Anda di halaman 1dari 32

MODUL VI

SISTEM PERSAMAAN
LINIER (SPL)
PRAYUDI
PENGERTIAN SISTEM
PERSAMAAN LINIER
Secara umum, sistem persamaan linier
Persamaan linier adalah suatu adalah suatu susunan yang terdiri dari
persamaan dengan n variabel m persamaan linier dan n variabel yang
yang tidak diketahui x1,x2,x3…., xn tidak diketahui yang berbentuk :
yang dinyatakan dalam bentuk :
a11x1  a12 x 2  ...  a1n x n  b1
a1x1  a2 x 2  ...  an x n  b1
a21x1  a22 x 2  ...  a2n x n  b2
dimana a1,a2, …, an dan b adalah a31x1  a32 x 2  ...  a3n x n  b3
kontanta real (kompleks).
Persamaan linier secara geometri a41x1  a42 x 2  ...  a4n x n  b4
dengan istilah garis. .......... .......... .......... .......... ..........
am1x1  am 2 x 2  ...  amn x n  bm
Contoh
Persamaan linier : dimana x1, x2, …, xn disebut variabel
(1). 2x1 + 4x2 = 10 yang tidak diketahui, aij konstanta
(2). 2x1 – 4x2 + 3x3 + 4x4 = 5 koefisien sistem persamaan linier dan
bj konstanta yang diketahui
Bentuk Matrik SPL
Dalam bentuk matrik SPL dituliskan
CONTOH :
SPL non homogen
menjadi,
AX=B 2 x1  3 x 2  4 x3  4
atau, 2x 2  3 x3  2 x 4  2
 a11 a12 a13 ... a1n   x1   b1  x1  2 x3  3 x 4  5
a a22 a23 ... a2n   x 2  b 2 
 21     3 x1  x 2  3 x 4  6
 a31 a32 a33 ... a3n   x 3   b 3 
     Bentuk matrik SPL
 ... ... ... ... ...   ...   ... 
am1 am 2 am3 ... amn   x n  bn  2 3 4 0   x1   4 
0 2  3 2   x2  2
   
SPL, AX=B diklasifikasikan menjadi : 1 0 2 3   x3  5 
(a). SPL homogen, jika koefisien matrik     
3 1 0  3  x 4   6 
B=0
(b). SPL non homogen, jika terdapat
koefisien matrik B tak nol
KONSISTENSI SPL
x+2y = 4 ; x = 4 – 2y
Perhatikanlah contoh berikut
Kasus 1. SPL berbentuk 2x + 4y = 8
x + 2y = 10
x–y=4
Dalam bentuk grafik solusinya adalah SPL konsisten, solusi memuat
parameter, yaitu y=t dan x=4 – 2t
x+2y = 10
x–y=4 Kasus 3. SPL benbentuk :
(6,2) x + 2y = 4
x + 2y = 8
Dalam grafik adalah :

SPL konsisten, solusi tunggal,x=6,y=2 x+2y = 8

Kausus 2. SPL berbentuk : x+2y = 4


x + 2y = 4
2x+ 4y = 8
SPL tidak konsisten, tidak ada
solusi
BAGAN KONSISTENSI SPL
SISTEM PERSAMAAN LINIER
AX=B

