Anda di halaman 1dari 11

GAMBARAN UMUM

Pasar Wage adalah salah satu pasar terbesar di Purwokerto. Pasar ini merupakan tujuan dari para pedagang untuk menjual hasil dagangannya, yang berasal dari berbagai daerah di wilayah Purwokerto dan daerah disekitarnya. Pasar merupakan salah satu tempat umum karena pasar merupakan tempat bertemunya masyarakat dari berbagai tempat. Masyarakat yang beragam tersebut mungkin mengidap penyakit atau berjualan barang yang mengandung penyakit terutama penyakit penyakit yang medianya makanan, minuman, udara, dan air. !leh karena itu kebersihan dari pasar harus selalu diperhatikan. "anitasi dan pengolahan sampah pasar adalah salah satu masalah yang harus segera ditanggulangi. Pengolahan sampah dan sanitasi yang buruk tentunya akan berdampak pada kesehatan orang orang yang ada di pasar. Melihat pentingnya hal tersebut, praktikan mengadakan pengukuran kadar hidrogensul#ida $%2"&. %2" merupakan salah satu produk metabolisme tubuh yang diekskresi melalui #aeses dan produk penguraian sampah organik. !leh karena itu, %2" dapat menjadi salah satu indikator yang men'erminkan kualitas kesehatan udara. Pengukuran terhadap kadar %2" dilakukan di tempat penampungan sampah yang kebetulan berada persisi di belakang kamar ke'il $W(&. )eterangan * 3 1. Penampungan sampah 2. W( 3. Pasar 2 1 Jalan Raya

1. +lat dan ,ahan a. +ir sampling pump b. -abung impinger '. )omparator %2" d. .arutan penyerap %2" 2. (ara )erja a. -ambahkan / '' Reagen "ul#ida //20 ke dalam tabung impinger b. %ubungkan tabung impinger dengan pompa sampling udara. Pastikan tabung panjang ter'elup ke larutan '. Pasang #low meter untuk mengumpulkan udara dengan ke'epatan 2,1 .pm selama 31 menit. d. Pada akhir periode sampling, lepaskan hubungan tabung impinger dengan pompa sampling udara. -ambahkan pada tabung impinger 1,2 '' Reagen "ul#ida //2/ dengan menggunakan pipet 1323. e. 3unakan pipet 1323 lainnya untuk menambahkan 1,2 '' Reagen "ul#ida //24, kemudian 'ampur hingga homogen. #. -ambahkan 5 tetes Reagen "ul#ida //26 dan 'ampur sampai homogen. .arutan akan berubah menjadi biru lalu biarkan selama satu menit. g. -ambahkan 1,0 Reagen "ul#ida //31 dengan menggunakan pipet ukur 1312 kemudian 'ampur sampai homogen. h. Pindahkan larutan kedalam tabung reaksi 1231 dan tempatkan pada komparator %2". ,andingkan warna sampel dengan indeks warna standar. (atat indeks yang memberikan warna tepat. i. 3unakan tabel %2" untuk mengubah pemba'aan sampel menjadi konsentrasi %2" $dalam ppm& dan 'atat hasilnya.

Tabel Pembacaan H2S Waktu (menit) $+ 2+ %+ (+ -+ $ +,+( +,+% +,+2 +,+$ +,+$ 2 +,$& +,+) +,+' +,+2 +,+2 % Angka Indeks & +,'' +,2* +,$+,+-' +,+( !m"a#at!# ' ( $,$$ +,'' +,%) +,$+,$2 $,(( +,*% +,'' +,2* +,$) 2,22 $,$$ +,)& +,%) +,2' * 2,)) $,%+,-2 +,&( +,%+

