Anda di halaman 1dari 25

KATA PENGANTAR Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan

rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan makalah tentangArsitektur Renaissance, Barok, dan Rokoko. Saya mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah memberikan bantuan baik materil maupun spiritual dalam menyelesaikan makalah ini sehingga dapat diselesaikan dengan baik. Saya menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun, demikian saya telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga makalah ini dapat diselesaikan. Untuk kesempurnaan penulisan di masa yang akan datang, kritik dan saran yang sifatnya membangun sangatlah diharapkan. Dan saya berharap semoga karya ilmiah ini bermanfaat bagi seluruh pembaca. Agar dapat mengenal dengan baik cirri cirri arsitektur renaissance,barok, dan rokoko.

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR...................................................................................................... i DAFTAR ISI................................................................................................................ ii BAB 1 PENDAHULUAN..........................................................................................................1 A. Latar Belakang............................................................................................................1 B. Rumusan Masalah......................................................................................................2 C. Tujuan.........................................................................................................................2 D. Manfaat......................................................................................................................3 BAB II PEMBAHASAN.............................................................................................................1 A. RENAISSANCE............................................................................................ .1 B. BAROK........................................................................................................................12 C. ROKOKO......................................................................................................................14 BAB III KESIMPULAN...............................................................................................................24

BAB II PEMBAHASAN A. Arsitektur Renaissance Pada zaman Renaissance manusia maupun alam tidak digeneralisasikan,melainkan diperlakukan sebagai makhluk dan benda yang berdiri sendiri sendiri dan masing-masing mempunyai daya tarik sendiri.Masa Renaissance sering disebut juga masa pencerahan, karena menghidupkan kembali budayabudaya klasik,hal ini disebabkan banyaknya pengaruh filsuf-filsuf dari Yunani dan Romawi.Renaissance yang berarti kelahiran kembali, ingin mengungkap kembali kebudayaan masa lalu yaitu zaman keemasan Romawi sebagai titik tolak pemikiran intelektual masa Renaissance. Perkembangan penting pada zaman Renaissance dimulai di Itali pada tahuntahun kemunduran abad pertengahan sekitar tahun 1300.Perubahan tersebut adalah paham yang menaruh perhatian pada masalah dunia, masyarakat yang praktis dan sadar diri serta perubahan sekuler, Ilmu pengetahuan,ketatanegaraan, kesenian, dan keagamaan berkembang dengan baik di masa Renaissance ini,tidak seperti dimasa sebelumnya yang lebih menitik beratkan pada masalah keagamaan terutama agama Kristen sehingga pengaruh otorita seorang pemimpin gereja sangat kuat.Di masa Renaissance ini,arsitekturnya ikut berusaha menghidupkan kembali kebudayaan klasik jaman Yunani dan Romawi dengan jalur garap dan jalur pikir yang tersendiri, tidak menggunakan jalur garap dan pikir Yunani-Romawi. Dengan demikian, meskipun dalam wajah dan tatanan arsitektur terdapat kemiripan atau kesamaan,tetapi bukan semata-mata pencontohan dan menduplikat gaya arsitektur sebelumnya. Seni Teknologi dan Arsitektur

Giotto adalah seniman Renaissance dari Firence yang pertama kali menguasai penggunaan persfektif mekanis, pemakaian bentuk anatomi manusia, serta eksperimen tentang chiaroscuro, yaitu suatu cara melukis bayangan dengan maksud memberikan ketajaman pada bentuk-bentuk yang terkena bayangan. Hal diatas merupakan 3 unsur pokok bagi pelukis masa Renaissance pada awalnya. Selanjutnya azas persfektif mekanis ditemukan oleh Arsitek Brunelleschi, yang menemukan prisip-prinsipnya pada saat menelaah proporsi bangunan Romawi kuno. Azas-azas persfektif, suatu telaah yang mempesonakan seniman Renaissance, memperlihatkan bagaimana persfektif mengungkapkan kesan kedalaman suatu permukaan yang datar, semua garis bertemu sebelum mulai melukis.

