Anda di halaman 1dari 11

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

OLEH : KELOMPOK 1 I DEWA AYU DIAH KUSUMANTARI KADEK INDAH KUSUMA DEWI CICI RIDIANINGSIH 1206305042/10 1206305045/11 1206305110/29

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNUD 2014

PENGGUNAAN TEKNIK SISTEM A. PENGGUNAAN TEKNIK SISTEM UNTUK AUDIT Lazimnya, audit dibagi menjadi dua komponen dasar. Komponen audit yang pertama biasanya disebut audit interim yang bertujuan untuk menaksir seberapa jauh struktur pengendalian internal suatu organisasi dapat diandalkan. Komponen audit yang kedua adalah audit laporan keuangan. Audit jenis ini melibatkan pengujian substantif yang merupakan verifikasi angka dalam laporan keuangan secara langsung. EVALUASI PENGENDALIAN INTERNAL Auditor sering terlibat dalam proses evaluasi pengendalian internal. Dalam hal ini, auditor biasanya berkepentingan dengan arus pemrosesan dokumen dan distribusi dokumen dalam sistem aplikasi. Flowchart analitis, flowchart dokumen, dan diagram distribusi formulir dapat digunakan oleh auditor untuk menganalisis distribusi dokumen. PENGUJIAN KEPATUHAN Auditor menjalankan pengujian kepatuhan untuk mengonfirmasi eksistensi, menilai efektivitas, dan mengecek pelaksanaan pengendalian internal. Jika pengendalian yang akan dievaluasi merupakan komponen dari sistem informasi organisasi, maka auditor perlu mempertimbangkan teknologi yang digunakan dalam sistem informasi. KERTAS KERJA Kertas kerja merupakan catatan mengenai prosedur dan pengujian yang dilakukan dalam proses audit informasi yang diperoleh dalam pelaksanaan audit, dan simpulan yang ditarik dari hasil audit. Kertas kerja ini dibuat dan disimpan oleh auditor. B. PENGGUNAAN TEKNIK SISTEM DALAM PENGEMBANGAN SISTEM Proyek pengembangan sistem biasanya terdiri dari tiga fase, diantaranya : 1. ANALISIS SISTEM Tanggung jawab analisis sistem mencakup pencarian fakta dengan menggunakan teknik wawancara, kuisioner, review dokumen, dan observasi. 2. DESAIN SISTEM Desain sistem melibatkan penyusunan cetak biru sistem secara lengkap dan utuh. Sebagaimana seniman membutuhkan alat khusus untuk dapat menggambar, designer juga membutuhkan alat untuk membantu mendesain proses. 3. IMPLEMENTASI SISTEM Implementasi sistem merupakan penerapan desain yang telah dibuat. Aktivitas yang biasanya tercakup dalam implementasi adalah pemilihan dan pelatihan personel, pemasangan peralatan komputer dan infrastruktur, desain sistem secara detail, penulisan

dan pengujian program komputer, pengujian sistem, pembuatan standar, dokumentasi dari konversi file dari sistem lama ke sistem baru. TEKNIK SISTEM 2.1 Simbol Flowchart Flowchart merupakan diagram simbolik yang menunjukkan aliran data dan urutan operasi dalam suatu sistem. Flowchart digunakan baik oleh auditor maupun personel-personel sistem. Flowchart banyak dipakai jika pemrosesan data bisnis dilakukan secara terkomputerisasi. Dengan meningkatnya arti penting Flowchart sebagai alat komunikasi sehubungan dengan makin kompleks dan berkembangnya pemrosesan komputer, maka dibutuhkan symbol-simbol standar dan penggunaan konvensi. ANSI X 3.5.-1970 mendefinisikan empat kelompok simbol flowchart , antara lain simbol dasar, simbol input/output, simbol proses dan simbol tambahan digunakan untuk memperjelas flowchart atau mempermudah pembuatan flowchart. Simbol Dasar

