Anda di halaman 1dari 24

REFERAT PAP SMEAR

Disusun oleh: Ayu Kusuma Ningrum 030.08.048 Pembimbing: dr. Slamet Zaeny, S .!"

KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN ILMU KEBIDANAN DAN KANDUNGAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BUDHI ASIH 13 JANUARI 22 MARET 2014 FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS TRISAKTI

KATA PENGANTAR

Pu#i dan syu$ur $e ada %uhan &ang 'aha (sa yang telah memberi$an segala ni$mat sehingga enulis da at menyelesai$an tugas )e*erat yang ber#udul + PAP S'(A) , ini. Ada un enulisan re*erat ini dibuat dengan tu#uan untu$ memenuhi salah satu tugas $e aniteraan -lmu Kebidanan dan Kandungan di )umah Sa$it .mum Daerah /udhi Asih eriode 03 1anuari 2 33 'aret 3004

Penulis mengu4a $an terima $asih yang sebesar5besarnya $e ada dr. Slamet Zaeny, S .!" sela$u embimbing yang telah membantu dan memberi$an bimbingan dalam enyusunan re*erat ini. .4a an terima $asih #uga enulis u4a $an $e ada semua iha$ yang turut serta membantu enyusunan re*erat ini yang tida$ mung$in diselesai$an te at 6a$tu #i$a tida$ menda at$an bantuan dari berbagai iha$. Demi$ian $ata engantar ini enulis buat. .ntu$ segala $e$urangan dalam re*erat ini, enulis memohon maa* dan #uga menghara $an $riti$ dan saran yang bersi*at $onstru$ti* bagi erbai$an re*erat ini. %erima$asih.

1a$arta, 7ebruari 3004

BAB I PENDAHULUAN Pemeri$saan sitologi 8agina atau sering disebut Pap Smear test meru a$an salah satu metode diagnosis dini ada $arsinoma ser8isis uteri dan $arsinoma $or oris uteri yang dian#ur$andila$u$an rutin 90,: 2 0 tahun se$ali;. Pada emeri$saan ini bahan diambil dari dinding 8agina atau dari ser8i$s 9endo5 dan e$toser8i$s; dengan s atel Ayre 9dari $ayu atau lasti$;. Sel5sel yang diambil mi$ros$o untu$ melihat ada Pap Smear $emudian di eri$sa diba6ah erubahan5 erubahan yang ter#adi ada

sel.Sitologigine$ologi pap smear adalah ilmu yang mem ela#ari sel5sel yang le as atau deskuamasi dari alat $andungan 6anita, meli uti sel5sel yang le as dari 8agina, ser8i$s, endoser8i$, dan endometrium. Pap Smear meru a$an suatu s$rining untu$ men4ari abnormalitas dari 6anita yang tida$ mem unyai $eluhan sehingga da at mendete$si erubahan sel sebelum ber$embang men#adi $an$er atau $an$er stadium dini. %inda$an ini sangat mudah, 4e at dan tida$ atau relati* $urang rasa nyerinya. Selain menurun$an ang$a $ematian, emeri$saan Pap Smear se4ara rutin da at mem ermudah engobatan, $arena $an$er ser8i$s lebih a6al di$etahui. Di seluruh dunia, di er$ira$an sebanya$ :00.000 $asus baru $an$er ser8i$s dan sebanya$ 3<4.000 orang meninggal a$ibat $an$er ser8i$s tia tahunnya. =al ini men#adi$an $an$er ser8i$s sebagai enyebab $ematian tersering $edua a$ibat $an$er ada 6anita. Namun insiden $an$er ser8i$s telah mengalami enurunan lebih dari :0 > dalam 30 tahun tera$hir, hal ini disebab$an oleh ening$atan s$rining $an$er ser8i$s dengan sitologi ser8i$al. Pada $enyataannya, insiden $an$er ser8i$s di .SA telah ber$urang dari 04,8 $asus er 000.000 6anita ada tahun 0?<: men#adi @,: $asus er 000.000 6anita ada tahun 300@. 'es$i un se4ara global, insidensi dan re8alensi $an$er

ser8i$s telah menurun drastis namun ada negara ber$embang hal tersebut masih tinggi a$ibat $urangnya rogram s$rining, dan di er$ira$an 80> dari seluruh enderita $an$er ser8i$s meninggal ada negara ber$embang.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1Anato ! S"#$!%&

