Anda di halaman 1dari 16

BAB I PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Setiap industri yang berproduksi pasti memerlukan biaya. Biaya tersebut digunakan untuk membeli bahan baku, membayar upah karyawan atau pegawai, membayar uang lembur, bonus, pembelian bahan pembantu, dan barang barang lainnya. Hal hal tersebut yang membuat proses produksi bisa berlangsung. Tidak hanya itu, kemajuan produsen juga di dukung oleh keahlian dan daya pikir produsen tersebut dalam mengatur hal hal yang terkait dengan usahanya tersebut. Jadi pengetahuan produsen sangat penting untuk membangun kesuksesan sebuah industri. Kata produksi sebenarnya tidak hanya sebatas pengertian sebagai proses pembuatan barang atau proses dalam menghasilkan jasa, tetapi lebih dari itu. Produksi mencakup kegiatan penjualan, pembelian, penyimpanan, dan

sebagainya. Karena itulah suatu industri tidak hanya mengeluarkan biaya produksi tetapi juga biaya penjualan dan biaya biaya lainnya. Pengertian biaya juga tidak hanya sebatas penegeluaran atau pengorbanan yang dinyatakan dalam bentuk rupiah. Selain itu kita harus bisa membedakan antara biaya dan pengeluaran uang. Biaya berkaitan dengan pembelian alat alat yang telah dipakai selama proses produksi. Sedangkan pengeluaran uang berkaitan dengan pembelian alat alat yang belum dipakai selama produksi. Dari pembahasan di atas dapat diambil sebuah intisari bahwa sebuah industri mempunyai banyak masalah yang tidak dapat diselesaikan secara langsung. Apalagi jika pengetahuan kita mengenai biaya biaya yang berkaitan dengannya belum cukup. Untuk itulah pembelajaran yang berkaitan dengan biaya seperti harga pokok penjualan penting untuk digali lebih dalam. Harga pokok penjualan penting untuk dibahas karena hal tersebut merupakan instrumen yang

tentunya sangat berpengaruh dan dapat mengendalikan sebuah industri. Kepentingan tersebut dapat dirasakan saat pendirian sebuah industri baru, yaitu saat perhitungan apakah industri tersebut akan memperoleh laba atau justru rugi, produk seperti apakah yang memberikan profit maksimal, tempat pendirian industri baru yang strategis, dan sebagainya. Karena itulah harga pokok penjualan merupakan sarana yang sangat penting bagi industri. B.Tujuan 1. Praktikan mampu memahami beberapa aspek penyusunan Harga Pokok Penjualan. 2. Praktikan mampu mengidentifikasi beberapa aspek penyusunan Harga Pokok Penjualan termasuk karakteristik biaya penyusun harga. 3. Praktikan memahami dan dapat menentukan harga pokok penjualan pada sebuah perusahaan / industri. 4. Praktikan mampu memahami dan dapat menerapkan pola penentuan harga /pokok penjualan yang terbaik dan paling memberikan profit maksimal dari perusahaan. 5. Praktikan mampu menerapkan dalam kehidupan bisnis di masa datang.

BAB II LANDASAN TEORI

Tujuan perhitungan harga pokok yaitu memperoleh data dan informasi yang dibutuhkan untuk membuat perencanaan jangka pendek yang optimal dalam bidang penjualan dan produksi. Tujuan lain yaitu untuk memperoleh data dan informasi mengenai pengendalian proses produksi. Tujuan sampingan dari perhitungan harga pokok penjualan adalah menentukan nilai barang dalam proses dan nilai barang jadi yang harus dicantumkan dalam neraca industri. Dengan tiga tujuan tersebut, maka terbentuk tiga fungsi perhitungan harga pokok. Tiga fungsi tersebut yaitu sebagai landasan untuk menentukan atau menilai harga jual, sebagai alat bantu pengendalian efisiensi, dan sebagai penilaian neraca dan barang dalam proses maupun barang jadi ( Kuswadi, 2005 ). Biaya merupakan semua pengeluaran yang telah dilakukan untuk mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan atau dibutuhkan. Pada dasarnya perhitungan biaya mempunyai empat tujuan pokok, yaitu menilai persediaan, menghitung laba, perencanaan industri, dan pengendaliannya. Biaya dapat digolongkan menjadi dua, yaitu biaya pabrikasi dan biaya non - pabrikasi. Biaya pabrikasi terdiri dari bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik. Sedangkan biaya non pabrikasi meliputi biaya pemasaran, biaya administrasi dan umum, dan biaya keuangan ( Nafarin, 2007). Terdapat dua cara dalam penetapan harga pokok, yaitu cara pembagian dan cara angka perbandingan nilai. Cara pembagian dapat digunakan untuk industri yang membuat satu jenis produk. Harga pokok untuk tiap jenis produk dapat dihitung melalui pembagian seluruh biaya dengan banyaknya produk yang dihasilkan. Jika industri menghasilkan produk lebih dari satu jenis, cara yang digunakan yaitu angka perbandingan nilai. Cara ini didasarkan atas angka