Teknik Sfumato sebagai pengembangan dari teknik Chiarooscuro, yakni pengaburan atau peremangan garis bentuk suatu benda sehingga menyatu dengan keadaan kelilingnya, sehingga memperkuat kesan obyek. Karakter Arsitektur Proporsi yang harmonis menguasai perhatian arsitek pada masa tersebut. Mereka berusaha menghubungkan matra tiap bagian utama bangunan dengan satu modul, atau satuan panjang yang menjadi dasar. Misalnya proporsi Michelangelo yang rumit pada rancangan gereja St. Petrus (yang tidak pernah dilaksanakan ), adalah suatu bangunan duikur secara vertikal dengan perbangdingan 3 : 2 : 1. Garis bentuk bangunan merupakan segitiga samasisi yang merupakan bentuk geometris yang benar-benar simetri. Analisa Perbandingan

Bentuk denah keseluruhan simetri. Menara lebih sederhana dalam bentuk maupun jumlahnya. Kesan skyline horisontal. Atap kembali pada lingkaran tanpa rib / rusuk, sehingga ketebalannya sama (kesan kekokohan Romawi ditonjolkan kembali) Pedoman klasik (Yunani dan Romawi) dipergunakan kembali dan distandarkan menurut pemikiran humanis Ciri khas bangunan masa renaissance

Contoh bangunan gaya renaissance yang memperlihatkan tiang-tiang gaya klasik Pemerintahan dengan sistem kerajaan mulai digunakan, sehingga tercermin dalam bangunan-bangunan istana dan benteng dengan bentuk klasik.Di sini kerajaan dipimpin oleh dua kekuasaan yakni pertama adalah kekuasaan raja dan yang kedua adalah kekuasaan pemimin agama. Konflik dan perebutan kekuasaan antara raja dan

agama yang mewarnai berjalannya jaman ini, kemudian diperramai lagi dengan munculnya kekuasaan baru yakni ilmu dan pengetahaun. Dengan demikian, di jaman ini da-pat kita saksikan sosok perorangan yang ilmuwan, seniman dan sekaligus orang yang religius seperti Leonardo da Vinci; namun di sisi lain dapat pula disaksikan martir dalam keyakinan terhadap ilmu dan pengetahuannya, seperti Galileo Galilei

Arsitektur Renaisans (yang berjaya dalam abad 1517 M) memperlihatkan sejumlah ciri khas arsitektur. Munculnya kembali langgam-langgam Yunani dan Romawi seperti bentuk tiang langgam Dorik, Ionik, Korintia dan sebagai-nya; (meskipun pada perkembangan selanjutnya peng-gunaan langgam tersebut mulai berkurang) dapat disam-paikan sebagai ciri yang pertama. Bentuk-bentuk denahnya sangat terikat oleh dalil-dalil yang sistematik, yaitu bentuk simetris, jelas dan teratur dengan teknik konstruksi yang bersahaja (kalau dibandingkan dengan masa sekarang, masa abad 20 khususnya). Di satu pihak, ketaatan pada dalil-dalil ini mencerminkan perlakuan yang diberlakukan pada arsitektur yakni, arsitektur ditangani dengan menggunakan daya nalar atau pikiran yang rasional.

Perlakuan yang menggunakan daya nalar ini sekaligus menjadi titik penting perjalanan arsitektur Barat mengingat sebelumnya arsitektur sepenuhnya diperlakukan hanya dengan menggunakan daya rasa seni bangunan. Dengan kesetiaan pada dalil itu pula sebaiknya kehadiran detil dan perampungan yang ornamental maupun dekoratif diposisikan. Maksudnya, unsur-unsur yang ornamental dan dekoratif dari bangunan dihadirkan sebagai penanda dan penunjuk bagi dalil-dalil yang digunakan. Sebuah ilustrasi sederhana dapat disampaikan di siniDengan perhitungan dan pertimbangan struktur/konstruksi bangunan, maka jarak antar kolom dapat dibuat sebesar a meter. Akan tetapi, karena jarak a meter dengan tinggi kolom yang b meter tidak menghasilkan kesesuaian dengan dalil yang menunjuk pada perbandingan 2b=3a, maka di antara kedua kolom itu dimunculkanlah rupa yang tak jauh berbeda dari rupa kolom (dinamakan pilaster) sehingga nisbah (ratio) 2b:3a dapat dipenuhi. Ringkas kata, dalam masa Renaisans ini terjalinlah kesatuan gerak dalam berarsitektur, yakni kesa-tuan gerak nalar dan gerak rasa. Di masa ini pula arsitektur Yunani dan Romawi ditafsir kembali (reinterpretation) dengan menggunakan nalar (di-matematik-kan) dengan tetap mempertahankan rupa-pokok Yunani (pedimen dan pilar/kolom yang menandai konstruksi balok dipikul tiang)) serta Romawi (bangun dan konstruksi busur, yakni konstruksi bagi hadirnya lubangan pada konstruksi dinding pemikul

