Anda di halaman 1dari 42

Bahan Ajar Mata Kuliah Asuhan Ibu NIfas dan Menyusui

Kegiatan Belajar

KONSEP DASAR MASA NIFAS


120 Menit

TINJ AUAN M ATA KULIAH


A. Deskripsi Singkat Mata Kuliah

Mata Kuliah ini memberikan kemampuan untuk melaksankan asuhan kebidanan pada masa nifas dan menyusui dengan pendekatan manajemen kebidanan yang didasari konsep konsep, sikap dan ketrampilan serta hasil evidence based dengan pokok bahasan konsep dasar masa nifas, perubahan fisiologi masa nifas, perubahan psikologi masa nifas, faktor faktor yang mempengaruhi masa nifas dan menyusui, kebutuhan dasar masa nifas, proses laktasi dan menyusui, respon orang tua dan BBL, deteksi dini komplikasi masa nifas, asuhan masa nifas normal, dan dokumentasi asuhan masa nifas dan menyusui. B. Kegunaan/Manfaat Mata Kuliah

Dengan adanya mata kuliah asuhan kebidanan III (nifas) diharapkan mahasiswa menjadi lebih kompeten dan lebih profesional dalam memberikan dan menerapkan asuhan kebidanan masa nifas.

C. Standar Kompetensi Mata Kuliah

Bahan Ajar Mata Kuliah Asuhan Ibu NIfas dan Menyusui

Standar kompetensi mata kuliah asuhan kebidanan III (nifas) adalah mahasiswa diharapkan mampu memberikan asuhan kebidanan pada ibu nifas normal dan dapat memdeteksi dini komplikasi masa nifas

D. Susunan Urutan Bahan Ajar

1. Konsep dasar masa nifas Pengertian masa nifas, Tujuan asuhan masa nifas, Peran dan tanggung bidan dalam asuhan masa nifas, Tahapan masa nifas, Kebijakan program nasional asuhan masa nifas 2. Perubahan fisiologi masa nifas Sistem reproduksi, system pencernaan, system perkemihan, system

muskuluskeletal pada ibu nifas, sistem endokrin, sistem kardiovaskuler, sistem hemotologi, sistem pernafasan 3. Perubahan psikologi masa nifas Taking In, Taking hold, Letting go 4. Faktor faktor yang mempengaruhi masa nifas dan menyusui Fisik, Psikologis, Lingkungan, Sosial, Budaya, Ekonomi 5. Kebutuhan dasar masa nifas Nutrisi dan cairan, Ambulasi, Eliminasi: bak/bab, Istirahat, Personal Higiene, Seksual, Olah Raga / senam nifas 6. Proses laktasi dan menyusui Anatomi dan fisiologi payudara (review), Dukungan bidan dalam pemberian ASI, Manfaat pemberian ASI, Komposisi Gizi dalam ASI, Upaya

Bahan Ajar Mata Kuliah Asuhan Ibu NIfas dan Menyusui

memperbanyak ASI, Tanda bayi cukup ASI, ASI eksklusif, Cara merawat payudara, Cara menyusui yang benar, Masalah dalam pemberian ASI 7. Respon orang tua dan BBL Bounding attachment, Respon ayah dan keluarga, Sibling rivaldi 8. Deteksi dini komplikasi masa nifas Pengertian deteksi dini komplikasi pada masa nifas, Tujuan deteksi dini komplikasi pada masa nifas, Macam-macam komplikasi yang sering timbul pada masa nifas dan upaya penangannannya : perdarahan , infeksi masa nifas, sakit kepala, nyeri epigastrik, penglihatan kabur, pembengkakan di wajah atau ekstrimitas, demam, muntah, rasa sakit waktu berkemih, perubahan payudara, kehilangan nafsu makan dalam waktu yang lama, perubahan pada ekstremitas, perubahan psikologis 9. Asuhan masa nifas normal Pengkajian fisik dan psikologis, Pengkajian riwayat kesehatan ibu,

Pemeriksaan fisik (Tanda-tanda vital, Payudara, Uterus, Kandung kemih, Genetalia, Perineum, Ekstrimitas bawah), Pengkajian psikologis, Pengkajian pengetahuaan ibu tentang perawatan pada masa nifas, Interpretasi Data : diagnosa/ masalah aktual (Masalah nyeri, Masalah infeksi, Masalah cemas, perawatan perineum, payudara, ASI ekslusif, Masalah KB, Gizi, tanda bahaya, senam), Rumusan diagnosa/ masalah Potensial (Gangguan perkemihan : BAB, Hubungan seksual), Rencana asuhan kebidanan (monitoring tandatanda vital, monitoring involusio, monitoring perdarahan, nyeri, infeksi, cemas, KIE (Perawatan tentang perineum, payudara, ASI ekslusif, KB, Gizi, tanda bahaya, senam,Teknik menyusui bayi, Persiapan menjadi orang tua,

Persiapan pasien pulang, Anticipatori guidance), Pelaksanaan tindakan

Bahan Ajar Mata Kuliah Asuhan Ibu NIfas dan Menyusui

mandiri dan kolaborasi asuhan kebidanan (Tindakan mandiri, Kolaborasi, KIE/Pendidikan kesehatan,Evaluasi asuhan kebidanan dan tindak lanjut), Dokumentasi asuhan masa nifas dan menyusui.

E. Petunjuk Bagi Mahasiswa

Mahasiswa dapat mempelajari bahan ajar (Modul) ini dan menbaca referensi yang direkomendasikan sebagai buku acuan, membuka e-learning yang sudah ada.

Bahan Ajar Mata Kuliah Asuhan Ibu NIfas dan Menyusui

BAB I

NO 1.

