Anda di halaman 1dari 17

BAB I PENDAHULUAN

Program Penilaian Peringkat Kinerja perusahaan yang selanjutnya disebut Proper adalah program penilaian terhadap upaya penanggung jawab usaha dan atau kegiatan dalam mengendalikan pencemaran dan atau kerusakan lingkungan hidup (Pasal 1 Ayat (1) Keputusan Menteri Lingkungan Hidup (KepMenLH) Nomor : 127/MENLH/2002 tentang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Dasar hukum Proper adalah ketentuan Pasal 10 Huruf e UU 23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPLH) jo. UU 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH. Ketentuan tersebut menyatakan, bahawa dalam rangka pengelolaan lingkungan hidup pemerintah berkewajiban mengembangkan dan menerapkan perangkat yang bersifat preemtif, preventif, dan proaktif dalam upaya pencegahan penurunan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup.

PROPER merupakan salah satu sarana kebijaksanaan (policy tool) yang dikembangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dalam rangka mendorong penaatan penanggung jawab usaha dan/ atau kegiatan terhadap berbagai peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan hidup, melalui instrumen informasi dengan melibatkan masyarakat secara aktif. Oleh sebab itu,

proper terkait erat dengan penyebaran informasi kinerja penaatan masing-masing perusahaan kepada seluruh stakeholder pada skala nasional.

Menurut Koesnadi Hardjasoemantri, prinsip dasar dari pelaksanaan Proper adalah mendorong perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup melalui instrumen insentif reputasi/ citra bagi perusahaan yang mempunyai kinerja pengelolaan lingkungan yang baik (berperingkat hijau dan emas) dan instrumen disinsentif reputasi/ citra bagi perusahaan yang mempunyai kinerja pengelolaan lingkungan yang buruk (berperingkat merah dan hitam).

Peringkat tersebut, diharapkan menjadi landasan bagi masyarakat untuk dapat menilai dan kemudian mengaktualisasikan hak berperan serta dalam bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Hal tersebut, misalnya saja dilaksanakan melalui upaya pengawasan serta pemboikoitan produk-produk perusahaan yang memiliki peringkat buruk (hitam dan/ atau merah). Hal inilah menurut penulis, yang dimaksud sebagai suatu instrumen penaatan melalui sistem informasi kepada masyarakat.

Dengan kata lain, PROPER merupakan Public Disclosure Program for Environmental Compliance. Oleh karena itu, kebijakan proper sangat terkait erat dengan pemberian informasi lingkungan hidup oleh penanggung jawab usaha kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat mampu menyikapi secara aktif informasi tingkat penaatan Proper suatu perusahaan, dengan memberikan respon tertentu (baik atau buruk), berdasarkan informasi Proper tersebut. Sehingga

mampu mendorong perusahaan untuk lebih meningkatkan kinerja perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidupnya.

Selain itu, Proper terkait erat dengan hak masyarakat atas informasi lingkungan hidup serta hak untuk berperan serta dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, sebagaimana diatur dalam UU 23/1997 (UUPLH) jo. UU 32/2009 (UUPPLH). Pemenuhan hak-hak masyarakat tersebut, tentunya menuntut transparansi oleh kalangan penanggung jawab usaha/ kegiatan/ dunia usaha dalam memberikan informasi lingkungan hidup yang benar serta mudah untuk dipahami masyarakat.

