Anda di halaman 1dari 4

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK a. Pemeriksaan Fisik Pada pemeriksaan jantung dapat tanpa kelainan atau abnormal.

Adanya abnormalitas lokasi impuls ventrikel sering kali menandakan regio infark yang diskinetik. Distensi vena jugularis menggambarkan refliks hipertensi atrium kanan, yang dapat menandakan infark ventrikel kanan atau peningkatan tekanan pengisian ventrikel kiri. Tidak adanya peningkatan tekanan vena sentral tidak lanyas menandakan atrium kiri atau tekanan diastolik ventrikel kiri normal. Suara jantung yang lemah berarti disfungsi ventrikel liri. Gallop atrial S!" selalu ada, sedangkan gallop ventrikel S#" lebih jarang dan berarti ada disfungsi ventrikel kiri yang nyata. $urmur mitralis sering mun%ul dan biasanya menandakan disfungsi muskulus papilalaris atau ruptur, yang biasanya lebih jarang. Fri%tion rub perikardium jaranga mun%ul dalam &! jam pertama biasanya mun%ul beberapa saat sesudahnya Tierney, 'a(ran%e $. &))&". Diagnostik Tiga kriteria untuk menegakkan diagnosis *$A adalah adanya nyeri dada khas infark, elevasi segmen ST pada +,G, dan kenaikan en-im %reatine kinase .," dan %reatine kinase myo%ardial band .,$/". /erhubung karena usaha reperfusi se%epatnya dengan trombolitik kurang dari 0 jam setelah serangan *$A" dan sedangkan kenaikan en-im biasanya baru tmpak sesudah 0 jam, sehingga dibenarkan untuk mendiagnosis *$A hanya berdasarkan & dari tiga kriteria tersebut diatas, yaitu nyeri dada khas infark dan perubahan +,G. 1.+lektrokardiogr am Selama fase a(al miokard infark akut, +,G pasien yang mengalami oklusi total arteri koroner menunjukkan elevasi segmen ST. Segmen ST kembali ke garis isoelektrik setelah beberapa hari tergatung kepada seberapa besarnya infrak, diikuti oleh terbaliknya gelombang T yang bisa tetap , kemudian gelombang 2 patologis gelombang 2 dengan durasi 3#) m4det dan amplitudo 3&56 gelombang 7", timbul pada daerah infrak dan atau pada kondiomipati dan hipertrofi ventrikel. 8alaupun mekanisme pasti dari perubahan +,G ini belum diketahui, diduga perubahan gelombang 2 disebabkan oleh jaringan yang mati, kelainan segmen St disebabkan oleh injuri otot dan kelainan gelombang T karena iskemia. Diagnosis ST+$* ditegakkan jika ditemukan angina akut disertai elevasi segmen ST. 9ilai elevasi segmen ST bervariasi, tergantung kepada usia, jenis kelamin, dan lokasi miokard yang terkena. /agi pria us ia:!) tahun, S T+$* ditegakkan jika diperoleh elevasi segmen ST di ;1<;# : & mm dan : &,5 mm bagi pasien berusia = !) tahun Tedjasukmana, &)1)". ST elevasi terjadi dalam beberapa menit dan dapat berlangsung hingga lebih dari & minggu Antman, &))5". a. Elektrolit. ,etidakseimbangan dapat mempengaruhi konduksi dan kontraktilitas, missal hipokalemi, hiperkalemi. ,adar elektrolit > menilai abnormalitas kadar natrium, kalium atau kalsium yang membahayakan kontraksi otot jantung. b. Pemeriksaan darah lengkap Sel darah putih 'eukosit 1).))) ? &).))) " biasanya tampak pada hari ke<& setelah *$A berhubungan dengan proses inflamasi. ,e%epatan sedimentasi $eningkat pada ke<& dan ke<# setelah A$* , menunjukkan inflamasi. b. Tes fungsi ginjal

