Anda di halaman 1dari 31

IDENTIFIKASI

DAN PENILAIAN

RISIKO

OLEH RAHMI YUNIARTI,ST.MT

Pentingnya sebuah penerapan manajemen risiko


Dalam perusahaan bertujuan untuk menjaga agar perusahaan tidak mengalami kesulitan yang membawa perusahaan pada kehancuran. Penerapan dan pengendalian risiko tentunya diperlukan pelaku yang menjalankannya. Pelaku dalam menerapkan dan mengendalikan risiko ini hendaknya dilakukan oleh setiap perusahaan dengan membentuk sebuah badan pengendali risiko yang bersifat independen.

Identifikasi dan Penilaian Risiko


Perusahaan harus mampu mendeteksi faktor yang menimbulkan risiko. Revenue drivers adalah segala sesuatu yang dapat menimbulkan risiko yang berhubungan dengan revenue perusahaan. Tujuan untuk menganalisis revenue driver suatu perusahaan adalah untuk membantu seorang manajer dalam menyadari apa saja yang harus dijaga atau dilindungi dalam perusahaan, dimana jika hal tersebut terganggu atau terjadi, akan mengakibatkan pengaruh yang sangat besar pada keuangan perusahaan ataupun pada perusahaan secara keseluruhan.

Key Success Factors :


Faktor-faktor yang penting diterapkan dalam seluruh kegiatan perusahaan untuk melawan risiko yang mungkin timbul dalam perusahaan.

EMPAT RISIKO MENURUT SADGROVE (2005) :


1. Operational Risk

kegiatan perusahaan dalam proses produksi maupun operasi. Risiko-risiko operasi yang dihadapi perusahaan antar lain : disribution, logistic, suppliers, kualitas produk dan jasa, employee issues, fraud, project, natura event,IT,Fire

2.

STRATEGIC RISK
Permasalahan-permasalahan besar yang menyebabkan

perusahaan berfikir dan bertindak dalam skala besar. Risiko strategi ini harus ditangani langsung oleh pimpinan perusahaan dan melibatkan recana strategi perusahaan. Risiko strategi juga harus mempertimbangkan beberapa faktor yang dapat memiliki pengaruh bagi perusahaan : a. Government (pemerintah) b. Customer (pelanggan) c. Competition (kompetisi) d. New technology

3. COMPLIANCE RISK
Risiko yang dihadapi perusahaan yang

berhubungan dengan kepatuhan perusahaan terhadap aturan-aturan hukum serta aturanaturan pemerintah untuk meningkatkan pengendalian risiko perusahaan sebagai perusahan publik.

4. INTERNAL FINANCIAL RISK


Risiko-risiko yang dihadapi perusahaan yang

berhubungan dengan keuangan antar lain seperti kehilangan keuntungan peusahaan, perubahan nilai tukar uang yang mempengaruhi keuangan perusahaan. Risiko-risiko keuangan internal antara lain: exchange rate, interest rate, liquidity, profibility, credits, costs.

Have an impact on the companys : Costs, Prices, products, sales Government and economic factor : Customers Competitors New technology

Solution can be found in : Strategic planning of products and markets, Quality management, Investment, innovation

Key Success Faktor No Downtime

Risk ISP Ceases trading, or have excessive outages Amateurish design or poor usability will reduce sales

Control Use a business-oriented ISP with track record, and service level agreement; monitor uptime Hire a professional web designer, use a content management system to maintain quality when site content is updated; test usability Introduce written prcedures; train staf; monitor courier company; automate the stock ordering process Tes new product format; monitor competitors, and conduct benchmarking Monitor promotional costs, identify referrers Train staf; use automated system

Effective website design

Fast fulfillment

Slow fulfilment will increase returns and cause loss of reputation Uncompettitive range or weak offer will reduce sales Excessive cost will render business unprofitabe Weak support will reduce sales

Effective or Distinctive Product Range Profitable Customer Acquisition Effective Customer Support Adequate Profit Margin

Wrong cost and price mix will ultimately put the company out of business

Ensure that business has high quality management information

OPERATIONAL RISK
Dapat dikategorikan berdasarkan kapan terjadinya. Sebagian terjadi pada

saat produksi atau operasi, distribution chain, dan saat produk tersebut dikonsumsi masyarakat.