Ser8i$s adalah bagian uterus yang terendah dan menon#ol $e 8agina bagian atas. %erbagi men#adi dua bagian, bagian atas disebut bagian su ra8aginal dan bagian ba6ah disebut bagian 8aginal 9 ortio;. Ser8i$s meru a$an bagian yang ter isah dari badan uterus dan biasanya membentu$ silinder, an#angnya 3,:53 4m, mengarah $e bela$ang ba6ah. /agian luar dari ser8i$s ars 8aginalis disebut e$toser8i$s dan ber6arna merah muda. Di bagian tengah ortio terda at satu lubang yang disebut ostium uteri e$sternum yang berbentu$ bundar ada 6anita yang belum ernah melahir$an dan berbentu$ bulan sabit bagi 6anita yang ernah melahir$an. !stium uteri internum dan ostium uteri e$sternum dihubung$an oleh $analis ser8i$alis yang dila isi oleh e itel endoser8i$s. /iasanya an#ang $analis ser8i$alis adalah 3,: 4m, berbentu$ lon#ong, lebarnya $ira5$ira 8 mm dan mem unyai li atan mu$osa yang meman#ang. Ser8i$s sendiri disusun oleh sedi$it otot olos 9terutama ada endoser8i$s;, #aringan elasti$, dan banya$ #aringan i$at sehingga $analis ser8i$alis mudah dilebar$an dengan dilator. 1i$a ter#adi in*e$si ada $analis ser8i$alis, da at ter#adi erle$atan dan embeng$a$an li atan5li atan mu$osa sehingga s e$ulum endoser8i$s sulit atau un tida$ mung$in dimasu$$an sehingga tida$ da at dila$u$an enilaian $analis ser8i$alis. Pembuluh darah ser8i$s berada ada bagian $anan $irinya. Arteri terutama berasal dari 4abang ser8i$o8aginalis arteri uterina, dari arteri 8aginalis, dan se4ara langsung dari arteri uterina. Ser8i$s diiner8asi oleh susunan sara* otonom bai$ susunan sara* sim atis mau un sara* arasim atis. Susunan sara* sim atis berasal dari daerah %:5A3 yang mengirim$an serat5serat yang bersina s ada satu atau

bebera a le$sus yang terda at ada dinding abdomen bela$ang atau di dalam el8is sehingga yang sam ai di ser8i$s adalah serat ost ganglioni$. Serat arasim atis berasal dari daerah S35S4 dan bersina s dalam le$sus de$at atau dinding uterus. Karena otot lebih banya$ terda at di se$itar ostium uteri internum, ma$a iner8asi di daerah tersebut lebih banya$ dari ada di ostium uteri e$sternum. Sara* sensori$ ser8i$s sangat erat hubungannya dengan sara* otonom dan memasu$i susunan sara* usat melalui daerah tora$olumbal dan daerah sa$ral. Serat5serat dalam stroma terlihat ber#alan se#a#ar dengan serat otot 6alau un u#ung5u#ung sara* sensori$ belum ernah ditemu$an. 1' H!&to(o)! S"#$!%& ( itel Ser8i$s terdiri dari dua ma4am e itel : bagian e$toser8i$s dila isi oleh sel5sel yang sama dengan sel5sel ada 8agina yaitu e itel s$uamosa, ber6arna merah muda dan tam a$ meng$ilat. /agian endoser8i$s atau $analis ser8i$alis dila isi oleh e itel $olumner, yang berbentu$ $olom atau la#ur, tersusun sela is dan terlihat ber6arna $emerahan. /atas $edua e itel tersebut disebut sambungan s$uamo$olumner 9SSK;. Pada masa $ehidu an 6anita ter#adi disebut meta lasia. 'eta alsia ter#adi $arena $eadaan Ph 8agina berada ada = terendah erubahan *isiologi$ ada e itel

ser8i$s dimana e itel $olumnar a$an diganti$an oleh e itel s$uamosa, roses ini = 8agina yang rendah. Pada ada saat ra ubertas dan ra

meno ause. =al ini di$arena$an ada saat tersebut ter#adi ening$atan esterogen. Pening$atan esterogen menyebab$an ening$atan gli$ogen di 8agina yang $emudian diubah oleh ba$teri lactobacillus dderlein. Pada roses meta lasia ter#adi roli*erasi sel5sel 4adangan yang terleta$ di ba6ah sel e itel $olumnar endoser8i$s dan se4ara erlahan5lahan a$an mengalami ematangan men#adi e itel s$uamosa.1ordan mengemu$a$an roses meta lasia sebagai beri$ut:

7ase ertama

Sel 4adangan sub$olumnar ber rolo*erasi men#adi bebera a la is, sel5sel belum berdi*erensiasi dan roses ini biasanya dimulai dari un4a$ #on#ot. 7ase $edua Pembentu$an bebera a la is sel yang belum berdi*erensiasi meluas $e ba6ah dan $e sam ing sehingga men#adi satu. 7ase $etiga Penyatuan bebera a #on#ot men#adi leng$a sehingga dida at$an daerah yang li4in ermu$aannya.

Gambar 1. Anato ! *an H!&to(o)! S"#$!%&

7ase beri$utnya adalah *ase mengalami

ematangan atau maturasi, sel5sel a$an roses meta lasia ini ortio 8aginalis

ematangan dan stroma #on#ot yang terdahulu a$an menghilang,

sehingga terbentu$ e itel s$uamosa meta lasti$ A$ibat

se4ara mor*ogeneti$ terda at dua sambungan s$umo$olumnar. Pertama adalah SSK original dimana e itel s$uamosanya asli yang menutu i bertemu dengan e itel $olumner endoser8i$s. Pertemuan antara $edua e itel berbetas #elas. Kedua adalah SSK *ungsional yang meru a$an ertemuan e itel

s$uamosa meta lasti$ dengan e itel $olumnar. Daerah di antara $edua SSK tersebut disebut daerah trans*ormasi. Pembentu$an daerah trans*ormasi ini sebenarnya tida$ sa#a melalui roses meta lasia, teta i #uga melalui roses embentu$an langsung dari e itel s$uamosa yang berhubungan langsung dengan e itel $olumnar. Pemeri$saan histo atologi, $ol$os$o i, dan mi$ros$o ele$tron menun#u$$an bah6a lidah5lidah e itel a$an s$uamosa asli tumbuh $e ba6ah dan menyusu di antara sel5sel e itel $olumnar. Sel5sel tersebut selan#utnya mengalami maturasi dan se4ara bertaha menganti$an sel5sel e itel $olumnar diantaranya.

2'2' D"+!n!&! Pa, S "a# Pap Smear atau tes Pa adalah suatu roseduruntu$ memeri$sa

$an$er ser8i$s ada 6anita. Pap Smear meli uti engum ulan sel5sel dari leher rahim dan $emudian di eri$sa di ba6ah mi$ros$o untu$ mendete$si lesi $an$er atau ra$an$er. %es Pa meru a$an tes yang aman, murah dan telah di a$ai bertahun5tahun lamanya untu$ mendete$si $elainan5$elainan yang ter#adi ada sel5sel leher rahim. S$rining utama dari $an$er ser8i$s selama @0 tahun tera$hir adalah tes Pa ani4olaou. %es Pa ani4olaou, #uga di$enal sebagai tes Pa atau Pa smear, di$embang$an ada 0?405an oleh "eorgios Pa ani$olaou. Pa smear mengambil nama dari Pa ani$olau, yang meru a$an seorang do$ter yang meneliti,mengumum$an serta mem o uler$an tentang te$ni$ tersebut. /er$as enelitian yang dila$u$an dengan ahli mem unyai dam a$ yang luar biasa ada atologi Dr =erbert %raut engurangan #umlah $ematian

a$ibat $an$er rahim di seluruh dunia.Pada a6alnya dihara $an untu$ mendete$si $an$er leher rahim ada taha a6al, teta i seiring 6a$tu bah$an lesi ra5$an$er #uga da at terdete$si.

2'3' T-.-an *an Man+aat Pa, S "a# %u#uan dan man*aat a smear, yaitu: 0. (8aluasi sitohormonal Penilaian hormonal ada seorang 6anita da at die8aluasi melalui emeri$saan a smear yang bahan emeri$saannya adalah se$ret 8agina yang berasal dari dinding lateral 8agina satu ertiga bagian atas.