SPL HOMOGEN SPL NON HOMOGEN


AX = 0 AX = B

SPL HOMOGEN SPL NH TIDAK SPL NH


KONSISTEN KONSISTEN KONSISTEN

TRIVIAL NON TRIVIAL SOLUSI ADA SOLUSI


r(A)=r(A,0)=n r(A)=r(A,B)=r<n PARAMETER TUNGGAL
xi=0 xi0 r(A)=r(A,B)=r<n r(A)=r(A,B)=n
Metode Solusi SPL
 Metode Eliminasi Gouss
 Metode Eliminasi Gouss Jourdan
 Metode Crammer
 Metode Invers Matrik
 Metode Dekomposisi Matrik
 Metode Gouss Seidel
 Metode Jacobi
 Metode Numerik
 Solusi dengan program komputer
METODE ELIMINASI GOUSS
OPERASI ELEMENTER BARIS : MATRIK ESELON BARIS
(1). Hi  k Hi : Matrik eselon baris tereduksi adalah
Kalikan sembarang baris ke-I matrik yang mempunyai sifat-sifat
dengan konstanta tak nol k sebagai berikut :
(2). Hi  Hj (1). Jika suatu baris yang elemenya
Tukarkanlah semua elemen tak nol nol, bilangan pertama pada
baris ke-i dengan baris ke-j baris tersebut 1 (–1) utama : pivot
(3). Hi  Hi + kHj (2). Jika terdapat baris semua elemen
Kalikanlah baris ke-j adalah 0, baris spt itu tempatkan pada
dengan konstanta tak nol k, dan bagian bawah matrik
hasilnya jumlahlan pada baris ke-I (3). Jika terdapat 2 baris yang
berurutan, 1 utama baris yang lebih
RANK MATRIK rendah terletak jauh kekanan dari
Rank matrik berukuran (mxn) ditulis pada 1 utama baris yang lebih tingggi.
r(A) adalah banyaknya jumlah baris (4). Setiap kolom yang memuat 1
tak nol dari matrik eselon baris utama, mempunyai 0 did tempat baris
tereduksi. yang lebih rendah
CONTOH : Tentukaan matrik eselon matrik berikut ini
Matrik Asal Iterasi-3
1 2 3 4 5 8 1 2 3 4 5 8
2 3 4 6 7 9 0 1 2 2 3 7
3 5 6 7 8 10 0 0 1 3 4 7 H3=(1/a33)H3
1 2 4 7 9 15 0 0 0 0 0 0 H4=H4-(a43/a33)H3
2 3 6 12 15 23 0 0 0 0 0 0 H5=H5-(a53/a33)H3
Iterasi-1
1 2 3 4 5 8 H1=(1/a11)H1 Dari matrik eselon diperoleh
0 -1 -2 -2 -3 -7 H2=H2-(a21/a11)H1 hasil :
0 -1 -3 -5 -7 -14 H3=H3-(a31/a11)H1 (1). Jumlah baris tak nol matrik
0 0 1 3 4 7 H4=H4-(a41/a11)H1 eselon = 3
0 -1 0 4 5 7 H5=H5-(a51/a11)H1 (2). Rank matrik A, r(A)=3
Iterasi-2
1 2 3 4 5 8
0 1 2 2 3 7 H2=(1/a22)H2
0 0 -1 -3 -4 -7 H3=H3-(a32/a22)H2
0 0 1 3 4 7 H4=H4-(a42/a22)H2
0 0 2 6 8 14 H5=H5-(a52/a22)H2
METODE ELIMINASI GOUSS
Andaikan diberikan SPL dengan (4). Konsistensi SPL
m persamaan linier dan n variabel (a). Jika r(A)=r(AB)=n, maka SPL
yang tidak diketahui, x1, x2,…,xn konsisten solusi tunggal
yaitu : (b). Jika r(A)=r(AB)=r < n, maka
AX = B SPL konsisten solusi memuat
Langkah-langkah menentukan parameter
konsitensi dan solusi SPL non (c). Jika r(A)r(AB), maka SPL
homogen adalah sbb : tidak konsisten/tidak ada solusi
(1). Bentuk matrik lengkap [A,B]
(2). Reduksilah matrik lengkap (5). Solusi SPL
[AB] menjadi matrik eselon baris (a). Jika SPL konsisten, susunan
tereduksi, E[AB] dengan SPL dari matrik eselon
menggunakan serangkaian (b). Tentukan solusi SPL dengan
operasi elementer baris cara eliminasi berulang dari xn ke
(3). Dari E[AB], hitunglah rank x1
matrik, r(A) dan r(AB), dengan
cara menghitung jumlah baris tak
nolnya.
CONTOH : TIDAK KONSISTEN
Tentukanlah solusi SPL jika ada Reduksi x2
x1  2 x 2  2 x 3  5 1  2 2 5 
 0 1  3  2 `
2 x1  3 x 2  x 3  8  
x1  3 x 2  5 x 2  10 0 0 0 3  H3  H3+H2
Jawab Jadi,
Matrik lengkap SPL : 1  2 2 5 
1  2 2 5  E [ A, B ]  0 1  3  2 `
 