(gambar konstruksi balok yang dipikul tiang khas yunani dan gambar dimana hadirnya lubang (ukiran) pada konstruksi dinding pemikul khas romawi)

Dimana tiang-tiang beserta balok murni masuk ke dalam arsitektur Yunani. Gaya ini disebut Gaya Dorik dan lebih murni dibandingkan gaya ionic.Tiang gaya ionik dari Bait Olympicon terkesan lebih muda. Lebih elegan dan lebih langsing. Setelah tahun 1600-an, arsitektur Renaisans mulai meninggalkan gaya-gaya klasik, kemudian disambung dengan kebudayaan Barok (Baroque) dan Rococo. Barok dan Rococo dianggap merupakan bentuk dari kebudayaan Renaisans juga. Contoh bangunan dari aliran Barok adalah: 1.Gereja Basilika St. Petrus, Roma (Vatikan)

Pembangunan gereja basilika ini dimulai tahun 1506, untuk menggantikan sebuah gereja yang sudah berumur 1200 tahun, yang terdiri tas makam St. Petrus ( Zaman Kristen Awal )setelah para arsitek bersaing untukmengajukan rancangannya, pemenangnya adalah Donate Bramante. Kemudian para arsitek lainnya seperti Raffaelo dan Michaelangelo berulang kali melakukan perubahan besar. Ketika Kathedral itu selesai dibangun pada tahun 1623, hanya kubah besarnya saja rancangan Michaelangelo yang menyerupai rencana asli. Diatas deretan pilar, berdiri patung-patung besar (orang-orang yang dihormati dalam agama kristen) menghadap halaman dalam membentuk oval. Patung tersebut bergaya barok yang dirancang oleh Bernini puluhan tahun kemudian.

2.St.Maria Del Voire, Florence

Kubah pada kathedralnya digubah oleh Brunellechi, sedangkan kampanilnya oleh Giotto pada masa renaissance awal. 3.Doges Palace, Venice

4.El Escorial, Spain

5.Villa Barbaro, Maser, Italy

6.Papal Palace, Avignon, France

7.San Zaccaria, Vinece.

B. Arsitektur Baroque (barok)

Baroque merupakan istilah untuk mengkategorikan perkembangan peradaban manusia (termasuk seni) dalam sebuah era yang terjadi di Eropa. Sekitar tahun 1600-1750, gerakan ini terjadi. Oleh karena itu, merupakan bagian akhir dari zaman renaisance dan merupakan awal gerakan protestantism yang terjadi di Jerman bagian utara dan Belanda. Baroque mempunyai arti mutiara pelengkap yang bentuknya tidak teratur atau tidak simetris. Dalam hal ini, karya-karya seni yang tercipta pada zaman baroque juga merupakan cerminan keadaan zaman tersebut sehingga memiliki ciri-ciri khusus yang tentunya berbeza dengan corak seni pada zaman-zaman sebelumnya. Menurut Barnes, corak seni baroque mengandung unsur tekanan yang kuat, kekuatan emosi, dan sesuatu yang elegan (Barnes, 2005). Arsitektur baroque mempunyai ciri-ciri tersendiri. Menurut Sullivan (2005), bahwa karateristik seni Baroque terbentuk dari beberapa unsur, seperti sense of movement, energy dan tension. Salah satu teknik visualisasi yang terkenal pada zaman baroque adalah teknik chiaroscuro yang digunakan oleh seorang pelukis Belanda yang bernama Rembrandt Harmenszoon van Rijn. ciri visual yang melekat pada corak seni Baroque adalah kontras cahaya (gelap-terang) yang dominan dan menghasilkan kesan dramatis pada lukisan. Baroque juga memiliki beberapa karakteristik diantaranya naves yang zaman sebelumnya panjang dan sempit digantikan oleh bentuk yang lebih lebar dan sirkular, penggunaan cahaya secara dramatis, kaya akan ornamen, langit-langit yang dipenuhi fresco (wall painting) dalam skala besar, facade eksternal yang memiliki karakter proyeksi terpusat yang dramatis, interior seringkali tidak lebih dari tempat bagi lukisan dan patung ukiran.