Input / Output Proses GarisArus Anotasi Symbol dasar mencakup simbul input/output, symbol proses, symbol arus data, serta symbol anotasi (komentar). Symbol tersebut terkait dengan fungsi dasar pemrosesan data. Symbol input/output menggambarkan fungsi input/output, yaitu membuat data tersedia untuk diproses dan mencatat informasi hasil suatu pemrosesan. Sebagai contoh, keyboard atau disk magnetic digunakan untuk memasukkan data untuk diproses. Data yang telah diproses dikeluarkan dalam bentuk kertas atau dalam bentuk disk magnetic yang lain. Symbol proses menggambarkan setiap fungsi pengolahan data. Sebagai contoh, eksekusi serangkaian operasi yang menyebabkan perubahan nilai informasi, bentuk informasi, atau lokasi informasi. Symbol garis arus digunakan untuk mengaitkan symbol yang satu dengan symbol lainnya. Garis alur ini mengindikasikan alur informasi dan operasi yang harus dijalankan. Garis alur dapat bersilangan, yang berarti dua alur tersebut tidak memiliki kaitan logis satu dengan lainnya. Garis alur juga dapat menyatu yang setiap alur menyatunya harus diberi anak panah untuk mempermudah pemahaman.

Symbol anotasi (komentar) menggambarkan deskripsi tambahan atau catatan penjelasan. Gambar putus-putus dikaitkan dengan symbol yang diberi komentar.
Simbol Input/Output Khusus, menggambarkan fungsi input/output. Selain itu juga

mengidentifikasikan media yang digunakan untuk merekam informasi ataupun cara menangani informasi. Apabila tidak tersedia symbol khusus, maka dapat digunakan symbol dasar.

Symbol

Proses

Khusus,

menggambarkan

fungsi

pemrosesan

dan

mengidentifikasikan jenis operasi yang digunakan untuk mengolah informasi. Jika tidak tersedia symbol proses khusus, maka dapat digunakan symbol proses dasar.

Simbol Tambahan, dapat digunakan untuk memperjelas flowchart atau untuk

mempermudah pembuatan flowchart. Transmittal Tape

Terminal Mode Parallel

Konektor Konektor Off-Page

Symbol konektor menggambarkan alur keluar dari ( atau masuk ke dalam) flowchart menuju (atau dari) bagian flowchart yang lain. Symbol terminal menggambarkan titik ujung dari sebuah flowchart, seperti titik awal, titik akhir, atau titik interupsi. Symbol mode parallel (mode dokumen) menggambarkan awal atau akhir dari dua atau lebih operasi yang simultan. Simbol konektor off-page menggambarkan alur keluar dari ( atau masuk ke dalam) flowchart menuju (atau dari) bagian flowchart yang lain. Simbol transmittal tape digunakan menggambarkan pembuatan batch control total secara manual.

2.2

Simbol untuk Membuat Flowchart Symbol digunakan dalam flowchart untuk menggambarkan fungsi suatu informasi

atau fungsi jenis sistem yang lain. Arah aliran digambarkan sebagai garis antarsimbol. Jika arah aliran tidak dari kiri ke kanan ataupun dari atas ke bawah, maka garis tersebut perlu dilengkapi dengan anak panah untuk memudahkan memahami aliran data. Jika suatu alur terpaksa terputus karena keterbatasan halaman, maka symbol konektor harus digunakan untuk mengindikasikan adanya penyambungan alur ke bagian atau halaman lain. Jika suatu alur bersifat bolak balik, maka dapat digambarkan dengan dua garis atau dengan satu garis beserta dua anak panah diujungnya.

2.3

Diagram IPO dan HIPO Diagram IPO dan HIPO digunakan terutama oleh personel pengembangan sistem

untuk membedakan level rincian sistem yang digambarkan dalam flowchart. Pada level

analisis yang paling umum, hanya diperhitungkan input-proses-output utama dalam sebuah sistem. Sebuah input-proses-output digunakan untuk memberikan gambaran naratif mengenai input yang diperlukan untuk menghasilkan output sistem. Diagram IPO tidak memberikan banyak keterangan mengenai proses, tetapi IPO beguna untuk menganalisis keseluruhan informasi yang dibutuhkan. Ulasan proses yang lebih detail disediakan oleh diagram HIPO (hierarki dan input-proses-output). HIPO terdiri dari serangkaian level yang makin ke bawah menggambarkan sistem yang lebih detail. Level tersebut sesuai dengan kebutuhan pengguna. Diagram HIPO didesain sebagai alat bantu dan dokumentasi. Diagram HIPO berguna untuk mengidentifikasi apa yang harus dilakukan untuk menyelesaikan suatu masalah. Namun, diagram ini juga terbatas, tidak memberikan informasi bagaimana dan kapan sebuah proses harus dijalankan.