[ A, B ]  2  3 1 8  0 0 0 3 
 
 1  3 5 10  Analisis
Operasi elementer baris (1). Jumlah baris tak nol A = 2,
Reduksi x1 sehingga r(A) = 2
(2). Jumlah baris tak nol [A,B]=3,
1  2 2 5 
0 1  3  2 ` H2  H2 – 2H1 sehingga, r(A,B)=3
  (3). Karena r(A)r(A,B), maka SPL
0  1 3 5  H3  H3 – 1 H1 tidak konsisten, atau SPL tidak ada
solusi
CONTOH : SOLUSI PARAMETER
Reduksi x1
Tentukanlah solusi SPL jika ada 1 2 -1 3 -1 H1=(1/a11)H1
0 -1 2 -8 6 H2=H2-(a21/a11)H1
2 x1  4 x 2  2 x3  6 x 4  2 0 -2 5 -10 10 H3=H3-(a31/a11)H1
4 x1  7 x 2  2 x3  4 x 4  2 0 -4 10 -20 20 H4=H4-(a41/a11)H1
3 x1  4 x 2  2 x3  x 4  7 Reduksi x2
6 x1  8 x 2  4 x3  2 x 4  14 1 2 -1 3 -1
Jawab 0 1 -2 8 -6 H2=(1/a22)H2
Matrik lengkap SPL : 0 0 1 6 -2 H3=H3-(a32/a22)H2
0 0 2 12 -4 H4=H4-(a42/a22)H2
2 4  2 6  2 Reduksi x3
4 7 2 4 2  1 2 -1 3 -1
[ A, B ]   
3 4 2 1 7  0 1 -2 8 -6
  0 0 1 6 -2 H3=(1/a33)H3
6 8 4  2 14 
0 0 0 0 0 H4=H4-(a43/a33)H3
SOLUSI : SPL Parameter
SPL dari matrik eselon
1 2 - 1 3 - 1 x1  2 x 2  x 3  3 x 4  1
0 1 - 2 8 - 6
E ( A, B )    x 2  2 x 3  8 x 4  6
0 0 1 6 - 2
  x 3  6 x 4  2
0 0 0 0 0
Dari matrik eselon dperoleh hasil : Solusi :
(1). Jumlah baris tak nol A=3, x4 = t, t parameter
sehingga r(A)=3 x3 = –2 – 6x4
(2). Jumlah baris tak nol [A,B]=3, = –2 – 6t
sehingga r(A,B)=3 x2 = –6 + 2x3 – 8x4
(3). Jumlah variabel yang tidak = –6 + 2(– 2 – 6t) – 8t
diketahui x1,x2,x3,x4 = 4 = – 10 – 20t
(4). Jadi r(A)=r(A,B)=3<n=4, maka x1 = –1 – 2x2 + x3 – 3x4
SPL konsisten dan solusi memuat =1 – 2(– 10 – 20t) + (– 2 – 6t) – 3t
(n-r=1) parameter = 19 + 31t
CONTOH : SOLUSI PARAMETER
Reduksi x1
Tentukanlah solusi SPL jika ada 1 2 3 4 2 0 H1=(1/a11)H1
1 2 3 4 2 x1 0 0 1 -2 -2 1 0 H2=H2-(a21/a11)H1
2 5 4 6 5 x2 0 0 1 -3 -5 2 0 H3=H3-(a31/a11)H1
3 5 6 7 6 x3 0 0 0 1 3 -1 0 H4=H4-(a41/a11)H1
1 2 4 7 9 x4 0 0 -1 2 2 -1 0 H5=H5-(a51/a11)H1
2 3 8 10 3 x5 0 Reduksi x2
1 2 3 4 2 0
Jawab
Matrik lengkap SPL : 0 1 -2 -2 1 0 H2=(1/a22)H2
0 0 -1 -3 1 0 H3=H3-(a32/a22)H2
 1 2 3 4 2 0 0 0 1 3 -1 0 H4=H4-(a42/a22)H2
2 5 4 6 5 0 0 0 0 0 0 0 H5=H5-(a52/a22)H2
 