Beberapa kota yang menganut aristektur Baroque memiliki fungsi sebagai tempat ibadah (San Benedetto, Catania), sebagai pusat pemerintahan, tempat ziarah dan tempatpusat interaksi kegiatan masyarakat baik formal maupun informal. Ada beberapa tokohdalam seni baroque yaitu :Michelangelo Merisi Dacaravagio. Beliau menggunakan karateristik seni design dengan menganalogikan ukiran dengan simetris tubuh manusia.

Francesso Borromini. Beliau mempunyai karakteristik seperti florid, bergaya ekspansive, designnya cenderung lebih memperhatikan bentuk geometric daripada proporsi skala manusia dan pencahayaan. Contoh hasil karyanya adalah katerdal San Carlo Alle Quatro Fontane, Roma dan San Ivo della Sapienza, Roma. Giovanni Lorenzo bernini. Beliau menggunakan gabungan antara arsitektur, lukisan dan ukiran dengan bentuk yang dinamis. Salah satu rancangannya adalah Piazza Navona di Roma, Italia dan Santo Andre al Quirinale

Rembrandt Harmenszoon van Rijn. Beliau menggunakan teknik yang dikenal dengan sebutan chiaroscuro yang berasal dari dua kata dalam bahasa Italia yaitu kata chiaro yang berarti terang, dan oscuro yang berarti gelap.
Masa kegelapan terjadi ketika Kekaisaran Romawi hancur menjadi kerajaankerajaan vasal sedangkan Kehalifahan Islam yang telah menghancurkan Kekaisaran Persia semakin meluas dari Asia, Afrika, hingga Eropa. Kerajaan-kerajaan vasal sibuk memperbutkan kekuasaan dan arsitektur romanesk serta arsitektur gotik hadir sebagai saksi sejarah yang gelap ketika Kekhalifahan Islam mendirikan provinsi Andalusia di semenanjung Spanyol dan arsitektur islam hadir sebagai saksi sejarah lahirnya sains modern. Andalusia menerapkan keseimbangan dalam hal monastik agama Islam juga banyak menerjemahkan manuskrip filsafat Yunani yang sekuleris dunia sehingga lahirlah filsafat-filsafat yang saling memperkuat dalil agama dan rasio dunia. sehingga mendukung lahirnya sain modern. Masa kegelapan mulai memuncak ketika kerajaan-kerajaan vasal mulai berperang secara bar-bar memperebutkan Andalusia karena kesejahteraan negerinya. Kerajaan vasal menggunakan ideologi monastik kristennya untuk menyerang keislaman Andalusia yang semakin mengecil. Sains modern yang sedang berkembang di Andalusia mulai diadaptasi oleh aggressor-aggressor vasal sehingga mulai tersebarlah sains modern di Eropa. Lamakelamaan sains yang menjadi konsumsi umum di Eropa membuat revolusi (perubahan) dalam peradaban. Budaya-budaya monastik buta tanpa rasio mulai ditinggalkan secara keseluruhan, sekuleris menyebar dengan menjunjung tinggil akal, agama di eropa kini hanya menjadi simbol tanpa arti, dan filsafat mulai digemari layaknya pada masa klasik, inilah saat kelahiran masa renaisans (pencerahan).

