Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI MANUSIA Praktikum 1 : TEKANAN DARAH dan NADI Pelak anaan Praktikum Hari : Ra!

u Tan""al : 1# Maret $%1$&%'&1( )am : ke * & (

OLEH : 1+ Eki Fitriendi Tun,un" ari -%.1%1/%%$0 $+ Fau1i2a3 Firdau i M+ S '+ An""rian Ri ka A+ S #+ Mir1a4 Hu ein An5ar *+ Mu3ammad 6u u7 R (+ 6ud3i tira Sur2ant8 /+ Putra Ari7ianda Ma ta D8 en Pem!im!in" -%.1%1/%%.0 -%.1%1/%1'0 -%.1%1/%1.0 -%.1%1/%#(0 -%.%.1%$.*0 -%.%.1%/$/0

: Dr+ P+ 9idi2anti: dr"+: M+Ke

PROGRAM STUDI S1 TEKNO;IOMEDIK FAKULTAS SAINS < TEKNOLOGI UNI=ERSITAS AIRLANGGA $%1$

TEKANAN DARAH & DENYUT NADI

I. PENDAHULUAN I.1 Landasan Teori Denyut nadi dan tekanan darah merupakan faktor-faktor yang dipakai sebagai indikator untuk menilai sistem kardiovaskuler seseorang Selain dua hal tersebut, biasanya dapat dilakukan pengukuran kolesterol dalam darah ! yakni dengan mengukur rasio "D" atau kolesterol #ahat terhadap $D" atau kolesterol baik% serta tes doppler &es ini digunakan untuk menentukan seberapa baik sirkulasi darah ke seluruh sistem kardiovaskular 'emeriksaan ini menggunakan instrumen komputer yang (anggih untuk mengukur se(ara akurat tekanan darah atau voleme darah, yang mengalir ke seluruh sistem sirkulasi, termasuk tangan , kaki, tungkai, lengan dan leher (Sanif, 200)) Denyut nadi (pulse rate) menggambarkan frekuensi kontraksi #antung seseorang 'emeriksaan denyut nadi sederhana, biasanya dilakukan se(ara palpasi 'alpasi adalah (ara pemeriksaan dengan meraba, menyentuh, atau merasakan struktur dengan u#ung-u#ung #ari% sedangkan pemeriksaan dikatakan auskultasi, apabila pemeriksaan dilakukan dengan mendengarkan suara-suara alami yang diproduksi dalam tubuh (Saladin, 2003) 'ada umumnya, pengukuran denyut nadi dapat dilakukan pada sembilan titik yaitu arteri radialis, arteri brakhialis, arteri (arotis (ommunis, arteri femoralis, arteri dorsalis pedis, arteri popolitea, arteri temporalis, arteri api(al, arteri tibialis posterior (*i(hael, 200+) 'ulsa denyut nadi terbentuk seiring dengan didorongnya darah melalui arteri ,ntuk Gambar 1.1 Arteri pada ekstrimitas atas (Saladin, 2003) membantu dan sirkulasi, berelaksasi arteri se(ara berkontraksi

periodik% kontraksi dan relaksasi arteri bertepatan dengan kontraksi

dan relaksasi #antung seiring dengan dipompanya darah menu#u arteri dan vena Dengan demikian, pulse rate #uga dapat me-akili detak #antung per menit atau yang dikenal dengan heart rate (.uan, 200+) '*/, atau Point of Maximal Impulse, dapat ditemukan pada sisi kiri dada, kurang lebih 2 in(i ke kiri dari u#ung sternum &itik ini dapat dipalpasi dengan mudah%

