Anda di halaman 1dari 21

TERAPI KOMPLEMENTER

A. Pengertian
Terapi Komplementer adalah cara penanggulangan penyakit yang dilakukan sebagai pendukung kepada pengobatan medis konvensional atau sebagai pengobatan pilihan lain di luar pengobatan medis yang konvensional. Terapi Komplementer adalah pengobatan non konvensional yang bukan berasal dari negara yang bersangkutan. Misalnya, jamu bukan termasuk pengobatan komplementer tetapi merupakan pengobatan tradisional (WHO .

B. Perkembangan Terapi Komplementer


!erdasarkan hasil "urvey "osial #konomi $asional ("%"#$&" tentang penggunaan pengobatan tradisional termasuk di dalamnya pengobatan komplementer ' alternati( yang meningkat dari tahun ke tahun, bahkan hasil penelitian tahun )*+* telah digunakan oleh ,*dari penduduk .ndonesia.

C. Rumah Sakit Terapi Komplementer i In one!ia


!erdasarkan "urat Keputusan /irektur 0enderal !ina 1elayanan Medik yang telah menetapkan ke2enangan terhadap +)3umah "akit 1endidikan untuk melaksanakan pelayanan pengobatan komplementer, dintaranya 4 +. 3"%1 "anglah /enpasar ). 3"%/ /r. 1ringadi Medan 5. 3"%1 1ersahabatan 0akarta ,. 3" Kanker /harmais 0akarta 6. 3"%/ "ai(ul &n2ar Malang 7. 3"%/ /r. "oetomo "urabaya 8. 3" T$. &9 Mintoharjo 0akarta :. 3"%1 /r. "ardjito ;ogyakarta <. 3"%1 1ro(. /r. Kandau Menado +*. 3"%1 /r. "uraji Tirtonegoro Klaten ++. 3" Orthopedi 1ro(. /r. 3. "oeharso "olo +). 3"%1 /r. Wahidin "udiro Husodo Makassar

". Tu#uan Terapi Komplementer


Terapi komplementer bertujuan untuk memperbaiki (ungsi dari sistem ' sistem tubuh, terutama sistem kekebalan dan pertahanan tubuh agar tubuh dapat menyembuhkan dirinya sendiri yang sedang sakit, karena tubuh kita sebenarnya mempunyai kemampuan untuk menyembuhkan dirinya sendiri, asalkan kita mau mendengarkannya dan memberikan respon dengan asupan nutrisi yang baik dan lengkap serta pera2atan yang tepat.

E. $eni! % $eni! Terapi Komplementer


a. b. c. d. a. b. c. $utrisi (Nutritional Therapy = Terapi herbal (Herbal Therapy = Terapi psiko ' somatik (Mind Body Therapy Terapi spiriyual berbasis doa (Spiritual Therapy Based on Prayer ;oga= &kupuntur= 1ijat re(leksi=

&. Meto e Terapi Komplmenter

d. e. (. g. h. i.

>hiropractic= Tanaman obat herbal= Homeopati, natuopati= Terapi polaritas atau reiki= Tekhnik ' tekhnik relaksasi= Hipnoterapi, meditasi dan visualisasi.

'. Obat % Obat (ang "igunakan alam Terapi Komplmenter


a. b. !ersi(at natural yaitu mengambil bahan dari alam, seperti jamu ' jamuan, rempah yang sudah dikenal (jahe, kunyit, temu la2ak dan sebagainya . 1endekatan lain seperti menggunakan energi tertentu yang mampu mempercepat proses penyembuhan, hingga menggunakan doa tertentu yang diyakini secara spiritual memiliki kekuatan penyembuhan. /i .ndonesia ada 5 jenis teknik pengobatan komplementer yang telah ditetapkan oleh /epartemen Kesehatan untuk dapat diintegrasikan ke dalam pelayanan konvensional, yaitu sebagai berikut 4 +. &kupunktur medik yang dilakukan oleh dokter umum berdasarkan kompetensinya. Metode yang berasal dari >ina ini diperkirakan sangat berman(aat dalam mengatasi berbagai kondisi kesehatan tertentu dan juga sebagai analgesi (pereda nyeri . >ara kerjanya adalah dengan mengaktivasi berbagai molekul signal yang berperan sebagai komunikasi antar sel. "alah satu pelepasan molekul tersebut adalah pelepasan endorphin yang banyak berperan pada sistem tubuh. ). Terapi hiperbarik, yaitu suatu metode terapi dimana pasien dimasukkan ke dalam sebuah ruangan yang memiliki tekanan udara ) ' 5 kali lebih besar daripada tekanan udara atmos(er normal (+ atmos(er , lalu diberi pernapasan oksigen murni (+**- . "elama terapi, pasien boleh membaca, minum, atau makan untuk menghindari trauma pada telinga akibat tingginya tekanan udara. 5. Terapi herbal medik, yaitu terapi dengan menggunakan obat bahan alam, baik berupa herbal terstandar dalam kegiatan pelayanan penelitian maupun berupa (ito(armaka. Herbal terstandar yaitu herbal yang telah melalui uji preklinik pada cell line atau he2an coba, baik terhadap keamanan maupun e(ektivitasnya. Terapi dengan menggunakan herbal ini akan diatur lebih lanjut oleh /epartemen Kesehatan 3epublik .ndonesia. &da beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu sebagai berikut 4

