Anda di halaman 1dari 37

RADANG DALAM MULUT

J. Bambang Supriyanto

Radang Dalam Mulut


Meliputi : - Stomatitis - Gingivitis - Herpes - Leucoplakia - Lechen Planus - TBC dalam mulut - Syphilis - Candidiasis - Actinomycosis - Kelainan lidah

Stomatitis

Adalah peradangan yang melibatkan pipi, lidah, bibir dasar mulut serta palatum yang ditandai adanya ulserasi, perdarahan, rasa sakit, pembengkakan dan halitosis.

Etiologinya - Karena trauma fisik, thermis dan chemis - Avitaminosis - Keracunan - Karena logam - Kelelahan - Stres - Infeksi - Hormonal - Proses penuaan - OH buruk - Alergi

1.Stomatitis Gangrenosa (NOMA)

Terjadi pada anak2 dan dewasa akibat * malnutrisi * anemia berat * penyakit lain Penyebab - Pseudomonas (anaerob) - Fusiformis Bacilli - Spirocheta Organism - Vincent Organism Terapi : Antibiotik yg adequat, perbaiki nutrisi, extra feeding, oxygen,, multivitamin bersihkan luka dgn H2O2/antiseptik , operasi plastik

2. Stomatitis Dicubitalis Terjadi karena benda tajam dalam mulut, seperti gigi yang patah atau gigi yg labio versi.
3. Stomatitis Aptosa Paling sering ditemukan dan berupa benjolan (vesivle) yang akan pecah menjadi ulkus. Penyebab : bakteri, jamur, alergi

4. Stomatitis medikamentosa Terjadi karena iritasi bahan kimia seperti - phenol - arsen - Chloramphenicol (pengobatan jangka panjang)
5. Stomatitis Pigmentosa Penggunaan obat yang mengandung logam untuk terapi yg luas, maka endapan logam masuk gingiva menyebabkan ulserasi

Stomatitis Aptosa

6. Stomatitis Plaut Vincent Tampak bercak putih, lunak dan menyebar pada membran mukosa mulut dan lidah dan ada halitosis Penyebab : Spirilium Plaut Vincent disertai Streptococcus Kondisi pasien menurun, patogenese virus meningkat cepat, bengkak dan terasa sakit. Terapi : Antibiotik, sanitasi yang baik dan perbaikan gizi.

7. Pellagra Stomatitis Terjadi karena deficiensi Vitamin Nicotinic Acid atau Pellagra Preventif Factor.

Gingivitis

Adalah peradangan pada gingiva yang disebabkan oleh flora normal dalam mulut yang berkembang biak dan mengeluarkan toxin dan enzim yang menginflamasi gingiva 1. Simplex Marginal gingivitis Terjadi karena banyaknya kalkulus sehingga Oral Hygiene menjadi kurang baik. Jaringan hyperemi, lunak, mudah berdarah, papila inter dental membesar Terapi : Scaling dan meredakan radang

Gingivitis
tampak gingiva yang tersingkap akibat peradangan sehingga gigi dapat terlepas dengan sendirinya karena jar pendukung gigi hilang hingga gigi tidak mempunyai pegangan pada tulang

2. Abrasif Gingivitis Terjadi karena cara menyikat gigi yang tidak benar
3. Metalic Gingivitis Timbul Akibat adanya metal seperti Pb. Bi, Hg dan Cu yang masuk kedalam sulkus gingiva dan menimbulkan warna sesuai warna logam. 4. Necrotic Ulserative Gingivitis. Hyperemi mucosa gingiva pada papila interdental , sakit akhirnya necrose. 5. Streptococcal Gingivitis. Streptococcus merupakan flora normal namun dalam keadaan tidak normal menjadi penyebab 6. Desquamatic gingivitis. Gingiva berwarna kelabu, bila digosok mudah terkelupas Biasanya pada menapause.

Erosi pada gigi Akibat cairan yang erosive seperti asam lambung (cairan muntah)

Abrasi gingiva & gigi akibat penggunaan sikat gigi yang keliru

7. Senile Atropi Gingivitis Timbul pada usia lanjut (>60 th) Terjadi desquamasi dan hiper keratosis

8. Pregnance Gingivitis Sering Terlihat hyperemi dan pembengkakan pada bagian cervical gigi.
9. Pubertas Gingivitis Timbul karena perubahan hormon 10.Diabetic Gingivitis Terjadi pada pasien dengan DM yang tidak terkontrol

