Anda di halaman 1dari 3

Santoso et al., Pendugaan Intrusi Air Laut Dengan Menggunakan Metode Geolistri Resistivitas 1D......

"4

PENDUGAAN INTRUSI AIR LAUT DENGAN METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS 1D DI PANTAI PAYANGAN DESA SUMBERE O EMBER
3PR2DI4TI05 06 !2A 7AT2R I5TR8!I05 8!I5G 1D'R2!I!TI9IT: G20L24TRI4 M2T-0D AT PA:A5GA5 40A!TAL 05 !8M;2R2&0 9ILLAG2! &2M;2R<
-eguh Santoso"2, ,urul Priyantari.2, Puguh #iskiawan.2. %urusan 8isika, 8akultas 9atematika dan +lmu Pengetahuan !lam, :ni&ersitas %ember 1:,(%2 %ln. Kalimantan 04, %ember ;<"." 2'"ail3 ra&istra=yahoo.com

Abstrak
Telah dilakukan penelitian di daerah Pa angan Desa !u"#ere$o %a#upaten &e"#er dengan "enggunakan "etode geolistrik resistivitas 1'Di"ensi konfigurasi !(hlu"#erger untuk "engetahui litologi #a)ah per"ukaan terkait adan a pendugaan intrusi air laut di daerah terse#ut. Dala" penelitian ini, setiap lintasan pengukuran "e"pun ai pan$ang *++ ". Data ang dihasilkan #er#entuk nilai resistansi dan digunakan untuk "en(ari nilai resistivitas se"u. Data terse#ut ke"udian diolah dengan "enggunakan !oft)are IPI,)in dan Ro(k)ork untuk "endapatkan pen(itraan atau ga"#aran litologi #atuan #a)ah per"ukaan. Dari hasil inversi "enggunakan !oft)are IPI,)in dan Ro(k)ork terlihat adan a intrusi air laut pada daerah terse#ut. -al terse#ut dapat dilihat dari hasil pengolahan data kee"pat lintasan., pada lintasan 1, lintasan , dan lintasan * dido"inasi oleh #atuan pasir dan kerikil, sehingga pada lintasan ini "udah dite"#us oleh air laut. !edangkan pada lintasan . #erke"ungkinan untuk tidak terte"#us oleh air laut, hal ini dikarenakan pada lintasan ini terdapat lapisan le"pung ang dapat di$adikan su"ur oleh penduduk sete"pat. Kata Kunci: 7eolistrik, *itologi, )esistansi, )esisti&itas Semu, !(lu"#erger.

Abstract
Resear(h has (ondu(ted using geoele(tri( resistivit 1'Di"ensional !(hlu"#erger (onfiguration to deter"ine su#surfa(e litholog predi(tion related to the e/isten(e of sea )ater intrusion in the Pa angan village, !u"#ere$o &e"#er. In this resear(h, ea(h line has a length of *++ " "easure"ent. The result data for" the resistan(e value )os used to find out the apparent resistivit values. The data pro(essed )ith soft)are IPI,)in and ro(k)ork in order to o#tain i"aging the su#surfa(e ro(k litholog . The inversion results using the !oft)are IPI,)in and ro(k)ork (ould #e seen the intrusion of sea )ater in the area. It )ere fro" the results of the four lines. 0n tra(k 1, , and * )ere do"inated # ro(k sand and gravel, so this tra(k )as easil penetrated # sea )ater, )hile on tra(k . # likel not to #e penetrated # sea )ater, (aused that, there are la ers of (la that (an #e used as )ell as the lo(als. Keywords 1 Geoele(tri(, litholog , resistan(e, resistivit pseudo !(hlu"#erger

PENDAHULUAN
Kebutuhan air yang selalu meningkat sering membuat orang lupa bahwa daya dukung alam ada batasnya dalam memenuhi kebutuhan air. Kondisi sistem aquifer di dalam tanah sangat rumit, namun dapat dipelajari dan diprediksi keberadaannya. Pada musim hujan kandungan air pada aquifer meningkat sedangkan pada musim kemarau kandungan air menurun atau tidak ada sama sekali. Dengan demikian kualitas dari air tanah ini harus terjaga supaya tidak terkena pencemaran. Oleh karena itu perlu adanya tindakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Kajian imbangan antara ketersediaan air tanah dan intrusi air laut memberikan gambaran tentang kondisi aquifer, dinamika potensi air tanah dan penyebaran intrusi air laut [4 . Secara prinsip air tanah dari darat mengalir ke laut melalui media aquifer, sedangkan air laut juga meresap ke darat karena tekanan hidrostatika air laut. !da dua sebab utama penerobosan air asin ke aquifer air tawar yaitu akibat aquifer ini berhubungan langsung dengan air tawar dan '()K!*! S!+,S-(K ./"0, + 1"23 "45"6

