Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN KEUANGAN SEKTOR PUBLIK

MAKALAH
OLEH :

NURUL BADRIYAH
NIM. 0902120333

JURUSAN : AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS RIAU 2011

DAFTAR ISI
Daftar Isi. 2 BAB I Latar Belakang 3 BAB II A. Definisi Laporan Keuangan Sektor Publik. 4 B. Tujuan dan Fungsi Laporan Keuangan Sektor Publik 4 C. Komponen-Komponen Laporan Keuangan Sektor Publik. 5 D. Pemakai Laporan Keuangan Sektor Publik Dan Kepentingannya. 9 E. Hak dan Kebutuhan Pemakai Laporan Keuangan.. 10 F. Luas Pengungkapan (Disclosure) Yang Diperlukan 11 G. Analisis Laporan Keuangan Sektor Publik. 12 H. Efek Penyajian Laporan Keuangan Yang Buruk............................................................ 14 I. Perbedaan Laporan Keuangan Sektor Publik dengan Sektor Swasta . 14 BAB III Kesimpulan........................................................................................................................... 16 Daftar Pustaka...................................................................................................................... 17

BAB I LATAR BELAKANG


Akuntansi sektor publik memiliki kaitan yang erat dengan penerapan dan perlakuan akuntansi pada domain publik. Domain publik sendiri memiliki wilayah yang lebih luas dan kompleks dibandingkan dengan sektor swasta. Keluasan wilayah publik tidak hanya disebabkan luasnya jenis dan bentuk organisasi yang berada di dalamnya, akan tetapi juga karena kompleksnya lingkungan yang mempengaruhi lembaga-lembaga publik tersebut. Kompleksitas sektor publik tersebut menyebabkan kebutuhan informasi untuk perencanaan dan pengendalian manajemen lebih bervariasi. Tugas dan tanggung jawab akuntan sektor publik adalah menyediakan informasi baik untuk memenuhi kebutuhan internal organisasi maupun kebutuhan pihak eksternal. Informasi-informasi tersebut terutama informasi keuangan disajikan dalam bentuk laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan hasil dari proses akuntansi yang menyediakan informasi keuangan suatu badan usaha yang bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan sebagai bahan pertimbangan di dalam pengambilan keputusan ekonomi. Bentuk laporan keuangan sektor publik berbeda dengan sektor swasta. Laporan keuangan sektor publik merupakan representasi posisi keuangan dari transaksi-transaksi yang dilakukan oleh suatu entitas sektor publik. Akuntansi sektor publik memiliki peran penting untuk menyiapkan laporan keuangan sebagai salah satu bentuk pelaksanaan akuntabilitas publik. Untuk mengetahui bagaimana bentuk laporan keuangan sektor publik dan perbedaannya dengan laporan keuangan sektor swasta, maka penulis akan membahasnya dalam suatu makalah dengan judul Laporan Keuangan Sektor Publik.

BAB II LAPORAN KEUANGAN SEKTOR PUBLIK

A. Definisi Laporan Keuangan Sektor Publik Laporan keuangan sektor publik merupakan representasi posisi keuangan dari transaksitransaksi yang dilakukan oleh suatu entitas sektor publik. B. Tujuan dan Fungsi Laporan Keuangan Sektor Publik Secara umum, tujuan dan fungsi laporan keuangan sektor publik adalah: 1. Kepatuhan dan pengelolaan Laporan keuangan digunakan untuk memberikan jaminan kepada pengguna laporan keuangan dan pihak otoritas penguasa bahwa pengelolaan sumber daya telah dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan lain yang telah ditetapkan. 2. Akuntabilitas dan pelaporan retrospektif Laporan keuangan digunakan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik. Laporan keuangan digunakan untuk memonitor kinerja dan mengevaluasi manajemen, memberikan dasar untuk mengamati trend antar kurun waktu, pencapaian atas tujuan yang telah ditetapkan dan membandingkannya dengan kinerja organisasi lain yang sejenis jika ada. 3. Perencanaan dan informasi otorisasi Laporan keuangan berfungsi untuk memberikan dasar perencanaan kebijakan dan aktifitas di masa yang akan datang. Laporan keuangan berfungsi untuk memberikan informasi pendukung mengenai otorisasi penggunaan dana.

