Anda di halaman 1dari 10

BAB I PENDAHULUAN

Payudara adalah pelengkap organ reproduksi wanita dan pada masa laktasi akan mengeluarkan air susu. Laktasi adalah keseluruhan proses menyusui mulai dari Air Susu Ibu (ASI) sampai proses bayi menghisap dan menelan ASI. Pada masa hamil terjadi perubahan pada payudara dimana ukuran-ukuran payudara bertambah besar. Payudara mungkin akan sedikit berubah warna sebelum kehamilan, areola (area yang mengelilingi puting susu) biasanya berwarna kemerahan, tetapi akan menjadi coklat dan mungkin akan mengalami pembesaran selama masa kehamilan dan masa menyusui. Produksi ASI biasanya baru dimulai hari ke-2 hingga hari ke-5 setelah Anda melahirkan. Sebelum ASI keluar biasanya payudara akan terus mengeluarkan cairan kuning yang biasa disebut kolostrum yang sangat bermanfaat bagi bayi anda untuk membentuk sistem kekebalan tubuhnya. Puting susu harus selalu dijaga kebersihan serta kekeringannya. Untuk menjaga agar puting dalam keadaan kering, usahakan agar selalu terkena udara setiap selesai menyusui. Cara lain agar puting terjaga kesehatannya adalah dengan rajin-rajin membasahinya dengan ASI setiap sebelum dan sesudah menyusui. Tujuan Perawatan Payudara 1. Untuk menjaga kebersihan payudara sehingga terhindar dari infeksi 2. Untuk mengenyalkan puting susu, supaya tidak mudah lecet 3. Untuk menonjolkan puting susu 4. Menjaga bentuk buah dada tetap bagus 5. Untuk mencegah terjadinya penyumbatan 6. Untuk memperbanyak produksi ASI 7. Untuk mengetahui adanya kelainan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Pengertian Perawatan Payudara Perawatan payudara adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar

dan teratur untuk memeliharan kesehatan payudara waktu hamil dengan tujuan untuk mempersiapkan laktasi pada waktu post partum.

2.2

Manfaat Perawatan Payudara Perawatan payudara hendaknya dilakukan sedini mungkin selama

kehamilan dalam upaya mempersiapkan bentuk dan fungsi payudara sebelum terjadi laktasi. Jika persiapan kurang dapat terjadi gangguan penghisapan pada bayi akibat ukuran puting yang kecil atau mendelep. Akibat lain bisa terjadi produksi Asi akan terlambat serta kondisi kebersihan payudara ibu tidak terjamin sehingga dapat membahayakan kesehatan bayi. Dipihak ibu, akibat perawatan yang kurang pada saat persalinan ibu belum siap menyusui sehingga jika bayi disusukan ibu akan merasakan geli atau perih pada payudaranya. Beberapa manfaat perawatan payudara, yaitu: Menjaga kebersihan payudara ibu hamil Memperbaiki kondisi putting susu yang mengalami kelainan bentuk Menstimulasi produksi ASI

2.3

Akibat jika tidak dilakukan perawatan payudara Berbagai dampak negatif dapat timbul jika tidak dilakukan perawatan

payudara sedini mungkin. Dampak tersebut meliputi : 1. Puting susu mendelep 2. Anak susah menyusui 3. ASI lama keluar

4. Produksi ASI terbatas 5. Pembengkakan pada payudara 6. Payudara meradang 7. Payudara kotor 8. Ibu belum siap menyusui 9. Kulit payudara terutama puting akan mudah lecet.