besarnya penurunan permukaan air harus cukup besar mengakibatkan penerobosan air asin disebut dengan intrusi air laut. Sedangkan bercampurnya air tawar dengan air asin dalam sebuah sumur dapat terjadi akibat tiga hal yaitu dasar sumur terletak di bawah perbatasan antara air asin dan air tawar, permukaan air dalam sumur selama pemompaan menjadi lebih rendah dari permukaan air laut, keseimbangan perbatasan antara air asin dan air tawar tidak dapat dipertahankan [" . #al tersebut kemungkinan dialami di daerah Payangan, karena secara geomor$ologis daerah Payangan Desa Sumberejo Kecamatan !mbulu Kabupaten %ember, diperkirakan air tanah daerah Payangan ini terpengaruh oleh akti&itas laut, bahkan dijumpai air tanah yang payau akibat intrusi air laut. Dalam hal ini terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengetahui potensi air tanah. Salah satunya adalah metode geolistrik yang mempelajari si$at aliran listrik di dalam bumi. Dalam hal pencarian reser&oir air dapat dilakukan suatu studi awal dengan penentuan lapisan batuan yang mengandung air dalam jumlah air

Santoso et al., Pendugaan Intrusi Air Laut Dengan Menggunakan Metode Geolistri Resistivitas 1D...... jenuh. Pada metode ini, masing5masing perlapisan batuan terpresentasikan oleh &ariasi nilai resisti&itas. ,ilai resisti&itas setiap lapisan batuan ditentukan oleh $aktor jenis material penyusunnya, kandungan air dalam batuan dan porositas batuan [0 . Dengan pengukuran menggunakan metode geolistrik kon$igurasi !(hlu"#erger " dimensi diharapkan dapat memberikan in$ormasi apakah daerah Payangan terkena dampak intrusi air laut atau tidak. ,antinya dari litologi yang diketahui dapat dijadikan studi awal sejauh mana daerah Payangan terkena intrusi air laut. Tab!" $. *itologi bawah permukaan lintasan .
@A 1Bm2 >40 "0/0 >//. >44 04;; 46< ..;< >4; "4.. 'atas atas 1m2 'atas bawah 1m2 h 1m2 / ",44 .,0> 4,.> "/,4/ ./,</ 04,;/ ;6,0/ "/. ",44 .,0> 4,.> "/,4/ ./,</ 04,;/ ;6,0/ "/. ">/ ",44 /,6" ",6/ ;,"4 "/,4/ ";,</ 0",4/ 0.,0/ 4<,4/ *itologi Pasir

"<

'atu Pasir 'atu Pasir Kerikil 'atu Pasir !lu&ium 'atu Pasir Kerikil 'atu Pasir

METODE PENELITIAN
Penelitian dilakukan di daerah Payangan Desa Sumberejo Kabupaten %ember menggunakan metode geolistrik resisti&itas " dimensi dengan mengambil 4 lintasan, panjang masing5masing lintasan 0// m dengan kedalaman ">/ m, empat lintasan tersebut nantinya merupakan $aktor penentu dalam pengolahan data untuk mendapatkan hasil pencitraan. Data yang dihasilkan berbentuk nilai resistansi dan digunakan untuk mencari nilai resisti&itas semu dengan mengalikan dengan $aktor geometrinya [. , Dari nilai resisiti&itas semu kemudian diolah menggunakan soft)are IPI,)in, dengan mendapatkan nilai resisti&itas dapat digunakan untuk menjelaskan litologi, kemudian nilai dari pengolahan menggunakan IPI,)in dibuat sebagai masukan pada Ro(k7orks untuk mendapatkan gambaran dengan citra warna dari setiap lapisan yang berbeda jenis dari hasil pengolahan IPI,)in diambil batas atas dan batas bawah dari lapisan batuan dan jenis lapisannya, dimasukkan koordinat lintasan yang sudah di ukur menggunakan GP! . Sehingga nantinya setelah diolah menggunakan soft)are Ro(k)orks akan nampak lapisan ? lapisan di bawah permukaan dengan warna berbeda menurut jenis lapisannya [> .