Periodontitis

Merupakan peradangan pada jaringan periodontium yang merupakan jaringan pendukung gigi Tanda tandanya Adanya pocket Ginggiva merah Hilangnya tulang penyangga gigi Jaringan periodontium rusak Gigi goyah & terlepas

Dari gambar kiri probe menunjukkan jar periodontiun hilang gambar kanan pada Ro Foto terlihat hilangnya tulang pendukung gigi akibat periodontitis

Mengukur kedalaman pocket dengan probe. Semakin dalam pocket semakin rentan terhadap inflamasi. Karena pocket menjadi tempat tertimbunnya sisa makanan dan bakteri yang akan menimbulkan peradangan

Periodontitis

Pocket (kantong) pd gingiva merupakan ruang yang terjadi akibat rusaknya jar periodontium sehingga gingiva terbuka Tartar (calculus) Pencegahan : Menjaga Oral Hygiene Scaling calculus

Herpes
Herpes Simplex Infeksi akibat virus Herpes Hominis Type I & II Terjadi pada penderita Herpes Simplex 1. Herpes Gingivo Stomatitis Pd umur 1 10 th dan pd orang dewasa Tanda2 : Demam mendadak, mucosa bengkak, mudah berdarah muncul vesikle tipis seperti tetes embun yang pecah menjadi ulcus. 2. Herpes Labialis Timbul pada orang yang pernah menderita Herpes,mendapat trauma sinar matahari berlebihan, timbul demam, muncul vesikel yang akan pecah menjadi ulkus Bila diterapi sembuh dlm 10-14 hr

3. Herpes Rekuren Pada fase laten virus ditemukan pada Ganglion Dorsalis tanpa menimbulkan gejala. Tetapi karena trauma fisik : seperti demam, infeksi, kurang tidur trauma psikis : seperti menstruasi, emosional Virus menjadi aktif Sebelum timbul vesikel timbul gejala prodormal seperti panas, demam, gatal dan nyeri timbul pada hari ke 7-10

Herpes Zooster.

Terjadi akibat virus Varizella Zooster, timbul pada pasien yang baru saja menderita atau pernah menderita varisela. Virus ini menyerang mucosa yang setelah terjadi infeksi primer akan terbentuk vesikel Penyakit ini timbul karena -malnutrisi -kelelahan Sering diderita oleh orang tua dimana pada fase laten virus ditemukan pada Ganglion Spinale Posterior. pada serangan ke II akan melibatkan Nervus VII sehingga telinga terasa nyeri yang dapat terus menerus atau hilang timbul. Nervus V sering terlibat berakibat seakan-akan gigi ada yang sakit

Herpes Labialis

Herpes Zooster

Leucoplakia / Smoker Patch


Disini ditandai dengan adanya patch atau bercak pada membran mukosa pipi dan lidah. Lesi bentuknya bervariasi terutama tampak adanya bintik putih kebiruan. Etiologinya ; -Karena tembakau -Karena iritasi makanan dan minuman -Karena iritasi bahan kimia -Karena Menderita LUES atau TBC Disini ditemukan cornifikasi, yang bila diamati dengan penyinaran akan tampak bintik dengan tepi kemerahan yang pada stadium lanjut ditemukan fisura. Leukoplakia resisten terhadap terapi dan merupakan predisposisi terhadap karsinoma

Smoker Path

Leukoplakia

Lechen Planus

Terlihat adanya papula kecil sebesar jarum pentul, terasa gatal, posisinya berkelompok.

Pada stadium lanjut tampak seperti sisik kasar berkilat dan berwarna kemerahan. Umumnya dialami oleh pasien yang depresi.
Etiologinya belum jelas.

Tuberkulose pada Tulang Rahang

Infasi pada tulang rahang bermula dari adanya luka pada mukosa mulut, seperti akibat extraksi gigi atau akibat lubang dari gigi yang gangren. Penyebabnya adalah Tuberkel Bacilli yang berasal dari paru Pada pemeriksaan PA ditemukan Giant Cell Laporan kasus : Pria umur 55 th merasa sakit pada giginya belakang, namun sesudah >5 bln pengobatan tidak kunjung sembuh. Pembengkakan pada glandula submandibularis membesar. Ro foto tampak resorbsi pada mandibula regio 8 kiri bawah. 8 kiri bawah hanya karies berarti penyebabnya bukan dari gigi Pemeriksaan PA ditemukan Giant Cell Tanda klinik rasa sakit didada tidak batuk, ada Moderat Dyspnea

Siphilis pada Tulang Rahang

Penyebabnya : Treponema Pallidum Tanda2 primer pada mulut tampak Chancre (ganbar bawah) Tanda sekunder adanya multiple lesi berbentuk oval pada mukosa, warna kemerahan dan tepi luka meninggi.

