Anda di halaman 1dari 21

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN GANGGUAN PROSES PIKIR: WAHAM

MAKALAH disusun guna memenuhi tugas pemicu mata kuliah Keperawatan Klinik VIII Dosen Pembimbing: Ns. Erti Ikhtiarini Dewi, M.Kep, p.Kep.!

oleh: Kelompok IX Ria Aridya Liar !"a Haidar D'i Pra(i'i Ely Ra"ma(ika N )ra"a*i A*di S ,a*(o Eka De,i Pra(i'i NIM ##$%#&#&#&## NIM ##$%#&#&#&#$ NIM ##$%#&#&#&%+ NIM ##$%#&#&#&-# NIM ##$%#&#&#&-%

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN UNI.ERSITAS /EM0ER $&#1

PRAKATA Pu"i s#ukur ke hadirat $llah sehingga kami dapat wt. atas segala rahmat dan karunia%N#a makalah #ang ber"udul &$suhan

men#elesaikan

Keperawatan Pada Klien Dengan 'angguan Proses Pikir: (aham). Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas pemicu mata kuliah Ilmu Keperawatan Klinik VIII pada Program tudi Ilmu Keperawatan *ni+ersitas !ember. Kami mengucapkan terima kasih kepada dosen pengampu mata kuliah Ilmu Keperawatan Klinik VIII, Ns. Erti Ikhtiarini Dewi, M.Kep, p.Kep.! #ang telah membimbing kami sehingga kami dapat men#elesaikan makalah ini dengan baik. ,erima kasih pula kepada teman%teman #ang secara ikhlas menger"akan tugas ini dengan semangat dan ker"a sama #ang baik. Kami men#adari bahwa makalah ini belum sempurna, maka kami menerima kritik dan saran #ang membangun dari semua pihak demi kesempurnaan makalah ini. !ember, -ebruari ./01 Penulis

ii

DA2TAR ISI Halama* HALAMAN /UDUL 3333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333i PRAKATA33333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333ii DA2TAR ISI 3333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333iii 0A0 I3 PENDAHULUAN33333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333# A3 La(ar 0elaka*)3333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333# 03 T 4 a*333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333# 0A0 II3 TIN/AUAN PUSTAKA33333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333$ A3 De5i*i,i 33333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333$ 03 E(iolo)i 33333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333$ 63 P,ikopa(olo)i 33333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333331 D3 Pe*a(alak,a*aa* kepera'a(a* 33333333333333333333333333333333333333333333333333331 E3 Pe*a(alak,a*aa* Medi, 333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333323 A, "a* Kepera'a(a* 333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333330A0 III3 PENUTUP33333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333#7 A3 Simp la*33333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333#7 03 Sara*333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333#7 DA2TAR PUSTAKA 33333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333#8

iii

0A0 I3 PENDAHULUAN A3 La(ar 0elaka*) Kesehatan "iwa merupakan bagian #ang integral dari kesehatan. Kesehatan "iwa adalah bagian dari kesehatan secara men#eluruh, bukan sekedar terbebas dari gangguan "iwa, tetapi pemenuhan kebutuhan perasaan bahagia, sehat, serta mampu menangani tantangan hidup 2(ah#uni, ./0.3. Kesehatan "iwa saat ini telah men"adi masalah kesehatan global bagi setiap negara termasuk Indonesia. World Health Organization 2(453 memperkirakan tidak kurang dari 16/ "uta penderita gangguan "iwa ditemukan di dunia. 7erdasarkan data studi World Bank di beberapa negara menun"ukkan 8,09 dari kesehatan global mas#arakat 2Global Burden Disease3 disebabkan oleh masalah gangguan kesehatan "iwa 2Mardi#antoro, ./0.3. $da dua "enis gangguan "iwa #ang dapat ditemui di mas#arakat, #aitu gangguan "iwa ringan dan gangguan "iwa berat. 'angguan "iwa ringan contohn#a adalah gangguan mental emosional, sedangkan gangguan "iwa berat salah satun#a adalah ski:o;renia. Pada pasien dengan gangguan "iwa berat sering ditemui dengan waham. 7eberapa bentuk waham #ang spesi;ik seringkali ditemukan pada pasien dengan ski:o;renia. $ri; 2.//<3 mengungkapkan bahwa ==9 pasien #ang dirawat di rumah sakit "iwa adalah pasien dengan diagnosis medis ski:o;renia. 7erdasarkan hal tersebut, penulis ingin membahas lebih lan"ut mengenai asuhan keperawatan klien dengan gangguan proses pikir: waham. 03 T 4 a* ,u"uan dalam penulisan makalah ini berdasarkan latar belakang tersebut #aitu men"elaskan asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan proses pikir: waham sehingga nantin#a dapat di"adikan sebagai bahan re;erensi dalam menangani klien dengan gangguan proses pikir: waham.