KOMPETENSI DASAR
Mampu mendiskripsikan konsep dasar asuhan masa nifas

INDIKATOR
a. Mendiskripsikan pengertian masa nifas b. Mendiskripsikan tujuan asuhan masa nifas c. Mendiskripsikan peran dan tanggung bidan dalam asuhan masa nifas d. Mendiskripsikan tahapan masa nifas e. Mendiskripsikan kebijakan program nasional asuhan masa nifas

1. Pengertian Nifas Dalam banyak literatur terdapat banyak pengertian tentang masa nifas. Masa peurperium atau masa nifas dimulai setelah partus selesai, dan berakhir setelah kira-kira 6 minggu. (Wiknjosastro, 2006). Masa nifas (peurperium) dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas berlangsung kira-kira 6 minggu. (Saifuddin, 2002). Masa nifas (peurperium) adalah masa

Bahan Ajar Mata Kuliah Asuhan Ibu NIfas dan Menyusui

setelah plasenta lahir dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas berlangsung selama kira-kira 6 minggu.(Saleha, 2007). Masa puerperium atau masa nifas mulai setelah partus selesai, dan berakhir setelah kira-kira 6 minggu. Akan tetapi, seluruh alat genital baru pulih kembali seperti ada kehamilan dalam waktu 3 bulan. (Hanifa, 2005). Masa nifas (puerperium) dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas berlangsung kira-kira 6 minggu.(Saifuddin, 2006). Periode pasca partum (Puerperium) adalah masa enam minggu sejak bayi lahir sampai organ-organ reproduksi kembali ke keadaan normal sebelum hamil. (Bobak, 2004). Pada masa nifas alat-alat interna maupun eksterna berangsur-angsur kembali seperti keadaan sebelum hamil (Saleha, 2009). Masa nifas (puerperium) dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alatalat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas berlangsung lama kirakira 6 minggu.( Prawirohardjo, 2000) Dari banyaknya uraian yang menjelaskan tentang masa nifas dapat disimpulkan bahwa masa nifas adalah dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil yang lamanya 6.

Bahan Ajar Mata Kuliah Asuhan Ibu NIfas dan Menyusui

2. Tujuan Asuhan Masa Nifas a. Mendeteksi adanya perdarahan masa nifas. Tujuan perawatan masa nifas adalah untuk menghindarkan/ mendeteksi adanya kemungkinan perdarahan post partum, dan infeksi, dalam hal ini penolong persalinan tetap waspada, sekurang-kurangnya satu jam post partum untuk mengatasi kemungkinan terjadinya komplikasi persalinan. Umumnya wanita sangat lemah setelah melahirkan, lebih-lebih bila partus berlangsung lama.

b. Menjaga kesehatan ibu dan bayinya. Menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologik, harus diberikan oleh petugas/penolong persalinan. Ibu dianjurkan untuk menjaga kebersihan seluruh tubuh, mengajarkan kepada ibu bersalin bagaimana

membersihkan daerah kelamin dengan sabun dan air. Pastikan bahwa ia mengerti untuk membersihkan daerah di sekitar vulva terlebih dahulu, dari depan ke belakang dan baru membersihkan daerah sekitar anus. Sarankan ibu untuk mencuci tangan dengan sabun dan air, sebelum dan sesudah membersihkan daerah kelaminnya. Jika ibu mempunyai luka episiotomi atau laserasi sarankan ibu untuk menghindari/menyentuh daerah luka.

Bahan Ajar Mata Kuliah Asuhan Ibu NIfas dan Menyusui

c. Melaksanakan skrining secara komprehensif. Melaksanakan skrining yang komprehensif dengan mendeteksi masalah, mengobati dan merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya. Di sini seorang bidan bertugas untuk melakukan pengawasan kala IV yang meliputi pemeriksaan placenta, pengawasan tingginya fundus uteri, pengawasan perdarahan dari vagina, pengawasan konsistensi rahim dan pengawasan keadaan umum ibu. Bila ditemukan permasalahan maka harus segera melakukan tindakan sesuai dengan standar pelayanan pada penatalaksanaan masa nifas.

3. Peran dan tangung Jawab Bidan Dalam Masa Nifas Peran bidan pada masa nifas adalah sebagai berikut : a. Memberikan dukungan yang terus menerus selama masa periode nifas dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan ibu agar mengurangi ketegangan fisik dan psikologik selama persalinan dan nifas b. Sebagai promotor hubungan yang erat antara ibu dan bayi secara fisik dan psikologis c. Mengkondisikan ibu untuk menyusui bayinya dengan cara meningkatkan rasa nyaman

4. Tahapan yang terjadi pada masa nifas adalah sebagai berikut :

Bahan Ajar Mata Kuliah Asuhan Ibu NIfas dan Menyusui

1.

Periode immediate postpartum Masa segera setelah plasenta lahir sampai dengan 24 jam. Pada masa ini sering

terdapat banyak masalah, misalnya perdarahan karena atonia uteri. Oleh karena itu, bidan dengan teratur harus melakukan pemeriksaan kontraksi uterus, pengeluaran lokia, tekanan darah dan suhu. 2. Periode early postpartum (24 jam-1 minggu) Pada fase ini bidan memastikan involusi uteri dalam keadaan normal, tidak ada perdarahan, lokia tidak berbau busuk, tidak demam, ibu cukup mendapatkan makanan dan cairan, serta ibu dapat menyusui dengan baik. 3. Periode late postpartum (1 minggu-5 minggu) Pada periode ini bidan tetap melakukan perawatan dan pemeriksaan sehari-hari serta konseling KB.

5. Kebijakan Program Nasional Masa Nifas Kunjungan masa nifas dilakukan paling sedikit empat kali yaitu pada 6 jam,6 hari ,2 minggu dan 6 minggu walaupun ada literatur yang mengajukan 3 kali kunjungan nifas hal

Bahan Ajar Mata Kuliah Asuhan Ibu NIfas dan Menyusui

ini tidak menjadi harga mati yang pasti dalam hal ini tujuan utama asuhan masa nifas terlaksana . Kunjungan ini bertujuan untuk menilai status ibu dan bayi baru lahir juga untuk mencegah, mendeteksi,serta manangani masalah-masalah yang terjadi. Tabel 1.1 Tabel Kunjungan Masa NIfas Kunjungan 1 Waktu 6-8 setelah persalinan Tujuan

jam Mencegah terjadinya perdarahan masa nifas. Mendetaksi dan merawat penyebab lain

perdarahan dan memberi rujukan bila perdarahan berlanjut. Memberikan konseling kepada ibu atau salah Satu anggota keluarga mengenai bagaimana mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri. Pemberian ASI pada masa awal menjadi ibu. Mangajarkan cara mempererat hubungan antara ibu dan bayi baru lahir. Menjaga bayi tetap sehat dengan cara mencegah