+,2* +,$& +,++,+' +,+%

HASI. /AN P0MBAHASAN

%asil yang didapat setelah udara di lokasi pengumpulan sampah pasar Wage diukur selama 31 menit menunjukkan warna pada angka 3, yaitu bila diba'a pada tabel adalah 1,16 ppm yang menunjukan bahwa kadar %2" pada tempat tersebut telah melebihi +mbang ,atas 7ormal $+,7& yang telah ditentukan menurut .a Motte yaitu 1,13 ppm831 menit. %idrogen sul#ida adalah senyawa dari 2 unsur 9at kimia yaitu gas hidrogen dan belerang yang kadang kala kita sebut juga hidrogen sul#ur. % 2" adalah merupakan suatu gas bera'un yang mudah menyala dan tidak berwarna serta larut dalam air. :alam kosentrasi2 agak tinggi dapat menyebabkan se'ara 'epat orang jadi pingsan bila men'ium baunya. ;ntuk itu sangatlah penting bagi karyawan M<3+" mengetahui bahayanya yang terjadi dan bagaimana tindakan2 pen'egahan yang benar untuk menghindari akibat akibatnya. ,iasanya <ndustri industri besar akan mempunyai limbah % 2" dan ditempat kita kerja disini juga terdapat hydrogen sul#ida terutama pada air limbah dan gas hydro'arbon diarea +P< separator dan W=M(! depurator. %2" yang sangat rendah kosentrasinya dapat diketahui karena baunya yang sangat menusuk seperti telur busuk,tetapi hal ini hanya berlaku jika gas tersebut dijumpai untuk pertama kalinya kita 'ium. Pada kosentrasi yang lebih tinggi mempunyai bau rasa agak manis dan segera dapat melumpuhkan sara# pen'iuman sehingga gas %2" ini tidak dapat diketahui berdasarkan pen'iuman. +kibat akibat yang ditimbulkan %2" bila kita kera'unan atau terpapar sangat berbeda sesuai dengan kosentrasi yang dijumpai Pada kosentrasi rendah menyebabkan iritasi pada saluran perna#asan,selaput selaput lendir dan kornea mata dan pada kosentrasi tinggi mempunyai akibat atas sistim,kematian akan sama 'epat dengan kera'unan oleh sianida. "i#at si#at #isik dari %2". ,erat molekul * 35.14, ,oiling point * 01.1 (, "pe'i#i' gra>ity * 1.162. .arut dalam air, sangat mudah terbakar $#lammble&,tidak berwarna dan batas$7+,& * 11 ppm. k!sent#asi da#i H1d#!gen Sul2ida(H2S) mempunyai nilai ambang

7ilai ambang batas$7+,& adalah 11 ppm dan kita bekerja tanpa PP= selama 4 jam terus menerus.Pada 21 ppm kita harus memakai PP= karena dapat memedihkan mata dan kerongkongan terasa kering. Pada 21 ppm dapat menyebabkan iritasi pada mata,saluran perna#asan dan 111 ppm mematikan daya 'ium dalam waktu 3 12 menit serta dapat membakar mata serta saluran perna#asan. Pada 211 ppm mematikan 'epat daya 'ium, 211 ppm kehilangan daya pikir dan keseimbangan, segera diberikan perna#asan buatan. /11 1111 ppm jatuh pingsan dan perna#asan akan berhenti serta kematian akan menyusul jika tidak segera diselamatkan. 02ek dan Pencega3an4 Menyediakan alat keselamatan PP= yang baik dan benar dimana kemungkinan tempat kerja mempunyai indikasi gas %2". +pabila sudah diketahui se'ara pasti melalui test laboratory dll ada %2" maka kita harus memakai alat PP=. <?.Pertolongan pertama untuk korban kera'unan %2". +pabila kita mempunyai korban kera'unan %2" segera kita pindahkan korban ketempat yang mempunyai udaranya segar$tidak ter'emar& dan lakukan perna#asan buatan. "etelah sadar dari pingsan segera dibawah kerumah sakit atau klinik yang terdekat supaya mendapatpertolongan dari dokter atau medis. $<<:M, 211/& -empat Pembuangan "ampah +khir $-P+& bila tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan pen'emaran udara, air dan tanah serta dapat merupakan tempat perindukan >ektor penyakit. "alah satu hasil pembusukan sampah ialah hidrogen sul#ida. )adar gas hidrogen sul#ida di -P+ dapat men'apai 5,1 ppm, sedangkan nilai ambang batas $7+,& gas hidrogen sul#ida di udara ialah 1,1112 s8d 1,3 ppm. )adar hidrogen sul#ida dalam udara yang melebihi 7+, dapat menyebabkan gangguan kesehatan masyarakat terpapar. 3as hidrogen sul#ida dapat menimbulkan kera'unan dengan gejala dari yang paling ringan sampai yang paling berat. 3ejala gejala kera'unan tersebut berupa neurastenia, otoneurologik, keratokonjungti>itis, oedema paru sampai pingsan dan kemati an. )era'unan %2" yang akut terjadi bila kadar hidrogen sul#ida dalam udara lebih dari 1511 mg8m3 atau 1111 ppm, kera'unan subakut bila terpapar hidrogen sul#ida dengan konsentrasi 1511511 mg8m3 $111 1111 ppm& selama beberapa jam, sedang kera'unan khronik terjadi bila kadar hidrogen sul#ida dalam udara berkisar antara /1 151 mg8m@ dengan gejala gejala antara lain susah tidur, mual mual, tidak na#su makan.

