Anda di halaman 1dari 10

BAB I

HIPOVOLEMIA (KEKURANGAN VOLUME CAIRAN EKSTRASEL)


Definisi Hipovilemia adalah kehilangan cairan tubuh isotonic, yang disertai kehilangan natriunm dan air dan jumlah relative yang sama. Kekurangan cairan isotonic yang sering diartikan sebagai dehidrasi, istilah yang seharusnya hanya dipakai untuk kehilangan air murni relative yang menyebabkan terjadinya hipernatremia. ETIOLOGI Penyebab deficit volume extrasel dapat melalui extra renal atau melalui renal. a. Kehilangan melalui extra renal : 1. Kehilangan melalui saluran cerna 2. Lambung : muntah, penyedotan gastrointestinal 3. sus halus : !iare, iliostomi, vistula pancreas atau billiaris ". #erdarahan b. Kehilangan melalui kulit : 1. !ia$oresis 2. Luka bakar yang luas %hilang melalui penguapan& c. Kehilangan melalui ruang ketiga : 1. 'bstruksi usus 2. #eritonitis 3. (ombusio, berat ". )sites *. #ankreatitis +. ,$usi pleura -. (edera remuk atau $raktur paha .. /ipoalbumenia d. Kehilangan melalui renal 1. #anyebab dari ginjal 0e$ritis boros garam, $ase dioresis gagal ginjal akut. 2. #enyebab diluar ginjal : Kelebihan pemakaian deuretik e. !euresis osmotic : glikosuria diabetic, hiperalimentasi enteral atau parenteral, pengobatan dengan manitol. $. !e$isisensi aldosteron : penyakit )ddison, hippoaldosteronisme

PATOFISIOLOGI

#enyebab de$icit volume extra renal

#enurunan tekanan osmotic plasma

#eningkatan permeabilitas kapiler

'bstruksi aliran lim$e

#eningkatan hidrostatik kapiler

3asuknya cairan ke intertisial

1olume intravaskuler menurun 2trok volume menurun (ardiac output menurun

'edema

/ipovolemia

'liguria

3ukosa 3ulut kering

4erat badan menurun

/ipotensi

#er$usi jaringan menurun 2yok hipovolemik

Gambaran klinis deficit cairan extra sel 5ejala dan de$icit volume cairan bergantung pada kecep6atan dan besar perubahan yang terjadi. #ada kasus kehilangan volume yang banyak dan cepat, misalkan pada perdarahan, diare berat, atau tersimpannya banyak cairan diruang ketiga, maka gejala dan tanda terjadi mirip denga koleps dan syok sirkulasi. 0amun pada sebagian besar kasus proses de$icit cairan terjadi secara lebih perlahan. Tanda dan Gejala a. Lesu, lemah, dan lelah merupakan tanda a7al b. )noreksia c. /aus d. /ipotensi 'rtostatik %penurunan tekanan darah sistemik 819 mm/g& e. :akikardi %terjadi karena jantung berupaya untuk mempertahankan per$usi jaringan& $. #using, 2inkop g. #erubahan tingkat kesadaran h. #enuruna suhu, kecuali jika ada in$eksi i. ,ktremitas dingin j. ;aktu pengisian vena6vena tangan yang memanjang %lebih dari tiga sampai lima detik& k. 1ena jugularis mendatar pada possisi berbaring %mencerminkan penurunan aliran balik vena kejantung sisi kanan& l. #enuruna tekanan vena central m. 3ukosa mulut kering n. Lidah kering, terbelah6belah %normal, hanya ada satu alur longiotudinal digaris tengah& o. :urgor kulit buruk p. 'liguria %<39ml=jam& >. #enuruna berat badan yang cepat #enurunan 2? @ kekurangan ringan #enurunan *? @ kekurangan sedang #enurunan .? @ kekurangan berat r. /asil laboratorium #eningkatan hematokrit #eningkatan kadar protein serum 0aA serum normal Basio 4 0 atau kreatinin serum lebih 29:1 %normal @ 19:1& 4erat jenis urin tinggi