10

Bahan Ajar Mata Kuliah Asuhan Ibu NIfas dan Menyusui

hipotermia. Jika bidan menolong persalinan, maka bidan harus menjaga ibu dan bayi untuk 2 jam pertama setelah kelahiran atau sampai keadaan ibu dan bayi dalam keadaan stabil. 2 6 setelah persalianan hari Memastikan involusi uteri berjalan normal, uterus berkontraksi, fundus dibawah umbilicus tidak ada perdarahan abnormal, dan tidak ada bau. Menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi, atau kelainan pasca melahirkan. Memastikan ibu mendapat cukup makan, cairan, dan istirahat. Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tidak ada tanda-tanda penyulit. Memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan pada bayi, cara merawat tali pusat, dan

11

Bahan Ajar Mata Kuliah Asuhan Ibu NIfas dan Menyusui

bagaimana menjaga bayi agar tetap hangat. 3 2 minggu Sama seperti asuhan kunjungan 6 hari

setelah persalinan 4 6 minggu Menanyakan pada ibu tentang penyulit-penyulit yang dialami atau bayinya. Memberikan konseling untuk KB secara dini.

setelah persalinan

12

Bahan Ajar Mata Kuliah Asuhan Ibu NIfas dan Menyusui

LATIHAN

1. 2.

Tugas baca (buku utama, buku acuan, buku penunjang, jurnal) Tugas kelompok ( membuat makalah, bahan diskusi/seminar dari materi konsep dasar masa nifas.

RANGKUMAN
Masa nifas adalah dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil yang lamanya 6. Ada 3 tujuan asuhan masa nifas yaitu mendeteksi adanya perdarahan masa nifas, menjaga kesehatan ibu dan bayinya, melaksanakan skrining secara komprehensif. Peran dan tangung jawab bidan dalam masa nifas adalah memberikan dukungan yang terus menerus selama masa periode nifas dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan ibu agar mengurangi ketegangan fisik dan psikologik selama persalinan dan nifas, sebagai promotor hubungan yang erat antara ibu dan bayi secara fisik dan psikologis, mengkondisikan ibu untuk menyusui bayinya dengan cara meningkatkan rasa nyaman. Ada 3 tahapan yang terjadi pada masa nifas adalah

13

Bahan Ajar Mata Kuliah Asuhan Ibu NIfas dan Menyusui

periode immediate postpartum, periode early postpartum (24 jam-1 minggu), periode late postpartum (1 minggu-5 minggu). Kebijakan unjungan masa nifas dilakukan paling sedikit empat kali yaitu pada 6 jam,6 hari ,2 minggu dan 6 minggu walaupun ada literatur yang mengajukan 3 kali kunjungan nifas hal ini tidak menjadi harga mati yang pasti dalam hal ini tujuan utama asuhan masa nifas terlaksana . Kunjungan ini bertujuan untuk menilai status ibu dan bayi baru lahir juga untuk mencegah, mendeteksi,serta manangani masalahmasalah yang terjadi

TES FORMATIF
1. Pengertian masa nifas adalah.. a. Periode waktu setelah ibu melahirkan sampai dengan 9 minggu b. Periode perubahan uterus yang berangsur angsur kembali seperti keadaan semula yang dimulai setelah bayi lahir c. Periode waktu 6-8 minggu setelah persalinan d. Perubahan uterus setelah persalinan 2. Salah satu tujuan pemberian asuhan pada masa nifas adalah : a. Memberikan pelayanan Keluarga Berencana

14

Bahan Ajar Mata Kuliah Asuhan Ibu NIfas dan Menyusui

b. Menjaga kesehatan bapak dan bayinya baik fisik maupun psikologi c. Mendeteksi masalah kesehatan lingkungan d. Memberikan pelayanan prima dalam lingkungan komunitasnya.

3. Salah satu peran yang dapat dilakukan bidan pada ibu dalam masa nifas sebagai promotor hubungan yang erat antara ibu dan bayi adalah : a. Melakukan pemotongan tali pusat pada menit ke 2 setelah lahir b. Melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) c. Melakukan imunisasi HB 0, 2 jam setelah lahir d. Memandikan bayi setelah 6 jam kelahiran.

4. Pada fase ini bidan memastikan involusi uteri dalam keadaan normal, tidak ada perdarahan, lokia tidak berbau busuk, tidak demam, ibu cukup mendapatkan makanan dan cairan, serta ibu dapat menyusui dengan baik a. Periode late postpartum (1 minggu-5 minggu) b. Periode early postpartum (24 jam-1 minggu) c. Periode immediate postpartum d. Masa puerperium.

15

Bahan Ajar Mata Kuliah Asuhan Ibu NIfas dan Menyusui

5. Menanyakan pada ibu tentang penyulit-penyulit yang dialami ibu atau bayinya adalah tujuan kunjungan masa nifas ke ... a. Kunjungan 1 yaitu 6 8 jam setelah persalinan b. Kunjungan 3 yaitu 2 minggu setelah persalinan c. Kunjungan 2 yaitu 6 hari setelah persalinan d. Kunjungan 1 yaitu 6 minggu setelah persalinan

Jawaban BAB 1 1. C 2. A 3. B 4. B 5.D Bila anda belum merasa puas, atau paling tidak menguasai materi kurang dari 75% maka anda harus mengulangi kembali materi diatas sampai anda merasa puas.