C. ARSITEKTUR ROKOKO Di era renaisans, arsitektur sebagai produk budaya di Eropa kembali menggunakan langgam klasik (arsitektur neo-klasik) yang bernilai sama dengan masa klasik yakni rasionalisme. Dalam perkembangannya, era renaisans berpengaruh dalam mengubah paradigma arsitektur sebagai produk yang sakral (gereja) menjadi lebih profan (umum atau pemerintahan) bahkan memprofankan hal sakral (patung dan lukisan Yesus). Kembali menerapkan nilai-nilai arsitektur klasik dalam mengatasi arsitektur gotik yang dianggap semakin melenceng dari kaidah keindahan sesuai dengan arsitektur klasik sebagai dasarnya (karena arsitektur gotik lahir dari arsitektur klasik). Di era renaisans, bangunan banyak didirikan oleh insinyur yang dianggap mampu membuat bangunan dengan sempurna sesuai dengan rasio. Adanya sekolah, kesenjangan antara arsitek dan tukang menjadi embrio budaya kapitalisme yang akan berkembang selanjutnya. IV. Arsitektur Barok dan Rokoko - Budaya: borjuis, sekuleris - Nilai: manerisme (mengatasi renaisans), proto-sosialisme - Preseden: arsitektur klasik, seni renaisans, arsitektur gotik - Contoh: Basilica of Santa Maria degli Angeli, Italia; Queluz National Palace, Portugal; St. Peter Basillica, Italia; San Giovanni Basilica, Italia; Royal Palace of La Granja de San Ildefonso, Spanyol; Sant'Agnese in Agone, Italy; Cathedral Metropolitania Mexico; Castello di Racconigi, Italia; Royal Palace Madrid, Spanyol; Santiago de Compostela Cathedral, Spanyol; Catherine Palace, Rusia - Keprofesian: arsitek terkenal: Agostino Vallini, Cardinal Vicar, Carlo Maderno, Donato Bramante, Filippo Juvarra, Francesco Borromini, Giacomo Barozzi da Vignola, Gian Lorenzo Bernini, Johann Friedrich Braunstein, Mateus Vicente de Oliveira Orang kaya-orang kaya baru (bukan berdarah bangsawan) muncul akibat era renaisans, agama mulai ditinggalakan dan masyarakat mulai sibuk dengan urusan sekuler seperti perdagangan. Uang sebagai modal semakin membuat budaya kapitalisme berkembang dan mulai terjadinya kesenjangan sosial di masyarakat. Orang kaya-orang kaya baru ini kemudian mulai menguasi masyarakat karena kekuasaan dan gelar kebangsawanpun mulai ditinggalkan. Orang kaya-orang kaya baru ini memainkan peran yang penting dalam budaya saat itu dan

untuk menunjukan kekuasaannya mereka mulai bermegah-megahan untuk membuat karya arsitektur hasil dari imajinasi dan angan-angan mereka baik itu berupa tempat tinggal pribadi sampai tempat peribadatan dengan mencampurkan seluruh gaya arsitektural yang ada sehingga membuat karya arsitektur tersebut detail dan fantastis.

Gambar: Giacomo Barozzi da Vignola - Basilica of Santa Maria degli Angeli, Italia

Arsitektur Barok di atas memeperlihatkan bahwa arsitektur ini mengembangkan arsitektur gotik, dapat dilihat dari elemen bangunan yang mirip namun memiliki perbedaan dalam segi kerumitan detail dekorasi yang lebih ekstrem dari arsitektur gotik ditambah elemen patung dan relief.

Perlu dicatat bahwa memang tidak semua arsitektur barok dan arsitektur rokoko dimiliki oleh borjus, bangsawan dan pemuka agama pun mengikuti tren ini akibat budaya renaisans yang kemudian membaur dengan bias gotik ini namun memang peran bangsawan dan pemuka agama tidak sebesar borjuis yang banyak memakai langgam arsitektur ini

Gambar: Mateus Vicente de Oliveira - Queluz National Palace, Portugal

Gambar: Donato Bramante, Michelangelo, Carlo Maderno and Gian Lorenzo Bernini - St. Peter Basillica, Italia

Arsitektur barok dan arsitektur rokoko adalah nama langgam arsitektur hasil imajinasi orang kaya baru (borjuis) ini memiliki 2 kepribadian yang bergantung pada kepribadian borjuis itu sendiri. Arsitektur barok lebih menitikan pada elemen bayangan pada karya arsitektur, gelap, mencekam, khidmat. Arsitektur rokoko lebih arogan menitik beratkan pada detail,

cerah, mengagumkan, dan agung. Kedua arsitektur ini bertujuan hal yang sama yakni bermegahan dengan detail keindahan.

