Anda di halaman 1dari 6

VITAMIN A

Istillah vitamin A digunakan untuk menamakan dua jenis senyawa yaitu retinol (vitamin A alkohol) dan dehidro retinol ( vitamin A2). Vitamin A hanya terdapat pada jaringan hewan dan tidak terdapat dalam jaringan tanaman. Disamping sebagai alkohol bebas, retinol juga aktif secara biologis sebagai aldehida dan asam. Bentuk alkohol merupakan bentuk umum dan biasanya digunakan untuk mnyebut retinol, sedangkan bentuk aldehid dinamakan retinal dan bentuk asam disebut asam retinoat. Disamping itu, sebagian besar vitamin A retinol disimpan dalam bentuk ester (retinil palmitat) dalam jaringan hewan. Bentuk ester vitamin A relatif lebih stabil, sedangkan bentuk alkohol, aldehid, dan asam sangat mudah teroksidasi jika terkena udara dan cahaya.

CH2OCOC15H31

Retinil Asetat

Sumber - Sumber Dari Vitamin A Berikut ini adalah beberapa rangkuman bahan sumber Vitamin A yang perlu: 1. Vitamin A dari Buah-buahan. Sebagai contoh buah negeri, buah pisang, sukun, buah mangga, buah pepaya dan buah kesemek. 2. Vitamin A dari Sereal. Sebagai contoh jagung kuning. 3. Vitamin A dari Umbi-umbian. Misalnya yang terdapat pada ubi jalar merah, ubi rambat merah, dan ubi kuning. 4. Vitamin A dari Biji-bijian. Misalnya adalah kacang ercis, dan kacang merah.
10

5. Vitamin A dari Sayuran. Contohnya ada banyak dari wortel, semanggi, daun genjer, rumput laut, kangkung, bungkil daun talas, kacang panjang, kol cina, sawi, ranti muda, bayam, terong, dan sebagainya. 6. Vitamin A dari Hewan. Misalnya berasal dari daging ayam, ginjal domba, daging bebek, hati ayam, hati sapi, ikan, dan telur. Vitamin A dari hasil olahan. Misalnya seperti kepala susu, minyak kelapa sawit, tepung ikan, dan minyak ikan.

Metabolisme Vitamin A Vitamin A dalam makanan sebagian besar terdapat dalam bentuk eter esensial retinil, bersama karotenoid bersama lipida lain dalam lambung. Dalam sel-sel mukosa usus halus, ester retinil dihidrolisis oleh enzim-enzim pankreas esterase menjadi retinol yang lebih efesien diabsorsi daripada ester retinil. Sebagian karoteonoid, terutama beta karoten di dalam sitoplasma sel mukosa usus halus dipecah menjadi retinol. Dalam usus halus retinol bereaksi dengan asam lemak dan membentuk ester dan dengan bantuan cairan empedu menyeberangi sel-sel vili dinding usus halus untuk kemudian diangkut oleh kilomikron melalui sistem limfe ke dalam aliran darah menuju hati. Hati merupakan tempat penyimpanan terbesar vitamin A dalam tubuh. Bila tubuh memerlukan, vitamin A dimobilasi dari hati dalam bentuk retinol yang diangkut oleh Retinol Binding-Protein (RBD) yang disentesis oleh hati. Pengambilan retinol oleh berbagai sel tubuh bergantung pada resepton permukaan membran yang spesifik oleh RBP. Retinol kemudian diangkut melalui membran sel untuk kemudian diikatkan pada Celluler Retinol Binding-Protein (CRBD) dan RBP kemudian dilepaskan. Di dalam sel mata retinol berfungsi sebagai retinal dan dalam sel epitel sebagai asam retinoat.

10

Peranan Vitamin A 1. Peranan vitamin A dalam indra penglihatan Vitamin A banyak berperan dalam pembentukan indra penglihatan bagi manusia. Vitamin ini akan membantu mengkonversi sinyal molekul dari sinar yang diterima oleh retina untuk menjadi suatu proyeksi gambar di otak kita. Senyawa yang berperan utama dalam hal ini adalah retinol. Bersama dengan rodopsin, senyawa retinol akan membentuk
10