A. GLOSARIUM . B C.

16

Bahan Ajar Mata Kuliah Asuhan Ibu NIfas dan Menyusui

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Bari Saifuddin, Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo,. 2002. Bobak , L.. Keperawatan Maternitas. Jakarta : EGC. 2004. Hanifa Wiknjosastro, Saifudin, BR, dan Rachimhadhi, T. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo.1999 Sarwono Prawiroharjo. Ilmu Kebidanan, Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo. 2000. Siti Saleha. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas, Jakarta : Salemba Medika. 2009

17

Bahan Ajar Mata Kuliah Asuhan Ibu NIfas dan Menyusui

Peruba ha n fisiolo gi pada ibu nifas


120 Menit

PENDAHLUAN
Selama hamil, terjadi perubahan pada sistem tubuh wanita, diantaranya terjadi perubahan pada sistem reproduksi, sistem pencernaan, sistem perkemihan, sistem musculoskeletal, sistem endokrin, sistem kardiovaskuler, sistem hematologi, dan perubahan pada tanda-tanda vital. Pada masa postpartum perubahan-perubahan tersebut akan kembali menjadi seperti saat sebelum hamil.

18

Bahan Ajar Mata Kuliah Asuhan Ibu NIfas dan Menyusui

TUJUAN PEMBELAJARAN

Mata kuliah ini memberikan kemampuan kepada mahasiswa untuk mampu menjelaskan perubahan fisiologi pada ibu nifas yang meliputi perubahan sistem reproduksi, perubahan system pencernaan, perubahan system perkemihan, perubahan system muskuluskeletal, perubahan sistem endokrin, perubahan sistem kardiovaskuler, perubahan sistem hemotologi, perubahan sistem pernafasan pada ibu nifas

URAIAN MATERI
Perubahan perubahan yang terjadi pada masa nifas 1. Uterus dan serviks Dalam masa nifas, alat-alat genitalia iterna maupun eksterna akan berangsur-angsur pulih kembali seperti keadaan sebelum hamil. Perubahan-perubahan alat-alat genitalia ini dalam keseluruhannya disebut involusi. Involusi Uterus atau pengerutan uterus merupakan suatu proses dimana uterus kembali ke kondisi sebelum hamil dengan bobot hanya 60 gram. Proses involusio uterus adalah sebagai berikut : Autolysis

19

Bahan Ajar Mata Kuliah Asuhan Ibu NIfas dan Menyusui

Merupakan proses penghancuran diri sendiri yang terjadi di dalam otot uterine. Enzim proteolitik akan memendekkan jaringan otot yang telah mengendur hingga panjangnya 10 kali panjang sebelum hamil dan lebarnya 5 kali lebar sebelum hamil yang terjadi selama kehamilan. Terdapat polymorph phagolitik dan macrophages di dalam system vascular dan system limphatik Efek oksitosin (cara bekerjanya oksitosin) Oksitosin menyebabkan terjadinya kontraksi dan retraksi otot uterin sehingga akan menekan pembuluh darah yang mengakibatkan berkurangnya suplai darah ke uterus. Proses ini membantu untuk mengurangi situs atau tempat implantasi plasenta serta mengurangi perdarahan. Setelah janin dilahirkan fundus uteri kira-kira setinggi pusat, setelah plasenta lahir, tinggi fundus uteri kira-kira 2 jari dibawah pusat. Pada hari ke-5 postpartum uterus kurang lebih setinggi 7 cm atas simfisis atau setengah simfisis pusat, setelah 12 hari tidak dapat diraba lagi diatas simfisis. Bagian bekas implantasi plasenta merupakan suatu luka yang kasar dan menonjol ke dalam kavum uteri, segera setelah persalinan. Penonjolan tersebut dengan diameter kurang lebih 7,5 cm sering disangka sebagai suatu bagian placenta tertinggal. Sesudah 2 minggu diameternya mejadi 3,5 cm dan pada 6 minggu telah mencapai 2,4 mm. uterus gravidus aterm beratnya kira-kira 1000 gram. Satu minggu

20

Bahan Ajar Mata Kuliah Asuhan Ibu NIfas dan Menyusui

postpartum berat uterus akan menjadi kurang lebih 500 gram, 2 minggu postpartum menjadi kurang lebih 300 gram dan setelah 6 minggu postpartum berat uterus menjadi 40 sampai 60 gram (berat uterus normal kurang lebih 30 gram). Perubahan ini berhubungan erat dengan perubahan-perubahan miometrium. Pada miometrium terjadi perubahan-perubahan yang bersifat proteolisis. Hasil dari proses ini dilahirkan melalui pembuluh getah bening. Otot-otot uterus berkontraksi segera setelah persalinan, menjepit pembuluh darah untuk menghentikan perdarahan setelah plasenta dilahirkan. Perubahan-perubahan yeng terdapat pada serviks ialah segera postpartum bentuk serviks agak menganga seperti corong. Bentuk ini disebabkan oleh korpus uteri yang dapat mengadakan kontraksi, sedangkan serviks tidak berkontraksi, sehingga seolah-olah pada perbatasan antara korpus dan serviks uteri terbentuk seperti cincin. Warna serviks sendiri merah kehitatam-hitaman karena penuh pembuluh darah. Konsistensinya lunak, segera setelah janin dilahirkan, tangan pemeriksa masih dapat dimasukan kedalam kavum uteri. Setelah 2 jam hanya bisa dimasukan 2-3 jari, dan setelah 1 minggu, hanya dapat dimasukan 1 jari ke dalam kavum uteri. Perubahan-perubahan yang terdapat pada endometrium adalah timbulnya thrombosis, degenarasi dan nekrosis di tempat implantasi plasenta. Pada hari pertama endometrium yang kira-kira setebal 2-5 mm itu mempunyai permukaan yang kasar

21

Bahan Ajar Mata Kuliah Asuhan Ibu NIfas dan Menyusui

akibat pelepasan desidua dan selaput janin. Setelah 3 hari, permukaan endometrium mulai rata akibat lepasnya sel-sel dari bagin yang mengalami degenerasi. Sebagian besar

endometrium terlepas, regenerasi endometrium terjadi dari sisa-sisa sel desidua basalis yang memakan waktu 2-3 minggu. Jaringan di tempat implantasi plasenta mengalami proses yang sama, ialah degenerasi dan kemudian terlepas. Pelepasan jaringan degenerasi ini berlangsung lengkap. Sehingga tidak ada pembentukan jaringan parut pada bekas tempat implantasi plasenta. Ligament-ligamen dan diafragma pelvis serta fasia yang meregang sewaktu kehamilan dan partus, setelah janin lahir berangsur-angsur ciut kembali seperti sediakala. Luka-luka jalan lahir, seperti bekas luka episiotomy yang telah dijahit, luka pada vagina dan serviks bila tidak seberapa luasnya akan sembuh, kecuali bila terjadi infeksi.