'smolalitas urin lebih "*9 m'smol=kg 0aA urin kurang 19 m,>=L%penyebab dari extra renal& 0aA urin 829 m,>=L%penyebab dari renal atau adrenal& (iri kahas dari de$icit volume cairan sedang sampai berat adalah meningkatnya kadar nitrogen urea darah %4 0& dan kreatinin plasma akibat menurunnya per$usi ginjal dan menurunnya $iltrasi laju glomerulus %5CB& Pengobatan : a. #enyakit yang menyadari harus diatasi b. /iopovolemia ringan yaitu cukupp dengan asupan air yang mengandung natrium c. /ipovolemia berat yaitu pemberian cairan intravena dengan larutan garam isotonic 9.D? %kadar natrium serum mendekati normal karena akan menambah plasma&. Eika setelah pemberian tensinya normal diberikan larutan garam 9."*? atau separuhnya %untuk menyediakan air bebas bagi sel dan membantu pembuangan sisa metabolisme& d. !e$isit berat dengan oliguria pertama beri bolus cairan intra vena dalam uji beban cairan untuk mengetahui aliran urin itu naik atau turun %$ungsi ginjal normal jika aliran urin naik&. Eumlah aliran intra vena tidak dapat ditentukan dengan tepat meskipun demikian dapat dilihat dari perbandigan dari intake dan outtake. e. Koreksi kelainan elektrolit, jika terjadi penurunan kalium dapat diberi cairan in$use ditambah kalium. Eika terjadi asidosis metabolic dan hipovolemik dapat diberikan cairan BL %karena natrium laktat secara perlahan di metabolisme menjadi natrium bikarbonat dalam tubuh untuk memperbaiki asidosis& ASUHAN KEPERAWATAN PENGKAJIAN a. Fdentitas pasien %nama pasien, alamat, status, agama, umur, pekerjaan& b. Bi7aya penyakit dahulu c. Bi7ayat penyakit sekarang d. Keluhan utama %lemah, lesu, lelah, anoreksia& e. #ola akti$itas sehari6hari $. #ola kebutuhan nutrisi pada pasien hipovolemia biasa terjadi anoreksia, penurunan berat badan dan merasa haus. g. ,liminasi pada pasien hipovolemia biasa terjadi oliguria. h. #engkajian persistem i. (ardiovaskuler pada pasien ini biasa terjadi takikardi dan hipotensi ortostatik j. 5astrointestinal pada pasien hipovolemia %mukosa mulut kering, lidah kering terbelah6belah& k. rinaria %pada pasien hipovolemia terjadi oliguria& "

l. Fntergumen %turgor kulit jelek, ektremitas dingin, perubahan suhu tubuh& DIAGNOSA a Ke!"#an$n %&'"(e )ai#an Dapat dihubungkan dengan : muntah kesulitan telan 4erhubungan dengan pengeluaran urine yang berlebihan !iabetes tak terkontrol !iabetes insipidus 4ehubungan dengan peningkatan permeabilitas kapiler dan kehilangan dengan jalan evaporati$ karena combutio !erhubungan kehilangan"kehilangan sekunder akibat : !emam, drainase abnormal, luka, mensis yang berlebihan K#i*e#ia +asi' Pasien akan : 3eningkatkan masukan cairan minimal 2999ml %kecuali bila merupakan kontraindikasi& 3enceritakan perlunya untuk meningkatkan masukan cairan selama stress atau panas. 3empertahankan berat jenis urin dalam batas normal 3emperlihatkan tidak adanya tanda dan gejala dehidrasi. In*e#%ensi Kaji yang di sukai dan yang tidak disukai G berikan cairan yang disukai dalam batasan diet Bencanakan tujuan masukan cairan untuk setiap pergantian Kaji pengertian individu tentang alasan6alasan untuk mempertahankan hidrasi yang adekuat dan metoda6metoda untuk mencapai tujuan masukan cairan 2uruh individu mempertahankan laporan yang tertulis dari masukan dan pengeluaran urine #antau masukan G pastikan sedikitnya 1*99ml cairan peroral setiap 2" jam #antau keluran Gpastikan sedikitnya 199961*99 ml=2" jam. #antau terhadap penurunan berat jenis urine :imbang berat badan setiap hari dengan jenis baju yang sama, pada 7aktu yang sama. Kehilangan berat badan 2? 6 "? menunjukkan dehidrasi ringan, kehilangan berat badan *? 6 D? menunjukkan dehidrsi sedang.

#antau kadar elektrolit darah, nitrogen urea darah, urine dan serum, osmolalitas, kreatinin, hematokrit dan hemoglobin. )jarkan bah7a kopi, the dan jus buah anggur menyebabkan deuresis dan dapat menyebabkan kehilangan cairan #ertimbangkan kehilangan cairan tambahan yang berhubungan dengan muntah, diare, demam, selang, drein. #ntuk drainase luka : #ertahankan catatan yang cermat tentang jumlah dan jenis drainase :imbang balutan, jika perlu, untuk memperkirakan kehilangan cairan 4alut luka untuk meminimalkan kehilangan cairan , Pen"#"nan )a#-ia) &"*."* ,e#+","n$an -en$an %&'"(e in*#a%as!"'e# (en"#"n a*a" .en"#"nan %enas #e*"#n (+/.&*ensi0 )/an&sis0 *a!i!a#-i0 .e#nafasan (enin$!a*) K#i*e#ia +asi' Pasien akan : 37engidenti$ikasi $actor6$aktor yang meningkatkan sirkulasi peri$er 3engidenti$ikasi perubahan gaya hidup yang perlu 3engidenti$ikasi cara medis, diet, pengobatan, akti$itas yang meningkatkan vasodilatasi 3elaporkan penurunan dalam nyeri 3enggambarkan kapan saat menghubungi dokter=tenaga kesehatan In*#%ensi 1 A2a#!an in-i%i-" "n*"! 3 3empertahankan posisi extremitas dalam posisi tergantung 3empertahankan extremitas hangat Kurangi resiko trauma 4 Ren)ana!an s"a*" .#&$#a( ,e#2a'an se*i. +a#i 4eri tahu individu alasan dari program )jarkan individu untuk menghindari kelelahan Fntruksikan untuk menghindaripeningkatan latihan sampai dikaji oleh dokter tentang masalah jantung 4antu dalam mengembangkan sirkulasi kolateral