[ A, B ]  3 7 6 7 8 0
  Reduksi x3
 1 2 4 7 1 0 1 2 3 4 2 0
2 3 8 10 3 0 0 1 -2 -2 1 0
0 0 1 3 -1 0 H3=(1/a33)H3
0 0 0 0 0 0 H4=H4-(a43/a33)H3
0 0 0 0 0 0 H5=H5-(a53/a33)H3
SOLUSI : SPL Parameter
SPL dari matrik eselon
 1 2 3 4 2 0
0 1 - 2 - 2 1 0  x1  2 x 2  3 x3  4 x 4  2 x5  0
 
E ( A, B )  0 0 1 3 - 1 0 x 2  2x3  2x 4  x5  0
  x3  3 x 4  x5  0
 0 0 0 0 0 0 
0 0 0 0 0 0
Solusi :
Dari matrik eselon dperoleh hasil : x5 = s, s parameter
(1). Jumlah baris tak nol A=3, x4 = t, t parameter
sehingga r(A)=3 x3 = –3x4 + x5
(2). Jumlah baris tak nol [A,B]=3, = –3t + s
sehingga r(A,B)=3 x2 = 2x3 + 2x4 – x5
(3). Jumlah variabel yang tidak = 2(–3t + s) + 2t – s
diketahui x1,x2,x3,x4,x5 = 5 = – 4t + s
(4). Jadi r(A)=r(A,B)=3<n=5, maka x1 = –2x2 –3x3 – 4x4 – 2x5
SPL konsisten dan solusi memuat = –2(–4t +s) – 3(–3t+s) – 4t – 2s
(n-r=2) parameter = 13t – 7s
CONTOH : SOLUSI TUNGGAL
Reduksi x1
Carilah solusi SPL jika ada
1 2 -1 4 2 H1=(1/a11)H1
2 x1  4 x 2  2 x 3  6 x 4  4 0 -1 2 -8 -6 H2=H2-(a21/a11)H1
4 x1  7 x 2  2 x 3  8 x 4  2 0 -2 5 -10 1 H3=H3-(a31/a11)H1
3 x1  4 x 2  2 x3  2 x 4  7 0 -1 3 0 11 H4=H4-(a41/a11)H1
x1  x 2  2 x3  4 x 4  13 Reduksi x2
1 2 -1 4 2
Jawab
0 1 -2 8 6 H2=(1/a22)H2
Matrik lengkap SPL adalah :
0 0 1 6 13 H3=H3-(a32/a22)H2
0 0 1 8 17 H4=H4-(a42/a22)H2
2 4 2 6 4
4 7 2 4 2 Reduksi x3
[ A, B ]    1 2 -1 4 2
3 4 2 2 7
  0 1 -2 8 6
1 1 2 4 13 
0 0 1 6 13 H3=(1/a33)H3
0 0 0 2 4 H4=H4-(a43/a33)H3
Reduksi x4 SPL dari matrik eselon
1 2 -1 4 2
0 1 -2 8 6 x1  2 x 2  x3  4 x 4  2
0 0 1 6 13 x 2  2x3  8 x 4  6
0 0 0 1 2 H4=(1/a44)H4 x3  6 x 4  13
x4  2
Dari matrik eselon dperoleh hasil : Solusi :
(1). Jumlah baris tak nol A=4, x4 = 2
sehingga r(A)=4 x3 = 13 – 6(2)
(2). Jumlah baris tak nol [A,B]=4, =1
sehingga r(A,B)=4 x2 = 6 + 2x3 – 8x4
(3). Jumlah variabel yang tidak = 6 + 2(1) – 8(2)
diketahui x1,x2,x3,x4 = 4 =–8
(4). Jadi r(A)=r(A,B)=r=4, maka x1 = 2 – 2x2 + x3 – 4x4
SPL konsisten dan solusi tunggal = 2 – 2(–8) + 1 – 4(2)
= 11
TUGAS : SPL
Tentukan solusi SPL berikut ini dengan metode eliminasi Gouss:
b  2 b  1 a  1 a b  1  x1   2a  b 
b 1 b a a 1 b  2  x 2   a  b 
    