3. 'endiagnosis eradangan Peradangan ada 8agina dan a ser8i$s ada umumnya eradangan

da atdidiagnosa dengan

emeri$saan

smear. /ai$

a$utmau un $ronis. Sebagian besar a$an memberi gambaran erubahan sel yang $has ada sediaan a smear sesuai denganorganisme enyebabnya. Balau un ter$adang ada ulaorganisme yang tida$ menimbul$an rea$si yang $has ada sediaan a smear. 3. -denti*i$asi organisme enyebab eradangan Dalam 8agina ditemu$an bebera a ma4am organismeC$uman yangsebagian meru a$an *lora normal 8agina yang berman*aat bagiorgan tersebut. Pada umumnya organisme enyebab eradangan ada 8agina dan ser8i$s sulit diidenti*i$asi dengan erubahan yang ada enyebabnya. 4. 'endiagnosis $elainan ra$an$er 9dis lasia; leher rahim dan$an$er leher rahim dini atau lan#ut 9$arsinomaCin8asi*;. Pa smear aling banya$ di$enal dan diguna$an adalah sebagaialat emeri$saan untu$ mendiagnosis lesi ra$an$er atau $an$erleher rahim. a smear,sehingga berdasar$an ada sel tersebut, da atdi er$ira$an organisme

Pa

smear yang semula dinyata$an hanya sebagai alats$rining dete$si

$an$er mulut rahim, $ini telah dia$ui sebagai alatdiagnosti$ ra$an$er dan $an$er leher rahim yang am uh dengan$ete atan diagnosti$ yang tinggi, yaitu ?@> tera i didiagnosti$sitologi tida$ da at mengganti$an diagnosti$ histo atologi$ sebagaialat diagnosi$ sitologi$an$er emeri$saanhisto atologi emasti diagnosis. =al itu berarti setia leher rahim harus di$on*irmasi rahim, dengan sebelum #aringan bio si leher

dila$u$antinda$an selan#utnya. :. 'emantau hasil tera i 'emantau hasil tera i hormonal, misalnya in*ertilitas

ataugangguan endo$rin. 'emantau hasil tera i radiasi ada $asus$an$er leher rahim yang telah diobati dengan radiasi, memantauadanya $e$ambuhan ada $asus $an$er yang telah dio erasi, memantau hasil tera i lesi ra$an$er atau $an$er leher rahim yangtelah diobati dengan ele$ro$auter $riosurgeri, atau $onisasi. 2'4' In*!%a&! t"& ,a, & "a# %es Pa Smear diindi$asi$an untu$ s$rining lesi $an$er dan lesi ra$an$er dari ser8i$s.Banita yang dian#ur$an untu$ mela$u$an tes a smear biasanya mere$a yang tinggi a$ti*itas se$sualnya. Namun tida$ men#adi $emung$inan #uga 6anita yang tida$ mengalami a$ti8itas se$sualnya memeri$sa$an diri. Abnormal sitologi ser8i$s aling sering ada 6anita muda dan ham ir seluruh $elainan sitologi ada rema#a terselesai$an tan a engobatan. Banita di ba6ah usia 30 tahun terhitung hanya 0,0> yang mengida $an$er ser8i$s dan tida$ ada bu$ti yang $uat bah6a s$rining $an$er ser8i$s ada $elom o$ usia tersebut da at menurun$an insidensi, morbiditas atau mortalitas dari $an$er ser8i$s.'enyadari *a$ta tersebut dan $emung$inan s$rining $an$er ser8i$s menyebab$an e8aluasi tida$ erlu dan ber otensi berbahaya ada 6anita berisi$o sangat rendah untu$ $eganasan, AD!" mere8isi edoman s$rining $an$er

ser8i$s, yaitu dimulai saat usia 30 tahun, tan a mem ertimbang$an ri6ayat se$sual sebelumnya.
Ta/"('1 Sa#0 o+ 2012 S1#""n!n) G-!*"(!n"& +#o t2" A "#!1an 3an1"# So1!"t04 A "#!1an So1!"t0 +o# 3o(,o&1o,0 an* 3"#$!1a( Pat2o(o)04 an* A "#!1an So1!"t0 +o# 3(!n!1a( Pat2o(o)0 Pa#a "t"# A3S R"%o "n*a&! .sia memulai 'ulai s$rining sitologi ada usia 30 tahun, tan a mem ertimbang$an s$rining ri6ayat se$sual sebelumnya. S$rining antara S$rining dengan sitologi sa#a setia 3 tahun. E Pemeri$saan =PF tida$ usia 3023? harus dila$u$an ada $elom o$ umur ini. S$rining antara S$rining dengan $ombinasi sitologi dan emeri$saan =PF setia : usia 305@: tahun 9dian#ur$an; atau sitologi sa#a setia 3 tahun. E S$rining =PF sa#a se4ara umum tida$ dire$omendasi$an.. .sia s$rining berhenti .sia @: tahun, #i$a 6anita memili$i s$rining a6al negati* dan tida$ dinyata$an risi$o tinggi $an$er ser8i$s.