dan pada titik ini pula biasanya apical pulse diperiksa se(ara auskultasi dengan menggunakan stetoskop &ekanan darah adalah gaya yang ditimbulkan oleh darah terhadap satuan luas dinding pembuluh darah (arteri) &ekanan ini harus adekuat, yaitu (ukup tinggi untuk menghasilkan gaya dorong terhadap darah dan tidak boleh terlalu tinggi yang dapat menimbulkan ker#a tambahan bagi #antung ,mumnya, dua harga tekanan darah diperoleh dalam pengukuran, yakni tekanan sistole dan diastole Sistole dan diastole merupakan dua periode yang menyusun satu siklus #antung Diastole adalah kondisi relaksasi, yakni saat #antung terisi oleh darah yang kemudian diikuti oleh periode kontraksi atau sistole Satu siklus #antung tersusun atas empat fase (Saladin, 2003), 0 'engisian ventrikel (ventricular filling) Adalah fase diastolik, saat ventrikel mengembang dan tekanannya turun dibandingkan dengan atrium 'ada fase ini, ventrikel terisi oleh darah dalam tiga tahapan, yakni pengisian ventrikel se(ara (epat, diikuti dengan pengisian yang lebih lambat ( diastasis), hingga kemudian proses diakhiri dengan sistole atrial $asil akhir diperoleh 1D2 ( End Diastolic Volume), yang merupakan volume darah total yang mengisi tiap ventrikel, besarnya kurang lebih 030 m" 2 3ontraksi isovolumetrik (isovolumetric contraction) *ulai fase ini, atria repolarisasi, dan berada dalam kondisi diastole selama sisa siklus Sebaliknya, ventrikel mengalami depolarisasi dan mulai berkontraksi &ekanan dalam ventrikel meningkat ta#am, namun darah masih belum dapat keluar dari #antung dikarenakan tekanan pada aorta ()0 mm$g) dan pulmonary trunk (00 mm$g) masih lebih tinggi dibandingkan tekanan ventrikel, serta masih menutupnya keempat katup #antung Dalam fase ini, volume darah dalam ventrikel adalah tetap, sehingga dinamakan isovolumetrik

Gambar 1.2 4enomena yang ter#adi saat siklus #antung (Saladin, 2003) 3 'ompa ventrikuler (ventricular ejection) 'ompa darah keluar #antung dimulai ketika tekanan dalam ventrikel melampaui tekanan arterial, sehingga katup semilunaris terbuka $arga tekanan pun(ak adalah 020 mm$g pada ventrikel kiri dan 25 mm$g pada ventrikel kanan Darah yang keluar #antung saat pompa ventrikuler dinamakan Stroke Volume (S2), yang besarnya sekitar 567 dari 1D2 Sisa darah yang tertinggal disebut End Systolic Volume (1S2)% dengan demikian S2 8 1D2 ! 1S2 6 9elaksasi isovolumetrik (isovolumetric relaxation)

A-al dari diastole ventrikuler, yakni saat mulai ter#adinya repolarisasi 4ase ini #uga disebut sebagai fase isovolumetrik, karena katup A2 belum terbuka dan ventrikel belum menerima darah dari atria *aka yang dimaksud dengan tekanan sistole adalah tekanan pun(ak yang ditimbulkan di arteri se-aktu darah dipompa ke dalam pembuluh tersebut selama kontraksi ventrikel, sedangkan tekanan diastole adalah tekanan terendah yang ter#adi di arteri se-aktu darah mengalir ke pembuluh hilir se-aktu relaksasi ventrikel Selisih antara tekanan sistole dan diastole, ini yang disebut dengan lood pressure amplitude atau pulse pressure (Stegemann, 0:)0)

Gambar 1.3 *etode auskultasi untuk mengukur tekanan sistole-diastole (;uyton < $all, 200+) Sphygmomanometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur tekanan darah arteri Alat ini terdiri dari sebuah manset elastis yang berisi kantong karet tiup 3etika manset diikatkan pada lengan, inflasi dari kantong karet memampatkan #aringan ba-ah manset =ika kantong karet membengkak untuk tekanan yang melebihi nilai pun(ak gelombang nadi, arteri terus melemah dan tidak ada gelombang pulsa yang bisa teraba di arteri perifer =ika tekanan dalam spontan se(ara bertahap dikurangi, suatu titik akan ter(apai di mana terdapat gelombang pulsa sedikit melebihi tekanan pada #aringan sekitarnya dan dalam kantong karet 'ada tingkat itu, denyut nadi men#adi teraba dan tekanan yang ditun#ukkan pada manometer air raksa adalah ukuran dari nadi pun(ak atau tekanan sistolik Aliran darah mengalir melalui arteri di ba-ah manset dengan (epat dan memper(epat kolom darah di (abang arteri perifer, menghasilkan turbulensi dan suara khas,

