Anda di halaman 1dari 16

Politeknik Negeri Sriwijaya

VISKOSITAS LARUTAN
I. TUJUAN PERCOBAAN
Menentukan angka kekentalan dinamik dan kinematik (viskositas suatu zat cair dengan menggunakan viskometer). Menggunakan alat penentuan viskositas (viskometer) dengan baik dan benar.

II.

ALAT DAN BAHAN


II.1. Alat yang Digunakan Alat viskometer ola dengan berbagai macam diameter Stopwatc! "angka sorong #ermometer $elas kimia

II.2. Ba an yang Digunakan Para%in &s atu

III. !OTO ALAT "TERLA#PIR$ IV. DASAR TEORI


'iskositas adala! ukuran yang menyatakan kekentalan suatu cairan atau %luida. (ekentalan merupakan si%at cairan yang ber!ubungan erat dengan !ambatan untuk mengalir. (ekentalan ini dipengaru!i ole! ko!esi antara zat cair. ($arda)pengeta!uan.blogspot.com*+,--*,-*pengertianviskositas.!tml)
[#eknik (imia Prodi #eknik &nergi . /nstrumentasi dan Pengukuran] Page 1

Politeknik Negeri Sriwijaya

0aktor 1 %aktor yang mempengaru!i viskositas adala! sebagai berikut (2ird -345) 6 a. T%kanan 'iskositas cairan akan naik seiring dengan naiknya tekanan7 sedangkan viskositas gas tidak dipengaru!i ole! tekanan. &. T%'(%)atu) 'iskositas akan turun dengan naiknya su!u7 sedangkan viskositas gas akan naik dengan naiknya su!u. Pemanasan zat cair menyebabkan molekul 1 molekulnya memperole! energi. Molekul 1 molekul cairan bergerak se!ingga gaya interaksi antar molekul melema!7 dengan demikian viskositas cairan akan turun dengan naiknya temperatur. *. K% a+i)an ,at Lain Penamba!an gula tebu meningkatkan viskositas air. Adanya ba!an tamba!an seperti ba!an suspensi menaikkan viskositas air. Pada minyak ataupun gliserin adanya penamba!an air akan menyebabkan viskositas akan turun karena gliserin ataupun minyak akan semakin encer. +. Uku)an +an B%)at #-l%kul 'iskositas akan naik dengan naiknya berat molekul. Misalnya laju aliran alko!ol cepat7 aliran minyak laju alirnya lambat dan kekentalan tinggi serta laju aliran lambat se!ingga viskositas tinggi. %. Ikatan Semakin banyak ikatan rangkap semakin besar viskositas. 2engan adanya ikatan !idrogen maka viskositas akan naik. (8edi 8astiawan.wordpress.com*kimia)%isika*viskositas)

[#eknik (imia Prodi #eknik &nergi . /nstrumentasi dan Pengukuran]

Page 2

Politeknik Negeri Sriwijaya


'iskositas dapat diukur dengan menggunakan laju aliran yang melalui tabung berbentuk silinder. 9ara ini merupakan sala! satu cara yang muda! dan dapat digunakan untuk cairan maupun gas. Menurut !ukum Polsuille7 jumla! cairan yang mengalir melalui pipa persatuan waktu mempunyai persamaan 6

2imana 6 v : volume total cairan t : waktu P : tekanan r : jari 1 jari ; : panjang pipa < : viskositas cairan Persamaan diatas juga berlaku untuk %luida gas. Ada beberapa viskometer yang sering digunakan untuk menentukan viskositas suatu %luida7 yaitu6 -. +. >. 'iskometer =swald 6 untuk menentukan laju alir kapiler. 'iskometer 8oppler 6 untuk menentukan laju beda dalam cairan. 'iskometer Silinder Putar 6 untuk menentukan satu dari dua silinder yang konsentris pada su!u atau putaran sudut tertentu. Vi.k-'%t%) O./al+ Pada viskometer oswald yang diukur adala! waktu yang dibutu!kan ole! sejumla! cairan tertentu untuk mengalir melalui pipa kapiler dengan gaya yang disebabkan ole! berat benda itu sendiri. Pengukuran viskositas ini menggunakan pembanding air7 !al ini dimaksudkan untuk mengurangi kesala!an pengukuran nilai. 'iskositas cairan menggunakan viskometer oswald dapat ditentukan dengan persamaan6
[#eknik (imia Prodi #eknik &nergi . /nstrumentasi dan Pengukuran] Page 3