BAB II PEMBAHASAN
Paket informasi PROPER yang disampaikan harus dapat dengan mudah dimengerti oleh para stakeholder. Untuk memudahkan langkah-langkah proaktif para stakeholder maka peringkat kineija penaatan perusahaan dalam PROPER dikategorikan dalam 5 (lima) peringkat wama, yaitu: Peringkat Emas ~ untuk usaha dan atau kegiatan yang telah berhasil melaksanakan upaya pengendalian pencemaran dan atau kerusakan lingkungan hidup dan atau melaksanakan produksi bersih dan telah mencapai hasil yang sangat memuaskan; Peringkat Hijau ~ untuk usaha dan atau kegiatan yang telah melaksanakan upaya pengendalian pencemaran dan atau kerusakan lingkungan hidup dan mencapai hasil lebih baik dari persyaratan yang ditentukan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku; Peringkat Biru ~ untuk usaha dan atau kegiatan yang telah melaksanakan upaya pengendalian pencemaran dan atau kerusakan lingkungan hidup dan telah mencapai hasil yang sesuai dengan persyaratan minimum sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku; Peringkat Merah ~ untuk usaha dan atau kegiatan yang telah melaksanakan upaya pengendalian pencemaran dan atau kerusakan lingkungan hidup tetapi belum mencapai persyaratan minimum sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Peringkat Hitam ~ untuk usaha dan atau kegiatan yang sengaja melakukan
perbuatan atau melakukan kelalaian yang mengakibatkan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan serta pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku atau tidak melaksanakan sanksi administrasi. Kami akan mengulas perusahaan yang mendapatkan peringkat Hijau dari kementerian Lingkungan Hidup . Perusahaan yang akan kami ulas lebih dalam adalah PT . BOFARMA.

Tentang Perusahaan
PT Bio Farma (Persero) adalah BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang sahamnya dimiliki sepenuhnya oleh pemerintah. Bio Farma merupakan satu-satunya produsen vaksin dan anti sera bagi manusia yang berkualitas internasional di Indonesia. Produksi vaksin dan anti sera ini diproduksi untuk turut serta mendukung program imunisasi nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia dengan kualitas derajat kesehatan yang lebih baik. Perusahaan ini berdiri dengan nama Parc Vaccinogene pada tanggal 6 Agustus 1890 berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Hindia Belanda Nomor 14 tahun 1890 yang kemudian diumumkan dalam Lembaran Negara Nomor 163 Tahun 1890. Perusahaan ini pada awalnya, menempati sebuah paviliun di Rumah Sakit Militer Weltevreden, Batavia yang saat ini telah berubah fungsi menjadi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD Gatot Soebroto), Jakarta. Saat ini, Bio Farma menjalankan bisnis perusahaan di dua lokasi yang berbeda, yaitu Jalan Pasteur No. 28 Bandung dengan luas lahan 91.058

m2 untuk fasilitas Produksi, Penelitian & Pengembangan, Pemasaran, serta Administrasi sedangkan lokasi di Cisarua, Lembang, Kabupaten Bandung Barat dengan luas lahan 282.441 m2 untuk pengembangbiakan dan pemeliharaan hewan laboratorium. Untuk mendukung kelancaran operasional, perusahaan memiliki juga Kantor Perwakilan di Gedung Arthaloka Lt. 3, Jalan Jendral Sudirman No. 2, Jakarta. Bio Farma senantiasa melakukan inovasi di berbagai bidang, seperti salah satunya di bidang produksi dengan mengacu pada standar internasional dan sistem manajemen mutu terkini. Dimana, perusahaan telah memperoleh sertifikasi CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) dari Badan Pengawasan Obat dan Makan (BPOM), Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2008, ISO 14001 : 2004, dan OHSAS 18001 : 2007. Atas hasil kerja keras, dedikasi dan loyalitas yang tinggi dari 900 karyawan perusahaan mampu mewujudkan produsen vaksin yang berstandar internasional. Bio Farma berharap mampu menjadi produsen vaksin yang diperhitungkan, baik di pasar nasional maupun internasional.