Peningkatan kadar /@9 /lood @rea 9itrogen" dan kreatinin karena penurunan laju filtrasi glomerulus GF7" terjadi akibat penurunan %urah jantung. %. Kultur darah : mengesampingkan septikimia yang mungkin menyerang otot jantung. c. Kimia $ungkin normal, tergantung abnormalitas fungsi atau perfusi organ akut atau kronis d. AGD Analisi Gas Darah !l""d Gas Anal#sis$!GA% $enilai oksigenasi jaringan hipoksia" dan perubahan keseimbangan asam<basa darah. Dapat menunjukkan hypoksia atau proses penyakit paru akut atau kronis. e. Kolesterol atau Trigliserida serum $eningkat, menunjukkan arterios%lerosis sebagai penyebab A$*. Peningkatan kadar serum kolesterol atau trigeliserida dapat meningkatkan resiko arteriosklerosis %oronary arteri disease". f. Pencitraan darah jantung (MUGA) $engevaluasi penampilan ventrikel khusus dan umum, gerakan dinding regional dan fraksi ejeksi aliran darah" g. Tes stress olah raga $enentukan respon kardiovaskuler terhadap aktifitas atau sering dilakukan sehubungan dengan pen%itraan talium pada fase penyembuhan. (sumber., Arif Muttaqin, !!") h. 7eaksi 9on<Spesifik 7eaksi non<spesifik terhadap nekrosis miokard adalah leukosit yang meningkat dalam beberapa jam setelah serangan *$A. 'eukosit dapat men%apai 1&.)))<15.)))4mmA dan berlangsung selama #<B hari. 'aju endap darah juga meningkat. i. Pemeriksaan +n-im Serum ., %reatinin kinase" $erupakan en-im berkonsentrasi tinggi dalam jantung dan otot rangka, konsentrasi rendah pada jaringan otak, berupa senya(a notrogen yang terfosforisasi dan menjadi katalisator dalam transfer posfat ke ADP energi". merupakan en-im yg spesifik sebagai penanda terjadinya kerusakan pd otot jantung. meningkat setelah #<C jam bila ada infark miokard dan men%apai pun%ak dalam 1)<#0 jam dan kembali normal dalam #<! hari. +n-im ini dapat dibagi<bagi lagi menjadi en-im yang spesifik atau isoen-im. $isalnya .,1 terdapat pada otak, paru, vesika urinaria, atau usus D .,& hanya terdapat pada sel<sel miokardium D .,# akan terdapat pada serum pasien dalam !C jam setelah serangan *$A transpulmonal. #ilai normal De(asa pria > )<#5 Eg4ml atau #)<1C) E4' 8anita > 5<&5 Eg4ml atau &5<15) E4' Anak laki<laki > )<B) E4l Anak perempuan > )<5) E4l .,<$/ .,< $/ adalah isoen-im yang berasal dari jantung, akan tetapi .,<$/ tidak dapat diandalkan untuk mempertegas *$A, karena .,<$/ juga ditemukan pada penyakit dan gangguan lain. *soen-im //> banyak terdapat di otak *soen-im $$> banyak terdapat pada otot skeletal *soen-im $/> banyak terdapat pada miokardium bersama $$ .,<$/ meningkat setelah # jam bila ada infark miokard dan men%apai pun%ak dalam 1)<&! jam dan kembali normal dalam &<! hari. #ilai #ormal$