2.4

Flowchart Sistem dan Program Flowchart sistem digunakan baik oleh personal sistem maupun program. Flowchart

sistem mengidentifikasi keseluruhan aliran operasi di dalam sebuah sistem. Sebuah flowchart sistem menunjukkan titik awal input, tahapan proses, mode pemrosesan, dan disposisi output. Focus flowchart sistem adalah pada fungsi proses dan media, bukannya pada rincian logika setiap fungsi pemrosesan. Flowchart program digunakan terutama oleh personel pengembangan sistem. Dibandingkan flowchart sistem, flowchart program lebih detail dalam menggambarkan setiap fungsi pemrosesan. Setiap fungsi pemrosesan yang tergambar dalam flowchart dirinci lebih detail dalam flowchart program, serupa dengan diagram IPO sebagai rincian dari diagram HIPO. Flowchart sistem terkait dengan fase analisis dari sebuah proyek sistem, sedangkan flowchart program terkait dengan fase desain. Flowchart program merupakan tahapan awal desain sebelum dilakukan desain sistem secara keseluruhan dan penulisan kode pemrograman computer.

2.5

Diagram Arus Data Logika Diagram alur logika atau diagram alur data (DFD) digunakan terutama oleh personel

pengembangan sistem dalam analisis sistem. DFD digunakan oleh analis untuk mendokumentasikan desain logika suatu sistem yang dapat memenuhi kebutuhan pengguna. DFD memungkinkan pengguna mengetahui konsep analisis sistem, mengenai masalah yang

dihadapi pengguna. Tujuan penggunaan DFD adalah untuk memisahkan secara jelas proses logika analisis sistem dengan proses desain sistem secara fisik. Ada empat symbol DFD. Terminator, digunakan untuk menandai sumber atau destinasi data. Symbol proses digunakan untuk menggambarkan proses yang mengubah data. Symbol simpanan data, digunakan menggambarkan sebuah simpanan data. Symbol arus data, digunakan untuk mengindikasikan aliran data. Keempat symbol DFD dan Flowchart memiliki kesamaan. Namun, symbol DFD memiliki tujuan yang berbeda dengan flowchart. Pertama, DFD menekankan pada analisis aliran data. Kedua, DFD menekankan desain logika bukan desain fisik.

2.6

Diagram Arus Data Logika dan Analisis Terstruktur Pada bagian ini akan digambarkan konstruksi dan peran DFD dalam analisis sistem

terstruktur yang ditandai dengan adanya rancangan top-down dan perbaikan yang terus menerus. Sistem penggajian digunakan sebagai contoh dalam kasus ini.
Data Penggajian Membayar Gaji

Pencatat Waktu

Memproses Data Penggajian Data Penggajian Data Penggajian

Karyawan

Rincian Gaji

Gambar diatas mengilustrasikan sebuah DFD tingkat atas dari sebuah penggajian. Level ini menggambarkan suatu deskripsi yang sangat umum. Untuk mendapatkan gambaran deskripsi yang jelas maka gambar diatas harus dipecah, misalnya yang pada awalnya proses hanya digambarkan satu, dipecah menjadi proses yang lebih detail.

2.7

Flowchart Distribusi Formulir, Dokumen, dan Analitik Auditor sering berhadapan dengan alairan distribusi dokumen dalam sistem aplikasi,

khususnya pada saat mengevaluasi pengendalian internal dalam suatu sistem. Auditor hampir tidak pernah berhubungan dengan mode pemrosesan. Mengingat pemisahan dan pembagian tugas merupakan elemen pengendalian internal auditor membutuhkan teknik untuk membagi tugas pengolahan data antar personel atau departemen.

