Anda di halaman 1dari 40

Belt dan Pule

BAB III BELT DAN PULE

Belt termasuk alat pemindah daya yang cukup sederhana dibandingkan dengan rantai dan roda gigi. Belt terpasang pada dua buah pulley (pule) atau lebih, pule pertama sebagai penggerak sedangkan pule kedua sebagai pule yang digerakkan.

Gambar 3.1. Belt dan Pule Belt mempunyai sifat fleksibel sehingga memungkinkan penempatan poros pule penggerak dengan poros pule yang digerakkan dalam beberapa posisi, seperti : open belt dri!e, "#ist belt dri!e, $uarter t#ist belt dri!e, dan %uga memungkinkan sekaligus memutar beberapa pule dengan hanya menggunakan satu pule panggerak belt (belt dri!e many pules). Bila dilihat dari bentuk penampangnya, secara umum belt dibedakan men%adi & macam, yaitu : Belt datar atu 'lat belt dan Belt ( atau ( belt, namun ada %uga %enis belt yang berpenampang lingkaran misalnya starrope dan superstarrope, %uga ada yang permukaannnya bergerigi atau gilir, misalnya timing belt. )ebagian besar belt yang diganakan adalah ( belt karena mudah penanganannya dan harganya murah. *ecepatan belt dapat direncanakan 1+ s,d &+ m,s (pada umumnya) , dan maksimum bisa &- m,s. .aya maksimum yang dapat ditransmisikan bisa mencapai -++ k/. atau 01+ 2P.

3lemen 4esin 55

Belt dan Pule

Gambar 3.&. )tarrope, Prene ( rope, 'le6star dan 'lat belt

Gambar 3.3. 2e6agonal dan 7a# 3dge

3lemen 4esin 55

&

Belt dan Pule

Gambar 3.8. 7a# 3dge, 7ibstar, Polymer dan 4B belt

Gambar 3.-. "iming belt

3lemen 4esin 55

Belt dan Pule

3.1. Dasar-dasar Teori dan Cara Kerja Belt


3.1.1. Tarikan pada Belt *etika belt sedang beker%a, belt mengalami tarikan, yang paling besar ter%adi pada posisi belt yang sedang melingkar pada pule penggerak. .istribusi tarikannya dapat dilihat pada gambar di ba#ah ini.

*eterangan gambar : 9 : sudut kontak antara belt dengan pule '1 : gaya tarik pada bagian yang kencang '& : gaya tarik pada bagian yang kendor P : distribusi tarikan , gaya ; : gaya normal r : %ari %ari pule Gambar 3 &. .istribusi tarikan atau gaya pada belt 2ubungan antara '1, '&, koefisien gesek (f) dan sudut kontak (9) secara analitis fleksibilitas belt yang melingkar pada pule, dapat dinyatakan dengan persamaan di ba#ah ini (Dobrovolsky, 1985 :204 )
F1 = e f . = m F&

(3 1a) (3 1b)

< Fe = F1 F& .imana : 'e : Gaya efektif, selisih antara '1 dan '&

f : koefisien gesek, nilainya dipengaruhi oleh temperatur ker%a dan creep, diasumsikan konstan, secara eksperimen dapat dilihat pada "able 3 1. m : hanya sebagai lambang sa%a untuk menyingkat. '1 : gaya tarik belt pada bagian yang kencang (besar) '& : gaya tarik belt pada bagian yang kendor (kecil) "abel 3 1. *oefisien gesek antara belt dan pule

3lemen 4esin 55

Belt dan Pule

Pule material "ype of belt >eather : "anned #ith !egetable compound "anned #ith mineral compound =otton : )olid #o!en )titched /oolen 7ubber )umber : (Dobrovolsky, 1985: 206) =ompressed paper +.3+-+ +.&? +.&+.8+.3#ood +.3+ +.8+.&+.&3 +.8+ +.3& steel +.&+.8+ +.&& +.&+ +.3+.3+ =ast iron +.&+.8+ +.&& +.&+ +.3+.3+

3.1.2. an!kakan Elastis ( Elastis Creep ) Pada saat belt berputar dan beker%a, massa belt persatuan unit #aktu yang bergerak adalah konstan, baik yang terdapat pada bagian yang kencang ('1) maupun pada bagian yang kendor ('&). Pada putaran yang konstan perkalian antara berat persatuan pan%ang belt (q) dengan kecepatan belt adalah konstan.
q.v =C (konstan)

(3 &)

dimana : @ : berat belt persatuan pan%ang ! : kecepatan belt pada titik yang sama *arena sifat elastisnya, maka bila tarikan pada belt berubah, dan %uga berat per unit pan%ang berubah, serta ter%adi perpan%angan relatif (A), maka hubungan antara berat per unit pan%ang sesudah tarikan akan dapat ditulis sebagai berikut :
q= qo (1 + )

(3 3a)

dimana : @+ : berat per satuan pan%ang sebelum ditarik, lbf,in )ehingga :


v = C (konstan) 1+

(3 3b)

3lemen 4esin 55

Belt dan Pule

.ari persamaan (3 3) dapat dilihat bah#a, ! paling besar ter%adi pada saat A maksimum, dan karena tarikan belt ter%adi pada pule nya, maka berarti ada rangkakan (creep) dari belt terhadap pule.

Gambar 3 3. *ondisi belt dan diagram creep Belt mulai masuk pada pulle penggerak dengan tarikan '1 dan perpan%angan relatif "1, kemudian meninggalkan pule dengan tarikan '2 dan perpan%angan "2 ,dimana '1 B '& dan "1 # "2 , dengan melihat persamaan diatas %elas bah#a $1 # $2. "etapi kecepatan keliling pule konstan, maka partikel dari belt pada bagian '& akan merangkak kembali kearah pulle. *eadaan seperti ini dapat ter%adi karena sifat elastis dari belt (sebab A B +) dan karena '1 B '&. Gerakan yang disebabkan oleh sifat elastis tersebut, disebut CElastic CreepC. .ari hasil percobaan, supaya belt dapat beroperasi secara normal, tidak ter%adi elastic creep yang berlebihan, maka dihasilkan suatu kesimpulan, bah#a bagian belt yang melingkar pada pule dapat dibagi atas dua bagian sudut kontak, yaitu : 1. )udut kontak %&r untuk daerah dimana akan ter%adi elastic creep. &. )udut kontak %r untuk daerah dimana tidak ter%adi elastic creep. )ehingga sudut kontak seluruhnya antara belt dan pulle adalah % ' %&r ( %r. Bila beban yang berputar bertambah, maka sudut kontak 9cr akan bertambah dan sudut kontak %r berkurang. )ehingga bila %&r ' % , maka elastic creep yang ter%adi disebut terlalu berlebihan, dan ter%adi di seluruh bagian dari belt yang kontak dengan pule. *ondisi ini akan menyebabkan ter%adinya slip antara belt dengan pule. Dleh karena itu untuk menghindari ter%adinya elastic creep yang berlebihan, maka dalam perencanaan dan perhitungan diusahakan sudut kontak %&r sekecil mungkin )%&r ' *+, tidak mungkin tercapai karena sifat elastis dan fleksibelnya bahan belt tersebut.