Berikut contoh arsitektur barok:

Gambar: Agostino Vallini, Cardinal Vicar - San Giovanni Basilica, Italia

Gambar Filippo Juvarra - Royal Palace of La Granja de San Ildefonso, Spanyol

Gambar: Francesco Borromini - Sant'Agnese in Agone, Italy

Gambar: Cathedral Metropolitania Mexico

Berikut contoh arsitektur rokoko:

Gambar: Guarino Guarini - Castello di Racconigi, Italia

Gambar Filippo Juvarra - Royal Palace Madrid, Spanyol

Berikut contoh yang mungkin paling eksetrem untuk arsitektur barok yang seperti candi dengan banyak mencampuradukan gaya arsitektur ditambah warna kelam dan arsitektur rokoko yang sangat mewah ditambah cat yang mencolok:

Gambar Santiago de Compostela Cathedral, Spanyol

Gambar Johann Friedrich Braunstein - Catherine Palace, Rusia

Arsitektur barok dan arsitektur rokoko ini justru menjadi simbol pergerakan borjuis dalam mengatatasi era renaisans karena era tersebut cukup mengekang kemerdekaan, keuntungan hanya berputar di golongan para bangsawan yang melupakan hidup rakyat jelata. Era kemerdekaan inipun ditandai oleh melencengnya gaya arsitektur barok dan arsitektur rokoko dari arsitektur klasik dan seni renaisans yang umum saat itu dilihat dengan mencampurkan banyak langgam yang ada. Nampak budaya seperti ini merupakan pengaruh bias arsitektur gotik yang juga banyak bereksperiman dengan langgam lain dan dianggap melenceng dari kaidah keindahan sesuai dengan arsitektur klasik. Era kemerdekaan ini juga lagi-lagi ditandai oleh arsitektur barok dan arsitektur rokoko yang dalam pembuatannya menggunakan sistem guilda dimana tukang-tukang dipekerjakan dalam rangka memperbaiki kondisi finasial mereka sebagai kepedulian dari borjuis terhadap sesamanya yang bukan bangswan. Budaya ini akan menjadi embrio budaya sosialisme yang akan selalu menentang budaya kapitalisme.

BAB III KESIMPULAN

Arsitektur Renaissance adalah arsitektur periode antara tanggal 15 dan awal abad ke-17 awal di berbagai daerah di Eropa, menunjukkan kebangkitan sadar dan pengembangan unsur-unsur tertentu dari Yunani kuno dan Romawi pemikiran dan budaya material. Gaya, arsitektur Renaissance mengikuti arsitektur Gothic dan digantikan dengan arsitektur Barok . Dikembangkan pertama di Florence , dengan Filippo Brunelleschi sebagai salah satu inovator, yang gaya Renaisans dengan cepat menyebar ke kota-kota Italia lainnya. Gaya dibawa ke Perancis, Jerman, Inggris, Rusia dan bagian lain Eropa pada tanggal yang berbeda dan dengan berbagai tingkat dampak. Gaya Renaisans tempat penekanan pada simetri , proporsi , geometri dan keteraturan bagian seperti yang ditunjukkan dalam arsitektur zaman klasik dan khususnya arsitektur Romawi kuno , yang tetap banyak contoh. Pengaturan tertib kolom , pilaster dan ambang , serta penggunaan lengkungan setengah lingkaran, hemispherical kubah , ceruk dan aedicules mengganti sistem proporsional lebih kompleks dan profil teratur abad pertengahan bangunan.
Arsitektur barok dan arsitektur rokoko ini justru menjadi simbol pergerakan borjuis dalam mengatatasi era renaisans karena era tersebut cukup mengekang kemerdekaan, keuntungan hanya berputar di golongan para bangsawan yang melupakan hidup rakyat jelata. Era kemerdekaan inipun ditandai oleh melencengnya gaya arsitektur barok dan arsitektur rokoko dari arsitektur klasik dan seni renaisans yang umum saat itu dilihat dengan mencampurkan banyak langgam yang ada. Nampak budaya seperti ini merupakan pengaruh bias arsitektur gotik yang juga banyak bereksperiman dengan langgam lain dan dianggap melenceng dari kaidah keindahan sesuai dengan arsitektur klasik. Era kemerdekaan ini juga lagi-lagi ditandai oleh arsitektur barok dan arsitektur rokoko yang dalam pembuatannya menggunakan sistem guilda dimana tukang-tukang dipekerjakan dalam rangka memperbaiki kondisi finasial mereka sebagai kepedulian dari borjuis terhadap sesamanya yang bukan bangswan. Budaya ini akan menjadi embrio budaya sosialisme yang akan selalu menentang budaya kapitalisme.