0A0 II3 TIN/AUAN PUSTAKA A3 De5i*i,i Menurut beberapa ahli, de;inisi waham adalah sebagai berikut: 0. waham adalah keperca#aan #ang salah, tidak mudah digo#ahkan, di luar sistem keperca#aan sosial dan buda#a normal seorang indi+idu 24ibbert, $llison, .//83> .. delusion 2waham3 ke#akinan atau penilaian #ang salah dan tidak dapat dikoreksi, tidak sesuai dengan ken#ataan dan dengan keperca#aan #ang berlaku dalam lingkungan mas#arakat serta buda#a tempat tinggal indi+idu tersebut 2$nonim3> ?. delusi 2waham3 adalah pendapat #ang salah, tidak sesuai dengan realitas dan tidak dapat dikoreksi. Misaln#a, klien berpendapat dia pusing karena ada dua tikus saling ke"ar dalam otakn#a 2 iman"untak, .//83> 1. delusi atau waham merupakan ide atau keperca#aan palsu #ang dipertahankan seseorang dan tidak dapat dikoreksi dengan akal sehat 2weller, barbara, .//63. 03 E(iolo)i $dapun etiologi waham adalah sebagai berikut. 0. ,eori biologis Penelitian%penelitian telah mengindikasikan bahwa ;aktor%;aktor genetik #ang pasti mungkin terlibat dalam perkembangan suatu kelainan ke"iwaan 24eston , 0==@ > 'ottesman , 0=@8> didalam ,ownsend, 0==83. ,ampak bahwa indi+idu%indi+idu #ang berada dalam resiko tinggi terhadap kalainan ini adalah mereka #ang mempun#ai anggota keluarga dengan kelainan #ang sama 2orang tua, saudara kandung , sanak saudara #ang lain3. ecara relati; ada penelitian baru #ang mengatakan bahwa kelainan ski:o;reina mungkin pada ken#ataann#a merupakan suatu ken#ataan se"ak lahir, ter"adi pada

bagian hipokampus otak. Pengamatan memperlihatkan adan#a suatu &kekacauan& dari sel%sel p#ramidal di dalam otak dari orang%orang #ang menderita ski:o;renia, tetapi sel%sel tersebut pada otak orang%orang #ang tidak mengalami ski:o;renia tampak tersusun rapi 2 cheibel,0==0> di dalam ,ownsend 0==83. ,eori biokimia mengatakan adan#a peningkatan dari dopamine neurotransmitter #ang di perkirakan ge"ala%ge"ala peningkatan akti;itas #ang berlebihan dan pemecahan asosiasi%asosiasi #ang umumn#a di obser+asi pada psikosis 24ollandsworth,0==/>di dalam ,ownsend 0==83. .. ,eori psikososial Teori sistem keluarga Digambarkan perkembangan ski:o;renia sebagai suatu perkembangan dis;ungsi keluarga 27owen, 0=@8> di dalam townsend,0==83. Kon;lik diantara suami%istri mempengaruhi anak , dan menghasilkan keluarga #ang selalu ber;okus pada ansietas. Di masa anak harus meninggalkan ketergantungan pada orang tua dan masuk ke masa dewasa , anak tidak mampu akan memenuhi tugas perkembangan masa dewasan#a ?. ,eori interpersonal 5rang #ang mengalami psikosis akan menghasilkan suatu hubungan orang tua%anak #ang penuh ansietas tinggi 2 illi+an,0=6?> di dalam ,ownsend, 0==83. $nak menerima pesan%pesan #ang membingungkan dan penuh kon;lik dari orang tua dan tidak mampu membentuk rasa perca#a kepada orang lain . 7ila tingkat ansietas #ang tinggi di pertahankan maka konsep diri anak akan mengalami ambi+alen. hubungan #ang intimAakrab. 1. ,eori psikodinamik 4artman 20=<13, di dalam ,ownsend,20==83 menegaskan bahwa psikosis adalah hasil dari suatu ego #sng lemah , perkembangan #ang di hambat oleh suatu hubungan saling mempengaruhi antara orang tua%anak. Karena ego men"adi lemah ,penggunaan mekanisme pertahanan ego pada waktu ansietas uatu kemunduran psikosis memberikan tanda%tanda ansietas dan rasa tidak aman dalam suatu

