Anda di halaman 1dari 49

Case Report Session CA NASOFARING

Dinda Andini 1301 1206 0092 Faisal Rahman 1301 1206 0093 Dona Yunika Bangun 1301 1206 0098

KETERANGAN UMUM
Nama : Tn. A Jenis Kelamin : Laki-laki Umur : 47 tahun Alamat : Jl.Sukajadi Rt 04/05 Pekerjaan : Petani Agama : Islam Status : Menikah Tanggal Pemeriksaan : 9 Nopember 2007

ANAMNESIS
Keluhan Utama : benjolan di leher
Anamnesis Khusus : Sejak 6 bulan sebelum masuk rumah sakit os mengeluh benjolan di leher. Awal sebesar ibu jari sebesar telur ayam
3

ANAMNESIS
2 bulan SMRS disertai :

gangguan menelan mulut mencong ke kanan bicara rero keluar cairan putih keruh, tidak berbau (telinga kiri) panas badan nyeri telinga.
4

ANAMNESIS
Riwayat keluhan yang sama di keluarga (-) Keluhan pertama kali Riwayat tinggal di daerah sekitar pabrik (-) Riwayat kontak dengan bahan radioaktif (-) Penderita pergi berobat ke RSUD Sumedang

PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan Umum : tampak sakit berat Kesadaran : kompos mentis Tanda vital : TD = 130/90 mmHg Nadi = 96 x/menit Respirasi = 24 x/menit Suhu = 38 oC
6

Kepala

: Konjunctiva anemis Sklera tidak ikterik Leher : Lihat status lokalis Thorax : Bentuk dan gerak simetris Paru-paru : t.a.k Jantung : t.a.k

Abdomen

: Bising usus (+) normal Hepar/lien tidak teraba Ekstremitas : Edema (-) Sianosis (-) Clubbing (-) Cappilary refill : <2 detik
8

Status Lokalis : a). Telinga


Bagian Preaurikula Kelainan Kongenital Radang dan tumor Trauma Kongenital Radang dan tumor Trauma Edema Hiperemis Nyeri tekan Sikatriks Fistula Fluktuasi Kongenital Mukosa Sekret Serumen Edema Jaringan granulasi Warna Intak Refleks cahaya Auris Dextra Tenang Putih keabuan Intak + Auris Sinistra Tenang + Sulit dinilai tertutup sekret bening

Aurikula

Retroaurikula

CAE

Membrana Timpani

b).Hidung
Pemeriksaan Keadaan luar Rhinoskopi Anterior Bentuk dan ukuran Mukosa Sekret Krusta Concha Inferior Septum deviasi Polip/tumor Pasase udara Nasal Dextra Dalam batas normal Tenang Eutrofi + Nasal Sinistra Dalam batas normal Tenang Eutrofi +

Rhinoskopi Posterior

Mukosa Choana Sekret Torus Tubarius Fossa Rosenmuller

10

c). Cavum oris


Kelainan Bagian Keterangan

Mulut

Mukosa mulut Lidah Palatum molle Gigi geligi Uvula Halitosis Mukosa Besar Kripta Mukosa Granula Post nasal drip

Tenang t.a.k t.a.k Terdorong ke kanan


-

Tonsil

Tenang T1-T1 Berbenjol -

Faring

11

d). Maxillofacial : - Parese N.Cranialis (+) : N V,VI,VII - Uvula buldging terdorong ke kanan e). Leher : - a/r colli anterior dextra : massa 5x2x1 cm, kenyal, mobile, NT(-) - a/r colli anterior dextra : massa 4x2x1 cm, kenyal, mobile, NT(-) - a/r colli anterior sinistra : massa 10x4x1 cm, kenyal, mobile, NT(-) f). Tes Pendengaran :
Tes Rhinne Tidak dilakukan