sumber daya manusia harus tenaga dokter dan atau dokter gigi yang sudah memiliki kompetensi. !ahan yang digunakan harus yang sudah terstandar dan dalam bentuk sediaan (armasi. 3umah sakit yang dapat melakukan pelayanan penelitian harus telah mendapat i?in dari /epartemen Kesehatan 3epublik .ndonesia dan akan dilakukan pemantauan terus ' menerus. /ari 5 jenis teknik pengobatan komplementer yang ada, daya e(ektivitasnya untuk mengatasi berbagai jenis gangguan penyakit tidak bisa dibandingkan satu dengan lainnya karena masing ' masing mempunyai teknik serta (ungsinya sendiri ' sendiri. Terapi hiperbarik misalnya, umumnya digunakan untuk pasien ' pasien dengan gangren supaya tidak perlu dilakukan pengamputasian bagian tubuh. Terapi herbal, ber(ungsi dalam meningkatkan daya tahan tubuh. "ementara, terapi akupunktur ber(ungsi memperbaiki keadaan umum, meningkatkan sistem imun tubuh, mengatasi konstipasi atau diare, meningkatkan na(su makan serta menghilangkan atau mengurangi e(ek samping yang timbul akibat dari pengobatan kanker itu sendiri, seperti mual dan muntah, (atigue (kelelahan dan neuropati. 1ada beberapa rumah sakit di .ndonesia, pengobatan komplementer ini pun mulai diterapkan sebagai terapi penunjang atau sebagai terapi pengganti bagi pasien yang menolak metode pengobatan konvensional. Terapi komplementer ini juga dapat dilakukan atas permintaan pasien

sendiri ataupun atas rujukan para dokter lainnya. /iharapkan dengan penggabungan pengobatan konvensional dan pengobatan komplementer ini bisa didapatkan hasil terapi yang lebih baik. /i .ndonesia, 3umah "akit Kanker @ /harmais @ 0akarta merupakan satu dari , rumah sakit yang telah ditunjuk oleh /epartemen Kesehatan untuk melaksanakan dan mengembangkan pengobatan komplementer ini. %ntuk saat ini, pengobatan komplementer yang sudah tersedia adalah pengobatan akupunktur medik. "edangkan untuk terapi menggunakan herbal medik sedang dalam persiapan. 5 rumah sakit lain yang dipercaya untuk terapi pengobatan komplementer oleh /epartemen Kesehatan adalah 3umah "akit 1ersahabatan 0akarta, 3umah "akit /okter "oetomo "urabaya, dan 3umah "akit Kandou2 Manado. Sumber ) http)**argitau+hiha.blog!pot.+om*,-.-*.,*terapi/komplementer.html

PEN'OBATAN ALTERNATI& 0 KOMPLEMENTER


/alam buku tersebut, dituliskan e1ini!i pengobatan alernati( dan komplementer sebagai berikut4 Pengobatan Alternati1 adalah jenis pengobatan yang tidak dilakukan oleh paramedisAdokter pada umumnya, tetapi oleh seorang ahli atau praktisi yang menguasai keahliannya tersebut melalui pendidikan yang lainAnon medis. Pengobatan Komplementer adalah pengobatan tradisional yang sudah diakui dan dapat dipakai sebagai pendamping terapi konvesionalAmedis. Menurut $ational >enter (or >omplementary and &lternative Medicine ($>>&M 1engobatan di atas dapat dikategorikan menjadi 6 kategori yang kadangkala satu jenis pengobatan bisa mencakup beberapa kategori. (WikipediaB&lternative Medicine Sistemnya adalah: +. Alternati2e Me i+al S(!tem* 3ealing S(!tem % non me i! terdiri dari Homeopathy, $aturopathy, &yurveda dan Traditional >hinese Medicine (selanjutnya disingkat T>M seven chakrasBayurveda ). Min Bo ( Inter2ention terdiri atas Meditasi, &utogenics, 3elaksasi 1rogresi(, Terapi Kreati(, Cisualisasi Kreati(, Hypnotherapy, $eurolinguistik 1rogramming ($91 , !rain Dym, dan !ach Elo2er 3emedy. 5. Terapi Biologi! terdiri dari Terapi Herbal, Terapi $utrisi, Eood >ombining, Terapi 0us, Makrobiotik, Terapi %rine, >olon Hydrotherapy. ,. Manipula!i Anggota Tubuh terdiri atas 1ijatAMassage, &romatherapy, Hydrotherapy, 1ilates, >hiropractic, ;oga, Terapi >raniosacral, Teknik !uteyko. 6. Terapi Energi terdiri dari &kupunktur, &kupressur, 3e(leksiologi, >hi Kung, Tai >hi, 3eiki, dan 1rana healing. "edangkan untuk pengobatan konvensional maupun pilihan diagnosa ada pula yang dilakukan seperti pengobatan alternati( 4

hyperbaric oFygen chamber Pengobatan kon2en!ional*me i! % 'a(a alternati1 terdiri atas Terapi khelasi, Terapi Oksigen Hiperbarik, dan ##>1. "iagno!a Alternati1 melalui Eoto aura, .ridologi, 3adiestesi, Kinesiologi, dan /iagnosa T>M Sumber ) http)**rumahherbalku.4or pre!!.+om*,--5*-,*-6*pengobatan/alternati1/ komplementer/ber!ambung/bag/.*
--