Tabel 1.2 Ukuran Uterus Setelah Persalinan Involusi Bayi lahir Tinggi fundus uteri Setinggi pusat Berat uterus 1000 gram

Uri / plasenta lahir

2 jari bawah pusat

750 gram

22

Bahan Ajar Mata Kuliah Asuhan Ibu NIfas dan Menyusui

1 minggu

Pertengahan pusat

750 gram

3 minggu

Tidak teraba diatas

500 gram

4-6 minggu

simfisis

350 gram

5-8 minggu

Bertambah kecil sebesar normal

50 gram

23

Bahan Ajar Mata Kuliah Asuhan Ibu NIfas dan Menyusui

Serviks : setelah persalinan bentuk serviks agak menganga seperti corong berwarna merah kehitaman. Konsistensinya lunak, kadang-kadang terdapat perlukaan kecil, setelah bayi lahir tangan pemeriksa masih bisa masuk ke rongga rahim, setelah dua jam dapat dilalui oleh 2-3 jari dan setelah 7 hari dapat dilalui 1 jari. Perubahan-perubahan pada serviks adalah segera setelah lahir bentuk serviks akan menganga seperi corong. Bentuk ini disebabkan oleh korpus uteri yang dapat mengadakan kontraksi, sedangkan serviks tidak berkontraksi. Sehingga seolah-olah pada perbatasan antara korpus dan serviks uteri terbentuk semacam cincin. Konsistensinya lunak. Segera setelah janin dilahirkan, tangan pemeriksa masih dapat memasukan tangan ke dalam kavum uteri. Setelah dua jam hanya dapat dimasuki 2-3 jari, dan setelah satu minggu hanya dapat dimasukan satu jari ke dalam kavum uteri. Hal ini baik dalam menangani kala uri. Perubahan-perubahan yang terdapat pada endometrium ialah timbulnya trombosis, degenerasi, dan nekrosis di tempat implantasi plasenta. Pada hari pertama endometrium yang kira-kira setebal 2-5 mm itu mempunyai permukaan yang kasar akibat pelepasan desidua dan selaput janin, setelah 3 hari endometrium mulai rata akibat lepasnya sel-sel dari bagian yang mengalami degenerasi. 2. Lochea

24

Bahan Ajar Mata Kuliah Asuhan Ibu NIfas dan Menyusui

Lochea adalah cairan yang dikeluarkan oleh uterus melalui vagina dalam masa nifas. Sifat lochea alkalis, jumlah lebih banyak dari pengeluaran darah dan lendir waktu menstruasi dan berbau anyir, cairan ini berasal dari tempat melekatnya placenta. Luka tempat melekatnya placenta menimbulkan pecahan pembuluh darah dan proses penyembuhan pengeluaran getah, selama itu terdapat sisa-sisa selaput chorion yang tertinggal pada desidua, liquoramni yang belum dikenalkan waktu persalinan, verniks caseosa, rambut lanugo dan kemungkinan meconium lochea dibagi dalam beberapa jenis, yaitu; 1. Lochea rubra : berisi darah segar dan sisa-sisa selaput ketuban, sel-sel desidua, verniks kaseosa, lanugo, dan mekonium, terjadi selama 2 hari pasca persalinan. 2. Lochea sanguinolenta : berwarna merah kuning berisi darah dan lendir terjadi pada 3-7 hari pasca persalinan. 3. Lochea serosa : berwarna kuning, cairan tidak berdarah lagi, terjadi pada hari ke 7-14 pasca persalinan. 4. 5. 6. Lochea alba : cairan putih, terjadi 2 minggu setelah persalinan. Lochea purulenta : jika terjadi infeksi, keluar cairan seperti nanah dan berbau busuk Locheastatis : keadaan dimana lochea tidak lancar keluar dari rahim.

25

Bahan Ajar Mata Kuliah Asuhan Ibu NIfas dan Menyusui

3.

Laktasi Mamae yang telah dipersiapkan pada masa hamil terpengaruhi dengan akibat

kelenjar-kelenjar berisi air susu. Pengaruh oksitosin mengakibatkan mioepitelium kelenjarkelenjar susu berkontraksi, sehingga pengeluaran air susu dilaksanakan. Umumnya produksi air susu baru berlangsung betul pada hari ke 2-3 postpartum. Pada hari-hari pertama air susu mengandung kolostrum yang merupakan cairan kuning lebih kental dari pada air susu, mengandung banyak protein albumin dan globulin. Selain pengaruh hormon, salah satu rangsangan terbaik untuk mengeluarkan air susu adalah dengan menyusui bayi itu sendiri. Kadar prolaktin akan meningkat dengan perangsangan fisik pada puting. Dengan menetekan bayi pada ibunya akan mengakibatkan peningkatan produksi prolaktin dan hal ini akan meningkatkan produksi Air Susu Ibu (ASI). Lebih sering ibu menetekan lebih meningkat pula produksi air susu ibu. Kadar estroben dan gonadotrophin menurun pada laktas, dan akan meningkat lagi saat frekuensi menetekan dikurangi, umpamanya bila bayi mulai mendapat tambahan makanan. Rangsangan psikis merupakan reflex dari mata ibu ke otak, mengakibatkan oksitosin dihasilkan, sehingga air susu ibu dikeluarkan, sebagai efek samping, memperbaiki involusi uterus. Keuntungan lain menyusui bayi sendiri ialah akan menjelmanya rasa kasih sayang sehingga bertumbuh suatu pertalian yang intim antara ibu dan anak. Air Susu Ibu (ASI) mempunyai sifat melindungi bayi terhadap infeksi seperti

26

Bahan Ajar Mata Kuliah Asuhan Ibu NIfas dan Menyusui

gastro enteritis, radang jalan pernafasan dan paru-paru, otitis media, karena air susu ibu mengandung lactoferrin, lysozyme dan immune globulin A.