Tes Weber

Tidak dilakukan

12

STATUS NEUROLOGIKUS
A. Pemeriksaan Umum Kepala : Normocephal Collum Vertebra : Deformitas (-) B. Tanda Rangsang Meningen : Kaku Kuduk :Laseque : -/Kernig : -/Brudzinsky I : -/Brudzinsky II : -/Brudzinsky III : -/C. Sistem Motorik :
Anggota Badan atas Badan bawah Kekuatan 5/5 5/5 Tonus Kuat Kuat Atrofi -/-/Fasikulasi -/-/-

E. Sistem Sensorik : Tidak dinilai

13

F. Refleks : Fisiologis

: Biceps : +/+ Triceps : +/+ Brachioradialis : +/+ Knee jerk : +/+ Achilles : +/+

14

Patologis

: Babinski Chaddock Oppenheim Gordon Scheiffer Hoffman Tromner Rossolimo

: -/: -/: -/: -/: -/: -/: -/-

15

Primitif

: Glabela Palmomental Mencucut

: -/: -/: -/-

16

G. Saraf Otak N I NII N III/IV/VI

N V

: Penciuman : Tidak dinilai : Ketajaman penglihatan: Tidak dinilai Lapang pandang : Tidak dinilai : Ptosis : -/Pupil : bulat isokor, ODS 3mm Refleks cahaya (D/I) : +/+ Posisi mata : di tengah Gerakan bola mata : ke lateral terganggu : Sensorik : Tidak dinilai Motoris: - m.masseter : tonus kuat, simetris - m.temporalis : tonus kuat, simetris -Jaw reflex : (+)

17

N VII

: Angkat alis mata Plika nasolabialis Gerakan wajah

: Tidak simetris : kiri menghilang : tidak simetris

N VIII

: Pendengaran : Baik Keseimbangan : Tidak dilakukan : Suara/bicara Kontraksi palatum : Menengok kanan kiri : Normal : Normal : Tidak dinilai

N IX/X

N XI

NXII

: Gerakan lidah Atrofi Fasikulasi

: Normal, simetris : (-) : (-)


18

H. KOORDINASI Cara bicara Tremor Tes telunjuk hidung Tes tumit lutut Tes Romberg

: Tidak dinilai :: Tidak dinilai : Tidak dinilai : Tidak dinilai


19

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium PT-INR Masa Protrombin INR APTT Darah Rutin Hemoglobin Hematokrit Leukosit Trombosit Kimia Klinik Ureum Kreatinin Glukosa Darah Sewaktu Natrium Kalium Ca bebas Mg 9-11-2007 11,4 1,02 28,8 11-11-2007 13-11-2007 Nilai Normal 8,2 - 13,2 0,82 - 1,17 20,5 - 40,5

8,9 26 8.300 413.000 17 0,56 119 126 3,1

11,1 33 10.700 387.000

13,0-

136 3,3 4,77 1,50

20

Radiologi Schuller dan Stenver : Sel mastoid kiri-kanan berselubung , tidak tampak lesi lusen dan destruksi Tegmen timpani masih baik Kesan : Mastoiditis bilateral
21

NPC biopsi a/r NP Dinding posterior, massa (+) berbenjolbenjol, rapuh, mudah berdarah

22

DIAGNOSIS KLINIS
Tumor colli bilateral suspek metastase dari nasofaring + otomastoiditis + paresis N V, VI, VII

23

PENATALAKSANAAN
Umum: Rawat inap Diet makanan cair Larutan RL : D5 = 2: 1 i.v Khusus:Amoksisilin 3 x 500mg Ottopraf tetes telinga 3 x 3 tetes H2O2 3 x 3 tetes
24

Prognosis
Quo ad vitam malam Quo ad functionam : dubia ad
: ad malam

25

PEMBAHASAN

26

27

28

Dasar Diagnosis
Tumor colli bilateral Anamnesis KU benjolan leher makin lama makin membesar sejak 6 bulan yang lalu. Awalnya kira-kira sebesar ibu jari kira-kira sebesar telur ayam.