perbandingan nilai atas dasar bahan mentah dan angka perbandingan nilai atas dasar tenaga kerja ( Stevenson, 1995 ).

Yang dimaksud dengan harga pokok penjualan adalah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh barang yang dijual atau harga perolehan dari barang yang dijual. Terdapat dua manfaat dari harga pokok penjualan, yaitu sebagai patokan untuk menentukan harga jual dan untuk mengetahui laba yang diinginkan perusahaan. Apabila harga jual lebih besar dari harga pokok penjualan maka akan diperoleh laba, dan sebaliknya apabila harga jual lebih rendah dari harga pokok penjualan akan diperoleh kerugian ( Anonim, 2011 ). Harga pokok penjualan adalah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh barang yang dijual atau harga perolehan dari barang yang dijual. Penjualan dalam perusahaan dagang merupakan salah satu unsur dari pendapatan perusahaan. Unsur unsur dalam penjualan terdiri dari penjualan kotor, penjualan bersih, retur penjualan, dan potongan penjualan. Untuk menghitung harga pokok penjualan terlebih dahulu harus memperhatikan beberapa unsure. Unsur unsur tersebut yaitu persediaan awal barang dagangan, pembelian, biaya angkut pembelian, retur pembelian dan pengurangan harga serta potongan pembelian ( Anonim, 2011 ).

BAB III PROSEDUR PRAKTIKUM

A.Alat dan Bahan 1. Alat a. Alat tulis b. Kertas HVS c. Penggaris d. Kalkulator 2. Bahan a. Modul praktikum b. Hasil kunjungan industri B.Cara Kerja 1. Mengumpulkan informasi tentang dasar pembentuk biaya dari industri yang dikunjungi. 2. Melakukan pengelompokan dari pembentuk harga berdasarkan harga langsung, tidak langsung, dan overhead. 3. Mencari informasi bagaimana industri yang dikunjungi menerapkan metode yang digunakan dalam menentukan harga. 4. Menelusuri komponen pembentuk harga dari unit industri yang dikunjungi. 5. Melakukan perhitungan harga pokok penjualan. 6. Membandingkan dengan cara yang sudah berjalan di unit industri yang dikunjungi. 7. Melakukan analisis terhadap hasil.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A.Hasil Harga pokok penjualan Anggi Craft No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Keterangan Pembelian bahan baku Ongkos angkut pembelian bahan baku Harga pokok pembelian bahan baku Retur pembelian bahan baku Potongan tunai pembelian bahan baku Total pengurangan harga pokok pembelian bahan baku Nilai pembelian bersih bahan baku Persediaan bahan baku awal periode Persediaan bahan baku tersedia untuk diproses Persediaan bahan baku akhir periode Harga pokok pembelian bahan Biaya tenaga langsung Biaya overhead pabrik-biaya tenaga kerja tak langsung Biaya overhead pabrik-pembantu dan penolong Biaya overhead pabrik-biaya pemeliharaan alat produksi Biaya overhead pabrik-biaya habis bahan habis pakai pabrik Biaya overhead pabrik-biaya depresiasi Biaya overhead pabrik-lain-lain Total biaya overhead pabrik TOTAL BIAYA PRODUKSI Persediaan produk dalam awal periode Produk tersedia untuk diproses Persediaan produk dalam proses akhir periode Harga pokok persediaan produk Persediaan produk jadi awal periode Produk jadi tersedia untuk dijual Jumlah Rp 280.000,00 Rp 20.000,00 Rp 300.000,00 0 0 0 Rp 300.000,00 Rp 5.000,00 Rp 305.000,00 Rp 25.000,00 Rp 280.000,00 Rp 2.550.000,00 Rp 120.000,00 Rp 34.000,00 Rp 15.000,00 Rp 13.000,00 0 0 Rp 182.000,00 Rp 3.012.000,00 0 Rp 3.012.000,00 0 Rp 3.012.000,00 0 Rp 3.012.000,00