9ilai 31)<1# E4' atau 356 total ., menunjukkan adanya peningkatan aktivitas produksi en-im. 'DF 'a%ti% A%id Dehydragenase" 'DF juga dipe%ahkan agar menjadi spesifik. Sel<sel miokardium kaya dengan 'DF1 sehingga kerusakan sel miokardium akan membuat 'DF1 meningkat. 'DF meningkat setelah &!<!C jam bila ada infark miokard, men%apai #<0 hari dan kembali normal dalam C< 1! hari. $erupakan en-im yang melepas hidrogen dari suatu -at dan menjadi katalisator proses konversi laktat menjadi piruvat. Tersebar luas pada jaringan terutama ginjal, rangka, hati, dan miokardium.. #ilai #ormal$ C)<&!) E4' SGGT Serum Glutami%<GHalaaseti% Transaminase" Disebut juga AST Aspartate Transferase" dapat ditemukan di jantung, hati, otot rangka, otot ginjal dan sel darah merah. Peningkatan SGGT dapat meningkat pada penyakit hati, miokard, dsb. ,adar SGGT terdeteksi setelah C jam serangan. ,adarnya meningkat hingga &!<!C jam dan menurun pada hari ke #<!. Gleh karena itu kadar SGGT harus diperiksa pada &!, !C, dan B& jam serangan. Pemeriksaan Aspartate Amino Transferase AST" dapat membantu bila penderitadatang ke rumah sakit sesdah hari ke # dari nyeri dada atau laktat dehydrogenase 'DF" akan meningkat sesudah hari ke ! dan menjadi normal sampai hari ke 1). #ilai #ormal 'aki<laki > s4d #B E4' 8anita > s4d #1 E4' Troponin Iantung Spesifik yaitu %TnT dan %Tn1" $erupakan kompleks proten otot globuler dari pita * yang menghambat kontraksi dengan memblokade interaksi aktin dan myosin. Apabila bersenya(a dengan .a JJ akan mengubah posisi molekul tropomiosin sehingga terjadi interaksi aktin<miosin. +n-im ini meningkat setelah & jam bila ada infark miorkard dan men%apai pun%ak dalam 1)< &! jam dan %Tn T masih dapat dideteksi setelah 5<1! hari, sedangkan %Tn * setelah 5<1) hari.$erupakan Gold standart pemeriksaan laborat untuk mendiagnosa *$A. #ilai #ormal$ = ),10 Eg4' Protein .<7aktif .7P" .7P juga dianggap sebagai penanda biokimia pada %edera miokard, meningkat !<0 kam dan men%apai pun%aknya selama 1) hari. SGPT Seru& Gluta&i' P#ru(i' Transa&inase% $erupakan en-im transaminase yang dalam keadaan normal berada dalam jaringan terutama hati. Sering disebut AT' alanin aminotransferase" #ilai #ormal 'aki<laki > s4d !& E4' 8anita > s4d #& E4' Radi"l"gi : )% R"ntgen Dada Dapat menunjukkan tanda<tanda gagal jantung kongestif, tetapi perubahan ini sering kali mun%ul belakangan setelah gambaran klinis. Tanda<tanda diseksi aorta sebaiknya dianggap sebagai diagnosis alternatif yang mungkin. ThoraH 7ontgen > menilai kardiomegali dilatasi sekunder" karena gagal jantung kongestif. Radi"a*ti(e Is"t"+ : menilai area iskemia serta non perfusi koroner dan miokard.

&" +kokardiografi $emberikan penilaian yang nyaman bagi pasien disisi tempat tidur mengenai fungsi ventrikel kiri baik keseluruhan maupun regional. *ni dapat membantu diagnosis dan manajemen infark. +kokardiografi telah sukses digunakan untuk membuat penilaian tentang laporan masuk pasien dan manajemen pasien yang diduga mengalami infark. Ekokardiogram Dilakukan untuk menentukan dimensi serambi, gerakan katup atau dinding ventrikuler dan konfigurasi atau fungsi katup. i. Angiografi koroner $enggambarkan penyempitan atau sumbatan arteri koroner. /iasanya dilakukan sehubungan dengan pengukuran tekanan serambi dan mengkaji fungsi ventrikel kiri fraksi ejeksi". Prosedur tidak selalu dilakukan pad fase A$* ke%uali mendekati bedah jantung angioplasty atau emergensi. j. Nuklear Magnetic esonance !NM " $emungkinkan visualisasi aliran darah, serambi jantung atau katup ventrikel, lesivaskuler, pembentukan plak, area nekrosis atau infark dan bekuan darah. Talium > mengevaluasi aliran darah mio%ardia dan status sel mio%ardia missal lokasi atau luasnya *$A Te%hnetium > terkumpul dalam sel iskemi di sekitar area nekrotik