagulasi. 2. Kontraindikasi Jangan diberikan pada orang yang mempunyai kecenderungan hipersensitif atau alergi.

1.4 Macam-macam Obat Pervaginam Tersedia dalam bentuk krim dan suppositoria yang digunakan untuk mengobati infeksi lokal. Satu ovula dimasukan sedalam mungkin ke dalam vagina setiap hari sebelum tidur selama 1-2 minggu boleh dipakai sebagai pengobatan tersendiri atau sebagai terapi interval pada kontensasi. Pamakaian selama masa haid (menstruasi) tidak dianjurkan Contoh obat supositoria vagina : a. Flagil Supositoria b. Vagistin Supositoria c. Albotil Supositoria d. Mistatin Supositoria e. Tri Costatis Supositoria f. Neoginoksa Supositoria

1.5 Keuntungan dan Kerugian Pemberian Obat Pervagina 1. Keuntungan a. Proses penyembuhan lebih cepat, dimana jaringan nekrotik dikoagulasi dan kemudian dikeluarkan. b. Mengobati infeksi pada vagina. c. Mengurangi peradangan 2. Kerugian Dapat menimbulkan pengeluaran jaringan rusak, dan dalam vagina berupa bau dan rasa tidak nyaman.

1.6 Prosedur Pemberian Obat Pervaginam 1. Persiapan Alat :

a. Obat dalam tempatnya b. Aplikator untuk krim vagina c. Pelumas untuk supositoria d. Sarung tangan sekali pakai e. Pembalut f. Handuk bersih g. Perlak/pengalas h. Gorden / sampiran

2. Persiapan Pasien dan Lingkungan : a. Menjelaskan kepada pasien tujuan tindakan yang akan dilakukan. b. Memebritahukan prosedur tindakan yang akan dilakukan. c. Menutup jendela, korden, dan memasang sampiran atau sketsel bila perlu. d. Menganjurkan orang yang tidak berkepentingan untuk keluar ruangan.

3. Pelaksanaan

a. Cuci tangan. b. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan. c. Gunakan sarung tangan. d. Buka pembungkus obat dan pegang dengan kain kasa. e. Bersihkan sekitar alat kelamin dengan kapas sublimat. f. Anjurkan pasien tidur dalam posisi dorsal recumbert. g. Apabila jenis obat suppositoria maka buka pembungkus dan berikan pelumas pada obat. h. Regangkan labia minora dengan tangan kiri dan masukkan obat sepanjang dinding kanal vaginal posterior sampai 7,5-10 cm. i. Setelah obat masuk, bersihkan daerah sekitar orifisium dan labia dengan tisu.

j. Anjurkan untuk tetap dalam posisi kurang lebih 10 menit agar obat bereaksi. k. Cuci tangan. l. Catat jumlah, dosis, waktu, dan cara pemberian. Catatan: apabila menggunakan obat jenis krim, isi aplikator krim atau ikuti petunjuk krim yang tertera pada kemasan, renggangkan lipatan labia dan masukkan aplikator kurang lebih 7,5 cm dan dorong penarik aplikator untuk mengeluarkan obat dan lanjutkan sesuai langkah nomor 8,9,10,11.

Azis, Musrifatul. 2008. Praktikum Keterampilan Dasar Praktik Klinik. Jakarta : Salemba Medika www.docstoc.com/docs/159725669/Pemberian-Obat-Pervaginam-Dan