27 28

Persediaan produk akhir periode Harga Pokok Penjualan

0 Rp 3.012.000,00

ANGGI CRAFT LAPORAN RUGI LABA No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Keterangan Pendapatan operasional Harga pokok penjualan Laba kotor (Gross) Profit Biaya administrasi dan umum Biaya pemasaran Total biaya operasional (non produksi) Laba bersih operasional (operating income) Pendapatan non operasional Biaya non Operasional Laba aktivitas non operasional (extranordinary item) Laba sebelum pajak (erning beforetax)/ EBT Pajak penghasilan (misal tarif pajak 20%) Laba bersih setelah pajak (earning after tax) Jumlah Rp 6.650.000,00 Rp 3.012.000,00 Rp 3.638.000,00 0 0 0 Rp 3.638.000,00 0 0 0 Rp 3.638.000,00 RP 727.600,00 Rp 2.910.400,00

B. Pembahasan Harga pokok penjualan adalah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh barang yang dijual atau harga perolehan dari barang yang dijual. Penjualan dalam perusahaan dagang merupakan salah satu unsur dari pendapatan perusahaan. Unsur unsur dalam penjualan terdiri dari penjualan kotor, penjualan bersih, retur penjualan, dan potongan penjualan. Untuk menghitung harga pokok penjualan terlebih dahulu harus memperhatikan beberapa unsure. Unsur unsur tersebut yaitu persediaan awal barang dagangan, pembelian, biaya angkut pembelian, retur pembelian dan pengurangan harga serta potongan pembelian. Fungsi dari harga pokok penjualan yaitu sebagai patokan untuk menentukan harga jual dan untuk mengetahui laba yang diinginkan perusahaan. Apabila harga jual

lebih besar dari harga pokok penjualan maka akan diperoleh laba, dan sebaliknya apabila harga jual lebih rendah dari harga pokok penjualan akan diperoleh kerugian. Biaya adalah semua pengeluaran untuk mendapatkan barang atau jasa dari penjual. Barang atau jasa yang diperoleh dapat dijual kembali sesuai dengan usaha pokok industri atau tidak. Dalam perhitungannya, suatu industri dapat mengetahui apakah usahanya untung atau rugi. Perhitungan biaya mempunyai empat tujuan utama yaitu menilai persediaan, menghitung laba, perencanan, dan pengendalian industri. Dalam perhitungan laba rugi, macam macam biaya yang digunakan dalam perhitungan yaitu biaya langsung dan biaya tidak langsung. Biaya langsung adalah biaya yang langsung dibebankan pada objek atau produk, misalnya bahan langsung ( bahan baku ), upah pegawai yang terlibat langsung dalam proses produksi, biya iklan, ongkos angkut, dan lain lain. Biaya tidak langsung adalah biaya yang sulit atau tidak dapat dibebankan secara langsung dengan unit produksi, misalnya gaji pimpinan, gaji mandor, dan biaya iklan. Mempelajari analisis titik pulang pokok penjualan sangat penting. Pembahasannya berupa biaya tetap, biaya variable, dan biaya semi variable. Biaya tetap adalah biaya yang jumlahnya tidak berubah dalam rentang waktu tertentu, berapa pun besarnya penjualan atau produksi industri. Biaya variabel adalah biaya yang dalam rentang waktu dan sampai batas batas tertentu jumlahnya berubah ubah secara proporsional. Sedangkan biaya semi variabel adalah biaya yang sulit digolongkan ke dalam kedua jenis biaya yang sudah disebutkan sebelumnya. Biaya produksi digolongkan menjadi tiga,yaitu biaya bahan langsung, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. Biaya bahan langsung adalah biaya yang dikeluarkan untuk pemakaian bahan bahan selama proses produksi. Biaya tenaga kerja langsung adalah biaya yang dikeluarkan untuk pekerja yang langsung mengerjakan suatu produk. Biaya ini disebut upah ( bukan gaji ). Pembayaran upah biasanya harian, mingguan, atau dua mingguan. Biaya overhead pabrik adalah semua biaya yang terjadi tidak hanya karena proses