#ang ekstrim men"adi suatu #ang maladapti+e dan perilakun#a sering kali merupakan penampilan dari segmen BidC dalam kepribadian.

63 P,ikopa(olo)i Wa"am Proses ter"adin#a waham dapat diuraikan sebagai berikut > a. seseorang merasa terancam oleh orang lain atau oleh dirin#a sendiri, mempun#ai pengalaman kecemasan dan timbul perasaan bahwa sesuatu #ang tidak men#enangkan akan ter"adi b. eseorang kemudian berusaha terhadap persepsi diri dan ob#ek realita melalui mani;estasi, lisan terhadap suatu ke"adian a#au suatu keadaan. c. Dilan"utkan dengan mempero#kesikan pikiran dan perasaaan lingkungann#a, sehingga pikiran, perasaan, dan keinginan #ang negati;, dan tidak dapat diterima akan terlihat datangn#a dari dirin#a d. $khirn#a orang tersebut berusahan untuk memberikan alasan atau rasional tentang interpretasi personal 2 diri sendiri 3 terhadap realita kepada diri sendiri dan orang lain D3 Pe*a(alak,a*aa* Medi, Penatalaksanaan waham melalui obat biasan#a dengan $nti Psikotik. !enis% "enis obat antipsikotik menurut Kaplan dan adock 20==8 $:i:ah, ./003 antara lain: a. Dhlorproma:ine, *ntuk mengatasi psikosa, premidikasi dalam anestesi, dan mengurangi ge"ala emesis. *ntuk gangguan "iwa, dosis awal : ?E.6 mg, kemudian dapat ditingkatkan supa#a optimal, dengan dosis tertinggi : 0/// mgAhari secara oral. b. ,ri;luopera:ine, *ntuk terapi gangguan "iwa organik, dan gangguan psikotik menarik diri. Dosis awal : ?E0 mg, dan bertahap dinaikkan sampai 6/ mgAhari.

c.

4aloperidol,

*ntuk

keadaan

ansietas,

ketegangan,

psikosomatik,

psikosis,dan mania. D5 I awal : ?E/,6 mg sampai ? mg. 5bat antipsikotik merupakan obat terpilih #ang mengatasi gangguan waham. Pada kondisi gawat darurat, klien #ang teragitasi parah, harus diberikan obat antipsikotik secara intramuskular. edangkan "ika klien gagal berespon dengan obat pada dosis #ang cukup dalam waktu < minggu, anti psikotik dari kelas lain harus diberikan. Pen#ebab kegagalan pengobatan #ang paling sering adalah ketidakpatuhan klien minum obat. Kondisi ini harus diperhitungkan oleh dokter dan perawat. edangkan terapi #ang berhasil dapat ditandai adan#a suatu pen#esuaian sosial, dan bukan hilangn#a waham pada klien. E3 Pe*a(alak,a*aa* Kepera'a(a* 7erikut ini beberapa contoh pertan#aan #ang dapat digunakan sebagai panduan untuk mengka"i pasien dengan waham: a. b. c. d. e. ;. g. $pakah pasien memiliki pikiranA isi pikir #ang berulang%ulang diungkapkan dan menetapF $pakah pasien takut terhadap ob"ek atau situasi tertentu, atau apakah pasien cemas secara berlebihan tentang tubuh atau kesehatann#a F $pakah pasien pernah merasakan bahwa benda%benda disekitarn#a aneh dan tidak n#ataF $pakah pasien pernah merasakan bahwa ia berada di luar tubuhn#a F $pakah pasien pernah merasa diawasi atau dibicarakn oleh orang lain F $pakah pasien berpikir bahwa berpikir atau tindakann#a dikontrol oleh orang lain atau kekuatan dari luarF $pakah pasien men#atakan bahwa ia memiliki kekuatan ;isik atau kekuatan lainn#a atau #akin bahwa orang lain dapat membaca pikirann#aF 23 A, "a* Kepera'a(a* $dapun asuhan keperawatan (ahan adalah sebagai berikut. Pe*)ka4ia*

