Anda di halaman 1dari 9

Hidrologi adalah ilmu yang berkaitan dengan air bumi, terjadinya peredaran dan

agihannya, sifat-sifat kimia dan fisiknya, dan reaksi dengan lingkungannya, termasuk
hubungannya dengan makhluk-makhluk hidup (Internatinal Glossary of Hidrology, 1974
!"rsin#eyhan,199$%& 'arena perkembangan yang ada maka ilmu hidrologi telah
berkembang menjadi ilmu yang mempelajari sirkulasi air& (adi dapat dikatakan, hidrologi
adalah ilmu untuk mempelajari) presipitasi (pre*ipitation, e+aporasi dan transpirasi
(e+aporation, aliran permukaan (surfa*e stream flo,, dan air tanah (groun ,ater&
-ada prinsipnya, jumlah air di alam ini tetap dan mengikuti suatu aliran yang
dinamakan .siklus hidrologi/& #iklus Hidrologi adalah suatu proses yang berkaitan, dimana
air diangkut dari lautan ke atmosfer (udara, ke darat dan kembali lagi ke laut, seperti
digambarkan pada Gambar 0&1&
Gambar 0&1& Ilustrasi #iklus Hidrologi 1a2 -lan*k Institut for 1eteorology
Hujan yang jatuh ke bumi baik langsung menjadi aliran maupun tidak langsung yaitu
melalui +egetasi atau media lainnnya akan membentuk siklus aliran air mulai dari tempat
yang tinggi (gunung, pegunungan menuju ke tempat yang rendah baik di permukaan tanah
maupun di dalam tanah yang berakhir di laut&
3engan adanya penyinaran matahari, maka semua air yang ada dipermukaan bumi
akan berubah ,ujud berupa gas4uap akibat panas matahari dan disebut dengan penguapan
atau e+aporasi dan transpirasi& 5ap ini bergerak di atmosfer (udara kemudian akibat
perbedaan temperatur di atmosfer dari panas menjadi dingin maka air akan terbentuk akibat
kondensasi dari uap menjadi *airan (from air to li6uid state& 7ila tempertur berada di ba,ah
titik beku (free8ing point kristal-kristal es terbentuk& 9etesan air ke*il (tiny droplet umbuh
oleh kondensasi dan berbenturan dengan tetesan air lainnya dan terba,a oleh gerakan
udara turbulen sampai pada kondisi yang *ukup besar menjadi butir-butir air& :pabila jumlah
butir sir sudah *ukup banyak dan akibat berat sendiri (pengaruh gra+itasi butir-butir air itu
akan turun ke bumi dan proses turunnya butiran air ini disebut dengan hujan atau
presipitasi& 7ila temperatur udara turun sampai diba,ah $; <el*ius, maka butiran air akan
berubah menjadi salju !<ho, dkk&, 19==%&
Evapotranspirasi
"+apotranspirasi merupakan gabungan dua istilah yang menggambarkan proses
fisika transfer air ke dalam atmosfir, yakni e+aporasi air dari permukaan tanah, dan
transpirasi melalui tumbuhan& "+apotranspirasi merupakan komponen penting dalam
keseimbangan hidrologi& 3i lingkungan terestrial, e+apotranspirasi merupakan komponen
tunggal terbesar siklus air& >leh karena itu, pengetahuan tentangnya penting dalam
menejemen sumberdaya air, pendugaan hasil tanaman, dan dalam mempelajari hubungan
antara perubahan penggunaan lahan dan iklim (?alla*e 199@&
"+apotranspirasi ("9 adalah jumlah total air yang kembali lagi ke atmosfer dari
permukaan tanah, permukaan air, dan +egetasi oleh adanya pengaruh faktor-faktor iklim
dan fisiologis +egetasi& "+apotranspirasi merupakan gabungan antara proses e+aporasi,
intersepsi dan transpirasi&
"+aporasi adalah peristi,a penguapan yaitu berubahnya air menjadi uap, bergerak
dari permukaan tanah dan permukaan air ke udara atau semua bentuk permukaan selain
+egetasi& #edang transpirasi adalah perjalanan air dalam jaringan +egetasi (proses fisiologi
dari akar tanaman ke permukaan daun dan akhirnya menguap ke atmosfer& Intersepsi
adalah penguapan air dari permukaan +egetasi ketika berlangsung hujan& 7esarnya laju
e+aporasi dan tranpirasi kurang lebih sama apabila pori-pori daun terbuka&(?anielista,
199$&
"+apotranspirasi potensial ("9p sebagaimana telah dikemukakan oleh -enman
(dalam <hang 1974, merupakan laju e+apotranspirasi dari tanaman pendek yang menutupi
tanah se*ara sempurna, tinggi yang seragam, dan berada dalam keadaan *ukup air&
3efinisi ini di samping dimaksudkan untuk memaksimumkan laju e+apotranspirasi sehingga
didapatkan nilai potensialnya, juga mempunyai implikasi bah,a "9p hanya ditentukan oleh
