Anda di halaman 1dari 3

Cara Melatih Keterampilan Berbicara

Banyak cara yang dapat digunakan untuk melatih keterampilan berbicara. Berikut beberapa diantaranya :

Biasakan berbicara di depan orang banyak. Banyak orang berusaha menghindar ketika diminta berbicara di depan orang banyak dengan berbagai alasan. Padahal, jika dibiasakan maka berbagai alasan itu bisa teratasi.Saya masih ingat ketika SMP ikut lomba pengucapan janji siswa di hadapan guru dan ditonton banyak siswa lainnya. Degdegan luar biasa, keringat dingin mengalir deras, tapi karena terpaksa akhirnya naik juga. Dari pengalaman pertama itu membuat penampilan berikutnya di depan orang banyak bisa lebih percaya diri. Banyak berdiskusi dengan orang lain. Kumpul dengan teman-teman dan mendiskusikan topik tertentu bisa juga mengasah kemampuan bicara kita. Asalkan kita mau ikut aktif dalam diskusi dan tidak jadi pendengar saja. Aktif di organisasi. Sejak SMP saya sudah aktif di organisasi, mulai dari ketua OSIS, ketua Pramuka, bahkan ketua kelas. Selain jadi tenar, salah satu manfaatnya adalah melatih keterampilan bicara. Sebagai seorang ketua, mau tak mau harus bisa bicara di depan. Mulai dari terbata-bata, banyak eee, banyak melihat ke plafon hingga akhirnya jadi biasa-biasa saja dan tertata dengan baik. Bergaullah. Tinggal di kos-kosan mahasiswa juga membawa andil dalam kemampuan berbicara saya. Karena setiap saat ada saja topik yang bisa dibicarakan dan tentu lawan bicara tersedia banyak. Yang penting adalah mau bergaul dengan yang lain. Ada juga yang hanya tinggal berdiam diri di kamar dan biasanya kemampuan berbicaranya tidak sebagus dengan yang biasa bergaul.

Demikianlah beberapa cara melatih keterampilan berbicara Anda. Memang belum lengkap, seperti bagaimana mengatur bahasa tubuh, kontak mata, dll. Mudah-mudahan dalam postingan berikutnya

Melatih Kemampuan Berbicara Di Depan Publik


Banyak orang merasa kesulitan jika harus berbicara di depan publik. Ada yang merasa tegang, ada pula yang kurang pede. Tak jarang seseorang berusaha menghindari jika harus tampil dan berbicara di depan publik. Sebegitu sulitkah berbicara di depan umum atau apakah keterampilan tersebut bisa dilatih? Sedikit cerita pribadi, saya dulunya adalah orang yang sangat malu dan gugup jika harus berbicara di depan publik. Tak jarang saya lupa apa yang harus dikatakan. Namun setelah melatih diri dengan cara-cara sederhana dalam kesehharian, sekarang saya merasa mantap jika harus berbicara di depan publik, bahkan jika harus diminta secara mendadak atau impromptu. Apa rahasianya? Berikut beberapa tips untuk melatih kemampuan berbicara di depan publik yang sebagian merupakan pengalaman pribadi saya:

1. Manfaatkan kesempatan berbicara di mana saja


Keterampilan berbicara di depan publik sangat tergantung jam terbang. Semakin sering dipraktekkan, akan semakin dikuasai dan lebih nyaman dilakukan. Karena itu, jangan sia-siakan tiap kali Anda memiliki kesempatan berbicara. Apakah diminta memberikan sambutan, memberi komentar, pidato singkat dan lain-lain. Gunakan kesempatan tersebut dan latih kemampuan Anda. Tidak peduli apakah Anda menjadi gugup atau berkeringat. Abaikanlah semua ketakutan dan kekhawatiran. Dalam proses tersebut memang diperlukan situasi ketegangan sampai Anda bisa menyelesaikannya dengan cara menjalani segala kekhawatiran tersebut.

2. Gunakan pertanyaan
Salah satu cara yang saya gunakan adalah memaksakan diri untuk membuat minimal 1 pertanyaan setiap kali saya berada di sebuah forum. Apakah forum itu sebuah training, workshop, meeting atau sekedar diskusi santai, manfaatkanlah dan gunakan untuk mengajukan pertanyaan. Ini melatih keberanian sekaligus kemampuan merangkai kata untuk menciptakan pertanyaan yang baik dan berkualitas. Mungkin pada awalnya Anda berpikir saya tidak punya hal yang ingin ditanyakan. Maka paksakanlah dan Anda akan terbiasa untuk menjadi orang yang aktif dalam setiap forum tanpa harus menjadi dominan. Ingat, tidak ada pertanyaan yang bodoh, jadi jangan pernah malu untuk bertanya.

3. Refleksi dan Resitasi


Setiap kali Anda selesai mengerjakan suatu hal, coba refleksikan dengan berbicara sendiri kepada diri Anda sendiri. Dengan cara ini Anda mencoba menerjemahkan apa-apa yang ada dalam pikiran menjadi kata-kata yang harus dikomunikasikan. Proses ini juga mirip dengan melakukan resitasi atau proses pengulangan setelah Anda selesai membaca sebuah buku. Coba ceritakan kepada diri Anda sendiri apa isi buku tersebut. Anda akan melatih kemampuan berbahasa lisan.

4. Latih Vokal
Melatih vokal dapat dilakukan ketika Anda sedang sendiri dalam ruangan, di depan kaca, atau bahkan di kamar mandi. Ucapkan kata-kata seolah-olah Anda sedang berbicara di depan orang banyak. Bayangkan ada banyak mata yang memperhatikan Anda. Rasakan kekuatan dari vokal Anda, intonasi yang digunakan, cepat lambatnya suatu kata diucapkan dan seterusnya. Melatih vokal di sini mirip seperti orang berlatih bernyanyi. Anda melatih membunyikan kata dengan benar, dengan intonasi suara yang tepat dan dengan volume yang jelas di dengar tanpa harus terkesan berteriak.

5. Biasakan berbahasa yang baik dan benar


Dalam berbicara, ada kalanya kita memakai bahasa slang atau bahasa pergaulan yang akrab. Ini merupakan hal yang biasa dilakukan jika berbicara dengan teman akrab. Namun saya juga menyarankan agar Anda membiasakan berbahasa yang baik dan benar, terutama ketika berbicara dengan orang lain. Dengan membiasakan berbahasa yang baik dan benar, secara natural Anda akan menjadi pembicara alami yang tutur katanya teratur, pilihan kalimatnya pas, alur bicaranya terstruktur dan mudah dimengerti. Dengan demikian, setiap ada kesempatan apapun untuk berbicara di depan umum, secara otomatis Anda dengan mudah dapat melakukannya tanpa harus melakukan persiapan yang banyak. Demikian beberapa tips sederhana yang dapat membantu Anda melatih kemampuan berbicara di depan umum. Ingat, practice makes perfect. Kemampuan berbicara di depan publik tidak dimiliki secara tiba-tiba. Anda harus melatihnya, mempraktekkannya, dan terus mengasahnya sampai akhirnya secara alami menjadi pembicara publik yang baik. Selamat mencoba. Anda punya tips lainnya atau pengalaman menarik tentang hal ini? Silakan berbagi bersama pembaca lain di kolom komentar.