S$rining setelah tida$ diindi$asi$an untu$ 6anita tan a leher rahim dan tan a ri6ayat histere$tomi lesi ra$an$er grade tinggi 9misalnya, D-N3 atau D-N3; dalam 30 tahun tera$hir atau $an$er ser8i$s. Banita yang S$rining dengan re$omendasi yang sama dengan 6anita tan a 8a$sin 8a$sin =PF =PF. Pedoman ini tida$ ditu#u$an ada o ulasi s esial 9 se erti, 6anita dengan ri6ayat $an$er ser8i$s, 6anita yang rahimnya ter a ar dietilstilbestrol, 6anita yang immuno4om romised; yang mung$in membutuh$ans$rining lebih intensi* atau alternati* lain.

2'5' Fa%to#6+a%to# 0an) M" ,"n)a#-2! Pa, S "a# Ada bebera a *a$tor yang mem engaruhi a smear, yaitu : 0. .mur Perubahan sel5sel abnormal ada leher rahim aling sering ditemu$an ada usia 3:5:: tahun dan memili$i resi$o 353 $ali li at untu$ menderita $an$er leher rahim. Sema$in tua umur seseorang a$an mengalami roses $emunduran, sebenarnya roses $emunduran itu tida$ ter#adi ada suatu alat sa#a, teta i ada seluruh organ tubuh. Semua bagian tubuh mengalami $emunduran, sehingga ada usia lebih lama $emung$inan #atuh sa$it.

3. Sosial e$onomi "olongan sosial e$onomi yang rendah sering $ali ter#adi $eganasan ada sel5sel mulut rahim, hal ini $arena $etida$ mam uan mela$u$an a smear se4ara rutin. 3. Paritas Paritas adalah seseorang yang sudah ernah melahir$an bayi yang da at hidu . Paritas dengan #umlah ana$ lebih dari 3 orang atau #ara$ ersalinan terlam au de$at mem unyai resi$o terhada erubahan sel5sel abnormal timbulnya ada leher rahim. 1i$a #umlah ana$

menyebab$an erubahan sel abnormal dari e itel ada mulut rahim yang da at ber$embang ada $eganasan. 4. .sia 6anita saat ni$ah .sia meni$ah G30 tahun mem unyai resi$o lebih besar mengalami erubahan sel5sel mulut rahim. =al ini $arena ada saat usia muda sel5sel rahim masih belum matang, ma$a sel5sel tersebut tida$ rentan terhada Hat5Hat $imia yang diba6a oleh s erma dan segala ma4am erubahanya, #i$a belum matang, bisa sa#a $eti$a ada rangsangan sel yang tumbuh tida$ seimbang dan sel yang mati, sehingga $elebihan sel ini bisa merubah si*at men#adi sel $an$er. 2'7' J"n!&6J"n!& T"&t Pa, S "a#8 Ada 3 4ara emeri$saan Pa Smear: a. Pemeri$saan Sitologi Kon8ensional Keterbatasan emeri$saan Sitologi Kon8ensional : Sam el tida$ memadai $arena sebagian sel tertinggal menggambar$an $ondisi asien sebenarnya Subye$ti* dan ber8ariasi, dimana $ualitas re arat yang dihasil$an ada brus 9si$at untu$ engambilan sam el;, sehingga sam el tida$ re resentati* dan tida$

tergantung ada o erator yang membuat usa an ada $a4a benda

Kemam uan dete$si terbatas 9$arena sebagian sel tida$ terba6a dan re arat yang bertum u$ dan $abur $arena $otoranC*a$tor engganggu;