5 A2a#!an fa)*&# /an$ (enin$!a*!an a'i#an -a#a+ %ena :inggikan ekstremitas diatas jantung /indari berdiri atau duduk dengan tungkai ba7ah bergantung dalam jangka 7aktu yang lama #ertimbangkan penggunaan balutan atau stoking elastis diba7ah lutut untuk mencegah statis vena. Kurangi atau lepaskan kompresi vena eksternalyang mengganggu aliran vena ) Ke#"sa!an .e#f"si 2a#in$an0 ,e#+","n$an -en$an Hi.&%&'e(i ( Ti-a! -a.a* -i*e#a.!an6 a-an/a *an-a7*an-a -an $e2a'a (e(,"a* -ia$n&sa a)*"a' ) K#i*e#ia +asi' Pasien akan: 3empertahankan atau memperbaiki per$usi jaringan dengan bukti tanda $ital stabil Kulit hangat, nadi peri$er teraba, 5!) dalam batas normal, keluaran urin adekuat. In*e#fensi 1. 2elidiki perubahan tingkat kesadaran, keluhan pusingHsakit kepala. 2. 2elidiki keluhan nyeri dada . catat lokasi, kualitas, lamanya, dan apa yang menghilangkan nyeri. 3. )uskultasi nadi apical . )7asi kecepatan jantung= irama bila ,K5 kontinu ada. ". Kaji kulit terhadap dingin, pucat, berkeringat, pengisian kapiler lambat, dan nadi peri$er lemah. *. (atat haluaran urindan berat jenis. +. (atat laporan nyeri abdomen, khususnya tiba6tiba, nyeri hebat atau nyeri menyebar ke bahu. -. 'bser$asi kulit untuk pucat, kemerahan. #ijat dengan minyak. dengan sering. .. 4erikan oksigen tambahan sesuai indikasi D. )7asi 5!) atau nadi oksimetri 19. 4erikan cairan F1 sesuai indikasi. bah posisi

BAB II
KESIMPULAN
!ari pembahasan ini dapat ditarik kesimpulan bah7asanya /ipovilemia adalah kehilangan cairan tubuh isotonic, yang disertai kehilangan natriunm dan air dan jumlah relative yang sama. Kekurangan cairan isotonic yang sering diartikan sebagai dehidrasi, istilah yang seharusnya hanya dipakai untuk kehilangan air murni relative yang menyebabkan terjadinya hipernatremia Pen/e,a, -efi)i* %&'"(e e8*#ase' -a.a* (e'a'"i e8*#a #ena' a*a" (e'a'"i #ena' $ehilangan melalui extra renal : Kehilangan melalui saluran cerna Lambung : muntah, penyedotan gastrointestinal sus halus : !iare, iliostomi, vistula pancreas atau billiaris

#erdarahan $ehilangan melalui kulit : !ia$oresis Luka bakar yang luas %hilang melalui penguapan&

$ehilangan melalui ruang ketiga : 'bstruksi usus #eritonitis (ombusio, berat )sites #ankreatitis ,$usi pleura (edera remuk atau $raktur paha /ipoalbumenia $ehilangan melalui renal #anyebab dari ginjal 0e$ritis boros garam, $ase dioresis gagal ginjal akut. #enyebab diluar ginjal : Kelebihan pemakaian deuretik

Deuresis osmotic : glikosuria diabetic, hiperalimentasi enteral atau parenteral, pengobatan dengan manitol. Defisisensi aldosteron : penyakit )ddison, hippoaldosteronisme

Daf*a# P"s*a!a
#BF(,, 2yilvia )nderson, 1DD*, #ato$isiologi: konsep klinis proses6proses penyakit, ,5( Eakarta (or7in, ,liIabeth E, 2999, 4uku saku pato$isiologi, ,5( Eakarta !oenges, 3arilynn ,, 1DDD, Bencana asuhan kepera7atan: pedoman untuk perencanaandan per7atan pasien, ,5( Eakarta Kustanti, (ecilya 2. Kep. 0s, 3ateri Kuliah K34

DAFTAR ISI
K):) #,05)0:)BF..............................................................................................F !)C:)B F2F..............................................................................................................FF 4)4 F !,CF0F2F...................................................................................................................1 ,:F'L'5F.................................................................................................................1 #):'CF2F'L'5F......................................................................................................2 5)34)B)0 KLF0F2..............................................................................................3 )2K,#......................................................................................................................." 4)4 FF K,2F3# L)0........................................................................................................... !)C:)B # 2:)K)................................................................................................D

19