produksi, tetapi juga terjadi di luar proses produksi, misalnya biaya overhead distribusi, overhead penjualan, overhead administrasi dan umum. Biaya overhead distribusi adalah semua biaya yang berkaitan dengan aktivitas mendistribusikan, mengangkut , dan menyimpan barang, misalnya semua biaya yang telah dikeluarkan untuk menyewa gudang, biaya penyusutan, biaya angkut,

pengepakan, bongkar muat, dan upah manajer distribusi, penjaga gudang, pengemudi, dan karyawan karyawan lainnya. Biaya overhead penjualan merupakan semua biaya yang telah dikeluarkan dalam rangka menjual barang, misalnya komisi penjualan, biaya iklan dan promosi, tenaga penjualan, dan lain lain yang berhubungan dengan kegiatan menjual barang. Biaya overhead administrasi dan umum adalah semua biaya atau pengeluaran yang terjadi sehubungan dengan kegiatan umum dan administrasi di luar biaya penjualan, seperti gaji pimpinan, biaya listrik, biaya air, biaya administrasi kantor, biaya asuransi, dan lain sebagainya. Beban adalah pengorbanan ekonomi untuk memperoleh manfaat tertetu yang dinikmati pada periode yang bersangkutan. Beban dibedakan menjadi dua, yaitu beban usaha dan beban di luar usaha. Beban usaha yaitu beban yang berkaitan langsung dengan aktivitas pokok perusahaan. Misalnya harga pokok barang yang dijual, beban gaji karyawan, dan beban sewa kantor. Sedangkan beban di luar usaha adalah beban yang tidak berkaitan langsung dengan aktivitas pokok perusahaan, misalnya beban bunga. Beban inilah yang akan dibandingkan dengan pendapatan untuk menentukan laba atau rugi dalam satu periode akuntansi. Pada praktikum langkah pertama yang diambil yaitu mengumpulkan informasi tentang dasar pembentuk biaya dari industri yang dikunjungi. Pembentuk biayanya meliputi pembelian bahan baku, pembelian hiasan, harga penjualan produk, pembelian alat penunjang, biaya pemeliharaan alat, dan sebagainya. Kemudian mengelompokkan pembentuk harga tadi berdasarkan harga langsung, harga tidak langsung, dan overhead. Setelah itu mencari informasi bagaimana industri yang dikunjungi menerapkan metode yang digunakan dalam

