Anda di halaman 1dari 8

BAB II.

ICHNOFACIES
II. 1 Definisi ichnofacies Ichnofacies adalah struktur fosil yang terekam dalam sedimen atau substrat lainnya oleh aktifitas organism pada masa lampau. Satu dekade terakhir ichnofacies begitu populer sebagai salah satu perangkat yang begitu berguna dalam analisis lingkungan pengendapan dan stratigrafi. Banyak sekali kasus dalam identifikasi lingkungan pengendapan tidak dapat dilakukan hanya dari karakteristik sedimentologi. Kondisi lingkungan pengendapan yang begitu kompleks ternyata tidak mampu hanya dijabarkan dengan karakter sedimentologi saja tapi harus diintegrasikan dengan karakteristik dari ichnofacies. Ichnofacies telah digunakan sejak dulu hingga sekarang oleh geologist sesuai kebutuhan masing-masing. Menurut Seilacher (19 !"# ichnofacies adalah terminology yang mencakupi perulangan asosiasi dari fosil jejak sejak $on %anero&oikum hingga sekarang pada skala global. 'sosiasinya dihubungkan dengan fasies pengendapan dan lingkungan pengendapan. Seilacher (())*" menyatakan bah+a hubungan tersebut dapat dipelajari pada le,el yang berbeda# dari skala global# umur tersediri# hingga analisa regional dari formasi-formasi khusus dan ,ariasi ,ertikal maupun lateral pada satu lapisan. Melalui hubungan fosil jejak yang ada dan persebarannya pada lingkungan yang berbeda-beda# kita dapat mengetahui batimetri# salinitas atau kondisi lingkungan# dan bagaimana hubungan tersebut dapat berubah selama sejarah bumi ini berlangsung. -ada pembahasan selanjutnya akan sering ditemui istilah-istilah yang berhubungan dengan karakter substrat yang mana digunakan oleh tracemaker untuk tempat tinggal indi,idu maupun berkoloni# yaitu . Soupground untuk sedimen yang basah# belum ada kontak antar butirnya# softground jika sudah ada kontak antar butir sedimen dan masih basah# firmground untuk sedimen yang sudah mengalami kompaksi dan pengurangan air# dan hardground untuk sedimen yang sudah mengalami sementasi sehingga menjadi keras. II. 2. Jenis jenis ichnofacies Secara umum ada dua pengelompokan ichnofacies yang sering digunakan dalam ichnologi . preservational classification dan behavioural classification. //. (. ' Preservational classification $kspresi morfologi dari sebuah ,ariasi ichnotaxon berdasarkan penga+etan fosil jejak tersebut pada mudstone atau batupasir# atau pada batas antara keduanya. -engelompokan fosil jejak menurut Seilacher dilakukan berdasarkan penga+etan dalam relief penuh atau dalam semirelief. Klasifikasi ini juga dibuat untuk pengelompokan kedalaman lingkungan berdasarkan hubungan antara struktur dengan media cetakan# khususnya lapisan batupasir. Kehadiran fosil jejak dalam jumlah besar terjadi pada lapisan bagian atas (top"# dan khususnya permukaan batupasir yang sudah