SOP MEDITASI
RELAKSASI MEDITASI Banyak Perawat yang belum memahami bagimana membantu pasien mengurasi stress dan mengurangi rasa nyeri tanpa obat. Relaksasi meditasi merupakan terapi komplemen yang mudah dilakukan oleh siapa saja. Relaksasi meditasi merupakan bentuk pelayanan keperawatan dari aspek psikososial-spiritual Meditasi diartikan sebagai proses pemusatan perhatian, yang menyebar menjadi satu perhatian, yang dilakukan secara sadar. Dengan meditasi, seseorang bisa belajar menjalani hidup dengan baik atas dasar keinginannya sendiri dan mencoba mengatasi masalah yang dihadapi Meditasi adalah suatu usaha untuk mencapai keadaan yang disebut trance/hening ( stop thinking ), sehingga otak mempunyai kesempatan untuk memperbaiki kondisi yang tidak seimbang ( homeostasis ). Pada saat menghadapi stressor, maka otak ( hipothalamus ) akan mengirimkan sinyal tanda bahaya pada organ tubuh melalui syaraf untuk mengadakan serangkaian perubahan dalam tubuh seperti jantung, hormon, otot dan alat pernafasan. Cocok untuk pasien asma dengan kategori tertentu, namun tetap tidak cocok untuk pasien asma kronis. Dan harus tetap dilakukan secara rutin. CARA MEN !"#!RA$A#%AN &#A% ' Relaksasi. ' Meditasi PR&"E" (A)AM #*B*$ (A)AM %&N(!"! ME(!#A#!+ , Penggunaan oksigen dalam tubuh sangat ke-il. , #ubuh akan mengeluarkan endomorphin. , Proses homeostasis oleh otak. , Proses regenerasi sel. , Masuk dalam kesadaran jiwa. #A$APAN PR&"E" ME(!#A"! +ase orientasi. +ase Relaksasi. +ase tran-e. +ase #erminasi.

+A"E &R!EN#A"! "el. e/aluation. Bina trust dengan pasien. Eksplorasi perasaan pasien. )akukan %onseling untuk meningkatkan sugesti0moti/asi pasien. "iapkan pasien untuk pasrah kepada #uhan. +A"E RE)A%"A"! (uduk 0 tidur telentang. %onsentrasi. Merasakan.

+A"E #RANCE $ening. Berdo1a sesuai dengan kebutuhan. Pasrah.

+A"E #ERM!NA"! *-apkan terima kasih kepada#uhan karena telah mendapat bantuan dari #uhan. Pertahankan kondisi meditati. dalam keadaan mata dibuka.

#E$N!% RE)A%"A"! ME(!#A"! (uduk dengan santai. #atap satu titik satu meter didepan anda hingga mata anda merasa perih2 tahan hingga tidak mampu lagi menahan perih dan biarkan mata anda menutup sendiri. #arik na.as dalam melalui hidung dan niatkan dalam hati bersamaan dengan menarik na.as untuk menarik energi penyembuhan dari sekitar kita.

%eluarkan na.as pelan melalui hidung2 bersamaan dengan itu keluarkan energi melalui telapak kedua kaki. )akukan se-ara berulang-ulang 3 4 56. #arik na.as dalam 2 keluarkan energi melalui kedua telapak tangan. )akukan berulang-ulang sebanyak 4 kali. #arik na.as dalam 2 keluarkan energi melalui ubun-ubun. )akukan berulang-ulang sebanyak 4 kali. #arik na.as dalam 2 keluarkan energi ke seluruh tubuh. )akukan berulang-ulang sebanyak 4 kali. Berdo1a kepada #uhan2 7 #uhan berikanlah penyembuhan pada diri saya8. %emudian rasakan energi dari atas kepala masuk kedalam tubuh anda dan menyapu bersih semua energi negati. dalam diri anda. Biarkan energi ilahi membersihkan energi negati.2 sementara anda pasrah kepada #uhan dengan .okus pada hati nurani anda. #E$N!% #!(*R RE)A%"A"! )akukan posisi tidur telentang dan pejamkan mata. %endorkan semua organ tubuh mulai kaki sampai ujung kepala. +okuskan pikiran anda pada kedua kaki anda. Rasakan energi masuk mulai ujung ibu jari anda. Biarkan energi naik ke mata kaki2 betis2 lutut2 paha hingga ujung kepala. Biarkan energi mengalir terus mulai ujung kaki hingga ujung kepala. Anda pasrah kepada #uhan biarkan #uhan mengobati diri anda. %alau anda ngantuk 2 biarkan anda tertidur dengan nyenyak. E%"P)&RA"! PERA"AAN Relaksasi. %embali pada masa lalu yang menyakitkan. Menyadari bahwa masalah tsb merupakan bagian dari kehidupan dan terima apa adanya.