3lemen 4esin 55

Belt dan Pule

3.1.3. Per,andin!an Ke&epatan ) -elo&it. atio+ )esuai dengan persamaan 3 3, maka perbandingan kecepatan belt pada saat belt berada di pule pertama dan pule kedua dapat dinyatakan dengan persamaan :
v1 v = & 1 + 1 1 + &

v1 = v& [1 + ( 1 + & ) ] = v& (1 + )


.imana : E : koefisien rangkakan, besarnya ( 1 F & )G Besarnya kecepatan linier atau kecepatan keliling pule pertama dan pule kedua dapat dinyatakan dengan rumus :

v1 =

.( D1 + h).n& .( D& + h).n& dan v& = 0+.1++ 0+.1++

.imana : ! : kecepatan linier (keliling), m,s h : tebal belt, cm . : diameter pule, cm n : putaran pule, rpm .ari persamaan tersebut, maka perbandingan kecepatan ( i ) antara penggerak dengan yang digerakkan dapat dinyatakan : (Dobrovolsky, 1985: 207)
= n1 D +h D = (1 + ) & = (1 + ) & n& D1 + h D1

(3 8)

dimana : h H . 3.1./. 0aktor Tarikan (Pull Factor) Pada saat beroperasi, pan%ang belt adalah tetap, %adi bila satu sisi dalam keadaan tegang karena tarikan, maka sisi yang lain dalam kendor namun total tarikan dari kedua sisi adalah sama. *ondisi ini, oleh PonceletIs dirumuskan : (Dobrovolsky, 1985: 207)

'1 J '& : &'o

(3 -)

3lemen 4esin 55

Belt dan Pule

.imana : 'o : tarikan a#al (initial tension), besarnya antara '1 dan '& )ebenarnya, dalam kenyataan, %umlah tarikan pada saat beroperasi tidak selalu sama dengan dua tarikan a#al, karena tarikan ker%a akan dapat lebih besar dari dua kali tarikan a#al, apalagi bila kecepatan belt itu naik, maka %umlah tarikan ker%a %uga akan naik. )elain itu tarikan ker%a ' dan ' %uga mempunyai hubungan dengan daya yang
1 &

dipindahkan :

'1 F '& : ' e

(3 0)

Bila belt beker%a tanpa beban maka dapat dikatakan, tarikan pada u%ung F u%ung belt sama dengan 'o. Bila kemudian diberi beban, sehingga timbul gaya keliling 'e (akibat gesekan dan akibat beban) maka tarikan akan didistribusikan, yaitu pada bagian belt yang tegang, tarikanya bertambah +,-'e dan pada bagian yang kendor akan berkurang dengan +,-'e.

'1 : 'o J +,- 'e dan '& : 'o F +,- 'e

(3 1)

Perbandingan antara tarikan efektif dan %umlah tarikan a#al disebut Cfactor tarikanC yang dilambangkan CK C

F1 1 Fe F1 F& F& m 1 = = = = & Fo F1 + F& F1 1 m + 1 F&


<

(3 ?)

.ari percobaan F percobaan yang telah dilakukan, diperoleh hubungan antara factor tarikan dengan rangkakan belt, seperti terlihat pada Gambar 3.8. "itikD menggambarkan belt beker%a tanpa beban, dan bila kemudian diberi beban yang lebih besar dari 'o, maka harga E dan K akan mengalami kenaikan yang besarnya berbanding lurus. Bila beban terus bertambah, maka pada suatu saat akan ter%adi slip, karena perubahan harga E dan K tidak lagi berbanding lurus namun membentuk suatu kur!a.

3lemen 4esin 55

Belt dan Pule

Gambar 3 8. *oefisien rangkakan (E) terhadap 'aktor tarikan (K) *ur!a dalam grafik tersebut dibedakan atas dua bagian, yaitu : 1. Bagian, dimana penambahan K masih berbanding lurus dengan penambahan E , daerah ini disebut daerah ker%a normal ( Area of Elastic Creep )
&. Bagian, dimana pertambahan E dan K sudah tidak berbanding lurus lagi, pada

daerah ini ker%a belt tidak lagi stabil, sedikit sa%a ter%adi penambahan beban akan mengakibatkan ter%adinya slip antara belt dengan pule. "itik dimana mulai ter%adinya perubahan kur!a dari keadaan stabil ke keadaan tidak stabil disebut titik kritis (Critical Point), yaitu Ko. Lntuk belt datar Lntuk ( belt : Ko : +,- F +,0 : Ko : +,1 F +,M

3.1.1. Tarikan karena 2a.a 3entri45!al Pada saat belt beroperasi, disamping gaya 'o dan 'e %uga ada gaya sentrifugal ('g) akibat adanya massa belt dan kecepatan keliling. Besarnya tarikan pada belt akibat gaya sentrifugal dapat dinyatakan dengan persamaan : (Dobrovolsky, 1985: 209)
F! = q v& !

(3 M)

.imana : g : percepatan gra!itasi bumi ( M,?1 m,s& )

3lemen 4esin 55

Belt dan Pule

Gambar 3 -. Gaya sentrifugal pada belt .ari persamaan (3 M) dapat dilihat bah#a akibat gaya sentrifugal pada belt timbul tarikan (gaya) yang besarnya tidak tergantung dari kelengkungan belt, dan besarnya sama disetiap bagian dari belt. Nrahnya selalu sesuai dengan arah kelengkungan belt, serta tidak akan merubah ukuran belt karena terdapat tarikan dua arah yang sama besar dan berla#anan arah. "arikan karena gaya sentrifugal ini %uga tidak berpengaruh terhadap tekanan pada pule, hanya berpengaruh memberikan tegangan pada penampang belt, dan dapat mempercepat kerusakan belt. 3.1.6 Te!an!an-te!an!an pada Belt

"egangan yang timbul pada belt ketika belt sedang beker%a tediri dari empat, yaitu : 1. "egangan tarik akibat tarikan a#al, 7o &. "egangan akibat adanya daya yang ditransmisikan, d 3. "egangan akibat gaya sentrifugal, v 8. "egangan bending pada bagian bagian dari belt yang melingkar pada pule, b 3.1.6.1 Te!an!an pada ,elt datar Besarnya tegangan tegangan yang ter%adi pada belt datar adalah : 1. "egangan a#al *erena adanya gaya a#al, maka timbul tegangan a#al. Fo , dimana : N : luas penampang belt, " : b.h ( b : lebar belt dan h : tebal belt)

o =

3lemen 4esin 55

1+

Belt dan Pule

&. "egangan karena daya *arena adanya daya yang ditransmisikan oleh belt, maka timbul tegangan untuk mentransmisikan daya ( Od ) atau dilambangkan P k P Fe "

# =

3. "egangan karena gaya sentrifugal (Dobrovolsky, 1985: 209)


v =
F! " = q v& .v & $ = " ! 1+.!