faktor iklim&
5ntuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap e+apotranspirasi perlu
dibedakan menjadi "+apotranspirasi -otensial ("- dan "+apotranspirasi 9erbatas ("9&
"+apotranspirasi potensial adalah kemampuan atmosfer untuk menghapus air dari
permukaan melalui proses e+apotranspirasi& "+apotranspirasiterbatas adalah
e+apotranspirasi aktual dengan mempertimbangkan kondisi +egetasi dan permukaan tanah
serta *urah hujan&
"- lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor meteorologi, sementara "9 lebih dipengaruhi
oleh faktor fisiologi tanaman dan unsur tanah& Aaktor dominan yang mempengaruhi "-
adalah radiasi matahari, suhu, kelembaban atmosfer, ke*epatan angin, se*ara umum
besarnya "- akan meningkat ketika suhu, radiasi matahari, kelembaban udara dan
ke*epatan angin bertambah besar&
3alam perhitungan dengan metode A&( 1o*k, "p dan "9 dihitung dengan rumusB
"o C "p 2 $,7@
"9 C "- D "
"- C e C 1,E(1$ (t4I Fa
" C "-G(m40$G(1=-n 3imanaB "9 C e+apotranspirasi terbatas4 limmited e+apotranspirasi
(mm
"- C e+apotranspirasi potensial (mm
"p C "+aporasi pan*i (data pengamatan
" C selisih antara "p dengan "9 (mm
m C singkapan lahan ("2posed surfa*e (H
n C jumlah hari hujan dalam sebulan
e C "+apotranspirasi potensial bulanan (*m4bulan
I C (umlah suhu rata-rata bulanan dari 10 bulan dibagi @ pangkat 1,@14
I C IJ(iC1F10K(t4@Fa
t C suhu rata-rata bulanan (;<
a C $,$$$$$$E7@&IL D $,$$$$771&IM N $,$17901 N $,490O9
"2posed surfa*e (mH, ditaksir berdasarkan peta tata guna lahan, atau dengan asumsiB
m C $ H untuk lahan dengan hutan lebat
m C $ H pada akhir musim hujan dan bertambah 1$H setiap bulan kering untuk lahan
sekunder&
m C 1$ H - 4$ H untuk lahan yang tererosi
m C 0$ H - @$ H untuk lahan pertanian yang diolah
PENGOLAHAN DATA
a 3ata *urah hujan bulanan
3ata *urah hujan bulanan dikumpulkan sebanyak mungkin dalam hal ini sebanyak
14 tahun pengamatan, kemudian dihitung rata-rata hujan bulanan, simpangan baku, dan
hujan efektif (P=$Hnya& 5ntuk menghitung P=$H digunakan persamaan dari Aisher dan
9ipper dimana persamaannya dapat dilihat di ba,ah ini& <urah hujan efektif adalah
besarnya *urah hujan selama masa tumbuh tanaman yang dapat dipergunakan untuk
memenuhi air konsumtif tanaman& #edangkan P=$ merupakan kemungkinan *urah hujan
yang terjadi sebesar =$H dari data yang ada&
7erdasarkan formula dari Aisher dan 9ipper dalam Qandi Herma,an,
persamaannya adalah sebagai berikutB Pt C Pr N($,7797y D $,4@R2
3imana B Pt C 'emungkinan *urah hujan yang terjadi (=$H
Pr C <urah hujan rata-rata setiap bulanan
R2 C #impangan baku
y C redu*ed mean dari Aisher, dimana y C -ln(-ln(1-p
p C kemungkinan yang terjadi
b 3ata 9emperatur
Guna mendukung ketersediaan air (,ater a+ailability bulanan dan kebutuhan air
(,ater re6uirement untuk irigasi bulanan diperlukan data temperatur rata-rata minimal lim
tahun pengamatan berurutan, pada penelitian ini digunakan 14 tahun berurutan dari tahun
199= sampai dengan tahun 0$11& 3ata ini diperoleh dari data klimatologi penelitian yang
disertai dengan data ke*epatan angin, kelembapan udara, dikumpulkan dan di*ari harga
rata-rata dari +ariabel tersebut&
* 3ata -enunjang Sainnya
3ata penunjang lainnya, seperti koefisien tanaman bulanan (k*, presentase jam
siang penyiaran matahari (p, radiasi matahari (Pa, koefisien pantulan matahari (r,
konstanta 7olt8man (7, kemiringan tekanan udara jenuh (T, tekanan udara jenuh (ea,
koefisien hari bulanan (mounthly day time *oeffi*ient C 3, dapat dilihat dalam tabel, atau
daftar yang ada dalam lampiran 1&
d -erhitungan "+apotranspirasi
-erhitungan ini trdiri dari dua tahapan, pertama menghitung air yang ada di lahan
ren*ana jaringan irigasi (e+aporasi, untuk perhitungan e+aporasi ini akan dilakukan dengan
menggunakan metode -enman& -ada tahun 194= -enman mempresentasikan suatu
formula atau rumus untuk menghitung e+apotranspirasi dengan data klimatologi& Pumus
yang digunakan adalah sebagai berikutB
"9o C
( ) ( )
( )
2
2
34 . 0 1
273
900
408 0
u
e e u
T
G Rn .
a s
+ +