menentukan harga. Lalu menelusuri komponen pembentuk harga dari industri yang dikunjungi. Setelah semuanya selesai, kemudian melakukan perhitungan harga pokok penjualan berdasarkan kriteria yang telah disepakati. Selanjutnya membandingkan dengan cara yang sudah berjalan di industri yang dikunjungi. Yang terakhir melakukan analisis terhadap hasil data yang diperoleh. Dalam menganalisis hasil data yang diperoleh sebaiknya hati hati karena rawan dengan kesalahan. Selain itu jika sampai salah perhitungan maka akan mennyebabkan industrinya bisa rugi. Maka dari itulah pengetahuan tentang penentuan harga pokok penjualan serta hal hal yang terkait di dalamnya penting untuk diketahui, dimiliki, dan dikembangkan. Seorang pendiri industri haruslah berlatih untuk memperhitungkan hal hal yang disebutkan sebelumnya agar suatu usaha industri yang akan dibangun bisa mendapatkan profit terbaik dan maksimal tanpa membuat intensitas konsumen berkurang. Dalam menghitung harga pokok penjualan yang dapat memberikan profit tebaik dan maksimal, pertama menghitung jumlah harga pembelian bahan baku. Pembelian bahan baku dihitung dalam waktu satu bulan. Industri Anggi Craft dalam satu bulan berproduksi sebanyak empat kali, jadi perhitungannya empat dikali tujuh puluh ribu rupiah sehingga totalnya menjadi dua ratus ribu rupiah. Kemudian menghitung biaya ongkos angkut dengan cara empat kali lima ribu rupiah sehingga totalnya menjadi dua puluh ribu rupiah. Lalu untuk harga pokok pembelian bahan baku dihitung dari pembelian bahan baku ditambahkan dengan ongkos angkut pembelian bahan baku, dua ratus delapan puluh ribu rupiah ditambah dengan dua puluh ribu rupiah sehinga totalnya menjadi tiga ratus ribu rupiah. Nilai pembelian bersih bahan baku dihitung dari retur pembelian bahan baku ditambah potongan tunai pembelian bahan baku ditambah total pengurangan harga pokok pembelian bahan baku. Karena tidak ada retur pembelian bahan baku, potongan tunai pembelian bahan baku, dan total pengurangan harga pokok pembelian bahan baku, maka nilai pembelian bersih bahan baku hasilnya masih sama seperti harga pokok pembelian bahan baku yaitu sebesar tiga ratus ribu rupiah.

Selanjutnya menentukan persediaan bahan baku awal periode. Bahan baku awal periode didapat dari bahan sisa produksi sebelumnya yang kemudian diuangkan dan hasilnya sebesar lima ribu rupiah. Lalu menghitung persediaan bahan baku tersedia untuk diproses, yang diperoleh dari penjumlahan persdeiaan bahan baku awal periode dengan nilai pembelian bersih bahan baku. Hasil yang diperoleh yaitu sebesar tiga ratus lima ribu rupiah. Kemudian menentukan persediaan bahan baku akhir periode yang diperoleh dari sisa bahan baku dari akhir produksi suatu bulan ( akhir bulan dimana sedang ada proses produksi ) yang diuangkan. Hasilnya sebesar dua puluh lima ribu rupiah. Menghitung harga pokok pemakaian bahan dari hasil pengurangan persediaan bahan baku untuk diproses dengan prsediaan bahan baku akhir periode. Setelah menghitung harga pokok pemakaian bahan, kemudian menghitung biaya tenaga langsung. Biaya tenaga langsung diperoleh dari upah tenaga kerja tetap sebesar tujuh belas ribu rupiah dikali lima ( karena ada lima pegawai ) dikali tiga puluh ( karena untuk satu bulan ) dan hasilnya sebesar dua juta lima ratus lima puluh ribu rupiah. Lalu menghitung biaya overhead pabrik dengan sub penghitungan biaya tenaga kerja tak langsung, pembantu dan penolong, biaya pemeliharaan alat produksi, biaya habis bahan habis pakai pabrik, biaya depresiasi, dan biaya overhead pabrik yang lain. Biaya tenaga kerja tak langsung diperoleh dari biaya tenaga kerja atau barang - barang yang dibutuhkan secara mendadak, misalnya saat banyak sekali orderan sedangkan tenaga kerja tetap dan barang barang yang sedang dibutuhkan masih belum mencukupi. Biaya tenaga kerja tak langsung yang diperoleh sebesar seratus dua puluh ribu rupiah. Biaya overhead pabrik pembantu dan penolong diperoleh dari biaya tenaga kerja tak tetap sebesar tujuh belas ribu rupiah dikali dua, hasilnya sebesar tiga puluh empat ribu rupiah. Biaya pemeliharaan alat produksi diperoleh dari biaya pembelian oli untuk perwatan kompressor tiap bulannya sebesar lima belas ribu rupiah. Biaya habis bahan habis pakai pabrik diperoleh dari bahan habis pakai industri yang diuangkan, hasilnya sebesar tiga belas ribu rupiah. Biaya depresiasi dan biaya overhead pabrik linnya tidak ada sehingga hasinya nol. Setelah semua biaya