4. Kelangsungan organisasi Laporan keuangan berfungsi untuk membantu pembaca dalam mnenetukan apakah suatu organisasi atau unit kerja dapat meneruskan menyediakan barang dan jasa (pelayanan) di masa yang akan datang. 5. Hubungan masyarakat Laporan keuangan berfungsi untuk memberikan kesempatan kepada organisasi untuk mengemukakan pernyataan atas prestasi yang telah dicapai kepada pemakai yang dipengaruhi karyawan, dan masyarakat. Laporan keuangan berfungsi sebagai alat komunikasi dengan publik dan pihak-pihak lain yang berkepentingan. 6. Sumber fakta dan gambaran (source of facts and figures) Laporan keuangan bertujuan untuk memberikan informasi kepada berbagai kelompok kepentingan yang ingin mengetahui organisasi secara lebih dalam. C. Komponen-Komponen Laporan Keuangan Sektor Publik Komponen laporan keuangan sektor publik yang lengkap meliputi : 1. Laporan posisi keuangan 2. Laporan kinerja keuangan 3. Laporan perubahan aktiva/ekuitas netto 4. Laporan arus kas 5. Kebijakan akuntansi dan catatan atas laporan keuangan Komponen laporan keuangan diatas dijadikan sebagai pedoman dalam pembuatan laporan keuangan sektor publik

1. Laporan Posisi Keuangan (Neraca) Laporan posisi keuangan, atau disebut juga dengan neraca ataupun laporan aktiva dan kewajiban adalah laporan keuangan yang menyajikan posisi aktiva, hutang dan modal pemilik pada satu saat tertentu. Secara minimum, laporan posisi keuangan harus memasukkan pos-pos yang menyajikan jumlah berikut : a) Properti, pabrik dan peralatan b) Aktiva-aktiva tak berwujud c) Aktiva-aktiva financial d) Investasi yang diperlukan dengan metode ekuitas e) Persediaan f) Pemulihan transaksi non pertukaran, termasuk pajak dan transfer g) Piutang dari transaksi pertukaran h) Kas dan setara kas i) Hutrang pajak dan transfer j) Hutang karana transaksi pertukaran k) Cadangan (provision) l) Kewajiban tidak lancer m) Pertisipasi minoritas, dan n) Aktiva/ekuitas neto 2. Laporan Kinerja Keuangan (Laporan Surplus/Devisit) Laporan kinerja keuangan atau disebut dengan laporan pendapatan dan biaya, laporan rugi laba, laporan operasi, adalah laporan keuangan yang menyajikan pendapatan dan biaya selama satu periode tertentu. Laporan kinerja keuangan minimal harus mencakup pos-pos lini berikut : a) Pendapatan dari aktivitas operasi b) Surplus atau devisit dari aktivitas operasi c) Biaya keuangan (biaya pinjaman)

