Anda di halaman 1dari 2

G. Pendekatan dan Paradigma Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.

Ada beberapa alasan yang

mendasarinya: pertama, data yang dikumpulkan dan dianalisis merupakan gejala sosial yang dinamis, yakni gerakan HTI dalam mengubah tatanan negara yang mereka anggap sekuler menuju tatanan yang mereka anggap Islami, dengan titik berat gerakan pada aspek pemikiran. Upaya-upaya HTI tersebut akan lebih mudah dipahami melalui pengungkapan-pengungkapan yang bersifat kualitatif, di mana aktor-aktornya

berperan pentiiig dalarn memberikan informasi dan pemaknaan tentang dunia sosial yang melingkupi mereka. Kedua, penelitian
iru

tidak

banyak

mengikuti

logika-telah-disusun

(reconstructed logic) melainkan lebih menekankan pada logika dalam praktik (logic in practice), sebuah logika yang terikat dengan kasus spesifik-dalam gerakan ekstraparlementer HTI-dan lapangan. hal ini adalah

didasarkan pada temuan yang didapat peneliti di

!alam penelitian ini, teori-teori seperti oposisi ekstraparlementer, oposisi

berbasis agama, partai politik, model rnobilisasi, dan lain-lain diperlakukan sebagai as"nsi-asumsi dasar dan sebagai kerangka a#uan dalam pengumpulan dan analisis data. !i samping model itu, model penjelasan teoretis dalam penelitian model) ini tidak melainkan

menggunakan

hipotetis-deduktif

(hypothetico-deductive

menggunakan model pola (pattern model).34 Ketiga, penelitian ini dilakukan dalam bentuk penelitian lapangan (field research), di mana peneliti melakukan studi melalui interaksi langsung dengan HTI, melakukannya dalam latar-latar yang alamiah, berusaha mendapalkan pemahaman tentang dunia sosial
HTI, dan menyusun pemyataan-pemyataan teoretis tentang perspektif

organisasi

ini.

!i

sarnping ito, dengan menggunakan

"a"an#ara mendalam (in-depth interview)

sebagai instrumen pengumpulan data, analisis dalam penelitian akan dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data.
%entuk tunggal dianggap karena studi dari penelitian ini adalah studi kasus& dengan desain kasus yang

(single case design).37 !alam hal ini, konteks kehidupan


paling utama melatari konteks inilah yang gerakan ekstraparlementer paling tegas

kontemporer

HTI adalah Pemilu '((),

menunjukkan

fenomena gerakan

ekstraparlementer peneliti memilih

organisasi terse but. Ada beberapa pertirobangan yang mendorong HTI sebagai kasus-tunggal dan tipikal bagi kategori-kasus gerakan

politik Islam ekstraparlementer: pemikiran

*I+ gagasan-gagasan politik HTI mengandung unsur- unsur

dan tren Islam Politik yang banyak berkembang di masa lalu maupun sekarang

*'+ klaim HTI bah"a ia adalah partai p*i+litik berideologi Islam. dan * + sifat antidemokrasi dalam gerakan Hi,but Tahrir yang akan membuatnya konsisten pada jalur

ekstraparlementer -ebih

di negara-negana yang menganut sistem demokrasi, khususnya Indonesia. gerakan politik Islam eksjraparlernenter akan didefinisikan dan

jauli lagi, realitas


ia ditafsirkan

sebagaimana

dan diterjernahkan

oleh para aktor HTI dalam pemikiran

tindakan-tindakan mereka.