(3 1+)

.imana : Q : berat spesifik (specific #eight), kg,dm3 atau gr,cm3 8. "egangan bending (Dobrovolsky, 1985: 209)
b = %b
h D

(3 11)

.imana : 3b : modulus elastisitas bahan belt . : diameter pule yang kecil

Gambar 3 0. .iagram tegangan pada bagian F bagian belt. "egangan maksimum (Oma6 ) ter%adi pada saat belt mulai menyentuh pule penggerak ( titik . pada Gambar 3.0) atau di titik a#al belt memasuki pule penggerak.
3lemen 4esin 55 11

Belt dan Pule

Besarnya tegangan maksimum merupakan pen%umlahan dari ke empat tegangan tegangan tersebut. Berdasarkan Gambar 3 1+ besarnya tegangan total dapat dirumuskan sebagai berikut : (Dobrovolsky, 1985: 210)
ma6 = v + 1 + b1 atau ma6 = v + o

# + b1 + # &

.ua persamaan tersebut dapat dipilih salah satu untuk menghitung besarnya tegangan maksimum, misalnya dipilih persamaan yang pertama.

ma6 = v + o +

# + b1 &

"egangan Bending dipilih yang terbesar yaitu Ob1, selan%utnya diberi lambang P Ob P, sehingga persamaan tersebut men%adi :

ma6 = o +
ma6 =

# +v +b &

(3 1&a) (3

Fo F .v & h + e + + %b " &. " 1+.! Dmin

1&b) 3.1.6.2 Te!an!an pada --,elt "egangan maksimum seperti yang dinyatakan pada persamaan (3 1&) %uga dapat berlaku untuk ( belt dengan mengganti harga luasan N yang sesuai dengan luasan penampang ( belt. >uasan penampang belt dapat dilihat pada "abelRRRRR. 3.1.8. Ker5!ian 9 ker5!ian pada Belt *erugian transmisi daya dengan belt, ada dua, yaitu : pertama daya tidak dapat ditransmisikan 1++ G, kedua timbulnya panas pada belt. 4aterial belt seperti S karet alam, karet sintesis, campuran karet dengan bahan lain, kesemuanya itu sangat sensitif terhadap panas. .alam keadaan normal temperatur belt sebanding dengan kerugianya, dan besarnya kerugian ini merupakan indikasi turunnya tefisiensi. )ecara keseluruhan kerugian daya yang ter%adi pada transmiasi belt adalah : 1. *arena adanya rangkakan (creep) antara belt dan pule &. *arena adanya elastis histerisis (elastic hysterisis) yaitu gesekan antar partikel

3lemen 4esin 55

1&

Belt dan Pule

didalam belt itu sendiri akibat tarikan, tekanan dan bending. 3. *arena tahanan udara pada belt, pule dan idler pule 8. *erena gesekan pada bantalan pule atau idler pule. *erugian pertama dan kedua merupakan kerugian utama, sedangkan kerugian ketiga akan diperhitungkan bila pulenya besar, sedang kerugian keempat sudah dibahas pada bab bantalan. "otal kerugian karena creep (>=) dan histerisis (>2) (Dobrovolsky, 1985: 210) adalah :

>" : >= J >2


Besarnya kerugian total persatuan #aktu adalah :

(3 13)

> " : N . ! . kp
.imana : N : luas penampang belt. ! : kecepatan keliling belt. kp : factor proporsional, yang besarnya dipengaruhi oleh : perencanaan, struktur dan sifat belt.

(3 18)

3.2. Ko:ponen-Ko:ponen Trans:isi den!an Belt


3.2.1. Belt. "ransmisi dengan Belt mempunyai beberapa kelebihan antara lain adalah : Tangkauan atau cakupan dayanya yang baik dari daya kecil sampai besar, mempunyai umur pakai yang layak, mudah pemasangannya, mampu terhadap Cfati@ue strengthC dan harganya yang murah. .engan melihat persamaan (3 ?) dan (3 M) cukup untuk mengadakan analisa tentang belt, seperti : 1. Lntuk mengurangi kerugian dapat dilakukan dengan mengurangi luas penampang, yaitu mengurangi ketebalan ( h ). Nkibat berkurangnya ketebalan ini akan mengurangi tegangan bending, tetapi dapat menyebabkan membesarnya tegangan tarik Oo dan Od , sehingga untuk mengatasinya dapat menggunakan belt yang mempunyai Ctensile strengthC yang lebih besar.

3lemen 4esin 55

13

Belt dan Pule

&. "egangan bending %uga dapat dikurangi dengan memperkecil 3 b, karena dengan 3b yang kecil maka tegangan bending yang ter%adi %uga akan lebih kecil, tetapi dapat mengurangi kemampuan dalam meredusir CcreepC , karena dengan menggunakan 3 b yang kecil dapat meningkatkan kemungkinan ter%adinya CcreepC. 3. )elan%utnya dengan memakai bahan belt yang berat %enisnya kecil dapat mengurangi tegangan akibat gaya sentrifugal. )elain itu %uga dapat menurunkan factor proporsional (kp) sehingga dapat menurunkan kerugian akibat creep (>=) dan histerisis (>2) Belt dapat diklasifikasikan berdasarkan bentuk penampangnya, perencanaan, bahan dan cara pembuatannya. Bentuk penampang belt sangat berpengaruh terhadap perencanaan pule dan peralatan lainnya, macam macam bentuk penampang belt adalah : 1. Bentuk "ali "erbuat dari serat dan ba%a, secara luas dipakai untuk pemindahan daya yang besar dan %arak yang %auh. *ekurangan dari bentuk ini adalah diperlukan unit pressure yang tinggi pada pule nya dan cepat sekali aus baik pada talinya maupun pada alur pule nya. )ekarang ini bentuk ini dibuat dari kulit dan cotton, tetapi kemampuan untuk memindah daya yang rendah. &. Bentuk .atar ('lat Belt) .ipakai secara luas untuk transmisi mesin mesin industri, dan dibuat dengan macam macam tingkat ketebalan ( 1- F -++ ) mm, dan %uga dibuat dengan berbagai macam ukuran dan bahan. 3mpat tipe bahan yang sudah distandarkan adalah : kulit, karet, cotton yang dianyam dan #ool yang dianyam. 3. Bentuk ( (( belt) Banyak dipakai, terutama pada mesin mobil, pada pompa, kompresor dan sebagainya. Bentuk ini lebih mampu memindahkan daya dari pada flat belt karena slip yang ter%adi lebih kecil, karena mempunyai bidang gesek pada bagian sisi sisinya. 8. Bentuk bentuk lain, )elain bentuk penampang lingkaran, datar dan (, %uga ada bentuk lain, misalnya bergerigi atau bentuk bentuk lainnya.