KEPERAWATAN KOMPLEMENTER - KONSEP PRANA

BAB I PENDAHULUAN

1.1 PENGGUNAAN PRANA Penyembuhan dengan Prana tak hanya bisa menanggulangi penyakit .isik2 tetapi juga masalah emosi2 psikologis dan juga spiritual. $al itu dikarenakan kualitas energi Prana membentuk pribadi dan diri manusia. Energi Prana mempengaruhi -ara orang ber.ikir2 mempengaruhi seseorang dalam bertindak2 mempengaruhi dalam mengambil keputusan dan mempengaruhi kehidupan seseorang se-ara holistik. Prinsip-prinsip dasat trans.er energi merupakan konsep ilmiah2 dapat diterapkan dalam kasus penyembuhan prana dimana energi prana yang digunakan untuk mempengaruhi reaksi dalam tubuh2 dengan demikian menyembuhkan penyakit apapun yang ada dalam tubuh. %onsep dasar adalah bahwa ketika seseorang menderita penyakit2 prana atau tingkat energi terpengaruh. Penyembuhan Prana membantu seseorang untuk memulihkan energi /italnya dengan bekerja pada -hakra prana pasien dan aura. Penyembuhan Prana bekerja pada dua hukum dasar 9 hukum pemulihan diri dan hukum energi kehidupan. $ukum pemulihan diri menyatakan bahwa tubuh memiliki kekuatan atau kemampuan untuk menyembuhkan dirinya sendiri sedangkan hukum energi kehidupan menegaskan bahwa energi kehidupan atau prana dapat digunakan untuk memper-epat proses penyembuhan. Proses penyembuhan prana menegaskan bahwa energi prana benar-benar dapat mempengaruhi reaksi kimia dalam tubuh untuk menyembuhkan penyakitnya.

1.2 PROSES PENYEMBUHAN MELALUI PRANA Penyembuhan prana dapat digunakan untuk kondisi gangguan spiritual2 psikologis dan .isik. "eperti dengan mengobati pasien melalui aura mereka. Pengobatan ini sangat non-in/asi.. Penyembuhan Prana disebut sebagai sumber terapi alternati. selain penggunaan obat.

Praktisi akan menggunakan tangan mereka untuk menyerap dan menyalurkan prana itu ke daerah-daerah di mana energi aura pasien yang sakit2 menghilangkan energi buruk dan menggantinya dengan energi segar. $asilnya sering langsung. %arena penyembuhan Prana bekerja pada 7tubuh energi82 ia mampu mengambil gangguan potensial atau penyakit sebelum mereka terwujud dalam pasien. "etiap sesi pengobatan disesuaikan dengan kondisi dan kombinasi spesi.ik warna energi dan getaran yang digunakan untuk e.ek pengobatan atau penyembuhan. "ementara penyembuhan prana dapat dilakukan se-ara mandiri atau digabungkan dengan pengobatan kedokteran modern. :ika Anda menderita masalah serius atau persisten2 praktisi akan mendorong Anda untuk konsultasi dengan dokter serta melanjutkan pengobatan se-ara medis.

1.3 DAMPAK TERAPI PRANA ;. (ampak Positi. Menyembuhkan gangguan .isik atau psikologis kronis dan akut (apat meningkatkan kesejahteraan seseorang dan membantu untuk men-apai tujuan2 dan makmur dalam pribadi maupun kehidupan pro.essional Membantu untuk menanamkan sejumlah spiritualitas dalam praktisi dari bentuk terapi

<. (ampak Negati/e "ampai saat ini, belum ditemukan adanya efek samping setelah seseorang di terapi dengan energi prana. Akan tetapi, penanganan menggunakan energi prana yang kurang tepat, mampu memicu gangguan penyakit ringan seperti telinga berdengung, muncul alergi dan beberapa anggota tubuh seperti jari kelingking tangan kesemutan. leh sebab itu, jika ingin mendapatkan pengobatan dengan energi prana pastikan praktisi yang didatangi merupakan praktisi yang telah bersertifikat nasional dan di keluarkan oleh asosiasi prana ternama, seperti dari Asosiasi Prana !ndonesia. dan jika ingin belajar penyembuhan dengan prana2 pastikan untuk men-ari seorang guru pembimbing yang kompeten dan telah berpengalaman.

BAB II KONSEP TEORI

2.1 PENGERTIAN PRANA Prana adalah istilah sansekerta yang berarti energi /ital atau daya hidup yang memberikan kehidupan bagi seluruh alam semesta termasuk kehidupan manusia. Prana adalah uni/ersal. (i China disebut "hi2 di :epang #i2 di =unani Pneuma2 di Polynesia Mana2 dan dalam bahasa !brani disebut dengan $uah yang kesemuanya mempunyai arti yang sama yaitu >Na.as %ehidupan1. Prana merupakan energi yang berorientasi terhadap makrosmos. Contoh dari energienergi yang termasuk dalam kelompok ini adalah ? Reiki2 )ing Chi2 %aruna2 "ei-him2 Prana 3Choa %ok "ui62 (risana2 Neriya2 olden #riangle2 Ra-"heeba2 dan lain-lain.