b. Pemeri$saan Sitologi /erbasis 4airan atau AiIuid 'eru a$an metode baru untu$ mening$at$an $ea$uratan dete$si $elainan sel5 sel leher rahim. Dengan metode ini, sam el 94ara $husus sehingga sel atau *a$tor engambilan sama se erti engambilan untu$ sam el sitologi biasaCPa Smear; dimasu$$an $e dalam 4airan engganggu lainnya da at dieliminasi. ada $a4a Selan#utnya, sam el di roses dengan alat otomatis lalu dile$at$an ahli Patologi Anatomi. Keungulan emeri$saan sitologi berbasis 4airanCAiIuid : a. Sam el memadai $arena ham ir 000 > sel yang terambil dimasu$$an $e dalam 4airan dalam tabung sam el b. Proses terstandardisasi $arena mengguna$an sehingga re arat 9usa an sel rosesor otomatis, ada $a4a benda; re resentati*, dete$si a6al adanya

benda $emudian di6arnai lalu dilihat di ba6ah mi$ros$o oleh seorang do$ter

la isan sel ti is, serta bebas dari $otoranC engganggu 4. 'ening$at$an $emam uanC$ea$uratan $elainan sel leher rahim d. Sam el da at diguna$an untu$ emeri$saan =PF5DNA

Gambar 5. Ga /a#an P" "#!%&aan S!to(o)! Kon$"n&!ona( *an /"#/a&!& 3a!#an

2'9' P"#&!a,an P" "#!%&aan Pa, S "a# a. 'enghindari untu$ ersetubuhan, enggunaan tam on, $e dalam il 8agina, atau un 8agina yang da at mandi berendam dalam bath tub, selama 34 #am sebelum emeri$saan, menghindari J$ontaminasiK menga4au$an hasil emeri$saan. b. %ida$ sedang menstruasi , $arena darah dan sel dari dalam rahim da at mengganggu $ea$uratan hasil a smear.

2':' P#o&"*-# P" "#!%&aan Pa, S "a# Prosedur emeri$saan Pa Smear adalah: 0. Persia an alat5alat yang a$an diguna$an, meli uti s e$ulum bivalve 94o4or bebe$;, s atula Ayre, $a4a ob#e$ yang telah diberi label atau tanda, dan al$ohol ?:>.

3. Pasien berbaring dengan osisi litotomi.

3. Pasang s e$ulum sehingga tam a$ #elas 8agina bagian atas, *orni$s osterior, ser8i$s uterus, dan $analis ser8i$alis.

4. Peri$sa ser8i$s a a$ah normal atau tida$.

:. S atula dengan u#ung ende$ dimasu$$an $e dalam endoser8i$s, dimulai dari arah #am 03 dan di utar 3@0L searah #arum #am.

@. Sediaan yang telah dida at, dioles$an di atas $a4a ob#e$ ada sisi yang telah diberi tanda dengan membentu$ sudut 4:L satu $ali usa an.

<. Delu $an $a4a ob#e$ $e dalam larutan al$ohol ?:> selama 00 menit. 8. Kemudian sediaan dimasu$$an $e dalam 6adah trans or dan di$irim $e ahli atologi anatomi. Pada gambar diba6ah ini, terda at ilustrasi dari emeri$saan Pa Smear.
Ga /a# 1' P#o&"*-# P" "#!%&aan Pap Smear

Sumber: htt :CCemedi4ine.meds4a e.4omCarti4leC0?4<?<?5o8er8ie6

2';' S0a#at P"n)a /!(an Ba2an Penggunaan a smear untu$ mendete$si dan mendiagnosis lesi ra$an$er dan $an$er leher rahim, da at menghasil$an inter retasi sitologi yang a$urat bila memenuhi syarat yaitu: 0. /ahan emeri$saan harus berasal dari orsio leher rahim. 3. Pengambilan a smear da at dila$u$an setia 6a$tu diluar masa haid, yaitu sesudah hari si$lus haid $etu#uh sam ai dengan masa ramenstruasi. 3. A abila $lien mengalami ge#ala erdarahan diluar masa haid dan di4urigai enyebabnya $an$er leher rahim, sediaan a smear harus dibuat saat itu 6alau un ada erdarahan. 4. Pada eradangan berat, engambilan sediaan ditunda sam ai selesai engobatan. :. Klien dian#ur$an untu$ tida$ mela$u$an irigasi 8agina 9 embersihan 8agina dengan Hat lain;, memasu$$an obat melalui 8agina atau mela$u$an hubungan se$s se$urang5$urangnya 34 #am, sebai$nya 48 #am.