yang dapat didengar melalui stetoskop Sebagian tekanan dalam manset dikurangi lebih lan#ut 'erbedaan antara tekanan sistolik dan tekanan manset semakin melebar dan arteri terbuka selama beberapa -aktu Se(ara umum, #umlah darah bergelombang di ba-ah manset #uga sama meningkatnya, dan suara #antung melalui stetoskop (enderung mengeras 3etika tekanan dalam manset turun di ba-ah tekanan minimal gelombang nadi, arteri tetap terbuka terus menerus dan suara yang dipan(arkan men#adi teredam karena darah terus mengalir dan dera#at per(epatan darah oleh gelombang pulsa tiba-tiba dikurangi 'ada masih rendah manset tekanan, suara hilang sama sekali sebagai aliran laminar dan aliran darah men#adi normal kembali (9ushmer, 0:>0) Adapun bunyi yang didengar saat auskultasi pemeriksaan tekanan darah disebut dengan bunyi korotkoff, yakni bunyi yang ditimbulkan karena turbulensi aliran darah yang ditimbulkan karena oklusi parsial dari arteri bra(hialis ?erbagai faktor memepengaruhi denyut nadi dan tekanan darah, seperti halnya aktivitas hormon, rangsang saraf simpatis, #enis kelamin, umur, suhu tubuh, termasuk #uga diantaranya posisi dan aktivitas fisik I.2 Tujuan *engetahui prinsip pengukuran tekannan darah II. METODE KERJA II.1 A a! 0) *e#a periksa @ tempat tidr 2) Stop-at(h 3) Sphygmomanometer a) *anometer air raksa A klep pembuka penutup b) *anset udara () Selang karet d) 'ompa udara dari karet A sekrup pembuka penutup 6) Stetoskop II.2 Ta!a Kerja 'ilih satu rela-an untuk dilakukan pengukuran tekanan darah palpasi dan auskultasi, serta denyut nadi "akukan pengukuran tekanan darah palpasi dan auskultasi, serta denyut nadi sebanyak 3 kali, (ata dan hitung reratanya

'rinsip pengukuran denyut nadi B a) 'embulkuh darah yang digunakan untuk mengukur denyut nadi antara lain adalah arteri radialis, arteri brakhialis, dan arteri karotis b) Analisa yang di(atat terkait dengan pengukuran denyut nadi adalah frekuensi dan kualitas (teratur atau tidak teratur) 'rinsip pengukuran tekanan darah se(ara palpasi B a) 'asang manset di lengan atas (kanan), kurang lebih 2-3 #ari di atas fossa (ubiti b) Cari dan raba arteri radialis () 3un(i dan sekrup pompa tensimeter hingga arteri radialis tidak teraba dan tambahkan 20mm$g d) ?uka skrup perlahan dan perhatikan pada angka berapakah denyut nadi arteri radialis teraba kembali Angka tersebut menun#ukkan tekanan darah sistolik palpasi (tekanan diastoli( tidak dapat ditentukan dengan (ara palpasi) 'rinsip pengukuran tekanan darah se(ara auskultasi B a) 'asang manset di lengan atas kanan, tambahkan 2-3 #ari di atas foss (ubiti b) Cari dan raba arteri brakhialis () 3un(i skrup dan pompa tensimeter hingga arteri brakhialis tidak terapa dan tambahkan 20mm$g d) "etakkan stetoskop di atas arteri brakhialis e) ?uka skrup perlahan dan perhatikan pada angka berapakah terdengar bunyi pertama kali dan pada angka berapakah terdengar bunyi yang terakhir sebelum menghilang Angka tersebut menun#ukkan tekanan darah sistolik dan diastolik III.HA"IL PER#O$AAN
4913,1DS/ D1DE,& DAD/ (F@menit) +5@ menit >0@ menit >0@ menit +),+> @ menit >6@ menit +:@ menit >6@ menit >2,3 @ menit 3,A"/&AS D1DE,& DAD/ (&eratur @ &idak teraturG%"emah @ kuat) &eratur % kuat &eratur % kuat &eratur % kuat &eratur % kuat &eratur % kuat &eratur % kuat &13ADAD S/S&H"/3 palpasi (mmm$g) 000 00> 000 005,+ 000 005 002 00: &13ADA S/S&H"/3 @ D/AS&H"/3 auskultasi (mm$g) 000 @ )0 020 @ )0 005 @ >5 000,+> @ >),3 006 @ >6 000 @ >5 000 @ >5 000,3 @ >6,+>