Pembuangan sampah akhir di -P+ yang dilakukan se'ara terbuka 8$open dumping& diperkirakan kadar hidrogen sul#ida di -P+ tersebut telah melebihi 7+,. !leh sebab itu perlu dilakukan penelitian tingkat kera'unan hidrogen sul#ida pada para pemulung dan petugas pengangkut sampah yang memiliki risiko tinggi terpapar pen'emaran % 2 " tersebut. -ujuan umum penelitian untuk mengetahui dampak negati# -P+ terhadap kesehatan penduduk. -ujuan khusus penelitian untuk mengetahui tingkat kera'unan hidrogen sul#ida pada pe mulung dan petugas pengangkut sampah. 3ejala gejala klinis kera'unan hidrogen sul#ida yakni edema paru paru, kelainan jantung, pembesaran hati, pembesaran limpa, sakit kepala, sesak na#as, batuk batuk, iritasi mata, radang maw, sakit tenggorokan, kurang na#su makan, muntah muntah dan mual mual. $(ermin :unia )edokteran 7o. 45, 1663 8 854&. %asil pemeriksaan #isik meliputi kelainan paru paru, jantung, hati, limpa dan kulit disajikan dalam tabel $ Tabel $4 Hasil Peme#iksaan 6#gan7bagian tubu3 1ang di"e#iksa Pemulung (n 8 %+) ese3atan menu#ut Petugas Pengangkut Sam"a3 el!m"!k Peke#5a4 P!"ulasi te#"a"a# H2S (n 8 ($) P!"ulasi !nt#!l (n 8 '2) A 12,3 1,1 1,1 1,1 6,0

(n 8 %$) N 9 : n A B n A B n Paru paru 1 3,3 1,/ 5 12,6 1,1 2 4,2 1,4 4 Jantung 1 3,3 1,1 1 1 1 1,0 1,1 1 %ati 1 1,1 1 1 1 1,1 1 .impa 1 1,1 1 1 1 1,1 1 )ulit / 23,3 1,/0 0 16,5 1,4/ 13 21,3 2,1/ 2 Data Pusat Penelitian Ekologi Kesehatan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan RI, Jakarta.