overhead pabrik dihitung, kemudian menghitung total biaya overhead pabrik dengan cara menjumlahkan semua biaya overhead pabrik yang hasil akhirnya sebesar seratus delapan puluh dua ribu rupiah. Lalu menghitung total biaya produksi yang diperoleh dari penjumlahan harga pokok pemakaian bahan sebesar dua ratus delapan puluh ribu rupiah, biaya tenaga langsung sebesar dua juta lima ratus lima puluh ribu rupiah, dan total biaya overhead pabrik sebesar seratus delapan puluh ribu rupiah sehingga total biaya produksi mencapai tiga juta dua belas ribu rupiah. Persediaan produk dalam awal periode nol, sehingga produk tersedia untuk diproses biayanya tetap yaitu sebesar tiga juta dua belas ribu rupiah. Persediaan produk dalam proses akhir periode nol. Lalu menghitung harga pokok persediaan produk yang diperoleh dari produk tersedia untuk di proses sebesar tiga juta dua belas ribu rupiah dikurangi persediaan produk dalam proses akhir periode sebesar nol sehingga hasil akhirnya tetap yaitu tiga juta dua belas ribu rupiah. Persediaan produk jadi awal periode sebesar nol jadi produk tersedia untuk dijual yang diperoleh dari harga pokok persediaan produk sebesar tiga juta dua belas ribu rupiah ditambah persediaan produk jadi awal periode sebesar nol hasilnya tetap yaitu sebesar tiga juta dua belas ribu rupiah. Pada industri Anggi Craft tidak ada persediaan produk akhir periode sehingga hasil akhir perhitungan harga pokok penjualan yang diperoleh dari produk tersedia untuk dijual dikurangi persediaan produk akhir periode hasilnya tetap yaitu tiga juta dua belas ribu rupiah. Setelah hasil akhir penghitungan harga pokok penjualan diperoleh, kemudian menghitung rugi laba industri untuk mengetahui seberapa besarkah keuntungan yang diperoleh industri Anggi Craft. Langkah awal yaitu menghitung pendapatan operasional yang diperoleh. Pendapatan operasional yang diperoleh Anggi Craft sebesar enam juta enam ratus lima puluh ribu rupiah. Lalu menentukan harga pokok penjualan yang diperoleh dari perhitungan perhitungan sebelumnya. Setelah itu menghitung laba kotor ( gross ) profit. Laba kotor ( gross ) profit diperoleh dari pendapatan operasional sebesar enam juta enam ratus lima puluh ribu rupiah dikurangi harga pokok penjualan sebesar tiga juta dua belas ribu

rupiah dan hasilnya sebesar tiga juta enam ratus tiga puluh delapan ribu rupiah. Anggi Craft tidak mengeluarkan biaya admnistrasi dan umum serta biaya pemasaran sehingga hasil dari total biaya operasional ( non prduksi ) sebesar nol. Laba bersih operasional ( operating income ) diperoleh dari laba kotor ( gross ) profit sebesar tiga juta enam ratus tiga puluh delapan ribu rupiah dikurangi total biaya operasional ( non produksi ) sebesar nol sehingga hasilnya tetap yaitu tiga juta enam ratus tiga puluh delapan ribu rupiah. Pendapatan operasional dan biaya non operasional tidak ada sehingga perhitungan laba aktivitas non opersional ( extranordinary item ) hasilnya nol. Laba sebelum pajak ( earning before tax ) / EBT diperoleh dari laba bersih operasional ( operating income ) sebesar tiga juta enam ratus tiga puluh delapan ribu rupiah ditambah laba aktivitas non opersional ( extranordinary item ) sebesar nol sehingga hasilnya tetap yaitu sebesar tiga juta enam ratus tiga puluh delapan ribu rupiah. Lalu menghitung tarif pajak penghasilan dengan cara dua puluh persen kali laba sebelum pajak sebesar tiga juta enam ratus tiga puluh delapan ribu rupiah dan hasilnya sebesar tujuh ratus dua puluh tujuh ribu enam ratus rupiah. Laba bersih setelah pajak ( earning after tax ) diperoleh dari penghitungan laba sebelum pajak ( earning before tax ) / EBT sebesar tiga juta enam ratus tiga puluh delapan ribu rupiah dikurangi dengan hasil penghitungan pajak sebesar tujuh ratus dua puluh tujuh ribu enam ratus rupiah sehingga hasil yang diperoleh sebesar dua juta sembilan ratus sepuluh ribu empat ratus rupiah. Hasil akhir perhitungan tersebut merupakan laba yang diperoleh Anggi Craft selama satu bulan produksi. Melihat hasil keuntungan yang diperoleh Anggi Craft tiap bulannya, maka Anggi Craft tergolong industri yang sangat sukses di bidangnya. Untuk itulah sebelum membangun sebuah usaha industri kecil sebaiknya menggali ilmu sedalam dalamnya tentang hal hal yang berkaitan dengan pembukaan industri kecil baru agar produknya bisa survive di pasaran dan bisa mendapatkan untung yang terbaik serta maksimal tanpa adanya berkurangnya intensitas banyaknya konsumen. Aplikasi penghitungan harga pokok penjualan dan penghitungan laba rugi berfungsi dalam proses penghitungan laba yang akan diperoleh, untuk membuat

