Anda di halaman 1dari 4

JOURNAL ENTRY : ADJUSTMENT, RE-CLASS & CORRECTION

Menjelang tutup tahun seperti sekarang ini, merupakan typical days bagi staff, manager sampai ke director : Bagi rekan-rekan yang berposisi di bagian Accounting dan keuangan, audit session baru saja lewat, waktunya bikin adjustment-adjustment bukan. Artikel menjelang tutup tahun 2008 ini, saya dedikasikan khusus untuk rekan-rekan yang masih harus bekerja keras untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan akhir menjelang tutup buku, yaitu ADJUSMENT, RE-CLASSIFICIATION & CORRECTION works. Apakah ada diantara rekan-rekan yang masih bingung untuk membedakan ADJUSTMENT, RECLASSIFICATION & CORRECTION ENTRY ?. Atau mungkin belum tahu bagaimana cara melakukannya ? Okay. berikut ini adalah pengetahuan dasar mengenai adjustment, re-classification dan correction entry beserta prosedurnya.

ADJUSTMENT (Penyesuaian)
Diperlukan Adjustment Entry (ayat jurnal penyesuaian), apabila : SALAH MENERAPKAN PERLAKUAN AKUNTANSI, dan DIKETAHUI DI TAHUN BUKU YANG SAMA yaitu : (-) Mengakui transaksi terlalu besar atau terlalu kecil (-) Saat pengakuan (tanggal transaksi) terlalu dini atau terlalu dibelakang (-) Menerapkan Methode penyusutan aktiva yang tidak sesuai Adjustment entry dilakukan SEBELUM PENUTUPAN BUKU (sesaat setelah jurnal asli di posting maupun menjelang penutupan buku). Prosedur Adjustment Entry : (1). Siapkan bukti transaksi yang perlu di sesuaikan (to be adjusted). (2). Print out General Ledger Detail beserta Detail Transaction Register yang mengandung transaksi yang harus di adjust. (3). Cari tahu mengapa perlu di adjust, dan mengapa terjadi demikian. (4). Tentukan terlebih dahulu besarnya nilai transaksi yang seharusnya terjadi, lalu bandingkan dengan jurnal entry yang pernah di masukkan. Dengan demikian m aka kita akan mendapatkan selisihnya.

(5). Siapkan Daftar Adjustmen Entry yang akan direkomendasikan ( Recommended Adjustment Entry List). (6). Konsultasikan permasalahan yang ada dengan atasan (chief accounting/Accounting Manager). Jangan Lupa minta tanda tangan beliau sebagai pihak yang mengetahui (acknowledge incharge). (7). Mohon persetujuan (Adjustment Entry approval) kepada Financial Controller (8). Lakukan Adjustment Entry hanya setelah mendapat approval dari Financial Controller atau atasan lain yang diberikan mandat

Cara Melakukan Adjustment Entry : Debit Perkiraan yang terlalu kecil diakui dan credit lawan rekening-nya sebesar nilai selisihnya. Contoh : (a). Pembelian Raw Material Rp 1,000,000 terlalu besar di akui.

Adjustment Entry-nya : [-Debit-]. Kas (Utang pada Vendor A) = Rp 1,000,000 [-Credit-]. Raw Material = Rp 1,000,000 (b) Piutang kepada vendor C Rp 1,500,000 diakui terlalu kecil Adjustment Entry-nya : [-Debit-]. Piutang Dagang Vendor C = Rp 1,500,000 [-Credit-]. Sales = Rp 1,500,000 .dan sebagainya. Khusus masalah saat pengakuan yang tidak sesuai : Entah terlalu dini atau terlalu dibelakang diakui, penanganan masalah saat pengakuan (tanggal) yang keliru tergantung dari kebijakan manajemen perusahaan masing-masing. Jika kesalahan saat pengakuan atau salah tanggal, terjadi TIDAK MELEWATI CUT-OFF DATE (tanggal pisah batas) periode laporan, maka hal tersebut bukanlah persoalan yang serius. Akan tetapi khusus rekening UTANG atau PIUTANG persoalan tanggal adalah critical, karena sangat mungkin akan berpengaruh terhadap discount (potongan harga/rabat) yang harus diterima atau diberikan. Jadi tetap harus disesuaikan.

RE-CLASSIFICATION (Reklasifikasi)
Re-classification Journal Entry (Jurnal reklasifikasi) diperlukan apabila : TRANSAKSI DI POSTING (dicatat) KE DALAM ACCOUNT YANG TIDAK SESUAI , sehingga perlu dilakukan REKLASIFIKASI.

Prosedur re-classification pada dasarnya sama saja dengan prosedur adjustment. hanya saja, mungkin tidak diperlukan bukti-bukti transaksinya, yang diperlukan hanya Printout General Ledger Details Contoh : Pemebelian Office Equipment terlanjur diposting ke rekening Office Supplies. Nampak pada Detail Transaction Register sebagai berikut : [-Debit-]. Office Supplies = Rp 5,000,000 [-Credit-]. Cash = Rp 5,000,000.