a  2 a  1 b b 1 a   x3   a  2b 
    
a  1 a b 1 b3 a  2  x 4   2a  b 
b  3 b  2 a  2 a2 b  3  x5   a 

b  1 b a  2 a 1 a   x1  10(a  b )
 b b 1 a 1 a a  1  x 2  10a  5b 
    
a  1 a b2 b b  1  x 3    5a  10b 
  x   
 a a  1 b b  1 b  3   4  5( a  b ) 
b  1 a  2 b  1 b  3 b  3  x 5   10 
METODE CRAMMER
D D D
x1 1 ; x 2  2 ; x 3  3 ;
Andaikan, AX=B adalah sistem D D D
persamaan linier dengan n persamaan Di
linier dan n variabel yang tidak diketahui, xi  ; i  1, 2, 3, ..., n
D

 a11 a12 a13 ... a1n   x1   b1 


a a22 a23 ... a2n   x 2   b2  dimana Di = det(Ai) determinan
 21     matrik berordo (nxn) yang
a31 a32 a33 ... a3n   x 3    b3  diperoleh dari A dengan cara
    
 ... ... ... ... ...   ...   ...  mengganti kolom ke-i dengan
an1 an 2 an 3 ... ann   x n  bn  koefisien matrik B

a11 a12 ... b1 ... a1n


Andaikan determinan matrik A
tidak sama dengan nol, maka a21 a22 ... b2 ... a2n
sistem persamaan linier non det( Ai )  a31 a32 ... b3 ... a3n
homogen solusinya tunggal, ... ... ... bi ... ...
yaitu
an1 an 2 ... bn ... ann
CONTOH : 16 4 3
Carilah solusi SPL berikut dengan
D1  det( A1)  12 5 2  36
metode Crammer :
2 x1  4 x 2  3 x3  16 12 6 3
3 x1  5 x 2  2 x3  12 2 16 3
4 x1  6 x 2  3 x3  12 D2  det( A2 )  3 12 2  28
Jawab : 4 12 3
Bentuk matrik SPL, AX=B adalah : 2 4 16
D3  det( A3 )  3 5 12  8
 2 4 3  x1  16 
3 5 2  x   12 4 6 12
   2  
 4 6 3  x 3  12 Jadi,
D 36
Karena, x1 1   9
D 4
2 4 3 D  28
x2 2  7
D  det( A )  3 5 2  4 D 4
4 6 3 D3  8
x3  2
D 4
CONTOH :
Carilah solusi SPL berikut dengan
metode Crammer : 2 16 5 4
 2 3 5 4  x1  12  2 10 4 3
D2   - 4  x 2  -0.5
 2 4 4 3   x  10  3 12 6 5
   2   
3 5 6 5   x 3  16  4 24 6 2
     2 3 16 4
 4 6 6 2   x 4  20 
Jawab : 2 4 10 3
D3   100  x 3  12.5
Mengingat, 4 5 12 5
2 3 5 4 4 6 24 2
2 4 4 3 2 3 5 16
D 8
3 5 6 5 2 4 4 10
4 6 6 2 D4   - 56  x 4  -7
4 5 6 12
16 3 5 4 4 6 6 24
10 4 4 3
D1   - 68  x1  -8.5
12 5 6 5
24 6 6 2
METODE INVERS CONTOH :
Carilah solusi SPL berikut dengan
Andaikan, AX=B adalah sistem metode inveres :
persamaan linier dengan n
 2 4 3  x1  16 
persamaan linier dan n variabel yang 3 5 2  x   12
tidak diketahui,    2  
 4 6 3  x 3  12
 a11 a12 ... a1n   x1   b1 
a Jawab :
a 22 ... a 2n   x 2  b 2 
 21    Karena,
 ... ... aij ...   ...   ...  - 0.75 - 1.5 1.75 
    