@. Klien yang sudah meno ause, a smear da at dila$u$an $a an sa#a.03 2'10' Int"#,#"ta&! Ha&!( Pa, S "a# %erda at banya$ sistem dalam menginter retasi$an hasil emeri$saan Pa Smear, sistem Pa ani4olaou, sistem Cervical Intraepithelial Neoplasma 9D-N;, dan sistem /ethesda. Klasi*i$asi Pa ani4olaou membagi hasil emeri$saan men#adi : $elas, yaitu: 0. Kelas 3. Kelas -3. Kelas --4. Kelas -F :. Kelas F Sistem D-N : tida$ ada sel abnormal. : terda at gambaran sitologi ati i$, namun tida$ ada indi$asi adanya $eganasan. : gambaran sitologi yang di4urigai $eganasan, dis lasia ringan sam ai sedang. : gambaran sitologi di#um ai dis lasia berat. : $eganasan. ertama $ali di ubli$asi$an oleh )i4hart )' tahun 0?<3 di

Ameri$a Seri$at Pada sistem ini, engelom o$an hasil u#i Pa Smear terdiri dari: 0. D-N - meru a$an dis lasia ringan dimana ditemu$an sel neo lasma ada $urang dari se ertiga la isan e itelium. 3. D-N -- meru a$an dis lasia sedang dimana melibat$an dua e itelium. 3. D-N --- meru a$an dis lasia berat atau $arsinoma in situ yang dimana telah melibat$an sam ai $e basement membrane dari e itelium. Klasi*i$asi /ethesda ertama $ali di er$enal$an ada tahun 0?88. Setelah melalui bebera a $ali embaharuan, ma$a saat ini diguna$an $lasi*i$asi /ethesda 3000. Klasi*i$asi /ethesda 3000 adalah sebagai beri$ut : 0. Sel s$uamosa ertiga

a. Atypical Squamous Cell of Undetermined Significance ASC!US" yaitu sel skuamosa atipikal yang tida$ da at ditentu$an se4ara signi*i$an. Sel skuamosa adalah datar, ti is yang membentu$ ermu$aan ser8i$s. b. #o$!grade Squamous Intraephitelial #esion #SI#" , yaitu ting$at rendah berarti erubahan dini dalam u$uran dan bentu$ sel. Aesi menga4u ada daerah #aringan abnormal, intae itel berarti sel abnormal hanya terda at ada ermu$aan la isan sel5sel.

4. %igh!grade Squamosa Intraepithelial

%SI#" berarti bah6a terda at

erubahan yang #elas dalam u$uran dan bentu$ abnormal sel5sel 9prakanker; yang terlihat berbeda dengan sel5sel normal.

d& Squamous Cells Carcinoma

3. Sel glandular a. b. 4. d. Atypical 'landular Cells9A"D;, specify endocervical(endometrial or not other$ise specified 9N!S; Atypical )ndocervical Cells( favor neoplastic( specify endocervical or not other$ise specified 9N!S; )ndocervical AdenocarcinomaIn situ9A-S; Adenocarcinoma&0:

2'11' K"("/!2an Pa, S "a# 8 /isa dila$u$an di berbagai rumah sa$it dan bah$an ada di ting$at Pus$esmas /iaya emeri$saan relati* murah dan ter#ang$au 2'12' K"%-#an)an Pa, S "a# Sam el yang diambil tida$ dari seluruh bagian ser8i$s sehingga ada bagian yang bisa #adi tida$ terdete$si 'ung$in tida$ mem erlihat$an $ondisi sel yang sebenarnya A$urasi antara 80> hingga ?0>

2'13' Ko ,(!%a&! Kom li$asiyang ter#adi #arang, hal ini beru a erdarahanringan danin*e$si.

Pasien harusdiedu$asi tentang$emung$inanber4a$ darah yang $eluar dari 8aginasegerasetelah a smeardila$u$an, $arena hal inidiangga normal.