Flowchart Analitik Flowchart analitik serupa dengan flowchart sistem baik dalam hal detail rincian maupun teknik pembuatan. Alur proses ditandai dengan penggunaan simbol yang dihubungkan dengan garis. Flowchart analitik mengidentifikasi semua proses signifikan pada sebuah aplikasi, dengan penekanan pada pemrosesan tugas. Flowchart Dokumen Flowchart dokumen serupa dengan format flowchart analitik, tetapi peran proses setiap entitas tidak disajikan secara detail. Dengan kata lain, hanya simbol dokumen yang digunakan dalam flowchart tersebut. Tetapi, simbol lain pada dasarnya boleh saja digunakan untuk memperjelas suatu flowchart. Tujuan flowchart semacam ini adalah untuk mengetahui setiap dokumen yang digunakan dalam setiap sistem aplikasi dan mengidentifikasi titik awal dokumen, distribusi dokumen, serta titik akhir setiap dokumen. Terkait dengan flowchart dokumen adalah diagram distribusi formulir. Diagram distribusi formulir menggambarkan distribusi setiap salinan formulir dalam sebuah organisasi. Dalam diagram ini, penekannnya terletak pada siapa yang akan mendapatkan formulir tertentu, bukan pada bagaimana setiap formulir akan diproses. 2.8 lustrasi Pembuatan Flowchart Analitik

Merencanakan Flowchart Pertama, kita harus mendapatkan sumber daya yang dibutuhkan. Jika flowchart akan dibuat menggunakan bantuan komputer, dibutuhkan aplikasi perangkat lunak yang tepat. Jika flowchart akan digambar di atas kertas, maka dibutuhkan template flowchart dan alat tulis yang sesuai . berikutnya, perlu ditentukan jenis flowchart jenis flowchart seperti apa yang akan dibuat. Memilih Simbol Setelah menentukan jenis flowchart yang dibutuhkan, penting untuk memilih simbol yang akan digunakan untuk menggambar flowchart. Simbol standar ANSI X3.5, disarankan untuk dipakai, tetapi dalam beberapa kasus, perusahaan memiliki simbol sendiri. Analisis Sistem Ketika menyiapkan berbagai tipe flowchart, penting untuk meninjau data yang akan digambar untuk mendapatkan pemahaman yang baik mengenai deskripsi sebuah sistem. Ketika mempersiapkan pembuatan flowchart analitik, perlu untuk menetukan entitas apa yang akan digambarkan sebagai kolom yang terpisah-biasanya hanya entitas yang aktivitas pengolahan datanya akan digambarkan secara rinci. Ada tiga entitas yang perlu dipisahkan

terkait dengan analisis terhadap system yang akan digambar dalam bahasan ini : kasir, petugas buku besar dan petugas piutang bagang. Menggambar Flowchart Tujuan bahasan ini adalah untuk menggambar arus dokumen pada sebuah sistem dengan menggunakan simbol flowchart yang tepat. Simbol yang dipilih mengindikasikan titik awal flowchart. Peraturan Sandwich Setiap simbol proses harus memiliki input dan output yang jelas. Inilah yang disebut peraturan sandwich : setiap simbol proses harus diapit simbol input dan simbol output. Penggunaan Simbol Konektor Simbol konektor digunakan untuk mengeliminasi alur yang panjang. Penggunaan simbol konektor adakalanya menimbulkan pertanyaan mengenai kejelasn flowchart secara keseluruhan. Satu manfaat penting menggunakan simbol konektor adalah simbol ini member fleksibilitas untuk membuat modul-modul flowchart dan pembuatan garis yang panjang dan melintang antarkolom yang saling berjauhan dapat dihindarkan. Hubungan Entitas-Kolom Hubungan entitas-kolom digunakan untuk menggambarkan flowchart suatu entitas yang serupa proses penggambaran aktivitasnya.