Politeknik Negeri Sriwijaya

7 se!ingga didapat bila menggunakan viskositas air adala! 6

Vi.k-'%t%) H-((l%) Pada 'iskometer 8oppler yang diukur adala! waktu yang dibutu!kan ole! sebua! bola untuk melewati cairan pada jarak dan tinggi tertentu7 karena adanya gaya gravitasi benda yang jatu! melalui medium yang berviskositas dengan kecepatan yang semakin besar melalui kecepatan maksimum. (ecepatan maksimum dapat dicapai bila gaya gravitasi sama dengan gaya ta!an medium (%). esarnya gaya ta!an (%riksi) untuk benda yang berbentuk bola ole! Stokes dirumuskan 6

2imana 6 % : %riksi < : viskositas r : jari 1 jari v : kecepatan

[#eknik (imia Prodi #eknik &nergi . /nstrumentasi dan Pengukuran]

Page 4

Politeknik Negeri Sriwijaya

(m 1 mo) g

Pada kesetimbangan gaya kebawa! adala! (m 1 mo) g. Se!ingga 6 ? @ < r v : (m 1 mo) g Atau

2imana 6 m : massa bola logam mo : massa cairan yang dipinda!kan g : gravitasi

[#eknik (imia Prodi #eknik &nergi . /nstrumentasi dan Pengukuran]

Page 5

Politeknik Negeri Sriwijaya


N-. B-la 1 2 1 2 3 4 4 4.1 4.2 D%n.ita. "g) 0 *'1$ +7+ +7+ 47474747+7+ +7+ +7+ Dia'%t%) "''$ -A74- B ,7,->7> B ,7,A -A7? B ,7,A -A7+ B -C7, B ,7A --7, B -A73- B ,7,+ -A7+, -C7C, K " '(a . *'1 0 g) .$ ,7,,5 ,743 ,7,3 ,75 5 >A ) ,7C >7A C( "'(a .$ ,7A 1 -, 3 1 -,, C, 1 5,, -A, ) A,,, -A,, ) A,,,, D 5A,, $as +, 1 +,, -A, ) -A,,

Ba an B-la $elas Silika $elas Silika Alloy Nikel Alloy Nikel Alloy Nikel Alloy Nikel $elas Silika $elas Silika $elas Silika oron oron esi esi esi esi oron oron oron

Per!itungan viskositas dinamik dalam satuan mPa.s digunakan rumus6

2imana 6 k : konstanta bola (mPa.s cm> * gr s) P- : densitas bola (gr * cm>) P+ : densitas sampel (gr * cm>) t : waktu #an5aat (%nguku)an 6i.k-.ita. (a+a in+u.t)i 'iskositas digunakan sebagai parameter dari produk yang di produksi industri tersebut. 9onto!nya 6 =li 9onto! aplikasi dari viskositas adala! pelumas mesin. Pelumas mesin ini biasanya kita kenal dengan nama oli. =li merupakan ba!an penting bagi
[#eknik (imia Prodi #eknik &nergi . /nstrumentasi dan Pengukuran] Page 6