+
+

keterangan B
"9o C "+apotranspirasi a*uan(mm4hari,
Pn C Padiasi netto pada permukaan tanaman (1(4m04hari,
G C 'erapatan panas terus-menerus pada tanah (1(4m04hari,
9 C 9emperatur harian rata-rata pada ketinggian 0 m (o<,
u0 C 'e*epatan angin pada ketinggian 0 m (m4s,
es C 9ekanan uap jenuh (k-a,
ea C 9ekanan uap aktual (k-a,
T C 'ur+a kemiringan tekanan uap (k-a4o<,
U C 'onstanta psy*hrometri* (k-a4o<&
5ntuk penyelesaian -ersamaan di atas, terlebih dahulu perlu didapatkan nilai-nilai
dari beberapa +ariabel dan konstanta yang berkaitan, berdasarkan rumus-rumus berikut iniB
a& 'onstanta psy*hrometri* (
'onstanta psykometrik dapat ditentukan menggunakan tabel sebagai fungsi dari ketinggian
(8, atau dapat pula dihitung berdasarkan rumus berikut iniB
P x
P c
p
3
10 665 . 0


26 . 5
293
0065 . 0 293
3 . 101
,
_

z
P
dimanaB

C konstanta psy*hrometri* (k-a4o<,


- C tekanan atmospher (k-a,
C Vlaten heat of +apori8ationW C 0&4@ (1(4kg,
*p C pemanasan spesifik pada tekanan konstan C 1&$1O21$-O (1(4kg4o<,

C perbandingan berat molekul uap air4 udara kering C $&E00&


b& 9emperatur rata-rata (9mean
9emperatur rata-rata dihitung dengan -ersamaan O&7 berikut iniB

2
min max
T T
T
mean

dimanaB
9mean C temperatur udara harian rata-rata (o<,
9ma2 C temperatur udara harian maksimum (o<,
9min C temperatur udara harian minimum (o<&
*& 'elembaban relatif (PH
'elembaban relatif (PH yang digunakan adalah nilai rata-rata dari kelembaban relatif
maksimum (PHma2 dan minimum (PHmin yang dinyatakan sebagai kelembaban relatif
rata-rata PHmean (:nonim, 1999&

( ) T e
e
RH
o
a
100

( )
1
]
1

3 . 237
27 . 17
exp 6108 . 0
T
T
T e
o
dimanaB
PH C kelembaban relatif (H
ea C tekanan uap aktual (k-a
eo(9 C tekanan uap jenuh pada temperatur udara 9 (k-a
9 C temperatur udara (o<
d& 9ekanan uap jenuh (es
9ekanan uap jenuh dapat dihitung menggunakan -ersamaan O&7 berikut iniB

2
) ( ) (
min max
T e T e
e
o o
s
+

dimanaB
es C tekanan uap jenuh (k-a,
eo(9ma2 C tekanan uap jenuh pada temperatur udara maksimum (k-a,
eo(9min C tekanan uap jenuh pada temperatur udara minimum (k-a&
9ekanan uap jenuh (es yang ditentukan berdasarkan nilai eo(9mean akan
memberikan hasil yang lebih ke*il untuk nilai es, sehingga dapat mempengaruhi nilai
perhitungan selanjutnya (:nonim, 1999&
e& 9ekanan uap aktual (ea
9ekanan uap aktual dapat dihitung dengan beberapa rumus berdasarkan data yang
tersedia, diantaranya melalui data temperatur titik embun (9de,, data psy*hrometri*, dan
data kelembaban relatif (PH& Pumus berikut merupakan perhitungan tekanan uap aktual
(ea berdasarkan kelembaban relatif&