an1 an2 ... ann   x n  bn  A -1   0.25 1.5 - 1.25 
 
 0.50 - 1.0 0.5 
Andaikan, A–1 maka SPL, maka
Maka solusi SPL adalah :
sistem persamaan linier non
homogen solusinya tunggal,
yaitu : X  A -1B
X = A–1B  x1  - 0.75 - 1.5 1.75  16  - 9
 x    0.25 1.5 - 1.25  12   7 
 2     
 x 3   0.50 - 1.0 0.5  12  2 
X  A -1B
CONTOH :
Carilah solusi SPL berikut :  x1   - 1.25 - 2.75 2.5 0.375  16 
 x  - 0.25 1.25 - 0.5 - 0.125  10 
2 3 5 4  x1  16   2    
 x 3   1.25 0.75 - 1.5 - 0.125  12 
2 4 4 3   x 2  10      
    x - 0.5 - 0.5 1.0 0.25
3 5 6 5   x 3  12   4   24 
     - 8.5 
4 6 6 2  x 4  24 
 0.5 
 
CONTOH : 12.5 
Carilah solusi SPL berikut :  
 -7 
2 3 4 2 3   x1   4   x1   2 - 3 - 5 6 - 2  4   23 
3 4 5 4 5  x 2  6  x   8 - 5 6 - 8 5   6  - 25 
      2     
4 6 7 6 5  x 3   9   x 3   - 7 5 - 3 4 - 3  9    12 
           
5 7 8 9 8  x 4  7  x - 2 2 - 1 1 - 1 7 3
 4     
3 3 3 8 7   x 5  5   x 5   - 1 - 1 2 - 2 1  5   - 7 
SPL : METODE DEKOMPOSISI
Andaikan, AX=B adalah sistem Langkah-langkah menentukan
persamaan linier dengan n solusi SPL non homogen, dengan
persamaan linier dan n variabel yang metode dekomposisi matrik adalah :
tidak diketahui, (1). Tentukan dekomposisi matrik A,
menjadi A=LU, dengan metode
 a11 a12 ... a1n   x1   b1  Crout, Doolite, Cholesky).
a a 22 ... a 2n   x 2  b 2  (2). Tentukanlah nilai Y dari
 21   
 ... ... aij ...   ...   ...  persamaan :
     LY=B,
an1 an2 ... ann   x n  bn  dengan eliminasi maju
(y1, y2, y3, …,yn)
Andaikan, A dapat didekomposisi
(3). Tentukanlah nilai X yang
menjadi matrik segitiga atas L dan
merupakan solusi SPL non
segituga bawah U,akibatnya SPL
homogen, dari persamaan
AX=B dapat ditulis menjadi :
UX=Y
LUX = B
dengan eliminasi mundur
atau,
(xn, xn-1, …,x2,x1).
L Y= B
UX = Y
CONTOH : Menghitung Y dari LY = B
Carilah solusi SPL berikut dengan  2 0 0   y1  16 
metode Dekomposisi : 3 - 1 0   y   12 
   2  
 2 4 3  x1  16   4 - 2 2  y 3  12 
3 5 2  x   12
   2   Dari SPL diperoleh :
 4 6 3  x 3  12 2y1 = 16  y1=8
3y1 – y2 = 12  y2=12
Jawab : 4y1 – 2y2 + 2y2 = 12  y3 = 2
Mengingat, dekomposisi A dengan
metode Crout adalah : Menghitung X dari UX = Y
 1 2 1.5   x1   8 
A  LU 0 1 2.5  x   12
 2 0 0  1 2 1.5     2  
0 0 1   x 3   2 
 3 - 1 0 0 1 2.5
  
 4 - 2 2 0 0 1  Dari SPL diperoleh :
x3 = 2  x3=2
x2 + 2.5x3 = 12 x2=7
x1 + 2x2 + 1.53 = 2 x1=–9
CONTOH : Jawab :
Carilah solusi SPL berikut dengan Mengingat, dekomposisi A
metode Dekomposisi :
 2 3 5 4  x1  16  2 0 0 0   1 1.5 2.5 2 
 2 4 4 3   x  10  2 1 0 0  0 1 -1 -1
   2    A  
3 5 6 5   x 3  12  3 0.5 - 1 0  0 0 1 0.5 
       