DA*A

13/ 9ata2 E,S,4 9ata2

I%.PEM$AHA"AN Denyut nadi dan tekanan darah adalah dua dari empat tanda vital ( vital signs), yang dapat memberikan gambaran mengenai kondisi fungsi kiner#a tubuh Dalam hal ini, denyut nadi dan tekanan darah mampu memberikan suatu pandangan mengenai kondisi sistem kardiovaskuler seseorang Dua faktor yang mempengaruhi diantaranya adalah posisi tubuh (posture) dan aktivitas fisik% dimana dengan mempela#ari perubahan kedua faktor tersebut dan akibatnya terhadap denyut nadi dan tekanan darah, maka tingkat kesehatan kardiovaskuler pun dapat diketahui 3ami kembali melakukan praktikum tekanan darah seperti yang sudah kami lakukan pada praktikum ?io*edis dan 4isika *edis $anya sa#a praktikum kali ini difokuskan pada fungsi ker#a #antung dan mengukur apakah #antung beker#a se(ara normal ataukah tidak Disini kami menggunakan 2 orang probandus yang terdiri dari satu laki ! laki dan satu perempuan &u#uan kami disini adalah untuk mengetahui perbedaan besarnya tekana darah antara laki ! laki dan perempuan 4okus utaman kami adalah mengetahui prinsip pengukuran tekanan dara dan denyut nadi 'ada pengukuran frekuensi denyut nadi, 1ki yang ber#enis kelamin perempuan memiliki rata ! rata frekuensi denyut nadi sebesar +),+> @ menit sedangkan Eusuf yang ber#enis kelamin laki ! laki memiliki rata ! rata frekuensi denyut nadi sebesar >2,3 dan keduanya memiliki kualitas nadi yang bagus karena denyut nadinya teratur dan kuat Selan#utnya pada pengukuran tekanan darah se(ara palpasi di dapatkan rata ! rata tekanan darah sistolik yang pada 1ki adalah 005,+ sedangkan pada Eusuf 00: ,ntuk pengukuran tekanan darah se(ara auskultasi rata ! rata tekanan darah sistolik dan diastolik pada 1ki adalah 000,+> @ >),3 sedangkan pada Eusuf adalah 000,3 @ >6,+> %. DI"KU"I PERTANYAAN dan JA&A$AN 0 'ada pembuluh darah apa sa#akah saudara dapat memeriksa denyut nadiI =a-aban B 'emeriksaan denyut nadi nadi dapat dilakukan pada pembuluh darahB a b ( d e Arteri radialis Arteri bra(hialis Arteri (arotis (ommunis Arteri femoralis Arteri dorsalis pedis

f g h i

Arteri popolitea Arteri temporalis Arteri api(al Arteri tibialis posterior Arteri 9adialis &erletak disepan#ang tulang radialis lebih mudah teraba diatas pergelangan

Damun yang sering dilakukan pemeriksaan denyut nadi yaitu pada B

tangan pada sisi ibu #ari, relaif mudah dan sering dipakai se(ara rutin Arteri brakhialis &erletak didalam otot bi(eps dari lengan atau medial dilipatan siku (fossa antekubital) digunakan untuk mengukur tekanan darah dan denyut nadi serta pada kasus (ardia( arrest pada infant 2 Sebutkan perbedaan antara pengukuran tekanan Darah se(ara palpasi dengan (ara auskultasiJ (dari segi B konsep teori ! sarana ! prosedur pengukuran ! hasil)K =a-aban B Palpasi L 3onsep teori pemeriksaan pada arteri radialis deFtra, dimana dengan tekanan parsial dr manset yang diploma, setelah beberapa saat tak akan teraba L Alat =ari //,///,/2 dan sphygmomanometer L 'rosedur a) 'asang manset di lengan atas (kanan), kurang lebih 2-3 #ari di atas fossa (ubiti b) Cari dan raba arteri radialis () 3un(i dan sekrup pompa tensimeter hingga arteri radialis tidak teraba dan tambahkan 20mm$g d) ?uka skrup perlahan dan perhatikan pada angka berapakah denyut nadi arteri radialis teraba kembali Angka tersebut menun#ukkan tekanan darah sistolik palpasi (tekanan diastoli( tidak dapat ditentukan dengan (ara palpasi) 3emudian manset dikempiskan perlahan-lahan $anya dapat mengukur tekanan sistolik