d) Surplus atau devisit neto saham asosiasi dan joint venture yang menggunakan metode ekuitas e) Surplus atau devisit dari aktivitas biasa f) Pos-pos luar biasa g) Saham partisipasi minoritas dari surplus atau devisit neto, dan h) Surplus atau devisit neto untuk suatu periode. 3. Laporan Perubahan Dalam Aktiva/Ekuitas Neto Laporan perubahan aktiva/ekuitas neto dari suatu entitas diantara dua tanggal pelaporan menggambarakan peningkatan atau penurunan kekayaan, bedasarkan prinsip pengukuran tertentu yang diadopsi dan harus diungkapkan dalam laporan keuangan. Perubahan keseluruhan dalam aktiva atau ekuitas neto menyajikan total surplus/devisit neto untuk suatu periode, pendapatan dan biaya lainnya yang diakui secara langsung sebagai perubahan dalam aktiva/ekuitas neto dan setiap kontribusi oleh, dan kontribusi kepada pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik. Laporan perubahan dalam aktiva/ekuitas neto ini paling tidak meliputi : a) Kontribusi oleh pemilik dan distribusi kepada pemili dalam kapasitanya sebagai pemilik b) Saldo untuk surplus dan devisit akumulasian pada awal periode dan pada tanggal pelaporan dan pergerakan selama periode c) Pengungkapan komponen aktiva/ekuitas neto secara terpisah, dan rekonsiliasi antara nilai tercatat dari setiap komponen aktova atau ekuitas neto pada awal dan akhir periode yang mengungkapkan setiap perubahan. 4. Laporan Arus Kas Laporan arus kas menyajikan informasi tentang penerimaan dan pengeluaran dari kas selama satu periode tertentu. Penerimaan dan pengeluaran kas diklasifikasikan menurut kegiatan operasi, kegiatan pendanaan, dan kegiatan investasi. Informasi arus kas bermanfaat bagi pemakai

laporan keuangan karena menyediakan dasar taksiran kemampuan entitas untuk menghasilkan kas dan setara kas, dan kebutuhan entitas untuk menggunakan arus kas tersebut. 5. Kebijakan Akuntansi dan Catatan Atas Laporan Keuangan Catatan laporan keuangan dari entitas harus: a) Menyediakan informasi mengenai dasar penyusunan laporan keuangan, dan kebijakan akuntansi spesifik yang dipilih serta menetapkan terhadap transaksi-transaksi dan peristiwa-peristiwa penting lainnya b) Mengungkapkan informasi yang diwajibkan oleh standar akuntansi keuangan sektor publik, yang tidak disajikan dalam laporan posisi keuangan, laporan kinerja keuangan, laporan arus kas, dan laporan perubahan aktiva/ekuitas neto, dan: c) Menyediakan informasi yang tidak disajikan pada laporan keuangan, namun persyaratan penyajian wajar tetap ditetapkan. Kebiajakan akuntansi yang dapat dipertimbangkan oleh suatu entitas untuk disajikan meliputi, namun tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut: a) Pengakuan pendapatan b) Prinsip-prinsip konsolidasi, termasuk entitas pengendalian c) Investasi-investasi d) Pengakuan depresiasi/amortisasi aktiva berwujud dan tak berwujud e) Kapitalisasi biaya dan pengeluaran lain f) Persediaan yang dimiliki untuk dijual g) Aktiva bersyarat lain h) Kontrak-kontrak kontruksi i) Investasi property j) Instrument financial dan investasi k) Sewa guna usaha/lease l) Biaya penelitian dan pengembangan

m) Persediaan untuk dikonsumsi n) Penyisihan o) Biaya manfaat pensun p) Penjabaran mata uang asing dan lindung nilai (hedging) q) Devinisi segmen-segmen dan dasar alokasi biaya antar segmen r) Akuntansi inflasi s) Hibah pemerintah. D. Pemakai Laporan Keuangan Sektor Publik Dan Kepentingannya Pemakai laporan keuangan sektor publik dapat diidentifikasikan dengan menelusur siapa yang menjadi stakeholder organisasi. Drebin et al. (1981) mengidentifikasikan terdapat sepuluh kelompok pemakai laporan keuangan. Lebih lanjut Drebin menjelaskan keterkaitan antar kelompok pemakai laporan keuangan tersebut dan menjelaskan kebutuhannya. Kesepuluh kelompok pamakai laporan keuangan tersebut adalah: 1. Pembayar pajak (taxpayers) 2. Pemberi dana bantuan (grantors) 3. Investor 4. Pengguna jasa (fee-paying service recipients) 5. Karyawan/pegawai 6. Pemasok (vendor) 7. Dewan legislatif 8. Manajemen 9. Pemilih (voters) 10. Badan pengawas (oversight bodies) Pengklasifikasian tersebut didasarkan atas pertimbangan bahwa pembayar pajak, pemberi dana bantuan, investor, dan pembayar jasa pelayanan merupakan sumber penyedia keuangan organisasi; karyawan dan pemasok merupakan penyedia tenaga kerja dan sumber daya material; dewan legislative dan manajemen membuat keputusan alokasi sumber daya; dan aktivitas