perencanaan jangka pendek yang optimal dalam bidang penjualan dan produksi ( misalnya untuk satu bulan, enam bulan, atau satu tahun mendatang ), semakin kecil skala waktu penghitungan, maka semakin teliti dan semakin maksimal hasil yang diperoleh, serta memperoleh data dan informasi untuk pengendalian proses produksi, terutama dengan maksud melakukan penghematan dalam industri sehingga profitnya bisa lebih maksimal. Manfaat lainnya yaitu menentukan nilai barang dalam proses dan nilai barang jadi yang harus dicantumkan dalam neraca industri. Akuntansi biaya melengkapi manajemen dengan perangkat akuntansi untuk kegiatan perencanaan dan pengendalian, perbaikan mutu, dan efisiensi serta membuat keputusan rutin maupun keputusan strategis. Sebagai perangkat akuntansi, akuntansi biaya dapat digunakan untuk berbagai tujuan seperti pemilihan alternatif / pengambilan keputusan, perencanaan laba, pengendalian biaya, dan penetapan harga.

BAB V PENUTUP

A.Kesimpulan 1. Aspek penyusunan harga pokok penjualan berupa total biaya produksi, harga pokok persediaan produk, dan produk jadi tersedia untuk dijual. 2. Pemahaman dan penentuan harga pokok penjualan pada sebuah industri sangat penting karena kan menentukan laba atau rugi. 3. Pola penentuan harga pokok penjualan sebaiknya diambil yang terbaik dan paling memberikan profit maksimal dari industri. 4. Pengetahan tentang harga pokok penjualan penting untuk dipekajari sebagai bekal penerapan dalam kehidupan bisnis di masa mendatang. B. Saran 1. Coass harap lebih memperhatikan pembagian tugas yang dilaksanakn praktikan agar bisa merata dan semua praktikan turut andil di dalamnya. 2. Pendampingan coass pada saat praktikum harap lebih ditingkatkan. 3. Harap lebih tegas pada praktikan yang kurang serius karena bisa mengganggu jalannya praktikum sehingga waktu yang ada tidak efektif dan kurang efisien.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim.2011.Definisi

Harga

Pokok

Penjualan.http://www.e-dukasi.net/

index.php diakses pada hari Kamis, 15 Desember 2011 pukul 19 : 30 WIB. Anonim.2011.Penentuan Harga Pokok Penjualan. http://pakdesmart75.wordpress.com/2008/06/05/harga-pokok-penjualan-hpp/ diakses pada hari Kamis, 15 Desember 2011 pukul 20 : 30 WIB. Kuswadi, 2005.Meningkatkan Laba Melalui Pendekatan Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Biaya.PT Elex Media Komputindo.Jakarta. Nafarin, M.2007.Penganggaran Perusahaan.Salemba Empat Wijaya.Jakarta. Stevenson.1995.Management Utama.Jakarta. Accounting Applications.Gramedia Pustaka