Produk
Bio Farma memproduksi vaksin dan anti sera bagi manusia, dimana pengawasan dan jaminan mutu dari seluruh produk PT Bio Farma (Persero) telah memenuhi standar internasional, baik dari unsur pengawasan mutu (quality control) dan jaminan mutu (quality assurance). Selain itu, proses produksi dan pengawasan mutu vaksin selalu dipantau oleh National Control Authority (NCA) / Badan POM (BPOM) RI yang diakui oleh WHO. Seluruh

produk PT Bio Farma (Persero) terbagi ke dalam 5 kategori vaksin, anti sera dan diagnostika, yaitu : VAKSIN VIRUS Vaksin Oral Polio Untuk pencegahan terhadap penyakit poliomyelitis Vaksin Campak Kering Untuk pencegahan terhadap penyakit Campak Vaksin Hepatitis B Rekombinan Untuk pencegahan terhadap penyakit Hepatitis B VAKSIN BAKTERI Vaksin TT Untuk pencegahan terhadap penyakit Tetanus dan Tetanus Neonatal (Tetanus pada bayi baru lahir) Vaksin DT Untuk pencegahan terhadap penyakit Diphtheria (difteri) dan Tetanus Vaksin DTP Untuk pencegahan terhadap penyakit Diphtheria, Tetanus dan Pertusis Vaksin BCG Kering

Untuk pencegahan terhadap penyakit Tuberkulosis Vaksin Td Untuk pencegahan terhadap penyakit Tetanus dan Difteri untuk anak usia 7 tahun ke atas VAKSIN KOMBINASI Vaksin DTP-HB Untuk pencegahan terhadap penyakit Diphtheria,Tetanus, Pertussis (batuk rejan) dan Hepatitis B ANTI SERA Serum Anti Tetanus Untuk pengobatan terhadap penyakit tetanus Serum Anti Difteri Untuk pengobatan terhadap penyakit diphtheria Serum Anti Bisa Ular Untuk pengobatan terhadap gigitan ular berbisa yang mengandung efek neurotoksik (Naja sputratix / ular kobra dan Bungarus fasciatus / ular belang) dan efek hemotoksis (Ankystrodon rhodostoma / ular tanah)

DIAGNOSTIKA PPD RT 23 (Purified Protein Derivative) Untuk pengujian kepekaan seseorang terhadap infeksi tuberkulosis Serum Golongan Darah Untuk penentuan golongan darah Serum Aglutinasi untuk Diagnostik Untuk mengidentifikasi bakteri dari golongan Salmonella, Shigella, dan Escherichia coli yang berhasil diisolasi dari bahan pemeriksaan.

Bio Farma Raih Penghargaan PROPER Hijau


Penghargaan proper hijau merupakan penghargaan yang ke-empat kalinya sejak tahun 2008. Dalam mencapai keunggulan lingkungan hidup, Bio Farma berupaya menjalankan program pengembangan masyarakat. Melalui integrasi prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dalam produksi dan jasa, penerapan sistem manajemen lingkungan, 3R (Reuse, Recycle, danReduce), efisiensi energi, konservasi sumber daya, pelaksanaan bisnis yang beretika serta bertanggung jawab terhadap masyarakat. Pada dasarnya kepedulian Bio Farma terhadap lingkungan ini, tidak semata mata hanya sebatas menjaga lingkungan perusahaan sekitar terbebas dari limbah hasil produksi. Namun, bagaimana caranya lingkungan yang ada di sekitar terutama masyarakat sekitar perusahaan bisa berkembang dan tumbuh bersama

perusahaan. Melalui program SMART (Specific, Measurable, Achievable, Rational, & Timebound) Bio Farma menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang sejalan dengan prinsip triple bottom lines, yaitu 3P ( People, Planet dan Profit). Dengan adanya 3P sebagai panduan kegiatan CSR telah menggambarkan, Bio Farma tidak semata mata hanya mengejar profit saja, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap masyarakat (people) dan lingkungan (planet) Dengan potesi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang besar, Bio Farma menjalin kerjasama degan berbagai pihak terkait dan masyarakat melalui 4 pilar utama, yaitu: Program Kesehatan, Pendidikan, Ekonomi dan Lingkungan Hidup. Porgram CSR, Acces to Medicine and Healthcare, merupakan wujud kepedulian Bio Farma terhadap kesehatan masyarakat. Kepedulian ini bertujuan untuk meningkatkan kemudahan masyarakat khususnya di daerah terpencil untuk mendapatkan fasilitas kesehatan seperti obat-obatan, pemberian imunisasi gratis, pembuatan puskesmas dan posyandu, edukasi mengenai kesehatan, perbaikan gizi bayi dan balita serta pendampingan kader kesehatan.