"elanjutnya dapat diketahui bahwa ada hubungan antara responden terpapar dengan keluhan keluhan sakit kepala, sesak na#as, iritasi mata, radang mata, kurang na#su makan dan mual mual. )eluhan keluhan tersebut merupakan gejala gejala kera'unan hidrogen sul#ida dalam tingkat khronis. :an hasil pemeriksaan #isik oleh dokter umum dan dokter ahli paru tidak ditemukan gangguan otoneurologik, neurastenik, keratokon junkti>itis

maupun edema paru paru sebagai gejala gejala kera'unan hidrogen sul#ida dalam tingkat khronis, sub akut maupun akut :itinjau menurut kelompok kerja, pada para pemulung tidak ada hubungan gejala gejala sakit kepala, sesak na#as dan na#su makan kurang dengan paparan %2" $B2 masing masing 2,23C 1,/1C 2,54&, sedangkan untuk petugas pengangkut sampah jelas terlihat ada hubungan $B2 masing masing 0,61C 2,0/C 13,45&. %al tersebut diperkirakan oleh sebab lamanya terpapar %2" atau lamanya bekerja dengan risiko terpapar. :an 31 pemulung yang diwawan'arai, 12 orang menyatakan bekerja sebagai pemulung kurang dari 1 tahun $rata rata 14 bulan&, sedang petugas pengangkut sampah seluruhnya telah bekerja lebih dari 2 tahun $rata rata 12,0 tahun&. ;paya pen'egahan kera'unan hidrogen sul#ida bagi petugas pengangkut sampah lebih baik $01,3A selalu menggunakan masker& dibandingkan upaya yang dilakukan oleh pemulung $12,6A&. 7amun demikian gejala gejala kera'unan khronis yang dikeluhkan petugas pengangkut sampah lebih banyak dibandingkan dengan yang dikeluhkan oleh pemulung. :ari data ini dapat disimpulkan bahwa upaya penggunaan masker, belum dapat men'egah paparan %2". %al ini dimungkinkan karena kualitas masker yang digunakan tidak sesuai untuk tujuan tersebut, yang biasanya hanya berupa kain penutup hidung8mulut. :alam penelitian ini data mengenai penggunaan masker tidak dikumpulkan se'ara rin'i. ;ji 'oba keluhan keluhan ini dihubungkan dengan paparan % 2" masih banyak mengandung kelemahan, karena antara lain gejala gejala tersebut di alas bukan merupakan gejala khusus kera'unan %2", adanya perbedaan kondisi antara penduduk terpapar dan kontrol serta perbedaan kebiasaan hidup mereka.

"elain %2", agen agen lain yang dapat menyebabkan timbulnya gangguan kesehatan adalah klorin dari akti>itas pengepelan lantai W( dengan bahan berklorin. pen'u'ian piring, gelas, dan barang lainnya. )lorin yang menguap ke udara masuk ke tubuh melalui inhalasi dan menuju jaringan paru paru. :i jaringan paru paru klorin bereaksi dengan ion hidrogen membentuk asam klorida yang bersi#at korosi#.

Pada kadar 15,1 21,1 ppm $selama 31 01 menit& dapat menyebabkan penyakit paru paru $pulmonari oedema&, em#isema dan radang paru paru. Pada kadar 3,1 0,1 ppm dapat menyebabkan iritasi mata. -indakan pen'egahan yang dapat dilakukan adalah Pemakaian sarung tangan, sepatu boot bagi petugas kebersihan, jika memungkinkan diusahakan untuk memakai masker dan tidak menggunakan bahan klorin. .okasi pasar yang terletak dipinggir jalan memperbesar keterpaparan para penjual dan pembeli terhadap gas gas berbahaya yang dihasilkan dari asap kendaraan apalagi ruangan pasar yang memiliki >entilasi terbatas. =misi kendaraan yang berbahaya diantaranya adalah (!, "! 2, dan oksida nitrogen. a. (! (! masuk ke tubuh melalui inhalasi. "tandar kesehatan 11 mg8m 3 $6 ppm&. Metabolisme (! di dalam tubuh * (! inhalasial>eolimenggeser !2 dalam pengikatan dengan %b. )era'uan (! ditandai dengan timbulnya gejala gejala seperti sakit kepala, kurang dapat memperhatikan keadaan sekitarnya, gangguan mental $mental dullness&, pusing, lemah, mual, muntah,kehilangan kontrol otot, diikuti dengan penurunan denyut nadi dan #rekuensi pernapasan, kelainan #ungsi susunan syara# pusat, perubahan #ungsi paru paru dan jantung, terjadi rasa sesak napas, pingsan pada 221 ppm, dan bahkan meninggal pada kadar /21 ppm. b. "!2 "!2 masuk ke tubuh melalui inhalasi. "tandar kesehatan 41 ug8m3 $1.13 ppm&. Metabolisme (! di dalam tubuh * "!2 inhalasi diserap oleh selaput lendir saluran pernapasan atas. ,ila terpapar "!2 dalam kadar tinggi dapat terjadi produksi lendir di saluran pernapasan bagian atas, terjadi reaksi peradangan yang hebat pada selaput lendir yang disertai dengan paralysis 'ilia, dan perusakan $desDuamasi& lapisan epithelium, bila kadar "!2 rendah tetapi terjadi pemaparan berulang kali maka, iritasi selaput lendir yang berulang ulang dapat menyebabkan terjadinya hyperplasia dan metaplasma sel