4.

Ligamen-ligamen

Ligamen, fasia dan diafragma pelvis yang meregang pada waktu persalinan setelah bayi lahir secara berangsur-angsur menjadi menciut dan pulih kembali sehingga tidak jarang uterus jatuh ke belakang dan menjadi retrofleksi, karena ligamentum menjadi kendor.

5.

Hemokonsentrasi Pada masa hamil didapat hubungan pendek yang dikenal sebagai shunt antara

sirkulasi ibu dan plasenta, setelah melahirkan shunt akan hilang dengan tiba-tiba, volume darah pada ibu relative akan bertambah. Keadaan ini menimbulkana beban pada jantung. Sehingga dapat menimbulkan dekompensasi kordis pada penderita vitium kordis. Untung keadaan ini dapat diatasi dengan mekanisme kompensasi dengan timbulnya

hemokonsentrasi sehingga volume darah kembali pada sedia kala. Umumnya hal ini terjadi pada hari-hari ke tiga postpartum. Selama minggu-minggu terakhir kehamilan, kadar fibrinogen dan plasma serta faktor-faktor pembekuan darah meningkat. Pada hari pertama postpartum, kadar fibrinogen

27

Bahan Ajar Mata Kuliah Asuhan Ibu NIfas dan Menyusui

dan plasma akan sedikit menurun tetapi darah lebih mengental dengan peningkatan viskositas sehingga meningkatkan faktor pembekuan darah. Leukositosis yang meningkat dimana jumlah sel darah putih dapat mencapai 15000 selama persalinan akan tetap tinggi dalam beberapa hari pertama dari masa postpartum. Jumlah sel darah putih tersebut masih bisa naik lagi sampai 25000 atau 30000 tanpa adanya kondisi patologis jika wanita tersebut mengalami persalinan lama. Jumlah hemoglobine, hematokrit dan erytrosyt akan sangat bervariasi pada awal-awal masa postpartum sebagai akibat dari volume darah, volume plasenta dan tingkat volume darah yang berubah-ubah. Semua tingkatan ini akan dipengaruhi oleh status gizi dan hidrasi wanita tersebut. Kira-kira selama kelahiran dan masa postpartum terjadi kehilangan darah sekitar 200-500 ml. Penurunan volume dan peningkatan sel darah pada kehamilan diasosiasikan dengan peningkatan hematokrit dan hemoglobine pada hari ke 3-7 postpartum dan akan kembali normal dalam 4-5 minggu postpartum.

6.

Endometrium dan vagina Perubahan yang terjadi pada endometrium adalah timbulnya trombosis, degenerasi,

dan nekrosis di tempat implantasi plasenta. Vagina dan lubang vagina pada awal

28

Bahan Ajar Mata Kuliah Asuhan Ibu NIfas dan Menyusui

puerperium merupakan saluran yang luas dan berdinding tipis. Rugae timbul kembali pada minggu ke tiga (Saleha, 2009).

7.

Sistem pencernaan Dua jam setelah persalinan ibu akan merasa lapar. Ibu sangat membutuhkan kalsium

karena pada masa nifas terjadi penurunan ion kalsium, dan kalsium dibutuhkan sangat dibutuhkan oleh ibu terutama untuk pertumbuhan janin pada masa laktasi (Saleha, 2009).Biasanya ibu mengalami obstipasi setelah persalinan. Hal ini disebabkan karena pada waktu melahirkan alat pencernaan mendapat tekanan yang menyebabkan kolon menjadi kosong, pengeluaran cairan yang berlebihan pada waktu persalinan (dehidrasi), kurang makan, haemoroid, laserasi jalan lahir. Supaya buang air besar kembali teratur dapat diberikan diet/makanan yang mengandung serat dan pemberian cairan yang cukup. Bila usaha ini tidak berhasil dalam waktu 2 atau 3 hari dapat ditolong dengan pemberian huknah atau glyserin spuit atau diberikan obat yang lain.

8. Perubahan tanda-tanda vital Suhu tubuh wanita inpartu tidak lebih dari 37,2 lebih 0,5 . Sesudah partus dapat naik kurang

dari keadaan normal. Nadi berkisar antara 60-80 kali per menit setelah partus,

29

Bahan Ajar Mata Kuliah Asuhan Ibu NIfas dan Menyusui

dan hipertensi post partum akan menghilang. Menurut Anas (2007), suhu tubuh dibagi menjadi: 1. Hipotermi, bila suhu tubuh kurang dari 36 C; 2. Normal, bila suhu tubuh berkisar antara 36 - 37,5 C; 3. Febris / pireksia, bila suhu tubuh antara 37,5 40 C; dan 4) hipertermi, bila suhu tubuh lebih dari 40 C.

9. Sistem hematologi dan kardiovaskular Leukositosis akan meningkat pada beberapa hari post partum, sehingga dianjurkan untuk mengajarkan pada ibu cara menjaga kebersihan genetalia. Jumlah hemoglobin dan hematokrit serta eritrosit akan bervariasi pada awal masa nifas sebagai akibat dari volume darah, volume plasma, dan volume sel darah yang berubah-ubah (Saleha, 2009).

10. Perubahan Sistem Perkemihan Dinding kandung kencing memperlihatkan oedem dan hyperemia. Kadang-kadang oedema trigonum, menimbulkan abstraksi dari uretra sehingga terjadi retensio urine. Kandung kencing dalam puerperium kurang sensitif dan kapasitasnya bertambah, sehingga kandung kencing penuh atau sesudah kencing masih tertinggal urine residual (normal + 15 cc). Sisa urine dan trauma pada kandung kencing waktu persalinan memudahkan terjadinya infeksi.