<

etiap melakukan pengka"ian, tulis tempat klien dirawat dan tanggal dirawat. Isi pengka"iann#a meliputi: 0. Identi;ikasi klien Perawat #ang merawat klien melakukan perkenalan dan kontrak dengan klien tentang: a. Nama Klien b. Panggilan Klien c. Nama Perawat d. ,u"uan e. (aktu Pertemuan ;. ,opik Pembicaraan .. Keluhan utama A alasan masuk ,an#akan pada keluarga A klien hal #ang men#ebabkan klien dan keluarga datang ke Gumah akit, #ang telah dilakukan keluarga untuk mengatasi masalah dan perkembangan #ang dicapai. ?. Giwa#at Pen#akit ekarang ,an#akan pada klien A keluarga, apakah klien pernah mengalami gangguan "iwa pada masa lalu, pernah melakukan, mengalami, pengania#aan ;isik, seksual, penolakan dari lingkungan, kekerasan dalam keluarga dan tindakan kriminal 1. 7eberapa ;aktor #ang perlu dika"i: a. -aktor predisposisi 03 'enetik : diturunkan .3 Neurobiologis : adan#a gangguan pada konteks pre ;rontal dan konteks limbik ?3 Neurotransmiter : abnormalitas pada dopamin ,serotonin ,dan glutamat. 13 Virus : paparan +irus in;luinsa pada trimester III 63 Psikologi : ibu pencemas ,terlalu melindungi ,a#ah tidak peduli. b. -aktor presipitasi 03 Proses pengolahan in;ormasi #ang berlebihan

.3 Mekanisme penghantaran listrik #ang abnormal ?3 $dan#a ge"ala pemicu 6. Giwa#at Pen#akit Keluarga Dapat dilakukan pengka"ian pada keluarga ;aktor #ang mungkin mengakibatkan ter"adin#a gangguan: a. Psikologis Keluarga, pengasuh dan lingkungan klien sangat mempengaruhi respon psikologis dari klien. b. 7iologis 'angguan perkembangan dan ;ungsi otak atau c. osial 7uda#a eperti kemiskinan, kon;lik sosial buda#a 2peperangan, kerusuhan, kerawanan3, kehidupan #ang terisolasi serta stress #ang menumpuk. <. $spek ;isik A biologis Mengukur dan mengobser+asi tanda%tanda +ital: ,D, nadi, suhu, perna;asan. *kur tinggi badan dan berat badan, kalau perlu ka"i ;ungsi organ kalau ada keluhan. @. $spek psikososial Membuat genogram #ang memuat paling sedikit tiga generasi #ang dapat menggambarkan hubungan klien dan keluarga, masalah #ang terkait dengan komunikasi, pengambilan keputusan dan pola asuh. I. Konsep diri a. Ditra tubuh: mengenai persepsi klien terhadap tubuhn#a, bagian #ang disukai dan tidak disukai. b. Identitas diri: status dan posisi klien sebelum dirawat, kepuasan klien terhadap status dan posisin#a dan kepuasan klien sebagai laki%laki A perempuan. c. Peran: tugas #ang diemban dalam keluarga A kelompok dan mas#arakat dan kemampuan klien dalam melaksanakan tugas tersebut. P, pertumbuhan dan perkembangan indi+idu pada prenatal, neonatus dan anak%anak.