sel epitel. -erjadi pula pembengkakan membrane mukosa dan pembentukan mukosa akan meningkatkan hambatan aliran udara pada saluran pernapasan. '. !ksida nitrogen !ksida nitrogen masuk ke tubuh melalui inhalasi. "tandar kesehatan 111 pg8m3 $1.12 ppm&. =#ek yang terjadi tergantung pada dosis serta lamanya pemaparan yang diterima seseorang. )onsentrasi 7!2 yang berkisar antara 21 111 ppm dapat menyebabkan peradangan paru paru bila orang terpapar selama beberapa menit saja. Pada #ase ini orang masih dapat sembuh kembali dalam waktu 0 4 minggu. )onsentrasi 121 211 ppm dapat menyebabkan pemampatan bron'hioli dan disebut Ebron'hiolitis #ibrosis obliteransF. !rang dapat meninggal dalam waktu 3 2 minggu setelah pemaparan. )onsentrasi lebih dari 211 ppm dapat mematikan dalam waktu 2 11 hari. %al yang dapat dilakukan untuk mengurangi keterpaparan dengan emisi kendaraan diantaranya adalah Pengujian rutin mengenai emisi kendaraan bermotor, pengendara kendaraan bermotor harus ditingkatkan kesadarannya mengenai akibat buruk dari emisi kendaraan bermotor, dan tidak memperbolehkan motor untuk masuk ke dalam Pasar Wage, motor 'ukup berada di luar pasar, agar tidak mengganggu akti>itas jual beli dan barang dagangan pun tidak terkontaminasi oleh emisi kendaraan bermotor.

0SIMPU.AN /AN SARAN Meskipun menurut hasil pemeriksaan #isik kesehatan para pemulung dan petugas pengangkut sampah tidak menunjukkan gejala gejala kera'unan hidrogen sul#ida, baik dalam tingkat kronis, sub akut maupun akut, namun berdasarkan keluhan keluhan yang

dirasakan ada indikasi terjadinya kera'unan ringan atau dalam tingkat kronis. %al ini didukung oleh hasil obser>asi tempat pembuangan akhir sampah, yang memungkinkan pen'emaran udara oleh %2" dari hasil pembusukan sampah. Perlu pembinaan yang lebih baik dalam pelaksanaan pemulungan dan pengangkutan sampah ke -P+, khususnya mengenai )esehatan )erja. Penggunaan alat alat pelindung kerja perlu ditingkatkan, baik dalam kuantitas maupun kualitas. Pemeriksaan kesehatan para pengangkut sampah perlu die>aluasi se'ara periodik guna mengetahui gejala gejala kera'unan se'ara dini.

0PUSTA AAN Mardiyanto. 1640. Pengaruh Konsentrasi Amoniak dan Hidrogen Sul ida dari tempat Buangan Akhir Sampah terhadap Kualitas udara, +P)-" Gogyakarta, World %ealth !rgani9ation. =n>ironmental %ealth (riteria 7o. 16, W%! 3ene>a, 1641.