L $asil $anya dapat mengukur tekanan sistolik $asilnya kurang akurat bila dibandingkan dengan pengukuran se(ara auskultasi yaitu lebih rendah Auskultasi L 3onsep teori 'emeriksaan pada arteri bra(hialis, sama dengan palpasi namun pada auskultasi ter#adi 2 denyutan sistolik < Diastoli( atau yang lebih dikenal sebagai 3orotkoff / </2 L Alat Stethos(ope dan Sphygmomanometer L 'rosedur a) 'asang manset di lengan atas kanan, tambahkan 2-3 #ari di atas foss (ubiti b) Cari dan raba arteri brakhialis () 3un(i skrup dan pompa tensimeter hingga arteri brakhialis tidak terapa dan tambahkan 20mm$g d) "etakkan stetoskop di atas arteri brakhialis e) ?uka skrup perlahan dan perhatikan pada angka berapakah terdengar bunyi pertama kali dan pada angka berapakah terdengar bunyi yang terakhir sebelum menghilang Angka tersebut menun#ukkan tekanan darah sistolik dan diastolik L $asil Dapat mengukur tekanan sistolik dan tekanan diastolik dibandingkan pengukuran se(ara palpasi 3 Apakah pemasangan manset yang terlalu longgar atau terlalu ketat dapat mempengaruhi hasil pengukuran tekanan darahI =a-aban B Ea, berpengaruh Cara pemasangannya haruslah tepat yaitu tidak terlalu ketat dan tidak terlalu longgar a Apabila terlalu longgar Apabila manset terlalu longgar, maka darah masih bisa mengalir seperti biasa (sebagian turbulen, sebagian laminer) karena kurang tertekan atau terhambat, bunyi yang terdengar pun lemah Selain itu pula menghasilkan tekanan darah yang lebih tinggi, sehingga tidak diperoleh hasil pengukuran yang $asilnya lebih akurat

valid b Apabila terlalu ketat *anset yang terlalu ketat pada saat pemasangan,akan menyebabkan tekanan yang di berikan pompa sphygnomamometer pada kantong karet tidak maksimal $al ini disebabkan sebelum pemompaan, pengikatan pada lengan sudah ketat dan sudah ada tekanan, #adi bila di beri tambahan udara, tekanannya tidak terlalu maksimal% sehingga menghasilkan tekanan darah men#adi lebih rendah dari seharusnya 6 ?agaimana kesimpulan tekanan darah dan nadi orang (obaI =a-aban B %I.KE"IMPULAN

%II.

KEPU"TAKAAN

?ronMino, =oseph D 2000 !he "iomedical Engineering #and ook, $nd ed C9C 'ress Deakin, CD, "o- =" 2000 A((ura(y of the advan(ed traume life support guidelines for predi(ting systoli( pressure using (arotid, femoral, and radial pulsesB observational study "M%, 320 (>2+2)B +>3-6 Dryden, =ames 2000 Difference et&een Pulse and #eart 'ate diambil dariB N5 http())&&&*livestrong*com)article)+++,$-difference- et&een-pulse-heart April 2000O ;uyton AC, *D, $all =1, 'h d 200+ !ext ook of Medical Physiology ,SAB 1lsevier 3anani, *ayMar, *artin 1lliot 2006 .pplied Surgical Physiology Vivas Cambridge ,niversity 'ress *a(Pilliam, = A 0:33 Postural Effects on #eart-'ate and "lood- Pressure diambil dariB http())ep*physoc*org)content)$,)/)/*a stract N5 April 2000O *i(hael, dkk 200+ 0ecepatan Denyut 1adi Sis&a SM. 0elas 2 *ahatma ;ading S(hool *irkin, ;abe, * D 200) 'ecovery #eart 'ate diambil dariB http())&&&*drmir kin* com)heart)+345*html N+ April 2000O .uan, 3athy 200+ Vital Signs( #o& to !ake a Pulse diambil dariB http())health fieldmedicare*suite/3/*com)article*cfm)vital6signs6ho&6to6take6a6pulse April 2000O N5

9ushmer, 9obert 4 , * D 0:>0 7ardiovascular Dynamics P ? Saunders CompanyB ,SA Saladin, 3en 2003 .natomy 8 Physiology( !he 9nity of :orm and :unction, !hird Edition *(;ra--$ill Sanif, 1dial, dr 200) !es 9ntuk Memelihara 0e ugaran 0ardiovaskuler diam bil dariB http())&&&*jantunghipertensi*com)content)$),),$ N+ April 2000O Stegemann, =urgen 0:)0 Exercise Physiology( Physiologic "ases of ;ork and Sport Eear?ook *edi(al 'ublishers, /n( B "ondon

Anda mungkin juga menyukai