tererosi karena tersingkap dipermukaan. 0alam litologi monoton seperti batuserpih (shale" dan batukapur (chalk" dapat ditemukan kehadiran fosil jejak yang signifikan. 0alam beberapa kasus# jejak utuhnya hadir secara eksklusif dalam bentuk relief penuh# meskipun jejak mungkin terlihat jelas pada belahan permukaan. 1amun monotonnya kehadiran dari jenis fosil jejak dalam suatu keadaan memberikan nilai kecil pada klasifikasi stratinomik. Preservational classification tidak menggambarkan diagenesa mahluk. Meskipun perkembangan konkresi atau distribusi tidak sempurna dari semen adalah hal yang paling pokok dalam penga+etan fosil jejak# khususnya dimana litologi tidak berubah# fenomena ini belum dikelompokkan menjadi sebuah klasifikasi khusus. //. (. B. Ethological classification %osil jejak adalah bukti nyata dari tingkah laku he+an dan cara paling alami untuk mengelompokkan fosil jejak tersebut berdasarkan pola tingkah lakunya. Ethological classification ditemukan oleh Seilacher (19 !" menyajikan maksud dan penggunaan umum deskripsi serta intepretasi fosil jejak. //. (. B. i Resting traces ( cubichnia ) Struktur ini dibuat oleh he+an vagile yang menggali untuk suatu periode dan kemudian kembali pada rute yang sama. Beberapa mahluk seperti bintang laut melakukan hal ini dengan tujuan untuk menangkap mangsa yang terkubur. Sering kali# cubichnia diproduksi secara endogen oleh he+an tersebut# hidup pada lapisan pasir permukaan dan mengganggu substrat yang tersebar di permukaan tiap kali mereka menggali untuk hidup maupun beristirahat. Banyak bivalve menunjukkan tingkah laku ini. //. (. B. ii Cra ling traces ( repichnia) Struktur ini lebih merefleksikan daya gerak langsung (locomotion" daripada aktifitas lainnya. 2e+an pembuat jejak ini tampak hanya berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. 2ampir sebagian besar fosil jejak ini mengikuti bidang perlapisan. 3ontohnya adalah track a!s dari "iplichnites ispp dan galian sederhana# Cru#iana ispp. //. (. B. iii $ra#ing traces ( pascichnia ) 0imana jalur jejak atau daya gerak jejak mengikuti jalan kelokan (meandering" atau spiral# itu jelas bah+a he+an telah memanfaatkan sebagian +ilayah dari substrat untuk makanan. $ra#ing trace yang bagus umumnya berada di dasar laut tapi hampir sebagian besar fosil terjadi dilihat dari

tingkah laku (behaviour" pada lapisan diba+ah dasar laut. 3ontohnya Ph!cosphon% &ereites% dan Scolicia. //. (. B. i, 'eeding traces ( fodinichnia ) Katagori ini dikarakteristikkan oleh kombinasi fungsi dari endapan feeding dan tempat tinggal (d elling". Struktur jejak ini punya beberapa tingkat ketetapan4permanenitas dan morfologinya merefleksikan eksploitasi dari substrat untuk makanan. 3ontohnya (halassinoides suevicus% "act!loidites ottoi% dan Rhi#ocorallium irregular. //. (. B. , " elling traces ( domichnia ) Struktur ini ditempatkan pada domisili kelompok semi-permanen. -enanda jejak mungkin sebuah pemakan suspensi sessile% karni,ora aktif menunggu dalam jebakan# atau makanan cacing di sekitar detritus. 3ontohnya Skolithos% )phiomorpha dan *renicolites. //. (. B. ,i (raps and gardening traces ( agrichnia ) 5eratur# pola struktur mempunyai ,ariasi tingkah laku yang signifikan# dikelompokkan dalam graphogl!ptids. Bagaimanapun juga# Seilacher (19**" mendemonstrasikan bah+a beberapa struktur ini terlalu rumit untuk disebut $ra#ing foraging traces. Bentuk kompleks ini menunjukan cabang asli dan oleh karena itu harus ada sebagai galian terbuka untuk kunjungan berkali-kali dari penanda jejak. 3ontoh klasik dari struktur ini adalah Spirorhaphe dan cosmorhaphe sebagai perangkap dan Paleodict!on serta +elicolithes sebagai kebun. Secara keseluruhan# ada sebuah batas alami dari jebakan bakteri4kuman# ,ia pembiakan kuman4bakteri untuk makanan atau juga pembiakan kumas4bakteri (microbes" sebagai simbian. //. (. B. ,ii Predation traces ( praedichnia ) $kdale (1967" menempatkan fosil jejak dengan tingkah laku mangsa-memangsa pada tempatnya sendiri. Struktur ini biasanya muncul pada substrat yang keras# sebagai lubang galian kerang ()ichnus ispp" dan sebagai kerang yang diganggu pemangsa (durophag!". 8angguan substrat halus sebagai hasil dari predasi tidak mudah untuk dikenal sebagai sebuah rekaman fosil. //. (. B. ,iii E,uilibrium traces ( e,uilibrichnia ) 0iba+ah perubahan gradual agradasi dan degradasi dasar laut# posisi dari binatang infaunal dan galian secara konstan diatur. Kedalaman dimana sebagian besar he+an hidup disertai substrat adalah kritis# dan kontak biasanya bertahan dengan permukaan. -ada tempat dimana akresi terjadi gradual dan galian mahluk endobenthos harus terkorespondensikan pergeserannya secara up ard.