3lemen 4esin 55

18

Belt dan Pule

Gambar 3 1. *onstruksi dan dimensi ( belt )emuanya rumus yang dihasilkan didepan adalah untuk belt datar, rumus rumus tersebut dapat pula diterapkan pada ( belt, tetapi sedikit ada perubahan. 4isalnya pada 7umus 3ulerIs, koefisien gesek C f C diganti men%adi C fI P(Dobrovolsky, 1985: 214)
f U= f & n(+,-)

(3 1-)

.imana : K : sudut C groo!e ( C pada pule nya, untuk selan%utnya diberi lambang P V P

Gambar 3 ?. Bentuk penampang dan sudut groo!e dari pule

3lemen 4esin 55

1-

Belt dan Pule

7umus 3uler sekarang men%adi : (Dobrovolsky, 1985: 214)


F1 = e f U. = e & n ( +,- ) = mU F&
f .

(3 10)

Lntuk men%aga agar tidak ter%adi %epitan belt pada pulenya, maka sudut groo!e V mempunyai syarat, yang besarnya dapat dinyatakan : V : & tan -1 . f 4isalnya : koefisien gesek, f : +,3, maka : V : & tan 1 +,3 : 38o Lntuk pule dengan bermacam F macam diameter, sudut groo!e ini (V ) besarnya antara : 38o F 8+o. .engan pembatasan tersebut, maka bila V : 31o , didapat :
f U= f f = 3 f & n+,- & n1?,-

(3 10)

(3 11)

.engan hasil fI W 3f untuk V : 31o , dapat diartikan bah#a dengan kondisi yang sama, maka setiap busur dari ( belt mampu memindahkan daya sebesar 3 kali kemampuan belt datar, ini adalah keuntungan utama dari ( belt. *euntungan ini diikuti oleh kelemahan, yaitu bertambahnya unit pressure ( tekanan per satuan luas ) dengan bertambahnya unit pressure ini akan menyebabkan gesekan bertambah besar sehingga lebih cepat aus.

Gambar 3 M. Bentuk groo!e pada pule =("

3lemen 4esin 55

10

Belt dan Pule

Gambar 3 1+. Bentuk groo!e pada pule bertingkat "abel (3 &). .imensi dan bahan untuk Belt >eather /idth b in mm "hickness h in mm &+ 3++ )ingle 3 -..ouble1 .- 1+ 7ubber can!as &+ -++ &.- 13.8 1+ ( #ithou t layers), 31+ (#ith layers) 1?G at rupture )olid #o!en cotton 3+ &-+ 8.- 0.?./o!en #oolen -+ 3++ 0 M 11 5nterstitc hed rubber &+ 131 1.1&.- 3.3 /o!en semi linen 1- -3 1.1-

L") in kg,cm&

&++

3-+ 8+-

3++

3++

-++

4a6 elongation

1+G at 1++kg,c m3

&+ &-G at rupture 3+ 8+ &- 3&+.11.+&1 1-+ 3++ 0++

0+G at rupture 3+ &3+ +.M+ 1.&8 1? 1-+ F

10G at rupture 8+ 3+ -+ W1.& &3 &++ 1.+++ 1.&++

1+G at rupture 3+ &-+ W1.+ &1 1-+ F

7atio .min,h 38+ recommended Nllo#able &3+ 7ecommended ma6 !elocity ma6 8+ &+ 3+ in m,sec )pecific #eight in 1.&+.M? 3 kg,dm 1.-+ =onstanta a &M &# (formula 3 &-) 3++ 1++ 4odulus of 1.+++ ?++ 3lastisitas, 3b in 1.-++ 1.&++ kg,cm& )umber : (Dobrovolsky, 1985: 214)

3.2.2

P5le
11

3lemen 4esin 55

Belt dan Pule

Pule untuk belt mempunyai beberapa bagian, yaitu : CrimC roda tempat belt, CspokesC ru%i F ru%i atau bentuk lempengan, ChubC atau naaf. Pule dibedakan atas bentuknya dan permukaan rim nya. Bentuk rim disesuaikan dengan tipe belt dan kondisi operasinya. 3.2.2.1 P5le 5nt5k ,elt datar "ipe ini cenderung memakai permukaan yang rata (flat) yang akan membuat bentuk pule seperti sebuah silinder. Lkuran utama pule untuk belt datar ini adalah : diameter pule (.), lebar pule (B) lebar ini disesuaikan dengan lebar belt (b), dan untuk mahkota (X), (Gambar 3 11), ukurannya disesuaikan dengan lebar B. B W (1,- F & ) b untuk tipe pemasangan . X B C$uarter "#ist and "#ist belt .ri!esC

Gambar 3 11 .imensi pule untuk belt datar "abel 3 8. Pertandingan ukuran antara >ebar (B) dan bentuk mahkota (X) B (mm) 8+ 0+ 1+ 1++ 1&- 1-+ 11- &-+ 3++ 8++ 8-+ 0++ X (mm) 1,+ 1,& &,3,+ 8,+ 3.2.2.2 P5le 5nt5k --,elt )alah satu contoh bentuk pule untuk ( belt dapat dilihat pada gambar di ba#ah ini, ukuran uikuran seperti : e, c, s, V dan b dapat dilihat pada "able 3 -. Bagian bagian yang bersentuhan anatara belt dan pule adalah bagian sisi belt. Bentuk dan %umlah alur berdasarkan ukuran dan %umlah belt. Lkuran Cgroo!eC nya diharapkan men%aga agar belt pada bagian ba#ahnya tidak saling bersentuhan atau terlalu ber%ulur keluar. Ta,el 3-1 Tipe dan di:ensi dari --,elt =ross section of
3lemen 4esin 55

(Lkuran untuk Gambar 3.Ma)


1?

Belt dan Pule

( belt D N B = . 3 ' =ross section area +.+.? 1.8 &.3 8.? 1.+ 11.1 (N) in cm& 5n min -++Y -++Y 03+Y 1.?++ 3.1-+ 8.-++ 0.3++ conform ility #ith the standard design of ma6 &.-++ 8.+++ 0.3++ M.+++ 11.+++ 18.+++ 1.1&+Y innerY length of belt in mm .ifference bet#een design and inner &33 8+ -10 M1&+ length of belt in mm 4inimum allo#able design 03 M+ 1&&++ 31-++ ?++ diameters of pules in mm =onstans a &3 &&? 3+ 3& 3& 3& in formula # 1++ 1&+ 1?+ &1&?+ 3-+ 88+ (3 &-) 4a6imum recommended &&&&3+ 3+ 3+ !elocity ! ma6 in m,sec .esign #idth of ?.11 18 1M &1 3& 8& belt ad in mm 7ated e 1+ 1&.10 &1 &?.38 83 siZe of c &.3.0 ?.1+ 1&.pule t 1& 10 &+ &0 31.88.-? groo!es s ? 1+ 1&.11 &8 &M 3? ('ig.3 o V 38 8+ 30 8+ 3? 8+ 1+)Y ;ote : "he angle of groo!e (V)is selected depending on the pule diameterS leaser angle corresponds to a lesser diameter. (&'mber : Dobrovolsky, 1985: 216)