kompleks pigmen yang sensitif terhadap cahaya untuk mentransmisikan sinyal cahaya ke otak. 2. Vitamin A dan sistem imun Vitamin A juga dapat melindungi tubuh dari infeksi organisme asing, seperti bakteri patogen. Mekanisme pertahanan ini termasuk ke dalam sistem imun eksternal, karena sistem imun ini berasal dari luar tubuh. Vitamin ini akan meningkatkan aktivitas kerja dari sel darah putih dan antibodi di dalam tubuh sehingga tubuh menjadi lebih resisten terhadap senyawa toksin maupun terhadap serangan mikroorganisme parasit, seperti bakteri patogen dan virus. 3. Antioksidan Beta karoten, merupakan pro vitamin A, senyawa dengan aktivitas antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas. Senyawa radikal bebas ini banyak berasal dari reaksi oksidasi di dalam tubuh maupun dari polusi di lingkungan yang masuk ke dalam tubuh. Antioksidan di dalam tubuh dapat mencegah kerusakan pada materi genetik (DNA dan RNA) oleh radikal bebas sehingga laju mutasi dapat ditekan. Penurunan laju mutasi ini akan berujung pada penurunan risiko pembentukan sel kanker. Aktivitas antioksidan juga terkait erat dengan pencegahan proses penuaan, terutama pada sel kulit. 4. Konsumsi Vitamin A memiliki 2 bentuk aktif yang dapat dicerna tubuh, yaitu retinil palmitat dan beta karoten. Retinil palmitat berasal dari makanan hewani, seperti daging sapi, hati ayam, ikan, susu, dan keju. Beta karoten sendiri berasal makanan nabati, seperti bayam, brokoli, dan wortel. Bila kekurangan vitamin ini maka tubuh dapat mengalami gangguan pernafasan kerabunan dan bahkan kebutaan, sedangkan kelebihan asupan vitamin A dapat menyebabkan mual, sakit kepala, nyeri sendi, iritasi, dan kerontokkan rambut. 5. Vitamin A membantu membentuk dan menjaga kesehatan gigi, tulang dan jaringan lunak, selaput lendir, dan kulit.

Dampak Negatif 1. Kelebihan Vitamin A Terlalu banyak vitamin A yaitu Hypervitaminosis yang mengacu pada tingkat penyimpanan tinggi vitamin A dalam tubuh yang dapat menyebabkan gejala racun. Ada empat besar efek samping dari Hypervitaminosis A: cacat lahir, kelainan hati, mengurangi kepadatan mineral tulang yang dapat mengakibatkan osteoporosis dan gangguan sistem saraf pusat.
10

2. Kekurangan vitamin A

Kebutaan Malam

Hemeralopia yang timbul karena menurunnya kemampuan sel basilus pada waktu senja Bintik bitot (kerusakan pada retina) Seroftalmia (kornea mata mengering karena terganggunya kelenjar air mata) Keratomalasi (kornea mata rusak sama sekali karena berkurangnya produksi minyak meibom) Frinoderma (kulit kaki dan tangan bersisik karena pembentukan epitel kulit terganggu) Pendarahan pada selaput usus, ginjal, dan paru-paru karena rusaknya epitel organ Proses pertumbuhan terhenti
Vitamin A mengambil bagian dalam transkripsi gen, pertumbuhan sel, perkembangan

embrio, dan reproduksi. Ini juga merupakan antioksidan kuat yang membantu menetralkan efek merusak dari radikal pada sel dan jaringan. Selain itu membantu sistem kekebalan tubuh dalam melawan patogen menular.

10

DAFTAR PUSTAKA

Andarwulan, Nuri dan Koswari, Sutrisno. 1989. Kimia Vitamin. Rajawali Press: Jakarta. http://artikel1.coffemix.com/3850/manfaat-dan-fungsi-vitamin-a-keracunan-vitamin-a/ http://aamhabank.blogspot.com/2009/01/vitamin-d.html http://nadjeeb.wordpress.com/vitamin/ http://kayenmania.blogspot.com/2013/03/hubungan-vitamin-dan-metabolisme.html http://manfaatnyasehat.blogspot.com/2013/07/sumber-vitamin-a-retinol-fungsi-manfaatdefisiensi.html http://manfaatnyasehat.blogspot.com/2013/07/sumber-vitamin-a-retinol-fungsi-manfaatdefisiensi.html http://www.smartdetoxsynergy.com/tag/metabolisme-vitamin-a/ Linder, Maria C., 1992, Biokimia Nutrisi dan Metabolisme. UI-Press, Jakarta. http://aamhabank.blogspot.com/2009/01/vitamin-d.html http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/03/makanan-sumber-dan-fungsi-vitamin-dkalsiferol-akibat-kekurangan-bagi-tubuh-dan-hewan.html http://nadjeeb.wordpress.com/vitamin/ http://wikivitamin.com/mengenal-vitamin-d2-dan-vitamin-d3/ http://www.resepbunda.biz/2012/05/10/manfaat-vitamin-d-sumber/

10