Time

Suppliers

Process dan Internal risk

distribution

costumers

RIsk

Interuption of Supplies Poor quality Supplies

Fire Polution Fraud IT Accidents Labor disputes Terrorism, kidnap and ransom

Counterfeiting Tampering

Payment Problems Competitor activity

PIHAK YANG TERKENA DAMPAK OPERATIONAL RISK


1.

The Worker (karyawan) Pihak yang paling kecil dan pertama kemungkinan terkena dampak risiko adalah karyawan (pekerja) secara individual. Misal dalam perusahaan, jka terjadi kerugian karena penurunan penjualan produk, maka yang paling pertama kemungkinan dipecat adalah karyawan secara individu.

Asset Natural disaster Govt. Action, Economic forces Supplier

CAUSE OF RISK Customers Production Problems Theft and Fraud Vandalism and revenge

Examples Fire Explosion Tax changes Late delivery

Bad debts Labour dispute Theft of stock Computer Virus

Land
Building Plant & eqpt Raw Material Stock Vehicle Documents computers Staf & Visitor Local resident Customers Sales Cash V v v v v v v V V V V V V V V

2.

Other Site Personel Risiko yang terjadi pada bebrapa karyawan. Misal dalam perusahaan, jika terjadi penurunan penjualan secara drastis, maka yang paling mungkin terkena risiko pemecatan adalah karyawan di bagian pemasaran.

3.

Local Resident

dalam hal ini yang terkena risiko lebih besar dari lingkup beberapa orang saja. Misal , polusi yang dihasilkan sebuah perusahaan yang menggunakan atau memproduksi bahan kimia.

4.

Customers Risiko yang terjadi adalah pada saat produk sudah sampai ke tangan pelanggan (customer) dan memiliki cakupan yang lebih luas daripada local resident. Misal sebuah produk perusahaan makanan yang produknya gagal atau kadaluarsa dan dipasarkan, maka akan memberikan risiko kesehatan yang sangat besar bagi setiap pelanggan yang mengkomsumsinya.

5.

General Population Risiko yang paling jarang terjadi, namun akan sangat berpengaruh dan berisiko tinggi bukan hanya bagi perusahaan tetapi dalam cakupan yang paling luas jika hal ini terjadi

The Worker

Other Size Personal

Local
Resident Customers

General Population

PROBABILITY DAN SEVERITY


Dikenal juga sebagai kemungkinan dan dampak, merupakan dua faktor

penting dalam pengukuran risiko. Probability/ keungkinan terjadinya risiko dibagi menjadi :
Very probable / sangat mungkin terjadi. Contoh : pencurian yang

dilakukan oleh pekerja


Quite probable / mungkin terjadi. Contoh kecelakaan pekerja akibat

tergelincir saat hujan


Improbable / kemungkinan terjadinya sangat kecil. Contoh : produk

yang ditarik kembali dari pasar


Very unlikely/ sangat mungkin tidak terjadi. Contoh : ancaman teroris

Sedangkan severity / dampak risiko dibagi antara lain sebagai berikut :


Insignificant / tidak signifikan Minor / kecil atau sedikit Serious/ besar Catastrophic / sangat besar dan berbahaya bagi perusahaan.

Dalam menghitung dampak risiko, perusahaan dapat membuat matrix

antara saverity dan probability dan kemudian mengalikan keduanya untuk mendapatkan besaran risiko.
Misal dengan matrix 10 X 10, besar risiko anc aman teroris adalah 10 (

probability 1 x saverity 10), besar risiko kebakaran adalah 54 (probability 6 x saverity 9).

PERTAYAAN PERTANYAAN MENDASAR YANG HARUS DIKETAHUI PERUSAHAAN ADALAH :


1. 2.

3.
4. 5. 6. 7.

8.
9. 10.

Apa tujuan penilaian risiko? Apa karakteristik risiko tersebut? Sumber daya apa yang terkena dampak risiko tersebut? Berapa besar dampak risiko tersebut? Apa manfaat dari risiko ini? Bagaimana cara mengelola risiko ini? Bagaimana rencana berikutnya yang harus disiapkan perusahaan? Apa batasan dalam penilaian risiko dikarenakanarea tidak dapat di akses perusahaan? Apa kesimpulan serta saran yang dibuat perusahaan? Apa tindakan yang akan dilakukan perusahaan?

