Anda di halaman 1dari 20

KENAIKAN TEKANAN INTRAKRANIAL

Syarifah Hanum S.W. Herlinawati

Tek. Intrakranial normal: 10 mmHg (136 mm H2O)


Setelah fusi sutura:

TIK = tek. otak + LCS + darah

LIQUOR CEREBROSPINALIS
LCS: 70% diproduksi plexus choroidales 30% dari perpindahan cairan transpendimal dari otak ke sistema ventrikel Volume LCS rata-rata (4-13 thn): 90 cc Volume LCS pada dewasa: 150 cc Kecepatan produksi: 0,35 cc/menit atau 500 cc/hari

TIK meningkat Produksi LCS tetap konstan atau menurun sedikit TIK > 7 mmHg Kecepatan absorpsi meningkat secara linier Pada TIK > 20 mmHg kecepatan absorpsi 3x kecepatan produksi Gangguan absorpsi lebih umum menjadi penyebab terjadinya hidrosefalus Produksi melebihi absorpsi hanya tjd pada papilloma plexus choroidalis

ALIRAN DARAH SEREBRAL


Aliran darah serebral (bayi s/d dewasa): 50-60 cc/menit/100 gram otak Kenaikan vol darah intrakranial dapat meningkatkan TIK Hiperkarbia tjd vasodilatasi aliran darah ke otak meningkat Hipokarbia menyebabkan keadaan sebaliknya

Tekanan perfusi otak: mean tek arterial sistemik tek intrakranial Tekanan perfusi dpt turun s/d membahayakan bila: - tek arterial sistemik turun - TIK meningkat Autoregulasi (serabut saraf otonom pada dasar otak) memungkinkan aliran darah otak relatif konstan walaupun ada perubahan aliran darah sistemik Kegagalan autoregulasi dpt tjd krn tekanan perfusi otak turun dibawah 50 cm H2O atau pd asidosis berat

EDEMA OTAK
Peningkatan volume otak disebabkan peningkatan kadar natrium dan air dalam otak Edema generalisata menyebabkan peningkatan TIK Edema otak terbagi atas: - Edema vasogenik - Edema sitotoksik - Edema interstisial

Edema vasogenik
Disebabkan kenaikan permeabilitas vaskular Terjadi pada tumor otak, abses otak, trauma dan perdarahan Terletak terutama pada substansia alba Terapi kortikosteroid

Zat osmotik tidak berpengaruh pada edema vasogenik tetapi dpt mengurangi volume jaringan otak yg normal shg TIK ikut turun

Edema sitotoksik
Pembengkakan sel-sel neuron, glia dan endotel sehingga ruang interstisial menyempit Terjadi karena hipoksia, iskemia atau infeksi SSP

Zat osmotik dpt menurunkan TIK dg mengurangi volume otak


Kortikosteroid tidak berguna

Edema interstisial
Disebabkan perpindahan cairan transependimal Tjd bila absorpsi LCS terhambat karena ventrikel yang melebar sehingga cairan berkumpul pada substansia alba periventrikular Terapi Senyawa yg berfungsi mengurangi produksi LCS (acetazolamid, furosemid) Kortikosteroid dan zat osmotik tidak bermanfaat

MASSA
Lesi berupa massa (tumor, abses, hematoma, malformasi arteriovenosa) meningkatkan TIK krn bersifat space occupying

Menyebabkan edema serebri, menghambat sirkulasi dan absorpsi LCS, meningkatkan aliran darah dan menghambat aliran balik venosa

SPINA BIFIDA
SPINA BIFIDA Kegagalan fusi tulang pada linea mediana posterior columna vertebralis NEURAL TUBE DEFECT Semua kelainan yang disebabkan gagal menutupnya neural tube, mulai anensefali sampai sacral meningocele MENINGOMYELOCELE Herniasi jaringan medulla spinalis beserta meninges melalui celah pada tulang vertebra. Lebih sering pada regio lumbosacral dan 20x lebih sering drpd meningocele saja. MENINGOCELE Herniasi meninges melalui celah pada tulang. Lbh sering pada daerah lumbosacral, biasanya tidak disertai defisit neurologis

Meningocele Myelomeningocele

EPIDEMIOLOGI
Insidensi tertinggi di Irlandia: 1 dari 250 kelahiran hidup Insidensi terendah di Jepang: 1 dari 3000 kelahiran hidup

ETIOLOGI
Multifaktorial: lingkungan, genetik, nutrisi, faktor teratogenik Suplementasi asam folat pada ibu hamil dapat menurunkan insidensi spina bifida. Cara kerja blm diketahui Teratogen penyebab spina bifida: valproat, fenitoin, colchicine, vinkristin, azathioprin, metotreksat

SPINA BIFIDA OCCULTA

MANIFESTASI KLINIS
1. SB OCCULTA tanpa defisit neurologis, tidak ada herniasi jaringan melalui celah vertebra. Sering terdapat dimple atau area berambut pada kulit di atas defek. Tidak disertai defisit neurologis 2. MENINGOCELE massa dg fluktuasi pada daerah defek 3. MYELOMENINGOCELE massa dg fluktuasi terdapat defek neurologis, tergantung segmen di mana tdp lesi. Contoh: di atas L3: paraplegia, di bawah S3: tidak mengganggu gerakan tetapi menyebabkan inkontinensia uri/alvi berhubungan dengan anomali dan komplikasi lain

ABSES SEREBRI
Faktor predisposisi: meningitis, otitis media kronis, sinusitis, penyakit jantung bawaan Usia < 5 bulan lebih sering pada pdrt hidrosefalus yg memakai VP shunt, terutama disebabkan species Staphylococcus Usia > 5 bln lbh sering krn species Streptococcus

Gejala klinis:
Tergantung usia dan lokasi massa Didahului fase serebritis (demam, nyeri kepala, letargi) Kejang dpt terjadi, kadang tidak Gejala kenaikan TIK (sesuai umur) Gejala gangguan neurologis fokal Demam pd 60% kasus, sdg iritasi meninges jarang terjadi Abses pada hemisfer serebri (80%) ditandai dgn: hemiparesis, hemianopia, kejang Abses serebelli sering krn OMK, ditandai nystagmus dan ataksia

Diagnosis:
CT-Scan

Terapi:
Mengurangi edema dengan kortikosteroid Antibiotika Drainase (operatif) bila terapi medis tidak berhasil

Terima Kasih