2.2 KONSEP DASAR PENYEMBUHAN PRANA (alam ilmu pengobatan kuno2 terdapat lima tingkatan kemampuan penyembuhan? ;. Tingkat Perta a #ingkat ini disebut tuena. Penyembuh menggunakan tangannya untuk mengurut dan memijat. $al ini disebut juga dengan acupressure. !ni merupakan kemampuan tingkat pertama.

<. #ingkat %edua Pada tingkat ini2 penyembuh menggunakan ramuan tumbuh-tumbuhan 3herbal62 kadang juga menggunakan ramuan yang berasal dari hewan serta mineral untuk menyembuhkan pasien.

4. #ingkat %etiga Pada tingkat ini2 penyembuh menggunakan teknik akupunktur dan mo%ibustion. Menggunakan jarum untuk memperlan-ar aliran energi.

@. #ingkat %eempat

Pada tingkat ini penyembuh menggunakan akupunktur sambil memproyeksikan chi pada jarum2 meridian dan organ dalam. !ni merupakan teknik penyembuhan tingkat tinggi2 di China untuk menguasai teknik penyembuhan ini membutuhkan waktu bertahun-tahun.

A. #ingkat kelima Merupakan kemampuan penyembuhan tingkat tertinggi2 dilakukan dengan -ara mengalirkan chi tanpa menggunakan jarum ataupun kontak .isik. Energi chi dialirkan dari jarak dekat maupun jarak jauh2 misalnya dari daerah satu ke daerah lainnya. (alam kebudayaan China dan !ndia kuno2 teknik mengalirkan energi chi atau prana dalam jarak dekat maupun jarak jauh tanpa merasa lelah ini pada saat itu sangat dijaga kerahasiaannya dan hanya sangat sedikit orang yang mampu melakukannya.

2.3 INDIKASI !ndikasi dari terapi perana ini antara lain? a. ;. Bagi #erapis #erapis tidak tertular atau tidak terkontaminasi penyakit pasien2 karena praktisi tidak menyentuh pasien dan ntidak menarik energi negati. dari tubuh pasien. <. #erapis hanya menyalurkan energi positi. selanjutnya energi positi. ini bekeja men-ari energi negati. yang terbanyak di dalam tubuh pasien dan mendorong keluar dari tubuh pasien. 4. @. A. #erapis tidak akan kelelahan atau kehabisan tenaga2 karena hanya menyalurkan . #erapis tidak mengolah maupun menahan na.as. "emakin sering terapis melakukan penyambuhan atau penyaluran energi akan semakin baik sirkulasi energi positi. didalam diri praktisi tersebut.

b. ;.

Bagi Pasien Mampu mengoptimalkan metabolisme2 kebugaran dan stamina tubuh se-ara jasmani.

<. 4.

Mampu men-apai tingkat kesehatan spiritual atau rohani tubuh yang lebih baik dan sehat. Mampu men-apai tingkat ke-erdasan tubuh se-ara jasmani dan spiritual atau rohani yang lebih baik.

@.

*ntuk aplikasi penyembuhan dan pemulihan tubuh 3baik untuk diri sendiri ataupun untuk orang lain6.

&.

%etika penyembuhan dengan prana di kolaborasikan dengan pengobatan medis. %esembuhan pasien bisa <-4 kali lipat lebih -epat dibandingkan dengan pengobatan hanya menggunakan obat medis saja.

2.! KONTRAINDIKASI Ada banyak sumber dari alam yang menghasilkan prana2 tetapi tidak semua sumber dapat berman.aat baik untuk tubuh kita 3baik se-ara jasmani dan2 ataupun rohani6. &leh karena itu pasien yang akan melakukan terapi prana sebaiknya memilih terapis yang berpengalaman atau yang telah kita per-ayai.

PROSEDUR TINDAKAN PENERAPAN METODE PRANA KEPADA PASIEN

Men"r"t P"#at Pe$ati%an &an Pen'e ("%an Reiki &an Ling)*%i

1. TAHAP PERSIAPAN a. Per#ia+an A$at #empat tidur2 atau %ursi dengan sandaran

(.

Per#ia+an Lingk"ngan #empat nyaman dan tenang agar klien dapat rileks

,. ;6 <6

Per#ia+an Pa#ien (alam posisi duduk Pakai kursi yang ada sandarannya Alas kaki dilepaskan telapak kaki langsung menyentuh lantai #elapak tangan terbuka2 letakan di atas paha (uduk punggung tegak lurus2 jangan bersandar Mata dipejamkan Pasien berdoa sesuai agama dan keper-ayaan sendiri lalu pasrah (alam posisi berbaring atau tidur *sahakan posisi punggung dan kepala luruh atau datar2 jangan pakai bantal #elapak tangan terbuka menghadap ke atas di letakan di samping tubuh

Mata dipejamkan Pasien berdoa sesuai agama dan keper-ayaan sendiri lalu pasrah

2. TAHAP PELAKSANAAN ;6 <6 46 @6 A6 B6 C6 Cu-i tangan Berdoa kepada #uhan =ang Maha Esa "enyum agar klien dapat rileks Posisi terapis dibelakang pasien Membuka -akra mahkota dan aura sendiri Membuka -akra mahkota dan aura pasien "alurkan energi positi. dengan -ara merentangkan tangan 4-A -m di atas bahu pasien 3tidak menyentuh pasien6 D6 E6 Rileks2 jangan tergesa-gesa Niatkan penyembuhan terjadi lalu pasrah