Ta,el 3-6 Tipe dan di:ensi dari --,elt

3lemen 4esin 55

1M

Belt dan Pule

=ross section of ( belt =ross section area N in cm& 5n conform ility #ith the standard design of innerY length of belt in mm min

1 1.1 -0+Y

(Lkuran untuk Gambar 3.Mb) & 3 8 1.& -0+Y 1.0 M++Y &.& M-+Y

&.1 M-+Y

ma6

1.8++Y

1.8++Y

1.8++Y

1.8++Y

1.8++Y

.ifference bet#een design and inner length of belt in mm 4inimum allo#able design diameters of pules in mm

3? ?+

8& M+

80 1+-

-& 1&-

-M 18+

4a6imum recommended 3+ 3+ 3+ 3+ 3+ !elocity ! ma6 in m,sec ;ote : "he angle of groo!e (V)is selected depending on the pule diameterS leaser angle corresponds to a lesser diameter. (&'mber : Dobrovolsky, 1985: 216)

Gambar 3 1&. .imensi beberapa tipe dari ( belt a. Tenis Belt : D,N,B,=,.,3 dan ' b. Tenis Belt : 1,&,3,8, dan (&'mber : Dobrovolsky, 1985: 217)

3lemen 4esin 55

&+

Belt dan Pule

Gambar 3 13. Bentuk pule untuk ( belt (sudut groo!e K atau V)

3.2.3. 35d5t kontak dan panjan! ,elt )udut kontak dan pan%ang belt dapat dilihat pada dalam bentuk tabel di ba#ah ini. "abel 3 1. )udut kontakdan pan%ang belt

)ketch

Nrc of contact bet#een the belt and the smaller pule Geometr ical length of belt (disregar ding tension and sag) (&'mber : Dobrovolsky, 1985: 2(2)2(()

3lemen 4esin 55

&1

Belt dan Pule

3.3. Per;it5n!an Tarikan Pada Belt


.engan mengingat kembali persamaan (3 ?) tentang faktor tarikan, dan persamaan tentang tegangan untuk memindahkan beban (Od ) maka dengan subtitusi kedua rumus tersebut akan didapat akan didapatkan :

Fe F dan # = e &.Fo "

Fe =&.Fo .

(3 1?) (3 1M)

# =

&.Fo . = &. o . "

.ari persamaan tersebut terlihat bah#a tegangan untuk memindahkan beban ( 7d) akan bertambah sebanding dengan tegangan a#al (7o). Bila tegangan a#al bertambah melebihi harga yang diinginkan menyebabkan belt lebih cepat kendur sehingga kemampuan tariknya akan turun, dapat menyebabkan putusnya belt. )ebaiknya besarnya tegangan a#al tidak melebihi 1? kg,cm & untuk belt datar, dan 1& kg,cm& untuk ( belt. 2arga tersebut berdasarkan percobaan dengan kondisi : Dpen belt dengan pule dari Ccast ironC Beban konstan dengan kecepatan keliling ! : 1+ m,s )udut kontak 9 : [ , dan factor K : Ko .alam kondisi operasinya, tarikan maksimum akan ter%adi pada bagian yang tegang, sehingga tegangan maksimum yang ter%adi adalah : ( Dobrovolsky, 1985: 2(6)

O : Oo J +,-Od J O!

(3 &+)

>imit harga tegangannya adalah konstan sebesar \O\ , dengan menggabungkan persamaan (3 &+), (3 ?) dan (3 1M), maka akan diperoleh persamaan : (Dobrovolsky, 1985: 2(6)

o +

# m m + v =# dan [ ] = # m 1 & m 1
m m 1

# = ( [ ] v )

(3 &1)

.engan cara yang sama diperoleh :

3lemen 4esin 55

&&

Belt dan Pule

#o = ( [ ] vo )

mo 1 mo

(3 &&)

)ehingga dengan substitusi dua persamaan (3 &1) dan (3 &&) tersebut, didapatkan harga tegangan (Od) untuk berbagai kondisi, yaitu :

# = #o

[ ] v $ ( m 1) mo [ ] vo ( mo 1) m

(3 &3)

Persamaan (3 &3) ini dapat disingkat secara ringkas sebagi berikut :


# =#o .Cv .C

(3 &8)

.imana : =! : factor kecepatan, dapat dilihat pada "able 3 ? =9 : factor sudut kontak, dapat dilihat pada "able 3 M "abel 3 ?. 'aktor kecepatan (=!) *ecepatan belt 1 ! (m,s) Belt datar, 1,+8 1,+3 =! (belt, 1,+1,+8 =! (&'mber :Dobrovolsky, 1985: 2(6) "able 3 M faktor sudut kontak =9 )udut kontak ?+ 9 (o) Belt datar, =9 ( belt, +,0& =9 (&'mber : Dobrovolsky, 1985: 2(7)

1+ 1,+ 1,+

1+,M+,M8

&+ +,?? +,?-

&+,1M +,18

3+ +,0? +,0+

1&+ +,?& +,?3

18+ +,?? +,M+

10+ +,M8 +,M0

1?+ 1,+ 1,+

&&+ 1,1& 1,+?

.imensi ( belt, seperti : lebar bagian atas (b), tebal atau tinggi (h), luas penampang (N), pan%ang belt (>) serta sudut ketirusan konstan 8+ o untuk berbagai macam %enis belt dapat dilihat pada "abel 3 1+. "abel 3 1+. .imensi ( belt =ross sectional "ype of belt b mm h mm N mm&

.esign length of belt, > mm

3lemen 4esin 55

&3

Belt dan Pule

D N

1+ 13

0 ?

+,81 +,?1

11

1+,-

1,3?

= . 3 '

&& 3& 3? -+

13,1M &3,3+

&,3 8,10,M11,1

8++S 8-+S -0+S 03+S 11+S ?++S M++ 1+++S 11&+S 1&-+S 18++S 10++ 1?++S &+++S &&8+S &-++ -0+S 03+S 11+S ?++S M++S 1+++S 11&+ 1&-+S 18++S 10++S 1?++S &+++ &&8+S &-++S &?++S 31-+S 3--+S 8+++ ?++S M++S 1+++S 11&+S 1&-+S 18++ 10++S 1?++S &+++S &&8+S &-++ &?++S 31-+S 3--+S 8+++S 8-++ -+++S -0++S 03++ 1?++S &+++S &&8+S &-++S &?++ 31-+S 3--+S 8+++S 8-++S -+++ -0++S 03++S 11++S ?+++S M+++S 1+.+++ 31-+S 3--+S 8+++S 8-++S -+++ -0++S 03++S 11++S ?+++S M+++ 1+.+++S 11.+++S 1&.-++S 18.+++ 8-++S -+++S -0++S 11++ ?+++S M+++S 1+.+++S 11.&++S 1&.-++ 18.+++S 10.+++S 1?.+++ 03++S 11++S ?+++S M+++S 1+.+++ 11.&++S 1&.-++S 18.+++S 10.+++S 1?.+++

"arikan pada belt %uga dipengaruhi oleh tegangan dan tekanan persatuan luas (unit pressure) belt pada pulenya. 3fek ini dapat dirumuskan :
#o = + *
h D

(3 &-)

.imana : a dan # adalah konstanta yan dapat dicari secara eksperimen dapat dilihat pada tabel (3 &) dan tabel (3 -) )etelah mendapatkan harga Odo dengan persamaan (3 &-) dan harga Od dengan persamaan (3 &3) maka akan dapat dihitung harga lebar belt ( b ) dengan rumus bah#a tegangan untuk mentransmisikan daya sama dengan gaya efektif dibagi dengan luas penampang yang sudah dibahas di depan. 2arga lebar belt yang didapat dari rumus ini tidak menyimpang %auh dengan harga dari tabel.