2.4

Persiapan untuk perawatan payudara selama hamil Saat hamil, payudara merupakan bagian tubuh yang terlihat membesar

selain perut. Tentu saja pembesaran payudara akibat kelenjar susu yang berfungsi ini membutuhkan perawatan yang baik. Persiapan Alat : 1. Minyak kelapa 2. Kapas 3. Handuk 4. Waslap 5. Air dalam kom Cara perawatan payudara 1. Kompres puting susu dengan kapas minyak 2 menit untuk melemaskan sekaligus mengangkat kotoran pada puting susu 2. Bersihkan saluran air susu pada puting susu dengan kapas lembab 3. Tarik kedua puting susu bersama-sama,dan putar kedalam kemudian keluar sebanyak 20 kali 4. Untuk puting susu datar atau masuk kedalam dengan jari telunjuk dan ibu jari mengurut daerah sekitar puting susu kearah berlawanan merata. 5. Basahi kedua telapak tangan dengan minyak, tarik kedua putting susu bersama-sama dan putar kedalam kemudian keluar sebanyak 20 kali 6. Puting susu dirangsang dengan ujung waslap handuk kering yang digerakkan keatas dan kebawah. 7. Jika bra anda terasa mulai sempit karena pembesaran payudara, segera ganti dengan ukuran yang pas 3

Jika seorang ibu hamil tidak melakukan erawatan payudara dengan baik dan hanya melakukan perawatan menjelang melahirkan atau setelah melahirkan maka sering dijumpai kasus-kasus yang akan merugikan ibu dan bayi. Kasus-kasus yang sering terjadi antara lain : 1. ASI tidak keluar 2. puting susu tidak menonjol sehingga bayi sulit menghisap 3. produksi asi sedikit sehingga tidak cukup dikonsumsi bayi 4. infeksi pada payudara, bengkak atau bernanah 5. muncul benjolan di payudara Metode Perawatan Payudara disesuaikan dengan usia Kehamilan

a. Usia Kehamilan 3 Bulan Pada usia ini Perawatan Payudara adalah dengan melakukan pemeriksaan apakah puting susu normal ataukah tidak. Puting susu yang normal akan menonjol keluar ketika dilakukan penekanan dasar puting susu secara pelan. Namun . Apabila puting susu Ibu Hamil tetap datar atau masuk kembali ke dalam payudara, perawatan harus dilakukan sejak usia kehamilan 3 bulan, agar saat melahirkan puting susu bisa menonjol.

Metode Perawatan Puting susu tersebut adalah dengan menggunakan kedua jari telunjuk atau ibu jari. Lakukan pengurutan di daerah sekitar puting susu ke arah berlawanan menuju ke dasar payudara sampai semua daerah Payudara Ibu Hamil. Pemijatan ini dilakukan sehari dua kali dengan waktu 6 menit.

b. Usia kehamilan 6-9 bulan Perawatan payudara pada masa ini dilakukan untuk membersihkan puting dan anda dapat menghasilkan ASI yang cukup untuk buah hati anda. Adapun perawatan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut: 1. Basahi kedua telapak tangan dengan minyak kelapa.

2. Usapkan telapak tangan tersebut ke Puting susu sampai areola mamae (daerah sekitar puting yang berwarna lebih gelap) selama 2-3 menit. Gerakan ini bertujuan untuk memperlunak kotoran atau kerak yang menempel pada puting susu sehingga lebih mudah untuk dibersihkan. Jangan membersihkan puting susu dengan alkohol atau cairan pembersih yang lain karena dapat menyebabkan puting susu lecet dan iritasi. 3. Setelah pembersihan puting anda bisa melakukan pemijatan terhadap payudara dengan cara Pegang kedua puting susu lalu ditarik, diputar searah dan berlawanan dengan jarum jam. 4. Pegang pangkal payudara dengan kedua tangan, lalu lakukan pengurutan ke arah puting susu sebanyak 30 kali dalam sehari. 5. Pada kehamilan tua, Pijat kedua areola mamae hingga keluar 1-2 tetes ASI. 6. Lakukan pembersihan Kedua puting susu dan sekitarnya dengan menggunakan handuk kering dan bersih. 7. Pakailah Bra yang longgar namun mampu menopang payudara, dan jangan memakai BH yang ketat dan menekan payudara karena dapat mempengaruhi produksi ASI. Dari penjelasan diatas diketahui ternyata perawatan payudara dibedakan berdasarkan usia. Terutama apabila usia kehamilan sudah mencapai 9 bulan, maka perawatan harus lebih hati-hati. Karena dapat memicu kelahiran prematur.