 4 6 6 2  x 4  24   4 0 - 4 - 4  0 0 0 1 
Menghitung Y, LY=B Menghitung X, dari UX=Y
2 0 0 0   y1  16   1 1.5 2.5 2   x1   8 
2 1 0 0   y 2  10  0 1 - 1 - 1   x 2  - 6
       
3 0.5 - 1 0   y 3  12  0 0 1 0.5  x 3   9 
         
 4 0 - 4 - 4   y 4  24   0 0 0 1   x 4  - 7

Dari SPL diperoleh Dari SPL diperoleh :


2y1 = 16 y1=8 x4 = –7
2y1 + y2=10  y2=–6 x3 + 0.5 x4 =9  x3=12.5
3y1+0.5y2 – y3 = 12 y3=9 x2 – x3 – x4 = –6  x2 = –0.5
4y1 +0y2 – 4y3 – 4y4=24  y4= –7 x1+1.5x2 + 2.5x3 +2x4= 8  x1= –8.5
SISTEM TRIDIAGONAL, ALGORITMA THOMAS
SPL, dengan bentuk sistem tridiagonal berbentuk,
 f1 g1 0 ... 0 0   x1   c1 
e f2 g2 ... 0 0  x   c 
 2  2   2 
0 e3 f3 ... 0 0   x3   c3 
   
 ... ... ... ... ... ...   ...   ... 
0 0 0 ... fn 1 gn 1  x n 1 c n 1
    
0 0 0 ... en fn   x n   c n 
SPL diatas didekomposisi menjadi, A=LU yang berbentuk,

1 0 0 ... 0 0   f1 g1 0 ... 0 0   x1   c 1 
e 1 0 ... 0 0   0 f2 g2 ... 0 0   x2   c 2 
 2     
0 e3 1 ... 0 0   0 0 f3 ... 0 0   x3   c 3 
    
 ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ...   ...   ... 
0 0 0 ... 1 0   0 0 0 ... fn 1 gn 1  x n 1 c n 1
     
0 0 0 ... en 1   0 0 0 ... 0 fn   x n   c n 
LANGKAH-LANGKAH SOLUSI
(1). Hitung Y dari LY=C, yaitu : ALGORITMA THOMAS :
(1). Dekompoisisi
1 0 0 ... 0 0   y1   c1  DO k=2, n
e 1 0 ... 0 0   y2   c2  ek=ek/fk–1
 2     fk= fk – ek.gk–1
0 e3 1 ... 0 0   y3   c3 
    END DO
 ... ... ... ... ... ...  ...   ... 
0 0 0 ... 1 0   y n 1 c n 1 (2). Forward Substitusi
     DO k=2,n
0 0 0 ... en 1   y n   c n 
ck=ck – ek.ck–1
(2). Hitung X dari UX=Y, dari : END DO

 f1 g1 0 ... 0 0   x1   y1  (3). Back Substitusi


0 f g ... 0 0  x   y  xn=cn/fn
 2 2  2   2  DO k=n–1,1, –1
 0 0 f3 ... 0 0   x3   y3 
    xk=(ck– uk,xk+1)/fk
... ... ... ... ... ...   ...   ... 
END DO
 0 0 0 ... fn 1 gn 1  x n 1  y n 1
    
 0 0 0 ... 0 f x
n  n   n  y
CONTOH : Perhatikanlah rangkaian listrik seperti gambar

Pada kondisi, R1=10,


R3 R2=25, R3=50,
R2 R4=40, R5=25, E1=12
V, E2=24V dan, E3=60V,
hitunglah arus listrik dalam
–+
tahanan.