30

Bahan Ajar Mata Kuliah Asuhan Ibu NIfas dan Menyusui

Dilatasi ureter dan pyolum normal dalam waktu 2 minggu. Urine biasanya berlebihan (poliurie) antara hari kedua dan kelima, hal ini disebabkan karena kelebihan cairan sebagai akibat retensi air dalam kehamilan dan sekarang dikeluarkan. Kadang-kadang hematuri akibat proses katalitik involusi. Acetonurie terutama setelah partus yang sulit dan lama yang disebabkan pemecahan karbohidrat yang banyak, karena kegiatan otot-otot rahim dan karena kelaparan. Proteinurine akibat dari autolisis sel-sel otot.

11. Perubahan Sistem Musculoskeletal Ligamen, fasia, dan diafragma pelvis yang meregang pada waktu persalinan, setelah bayi lahir, secara berangsur-angsur menjadi ciut dan pulih kembali sehingga tidak jarang uterus jatuh ke belakang dan menjadi retrofleksi, karena ligamen rotundum menjadi kendor. Stabilisasi secara sempurna terjadi pada 6-8 minggu setelah persalinan.Sebagai akibat putusnya serat-serat elastik kulit dan distensi yang berlangsung lama akibat besarnya uterus pada saat hamil, dinding abdomen masih lunak dan kendur untuk sementara waktu. Pemulihan dibantu dengan latihan.

12. Perubahan Sistem Endokrin

a. Hormon plasenta

31

Bahan Ajar Mata Kuliah Asuhan Ibu NIfas dan Menyusui

Hormon plasenta menurun dengan cepat setelah persalinan. Human Chorionic Gonadotropin (HCG) menurun dengan cepat dan menetap sampai 10% dalam 3 jam hingga hari ke-7 postpartum dan sebagai onset pemenuhan mamae pada hari ke-3 postpartum

b. Hormon pituitary

Prolaktin darah meningkat dengan cepat, pada wanita tidak menyusui menurun dalam waktu 2 minggu. FSH dan LH meningkat pada fase konsentrasi folikuler pada minggu ke3, dan LH tetap rendah hingga ovulasi terjadi.

c. Hipotalamik Pituitary Ovarium

Untuk wanita yang menyusui dan tidak menyusui akan mempengaruhi lamanya ia mendapatkan menstruasi. Seringkali menstruasi pertama itu bersifat anovulasi yang dikarenakan rendahnya kadar estrogen dan progesteron. Diantara wanita laktasi sekitar 15% memperoleh menstruasi selama 6 minggu dan 45% setelah 12 minggu. Diantara wanita yang tidak laktasi 40% menstruasi setelah 6 minggu, 65% setelah 12 minggu dan 90% setelah 24 minggu. Untuk wanita laktasi 80% menstruasi pertama anovulasi dan untuk wanita yang tidak laktasi 50% siklus pertama anovulasi. 13. Perubahan Tanda-Tanda Vital

32

Bahan Ajar Mata Kuliah Asuhan Ibu NIfas dan Menyusui

a. Suhu Badan Satu hari (24jam) postprtum suhu badan akan naik sedikit (37,5C 38C) sebagai akibat kerja keras waktu melahirkan, kehilangan cairan dan kelelahan. Apabila keadaan normal suhu badan menjadi biasa. Biasanya pada hari ketiga suhu badan naik lagi karena adanya pembentukan ASI, buah dada menjadi bengkak, berwarna merah karena banyaknya ASI. Bila suhu tidak turun kemungkinan adanya infeksi pada endometrium, mastitis, tractus genitalis atau sistem lain. b. Nadi Denyut nadi normal pada orang dewasa 60-80 kali permenit. Sehabis melahirkan biasanya denyut nadi itu akan lebih cepat. c. Tekanan darah Biasanya tidak berubah, kemungkinan tekanan darah akan rendah setelah ibu melahirkan karena ada perdarahan. Tekanan darah tinggi pada postpartum dapat menandakan terjadinya preeklampsi postpartum. d. Pernafasan Keadaan pernafasan selalu berhubungan dengan keadaan suhu dan denyut nadi. Bila suhu nadi tidak normal, pernafasan juga akan mengikutinya, kecuali apabila ada gangguan khusus pada saluran nafas.

33

Bahan Ajar Mata Kuliah Asuhan Ibu NIfas dan Menyusui

14. Perubahan Sistem Kardiovaskuler Selama kehamilan volume darah normal digunakan untuk menampung aliran darah yang meningkat, yang diperlukan oleh plasenta dan pembuluh darah uterin. Penarikan kembali esterogen menyebabkan diuresis terjadi, yang secara cepat mengurangi volume plasma kembali pada proporsi normal. Aliran ini terjadi dalam 2-4 jam pertama setelah kelahiran bayi. Selama masa ini ibu mengeluarkan banyak sekali jumlah urin. Hilangnya progesteron membantu mengurangi retensi cairan yang melekat dengan meningkatnya vaskuler pada jaringan tersebut selama kehamilan bersama-sama dengan trauma selama persalinan. Pada persalinan pervaginam kehilangan darah sekitar 300 400 cc. Bila kelahiran melalui seksio sesarea, maka kehilangan darah dapat dua kali lipat. Perubahan terdiri dari volume darah (blood volume) dan hematokrit (haemoconcentration). Bila persalinan pervaginam, hematokrit akan naik dan pada seksio sesaria, hematokrit cenderung stabil dan kembali normal setelah 4-6 minggu.

Setelah persalinan, shunt akan hilang dengan tiba-tiba. Volume darah ibu relatif akan bertambah. Keadaan ini akan menimbulkan beban pada jantung, dapat menimbulkan decompensation cordia pada penderita vitum cordia. Keadaan ini dapat diatasi dengan

34

Bahan Ajar Mata Kuliah Asuhan Ibu NIfas dan Menyusui

mekanisme kompensasi dengan timbulnya haemokonsentrasi sehingga volume darah kembali seperti sediakala, umumnya hal ini terjadi pada hari 3-5 postpartum.

LATIHAN

35

Bahan Ajar Mata Kuliah Asuhan Ibu NIfas dan Menyusui

3.
4.

Tugas baca (buku utama, buku acuan, buku penunjang, jurnal) Tugas kelompok ( membuat makalah, bahan diskusi/seminar dari materi perubahan fisiologis pada masa nifas.