d. Ideal diri: harapan terhadap tubuh, posisi, status, tugas, lingkungan dan pen#akitn#a. e. 4arga diri: hubungan klien dengan orang lain, penilaian dan penghargaan orang lain terhadap dirin#a, biasan#a ter"adi pengungkapan kekecewaan terhadap dirin#a sebagai wu"ud harga diri rendah. ;. 4ubungan sosial dengan orang lain #ang terdekat dalam kehidupan, kelompok #ang diikuti dalam mas#arakat. g. II. piritual, mengenai nilai dan ke#akinan dan kegiatan ibadah. tatus mental Nilai penampilan klien rapi atau tidak, amati pembicaraan klien, akti+itas motorik klien, alam perasaan klien 2sedih, takut, khawatir3, a;ek klien, interaksi selama wawancara, persepsi klien, proses pikir, isi pikir, tingkat kesadaran, memori, tingkat konsentasi dan berhitung, kemampuan penilaian dan da#a tilik diri. III. Kebutuhan persiapan pulang 03 Kemampuan makan klien, klien mampu men#iapkan dan membersihkan alat makan. .3 Klien pakaian. ?3 Mandi klien dengan cara berpakaian, obser+asi kebersihan tubuh klien. 13 Istirahat dan tidur klien, akti+itas di dalam dan di luar rumah. 63 Pantau penggunaan obat dan tan#akan reaksi #ang dirasakan setelah minum obat. IV. Masalah psikososial dan lingkungan Dari data keluarga atau klien mengenai masalah #ang dimiliki klien. V. Pengetahuan mampu 7$7 dan 7$K, menggunakan dan membersihkan (D serta membersihkan dan merapikan

Data didapatkan melalui wawancara dengan klien kemudian tiap bagian #ang dimiliki klien disimpulkan dalam masalah.

0/

8. $spek medik ,erapi #ang diterima oleh klien: ED,, terapi antara lain seperti terapi psikomotor, terapi tingkah laku, terapi keluarga, terapi spiritual, terapi okupasi, terapi lingkungan. Dia)*o,a Keper'a(a* etelah pengka"ian dilakukan dan data sub"ekti; maupun ob"ekti; ditemukan pada pasien, diagnosis keperawatan #ang dapat ditegakkan adalah gangguan proses pikir: (aham 2Keliat, 0==<3. Kemungkinan diagnose keperawatan #ang muncul pada pasien dengan waham #aitu: a. Gesiko Perilaku Kekerasan b. 'angguan Proses Pikir: (aham c. Isolasi sosial d. 'angguan konsep diri : Kehilangan, harga diri rendah Dia)*o,a Medi, $dapun diagnose medis waham adalah ski:o;renia paranoid.

00

REN6ANA TINDAKAN KEPERAWATAN KESEHATAN /IWA KLIEN DENGAN PERU0AHAN PROSES PIKIR: WAHAM 96URIGA: Nama 96 ri)a: R a*) T)l : Dia)*o,a Kepera'a(a* Gisiko mencederai diriA orang lainA lingkungan dengan waham curiga T 4 a* ,*M: Klien dapat berkomunikasi dengan baik dan terarah ,*K 0: Klien dapat membina hubungan saling perca#a dengan perawat Pere*!a*aa* Kri(eria E<al a,i Re*!a*a Ti*daka* Kepera'a(a* U*i( Ke,'a : Ra,io*al : No3 6M D;3 Medi, : : Wa"am

/e*i, Kelami* :

Kriteria E+aluasi a. Ekspresi wa"ah bersahabat b. $da kontak mata c. Mau ber"abat tangan d. Mau men"awab salam e. Klien mau duduk berdampingan ;. Klien mau mengutarakan perasaann#a

0.0 7ina hubungan saling perca#a dengan menggunakan prinsip komunikasi #ang terapeutik: a. apa klien dengan ramah baik +erbal maupun non +erbal. b. Perkenalkan diri dengan sopan.

4ubungan saling perca#a men"adi dasar interaksi selan"utn#a sehingga dapat terbina hubungan saling perca#a dan klien lebih terbuka merasa aman dan

0.

c. ,an#akan nama lengkap dan nama panggilan #ang disukai klien. d. !elaskan tu"uan pertemuan. e. !u"ur dan menepati "an"i. ;. ,un"ukan sikap empati dan menerima klien apa adan#a. g. 7eri perhatian dan perhatikan kebutuhan dasar klien. 0.. !angan membantah dan mendukung waham klien a. Katakan perawat menerima keadaan ke#akinan klien &sa#a menerima ke#akinan anda) b. Katakan perawat tidak mendukung &sukar bagi sa#a untuk dapat

mau berinteraksi.