# =

Fe F = e " b.h

3lemen 4esin 55

&8

Belt dan Pule

b=

Fe # .h

(3 &0)

.alam perencanaan belt, secara praktis biasanya terlebih dahulu ditentukan dulu tipe dari belt, sehingga didapatkan harga a dan # dari tabel, kemudian menhitung harga Odo dan Od , sehingga dapat dicari %umlah belt (])
,= Fe # ."

(3 &1)

dimana S N : >uas penampang.

3./. Per;it5n!an U:5r Belt ( Calculating Belt Service Life )


.alam operasi yang normal pemeriksaan terhadap belt ditu%ukan pada pemeriksaan keausan pada serat F serat beltnya, yang timbul akibat adanya beban yang ber!ariasi, panas atau akibat kerugian daya (belt losses). )ebenarnya banyak faktor yang dapat mempengaruhi umur belt, namun yang terpenting adalah tegangan berulang )&.&les stress+ dan timbulnya panas. Perubahan tegangan yang terbesar ter%adi pada saat belt mulai memasuki pule penggerak. .alam hal ini dapat dikatakan bah#a bila belt beker%a dalam satu putaran akan ter%adi perubahan beberapa kali, setiap kali ter%adi perubahan tegangan ,inilah yang dapat mempengaruhi umur belt. Dleh karena itu sebagi dasar perhitungannya, dipakai basis Cendurance limitC (fati@ue limit) atau tegangan kelelehan. (Dobrovolsky, 1985: 2(8) 3./.1. Pen!ar5; Te!an!an Lmur belt dapat dihitung dengan rumus umum sebagai berikut :
m ma6 .30++.'. 0 ./ =m f+- . . b+se

(3 &?) (3 &M)

/ =

. b+se 30++.'. 0

f+ ma6

.imana :

3lemen 4esin 55

&-

Belt dan Pule

: umur belt (%am)

;base : basis dari fati@ue test, yaitu 1+1 cycle Ofat : fati@ue limit atau endurance limit yang berhubungan dengan ;base dapat dicari dari Cfati@ue cur!eC Oma6 : tegangan maksimum yang timbul, lihat persamaan (3 ?). u ^ : %umlah putaran per detik, atau sama dengan !,>) ( ! : kecepatan, m,s dan > : pan%ang belt, m) : %umlah pule yang berputar

;ilai Ofat dan m ditentukan berdasarkan bahan dan tipe belt : 1. Lntuk belt datar m : - dan untuk ( belt m : ? (bahan terbuat dari karet dan cotton) &. ;base : 1+1 cycle, maka harga Ofat adalah : Lntuk belt datar : Ofat : 0+ kg,cm& (bahan karet) Lntuk belt datar : Ofat : 3+ kg,cm& (bahan cotton) Lntuk ( belt : Ofat : M+ kg,cm& 3./.2 Pen!ar5; panas Pada saat belt beroperasi, temperatur belt akan naik beberapa dera%ad kemudian konstan. Pada saat demikian semua panas yang ditimbulkan akan dilepas ke udara sekelilingnya, sehingga temperatur belt konstan. *eseimbangan panas pada elemen mesin, dapat %uga diberlakukan pada belt. 1. Panas yang diproduksi atau panas yang dilepas ke atmosfir , $

$ _ Ncool . ht ("1 F "&)


.imana : $ : panas yang diproduksi atau panas yang dilepaskan, cal Ncool : luas pendinginan atau luas permukaan belt, m& : & (bJh). > ht : koefisien perpindahan panas (he+- -r+nsfer koef s en) ( besarnya antara : 1,- s,d 1- cal,(m&.Tam .o=) "1 : temperatur ker%a (o=), biasanya di%aga antara 1- s,d ?- o=
3lemen 4esin 55

(3 &-)

&0

Belt dan Pule

"& : temperature udara sekelilingnya (o=) &. *ehilangan daya. Besarnya kehilangan daya atau energi per satuan #aktu, sama dengan kerugian total yang sudah dinyatakan dengan persamaan (3 18)

> " : N . ! . kp
*ehilangan daya dianggap sama dengan panas yang timbul, sehingga :
"2ool .h- (31 3& ) = ".v.k 1
3 = ".v k1 "2ool .h-

(3 30)

(3 31)

2ubungan antar N dan Ncool untuk belt datar dapat dinyatakan : 1. Lntuk belt datar, h `` b
" b.h b.h h = "2ool &(b + h).4 &.b.4 & 4

(3 3?)

&. Lntuk ( belt ( K : 8+o dan b : 1,0 h)


" +,?.b.h h = "2ool &,M.b.4 3,0.4

(3 3M)

.ari dua persamaan tersebut di atas, maka secara umum untuk belt datar dan ( belt bisa ditulis persamaan sebagai berikut :
" h = "2ool C.4

(3 8+)

.imana : = : konstanta yang besarnya adalah : & untuk belt datar : 3,0 untuk ( belt )ehingga persamaan (3 &1) untuk mengetahui perbedaan temperatur dapat ditulis :
3 = ".v h.v h k1 = .k 1 = '.k 1 "2ool .hC .4.hC.h-

(3 81)

3lemen 4esin 55

&1

Belt dan Pule

.ari persamaan (3 3+) ini akan dapat dihitung harga u, bila harga u ini dimasukkan kedalam persamaan (3 &M) untuk menghitung umur belt, maka hasil umur belt tersebut sudah dipengaruhi oleh ter%adinya panas pada belt. 2arga kp digunakan harga dari beberapa rekomendasi yang sesuai, lihat kembali ke heat transfer.

3.1. Per;it5n!an Be,an Pada Poros P5le


Gaya yang diterima oleh poros dari pule, sesuai dengan besarnya tarikan dan arahnya berimpit dengan belt pada kedua sisi pule seperti terlihat pada Gambar 3 18.