;F6 Bila selesai 3setelah ;F-;A menit6 ;;6 #utup aura pasien ;<6 #utup aura sendiri dilanjutkan dengan doa sesuai dengan agama dan keyakinan sendiri ;46 "ampaikan kepada pasien untuk buka mata se-ara perlahan2 gerakan jari-jari kedua tangan perlahan-lahan2 lalu berdoa sesuai dengan agama dan keyakinan pasien ;@6 :angan menutup -akra mahkota pasien ;A6 Berterima kasih kepada #uhan =ang Maha Esa ;B6 Men-u-i tangan

PAN#AN AN? ;6 :angan melakukan terapi dalam keadaan emosi atau marah <6 #erapis tidak boleh mendiagnosa penyakit pasien

DA-TAR PUSTAKA

http?00annunaki.me0produk0layanan-terapi-aura-dan-prana0 http?00id.prmob.net0prana0kausal-tubuh0weda-;4AFC44.html http?00pranaindonesia.wordpress.-om0artikel-prana0man.aat-penyembuhan-prana0 http?00www.giGikia.depkes.go.id0ar-hi/es0artikel0seberapa-besar-man.aat-pengobatan-alternati.

TERAPI SPIRITUAL DOA


"aat ini perkembangan terapi di dunia kesehatan sudah berkembang kearah pendekatan keagamaan 3psikoreligius6. (ari berbagai penelitian yang telah dilakukan ternyata tingkat keimanan seseorang erat hubunganya dengan kekebalan dan daya tahan dalam menghadapi berbagai problem kehidupan yang merupakan stressor psikososial. H$& telah menetapkan unsur spiritual 3agama6 sebagai salah satu dari empat unsur kesehatan. %eempat unsur kesehatan tersebut adalah sehat .isik2 sehat psikis2 sehat sosial dan sehat spiritual. %lesehatan spiritual berkaitan erat dengan dimensi lain dan dapat di-apai jika terjadi keseimbangan dengan dimensi lain 3.isiologis2 psikologis2 sosiologis2 kultural6. %esehatan spiritual sangat berpengaruh terhadap koping yang dimiliki indi/idu. "emakin tinggi tingkat spiritual indi/idu2 maka koping yang dimiliki oleh indi/idu tersebut juga akan semakin meningkat. "ehingga mampu meningkatkan respon adapti. terhadap berbagai perubahan yang terjadi pada diri indi/idu tersebut. Peran tenaga kesehatan adalah bagaimana mampu mendorong klien mampu menghadapi2 menerima dan mempersiapkan diri terhadap perubahan yang terjadi pada indi/idu tersebut.

DE-INISI
MEMASYARAKATKAN TERAPI SPIRITUAL Pengertian terapi spiritual adalah sebuah terapi dengan pendekatan terhadap kepercayaan yang dianut oleh klien, pendekatan ini dilakukan oleh seorang pemuka agama dengan cara memberikan pencerahan, kegiatan ini dilakukan minimal ' kali seminggu untuk semua klien dan setiap hari untuk pasien. Tera+i #+irit"a$ berbeda dengan berdoa2 doa tersebut ditiupkan disebuah gelas berisi air minum kemudian meminta klien meminum air tersebut2 meskipun sama - sama menggunakan sebuah perilaku dalam sebuah agama atau keper-ayaan tetapi akan sangat berbeda dengan tera+i #+irit"a$. Tera+i #+irit"a$ lebih -enderung untuk menyentuh satu sisi spiritualitas manusia2 mengakti.kan titik godspot dan mengembalikan klien ke sebuah kesadaran darimana dia berasal2 alasan mengapa manusia di-iptakan2 tugas - tugas yang harus dilakukan manusia didunia2 beberapa hal yang pantas dilakukan didunia2 hal - hal yang tak pantas dilakukan didunia2 mengembalikan manusia ke kesu-ian2 mengembalikan sebuah kertas yang berisikan tulisan tinta kembali menjadi selembar kertas putih. Tera+i #+irit"a$ dalam bentuk massal dilakukan disebuah ruangan tertentu2 pembi-ara yang sudah menguasai komunikasi terapeutik memberikan pen-erahan tentang hakekat mengapa manusia di-iptakan2 mengenalkan tujuan manusia di-iptakan dll2 pen-erahan - pen-erahan ini bertujuan mengurangi manusia terhadap keinginan dan memprioritaskan kebutuhan2 meskipun kebutuhan bagi setiap orang itu berbeda tetapi minimal dengan mengetahui kebutuhan dasar manusia maka terapi ini akan membantu manusia kembali ke kesadaran awal. Tera+i #+irit"a$ juga bisa dilakukan dalam bentuk (i (ingan in&i.i&"2 terapi dilakukan oleh satu perawat dengan satu pasien2 perawat memba-akan sesuatu yang harus ditirukan oleh klien kemudian perawat meminta klien memba-a ba-aan tertentu sebanyak beberapa kali2 selain itu membimbing klien dalam proses ibadah2 meski mengalami gangg"an /i0a beberapa

klien masih memiliki satu kesadaran terkait dengan spiritualitas. Memasyarakatkan tera+i #+irit"a$ bertujuan menreduksi lamanya waktu perawatan klien gangg"an /i0a2 memperkuat mentalitas dan memperkuat k1n#e+ &iri klien2 seorang penderita gangg"an /i0a berasal dari persepsi yang salah terkait dengan dirinya2 orang lain dan lingkungan2 dengan tera+i #+irit"a$ maka klien akan dikembalikan persepsinya terkait dengan dirinya sendiri2 orang lain dan lingkungan