Salah satu kegiatan yang telah dilaksanakan adala pemberian Vaksin Influenza gratis bagi 1600 peserta yang hadir pada peringatan Hari Kesehatan Nasional tanggal 12 November 2012 di Jakarta.

PT Bio Farma merupakan satu-satunya perusahaan farmasi yang mendapatkan Proper Hijau dari 46 penerima penghargaan serupa.

Penghargaan diberikan setelah Bio Farna dinilai telah memenuhi persyaratan sebagai perusahaan berperingkat hijau dalam kinerja pengelolaan lingkungan sesuai dipersyaratkan. Perusahaan BUMN satu-satunya produsen vaksin di Indonesia itu telah memiliki sistem pengelolaan yang ramah lingkungan dan melakukan upaya Reuse, Recycle dan Recovery (3R). Pengelolaan lingkungan antara lain pengendalian pencemaran air, udara sesuai dengan perundangan serta penanganan B3 sesuai dengan ketentuan dan persyaratan perijinan.

Peningkatan Akses kesehatan Masyarakat


Dalam beberapa tahun terakhir, Bio Farma mengalami kemajuan yang pesat sehingga sudah selayaknya kemajuan ini dapat dinikmati juga oleh masyarakat.Hal ini dilakukan sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada lingkungan di sekitar lingkungan perusahaan. Bio Farma selalu berupaya untuk memelihara keseimbangan antara kepentingan perusahaan dengan kepentingan stakeholders khususnya masyarakat umum. Bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan ini diwujudkan dengan meningkatkan pemberdayaan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di sekitar lingkungan perusahaan menjadi lebih baik. Bio Farma sebagai perusahaan kelas dunia menjalankan prinsip triple bottom lines, yaitu 3P (People, Planet, dan Profit).

Dengan adanya 3P sebagai panduan kegiatan CSR telah menggambarkan, Bio Farma tidak semata mata hanya mengejar profit saja, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap masyarakat (people) dan lingkungan.

Bina Lingkungan
Peningkatan Sarana Pendidikan Pengadaan Sarana belajar untuk Sekolah Dasar antara lain berupa: Komputer, Mebeuler, Bea Siswa Pendidikan dan Pelatihan. PelestarianAlam PKBL PT. Bio Farma ( Persero ) melalui program Bina Lingkungan membuat gebrakan baru dengan ikut serta dalam upaya pelestarian satwa liar Indonesia yang langka dan dilindungi undang-undang (UU) memlaui satwa liar yang dilindungi hasil operasi penertiban dan penyerahan sukarela oleh Masyarakat Penanaman Bibit Kopi Arabica untuk daerah sekitar Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

Vaksinasi Bagi Warga Daerah Terpencil


Pergantian musim kerap mendatangkan berbagai penyakit di

masyarakat. Untuk itu, diperlukan sejumlah upaya guna mengatasinya agar wabah penyakit tidak menyebar luas, khususnya di wilayah terpencil. Untuk itu, PT Bio Farma telah menyiapkan 10 ribu dosis vaksin flubio untuk program vaksinasi di sejumlah desa terpencil di Jawa Barat. Keberadaan vaksin ini sangat dibutuhkan pada masa pergantian musim dari hujan ke musim kering. Vaksin flubio sangat penting untuk mencegah flu.