Politeknik Negeri Sriwijaya


kendaraan bermotor. =li yang dibutu!kan tiap)tiap tipe mesin kendaraan berbeda)beda karena setiap tipe mesin kendaraan membutu!kan kekentalan yang berbeda)beda. (ekentalan ini adala! bagian yang sangat penting sekali karena berkaitan dengan ketebalan oli atau seberapa besar resistensinya untuk mengalir. Se!ingga sebelum menggunakan oli merek tertentu !arus diper!atikan terlebi! da!ulu koe%isien kekentalan oli sesuai atau tidak dengan tipe mesin. Memili! dan menggunakan oli yang baik dan benar untuk kendaraan bermotor merupakan langka! tepat untuk merawat mesin dan peralatan kendaraan agar tidak cepat rusak dan mencega! pemborosan. Masyarakat umum beranggapan ba!wa %ungsi utama oli !anyala! sebagai pelumas mesin. Pada!al oli memiliki %ungsi lain7 yakni sebagai pendingin7 pelindung karat7 pembersi! dan penutup cela! pada dinding mesin. Sebagai pelumas mesin oli akan membuat gesekan antar komponen didalam mesin bergerak lebi! !alus dengan cara masuk kedalam cela!)cela! mesin7 se!ingga memuda!kan mesin untuk mencapai su!u kerja yang ideal. 'iskositas dari oli sangat diper!itungkan untuk meminimalisir gaya gesek yang ditimbulkan ole! mesin yang bergerak dan terkontak satu ter!adap yang lain se!ingga mencega! terjadinya keausan. Pada permesinan bagian yang paling sering bergesekan adala! piston7 ada banyak bagian lain namun gesekannya tak sebesar yang dialami piston. 2isinila! kegunaan oli. =li memisa!kan kedua permukaan yang ber!ubungan se!ingga gesekan pada piston diperkecil. Selain itu7 oli juga bertindak sebagai %luida yang meminda!kan panas ruang bakar yang mencapai -,,,)-?,, derajat celcius ke bagian lain mesin yang lebi! dingin7 se!ingga mesin tidak over !eat (sebagai pendingin). Pembersi! mesin dari sisa pembakaran dan deposit senyawa karbon yang masuk dalam ruang bakar supaya tidak muncul endapan lumpur. #eknologi mesin yang terus berkembang menuntut kerja pelumas semakin lengkap7 seperti penamba!an anti karat dan anti %oam. Semakin kental oli7 maka lapisan yang ditimbulkan menjadi lebi! kental. ;apisan
[#eknik (imia Prodi #eknik &nergi . /nstrumentasi dan Pengukuran] Page 7

Politeknik Negeri Sriwijaya


!alus pada oli kental memberi kemampuan ekstra menyapu atau membersi!kan permukaan logam yang terlumasi. Sebaliknya oli yang terlalu tebal akan memberi resitensi berlebi! mengalirkan oli pada temperatur renda! se!ingga mengganggu jalannya pelumasan ke komponen yang dibutu!kan. Entuk itu7 oli !arus memiliki kekentalan lebi! tepat pada temperatur tertinggi atau temperatur terenda! ketika mesin dioperasikan karena nilai viskositas masing)masing oli akan berkurang jika su!u cairan dinaikkan. Su!u semakin tinggi diikuti makin renda!nya viskositas oli atau sebaliknya. eberapa kriteria yang penting yang !arus dipenu!i ole! oli antara lain 6 -. 'iskositas !arus cukup kental untuk mena!an agar bagian peralatan yang bergerak relati% terpisa!7 tetapi juga !arus mencega! kebocoran dari segel. +. >. C. A. ?. 0luida !arus cukup pada saat awal yaitu pada saat peralatan masi! dingin. 2apat membentuk %ilm yang cukup kuat untuk pelumasan perbatasan. #a!an ter!adap oksidasi su!u tinggi. Mengandung deterjen dan dispersan cukup untuk menyerap endapan atau lumpur yanga terbentuk. #idak membentuk emulsi dengan air yang masuk dari segel yang bocor. 2engan tingkat kekentalan yang disesuaikan dengan kapasitas volume maupun kebutu!an mesin. Maka semakin kental oli7 tingkat kebocoran akan semakin kecil7 namun disisi lain mengakibatkan bertamba!nya beban kerja bagi pompa oli. =le! sebab itu7 peruntukkan bagi mesin kendaraan aru (dan*atau relati% baru berumur dibawa! > ta!un) direkomendasikan untuk menggunakan oli dengan tingkat kekentalan minimum SA&-,F. Sebab seluru! komponen mesin baru (dengan teknologi terak!ir) memiliki lubang atau cela! dinding yang sangat kecil7 se!ingga akan sulit dimasuki ole! oli yang memiliki kekentalan tinggi. Selain itu kandungan aditi% dalam oli7 akan membuat lapisan %ilm pada dinding silinder guna melindungi mesin pada
[#eknik (imia Prodi #eknik &nergi . /nstrumentasi dan Pengukuran] Page 8