//. (. B. i9 Escape traces ( fugichnia ) Sedikit spesies endobentik dapat mentolerir penguburan tiba-tiba dengan paket sedimen. 0iba+ah kondisi-kondisi ini# reaksi panic4kabur4terlepas seperti he+an melarikan diri ke dasar laut yang baru# serta sedimen di- re orked dalam sebuah perubahan perlahan dari suatu sedimen contohnya . Edifices contructed above substrate ( aedificichnia ) Struktur ini dibentuk dari sedimen kurang lebih tersementasi oleh architect. Katagori ini pertama kali diberi nama mud-dauber asp nest oleh Bo+n and :atcliffe (1996" dan telah diaplikasikan untuk kontruksi dari koloni rayap. //. (. B. 9 Structures made for breeding purposes ( calichnia ) Katagori ini dibuat untuk mencakupi struktur khusus yang digunakan untuk memelihara lar,a atau .uvenile. 3ontohnya . sarang lebah dan sarang kumbang scarabeid. Mungkin sarang dinosaurus dan fosil sarang burung pelatuk diletakkan pada katagori ini# namun masih sulit ditentukan antara calichnia dan aedificichnia. Seilacher (19 !" memperhatikan bah+a perulangan ichnotaxa tertentu harus punya implikasi paleoenvironmental dan menetapkan konsep ichnofacies pada basis ini. Sebuah ichnofacies adalah sebuah asosiasi dari fosil jejak yang berulang dalam ruang dan +aktu# serta secara langsung merefleksikan kondisi lingkungan seperti batimetri# salinitas# dan karakter substrat. //. (. 3 Seilacher ichnofacies Mulanya Seilacher (19 !" menentukkan enam ichnofacies# diberi nama berdasarkan kesamaan genetika fosil jejak. $mpat dari ichnofacies tersebut secara eksplisit berdasarkan pada batimetri . Skolithos% Cru#iana% /ooph!cos dan &ereites ichnofacies. ;ang kelima# $lossifungites ichnofacies# adalah karakteristik dari firmground# dan merefleksikan ketegasan untuk permukaan keras. Keenam# Sco!enia ichnofacies# dikarakteristikan berdasarkan red bed lingkungan nonmarine. Ichnofacies dasarnya adalah fasies sedimen yang didefinisikan berdasarkan dari fosil jejak. 0ua-duanya mempunyai dua komponen penting dari biological input dan taphonomic loss. -entingnya dua komponen ini ber,ariasi pada tiap ichnofacies dimana faktanya dibagi menjadi dua kelompok . kelompok yang karakteristiknya didominasi oleh ekologi dari tracemakers (biofasies" dan kelompok yang dibedakan berdasarkan dasar taphonomik bias (taphofacies". Seilacher (19 *" memperkenalkan Scoyenia ichnofacies pada dasar dari rangkaian (riassic red-bed. Bromley dan 'sgaard (1991" menyarankan mengabaikan Scoyenia ichnofacies dan