INDIKASI DAN KONTAINDIKASI


0i2a manusia sekarang lebih diartikan sebagai pikiran dan alam perasaan manusia akan eksistensinya, makna hidupnya, menyerahkan dan mendekatkan diri pada Tuhannya. Maka mulailah terapi spiritual, yang dulu di jaman demonologi (gangguan ji2a karena setan dalam sejarah psikiatri pernah menjadi terapi pokok pada gangguan mental, kembali dipertimbangkan sebagai upaya terapi selain terapiBterapi lain pada gangguan mental psikotik dan nonpsikotik. Masalahnya pada psikotik, ego dan pikiran rasional (penalaran runtuh, timbul 2aham, halusinasi dan kerusakan daya nilai realitas, sehingga ini harus diperbaiki dulu dengan obatBobat antipsikotik sebelum terapi spiritual yang membutuhkan abstraksi itu bisa dijalankan. !erpikir abstrak, konseptual, menilai realitas, jelas membutuhkan kesadaran. &pakah kesadaran ituG Kesadaran adalah kemampuan untuk menerima rangsang sensorik panca indra, minilai realitas dan orientasi, mengingat pengalaman yang lalu maupun sekarang. Kesadaran bisa dipandang dua hal. Kuantitati(, yaitu orientasi terhadap orang, 2aktu, tempat, situasi, bila baik disebut composmentis 4 dan kualitati(, untuk menilai realitas sekitar, yang bila terganggu nampak seperti mimpi atau berkabut. Kesadaran bisa terganggu oleh gejalaBgejala psikotik seperti 2aham dan halusinasi. %ntuk terapi spiritual gangguan mental bisa dibagi dua golongan besar saja, yaitu nonpsikotik dan psikotik. %ntuk non psikotik banyak jenisnya, seperti gangguan cemas, gangguan somato(orm, depresi,gangguan kepribadian, dll. "edang gangguan psikotik adalah 4 (+ "ki?o(renia (6 tipe = () Dangguan &(ekti( !erat dengan gejala psikotik ( !ipolar manik dan /epresi !erat = (5 "ki?oa(ekti(= (, 1sikosis 1olimor(ik &kut= (6 Dangguan Waham Menetap= (7 1sikosis $on Organik lainnya= dan (8 Dangguan 1sikotik Organik. Mengapa pada gangguan psikotik (ski?o(renia terapi spiritual tidak bisa langsung dikerjakanG !ahkan merupakan

kontrain ika!iG >iri gangguan psikotik adalah 4 ego yang collaps atau dis(ungsi, penalaran runtuh, adanya 2aham
(pikiran terdistorsi , halusinasi (pendengaran, visual, penciuman, tactil , gangguan asosiasi pikiran (inkoherensi , tingkah laku kacau atau katatonik, gangguan daya nilai realitas, da tidak adanya kesesuaian antara pikiran dengan perasaan dan tindakan. Karena hal itu semua maka pada psikotik penderita tidak mampu mengarahkan kemauannya secara sadar tidak mempunyai tilikan diri dan tidak bisa mempertanggung!a"abkan perbuatannya. Pemberian terapi spiritual akan diinterpretasikan secara salah karena ge!ala#ge!ala itu semua berpengaruh kuat pada proses pikirnya. Misalnya akan timbul rasa bersalah atau berdosa dan tidak berguna yang berlan!ut ke usaha bunuh diri. $tau munculnya kembali "aham paranoid karena merasa mau %di!e!ali% ide#ide agama oleh musuh#musuhnya secara terencana. #Pasien dengan penyakit akut tidak dapat dilakukan terapi spiritual meditasi. Meditasi yang benar adalah memperbaiki aura #manipulasi energi kepera"atan komplementer energi. &pa syarat terapi spiritual bisa dikerjakan untuk pasienBpasien psikotik (ski?o(renia G ;aitu = (+ bila dengan pengobatan antipsikotik selama )B, mg, gejalaBgejala 2aham, halusinasi, inkoherensi dan tingkah laku kacau (gaduh gelisah sudah mereda= () ego dan penalaran sudah mulai ber(ungsi kembali sehingga interpretasi terhadap ideBide sudah tepat= (5 status mental tidak rentanArapuh atau emosi sudah stabil= (, bila perlu dengan skor Brie& Psychiatric 'ating Scale (BP'S) yang sudah minimal. "eperti apakah variasi pasien psikotik yang siap menerima terapi spiritualG Misalnya 4 (+ ski?o(renia tak terinci (E)*.5 yang sudah membaik, sudah lebih 7 bulan tidak ditengok atau diambil keluarganya= () pasien masuk dengan gejala samar ski?o(renia residual, pasi( apatis, keluarga hanya tidak mau mera2atnya di rumah dengan alasan apapun= (5 pasien psikotik yang 2aham dan halusinasinya sudah reda, tapi masih impulsi( dan cenderung lari pulang= (, pasien depresi berat dengan gejala psikotik yang 2aham dan halusinasinya sudah reda meski harus hatiBhati karena terapi spiritual bisa menyulut 2aham bersalah dan berdosanya= (6 psikosis polimor( akut (#)5.* yang dalam 5B6 hari sudah reda gaduh gelisah dan halusinasinya, tapi keluarga belum berani mengambil..