E1 E2 E3

Bentuk SPL-nya adalah sebagai berikut :


R1 R 2 0 0 0   i1   E1 
10 25 0 0 0   i1  12 
 1 1 1 0 0  i 2   0   1  1 1 0 0  i   0 
        2  
 0 R 2 R3 R 4 0  i3   E 2   0 25 50 40 0  i3   24 
       i   
0 0 1  1 1  i 4   0 
 0 0 1  1 1   4  0 
 0 0 0 R 4 R 5  i5  E 5   0 0 0 40 25  i5  60 
Forwart Subsitusi
LY  C
0  y1  12   y1   12 
 1 0 0 0
 y    1.2 
0.1 1 0 0 0  y 2   0   2  
      y 3    15.429 
 0  7.143 1 0 0  y 3   24    
     y 
0  y 4   0   4   0. 270
0 0 0.018 1 
 y 5   53.647 
 0 0 0  23.529 1  y 5  60 

Back Subsitusi
10 25 0 0 0   i1   12   i1   0.555 
i   0.258 
 0  3.5 1 0 0  i2    1.2   2  
    
0 0 57.143 40 0  i3    15.429  i3     0.297 
  i       
0 0 0  1. 7 1  0 .270 i
 4  0 .809
   4   
 0 0 0 0 48.529  i5   53.647  i5   1.106 
SOAL-SOAL LATIHAN
Carilah solusi SPL berikut ini, dengan metode invers, metode crammer dan
dekompoisisi

Soal 1
(a  2)x1  ax 2  (b  1)x 3  (b  1)x 4  8(a  2)
ax1  (a  2)x 2  (b  1)x 3  (b  2)x 4  32
(a  4)x1  (a  2) x 2  (b  1)x 3  (b  2)x 4  16(b  1)
(a  2)x1  ax 2  (b  1)x 3  (b  5 )x 4  24

Soal 2

a  2 a 1 b 1 b2 b  3   x1  10(a  b )
 
 a 1 a b2 b3 b  4   x 2  10a  5b 
   
b  4 b  3 a2 a 1 
a  1  x3    5a  10b 
    
b  3 b  2 a 1 a 1 a  3   x 4   5(a  b ) 
b  2 b 1 a 1 a3 a  1   x5   10 

SOAL-SOAL LATIHAN
2. Perhatikan rangkaian berikut ini :
1.Perhatikan statika struktur berikut
P
45O V5
P1 F1 F2 P2

45O 3aO 6bO 45O V6


F3
R1 R2
a). Dari rangkaian diatas,
Diketahui, P1=1a0 N, P2=2b0N, susunlah sistem persamaan
a). Susunlah sistem persamaan linier dengan variabel bebas
linier dengan variabel yang tidak i1, i2, i3, i4, i5 dan i6.
diketahui P, F1,F2,F3,R1 dan R2 b). Pada kondisi R1=1a, R2=10
b).Selesaikanlah SPL pada (a) ,R3=2b , R4=20 , R5=3a
dengan metode eliminasi Gouss  R6=40, V5=2a0 volt, dan
Joudan dan dekomposisi V6=0 volt, hitunglah arus
dalam masing-masing
tahanan.
3. Perhatikan rangkaian berikut ini 4. Untuk membuat satu bangunan,
V6 seorang tukang batu
membutuhkan bahan pasir, kerikil
R6 halus, dan kerikil kasar masing-
R5 masing sebanyak 4800, 5810,
dan 5690 meter kubik. Terdapat
empat sumber yang dapat
V7
digunakan, dan komposisinya
sebagai berikut
R7
Pasir Kerikil hls Kerikil ksr
a). Dari rangkaian diatas,
% % %
susunlah sistem persamaan
-------------------------------------------
linier dengan variabel bebas
Sb1 52 30 18
i1, i2, i3, i4, i5, i6 dan i7.
Sb2 20 50 30
b). Pada kondisi R1=4a, R2=10
Sb3 25 20 55
,R3=2b , R4=30, R5=3a
------------------------------------------
 R6=40, R6=20, V6=10
volt, dan V6=2b0 volt,
Berapa meter kubik harus
hitunglah arus dalam masing-
diangkut dari tiap sumber agar
masing tahanan.
kebutuhan terpenuhi.