Anda di halaman 1dari 13

Konsep Bahan Pangan Lokal

Ertriani Anindya M. (12-1007)

Heni Prahesti
Illafi Radinal Rahayu Wahyuningtyas Ambar Ismaya

(12-1018)
(12-1026) (12-1035) (12-1038)

Pendahuluan
Pangan lokal

Diversifikasi pangan
Kemandirian pangan Ketahanan pangan

Pengertian

Pangan Lokal adalah pangan baik sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral yang diproduksi dan dikembangkan sesuai dengan potensi sumber daya wilayah dan budaya setempat (Kementan, 2012)

Contoh produk

Gudeg Yogya Dodol Garut Jenang Kudus Beras Cianjur

Pola Konsumsi
Pola Konsumsi adalah susunan makanan yang mencakup jenis dan jumlah bahan makanan rata-rata per orang per hari, yang umum dikonsumsi/ dimakan penduduk dalam jangka waktu tertentu (Yayuk, 2004).

Pengertian

Jenis Makanan

Makanan utama Makanan selingan

Pengertian

Kecukupan rata-rata zat gizi bagi semua orang setiap harinya menurut golongan umur, jenis kelamin, ukuran tubuh, aktivitas tubuh dan kondisi fisiologis khusus untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal.

Pencantuman untuk Anak

Pangan yang ditujukan untuk anak berusia 6 sampai 24 bulan dan 2 sampai 5 tahun, persentase AKG yang dicantumkan hanya untuk protein, vitamin dan mineral.

Kemandirian Pangan
Pengertian
Kemampuan bangsa untuk menjamin agar seluruh penduduknya dapat memperoleh pangan yang cukup, bermutu baik, aman, dan halal, yang didasarkan pada pemanfaatan sumber daya lokal.

Lima komponen

ketersediaan yang cukup stabilitas ketersediaan Keterjangkauan mutu/ keamanan pangan yang baik tidak ada ketergantungan pada pihak luar

Ketahanan Pangan
UU RI No. 18 th. 2012
Kondisi terpenuhinya Pangan bagi negara yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan

Sistem ketahanan pangan dan gizi

ketersediaan pangan dalam jumlah dan jenis yang cukup untuk seluruh penduduk distribusi pangan yang lancar dan merata konsumsi pangan setiap individu yang memenuhi kecukupan gizi seimbang yang berdampak pada status gizi masyarakat

Masalah utama yang dihadapi dalam ketahanan pangan nasional tahun 2013:
Ketergantungan konsumsi beras
kecenderungan konsumsi terigu cukup tinggi pemanfaatan pangan lokal belum optimal.

Masih rendahnya kualitas dan kuantitas pola konsumsi pangan penduduk, pengetahuan, budaya dan kebiasaan makan masyarakat kurang beragam, bergizi seimbang dan aman.

Diversifikasi Pangan
proses pemilihan pangan yang tidak hanya tergantung pada satu jenis pangan, akan tetapi memiliki beragam pilihan (alternatif) terhadap berbagai bahan pangan (Riyadi, 2003).

Pengertian

Tujuan

untuk memperoleh keragaman zat gizi sekaligus melepas ketergantungan masyarakat atas satu jenis pangan pokok tertentu yaitu beras.

Konsep Pelaksanaan Diversifikasi Konsumsi Pangan


Aspek Ketersedia an Aspek Konsumsi Pangan

Empat pilar utama


Aspek Keterjang kauan

Aspek Stabilitas Ketersedia an

Pelaksanaan Gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP)

1. Persiapan 2. Pelaksanaan Pemberdayaan Kelompok Wanita Pengembangan Pangan Lokal Sosialisasi dan Promosi Penganekaragaman Konsumsi Pangan Pengembangan Kawasan Diversifikasi Pangan (PKDP)

Pangan lokal yang ada di Indonesia berpotensi untuk dijadikan pangan olahan melalui teknologi inovasi pangan untuk menunjang pangan pokok sebagai pengganti beras.

Penunjangan pangan pokok dapat dilakukan melalui diversifikasi pangan dengan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan untuk mengatur pola konsumsi pangan dari masyarakat menjadi lebih baik demi mencapai kemandirian pangan sehingga dapat memenuhi ketahan pangan nasional.