Reklasifikasi dilakukan dengan 2 cara, yaitu :

(a). Di Reclass dengan 2 langkah: Langkah-1: Reversal Journal [-Debit-]. Cash = Rp. 5,000,000 [-Credit-]. Office Supplies = Rp. 5,000,000 Langkah-2: Posting ke rekening yang sesuai [-Debit-]. Office Equipment = Rp. 5,000,000 [-Credit-]. Cash = Rp. 5,000,000

(b). Satu Langkah : Langsung direclass [-Debit-]. Office Equipment = Rp. 5,000,000 [-Credit-]. Office Supplies = Rp. 5,000,000

CORRECTION JOURNAL (Pembetulan)


Correction Journal (Pembetulan) diperlukan apabila terjadi: (-). Salah perlakuan akuntansi (transaksi terlalu besar/terlalu kecil diakui) (-). Salah klasifikasi (transaksi terposting ke rekening yang tidak sesuai) dimana KESALAHAN DIKETAHUI SETELAH PENUTUPAN BUKU. Untuk itu diperlukan jurnal koreksi. Inisiatif koreksi biasanya berasal dari pihak eksternal dalam hal ini adalah auditor eksternal yang menemukan mis-statement, sehingga diusulkan supaya dilakukan koreksi.

Koreksi dilakukan dengan cara sebagai berikut: (-). Apabila koreksi diperlukan terhadap rekening-rekening yang terdapat dalam kelompok rekening LABA/RUGI (misalnya: penjualan, harga pokok penjualan, biaya operasional, bunga, pajak, terlalu besar/ terlalu kecil) maka yang dikoreksi adalah: aktiva lancar, lawan retained earning (laba ditahan).

Contoh : Pada tahun 2007, penjualan kredit terhadap PT. A terlalu besar Rp. 1,000,000 diakui, diketahui baru pada bulan Januari 2008. Maka diperlukan jurnal koreksi sebagai berikut: [-Debit-]. Retained earning = Rp. 1,000,000 [-Credit-]. Piutang Dagang = Rp. 1,000,000 Penjelasan : Penjualan kredt yang diakui terlalu besar akan mengakibatkan laba bersih (net earning) terlalu besar pula. Andai saja kekeliruan ini diketahui sebelum penutupan buku (sebelum 31 Desember 2007) tentunya hal ini diatasi dengan melakukan adjustment terhadap rekening penjualan lawan piutang dagang. Akan tetapi karena buku telah ditutup, sehingga penjualan telah berubah menjadi net earning, sedangkan net earning telah berpindah ke rekening retained earning pada neraca. Untuk itu yang harus dilakukan adalah koreksi seperti di atas. (-). Apabila koreksi diperlukan terhadap rekening-rekening yang terdapat pada kelompok rekening NERACA (misalnya: kas, piutang, persediaan, aktiva tetap, utang dagang, pinjaman, modal), maka yang dikoreksi adalah: rekening yang hendak dikoreksi dilawankan dengan rekening NERACA yang lain. Contoh : Pada tahun 2007, pembelian mesin diakui Rp. 7,000,000 terlalu besar dari yang seharusnya, beban penyusutan pun menjadi Rp. 300,000 terlalu besar diakui, baru diketahui pada bulan Januari 2008. Maka diperlukan jurnal koreksi sebagai berikut: [-Debit-]. Cash = Rp. 7,000,000 [-Debit-]. Accum. Deprec. = Rp. 300,000 [-Credit-]. Machinaries = Rp. 7,000,000 [-Credit-]. Retained earning = Rp. 300,000 Penjelasan : Perolehan mesin yang diakui terlalu besar akan mengakibatkan pengakuan biaya penyusutan mesin terlalu besar pula, sehingga laba bersih (net earning) terlalu kecil diakui. Jika saja kekeliruan ini diketahui sebelum penutupan buku (sebelum 31 Desember 2007) tentunya hal ini diatasi dengan melakukan adjustment terhadap rekening mesin (aktiva tetap) lawan kas, dan rekening beban penyusutan lawan laba bersih (net earning) secara langsung. Akan tetapi karena buku telah ditutup, sehingga net earning telah berpindah ke rekening retained earning pada neraca. Untuk itu yang harus dilakukan adalah koreksi seperti di atas. Mudah-mudahan artikel ini dapat memberikan pemahaman yang lebih, dan dapat menghapuskan kebingungan untuk membedakan antara PENYESUAIAN, REKLASIFIKASI maupun KOREKSI. Dan dapat melakukannya dengan benar. Jika diantara rekan-rekan pembaca ada yang mengalami kesulitan mengenai adjustment, reklasifikasi maupun koreksi, bisa disampiakn disini. Kalau masalahnya cukup rumit atau panjang yang memerlukan penjelasan yang panjang pula, silahkan menulis komentar. Saya akan usahakan untuk membantu memberikan penjelasan.