menggantinya dengan memperpanjang fasies marin hingga non marin. %osil jejak sangat membantu dalam dokumentasi perubahan dan le,el salinitas# tapi salinitas purba diintepretasi berdasarkan ukuran fosil jejak# perbedaan dan kehadiran ichnospesies. Kemudian dari kesimpulan tersebut didapat beberapa ichnofacies# antara lain . //. (. 3. i Scoyenia ichnofacies Ichnofacies ini meliputi asosiasi firmground pada lingkungan air jernih (fresh ater"# yaitu pada pasir dan lumpur yang berhubungan dengan shallo lacustrine dan setting flu,iatil biasanya subjek untuk subaerial exposure. %osil jejak mempunyai perkembangan dinding sculpture dalam berbagai tingkatan ,ariasi# dan dicirikan oleh Sco!enia gracilis% Skolithos (C!lindricum) anti,uum# Spongeliomorpha carlsbergi dan struktur spreite berbentuk-<# keduanya tergores ($lossifungites" dan tak tergores (Rhi#ocorallim .enense". //. (. 3. ii 8lossifungites ichnofacies 'slinya# ichnofacies ini tidak mempunyai konotasi dengan lingkungan marin. $lossifungites saxicava secara asli digambarkan dari suksesi non-marin# meskipun ini mungkin bah+a lapisan yang mengandung $lossifungites saxicava merepresentasikan lingkungan marin. <mumnya 8lossifungites ichnofacies dikenali sebagai fase singgah dari suksesi komunitas bentik seperti permukaan yang hilang bera+al dari softground mele+ati firmground menuju sebuah hardground. =ebih jauh lagi# erosi lokal hingga ekspos sedimen yang terkompaksi sebagai firmground adalah seting mayor untuk ichnofacies ini. =amanya +aktu non-deposisi ditunjukan oleh permukaan yang hilang. >aktu non-deposisi ini memperkenankan perkembangan trace fossil yang direpresentasikan dengan pertumbuhan para tracemaker dari pada pergerakannya. ichnofacies ini berkembang pada kedalaman bath!al pada hardground yaitu lebih dari ?)) meter. 3ontohnya adalah $. saxicava% Spongeliomorpha ispp dan Strophichnus x!stus serta $l!phichnus harefeldensis# ichnofacies ini berhubungan dengan Scoyenia ichnofacies. //. (. 3. iii -silonichnus ichnofacies Ichnofacies ini berkembang pada lingkungan backshore% antara foreshore dan lingkungan darat. ichnofacies ini adalah biofasies# secara luas didasarkan atas data biologi tanpa prasangka (unbias". Bagaimanapun juga# kesamaan kumpulan peng-atributan untuk ichnofacies ini terjadi pada -leistosen di 8eorgia dan Bahama# dan juga telah diidentifikasi pada &aman @ura&ik di -ortugal. Ichnogenus kepiting hantu -silonichnus hadir di setiap contoh dari tiap &aman. //. (. 3. i, Skolithos ichnofacies

Skolithos ini adalah ichnofacies yang dapat digunakan sebagai penanda tinggi-rendahnya le,el suatu energi gelombang atau arus. ichnofacies ini merepresentasikan keadaan pada lo er littoral hingga infralittoral# kondisi energi pengendapan yang relatif sedang hingga tinggi diasosiasikan dengan tekstur butir mud hingga pasir# sortasi baik# perubahan subjek sedimen menuju erosi kasar atau deposisi.
8ambar 17. Skolithos ichnofacies (Benton A 2arper# 199*"

Komunitas modern dalam perubahan butir pasir tidak mengurangi penanda jejak dalam tingkat (tiers" paling atas lapisan. @ejak ini bisa disebabkan oleh bivalve-bivalve pemakan suspensi# orm yang terperangkap# pemakan endapan juga hadir dalam semua pasir lingkungan intertidal. 5ipikal struktur ini adalah mempunyai ichnodiversit! rendah# densitas rendah# dan orientasi ,ertikal. ichnofacies menunjukkan e,olusi selama phanero&oik# tanpa terkecuali Skolithos ichnofacies. 0alam beberapa kasus Skolithos ichnofacies dapat terjadi hingga laut dalam# namun hal itu disebabkan oleh aktifitas arus contour (thermohaline circulation" pada laut dalam. Bagaimanapun juga# keterjadian Skolithos pada endapan badai berbeda pada endapan turbidit. //. (. 3. , 3ru&iana ichnofacies Ichnofacies ini dikarakteristikan oleh daerah antara avebase normal dengan avebase saat badai. -ada daerah dengan pengendapan yang cepat# bioturbasi mungkin jauh dari sempurna. 'ktifitas tingkat paling dalam kemudian tidak punya +aktu untuk melenyapkan struktur yang lebih dangkal# dan ichnodiversit! mungkin tinggi. Kecepatan sedimentasi mungkin juga menghalangi pende+asaan komunitas# tingkat dalam mungkin tidak ditempati dan kumpulan jejak /oophicosChondrites secara umum tidak akan dijumpai. //. (. 3. ,i :usophycus ichnofacies -ada lingkungan non-marin# kumpulan serupa dari fosil jejak dari 3ru&iana ichnofacies telah dilaporkan dalam fluvial dan shallo lacustrine% lumpur# lanau# dan pasir halus pada softground. ichnofacies ini didominasi oleh repichnia (Cru#iana ispp" dan semua jejak arthropod berjalan seperti "iplichnites dan 0ultipodichnus" dan cubichnia (Rusoph!cus ispp". //. (. 3. ,ii 'renicolites ichnofacies -erulangan kumpulan fosil jejak ,ertical dikarakteristikan oleh di,ersitas rendah ditunjukkan oleh 'renicolites ichnofacies. ichnofacies ini diaplikasikan untuk istilah singkat kolonisasi dari lapisan badai dan tubuhpasir lain yang terjadi dalam lingkungan yang tidak layak. %osil jejak yang muncul biasanya tersusun oleh (halassinoides (cacing oligochaete" dan Spongeliomorpha (serangga"# flu,iatil dan marginal lacustrine Skolithos serta arenicolites kecil#