Khususnya pada peralihan musim , telah disiapkan sekitar 10 ribu dosis vaksin flubio bagi masyarakat. Vaksinasi flubio bagi warga di desa terpencil dan di sejumlah daerah di Bandung Raya itu dilakukan tim dokter dalam program bakti sosial pengobatan massal yang melibatkan ribuan warga. Animo masyarakat untuk mendatangi program pengobatan dan bakti sosial kesehatan cukup tinggi. Terlebih, lokasinya di desa-desa terpencil yang kurang terakses fasilitas kesehatan. Vaksin flubio diberikan kepada orang dewasa dan anak-anak. Program ini juga ajang sosialisasi pentingnya vaksinasi kepada masyarakat. PT Biofarma menyiapkan 10 ribu dosis vaksin flubio dalam program yang digelar pada April 2013 itu dan siap ditambah dalam program-program berikutnya dengan sasaran warga di desa terpencil. Pelaksanaan bakti sosial kesehatan yang bertema Bulan Sehat itu dilakukan di Desa Sukamulya Caringin dan di Ujunggenteng, Kabupaten Sukabumi, yang dihadiri sekitar seribuan warga. Selain itu, program vaksinasi pada pergantian musim itu juga digelar di sejumlah desa di Bandung, Garut, dan Tasikmalaya. Peserta pengobatan massal itu mendapat kesempatan memeriksakan kesehatan dan mendapat obat gratis. Tujuan kegiatan ini sebagai kampanye kesehatan masyarakat dan memberikan penyadaran pentingnya memeriksakan kesehatan diri secara intensif

memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada. Untuk pelayanan jangka panjang, BUMN produsen vaksin satu-satunya di Indonesia itu juga membangun

posyandu

di

desa-desa

yang

menjadi

target

program

CSR.

Bakti sosial kesehatan itu merupakan salah satu program CSR perusahaan di samping program lainnya di bidang kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat daerah terpencil. Anggaran CSR PT Bio Farma pada 2013 mencapai Rp 20 miliar masing-masing Rp 13 miliar untuk program kemitraan dan Rp 7 miliar untuk program bina lingkungan. Pertengahan 2013, produsen vaksin yang telah mengekspor produknya ke 120 negara di dunia itu akan meluncurkan vaksin terbaru. Beberapa kegiatan yang telah Bio Farma lakukan dalam pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar, yaitu :

Penandatanganan nota kerjasama Bio Farma dengan Menteri Kesehatan Republika Indonesia dalam bidang kesehatan untuk accsess to health care bagi masyarakat

Pengelolaan dan pemeliharaan sungai Cikapundung Penanaman pohon di beberapa lahan kritis, seperti di Bandung, Ciamis, Sukabumi, Kuningan, Cirebon, dan lain-lain

Pembudidayaan ikan Koi bekerjasama dengan Mizumi Koi di Sukabumi Pembudidayaan bawang merah dan cabe rawit di Sukabumi Pembangunan desa ekowisata di Pantai Ujung Genteng, Sukabumi

Pembangunan green house sebagai tempat pembudidayaan bibit tanaman di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat

Pembangunan fasilitas kesehatan, pendidikan, sarana prasarana umum dan saran peribadahan

Membantu konservasi hewan langka dan dilindungi bekerjasama dengan Pusat Penyelamatan Satwa Cikanaga di Sukabumi

Penandatanganan nota kerjasama dengan RSHS dalam pengelolaan lingkungan sekitar

BAB III Kesimpulan dan Saran


Kesimpulan PT Bio Farma mendapatkan penghargaan proper hijau sebanyak empat kali dari Kementerian Lingkungan Hidup semenjak tahun 2008, dan PT Bio Farma berupaya menjalankan program pengembangan masyarakat melalui integrasi prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dalam produksi dan jasa, penerapan sistem manajemen lingkungan, 4R (Reuse, Recycle, Reduce dan recovery), efisiensi energi, konservasi sumber daya, pelaksanaan bisnis yang beretika serta bertanggung jawab terhadap masyarakat. Bio Farma sebagai perusahaan kelas dunia menjalankan prinsip triple bottom lines, yaitu 3P (People, Planet, dan Profit.

Saran

Sebaiknya PT Bio Farma bisa mempertahankan peringkat hijau yang telah didapatkan, agar tidak turun. Dan PT Bio Farma juga meningkatkan kinerja dan kegiatan dari CSR nya agar bisa meraih penghargaan Emas yang telah ditargetkan tahun 2013.