Meningkatkan orientasi klien pada realita dan meningkatkan rasa perca#a klien pada perawat uasana lingkungan persahabatan #ang mendukung dalam

0?

memperca#ain#a) 0.? Hakinkan klien dalam keadaan aman dan terlindung a. &$nda berada di tempat #ang aman dan terlindung) b. 'unakan keterbukaan dan ke"u"uran, "angan tinggalkan klien sendirian 0.1 5bser+asi apakah waham klien mengganggu akti+itas sehari%hari dan perawatan diri ,*K .: Klien dapat mengidenti;ikasi kemampuan #ang dimiliki. Kriteria E+aluasi a. Klien mampu mempertahankan akti+itas sehari%hari b. Klien dapat mengontrol wahamn#a ..0 7eri pu"ian #ang realistis dan hindarkan memberi penilaian negati;. ... Diskusikan dengan klien kemampuan #ang dimiliki pada waktu lalu dan saat ini #ang realitis. 2hati%hati terlibat diskusi dengan waham ..? ,an#akan apa #ang bisa dilakukan 2kaitkan dengan

komunikasi terapeutik Dengan orientasi ditentukan inter+ensi selan"utn#a Gein;orcement adalah penting untuk meningkatkan kesabaran diri klien Mengetahui pen#ebab curiga dan inter+ensi selan"utn#a Klien terdorong untuk memilih akti+itas seperti sebelumn#a

01

,*K ?: Klien dapat mengidenti;ikasi kebutuhan #ang tidak terpenuhi

Kriteria E+aluasi a. Kebutuhan klien terpenuhi b. Klien dapat melakukan akti+itas secara terarah c. Klien tidak menggunakanAmembicar akan wahamn#a

akti+itas sehari%hari dan perawatan diri3 kemudian an"urkan untuk melakukan saat ini. ..1 "ika klien selalu bicara tentang wahamn#a dengarkan sampai kebutuhan waham tidak ada. Perawat perlu memperhatikan bahwa klien penting ?.0 5bser+asi kebutuhan klien sehari%hari ?.. Diskusikan kebutuhan klien #ang tidak terpenuhi selama di rumah maupun di rumah sakit ?.? 4ubungkan kebutuhan #ang tidak terpenuhi dengan timbuln#a waham ?.1 ,ingkatkan akti+itas #ang dapat memenuhi

Dengan mendengarkan klien akan merasa lebih diperhatikan sehingga klien akan mengungkapkan perasaann#a Dengan obser+asi dapat mengetahui kebutuhan klien Dengan mengetahui kebutuhan #ang tidak terpenuhi maka dapat diketahui kebutuhan #ang kebutuhan #ang diperlukan Mengetahui keterkaitan antara #ang tidak terpenuhi dengan wahamn#a Dengan meningkatkan akti+itas tidak akan

06

,*K 1: Klien dapat berhubungan dengan realitas

Kriteria E+aluasi a. Klien mampu berbicara secara realitas b. Klien mengikuti terapi akti+itas kelompok

,*K 6: Klien dapat dukungan keluarga

Kriteria E+aluasi a. Keluarga dapat membina hubungan saling perca#a dengan perawat b. Keluarga dapat men#ebutkan pengertian, tanda dan tindakan untuk merawat klien dengan

kebutuhan klien dan memerlukan waktu dan tenaga ?.6 $tur situasi agar klien tidak mempun#ai waktu untuk menggunakan wahamn#a 1.0 7erbicara dengan klien dalam konteks realitas 2realitas diri, realitas orang lain, waktu dan tempat3 1.. ertakan klien dalam terapi akti+itas kelompok: orientasi realitas 1.? 7erikan pu"ian pada tiap kegiatan positi; #ang dilakukan klien 6.0 Diskusikan dengan keluarga tentang ge"ala waham, cara merawatn#a, lingkungan keluarga, dan ;ollow up dan obat klien 6.. $n"urkan keluarga

mempun#ai waktu untuk mengikuti wahamn#a Dengan situasi tertentu akan dapat mengontrol wahamn#a Gein;orcement adalah penting untuk meningkatkan kesadaran klien akan realitas Pu"ian dapat memoti+asi klien untuk meningkatkan kegiatan positi;n#a

Perhatian keluarga dan pengertian keluarga akan dapat membantu klien dalam mengendalikan wahamn#a