Tanda tertier ditemukan Gumma pada 6-10 minggu, timbul perforasi pada tulang yang akan menjadi osteitis

1. Siphilis kongenital Tampak pada hidung sebagai Saddle Nose, fisura pada sudut mulut, pada incisivus sebagai Hutchinson teeth (gambar atas) pada gigi molar sebagai Molbury teeth (gambar bawah)

2. Siphilis Primer Terlihat Chancre pada sudut mulut maupun lidah, yang merupakan ulserasi yang ditutupi kerak yang gelap, tebal dan lengket tetapi tidak menimbulkan rasa sakit Limphonodus mulai membesar 3. Siphilis Sekunder Terjadi 3 miggu sesudah invasi. Timbul ulserasi yang banyak bulat atau oval dengan tepi yang meninggi dan tepi yang kemerahan , sangat infeksius Lidah menjadi hyperkeratosis (Baldneos) 4. Siphilis Tertier Terjadi antara 6 10 minggu dimana elah terjadi perforasi pada tulang rahang

Candidiasis / Moniliasis

Penyebab : Moniliasis Albicans Sering pada bayi yang malnutrisi dengan ibu yang menderita moniliasis vagina pada orang dewasa karena Deficiensi Riboflavin dan penggunaan antibiotik dalam waktu yang lama Klinis bayi tampak pada lidah,pada gingiva putih seolah sisa susu, bila diangkat berdarah

Actinomycosis

Bakteri ini mengivasi tulang melalui caries gigi, melalui canal pulpa masuk kejaringan periodontal akhirnya ke tulang. Ro Foto : tampak radiolucent padatulang seolah Granulating Osteitis Penyebabnya : Bakteri Anaerob Actinomycosis Israelii dan Wolf Extra oral : tampak multiple fistula. Cairan dari fistula berupa pus yang bercampur granula sulfur/yellowish yang berisi koloni actinomycosis

Kelainan pada Lidah


1. Aglossia
Merupakan kelainan kongenital dimana lidah tidak ada sehingga kesulitan menelan. 2. Macroglossia Lidah lebih besar dari nornal akibat tekanan lidah pada gigi tampak cetakan gigi pada tepi lidah

3. Ankyloglossia Lidah tidak dapat bergerak bebas karena frenulum attachment terlalu ke anterior

4. Coated Tongue Lidah berselaput akibat menderita panas tinggi, gangguan Tractus Digestivus, Pada penderita Tonsilitis , Ludwig Angina Lidah tertutup lapisan tipis karena self cleansing kurang sebab produksi ludah kurang. Dapat dibersihkan dengan Borax / Yod Gliserin 5. Black Hairy Tongue Pappila Filliformis memanjang dan akibat endapan pigmen menjadi berwarna hitam. Timbul akibat bakteri, virus, anemia dan leukemia

6. Microglossia Lidah lebih kecil dari normal. Karena lidah kecil maka tekanan dari muskulus wajah akan lebih besar dari muskulus pada lidah akibatnya berpengaruh pada tulang maksila, palatum menyempit dan tinggi sehingga gigi menjadi protrusif.
7. Hypermorbility tongue Frenulum attachment terlalu kebelakang White Hairy Tongue Papilla Filliformis memanjang tanpa ada pigmen Timbul akibat : Virus. bakteri Karena Leukemia, Anemia dan Deficiensi Vitamin

9. Fissured Tongue Merupakan kelainan kongenital, dapat karena Avitaminosis B Complex Pada lidah tampak fisura. Pada fisura ini sering ditemukan micro organisma sehingga menimbulkan halitosis.
10. Geografic Tongue Etiologinya genetik. Sering pada orang dewasa maupun pada anak dan hilang dalam beberapa hari

11. Glositis Rhomboika Mediana Etiologinya : genetik Merokok merupakan predisposisi. Warna merah atau nodular tidak berpapil, terletak pada dorsum lidah. 12. Dryed Red Tongue Lidah merah dan kering. Penyebabnya :a/l Scarlet Fever. DM. Pellagra, Anemia Perniciosa,Alergi dan Deficiensi Nicotinic Acid. 13. Cleft Tongue Adanya celah yang mulai dari ujung sampai mendekati dorsum, sering tertutup selaput sehingga tidak terlihat Merupakan kelainan kongenital

Cleft Tongue / Bifid tongue

Pencegahan
hindari penggunaan tembakau

cegah timbulnya Diabetes Mellitus

cegah penularan penyakit, jaga kebersihan

hindari stres