RANGKUMAN
Dalam masa nifas, alat-alat genitalia iterna maupun eksterna akan berangsur-angsur pulih kembali seperti keadaan sebelum hamil. Perubahan-perubahan alat-alat genitalia ini dalam keseluruhannya disebut involusi. Involusi Uterus atau pengerutan uterus merupakan suatu proses dimana uterus kembali ke kondisi sebelum hamil dengan bobot hanya 60 gram. Proses involusio uterus adalah Autolysis dan Efek oksitosin (cara bekerjanya oksitosin) Setelah janin dilahirkan fundus uteri kira-kira setinggi pusat, setelah plasenta lahir, tinggi fundus uteri kira-kira 2 jari dibawah pusat. Pada hari ke-5 postpartum uterus kurang lebih setinggi 7 cm atas simfisis atau setengah simfisis pusat, setelah 12 hari tidak dapat diraba lagi diatas simfisis. Bagian bekas implantasi plasenta merupakan suatu luka yang kasar dan menonjol ke dalam kavum uteri, segera setelah persalinan. Penonjolan tersebut dengan diameter kurang lebih 7,5 cm sering disangka sebagai suatu bagian placenta tertinggal. Sesudah 2 minggu diameternya mejadi 3,5 cm dan pada 6 minggu telah mencapai 2,4 mm. uterus gravidus aterm beratnya kira-kira 1000 gram. Satu minggu

36

Bahan Ajar Mata Kuliah Asuhan Ibu NIfas dan Menyusui

postpartum berat uterus akan menjadi kurang lebih 500 gram, 2 minggu postpartum menjadi kurang lebih 300 gram dan setelah 6 minggu postpartum berat uterus menjadi 40 sampai 60 gram (berat uterus normal kurang lebih 30 gram). Perubahan-perubahan yang terdapat pada endometrium ialah timbulnya trombosis, degenerasi, dan nekrosis di tempat implantasi plasenta. Luka tempat melekatnya placenta menimbulkan pecahan pembuluh darah dan proses penyembuhan pengeluaran getah, selama itu terdapat sisa-sisa selaput chorion yang tertinggal pada desidua, liquoramni yang belum dikenalkan waktu persalinan, verniks caseosa, rambut lanugo dan kemungkinan meconium dan lochea . Loche dibagi dalam beberapa jenis, yaitu; Lochea rubra , lochea sanguinolenta, lochea seros, lochea alba, lochea purulent.. Apabila lochea tidak lancar keluar dari rahim di sebut lochea statis

.TES

FORMATIF

37

Bahan Ajar Mata Kuliah Asuhan Ibu NIfas dan Menyusui

1.

Cairan sekret yang berasal dari kavum uteri dan vagina yang berwarna merah kekuningan dan berisi darah dan lendir dalam masa nifas disebut dengan A. Placental bed B. Involusi uterus C. Lochia rubra D. Lochia sanguinolenta

KASUS I Ny. Ari umur 20 tahun P2A0 post partum 8 jam pemeriksaan didapatkan hasil TD 110/70 mmHg. nadi 80 x/menit, S: 37 derajat celcius, mengeluh kelelahan dan perutnya terasa mules.

2. Tinggi fundus uteri Ny. Ari dikatakan normal bila..... a. Setinggi pusat b. 2 jari di bawah pusat c. 2 jari di atas pusat d. Pertengahan pusat simpisis

3. Lochea Ny. Ari yang normal saat ini adalah... a. Alba b. Rubra c. Serosa d. Sanguinolenta

38

Bahan Ajar Mata Kuliah Asuhan Ibu NIfas dan Menyusui

4. Berat uterus yang normal pada Ny. Ari saat ini adalah ... a. 660 gram b. 850 gram c. 900 gram d. 750 gram

5. Pada saat persalinan pencernaan mendapat tekanan yang menyebabkan kolon menjadi kosong, juga pengeluaran cairan yang berlebihan pada waktu persalinan, hal ini dapat menyebabkan : a. Obstipasi b. Obesitas c. Dehidrasi d. Diare

6. Urine biasanya berlebihan (poliurie) antara hari kedua dan kelima, hal ini disebabkan karena a. Rasa lapar yang terjadi setelah persalian b. Pemecahan karbohidrat yang berlebihan c. Kelebihan cairan sebagai akibat retensi air saat kehamilan dan sekarang dikeluarkan d. Peregangan dari diagfragma servik

7. Kenaikan suhu badan dalam 24 jam setelah melahirkan dianggap normal akibat : a. Akibat kerja keras waktu melahirkan dan kehilangan cairan.

39

Bahan Ajar Mata Kuliah Asuhan Ibu NIfas dan Menyusui

b. Karena adanya pembentukan ASI c. Kemungkinan adanya infeksi pada endometrium d. Kekuatan tubuh ibu yang sudah menurun atau kelelahan.

8. Pada persalinan pervaginam ibu dianggap perdarahan apabila kehilangan darah sebanyak : a. > 300 cc b. > 400 cc c. > 500 cc d. > 600

9. Merupakan proses penghancuran diri sendiri yang terjadi di dalam otot uterine : a. Efek oksitosin b. Autolysis c. Lochea d. Proteolitik

10. Lochea yang keluar seperti nanah dan berbau busuk di sebut : a. Locheap serosa b. Lochea alba c. Loche statis d. Lochea purulenta

40

Bahan Ajar Mata Kuliah Asuhan Ibu NIfas dan Menyusui

Bila anda belum merasa puas, atau paling tidak menguasai materi kurang dari 75% maka anda harus mengulangi kembali materi diatas sampai anda merasa puas.

A. GLOSARIUM . B C.

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Bari Saifuddin, Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo,. 2002. Bobak , L.. Keperawatan Maternitas. Jakarta : EGC. 2004.

41

Bahan Ajar Mata Kuliah Asuhan Ibu NIfas dan Menyusui

Hanifa Wiknjosastro, Saifudin, BR, dan Rachimhadhi, T. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo.1999 Sarwono Prawiroharjo. Ilmu Kebidanan, Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo. 2000. Siti Saleha. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas, Jakarta : Salemba Medika. 2009

42