Gambar 3 18. .iagram uraian gaya pada poros pule Besarnya gaya resultan atau 0 yang beker%a pada poros dapat diselesaikan

dengan teori CparallelogramC tetapi secara pendekatan dengan percobaan dapat dipakai persamaan (3 8&) dengan faktor kesalahan - s,d 1 G ( Dobrovolsky, 1985: 240)
F5 = &.Fo .& n

&

Fe

.& n

&

3 8&)

Lntuk belt datar dengan pengatur tarikan : = o +,- sehingga :


F5 = &.Fe .& n &

(3 83)

Lntuk ( belt = o +,1 sehingga :


F5 =1,-.Fe .& n &

(3 88)

3lemen 4esin 55

&?

Belt dan Pule

Lntuk pule tanpa pengatur tarikan, biasanya tarikan a#al dibuat cukup besar, dengan tambahan sebesar -+G, dengan sudut kontak 9 minimal 1&+o sehingga persamaan (3 83) dan (3 88) akan men%adi sebagai berikut : Lntuk belt datar,
F5 . ma6 =1,-.F5 = 3.Fe .& n

&

(3 8-)

Lntuk ( belt,
F5. ma6 =1,-.F5 = &,&-.Fe .& n

&

(3 80)

3.6. Da.a .an! Ditrans:isikan


Belt berputar dengan kecepatan keliling ! (m,s), sambil memindahkan beban sebesar 'e (kgf), maka daya yang ditransmisikan dalam satuan 2P sebesar :
6= Fe .v 1-

(3 81)

Bila daya yang ditransmisikan dalam satuan k/, maka persamaan (3 81) men%adi :
6= Fe .v 1+&

(3 8?)

.engan melihat adanya kehilangan daya sebesar >" sesuai dengan persamaan (3 30) maka efisiensi transmisi sistem belt (tanpa memperhatikan tahanan udara dan gesekan pada bantalannya) adalah : ( Dobrovolsky, 1985: 241)

Fe .v Fe .v + 43

(3 8M)

.imana : a : +,M? untuk belt datar (open belt dri!e) a : +,M- untuk belt datar dengan idler pule a : +,M0 untuk ( belt

3.8. Peren&anaa siste: trans:isi den!an --Belt.


3lemen 4esin 55 &M

Belt dan Pule

Pada sub bab ini akan diuraikan salah satu contoh urut urutan prencanaan transmisi dengan sistem ( belt. 4isalnya ada permasalahan rencanakan sistim trasmisi dengan ( belt yang mampu mentransmisikan daya sebesar P dari putaran n 1 men%adi n& untuk salah satu %enis mesin tertentu. 3.8.1. Da.a dan <o:en Peren&anaan )upaya hasil perencanaan aman, maka besarnya daya dan momen untuk perencanaan dinaikkan sedikit dari daya yang ditrasmisikan (P), yang disebut dengan daya perencanaan atau daya desain (Pd) yang dapat dinyatakan dengan persamaan :
6# = f 2 .6

(3 -+)

.imana : fc : faktor koreksi ("abel 3 11) 2ubungan antara daya dan torsi dapat dilihat pada rumus rumus di ba#ah ini : 1. "orsi satuannya kg.cm dan .aya satuannya 2P (Dobrovolsky, 1985 : 401)
3 = 11.0&+ 6 n

(3 -1)

.imana : " : "orsi, kg.cm ; : daya, 2P ; : putaran poros, rpm "abel 3 11. 'aktor koreksi Belt.
4esin yg digerakkan 4omen puntir puncak &++G 4otor N=( momen normal, sangkar ba%ing sinkron) motor arus searah (lilitan shunt)
Tumlah %am ker%a per hari

Penggerak 4omen puntir puncakb1++G 4otor N= balik (momen tinggi, fase tunggal, lilitan seri) motor arus searah (lilitan kompon, lilitan seri), mesin torak, kopling tak tetap
Tumlah %am ker%a per hari

3%am

? 1+ %am

10 &8 %am

3%am

? 1+ %am

10 &8 %am

3lemen 4esin 55

3+

Belt dan Pule

7+r +s beb+n s+n!+- ke2 l Pengaduk Zat cair, kipas angin, blo#er (sampai 1,k#), pompa sentrifugal, kon!eyor tugas ringan 7+r +s beb+n ke2 l *on!eyor sabuk(pasir, batu bara) pengaduk, kipas angin(lebih dari 1,- k/), mesin torak , peluncur, mesin perkakas, mesin percetakan 7+r +s beb+n se#+n! *on!eyor (ember, sekrup), pompa torak, kompresor, gilingan palu, pengocok, roots blo#er, mesin tekstil, mesin kayu 7+r +s beb+n bes+r Penghancur, gilingan bola atau batang, pengangkat, mesin pabrikkaret (rol karet, lender)

1,+

1,1

1,&

1,&

1,3

1,8

1,&

1,3

1,8

1,8

1,-

1,0

1,3

1,8

1,-

1,0

1,1

1,?

1,-

1,0

1,1

1,?

1,M

&,+

(&'mber : &'l+rso, 2004 : 165) &. "orsi satuannya kgf.mm dan .aya satuannya k/ (&'l+rso, 2000 : 7)
3 = M,18.1+ 6 n

(3 -&)

.imana : " : "orsi , kg.mm Pd : .aya, k/ 3. "orsi satuannya lbf.in dan .aya satuannya 2P (Coll ns 8+2k ", 200( : 180 )
3 = 03.+&6 n

(3 -3)

.imana : " : "orsi, lbf.in ; : .aya, 2P


3 = 03.+++ 6 (De'-s2hm+n, 198( : ((4 ) n

3. "orsi satuannya ;.m dan .aya satuannya 2P

3lemen 4esin 55

31

Belt dan Pule

3 = M-8M

6 n

(3 -8)

.imana : " : torsi , ;.m ; : k/ Persamaan (3 -1) s,d (3 -&) menyatakan hubungan antara torsi dan daya dengan berbagai macam satuan, bila yang diinginkan torsi perencanaan " d, maka daya yang dipakai adalah daya perencanaan (Pd)

3.8.2. Pe:ili;an BELT Belt dipilih berdasarkan daya desain (Pd) dan putaran pule yang kecil (nmin), dengan menggunakan Gambar 3 1- maka %enis belt yang sesuai akan diperolah. =ara seperti ini bukan satu satunya cara, cara lain bisa dilakukan dengan menghitung dulu luas penampang belt (N) yang diperlukan, selan%utkan akan diketahui %enis belt (D,N, B, =, ., 3 atau ') serta %umlahnya dengan menggunakan persamaan (3 &1). 4isalnya digunakan cara pertama yaitu dengan mengguanakan Gambar 3 1-, maka setelah diperoleh %enis beltnya, tulis data data belt tersebut, misalnya lebar (b), tebal (h) dan luas (N), data data ini akan dipakai untuk perhitungan selan%utnya. Pan%ang belt belum bisa dihitung, karena harus menunggu perhitungan , pemilihan diameter pule.