2.5

Perawatan Payudara Setelah Melahirkan 2.5.1 Cara Perawatan Payudara : Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan perawatan payudara pasca persalinan, yaitu: 1. Puting susu dikompres dengan kapas minyak selama 3-4 menit, kemudian bersihkan dengan kapas minyak tadi. 2. Pengenyalan yaitu puting susu dipegang dengan ibu jari dan jari telunjuk diputar kedalam 20 kali keluar 20 kali. 5

3. Penonjolan puting susu yaitu : 1) Puting susu cukup ditarik sebanyak 20 kali 2) Dirangsang dengan menggunakan ujung waslap 3) Memakai pompa puting susu 4. Pengurutan payudara: 1) Telapak tangan petugas diberi baby oil kemudian diratakan 2) Peganglah payudara lalu diurut dari pangkal ke putting susu sebanyak 30 kali. 3) Pijatlah puting susu pada daerah areola mammae untuk mengeluarkan colostrums. 4) Bersihkan payudara dengan air bersih memakai waslap.

Keterangan Gambar Gambar 2.1. Pengurutan buah dada dari tengah ke samping kemudian ke bawah Gambar 2.2. Pengurutan buah dada berputar dari tengah ke samping kemudian ke bawah Gambar 2.3. Pengurutan buah dada berputar dari tengah ke samping kemudian ke bawah Gambar 2.4. Pengurutan buah dada dari pangkal ke putting

2.5.2

Perangsangan Payudara Setelah selesai pengurutan, payudara dikompres dengan air hangat dan

dingin secara bergantian selama 5 menit (air hangat dahulu kemudian air dingin). Kemudian pakailah BH (kutang) yang menyangga payudara. Diharapkan dengan melakukan perawatan payudara, baik sebelum maupun sesudah melahirkan, proses laktasi dapat berlangsung dengan sempurna.

2.6 Perawatan Putting Susu Yang Normal Mulai dilakukan pada usia kehamilan 7 bulan keatas atau trimester ke III Licinkan kedua telapak tangan dengan minyak, kompres putting dengan kapas atau kain khaas yang di beri minyak selama 5 menit agar kotoran mudah di bersihkan Letakkan ibu jari dan telunjuk pada dasar.

Putting susu, lalu dengan hati hati putarlah putting susu ke kiri dan kekanan sambil ditarik keluar, lakukan berangsur angsur hingga berjumlah lebih kurang 20 kali. Pegang pangkal payudara dengan kedua tangan, lalu urut dari pangkal payudara ke arah putting lebih kurang 20 kali 7

Pijat putting susu hingga keluar cairan untuk memastikan bahwa saluran susu tidak tersumbat

Bersihkan putting susu dan sekitarnya dengan handuk / waslap hingga bersih

Anjurkan ibu melakukan perawatan payudara pada setiap kali akan mandi

2.7 Cara Perawatan Payudara Pada Putting Susu Yang Ke Dalam 1. Lakukan gerakan Hoffman a. Tarik telunjuk dengan arah berlawanan, berulang-ulang b. Ulangi gerakan tersebut sambil merubah posisi telunjuk, berputar sesuai arah jarum jam 2. Tarik putting susu dengan pompa payudara sehingga putting susu menonjol keluar 3. Tarik putting susu dengan spuit 10 cc yang telah dibalik dan dipotong ujungnya sampai putting susu menonjol keluar

DAFTAR PUSTAKA

1. Anonim,

2010,

perawatan

payudara,

jakarta,

available

at

,http://www.scribd.com/doc/46636898/PERAWATAN-PAYUDARA 2. Sandi,ari, 2010, http://www.scribd.com/doc/84567570/25/PengetahuanIbu-Tentang-Perawatan-Payudara 3. Anwar,Saeful,http://www.tokohaba.com/content/25-perawatan-payudaraselama-hamil 4. Zhukmana,aulia ,2011, http://www.scribd.com/doc/16308662/PerawatanPayudara-Pd-Masa-Menyusui 5. Yuliandari,irawati,2012, http://www.scribd.com/doc/16308662/PerawatanPayudara-Pd-Masa-Menyusui

10