Tab!" %. *itologi bawah permukaan lintasan 0


@A 1Bm2 4<0,</ .4;,4/ "",06 "/;,0/ 0.; ..,0> .4",;/ 0.,;4 <<,>0 'atas atas 1m2 'atas bawah 1m2 h 1m2 / ",>/ >,4" "6,44 .<,>" 06,"4 >4,"/ 44,40 "/;,0/ ",>/ >,4" "6,44 .<,>" 06,"4 >4,"/ 44,40 "/;,0/ ">/ ",>/ 4,." "0,40 6,/4" "/,;0 "4,6; ./,00 .<,<0 40,.4 *itologi Pasir Kerikil !lu&ium Kerikil Kerikil *empung Kerikil !lu&ium *empung

HASIL PENELITIAN
Dari hasil pengolahan data keempat lintasan didapat tabel litologi lapisan bawah permukaan dengan indikator adanya intrusi air laut ditunjukkan oleh karakter yang dicetak tebal. -abel ",.,0 dan 4 merupakan hasil pengolahan data pada keempat lintasan menggunakan IPI,7in. Tab!" #. *itologi bawah permukaan lintasan "
@A 1Bm2 "0"4 4>6" 6>.,>/ "<.,./ 46;6 "4>,./ 4/66 0.",4/ ""6> 'atas atas 1m2 'atas bawah 1m2 / ",>/ 0,/; ;,4> "0,;" .;,<6 >",44 <.,0. ""6,>/ ",>/ 0,/; ;,4> "0,;" .;,<6 >",44 <.,0. ""6,>/ ">/ h 1m2 ",>/ ",>; 0,06 4,"> "0,.< .4,>> 0/,<< 04,." 0/,4; *itologi 'atu Pasir 'atu Pasir Pasir Kerikil 'atu Pasir Kerikil 'atu Pasir Kerikil 'atu Pasir

Tab!" &' *itologi bawah permukaan lintasan 4


@A 1Bm2 ./.. 4604 >40 4... ";,;/ 0/,4/ ;.; 0.,;4 <<,>0 'atas atas 1m2 'atas bawah 1m2 h 1m2 *itologi

/ ",>/ .,;/ 4,4; ;,6. ..,;/ 06,./ 44,40 "/;,0/

",>/ .,;/ 4,4; ;,6. ..,;/ 06,./ 40,4/ "/;,0/

",>/ ","/ ",<. .,<> ">,4/ ";,;/ 04,>/ .<,<0 40,.4

'atu Pasir 'atu Pasir !lu&ium *empung Pasir !lu&ium Kerikil !lu&ium *empung

">/

#asil dari pengolahan dari ke 4 lintasan menggunakan soft)are Ro(k)orks digambarkan seperti pada 7ambar ". Keterangan setiap lapisan di gambarkan dengan warna yang berbeda5beda, dapat dilihat pada legenda sebelah kiri gambar.

'()K!*! S!+,S-(K ./"0, + 1"23 "45"6

Santoso et al., Pendugaan Intrusi Air Laut Dengan Menggunakan Metode Geolistri Resistivitas 1D......

"6

batuan yang berbeda pula, hal tersebut yang membuat setiap lapisan memiliki tingkat ketahanan yang berbeda5beda untuk menyimpan maupun meloloskan air[> .

KESIMPULAN DAN SARAN


+ntrusi air laut dengan menggunakan metode geolistrik resisti&itas "D di pantai Payangan Desa Sumberejo Kabupaten %ember memperlihatkan adanya intrusi air laut pada daerah tersebut yaitu pada lintasan ", . dan 0 didominasi oleh batuan pasir dan kerikil, sehingga pada lintasan ini mudah ditembus oleh air laut. Sedangkan pada lintasan 4 berkemungkinan untuk tidak tertembus oleh air laut, hal ini dikarenakan pada lintasan ini terdapat lapisan lempung yang dapat dijadikan sumur oleh penduduk setempat. Sebagai pembanding dari hasil penelitian, perlu dilakukan metode lain seperti metode (lektromagnetik 1(92 agar dapat mengetahui susunan batuan bawah permukaan yang lebih baik.