Terapi spiritual ada dua jenis, individual dan kelompok. ;ang individual berarti suatu psikoterapi religius. 1sikoterapi dengan memasukkan unsurBunsur religius. ;ang kedua berbentuk kelompok. Mungkin seperti psikoterapi kelompok tapi memakai unsur keagamaan. %ntuk kedua jenis ini berarti harus ada interaksi antara terapis dengan pasien. !agi yang kelompok, saya usulkan dua model. 1ertama, dalam bentuk ceramah keagamaan (religius intensi( untuk +6B)* pasien psikotik (setelah diseleksi, tidak seluruh pasien satu bangsal . /engan memberi kesempatan pasien bertanya atau memancing pertanyaan. Model yang kedua sama dengan yang pertama tapi ditambah kegiatan ritual keagamaan seperti sembahyang, doa, d?ikir, pengkajian ayatBayat suci. !agaimana substansi materi keagamaan yang cocok untuk diberikan sebagai terapi spiritual bagi pasienBpasien psikotikG "ebaiknya materi yang bersi(at 4 (+ ajaran keagamaan yang tidak terlalu dogmatis, memvonis atau menghukum, penuh larangan, ancaman siksa neraka, dll= () ajaran agama ((irman Tuhan, sabda $abi, hadist yang memberi tuntunan untuk berbagai tindakan dalam kehidupan sehariBhari= (5 ajaran keagamaan yang menyejukkan, bisa menetralisir kon(lik, memberi solusi problematika dalam kehidupan sehariBhari= (, ajaran keagamaan yang mendekatkan diri pada Tuhan, memasrahkan diri dengan ichlas, tabah dan ta2akal, memberi harapan dan pencerahan rochani. 9arson dkk (+<:) dalam /adang Ha2ari ()**+ melaksanakan penelitian tentang terapi spiritual untuk pasien ski?o(renia di 3"0. Mereka membandingkan keberhasilan terapi pada dua kelompok pasien ski?o(renia. Kelompok pertama mendapat terapi konvensional (psiko(aramaka dan lainBlain tapi tidak mendapat terapi sipitual (keagamaan . Kelompok kedua mendapat terapi konvensional dan lainBlain dan mendapat terapi spiritual. Kedua kelompok tersebut dira2at di 3"0 yang sama. Hasil penelitian ini cukup bermakna bah2a 4 (+ gejala klinis gangguan ji2a ski?o(renia lebih cepat hilang pada kelompok kedua yang mendapat terapi spiritual= () pada kelompok kedua lamanya pera2atan lebih pendek daripada kelompok pertama= (5 pada kelompok kedua, hendaya (impaiment) lebih cepat teratasi daripada kelompok pertama= (, pada kelompok kedua kemampuan adaptasi lebih cepat daripada kelompok pertama. Terapi spiritual yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kegiatan ritual keagamaan seperti sembahyang, berdoa, memanjatkan pujiBpujian pada Tuhan, ceramah keagamaan dan kajian kitab suci. /alam diskusi, saya usulkan penelitian ini bisa ditiru dan diulang kembali disini, dengan memakai instrumen Brie& Psychiatric 'ating Scale (BP'S) oleh para psikiater dan instrumen kesiapan pasien pulang oleh para pera2at sebelum dan sesudah penelitian dikerjakan. /iambil 5* pasien ski?o(renia dan 5* pasien ski?o(renia untuk kontrol, yang sudah di matching di seleksi dari sekitar :** pasien yang tersebar di )7 bangsal 3"0 Magelang. %ntuk lama pera2atan tidak relevan, karena di kebanyakan 3"0 lama pera2atan ditentukan oleh HkesediaanH keluarga untuk mengambil pasien pulang. Meski pasien sudah baik dan dinyatakan boleh pulang, bila keluarga tak pernah menengok dan disurati tiga kali tak pernah datang, pasien akan tetap dira2at meski sudah lebih dari setahun. Muncul kritik dari para pera2at terhadap materi dari guru kepera2atan yang menyamakan terapi spiritual sebagai terapi modalitas. Terapi spiritual tidak tepat bila dianggap sebagai terapi modalitas, kata para pera2at yang tahu benar terapi modalitas itu. Muncul pula pertanyaan, kita ini bukan ahli agama, ulama, atau rochani2an, bagaimana mungkin harus memberikan terapi spiritualG .ni dija2ab, bah2a para ulama, rochani2an, tidak menghadapi, mera2at dan memikirkan pasien ski?o(renia. ;ang HbergulatH setiap hari mera2at ski?o(renia adalah para pera2at dan psikiater, jadi kitalah yang harus memberikan terapi religious itu dengan mempelajari ilmu agama masingBmasing.