Politeknik Negeri Sriwijaya


saat start. Sekaligus mencega! timbulnya karat7 sekalipun kendaraan tidak dipergunakan dalam waktu yang lama. 2isamping itu pula kandungan aditi% deterjen dalam pelumas ber%ungsi sebagai pelarut kotoran !asil sisa pembakaran agar terbuang saat pergantian oli. =li jenis mesin diesel ini memerlukan tamba!an aditi% dispersant dan detergent untuk menjaga oli tetap bersi! karena meng!asilkan kontaminasi jelaga sisa pembakaran yang tinggi. Sedangkan bila oli yang digunakan suda! tipe sintetik maka tidak perlu lagi diberikan ba!an aditi% lain karena justru akan mengurangi kireja mesin ba!kan merusaknya. #ingkat kekentalan oli disebut 'iscosity $rade7 yaitu ukuran kekentalan dan kemampuan oli untuk mengalir pada temperatur tertentu menjadi prioritas terpenting dalam memili! oli. (ode pengenal oli adala! berupa !uru% SA& yang merupakan singkatan dari Society o% Automotive &ngineers. Selanjutnya angka yang mengikuti dibelakangnya7 menunjukkan tingkat kekentalan oli tersebut. Misalnya oli yang bertuliskan SA& -AF)A,7 berarti oli tersebut memiliki tingkat kekentalan SA& -, untuk kondisi su!u dingin dan SA& A, pada kondisi su!u panas. Semakin besar angka yang mengikuti kode oli menandakan semakin kentalnya oli tersebut. Sedangkan !uru% F yang terdapat dibelakang angka awal7 merupakan singkatan dari Finter. 2engan kondisi seperti ini7 oli akan memberikan perlindungan optimal saat mesin start pada kondisi ekstrim sekalipun. Sementara itu dalam kondisi panas normal7 idealnya oli akan bekerja pada kisaran angka kekentalan C,)A, menurut standar SA&.

[#eknik (imia Prodi #eknik &nergi . /nstrumentasi dan Pengukuran]

Page 9

Politeknik Negeri Sriwijaya V. PROSEDUR PERCOBAAN


-. +. >. C. Membersi!kan alat viskometer. Menentukan massa jenis bola (li!at tabel) dan massa jenis cairan yang akan digunakan. Memasukkan sampai kedalam tabung viskometer sampai penu!. Esa!akan tidak ada gelembung udara. Meng!idupkan stopwatc! pada saat bola sampai tanda batas paling atas dan mematikan stopwatc! pada saat bola sampai pada tanda batas paling bawa!. A. ?. Mencatat waktu yang diperole!. Membersi!kan viskometer setela! selesai praktikum.

VI. DATA PEN7A#ATAN


a. B-la all-y &%.i nik%l G : 47- gr * cm> #etapan k : 5 mPa.s cm> * gr.s &. Pa)a55in G : ,74 gr * cm> 9aktu ".$ + > A+ 5- ?+ ?C ?C ?C ?C A- C4 ?5 ?5 ?C ?A ?3 A3

N-. 1 2 1 2 3

T%'(%)atu) "8C$ +++ +C +? +5

Vi.k-.ita. "'Pa..$ >-A-7>>5 >+5,7C +55?7+? >>5+7? >+457+?

:t ".$ ?-7?5 ?C AC ?? ?C7>>

[#eknik (imia Prodi #eknik &nergi . /nstrumentasi dan Pengukuran]

Page 10

Politeknik Negeri Sriwijaya VII. PERHITUN7AN


#emperatur +- H9 : 5 mPa.s.cm> * gr.s . (47- gr * cm> 1 ,74 gr * cm>) . (?-7?5 s) : 5 mPa.s.cm> * gr.s . (57> gr * cm>) . (?-7?5 s) : >-A-7>>5 mPa.s #emperatur ++ H9 : 5 mPa.s.cm> * gr.s . (47- gr * cm> 1 ,74 gr * cm>) . (?C s) : 5 mPa.s.cm> * gr.s . (57> gr * cm>) . (?C s) : >+5,7C mPa.s #emperatur +C H9 : 5 mPa.s.cm> * gr.s . (47- gr * cm> 1 ,74 gr * cm>) . (AC7>> s) : 5 mPa.s.cm> * gr.s . (57> gr * cm>) . (AC7>> s) : +55?7+? mPa.s #emperatur +? H9 : 5 mPa.s.cm> * gr.s . (47- gr * cm> 1 ,74 gr * cm>) . (?? s) : 5 mPa.s.cm> * gr.s . (57> gr * cm>) . (?? s) : >>5+7? mPa.s #emperatur +5 H9 : 5 mPa.s.cm> * gr.s . (47- gr * cm> 1 ,74 gr * cm>) . (?C7>> s) : 5 mPa.s.cm> * gr.s . (57> gr * cm>) . (?C7>> s) : >+457+? mPa.s
[#eknik (imia Prodi #eknik &nergi . /nstrumentasi dan Pengukuran] Page 11

