Anda di halaman 1dari 3

Rangkuman Teori Akuntansi (Bahan-bahan UAS) 1.

Aset adalah sumber daya yang dikontrol oleh entitas sebagai akibat peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi masa depan yang diharapkan mengalir ke entitas. Definisi lainnya Aset atau aktiva adalah sumber ekonomi yang diharapkan memberikan manfaat usaha di kemudian hari. Aset dimasukkan dalam neraca dengan saldo normal debit. Manfaat ekonomi harus dikendalikan oleh badan yang bersangkutan untuk memenuhi syarat sebagai aset. Jenis- jenis Aset : a. Aset Lancar Aset lancar adalah jenis aset yang dapat di gunakan dalam jangka waktu dekat, biasanya satu tahun. Misalnya Kas, Piutang, Investasi jangka pendek, persediaan. Pada suatu neraca biasanya di kelompokkan menjadi aset lancar dan aset tidak lancar. Perbandingan antara aset lancar dan kewajiban aset lancar di sebut rasio lancar. Nilai ini sering di gunakan sebagai tolak ukur likuiditas suatu perusahaan, yaitu kemampauan perusahaan untuk dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya. b. Aset Jangka Panjang Aset ini bisa anda bisa membuatnya sekarang, tetapi anda bisa menikmatinya di suatu hari nanti sampai anda meninggal hingga di wariskan kepada anak dan cucu anda. Misalnya kontrakan, Bisnis, dan masih banyak lagi. c. Aset Tetap Adalah Harta tetap yang menunjang kegiatan operasional Anda yang sifatnya permanen kepimilikan. Misal Gedung, Mobil, dan masih banyak jenisnya. d. Aset Tidak Berwujud Adalah jenis aset yang tidak memiliki wujud fisik. Jenis aset ini adalah hak cipta, paten, merek dagang, dan lain-lainnya. Kontrol oleh entitas - Akuntansi tidak peduli dengan sumber daya ekonomi pada umumnya, tetapi hanya mereka yang berada di bawah kendali suatu entitas yang diberikan. - Aset harus 'dimiliki' (entitas harus memiliki 'nama' untuk aset?) sebelum dapat dianggap sebagai aset anak perusahaan. apargue berkomentar, 'memiliki sesuatu hanyalah hak untuk menggunakan atau mengendalikannya'. ketika menggunakan 'sendiri' istilah atau 'kepemilikan', kita harus berhati-hati untuk menghargai bahwa kita hanya berarti memiliki hak untuk menggunakan atau kontrol. - Kepemilikan sering bersamaan dengan kontrol, tetapi bukan merupakan karakteristik penting dari aset. misalnya, pertimbangkan agen yang memiliki barang untuk dijual atas nama pelaku. barang tidak aset agen, tetapi agen memiliki kontrol kepemilikan dan karena itu. posisi alternatif juga mungkin, dimana ada manfaat dari kepemilikan tanpa kepemilikan, seperti dalam kasus perjanjian sewa.

2. Pendekatan yang diakui sebagai aset tetap : 1. harus memiliki manfaat ekonomi pada masa yang akan datang 2. aset tersebut harus mampu diukur secara handal 3. IAS 37 Provisi, Liabilitas Kontijensi dan Aset Kontijensi menguraikan akuntansi untuk ketentuan (kewajiban waktu tidak pasti atau jumlah), bersama-sama dengan aset kontinjensi (aset mungkin) dan kewajiban kontinjensi (mungkin kewajiban dan kewajiban saat yang tidak mungkin atau tidak andal terukur). Ketentuan diukur pada estimasi terbaik (termasuk risiko dan ketidakpastian) dari pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban kini, dan mencerminkan nilai sekarang dari pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban dimana nilai waktu dari uang adalah materi. 4. Tiga Medote Pengukuran Biaya : Historical cash, jumlah rupiah kas/setaranya yang dikorbankan untuk untuk memperoleh aktiva cost pengganti (replacement cost), jumlah rupiah dari harga pertukaran yang harus dikorbankan sekarang oleh suatu entitas setara kas (cash equivalent) jumlah rupiah kas yang dapat direalisir dengan setiap jenis aktiva dalam kondisi perusahaan normal 5. Teori kontraktual (contracting theory ) Perusahaan dianggap sebagai suatu perjanjian kerja sama kontraktual yang legal antarasupplier dengan customer. Teori kontraktual mengorganisasikan aktivitas ekonomi untuk mengurangi biaya. kontrakrual : Manajement Contract dan Debt Contract 6. Teori keagenan (agency theory) Dipopulerkan oleh Jensen dan Meckling (1976)Teori ini muncul ketika adanya hubungan kerja sama antara principal dan agent, danadanya perbedaan kepentingan antara pihak2 tersebutKarena adanya perbedaan kepentingan antara agen dan principal, maka muncul agencycost. 7. Dua Kondisi atas pengakuan nilai perolehan - Besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke entitas - Biaya perolehan aset dapat diukur dengan andal 8. Pengakuan kewajiban kontijensi - Banyak peristiwa masa lalu yang dapat menimbulkan kewajiban kini. Walaupun demikian, dalam beberapa peristiwa yang jarang terjadi, misalnya dalam tuntutan hukum, dapat timbul perbedaan pendapat mengenai apakah peristiwa tertentu sudah terjadi atau apakah peristiwa tersebut menimbulkan kewajiban kini. - Jika demikian halnya, perusahaan menentukan apakah kewajiban kini telah ada pada tanggal neraca dengan mempertimbangkan semua bukti yang tersedia, termasuk misalnya pendapat

ahli. Bukti yang dipertimbangkan mencakup, antara lain, bukti tambahan yang diperoleh dari peristiwa setelah tanggal neraca. Atas dasar bukti tersebut, apabila besar kemungkinan bahwa kewajiban kini belum ada pada tanggal neraca, pemerintah mengungkapkan adanya kewajiban kontingensi. Pengungkapan tidak diperlukan jika kemungkinan arus keluar sumber daya kecil. Kewajiban kontingensi dapat berkembang ke arah yang tidak diperkirakan semula. Oleh karena itu, kewajiban kontingensi harus terus-menerus dikaji ulang untuk menentukan apakah tingkat kemungkinan arus keluar sumber daya bertambah besar(probable ). Apabila kemungkinan itu terjadi, maka manajemen akan mengakui kewajiban diestimasi dalam laporan keuangan periode saat perubahan tingkat kemungkinan tersebut terjadi, kecuali nilainya tidak dapat diestimasikan secara andal. Pengukuran Besaran kewajiban kontingensi tidak dapat diukur secara eksak. Untuk itu diperlukan pertimbangan profesional oleh pihak yang berkompeten. Penyajian dan Pengungkapan Kewajiban kontingensi tidak disajikan pada neraca , namun demikian perusahaan harus mengungkapkan kewajiban kontingensi pada Catatan atas Laporan Keuangan untuk setiap jenis kewajiban kontingensi pada tanggal neraca.