PENCARIAN INFORMASI ( GATHERING INFORMATION)


Gathering External Information / Megumpulkan Data Eksternal Data dapat diperoleh dari informal charts, riset marketing, survey staf, majalah dan koran, dan sumbersumber yang lain. 2. Perputaran Informasi Manajer risiko dapat mengirimkan surat sehingga manajer yang relevan dapat mengetahui informasi yang up to date mengenahi risiko tersebut.
1.

Suppliers,Vendors National Media Trade Media Workforce and trade unions Partners Distributors, customers, and endusers Trade body Government, EU Local authority, police Shareholders Pressure groups

Raw materials, process improvements, technology risk and opportunities Information about risk in society Competitor activity Operational risk Risks in the industry, process improvements Marketplace risks, costumer needs, product quality, market opportunities Industry risks, legislation and regulation Legislation and regulation, cross border collaboration crime., health and safety issues, environmental health Industry, investment, corporaet and governance risks Single issues that might affect the business, for example construction companies and the anti-road lobby

3.

Cara lain dalam menaganalisis risiko


Perusahaan dapat menggambarkan flow charts atau fishbone diagram,

yang menunjukkan proses dan pergerakan material dalam bisnis, yang mengungkapkan tingkat risiko.
Untuk menunjukkan masalah mayor, dapat menggunakan heat maps,

sebuah gambaran sederhana dengan menggunakan warna merah untuk masalah mayor, kuning untuk masalah menengah, dan hijau untuk tingkat risiko yang lebih rendah.

4. TOOLS FOR ANALYSIS


Metode kualitatif yang dapat digunakan dalam menganalisis risiko adalah : Focus Group, yaitu beberapa orang berdiskusi dan saling berbagi informasi Brainstorming, yaitu beberapa orang yang tergabung dalam kelompok, saling berbagi, dan membagi informasi,serta mengambil kesimpulan dari dskusi tersebut. Advice from experts, yaitu menganalisis risiko yang mungkin terjadi dengan bantuan dari para ahli (profesional). Misalnya :konsultan

Metode kuantitatif yang dapat digunakan dalam menganalisis risiko adalah Analysis of Historical Data Influence Diagram Fault Tree and Event Tree Analysis Live Cycle Analysis Test Marketing and Marketing Research Monte Carlo Analysis

5. ANALISIS LANJUTAN
Beberapa analisis lain yang digunakan perusahaan misalnya : Apakah ancaman tersebut sudah pernah terjadi? Immediacy (kesiapan) : seberapa cepat kejadian tersebut dapat terjadi? Kesempatan dan biaya pencegahan Referensi : misalnya laporan dari konsultan Prioritas : memprioritaskan risiko

6. ALTERNATIF HASIL
Setelah perusahaan berhasil menilai risiko, maka perusahaan juga harus membuat alternatif hasil. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi bagaimana jika proyek yang diharapkan tidak berhasil atau terhalang.

7. DATABASE
Ada 3 keuntungan yang diperoleh jika perusahaan menggunakan data base : Membantu perusahaan dalam mengklasifikasikan data : dengan menggunakan sistem skoring, perusahaan dapat memberikan nilai pada setiap akibat. Database dapat memudahkan analisis Data dapat dengan mudah di update dan diubah kembali

8.

RISK REGISTER
Sebuah daftar sederhana dari sebuah risiko, cara tentang bagaimana tiap risiko dikendalikan, dan siapa yang bertanggung jawab dalam merespons itu.

9.

Site By Site Risiko dalam perusaaan harus dinilai satu persatu. Contoh, perusahaan dengan gedung yang sudah tua, karyawan yang kurang berpengalaman, dan bahan baku yag mudah terbakar akan lebih berisiko jika dibandingkan dengan bangunan kantor yang modern.

10. KESULITAN DALAM MENGANALISIS


Kalangan akademis memiliki formula untuk dapat menilai risiko, dan terkadang sangat jarang untuk dipahami oleh kalangan manajer, dan hanya sedikit dipahami oleh para supervisor.
11.

Menilai Kelemahan Perusahaan Perusahaan juga harus menentukan apa saja risiko yang mengancam perusahaan, oleh karenanya perusahaan dapat memeringkatnya dari risiko yang paling rendah sampai ke tingkat yang lebih tinggi, untuk menentukan prioritas.