29

Pemeriksaan fisik a/r colli ant. dextra : massa 5x2x1 cm, kenyal, mobile, NT(-) a/r colli ant. dextra : massa 4x2x1 cm, kenyal, mobile, NT(-) a/r colli ant. sinistra : massa 10x4x1 cm, kenyal, mobile, NT(-)
30

Otomastoiditis Anamnesis Keluhan keluar cairan dari telinga kanan 2 bulan SMRS (putih keruh, tidak berbau kadang bercampur darah) + panas badan dan rasa nyeri pada telinga. Pemeriksaan fisik Telinga: CAE: sekret (+)
31

Otomastoiditis Pemeriksaan penunjang Radiologi Schuller dan Stenver : Sel mastoid kiri-kanan berselubung, tidak tampak lesi lusen dan destruksi Tegmen timpani masih baik Kesan : Mastoiditis bilateral
32

Paresis N VI, VII, dan IX Anamnesis Keluhan gangguan menelan 2 bulan SMRS + keluhan mulut mencong dan bicara rero. Pemeriksaan fisik Kepala: Mata: Gerakan bola mata: ke lateral terganggu Maxillofacial: Parese N. cranialis (+) : N VI,VII, dan IX
33

susp. metastase dari nasofaring Anamnesis Keluhan utama benjolan di leher + keluhan saraf otak + keluhan otitis. Pemeriksaan penunjang NPC biopsi a/r NP: Dinding posterior, massa (+) berbenjolbenjol, rapuh, mudah berdarah.
34

Tata Laksana
Umum: Rawat inap keadaan umum tampak sakit berat juga untuk penatalaksanaan selanjutnya. Diet makanan cair kesulitan menelan, dan kelainan otot wajah. Larutan RL : D5 = 2: 1 i.v indikasi terapi antibiotik i.v dan juga adanya indikasi + kalori dan cairan parenteral
35

Khusus: Amoksisilin 3 x 500mg otomastoiditis Ottopraf tetes telinga 3 x 3 tetes H2O2 3 x 3 tetes

36

Prognosis
Quo ad vitam : dubia ad malam 5 years survival rate 15% Quo ad functionam: ad malam Paresis N VI, VII, dan IX

37

TINJAUAN PUSTAKA

38

Epidemiologi
Ca nasofaring 0,2% (AS)
Insidensi tinggi 18%-25% (selatan Cina, Hong Kong, Taiwan, Kenya, Filippina, Singapura, Tunisia, Sudan and Uganda

39

40

GEJALA
Gejala nasofaring Gejala telinga Gejala mata dan saraf Gejala di leher (metastasis)

41

Gejala Nasofaring
Epistaksis ringan atau sumbatan di hidung Nasofaring nasofaringoskop; gejala belum timbul, tumor sudah tumbuh atau tumor tidak tampak karena terdapat di bawah mukosa (creeping tumor).
42

Gejala Telinga
Gejala dini tempat asal tumor dekat muara tuba eustachius (fossa Rosenmuller): Tinnitus Rasa tidak nyaman nyeri di telinga (otalgia) Gangguan pendengaran.
43

Gejala Mata dan Saraf


Nasofaring rongga tengkorak gangguan beberapa saraf otak sebagai gejala lanjut dari karsinoma
Penjalaran dapat mengenai saraf otak ke III, IV, V, VI (foramen lacerum), IX, X, XI, XII (foramen jugulare)
44

Gejala di Leher (Metastasis)


Benjolan di leher bentuk dari metastasis karsinoma nasofaring;
keluhan yang mendorong pasien untuk berobat.

45

46

Terapi
1. Radiasi
External-beam supervoltage radiation

Intracavitary brachitherapy

2. Operasi Merupakan pilihan untuk tumor yang mempunyai rekurensi lokal

47

3. Lain-lain - Kemoterapi - Imunoterapi - Vaksin, untuk penyakit yang berhubungan dengan virus Epstein Barr.

48

49