2.9

Teknik Narasi Teknik narasi sering bermanfaat, khususnya dalam analisis sistem tahap pencarian

fakta di perusahaan. Wawancara merupakan teknik yang berguna bagi analis untuk mengenal pihak-pihak pengambil keputusan di perusahaan dan masalah yang mereka hadapi. Teknik narasi mencakup juga tinjauan terhadap dokumentasi. Sering analis dan auditor terlibat dengan banyak dokumen yang harus ditinjau ulang seperti flowchart, struktur organisasi, manual prosedur, manual opearsi, manual referensi, dan data-data historis.

2.10 Analisis Penggunaan Sumber Daya Analisis penggunaan sumber daya harus selalu dipertimbangkan oleh personel pengembangan sistem ketika mengimplementasikan sistem. Auditor harus

mempertimbangkan penggunaan sumber daya pada saat melakukan audit. Pengukuran Kerja Pengukuran kerja didasarkan pada satu premis yang sederhana: pengukuran kuantitatif penting untuk mendesain prosedur yang efektif.

Pengukuran kerja mencakup empat langkah dasar : 1. Mengidentifikasi pekerjaan 2. Mengukur perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan menggunakan studi gerak dan waktu, runs test, data historis, atau cara yang lain. 3. Menyesuaikan perkiraan waktu tersebut untuk mengeliminasi waktu luang dan pertimbangan-pertimbangan yang lain. 4. Menganalisis kebutuhan berdasarkan data tersebut. Teknik pengukuran kinerja memiliki dua aplikasi dalam pekerjaan sistem. Pertama, berguna untuk mengevaluasi kelayakan teknis atau kebutuhan teknis dari suatu perancangan sistem. Peran yang kedua terkait dengan evaluasi kinerja pekerjaan yang terkait dengan sistem, seperti pemrograman komputer dan pengembangan proyek. Analisis Distribusi Kerja Analisis distribusi kerja membutuhkan informasi rinci mengenai fungsi dan tanggung jawab semua karyawan yang terlibat dalam analisis. Rincian pekerjaan digunakan untuk mencatat setiap jenis pekerjaan yang dijalankan oleh stiap individu dan rata-rata jam yang dibutuhkan untuk menjalankan setiap pekerjaan per minggu. Level rincian pekerjaan dibuat tergantung pada level analisis pengukuran kerja yang diinginkan.

2.11 Teknik Analisis Keputusan Tabel Keputusan dan Percabangan Tabel keputusan dan percabangan digunakan terutama oleh personel pengembangan sistem. Logika keputusan yang dibutuhkan untuk membuat program komputer biasanya terlalu kompleks dengan menggunakan simbol flowchart. Dalam kasus ini, tabel percabangan dapat digunakan untuk menggambarkan suatu fungsi keputusan. Tabel ini mencakup pernyataan dari suatu keputusan yang harus dibuat, serangkaian kondisi yang kemungkinan dapat tejadi. Tabel keputusan merupakan penyajian pengambilan keputusan dalam bentuk tabel. Tabel keputusan serupa dengan tabel percabangan, tetapi lebih kompleks karena mencakup kriteria pengambilan keputusan yang beragam. Tabel keputusan disusun dengan premis IF THEN dan disajikan dalam matriks dua dimensi.

Metode Matriks Metode matriks digunakan baik oleh auditor maupun personel sistem. Tabel keputusan pada dasarnya merupakan penyajian sebuah matriks. Penyajian bentuk matriks banyak berguna dalam pekerjaan sistem karena matriks ini merupakan metode yang enak untuk menganalisis dan menyajikan data yang besar. Penggunaan spreadsheet dalam sistem akuntansi untuk mengalokasikan saldo rekening atau untuk memabantu pembuatan proses pembuatan jurnal penutup merupakan contoh penggunaan teknik matriks. Karakteristik analitikal yang penting dari teknik matriks adalah alokasi isi suatu baris kepada berbagai kolom. Dengan cara ini, dapat dipastikan bahwa setiap baris dan kolom secara eksplisit dianalisis dan didokumentasi.

DAFTAR PUSTAKA

Bodnar, George H dan Hopwood, William S. 2006. Sistem Informasi Akuntansi Edisi 9. Yogyakarta: Andi