Anda di halaman 1dari 4

PENATALAKSANAAN PERSALINAN PREMATUR 1.

Tokolisis Pemberian tokolisis perlu dipertimbangkan bila terjadi kontraksi uterus yang reguler dengan adanya perubahan serviks. Alasan pemberian tokolisis pada persalinan prematur adalah: Mencegah mortalitas dan morbiditas pada bayi prematur. Memberi kesempatan bagi terapi kortikosteroid untuk menstimulasi surfaktan paru janin. Memberi kesempatan transfer intrauterin pada fasilitas yang lebih lengkap

Beberapa macam obat yang digunakan sebagai tokolisis adalah : Kalsium antagonis : Nifedipin 10 mg/oral diulang 2-3 kali/jam, dilanjutkan tiap 8 jam sampai kontraksi hilang. Obat dapat diberikan lagi jika timbul kontraksi berulang. Obat -mimetik : seperti terbutalin, ritrodin, isoksuprin dan salbutamol dapat digunakan, tetapi nifedipin mempunyai efek samping lebih kecil. Sulfas magnesium dan anti prostaglandin (endometasin) : jarang dipakai karena efek samping pada ibu maupun janin. Untuk menghambat proses persalinan prematur selain pemberian tokolisis, adalah dengan membatasi aktivitas atau tirah baring. 2. Kortikosteroid Tujuan pemberian terapi kortikosteroid adalah untuk pematangan surfaktan paru janin, menurunkan insidens RDS, menccegah perdarahan intraventrikular, yang akhirnya menurunkan angka kematian neonatus. Kortikosteroid perlu diberikan pada usia kehamilan kurang dari 35 minggu. Obat yang diberikan adalah deksametason

atau betametason. Pemberian steroid ini tidak diulang karena merupakan resiko terjadinya pertumbuhan janin terhambat. Pemberian siklus tunggal kortikosteroid adalah: Betametason 2 x 12 mg i.m dengan jarak pemberian 24 jam Deksametason 4 x 6 mg i.m dengan jarak pemberian 12 jam

3. Antibiotik Antibiotik diberikan pada kasus kehamilan dengan risiko terjadinya infeksi seperti pada kasus KPD. Obat diberikan per oral, yang dianjurkan adalah : eritromisin 3 x 500 mg selama 3 hari. Obat pilihan lain adalah ampisilin 3 x 500 mg selama 3 hari, atau dapat menggunakan antibiotik lain seperti klindamisin. Tidak dianjurkan pemberian ko-amoksiklaf karena risiko NEC. Beberapa hal yang harus diperhatikan pada pemeriksaan pasien dengan KPD/PPROM (Preterm premature rupture of the membrane) adalah : Semua alat yang digunakan untuk periksa vagina harus steril. Periksa dalam vagina tidak dianjurkan, tetapi dilakukan dengan pemeriksaan spekulum. Pada pemeriksaan USG jika didapat penurunan indeks cairan amnion (ICA) tanpa adanya kecurigaan kelainan ginjal dan tidak adanya IUGR mengarah pada kemungkinan KPD. Persiapan persalinan prematur perlu pertimbangan berdasarkan : Usia gestasi o Usia gestasi 34 minggu atau lebih : dapat melahirkan di tingkat layanan primer, mengingat prognosis relatif baik. o Usia gestasi kurang dari 34 minggu : harus dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas perawatan neonatus yang memadai.

Keadaan selaput ketuban Bila didapat KPD dengan usia kehamilan kurang dari 28 minggu, maka ibu dan keluarga dipersilahkan untuk memilih cara pengelolaan setelah diberi konseling dengan baik.

Cara persalinan Bila janin presentasi kepala, maka diperbolehkan partus pervaginam. Seksio sesarea tidak memberi prognosis yang lebih baik bagi bayi, bahkan merugikan ibu. Seksio sesarea hanya dilakukan atas indikasi obstetrik. Pada kehamilan letak sungsang 30-34 minggu, seksio sesarea dapat dipertimbangkan. Setelah kehamilan lebih dari 34 minggu, persalinan diperbolehkan karena morbiditas dianggap sama dengan kehamilan aterm.

Perawatan neonatus Untuk perawatan bayi preterm baru lahir perlu diperhatikan keadaan umum, biometri, kemampuan bernapas, kelainan fisik dan kemampuan minum. Keadaan kritis bayi prematur yang harus dihindari adalah kedinginan, pernapasan yang tidak adekuat, atau trauma. Suasana hangat diperlukan untuk mencegah hipotermia pada neonatus, bila mungkin sebaiknya bayi dirawat dengan cara kanguru untuk menghindari hipotermia. Kemudian dibuat perencanaan pengobatan dan asupan cairan. ASI diberikan lebih sering, tetapi bila tidak mungkin, diberikan dengan sonde atau dipasang infus. Semua bayi baru lahir harus mendapat nutrisi sesuai dengan kemampuan dan kondisi bayi.

Sebaiknya persalinan bayi terlalu muda atau terlalu kecil berlangsung pada fasilitas yang memadai, seperti pelayanan perinatal dengan personel dan fasilitas yang adekuat termasuk perawatan perinatal intesif.