mereka semua diawasi oleh pemilih dan badan pengawas, termasuk level pemerintahan yang lebih tinggi. E. Hak dan Kebutuhan Pemakai Laporan Keuangan Pada dasarnya masyarakat (publik) memiliki hak dasar terhadap pemerintah, yaitu : 1. Hak untuk mengetahui (right to know) Hak untuk mengetahui merupakan hak untuk mengetahui kebijakan pemerintah, mengetahui keputusan yang diambil pemerintah, mengetahui alasan dilakukannya suatu kebijakan dan keputusan tertentu 2. Hak untuk diberi informasi (right to be informed) Hak untuk diberi informasi merupakan hak untuk diberi penjelasan secara terbuka atas permasalahanpermasalahan tertentu yang menjadi perdebatan publik. 3. Hak untuk didengar aspirasinya (right to be heard and to be listen to) Laporan keuangan pemerintah merupakan hak publik yang harus diberikan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah. Hak publik atas informasi keuangan muncul sebagai konsekuensi konsep pertanggungjawaban publik.

Pertanggungjawaban publik mensyaratkan organisasi publik untuk memberikan laporan keuangan sebagai bukti pertanggungjawaban dan pengelolaan. Setiap pemakai laporan memiliki kebutuhan dan kepentingan yang berbedabeda terrhadap informasi keuangan yang diberikan oleh pemerintah. Bahkan di antara kelompok pemakai laporan keuangan tersebut dapat timbul konflik kepentingan. Laporan keuangan pemerintah disediakan untuk memberi informasi kepada berbagai kelompok pemakai, meskipun setiap kelompok pemakai memiliki kebutuhan informasi yang berbeda beda.

10

Kebutuhan informasi pemakai laporan keuangan pemerintah tersebut dapat diringkas sebagai berikut : a) Masyarakat pengguna pelayanan publik membutuhkan informasi atas biaya, harga, dan kualitas pelayanan yang diberikan. b) Masyarakat pembayar pajak dan pemberi bantuan ingin mengetahui keberadaan dan penggunaan dana yang telah diberikan. Publik ingin mengetahui apakah pemerintah melakukan etaatan fiskal dan ketaatan pada peraturan perundangan atas pengeluaran pengeluaran yang dilakukan. c) Kreditor dan investor membutuhkan informasi untuk menghiitung tingkat risiko, likuiditas, dan solvabilitas. d) Parlemen dan kelompok politik memerlukan informasi keuangan untuk melakukan fungsi pengawasan, encegah terjadinya laporan yang bias atas kondisi keuangan pemerintah, dan penyelewengan keuangan negara. e) Manajer publik membutuhkan informasi akuntansi sebagai komponen sistem informasi manajemen untuk membantu perencanaan dan pengendalian organisasi, pengukuran kinerja, dan membandingkan kinerja organisasi antar kurun waktu dan dengan organisasi lain yang sejenis. f) Pegawai membutuhkan informasi atas gaji dan manajemen kompensasi. F. Luas Pengungkapan (Disclosure) Yang Diperlukan Pemerintah harus menentukan kebijakan yang menjelaskan komponen apa saja yang dapat dikategorikan sebagai pendapatan atau biaya operasi yang tepat untuk suatu unit kerja yang dilaporkan, luas pengungkapan (disclosure) dan kebijakankebijakan akuntansi yang