2
100
) (
100
) (
min
max
max
min
RH
T e
RH
T e
e
o o
a
+

atau

100
) (
max
min
RH
T e e
o
a

atau

1
]
1

2
) ( ) (
100
min max
T e T e RH
e
o o
mean
a
denganB
ea C tekanan uap aktual (k-a,
eX(9min C tekanan uap jenuh pada temperatur harian minimum (k-a,
eX(9ma2 C tekanan uap jenuh pada temperatur harian maksimum (k-a,
PHma2 C kelembababn relatif maksimum (H,
PHmin C kelembababn relatif minimum (H,
PHmean C kelembababn relatif rata-rata (H&
1enurut A:> (1999, apabila data kelembaban relatif tidak tersedia atau kualitas datanya
diragukan, maka pendekatan lain yang dapat diambil adalah ea C eo(9min&
f& 'ur+a kemiringan tekanan uap (TY
'ur+a kemiringan tekanan uap dapat dihitung menggunakan -ersamaan O&14 berikut iniB

( )
2
3 . 237
3 . 237
27 . 17
exp 6108 . 0 4098
+
1
]
1

,
_

+

T
T
T
denganB
T C kur+a kemiringan tekanan uap jenuh pada temperatur udara 9 (k-a,
9 C temperatur udara (o<&
g& Padiasi netto (Pn
Padiasi netto dapat dihitung menggunakan -ersamaan O&1@ berikut iniB

nl ns n
R - R R

s ns
R R ) 1 (

a s s s
R
N
n
b a R
,
_

+

s
N

24

7ila nilai n tidak tersedia pada data klimatologi, maka rumusnya dapat diganti denganB
( ) Ra T T K Rs
Rs min max

Pso C ($&7@ N 0 l$-@8Pa
( ) ( ) ( ) ( ) ( ) [ ]
s s r sc a
d G R

sin cos cos sin sin


) 60 ( 24
+

,
_

+ J d
r
365
2
cos 033 . 0 1


,
_

39 . 1
365
2
sin 409 . 0 J


( ) ( ) [ ] tan tan arccos
s
( )

,
_


1
]
1

+
35 . 0 35 . 1 14 . 0 34 . 0
2
4
min
4
max
so
s
a nl
R
R
e
K T K T
R
keteranganB
Pn C radiasi netto (1(4m04hari,
Pns C radiasi matahari netto (1(4m04hari,
Z C koefisien albedo,
Ps C radiasi matahari yang datang (1(4m04hari,
Pso C radiasi matahari (*lear-sky (1(4m04hari,
n C durasi aktual penyinaran matahari (jam,
[ C durasi maksimum yang memungkinkan penyinaran matahari (jam,
asNbs C fraksi radiasi ektrateresterial yang men*apai bumi pada hari yang *erah (n C
[,
'Ps C 'oefisien tetapan C $&1E untuk daerah tertutup dan $&19 untuk daerah pantai
(o<-$&@,
8 C ele+asi stasiun di atas permukaan laut (m,
Pa C radiasi ekstrateresterial (1(4m04hari,
Gs* C konstanta matahari C $&$=0$ (1(4m04min,
dr C in+erse jarak relatif bumi-matahari (pers&O&00,
\s C sudut jam matahari terbenam (pers& O&04,
C garis lintang (rad,
C deklinasi matahari (rad,
( C nomor hari dalam tahun antara 1 (1 (anuari sampai OE@ atau OEE (O1
3esember,
Pnl C radiasi netto gelombang panjang yang pergi (1(4m04hari,
C konstanta #tefan-7olt8mann (4&9$O 1$-9 1(4'44m04hari,
9ma2, ' C temperatur absolut maksimum selama periode 04 jam (' C X< N
07O&1E,
9min, ' C temperatur absolut minimum selama periode 04 jam (' C X< N
07O&1E,
h& 'erapatan panas terus-menerus pada tanah (G
'erapatan panas terus-menerus pada tanah (G dihitung menggunakan -ersamaan O&0@
berikut iniB
z
t
T T
c G
i i
s

1
dimanaB
G C kerapatan panas terus-menerus pada tanah (1(4m04hari,
*s C kapasitas pemanasan tanah (1(4mO4X<,
9i C temperatur udara pada ,aktu i (X<,
9i-1 C temperatur udara pada ,aktu i-1 (X<,
Tt C panjang inter+al ,aktu (hari,
T8 C kedalaman tanah efektif (m&
5ntuk periode harian atau 1$-harian, nilai G sangat ke*il (mendekati nol, sehingga nilai G
tidak perlu di perhitungkan (A:>, 1999&
i& 'e*epatan angin pada ketinggian 0 m (u0
'e*epatan angin pada ketinggian 0 m (u0 dihitung menggunakan -ersamaan O&0E berikut
iniB

) 42 . 5 8 . 67 ln(
87 . 4
2

z
u u
z
dimanaB
u0 C ke*epatan angin 0 m di atas permukaan tanah (m4s,
u8 C ke*epatan angin terukur 8 m di atas permukaan tanah (m4s,
8 C ketinggian pengukuran di atas permukaan tanah (m&