Politeknik Negeri Sriwijaya

Skala - 6 A,,

[#eknik (imia Prodi #eknik &nergi . /nstrumentasi dan Pengukuran]

Page 12

Politeknik Negeri Sriwijaya VIII. ANALISA DATA


Pada percobaan ini7 dilakukan pengujian viskositas pada para%in. 2engan variabel yang digunakan yaitu variabel su!u. Entuk mengeta!ui pengaru! su!u ter!adap viskositas para%in tersebut. 2ari percobaan yang dilakukan didapatkan !asil ba!wa setiap terjadinya kenaikan su!u7 nilai viskositas para%in tersebut juga ikut naik. 8al ini berbanding terbalik ter!adap teori yang ada yaitu Iviskositas dipengaru!i ole! temperatur yaitu apabila su!u meningkat dapat menyebabkan molekul 1 molekul dari para%in tersebut memperole! energi dan kemudian molekul 1 molekul tersebut akan bergerak dan menyebabkan gaya interaksi antar molekul melema!. 2engan demikian viskositas larutan akan menurun. (#ony ird.-33>.(imia 0isika untuk Eniversitas."akarta 6 $ramedia) Adanya perbedaan analisis dari pengukuan pada praktikum dan teori yang tela! ada7 dapat disebabkan dari beberapa %aktor. #etapi %aktor yaitu 6 -. Pengukuran waktu saat percobaan yang kurang teliti. percobaan dilakukan. >. Pengukuran temperatur yang kurang teliti7 yaitu terdiri dari 6 >.-. para%in yang tela! berada didalam tabung tidak dapat diukur temperaturnya secara keseluru!an. 8al ini dikarenakan apabila termometer dimasukkan secara keseluru!an kedalam tabung maka para%in akan menerima tekanan dan akan menyebabkan para%in tersebut keluar dari tabung. >.+. #emperatur para%in yang cepat mengalami kenaikan. Se!ingga pada saat percobaan7 ternyata temperatur para%in yang berada didalam tabung tidak sesuai dengan temperatur para%in yang sebenarnya. +. Masi! adanya udara yang tertinggal didalam tabung pada saat

[#eknik (imia Prodi #eknik &nergi . /nstrumentasi dan Pengukuran]

Page 13

Politeknik Negeri Sriwijaya I;. KESI#PULAN


2ari percobaan yang dilakukan7 maka dapat disimpulkan ba!wa 6 'iskositas para%in pada percobaan diperole! sebagai berikut 6 #emperatur +- H9 : >-A-7>>5 mPa.s #emperatur ++ H9 : >+5,7C mPa.s #emperatur +C H9 : +55?7+? mPa.s #emperatur +? H9 : >>5+7? mPa.s #emperatur +5 H9 : >+457+? mPa.s

[#eknik (imia Prodi #eknik &nergi . /nstrumentasi dan Pengukuran]

Page 14

Politeknik Negeri Sriwijaya DA!TAR PUSTAKA


$arda)pengeta!uan.blogspot.com*+,--*,-*pengertianviskositas.!tml (diundu! rabu7 +? september +,-> +,6-+ F/ ) 8edi 8astiawan.wordpress.com*kimia)%isika*viskositas (diundu! rabu7 +? september +,-> +,6A, F/ ) ;estari7 Sutini Pujiastuti.+,->.Penuntun Praktikum I/NS#JEM&N#AS/ 2AN #&(N/( P&N$E(EJANK.Palembang 6 Politeknik Negeri Sriwijaya. #ony ird.-33>.(imia 0isika untuk Eniversitas."akarta 6 $ramedia.

[#eknik (imia Prodi #eknik &nergi . /nstrumentasi dan Pengukuran]

Page 15

Politeknik Negeri Sriwijaya


!OTO ALAT "LA#PIRAN$

[#eknik (imia Prodi #eknik &nergi . /nstrumentasi dan Pengukuran]

Page 16