Ga /a# 2' A(-# ,"nata(a%&anaan 2a&!( ,a, & "a#

BAB III KESIMPULAN

Pa Smear meru a$an suatu metode emeri$saan sel5sel yang diambil dari leher rahim dan $emudian di eri$sa di ba6ah mi$ros$o . Pa Smear meru a$an tes yang aman dan murah dan telah di a$ai bertahun5tahun lamanya untu$ mendete$si $elainan5$elainan yang ter#adi ada sel5sel leher rahim. Pemeri$saan mendiagnosis a smear bertu#uan sebagai e8aluasi sitohormonal, identi*i$asi organisme enyebab eradangan, eradangan,

mendiagnosis $elainan ra$an$er 9dis lasia; leher rahim dan $an$er leher rahim dini atau lan#ut 9$arsinomaCin8asi*; dan memantau hasil tera i. Banita yang dian#ur$an untu$ mela$u$an tes a smear biasanya mere$a yang tinggi a$ti8itas se$sualnya. Namun tida$ men#adi $emung$inan #uga 6anita yang tida$ mengalami a$ti8itas se$sualnya memeri$sa$an diri. Ada bebera a *a$tor yang mem engaruhi a smear, antara lain umur, sosial e$onomi, aritas, dan usia 6anita saat ni$ah. %inda$an pap smear sangat mudah, 4e at dan tida$ atau relati* $urang rasa nyerinya. Dengan dila$u$annya a smear da at menurun$anang$a $ematian a$ibat $an$er ser8i$s $arena tes a smear da at se4ara a$urat mendete$si ?0> dari $an$er ser8i$s, bah$an sebelum ge#alanya mun4ul.

DAFTAR PUSTAKA 0. Pra6irohard#o, S. 300?. -lmu Kebidanan.In* Pemeriksaan 'inekologik& 1a$arta: P% /ina Pusta$a Sar6ono Pra6irohard#o,0@450@:. 3. Pri4e M Bilson. 300@. Pato*isiologi. Konse Klinis Proses5Proses Penya$it. Folume 3. (disi@. 1a$arta: ("D. 3. )ies AA, 'elbert D, Kra 4ho ', Stin4h4omb D", =o6lander N, =orner '1, et al.300?. S))+ cancer statistics revie$. /ethesda 9'D;: National Dan4er -nstitute. 4. ..S. Dan4er Statisti4s Bor$ing "rou . 3000. United States Cancer Statistics* ,---!.//0 Incidence and 1ortality 2eb!based +eport. Atlanta 9"A;: De artment o* =ealth and =uman Ser8i4es, Denters *or Disease Dontrol and Pre8ention, and National Dan4er -nstitute.
5. Cervical cancer( human papillomavirus %P3"( and %P3 vaccines* 4ey points

for policy!makers and health professionals. 30 De4ember 3008. Borld =ealth !rganiHation. @. Diananda, ). 300?. Panduan #engkap 1engenai 4anker. &ogya$arta: 'irHa 'edia Pusta$a.
7. 'ayo

Dlini4.

3000.

9htt :CC666.mayo4lini4.4omChealthC a 5

smearC'&000?0dia$ses 08 1uli 3003;. 8. Kar#ane NB, Dhelmo6 D. Pa Smear. 'eds4a e 'edi4al Ne6sN 3003.

9htt :CCemedi4ine.meds4a e.4omCarti4leC0?4<?<?5o8er8ie6Osho6all dia$ses 08 1uli 3003;.

?. Aestadi, 1ulisar. 300?. Sitologi Pap Smear * Alat Pencegahan 5 6eteksi 6ini 4anker #eher +ahim. 1a$arta : ("D.
10. Cervical Cytology Screening. De4ember 300?. AD!" Pra4ti4e /ulletin.

00. 7itria, A. 300<. Panduan #engkap 4esehatan 2anita. &ogya$arta: "ala -lmu Semesta.

03. Soe ardiman. 3003. Cermin 6unia 4edokteran* Pemeriksaan Pap Smear. 03. 'anuaba, -da Ayu Dhandranita. 1emahami 4esehatan +eproduksi

Perempuan.1a$artaN ("D. 300?. =al. @05@3. 04. )as#idi, -mam. 3008. 1anual Prakanker Serviks. 1a$arta : Sagung Seto.
0:. )omauli, S. dan Findari, A. 3000. 4esehatan +eproduksi. &ogya$arta: Nuha 'edi$.

0@. !4ta8ia, Dhintami. 300?. 'ambaran Pengetahuan Ibu 1engenai Pemeriksaan Pap Smear di 4elurahan Petisah 7engah, S$ri si. 'edan .S.. 0<. 'arIuardt, N., 3003. Der8i4al Neo lasma and Dar4inoma. In* 'arIuardt, N., ed.8bstetrics and 'ynecology, 4th ed. Philadel hia: Ai in4ott Billiams M Bil$ins,:4<5:@:.