kadang-kadang ditemani oleh Pol!kladichnus dan "iopatrichus.

//. (. 3. ,iii Boophycos ichnofacies Karakter ichnofacies ini berada pada lingkungan circalitorral hingga bathyal# kondisi air tenang# kurang atau lebih defisien oksigen# offshore yaitu daerah diba+ah avebase badai hingga daerah laut dalam. Sedimen fosil jejak ini biasanya menunjukkan bioturbasi total. 'kumulasi dari lumpur memperbolehkan puncak komunitas untuk berkembang# tersebar dalam banyak tingkatan# dan Boophycos-3hondrites menempati tingkat (tiers" paling dalam. =ebih jauh lagi# karena fasies ini menempati tingkat paling dalam dengan substrat mengalami pengurangan oksigen# karena itu fosil ini sebagai suatu penanda daerah ox!gen-depleted sea floor. -ada pengamatan seri core pada struktur tiers (tingkat" lingkungan bath!al hingga ab!sal# mele+ati kedalaman 1))) C !))) m diba+ah muka air laut# didapat pada kedalaman !))) m (sea floor" galian Boophycos sedalam () C ?) cm. fosil jejak ini sering disebut ichnofacies laut dalam. //. (. 3. i9 1ereites ichnofacies Seilacher mendefinisikan ichnofacies ini dalam istilah endapan turbidit. Kadang-kadang pasir turbidit menyediakan substrat yang arenaceous untuk komunitas post-event. Setelah itu# jejak ini terkubur dalam sedimen pelagik dan lingkungan lumpur kembali. 0imana fosil jejak ini terlihat# tera+etkan dengan buruk# lebih dalam# tingkat (tiers" pre-deposisi terlihat mirip dengan Boophycos ichnofacies (Seilacher# 196*". $rosional turbidit menjaga tingkat (tiers" paling atas pada komunitasnya# memproduksi setelan pre-deposisional yang mendukung 1ereites ichnofacies tersebut. Selain itu substrat pasir yang terba+a dalam endapan turbidit adalah terkolonisasi. Setelan post-deposisional termasuk dalam 1ereites ichnofacies. Setelan tersebut secara dekat terhubung dengan 'renicolites ichnofacies# tapi telah dikelirukan dengan sand-based ichnofacies lainnya# contohnya Skolithos ichnofacies. //. (. 3. 9 %uersichnus ichnofaciesD %osil jejak ini terdapat pada lingkungan lacustrine diba ah avebase normal. %osil jejak ini didominasi oleh 'uersichnus communis% sebuah struktur pemakan deposit yang permukaannya tersusun atas sebuah spreite. %osil jejak ini mungkin hadir dalam fresh ater pasangan untuk Boophycos ichnofacies marin. //. (. 3. 9i Mermia ichnofacies

0igambarkan sebagai sebuah kejadian luar biasa dari fosil jejak dalam suksesi danau Carboniferous oleh turbidit. 'sosiasi fosil jejak ini didominasi oleh pascichnia# secara garis besar bukan sebuah gra#ing patterns.