3lemen 4esin 55

3&

Belt dan Pule

Gambar 3 1-. .iagram pemilihan ( belt Pe:ili;an ata5 Per;it5n!an Dia:eter. Lntuk memilih atau menghitung besarnya diameter pule, dapat menngunakan rumus perbandingan putara (i). Bila rangkakan diabaikan, maka rumus yang dipakai adalah persamaa (3 --a), sedangkan bila rangkaan tidak diabaikan maka persamaan yang dipakai adalah persamaan (3 --b) yang berasal dari persamaan (3 8)
= n1 D& = n& D1

(3 --a)

n1 D& (1 + ) = n& D1 --b) =

(3

.imana : . : diameter pule E : koefisien rangkaan ( 1 s,d & ) , (&'l+rso, 2004 :186) )alah satu diameter pule direncanakan terlebih dahulu, biasanya diameter yang kecil yang direncanakan terlebih dahulu, sebagaimana ditun%ukkan dalam tabel di ba#ah ini.

3lemen 4esin 55

33

Belt dan Pule

"abel 3 1&. .iameter Pule yang kecil Tipe Belt .iameter minimum yg dii%inkan (mm) .iameter minimum yg dian%urkan (mm) A 0B 11C 11D 3++ E 8-+ 301 11?+ =31-

M-

18-

&&-

3-+

--+

1++

&&8

30+

(&'mber : &'l+rso, 2004 : 186) Ke&epatan Kelilin! ata5 Ke&epatan Linier Besarnya kecepatan keliling atau kecepatan linier yang biasa dilambangkan P! P atau PuC dapat dinyatakan dengan persamaan v=

.D1.n1
0+ $1+++

(3 -0a)

dimana : ! : kecepatan linier belt ( m,det), !ma6 : 3+ m,det . : diameter pule, mm n : putaran pule, rpm v= -0b) dimana : ! : kecepatan linier belt ( ft,det), !ma6 : 3+ m,det . : diameter pule, in Perhatikan persamaan (3 -0), diameter dan putaran pule ( . dan n ) berada dalam satu benda, artinya bila .1 maka putarnnya %uga n1, dan bila .& maka putarannya %uga n&. >arak Ked5a-35:,5 Poros ) C + dan panjan! ,elt ) L + Tarak kedua sumbu poros dan dan pan%ang belt saling berhubungan, untuk konstruksi o1en bel- #r ve hubungan tersebut dapat dilihat pada persamaan (3 -1), sedangkan konstruksi yang lain dapat dlihat pada "abel 3 1

.D1.n1
0+ $1&

(3

3lemen 4esin 55

38

Belt dan Pule

4 = &C +

( D1 + D& ) + 1 ( D& D1 ) & & 8C

(3 -1)

.alam perdagangan terdapat bermacam macam ukuran belt, namun untuk mendapatkan ukuran belt yang pan%angnya sama persis dengan hasil perhitungan umumnya sulit. Bila pan%ang belt sudah diketahui, maka %arak kedua sumbu poros dapat dinyatakan dengan persamaan di ba#ah ini.
C= b + b & ?( D& D1 ) ?
&

(3 -?)

dimana : b : &> (d& F d1)

<en!;it5n! 2a.a Tarik dan >5:la; Belt .iantara tiga gaya yaitu : '1, '& dan 'e, biasanya yang lebih dahulu diketahui adalah 'e degan menggunakan rumus :
Fe = 31 3& atau Fe = r1 r&

)elan%unya menghitung '1 dan '& dengan menggunakan persamaan (3 1) yang terlebih dahulu harus menghitug besarnya sudut kontak (9) dan besarnya koefisien gesek (f). )etelah diperoleh 'e maka %umlah belt bisa diketahui dengan persamaan (3 &1). Perhitungan selan%utnya adalah "egangan 4aksimum dengan persamaan (3 1&), Prediksi Lmur Belt dengan persamaan (3 &M), dan beban pada poros pule (3 80), tentu a%a dilan%utkan dengan perhitungan perhitungan lain yang diperlukan.

3.=. Contino5s -ario5s Trans:ission

3lemen 4esin 55

3-

Belt dan Pule

C9.3:.9;& 7"5:9;& 35".&<:&: (C73) adalah transmisi dengan perbandingan gigi yang sangat ber!ariasi, orang lebih senang menyebutnya transmisi otomatic. 3.=.1. Ko:ponen C-T

Gambar 3. 1- )kema dan komponen komponen =(" 3.=.2. Ke5nt5n!an 3iste: C-T

3lemen 4esin 55

30

Belt dan Pule

1. 4emberikan perubahan kecepatan dan perubahan torsi dari mesin ke roda belakang secara otomatis &. Perbandingan rasio gigi yang sangat tepat tanpa harus memindahan gigi 3. "idak akan ter%adi hentakan saat perpindahan didi 8. Perpindahan kecepatan yang sangat lembut 3.=.3. Ke5nt5n!an 3iste: C-T 1. Lntuk start pertama dibutuhkan putaran yang tinggi &. Pembukaan gas cenderung besar, karena dibutuhkan putaran tinggi untuk bisa ber%alan dan berpidah rasio 3. Penggunaan bensin lebih boros 8. *arena lebih banyak beker%a pada putaran tinggi dimungkinkan mesin lebih cepat rusak %ika tidak mendapatkan pera#atan yang lebih -. Pada saat %alan menurun, engine brake yang ter%adi sangat kecil, sehingga cenderung mengerem dan rem akan terbakar 0. *arena kecilnya engine breke ini akan menimbulkan motor sulit dikendalikan saat %alan menurun. Lntuk itu tidak disarankan menggunakan motor matic di kondisi %alan menan%ak dan menurun bagi yang belum berpengalaman. 3.=./. Cara Kerja 3iste: C-T

Gambar 3. 10 )kema cara ker%a =("

3lemen 4esin 55

31

Belt dan Pule

a. )aat putaran langsam )aat putaran langsam kopling sentrifugal pada pulley sekunder belum berhubungan, sehingga putaran dari pulley primer belum dapat diteruskan ke roda belakang.

Gambar 3.11 =(" saat putaran langsam b. )aat putaran mulai %alan )aat mulai ber%alan kompling sentrifugal pada pulley sekunder mulai terhubung dan memutar roda belakang

Gambar 3.1? =(" saat putaran mulai %alan

3lemen 4esin 55

3?

Belt dan Pule

c. )aat putaran menengah )aat putaran menengah besar pulley sekunder dan primer relatif sama, sehingga membuat perbandingan gigi yang sesuai

Gambar 3.1M =(" saat putaran menengah

d. )aat putaran tinggi )aat putaran tinggi, pulley primer membesar, karena putaran mesin meninggi, oleh karena pulley primer membesar belt lebih banyak tertari ke depan, sehingga pulley sekunder mengecil. perbandingan putaran akan berubah lagi.

Gambar 3.&+ =(" saat putaran tinggi

3lemen 4esin 55

3M

Belt dan Pule

e. )aat roda beban berat , menan%ak Pada saat menan%ak, atau beban berat, roda belakang agak tertahan, oleh karena beban sehingga pulley sekunder membesar dan pulley primer mengecil.

Gambar 3.&1 =(" saat beban berat

3lemen 4esin 55

8+