Ga(bar #' Kondisi litologi bawah permukaan daerah payangan desa Sumberejo kabupaten %ember

PEMBAHASAN
Dari hasil pengolahan data dapat dilihat bahwa pada lintasan " litologi batuan bawah permukaan tersusun berupa lapisan batu pasir, kerikil dan pasir, seperti yang terlihat pada -abel ". Dengan litologi seperti itu dapat diasumsikan bahwa pada lintasan " ini kemungkinan dapat terjadi intrusi air laut., kemungkinan terbesar lapisan yang paling mudah tertembus oleh air laut adalah lapisan kerikil yang memiliki porositas 0/ ? 4/C dan permeabelitas 4"// mDhari. Sedangkan jenis lapisan kedua pada lintasan " yang dapat ditembus oleh air laut adalah lapisan pasir, karena pasir memiliki porositas 0>C dan memiliki permabelitas 4" mDhari, pada lintasan" lapisan pasir terdapat pada kadalaman 0,/; m ? ;,4> m dengan ketebalan lapisan 0,06 m. Pada lintasan " jenis lapisan ketiga yang dapat ditembus oleh air laut adalah lapisan batu pasir, karena memiliki porositas">C dan permeabelitas 4,"mDhari. Sedangkan dari hasil pencitraan dari lintasan . dapat dilihat bahwa pada lintasan ini lapisan yang paling mudah ditembus oleh air laut adalah lapisan kerikil yang terdapat pada kedalaman 4,.> m ? "/,4/ m dan lapisan yang kedua terdapat di kedalaman ;6,0/ m ? "/.,// m. Sedangkan pada lintasan . ini litologi batuan bawah permukaannya didominasi oleh batu pasir dan kerikil jadi dapat dikatakan pada lintasan . dapat terkena dampak intrusi air laut. Pada lintasan 0 litologi bawah permukaannya terdiri dari pasir, kerikil, allu&ium dan lempung, namun pada lintasan 0 ini didominasi oleh lapisan kerikil sehingga pada lintasan 0 ini dikatakan terintrusi oleh air laut. Pada lintasan yang ke 4 dari hasil pencitraan dapat diketahui litologi bawah permukaannya tidak terlalu jauh dengan lintasan ketiga yaitu terdiri dari lapisan batu pasir, allu&ium, lempung, pasir dan juga kerikil namun dengan susunan yang berbeda, hasil pencitraan lintasan 4 dapat dilihat pada tabel 4. Pada lintasan 4 ini walaupun terdapat lapisan yang dapat ditembus oleh air laut namun berada di kedalaman yang cukup dalam yaitu 06,./ m ? 6<,// m, sehingga di lintasan 4 ini memungkinkan untuk membuat sumur gali atau sumur bor asalkan tidak melebihi kedalaman 06,./ meter karena pada lintasan 4 pada kedalaman .,;/ m ? 06,./ m merupakan lapisan yang sulit di tembus air laut dimana terdapat lapisan lempung yang memiliki porositas 4> ? >> C dan permeabelitas yang rendah yaitu /,///4 mDhari. *itologi batuan bawah permukaan setiap lintasan menunjukkan lapisan yang berbeda5beda dengan jenis '()K!*! S!+,S-(K ./"0, + 1"23 "45"6

Uca)an T!ri(a Kasi*


Penulis mengucapkan terimakasih kepada Khoiru )oEikin untuk masukan yang diberikan demi kesempurnaan tata tulis dalam karya tulis ini .

Da+tar Pustaka
[" 7 'ear. "666. !ea 7ater Intrusion in 4oastal Aquifers = 4onsepts, Methods and Pra(ti(es, Kluwer !cademi Publishers3 *ondon. 'roto, S dan !$i$ah, ). .//<. Pengolahan Data Geolistrik Dengan Metode !(hlu"#erger. Skripsi 8akultas -eknik :ndip3 Semarang. Kodoatie, )obert %. "66;. Pengantar -idrogeologi. Fogyakarta3 !,D+ o$$set. 9ides, !. .//>. Pendeteksian Intrusi Air Laut Dengan Pengukuran %onduktivitas Listrik Air !u"ur Di %e(a"atan !i#olga %a#upaten Tapanuli Tengah. Skripsi 8akultas 9+P! :ni&ersitas Sumatera :tara3 Sumatera :tara. Santoso, -. ./".. Pendugaan Intrusi Air Laut Dengan Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas 1 Di"ensi di Pantai Pa angan Desa !u"#ere$o %a#upaten &e"#er. Skripsi 8akultas 9+P! :ni&ersitas %ember3 %ember.

[.

[0 [4

[>