11

dipraktikkan secara konsisten. Pemerintah dapat diharapkan dapat memberikan tambahan informasi untuk hal hal sebagai berikut : 1. Fokus pengukuran dan dasar akuntansi yang digunakan untuk pembuatan laporan. 2. Kebijakan menghapuskan / menghentikan aktivitas internal unit kerja pada Laporan Aktivitas. 3. Kebijakan kapitalisasi aktiva dan menaksir umur ekonomi aktiva aktiva tersebut untuk menentukan biaya depresiasinya. 4. Deskripsi mengenai jenisjenis transaksi yang masuk dalam penerimaan program dan kebijakan untuk mengalokasikan biaya biaya tidak langsung kepada suatu fungsi atau unit kerja dalam Laporan Aktivitas. 5. Kebijakan pemerintah dalam menentukan pendapatan operasi dan non operasi. 6. Pemerintah harus mengungkapkan secara detail/lengkap dalam catatan (notes) laporan keuangan mengenai aset moodal dan utang jangka panjang. Aset modal yang tidak didepresiasi harus diungkapkan secara terpisah dari aset modal yang didepresiasi. Informasi mengenai kewajiban jangka panjang, meliputi obligasi, utang wesel, pinjaman, utang leasing, tuntutan, dan sebagainya. G. Analisis Laporan Keuangan Sektor Publik Analisis laporan keuangan dapat ditinjau dari ragam pelaporan yang ada, yaitu:

Laporan kinerja keuangan (Neraca) Likuiditas pemerintah Komposisi investasi Kekayaan pemerintah Komposisi kewajiban Ravaluasi cadangan Komposisi hutang pension 12

Laporan kinerja keuangan (surplus/devisit) Efektifitas penarikan pajak Tingkat pelanggaran peraturan keuangan Komposisi pendapatan Komposisi pengeluaran Beban bunga pinjaman Rugi surplus translasi keuangan Laporan arus kas Komposisi arus kas Tingkat panarikan pajak baik indivisual, organisasi maupun produk Komposisi pajak tidak langsung Komposisi likuiditas pendapatan lain-lain Komposisi pengeluaran kas Komposisi pengeluaran investasi Komposisi pencairan investasi Komposisi likuiditas pertukaran mata uang Selain menganalisis laporan keuangan, pengukuran kinerja perekonomian dapat

dilakukan melalui beberapa indikator, yaitu: 1. Indikator pertumbuhan ekonomi Pendapatan nasional bruto per kapita Tingkat konsumsi per kapita Volume ekspor Harga-harga (tingkat inflasi

2. Indikator struktural Persentase tabungan domestik bruto terhadap pendapatan nasional bruto Persentase domestic bruto terhadap PNB Persentase barang-barang primer terhadap total ekspor Konsumsi energi per kapita

13

3. Indikator sosial Tingkat kematian Tingkat kematian bayi Konsumsi kalori per kapita Tingkat pendidikan dasar Tingkat pendidikan menengah

H. Efek Penyajian Laporan Keuangan Yang Buruk Penyajian laporan keuangan pemerintahan yang buruk dapat menimbulkan implikasi negatif, antara lain : a) Menurunkan kepercayaan masyarakat kepada pengelola dana publik. b) Investor akan takut menanamkan modalnya karena laporan keuangan tidak dapat diprediksi yang berakibat meningkatnya resiko investasi. c) Pemberi donor akan mengurangi atau menghentikan bantuannya. d) Kualitas keputusan menjadi buruk. e) Laporan keuangan tidak dapat mencerminkan kinerja aktual. f) Laporan keuangan tidak dapat diaudit I. Perbedaan Laporan Keuangan Sektor Publik dengan Sektor Swasta Laporan keuangan sektor publik berbeda dengan laporan keuangan sektor swasta, dibawah ini tabel yang menyajikan perbedaan antara laporan keuangan sektor publik dengan sektor swasta:

LAPORAN KEUANGAN SEKTOR PUBLIK

LAPORAN KEUANGAN SEKTOR SWASTA

Fokus Finansial dan Politik Kinerja diukur secara finansial dan nonfinansial

Fokus Finansial Sebagian besar kinerja diukur secara finansial

14

Pertanggungjawaban kepada parlemen (DPR/DPRD) dan masyarakat Aturan pelaporan ditentukan oleh departemen keuangan, Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) Laporan keuangan diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Cash Accounting

Pertanggungjawaban kepada pemegang saham dan kreditur Aturan pelaporan ditentukan oleh Standar Akuntansi Keuangan (SAK), undangundang, pasar modal, dan praktik akuntansi. Laporan keuangan diperiksa oleh auditor independen Accrual Accounting

15

BAB III KESIMPULAN


Laporan keuangan sektor publik merupakan representasi posisi keuangan dari transaksitransaksi yang dilakukan oleh suatu entitas sektor publik. Secara umum, tujuan dan fungsi laporan keuangan sektor publik adalah sebagai bentuk jaminan kepada pengguna laporan keuangan dan pihak otoritas penguasa bahwa pengelolaan sumber daya telah dilakukan sesuai dengan ketentuan, bentuk pertanggungjawaban kepada publik, memberikan dasar perencanaan kebijakan dan aktifitas di masa yang akan datang, representasi kelangsungan organisasi, sebagai sarana komunikasi dengan masyarakat dan sebagai sumber fakta. Komponen laporan keuangan sektor publik yang lengkap meliputi laporan posisi keuangan, laporan kinerja keuangan, laporan perubahan aktiva/ekuitas netto, laporan arus kas, kebijakan akuntansi dan catatan atas laporan keuangan. Laporan keuangan sektor publik mempunyai perbedaan dengan laporan keuangan sektor swasta perbedaan tersebut meliputi focus dari pembuatan laporan keuangan, pertanggungjawabab, pengukuran kinerja, aturan pelaporan, auditor yang memeriksa dan metode akuntansi yang digunakan. Laporan keuangan sektor publik harus disajikan dengan benar sesuai dengan aturan yang telah ditentukan agar merepresentasikan keadaan yang sebenarnya dan dapat dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan yang tepat.

16

DAFTAR PUSTAKA
Hesti Kusuma Wardani, 2009, Laporan Keuangan Sektor Publik, http://harahapinhere.blogspot.com/2009/11/laporan-keuangan-sektor-publik_14.html

Shiddiqnr, Laporan Keuangan Sektor Publik, http://images.shiddiqnr.multiply.multiplycontent.com/attachment/0/SFZPTQoKCj0AACkMGtc1 /10%20LAPORAN%20KEUANGAN%20SEKTOR%20PUBLIK.doc?key=shiddiqnr:journal:47 &nmid=101301317

Ardila Zuardi, 2010, Laporan Keuangan Sektor Publik, http://ardilazuardi.wordpress.com/2010/05/14/laporan-keuangan-sektor-publik/

Pentingnya urusan financial dalam kehidupan, 2009, Tujuan dan Fungsi Laporan Keuangan Sektor Publik, http://perempuanditengahhujan.blogspot.com/2009/03/tujuan-dan-fungsi-laporankeuangan_29.html

Syamrilaode, 2010, Pengertian Laporan Keuangan, http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/presenting/2060461-pengertian-laporan-keuangan/

PPA-LPA FE UNDIP, Analisis Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Neraca, http://images.shiddiqnr.multiply.multiplycontent.com/attachment/0/SFZP@AoKCj0AADXQavg 1/ANALISIS%20LAPORAN%20KEUANGAN%20PEMDA.ppt?key=shiddiqnr:journal:48&n id=101301849

17