0<

waham ,*K <: Klien dapat menggunakan obat dengan benar Kriteria E+aluasi a. Klien men#ebutkan man;aat, dosis, e;ek samping obat b. Klien dapat mendemonstrasikan penggunakan obat dengan benar c. Klien dapat memahami akibat berhentin#a obat tanpa konsultasi d. Klien men#ebutkan prinsip lima besar dalam penggunaan obat

melaksanakan dengan bantuan perawat <.0 Diskusikan dengan 5bat dapat klien dan keluarga mengontrol waham tentang obat, dosis, #ang dialami klien. ;rekuensi, e;ek samping obat dan akibat pengehentian obat <.. Diskusikan perasaan klien setelah makan obat <.? 7erikan obat dengan prinsip 6 benar dan obser+asi setelah makan obat

0@

0A0 III3 PENUTUP A3 Simp la* Delusi 2waham3 adalah pendapat #ang salah, tidak sesuai dengan realitas dan tidak dapat dikoreksi 2 iman"untak, .//83. Penatalaksanaan waham melalui obat biasan#a dengan anti%psikotik #aitu Dhlorproma:ine, ,ri;luopera:ine, dan 4aloperidol 2$:i:ah, ./003. Diagnosa keperawatan #ang mungkin muncul pada klien dengan waham #aitu resiko perilaku kekerasan, gangguan proses pikir: waham, isolasi sosial,gangguan konsep diri: kehilangan, dan harga diri rendah 2Keliat, 0==<3. 03 Sara* 0. 7agi Dosen Pembahasan lebih lan"ut mengenai konsep gangguan proses pikir: waham diperlukan untuk menambah pengetahuan mahasiswa sehingga dosen diharapkan dapat selalu mem;asilitasi mahasiswa dalam setiap perkuliahan. Dosen "uga diharapkan dapat men#ampaikan in;ormasi kepada mahasiswa apabila terdapat konsep%konsep baru #ang ditemukan pada asuhan keperawatan klien dengan gangguan proses pikir:waham. .. 7agi Mahasiswa Mahasiswa khususn#a mahasiswa keperawatan hendakn#a membaca literatur lain #ang membahas tentang konsep gangguan proses pikir: waham untuk menambah khasanah pengetahuan tentang konsep gangguan proses pikir: waham. elain itu, mahasiswa "uga diharapkan untuk selalu mencari in;ormasi terkini terkait asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan proses pikir: waham.

08

DA2TAR PUSTAKA $nonim. Leksikon Istilah Kesehatan Jiwa & sikiatrik! $ri;, I. . .//<. "kizo#renia$ %emahami Dinamika Keluarga Ge;ika $ditama. $:i:ah, lilik maCri;atul. ./00. Ke&erawatan Jiwa '(&likasi Hog#akarta: graha ilmu. 4ibbert, $llison, .//8. *u+ukan ,e&at sikiatri! !akarta: E'D. Keliat 7udi $. 0===. roses Ke&erawatan Kesehatan Jiwa. Edisi 0. !akarta: E'D. Mardi#antoro, $ngga. ./0.. (suhan Ke&erawatan Jiwa Dengan Gangguan Konse& Diri $ Harga Diri *endah ada "dr! D Di *uang Kresno ' - ) *umah "akit Jiwa Daerah Dr! (mino Gondhohutomo "emarang. Iaporan Ilmiah. Dipublikasikan. http:AAdigilib.unimus.ac.idAgdl.phpF modJbrowseKopJreadKidJ"tptunimus%gdl%anggamardi%<?@6 L0@ -ebruari ./01M iman"untak, .//8. Konseling Gang Jiwa & Okultisme. !akarta: pt granmedia pustaka utama. ,ownsend M.D. Diagnosa ke&erawatan &ada ke&erawatan &sikiatri. pedoman untuk pembuatan rencana keperawatan. !akarta: E'D. 0==8. (ah#uni, ri. ./0.. (suhan Ke&erawatan Jiwa ada "dr ( Dengan erilaku Kekerasan Di *uang /II 'Graha Hudowo) *"JD Dr! (mino Gondohutomo "emarang. Iaporan Ilmiah. Dipublikasikan. http:AAdigilib.unimus.ac.idA gdl.phpF modJbrowseKopJreadKidJ"tptunimus%gdl%sriwah#uni%606? L0@ -ebruari ./01M. (eller, barbara, .//6. Kamus "aku erawat. !akarta: E'D. asien. 7andung: raktik Klinik)!